Anda di halaman 1dari 22

PENELITIAN KEGIATAN PENGELOLAAN LINGKUNGAN PENAMBANGAN

BIJIH NIKEL DI PT TEKONINDO KECAMATAN KABAENA KABUPATEN


BOMBANA PROVINSI SULAWESI TENGGARA

















PROPOSAL KERJA PRAKTEK

Dibuat Untuk Memenuhi Persyaratan Kerja Praktek
Pada Fakultas Teknik Jurusan Pertambangan
Universitas Veteran Republik Indonesia



OLEH :
MELINDA SALAMBA
2010 31 165



FAKULTAS TEKNIK JURUSAN TEKNIK PERTAMBANGAN UNIVERSITAS
VETERAN REPUBLIK INDONESIA
MAKASSAR
2013


PENELITIAN KEGIATAN PENGELOLAAN LINGKUNGAN PENAMBANGAN
BIJIH NIKEL DI PT TEKONINDO KECAMATAN KABAENA KABUPATEN
BOMBANA PROVINSI SULAWESI TENGGARA

I. PENDAHULUAN
1.1. LATAR BELAKANG
Kegiatan penambangan merupakan salah satu penunjang utama perekonomian
Indonesia. Potensi sumberdaya mineral khususnya bijih nikel di Kabupaten Bombana
merupakan sumberdaya alam yang dapat memberikan kontribusi yang signifikan bagi
perekonomian bangsa dan negara pada umumnya dan masyarakat setempat pada khususnya.
Khusus yang terdapat di Kecamatan Kabaena endapan bijih nikel ini rencananya akan
dieksploitasi oleh PT. Tekonindo.
Kegiatan Penambangan bijih nikel yang akan dilakukan memberikan dampak berupa
dampak positif bagi masyarakat di sekitarnya dan Pemerintah Kabupaten Bombana, namun
juga dapat menimbulkan dampak negatif berupa perubahan mendasar sejumlah komponen
lingkungan bilamana tidak dikelola dengan baik. Perubahan tersebut akan menurunkan
kualitas dan daya dukung lingkungan, mengingat kegiatan penambangan ini akan berpengaruh
secara ekologi terhadap lingkungan sekitar berupa sungai maupun perairan serta kawasan
hutan yang terdapat disekitarnya.
Sejak diterbitkannya Undang-undang No.23 tahun 2009 tentang perlindungan dan
pengelolaan lingkungan hidup, perhatian terhadap masalah-masalah lingkungan hidup
semakin meningkat. Hal ini sejalan dengan meningkatnya kesadaran masyarakat mengenai
peranan lingkungan hidup sebagai penyangga kehidupan. Oleh karena itu setiap komponen
lingkungan fisik, kimia, biologi maupun sosial ekonomi dan budaya perlu dijaga dan dijamin
kelestarian fungsinya.
Kebijakan pembangunan di Indonesia yang berwawasan lingkungan dan berkelanjutan
(Sustinable Development) mewajibkan setiap kegiatan pembangunan untuk selalu selaras
seimbang dengan lingkungan. Pembangunan berwawasan lingkungan yang tertuang dalam
undang-Undang Nomor : 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan
Hidup dan Peraturan Pemerintah Nomor : 27 Tahun 1999 tentang Analisa Mengenai Dampak
Lingkungan, mewajibkan setiap rencana kegiatan yang diperkirakan menimbulkan dampak
penting terhadap lingkungan wajib dilengkapi dengan Analisis Mengenai Dampak
Lingkungan (AMDAL).
Kelayakan lingkungan merupakan suatu usaha atau kegiatan pembangunan untuk
beroperasi pada kondisi lingkungannya dengan mempertimbangkan sungguh-sungguh segala
kemungkinan dampak yang terjadi terhadap lingkungan setempat. Pada saat bersamaan, usaha
atau kegiatan berupaya meminimalisasi semua kemungkinan dampak negatif dan
mengembangkan seoptimal mungkin dampak positif terhadap lingkungan sehingga sesuai
dengan peraturan atau syarat-syarat lingkungan yang diterapkan.

1.2. Rumusan Masalah
a. Indentifikasi Masalah
1. Disekitar lokasi blok penambangan terdapat sungai besar sehingga demikian
berpotensi mengalami pencemaran.
2. Akibat dari kegiatan pengangkutan bijih nikel bepotensi menimbulkan dampak
penurunan kualitas udara dan kebisingan.
3. Sebagai dampak lanjut dari timbulnya pencematan air sungai, udara, dan
kebisingan beepotensi memberikan dampak terhadap keresahan masyarakat.

b. Masalah Penelitian
1. Seberapa besar dampak yang ditimbulkan proses penambangan terhadap aliran
sungai yang terletak disekitar blok penambangan ?
2. Seberapa besar dampak yang dtimbulkan dari proses pengangkutan seperti
polusi udara dan kebisingan alat ?
3. Bagaimana cara menanggulangi dampak dampak negative yang ditimbulkan
dari proses penambangan terhadap kesehatan dan kenyamanan masyarakat
disekitar area penambangan

c. Batasan Masalah
Penelitian ini hanya dibatasi pada proses penganalisaan masalah yang
ditimbulkan akibat proses penambangan secara efektif dan penyusunan rencana
pengelolaa lingkngan tambang dan sekitarnya







1.3.Tujuan Penelitian
a. Merumuskan upaya-upaya penanggulangan dan/atau pengendalian dampak negatif
terhadap lingkungan yang timbul akibat adanya kegiatan penambangan.
b. Meurumuskan upaya untuk mengembangkan dampak positif sebagai akibat adanya
kegiatan penambangan.

II. Ruang Lingkup Penelitian
Kegiatan penambangan, bila dilaksanakan tidak tepat dapat menimbulkan berbagai
masalah. Sebagai langkah awal dilakukan suatu usaha menganalisa masalah secara efektif dan
cermat dengan berbagai Pembatasan masalah yaitu, masalah penelitian batasi pada
penyusunan rencana pengelolaan lingkungan bijih Nikel pada PT Tekonindo kabupaten
Bombana ,Sulawesi selatan.

III.Metode Penelitian
Dalam penelitian ini dilakukan dengan cara klasifikasi pengamatan sebagai berikut :
a. Metode Literatur
Dalam metode ini penulis mengumpulkan data-data dengan mempelajari berbagai
literatur penyelidikan yang berkaitan dengan topik permasalahan.
b. Metode Interview/Wawancara
Dalam metode ini penulis mengumpulkan data-data dari pembimbing lapangan dan
pihak yang terkait dengan cara melakukan wawancara.
c. Metode Pengamatan/observasi
Dalam penulisan ini penulis mengumpulan data-data dengan cara dengan cara
melakukan pengamatan langsung di lapangan, yaitu dari hasil pengamatan dan
pengukuran terhadap daerah yang direncanakan akan dibuat jalan tambang.

IV.Sistematika Penulisan

Adapun sistematika penulisan adalah sebagai berikut :
Bab I Pendahuluan
- Latar Belakang;
- Tujuan Penelitan;
- Metode Penelitian;
- Ruang lingkup Penelitian
- Sistematika Penulisan.
Bab II Tinjauan Umum
- Lokasi dan Kesampaian Daerah
- Keadaan Geologi Daerah Penelitian
- Genesa Endapan Bijih Nikel
- Persiapan dan Kegiatan Penambangan
Bab III Landasan Teori
- Pendekatan Tekhnologi;
- Pendekatan Sosial, Ekonomi dan Budaya;
- Pendekatan Institusi;
- Pendekatan Manejemen Lingkungan.


Bab IV Pembahasan (Rencana Pengelolaan dan Pemantauan Lingkungan
Penambangan)
- Tahap Pra Konstruksi;
- Tahap Konstruksi;
- Tahap Operasional;
- Tahap Pasca Operasional.





V.Landasan Teori
Untuk menangani dampak besar dan penting yang telah diprediksi dalam dokumen
ANDAL digunakan pendekatan dalam pengelolaan lingkungan, dengan uraian sebagai
berikut:
A. PENDEKATAN TEKNOLOGI
Pendekatan teknologi adalah cara-cara atau teknologi yang digunakan untuk mengelola
dampak besar dan penting terhadap lingkungan hidup, dimana pendekatan ini merupakan
salah satu alternatif pengelolaan lingkungan hidup. Prinsip pemanfaatan teknologi yang
digunakan dalam mengelola dampak besar dan penting harus memenuhi syarat antara lain
adalah teknologi tersebut; tersedia (sehingga tidak mengganggu jadwal pelaksanaan kegiatan
pembangunan), mudah diterapkan (applicable), murah (terjangkau dari segi biaya), dan ramah
lingkungan.
Secara spesifik mengenai teknologi yang diterapkan dalam mengelola dampak besar
dan penting baik berupa dampak negatif maupun positif, tidak diuraikan dalam dokumen ini
melainkan yang dibahas adalah model/teknik pendekatan teknologi untuk dapat
meminimalisasi dampak negatif dan memaksimalkan dampak positif yang timbul akibat
kegiatan rencana penambangan nikel oleh PT. Tekonindo tersebut. Model atau teknik
pendekatan teknologi yang terkait dalam pengelolaan lingkungan dari rencana kegiatan
tersebut antara lain: mencegah (preventif), membatasi, meminimalkan dengan mengurangi
(reduce), menggunakan kembali (re-use), atau mendaur ulang (re-cycle), memulihkan (re-
covery), mengembalikan (re-charge) dan memaksimalkan/ mengoptimalkan atau
meningkatkan. Proses dan atau tata cara teknis yang akan digunakan sedapat mungkin akan
diupayakan untuk menjamin pelestarian nilai nlai lingkungan, dan untuk meghindari
dilampauinya daya dukung lingkungan, adapun program spesifik akan meliputi :
a) Teknologi Pengelolaan Limbah Cair , seperti :
b) Teknologi Pengelolaan Limbah Cair , seperti :
Membangun kolam pengendapan secara berjenjang;
Mengontrol secara ketat (jadwal) kapasitas kolam pengendapan;
Memasang alat pengolahan air limbah jika dianggap limbah telah dalam kondisi
berbahaya;
Merevegetasi sekitar kolan pengendap.
c) Teknologi Pengelolaan Sedimen, yaitu :
Melakukan sistem pengendalian sedimen pada muka tambang dengan
menggunakan sistem bertingkat;
Melakukan pengerukan/reclaim rutin jika kolam pengendapan tersebut penuh;
Sumber sumber bibit tanaman lokal.
d) Meningkatkan sistem Teknologi Reklamasi dan Erosi
Melakukan penanaman tanaman penutup pada area yang sudah dihijaukan;
Revegetasi pada laha curam dengan mengunakan jute net dan teknologi
Hydrooseeding;
Pengadaan fasilitas pembibitan (nursery ground) untuk memproduksi masal
tanaman lokal yang modern.
Melakukan survei dan pemetaan pemantauan terhadap pertumbuhan tanaman
rehabilitasi, laju suksesi jenis jenis lokal dan perkembangan organisme tanah
Pemakaian jenis tanaman penutup (cober crop) yang lebih efektif dalam
mengendalikan erosi dan meningkatkan produktifitas laha
Penanaman kembali daerah yang telah direhabilitasi untuk meningkatkan
pengendalian erosi, pertumbuhan tanaman pokok dan memungkinkan suksesi jenis
lokal
Menerapkan praktek standar baku dan menyiapkan lahan (kelerengan, erosi,
drainase, seimen kontrol, kolam resapan dan pengembalian tanah pucuk)
Peningkatan penyelamatan dan pemanfaatan tanah pucuk melalui program
konservasi tanah pucuk
Mencoba beberapa alternatif pola rehabilitasi lahan yang terpadu dengan
pengembangan masyarakat (community Development).
B. PENDEKATAN SOSIAL EKONOMI DAN BUDAYA
Pendekatan sosial ekonomi sebagai salah satu alternatif pengelolaan lingkungan hidup
merupakan suatu pendekatan yang memanfaatkan instrumen sosial ekonomi, berupa kegiatan
sosialisasi, pelibatan masyarakat, interaksi sosial dan bantuan-bantuan sosial. Pendekatan
sosial ekonomi yang diterapkan dalam pengelolaan lingkungan hidup akibat dampak dari
kegiatan rencana penambangan nikel oleh PT. Tekonindo, antara lain: pihak pemrakarsa
selaku penanggungjawab kegiatan melakukan kegiatan sosialisasi tentang maksud, tujuan dan
mendeskripsikan rencana kegiatan, perlu memaksimalkan interaksi sosial dengan pihak
masyarakat yang potensil terkena dampak dari rencana kegiatan, melibatkan masyarakat mulai
pada tahap pra konstruksi, tahap konstruksi sampai pada tahap operasional dalam bentuk
pelibatan sebagai tenaga kerja, mengajak masyarakat untuk dapat berpartisipasi utamanya
dalam mendiskusikan potensi dampak yang mungkin timbul untuk menemukan/mencari (win-
win solution) sehingga dapat menghasilkan alternatif pengelolaan lingkungan serta melakukan
pendekatan lain yang dapat memberikan manfaat baik kepada pemrakarsa maupun masyarakat
di sekitar lokasi rencana kegiatan serta memberikan bantuan sosial kepada masyarakat sekitar
lokasi rencana kegiatan sesuai dengan kemampuan yang dimiliki.
B.1 Pendekatan Antisipatif
Pendekatan ini identik dengan upaya upaya pencegahan agar dampak (yang
diperkirakan) dapat dihindarkan sejak dini, atau jika memang tidak dapat dicegah;dampak
tersebut diupayakan untuk ditekan sampai batas minimal .
Langkah awal berupa pemberian informasi yang transparan tentang kegiatan yang
berkenaan dengan proyek. Informasi disajikan dengan format yang jelas, sederhana dan
dikemas dalam bahasa yang mudah dipahami oleh penduduk setempat sehingga tidak terjadi
kesenjangan persepsi antara pemrakarsa dengan masyarakat setempat.
Pendekatan antisipatif ini akan dilaksanakan secara berkala dalam bentuk
musyawarah.
B.2 Pendekatan Langsung dan tidak Langsung
Pendekatan Langsung ; dapat dilakukan secara langsung ke warga masyarakat yang
mempunyai kepentingan terhadap keberadaan proyek.
Pendekatan Tidak Langsung: dilakukan dengan pendekatan melalui tokoh tokoh informal
(tokoh masyarakat,kiyai/ulama, pendeta, tokoh adat, dls) yang memimpin lembaga lembaga
non pemerintahan dan dianggap sebagai panutan oleh warga.


B.3 Pendekatan Segmentatif
Pendekatan segmentatif adalah pendekatan perbidang (segmen) yang dilakukan
bilamana permasalahan telah menjadi rumit dan saling mengait antara satu dengan lainnya.
Untuk mencari jalan keluar dari permasalaha ini diperlukan mediator yang memiliki
kemampuan untuk melakukan pendekatan perbidang secara proorsional, tanpa mengabaikan
kendala kendala yang menghambat tercap[ainya penyelesaian antara pihak pihak terkait.
Pendekatan ini juga cukup efektif untuk menangani masalah keresahan sosial baik
yang menyangkut masalah demobilisasi tenaga kerja proyek maupun warga masyarakat
setempat yang merasa kehilangan pegangan akibat habisnya masa konstruksi.
B.4 Pendekatan Stimulatif
Jenis pendekatan ini lebih berorientasi pada bagaimana harus mebenahi dampak
dampak sosial-ekonomi-budaya setelah masa konstruksi berakhir. Bagaimana juga proses
adaptasi sosial dikalangan warga masyarakat setempat dengan hadirnya proyek diengah
tengah kehidupan mereka, tidak akan selesai begitu saja dengan dimulainya tahap operasi.
Warga desa masih harus mencari identitasnya yang baru sebagai hasil penggabungan antara
corak tradisional dengan corak industri pertambangan.
Banyak stimulan harus diberikan agar berbagai kesenjangan yang tersisa akibat
terjadinya dampak primer tidak berlanjut dan memunculkan dampak turunan (dampak
sekunder).
B.5 Pendekatan Kualitatif dan Kuantitatif
Pendekatan Kualitatif: titik berat yang ditujukan untuk mengukur tingkat keberhasilan
pengelolaan lingkungan yang terkait dengan parameter sosial-budaya. Parametr parameter
seperti : budaya, adat istiadat, persepsi masyarakat dan lain lain tidak dapat didekati dengan
metoda ilmu eksakta. Oleh karena itu metoda metda analogi dan value juggement
memegang peranan penting dalam pendekatan kualitatif tersebut.
Pendekatan Kuantitatif: pendekatan kuantitatif dapat digunakan sebagai pedoman
untuk mengevaluasi tingkat keberhasilan pengelolaan lingkungan di bidang sosial-ekonomi.
Perhitungan perhitungan secara kuantitatif dapat diterapkan untuk mengukur
kenaikan/penurunan tingkat pendapatan warga antara sebelum dan sesudah adanya proyek.
Tingkat kemajuan/kemunduran usaha, aset yang dimiliki, omset penjualan, modal berjalan
dan lain sebagainya.
B.6 Pengembangan Masyarakat (Community Development)
Dalam rangka untuk meminimalkan dampak negatif dari aktivitas proyek maka
pemrakarsa perlu mengadakan suatu pendekatan yang dapat memberikan dampak positif
kepada masyarakat dan lingkungan. Kegiatan pengembangan masyarakat yang ada di sekitar
lokasi kerjanya. Kegiatan kegiatan yang dilakukan dalam pengembangan masyarakat ini
diupayakan sesuai dengan kebutuhan dari masyarakat sekitar wilayah kerja PT. Kurun Cerah
Cipta, selain dari program yang nantinya telah disiapkan, Perusahaan ini juga akan
menerima masukan dari masyarakat mengenai kebutuhan pengembangan masyarakat yang
terkini, program pengembangan masyarakat akan difokuskan pada empat bidang, yaitu :
a. Bidang Kesehatan
b. Bidang Lingkungan
c. Bidang pemberdayaan ekonomi dan pertanian masyarakat
d. Bidang pendidikan.
C. PENDEKATAN INSTITUSI
Pendekatan ini dimaksudkan untuk melakukan upaya pengelolaan lingkungan yang
timbul dari akibat rencana kegiatan penambangan nikel oleh PT. Tekonindo, melalui sebuah
mekanisme kelembagaan yang ditempuh oleh pemrakasa dalam menangunggulangi dampak
besar dan penting. Pendekatan institusional yang akan diterapkan dalam mengelola dampak
besar dan penting lingkungan hidup antara lain adalah; pihak pemrakarsa melakukan kegiatan
kerjasama dengan instansi-instansi/dinas yang berkepentingan dan berkaitan dengan
pengelolaan lingkungan hidup dan selanjutnya instansi-instansi/dinas tersebut dapat
melakukan pengawasan terhadap kinerja pengelolaan lingkungan hidup serta pemrakarsa
menyerahkan laporan hasil-hasil pengelolaan lingkungan hidup secara berkala kepada
instansi/pihak yang berkepentingan.
Seperti diketahui bahwa kegiatan pengelolaan lingkungan tidak hanya merupakan
tanggung jawab pemrakarsa kegiatan semata, melainkan dibutuhkan keterlibatan dan
keterpaduan berbagai instansi yang terkait.
Melakukan koordinasi dengan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral baik
ditingkat Provinsi Sulawesi Tenggara maupun Kabupaten Bombana dalam rangka
pembinaan dan pengawasan terhadap kemungkinan timbulnya kasus pencemaran
Melakukan koordinasi dengan pemerintah Kabupaten Bombana dan instansi terkait
lainnya dalam rangka penyelesaian masalah sosial yang mungkin timbul
Melakukan koordinasi dengan pemerintah Kabupaten Bombana dan instansi terkait
lainnya dalam masalah ketenagakerjaan melalui kerjasama dengan lembaga
(LSM/NGO) yang dipilih.
Melakukan sosialisasi kegiatan kepada masyarakat sekitarnya mengenai tuJuan dan
kegunaan dilakukannya proyek penambangan nikel oleh PT. Tekonindo.
D. PENDEKATAN MANAJEMEN LINGKUNGAN
Sebagai komitmen terhadap pengelolaa lingkungan, PT. Tekonindo merencanakan
akan melakukan pengelolaan lingkungan dengan menggunakan pendekatan manajemen
lingkungan. Setiap kegiatan yang akan dilakukan dibuatkan SOP (Standard Operation
Procedure) dan Instruksi Kerja (Working Instruktion). Pendekatan manajemen lingkungan
akan mengacu pada standar ISO 14001.

E. PERALATAN DAN FASILITAS PENELITIAN
Untuk kelancaran jalannya penelitian, peralatan dan fasilitas yang diperlukan diharapkan
dapat disediakan oleh perusahan PT Tekonindo selama penelitian berlangsung. (Lampiran
1)
F. RENCANA JADWAL KERJA
Kegiatan ini direncanakan Insya Allah pada bulan Oktober - November. (Lampiran 2)
G. RENCANA DAFTAR PUSTAKA
Rencana daftar pustaka yang mendukung sebagai bahan literatur penelitian. (Lampiran 3)
H. RENCANA DAFTAR ISI
Peneliti akan menyusun laporan hasil penelitian secara sistematis sesuai sub bahasan
masalah. (Lampiran 4)



I. RENCANA ESTIMASI BIAYA PENELITIAN
Dalam melakukan penelitian sampai pada penyusunan dan pembutan laporan butuh
biaya cukup banyak. (Lampiran 5)

J. PENUTUP
Demikian proposal ini dibuat, untuk menjadi pertimbangan dari Bapak /Ibu, atas
perhatiannya saya ucapkan banyak terima kasih.


















Lampiran 1

Perihal : Permohonan bantuan fasilitas dan peralatan

Kepada Yang Terhormat,
Bapak/Ibu Pimpinan PT Tekonindo
Di,-
Tempat


Dengan Hormat
Sehubungan dengan program Fakultas Teknik UVRI - Makassar yang mewajibkan bagi setiap
mahasiswa untuk melaksanakan kerja praktek (KP), sebagai salah satu syarat untuk
menyelesaikan studi.
Maka dengan ini saya selaku mahasiswa menerangkan bahwa:
Nama : MELINDA SALAMBA
Stambuk : 2010 31 165
Alamat : BTP Blok H lama no 380
Telepon : 085 342 040 034

Bermaksud untuk memohon bantuan fasilitas dan peralatan selama saya melakukan penelitian
di perusahaan yang Bapak/Ibu Pimpin, ada pun fasilitas dan peralatan penelitian yang saya
butuhkan adalah:
1. Peralatan Lapangan (Peralatan Safety) : Sepatu lapangan, Helm, Sarung Tangan, Rompi,
dan Peralatan pengukuran.

Olehnya itu saya bermohon dengan segala kerendahan hati agar sekiranya Bapak/Ibu
berkenan untuk memberikan bantuan dalam penyediaan fasilitas dan peralatan penelitian
tersebut.

Hormat Saya,
MELINDA SALAMBA


Lampiran 2
Rencana Waktu Pelaksanaan Penelitian

KEGIATAN
OKTOBER NOVEMBER
I II II III IV
Orientasi Lapangan

Pengambilan Data

Pengolahan Data

Penyusunan Laporan

Konsultasi Laporan












Lampiran 3

RENCANA DAFTAR PUSTAKA
1. Arsyad, S. 1980. Pengawetan Tanah dan Air. Dep. Ilmu-Ilmu Tanah, Fakultas
Pertanian IPB. Bogor.
2. Asdak, C. 1995. Hidrologi dan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai. Gadjah Mada
University Press. Yogyakarta. 571 Hal.
3. Darsono, V. 1995. Pengantar Ilmu Lingkungan. Universitas Atma Jaya,
Yogyakarta
4. Fandeli, C. 1995. Analisis Mengenai Dampak Lingkungan, Prinsip Dasar dan
Pemapanannya Dalam Pembangunan. Liberty Offset, Yogyakarta
5. Hadi, P.S. 1997. Aspek sosial AMDAL Sejarah, teori dan Metode. Gadjah Mada
University Press, Yogyakarta.
6. Hardjowigeno, S. 1986. Sumber Fisik Wilayah dan Tataguna Lahan. Jurusan
Tanah. Fakultas Pertanian IPB. Bogor
7. Sachlan, M. 1980. Planktonologi. Fakultas Peternakan dan Perikanan Universitas
Diponegoro, Semarang.
8. Saifuddin, S. 1989. Fisika-Kimia Tanah Pertanian. Pustaka Buana, Bandung.
9. Sayogya, dkk. 1983. Sosiologi Pedesaan. BPFE, Yogyakarta
10. Soemarwoto, O. 1989. Analisis Mengenai Dampak Lingkungan, Gajah Mada
University Press, Yogyakarta.
11. Sunu, P. 2001. Melindungi Lingkungan Dengan Menerapkan ISO 14001. PT.
Gramedia Widiasarana Indonesia, Jakarta
12. Tjasyono, B. 1999. Klimatologi Umum. Penerbit ITB. Bandung. 317 h.



Lampiran 4


RENCANA DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL
LEMBARAN PENGESAHAN
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
DAFTAR TABEL
DAFTAR GAMBAR
DAFTAR LAMPIRAN

BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
1.2 Tujuan Penelitian
1.3 Metode penulisan
1.4 Ruang Lingkup Penelitian
1.5 Sistematika Penulisan


BAB II TINJAUAN UMUM
2.1 Lokasi Dan Kesampaian Daerah
2.2 Iklim Dan Curah Hujan
2.3 Keadaan Geologi
2.3.1 Geologi Regional
2.3.2 Geologi Daerah
2.4 Persiapan dan Kegiatan Penambangan
2.4.1. Penambangan Bijih Nikel

BAB III LANDASAN TEORI
3.1 Pendekatan Teknologi
3.2 Pendekatan Sosial Ekonomi dan Budaya
3.2.1 Pendekatan antisipatif
3.2.2 Pendekatan Langsumg dan tidak langsung
3.2.3 Pendekatan Segmentatif
3.2.4 Pendekatan Stimulatif
3.2.5 Pendekatan kualitatif dan Kuantitatif
3.2.6 Pengembangan Masyarakat



BAB IV PEMBAHASAN
4.1 Tahap Pra Konstruksi
4.2 Tahap Konstruksi
4.3 Tahap Operasional
4.4 Tahap Pasca Operasional

BAB V PENUTUP
5.1 Kesimpulan
5.2 Saran

DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN-LAMPIRAN




























Lampiran 5


Rencana Estimasi Biaya Penelitian

No. Kegiatan Estimasi Biaya
1. Studi Literatur Rp. 200.000,-
2. Biaya Transportasi Makassar- Bombana (PP) Rp. 500.000,-
3. Pengolahan Data Rp. 100.000,-
4. Pembuatan dan Penyusunan Laporan Rp. 150.000,-
5. Biaya Tak Terduga Rp. 300.000,-
TOTAL Rp. 1. 250.000,-

(Terbilang : Satu J uta Dua Ratus Lima Puluh Ribu Rupiah)