Anda di halaman 1dari 2

III.

PELAKSANAAN KULIAH LAPANGAN


3.1 Waktu dan Tempat
Kuliah Lapangan ini dilaksanakan pada tanggal 25 s/d 27 April 2014 di Danau
Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatera Barat..
Pengambilan sampel di lakukan di lapangan, kemudian analisa dan perlakuan sampel
dilanjutkan di Laboratorium Ekologi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu
Pengetahuan Alam, Universitas Andalas, Padang.
3.2 Alat dan Bahan
Alat yang digunakan dalam praktikum ini adalah 5 botol berukuran 300 ml, botol
gelap, botol terang, karet gelang, tali rafia, labu erlemeyer, pipet tetes, biaker glass,
gelas ukur, dan jarum suntik. Sedangkan bahan yang digunakan dalam praktikum ini
adalah air sampel, mnSO
4
, KOH, H
2
SO
4
, NA
2
S
2
O
2
, dan Natrium thriosulfat.
3.3. Cara Kerja
3.3.1 Pemasangan Botol Gelap dan Botol Terang
Diambil sampel air pada botol awal, botol gelap dan botol terang dipasang pada
lingkaran kerangkeng pertama untuk permukaan danau, kemudian di lingkaran
kerangkeng ke-2 untuk dasar danau. Posisi antara botol permukaan dengan dasar
danau berjarak 1 meter.Pemasangan dilakukan selama 6 jam yang dimulai pada
pukul 10.00-16.00 WIB.






Gambar 1. Skema pemasangan botol pada permukaan dan dasar danau.

Jarak 1 meter

3.3.2 Pengukuran Ppm O
2

Botol awal, botol gelap dan terang akhir setelah pemasangan 6 jam dilakukan titrasi
winkler. Adapun cara metoda titrasi winkler yaitu sampel air yang didapatkan
dimasukkan 1 ml mnSO
4
DAN 1 ml KOH/KI dikocok sampai homogen dan dibiarkan
sampai 5 menit hingga terbentuk endapan. Kemudian masukkan 1ml H
2
SO
4
pekat dan
dikocok sampai homogen. Masukkan 100 ml sampel kedalam erlemeyer dan dititrasi dengan
Na
2
S
2
O
2
0,025 N sampai bewarna kuning muda. Setelah itu ditambah 5 tetes amilum sampai
bewarna biru dan dititrasi dengan Natrium thiosulfat sampai larutan tersebut tepat bening
dan catat berapa banyak thiosulfat yang dipakai. Rumus yang dipakai dalam perhitungan
Ppm O