Anda di halaman 1dari 14

KONSEP TRANSKULTURAL

KEPERAWATAN
HJ.MAHRIANI MAHMUD.S.it.M.Kes
Pengertian
Budaya :
Keyakinan dan perilaku yg diturunkan
atau diajarkan antar generasi
Sesuatu yg kompleks mengadung
pengetahuan, keyakinan, seni, moral,
hukum, kebiasaan dan kecakapan lain
yg merupakan pola manusia sebagai
anggota komunitas
Kebudayaan : keseluruhan gagasan/ide
yg harus dibiasakan dengan belajar,
beserta keseluruhan hasil budi dan
karyanya.

Keperawatan transkultural adalah :
pelayanan keperawatan yang berfokus
pada analisis dan studi perbandingan
tentang perbedaan budaya
(Leninger,1978)
Suatu ilmu dan kiat yang humanis, yang
difokuskan pada perilaku individu atau
kelompok, serta proses utk
mempertahankan atau meningkatkan
perilaku sehat atau prilaku sakit secara
fisik dan psikokultural sesuai latar
belakang budaya (Leninger, 1984)

Tujuan Keperawatan
transkultural
Mengembangkan sains dan body
knowledge yang humanis sehingga
tercipta praktik keperawatan pada
kultur yang spesifik dan universal
(Lininger, 1978)
Paradigma Keperawatan
transkultural
1. Manusia :
Individu/kelompok memiliki nilai-nilai
dan norma yg diyakini berguna untuk
menetapkan pilihan dan melakukan
tindakan
Kecendrungan mempertahankan
secara turun temurun
Klien secara aktif memilih budaya dari
lingkungan
2. Kesehatan
Keseluruhan aktivitas yang dimiliki
klien dalam mengisi kehidupannya :
rentang sehat-sakit
Merupakan keyakinan, nilai, pola
kegiatan untuk memeliharan
kesehatan
3. Lingkungan
Keseluruhan fenomena yg
mempengaruhi perkembangan,
keyakinan dan perilaku klien.
Totalitas kehidupan klien dengan
budayanya
Lingkungan fisik, sosial dan simbolik
berinteraksi dengan manusia
membentuk budaya
4. Keperawatan
Ilmu dan kiat yg diberikan kepada
klien dengan landasan budaya
Asuhan diberikan sesuai dengan
history budaya
Strategi
Budaya diterapkan dalam asuhan
keperawatan transkultural, melalui
intervensi :
1. Mempertahankan -- sesuai
2. Menegoisasi ----- adaptasi
3. Merestrukturisasi ---- merugikan
Kompetensi budaya
Memahami dan menghormati
perbedaan antara klien dengan
keluarga ttg sistem nilai yg dianut,
harapan dan pengalaman menerima
pelayanan kesehatan
Memahami dan menghargai perspektif
keunikan, komplekbilitas dan
sistematis secara alamiah.
Komunikasi transkultural
Melalui proses diskusi, identifikasi
cara berkomunikasi lintas budaya
Komunikasi terapeutik-alamiah
Sensitifitas terhadap pola, tingkatan
dan keyakinan yang dianut keluarga
komunikasi verbal diperkuat oleh
nonverbal, acapkali nonverbal lebih
bermakna
Budaya dan makanan
Pemilihan bahan, pengolahan,
penyajian dan pengkomsumsinya
berkaitan dengan budaya
Atribut: jenis kelamin, usia, kondisi
kesehatan, agama, suku, kekerabatan
Budaya kesehatan
Kondisi di indonesia :
Gerakan PHBS belum membudaya
Globalisasi dan modernisasi : perubahan
nilai tradsional, makanan siap saji
Budaya melakukan pemeriksaan diri
secara berkali belum tampak---
minimnya dukungan instansi tindakan
promotif-preventif
Belum mengkristalnya penanaman
budaya sehat sejak dini: pemanfaatan
posyandu, PHBS tatanan sekolah, KIE
perilaku sex/ kespro usia remaja.

Kesimpulan
Keperawatan transkultural adalah
proses transaksi antara konsep etik
perawat dan konsep emik (budaya)
dari klien/keluarga/ komunitas
Proses transaksi : mempertahankan,
negoisasi dan restrukturisasi untuk
meningkatkan perilaku hidup sehat.