Anda di halaman 1dari 18

1

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Resistensi antibiotik merupakan hal banyak dijumpai dan telah menjadi masalah global
kesehatan masyarakat beberapa dekade terakhir. Studi di Eropa menunjukkan bahwa
resisten terhadap antibiotik meningkat dengan peningkatan konsumsi dari antibiotik
tersebut didorong oleh kebutuhan namun digunakan secara tidak rasional karena
kurangnya pengetahuan terhadap obat yang dikonsumsi. Menurut International
Journal of Infection Control (!1"# di negara$negara berkembang% ditemukan
antibiotik dapat dibeli tanpa resep sehingga indi&idu menggunakan antibiotik secara
bebas. The Center for Disease Control and Prevention di 'merika serikat menyebutkan
terdapat (! juta resep antibiotik yang tidak diperlukan dari 1(! juta resep setiap tahun
('kalin% !!#. Masyarakat memegang peranan penting dalam penyebaran resistensi
bakteri terhadap antibiotik. Masing$masing indi&idu di masyarakat memiliki berbagai
cara dalam mengatasi masalah kesehatannya% salah satunya dengan cara yang sering
digunakan yakni pengobatan sendiri atau dikenal dengan istilah swamedikasi (Self-
medication#.
Swamedikasi (Self-medication# dide)inisikan sebagai upaya yang paling banyak
dilakukan masyarakat untuk mengatasi keluhan atau gejala penyakit sebelum
memutuskan mencari pertolongan ke institusi* petugas pelayanan kesehatan.
Berdasarkan data dari beberapa penelitian% didapatkan lebih dari +!, masyarakat
mempraktikkan pengobatan sendiri ini dan lebih dari -!, di antara mereka
mengandalkan pengobatan moderen.
Swamedikasi sebenarnya merupakan bantuan yang sangat besar bagi
pemerintah dalam hal pemerintahan kesehatan secara nasional apabila dilakukan
dengan benar. .ntuk melakukan pengobatan sendiri secara benar% masyarakat
memerlukan in)ormasi yang jelas dan dapat dipercaya% agar penentuan kebutuhan
jenis*jumlah obat dapat diambil berdasarkan alasan yang rasional. Secara lebih rinci
selain mengetahui gejala sakit agar dapat mendiagnosis penyakitnya% pelaku
pengobatan sendiri harus mampu/ 1# mengetahui jenis obat yang diperlukan untuk
mengatasi penyakitnya% sehingga dapat memilih secara tepat dari berbagai merek
dagang obat yang tersedia% # mengetahui kegunaan dari tiap obat% sehingga dapat
menge&aluasi sendiri pengembangan sakitnya% "# menggunakan obat tersebut secara
2
benar (cara% aturan% lama% pemakaian# dan tahu batas kapan mereka harus
menghentikan swamedikasi dan segera minta pertolongan petugas kesehatan% 0#
mengetahui e)ek samping sehingga dapat memperkirakan apakah suatu keluhan yang
timbul kemudian itu suatu penyakit baru atau e)ek samping obat% (# mengetahui siapa
yang tidak boleh menggunakan obat tersebut (kontraindikasi#. Sayangnya% pengetahuan
inilah yang jarang dikuasai masyarakat. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa dari
skor maksimal (1!#% skor rata$rata yang umumnya dicapai oleh pelaku swamedikasi
berkisar antara "%($(%(.
1elaku swamedikasi sangat sedikit yang mengetahui kandungan obat yang
diminum% lebih sedikit lagi jumlah yang mengetahui e)ek samping dan kontraindikasi
obat tersebut. 2n)ormasi mengenai obat umumnya telah tersedia dalam kemasan obat%
namun in)ormasi ini sedikit diman)aatkan oleh karena salah satunya gencarnya iklan
obat yang menampilkan in)ormasi minimal mengenai obat dan bahan akti) yang
terkandung di dalamnya% sehingga masyarakat kehilangan satu titik in)ormasi yang
penting yaitu jenis obat yang dibutuhkan untuk mengatasi gejala sakitnya. Sering
dijumpai pemakaian beberapa nama dagang obat yang isinya persis sama. Selain dari
segi ekonomi merupakan suatu pemborosan dan dapat berisiko terhadap kesehatan
karena pemakaian obat yang salah dalam waktu yang lama% dan risiko karena
kontraindikasi. 3engan melihat aspek kebutuhan in)ormasi untuk meningkatkan
kualitas swamedikasi maka diperlukan upayauntuk membekali masyarakat agar
mempunyai keterampilan mencari in)ormasi secara cepat dan benar% dengan
meman)aatkan sumber$sumber in)ormasi yang telah tersedia di masyarakat.
Berdasarkan data R2S4ES3'S tahun !1"% didapatkan bahwa proporsi rumah
tangga yang menyimpan obat untuk swamedikasi terdapat obat keras% obat bebas%
antibiotika% obat tradisional dan obat$obat yang tidak teridenti)ikasi adalah "(%,
secara nasional. 3engan penyimpanan obat keras serta antibiotika menduduki dua
peringkat teratas yakni obat keras "(%5, dan 5%-, secara nasional. 3ari data yang
dikumpulkan oleh R2S4ES3'S proporsi rumah tangga yang menyimpan obat untuk
keperluan swamedikasi tertinggi didapatkan di 1ro&insi 342 6akarta ((+%0,# dan
terendah di 1ro&insi 7usa 8enggara 8imur (15%,# sedangkan untuk 1ro&insi Bali
berada ditengah$tengah dengan angka "(%1,. 3ari angka proporsi rumah tangga yang
menyimpan obat keras dan antibiotika tanpa resep dokter didapatkan untuk 1ro&insi
Bali terbilang tinggi yakni untuk obat keras -!%-,% antibiotika -5%1,
3
Berdasarkan hasil quick survey yang dilakukan melalui wawancara pada
tanggal ! 'gustus !10 kepada warga yang berkunjung ke .18 4esmas 9ianyar 1
berjumlah 1 orang% : orang (5(,# diantaranya mengatakan pernah membeli obat
tanpa resep dokter% " orang ((,# lainnya mengatakan tidak pernah. 3ari : orang yang
pernah tersebut 5 orang (5-,# diantaranya tidak mengetahui kandungan bahan akti)
yang ada dalam obat% orang (,# lainnya mengetahui namun hanya beberapa obat
saja. " orang ("",# diantaranya pernah membeli obat dengan menggunakan bungkus
obat yang lama% sedangkan + orang (+5,# lainnya langsung membeli obat dengan
menyebutkan merek obat. 5 orang (5-,# mengatakan memiliki stok obat yang
disimpan dirumah% dan orang lainnya (-,# mengatakan tidak.
3ari data awal tersebut dapat disimpulkan bahwa swamedikasi yang dilakukan
oleh masyarakat di wilayah kerja .18 4esmas 9ianyar 1 masih terbilang cukup
tinggi% maka dari itu diperlukan peranan pelaku kesehatan untuk memberikan
pengetahuan maupun keterampilan dalam memilih dan menggunakan obat secara
tepat. 4ader merupakan warga yang dipilih dan dapat ditinjau oleh masyarakat yang
secara sukarela mengelola% memelihara dan meningkatkan kesehatan diri sendiri% dan
kelompoknya. ;leh karena itu diperlukan kader yang memahami tentang penggunaan
obat rasional yang nantinya mampu untuk memberikan edukasi ke masyarakat tentang
penggunaan obat rasional secara baik dan benar.
.ntuk dapat memberikan pengetahuan kepada masyarakat% pengetahuan kader
tentang penggunaan obat rasional sangat penting. Berdasarkan hasil quick survey yang
dilakukan pada 0 kader posyandu didapatkan orang ((!,# membeli obat tanpa resep
di apotek dan 1orang ((,# membeli obat dengan membawa contoh bungkus obat.
3ari hasil yang kami tanyakan secara lisan beberapa contoh obat yang sering dibeli
oleh kader diantaranya konidin% neo<ep% promaag% parasetamol% amo=icillin% dan
sebagainya. 3ari " orang yang pernah membeli obat dengan bungkus obat dan tanpa
resep tersebut% ditemukan orang (++.5,# tidak mengetahui kandungan bahan akti)
dari obat yang dibeli dan e)ek sampingnya. 4etiga kader tersebut tidak mengetahui
kontraindikasi dari obat. Melihat masih rendahnya pengetahuan kader terhadap
in)ormasi obat itu sendiri mendorong kami untuk memberikan penyuluhan mengenai
penggunaan obat rasional swamedikasi dengan metode >B2' (>ara Belajar 2nstan
'kti)#.

1. Rumusan Masalah
4
1engetahuan 4ader 4esehatan di wilayah kerja .18 4esmas 9ianyar 1 khususnya di
3esa Serongga tentang penggunaan obat rasional dalam swamedikasi terbilang rendah.
1." 8ujuan 1enyuluhan
1.".1 8ujuan .mum
Setelah mengikuti promosi kesehatan dengan metode >B2' tentang
penggunaan obat rasional swamedikasi diharapkan pengetahuan dan
pemahaman kader desa mengenai swamedikasi menjadi lebih baik dan mampu
untuk membagi in)ormasi tersebut kepada masyarakat di lingkungan kerjanya
1.". 8ujuan 4husus
Setelah mengikuti penyuluhan kesehatan diharapkan kader di wilayah kerja
.18 4esmas 9ianyar 2 mampu untuk mengedukasi masyarakat in)ormasi obat
dapat didapatkan secara tepat pada kemasan obat% mengenali bahwa beberapa
nama dagang memiliki kandungan bahan akti) yang sama% memahami mana
kandungan akti) dan mana kandungan tambahan% mampu mencari in)ormasi
mengenai bahan akti)% indikasi% cara pemakaian% e)ek samping dan
kontraindikasi obat.
1.0 Man)aat 1enyuluhan
1.0.1 Man)aat bagi peserta adalah meningkatnya pengetahuan% pemahaman% dan
keterampilan peserta mengenai penggunaan obat rasional yang benar dan
mampu mempraktikkan dalam kehidupan sehari$hari di rumah tangga.
1.0. Man)aat bagi puskesmas adalah untuk mengetahui seberapa pengetahuan dan
keterampilan masyarakat tentang swamedikasi di wilayah kerjanya% dan
sebagai data awal untuk dilakukan penelitian lebih lanjut.
1.0." Man)aat bagi pelaksana adalah mampu untuk memperkenalkan berbagai jenis
obat kepada masyarakat dan mampu untuk menjelaskan apa kandungan akti)%
indikasi% cara pemakaian% e)ek samping dan kontraindikasi penggunaan obat.
5
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
.1 3e)inisi 1enggunaan ;bat Rasional
Menurut de)inisi ?@;% !! menjelaskan% penggunaan obat rasional adalah
pengobatan yang diterima pasien yang sesuai dengan kebutuhan klinis mereka% dalam dosis
yang sesuai dengan kebutuhan indi&idual% untuk jangka waktu yang tepat dan dalam biaya
terapi yang terendah bagi pasien maupun komunitas mereka.
Berdasarkan de)inisi tersebut dapat disimpulkan bahwa prinsip penggunaan obat yang
dilakukan secara rasional memiliki kriteria sebagai berikut/
a. Sesuai dengan kebutuhan klinis pasien
;bat diberikan berdasarkan ketepatan menilai kondisi pasien% misalnya penyakit
yang menyertaunya. 4ondisi khusus (hamil% menyusui% usia% dll# dan riwayat
pasien. ;bat dapat diberikan sesuai indikasi dan diagnose yang tepat dengan pilihan
obat yang mempertimbangkan e)ek klinis yang diharapkan
b. 8epat dosis% cara% inter&al dan lama pemberian
.ntuk mendapatkan e)ek klinis yang diharapkan diperlukan ketepatan dalam
menentukan dosis% cara pemberian% inter&al pemberian dan lama pemberian obat.
c. Biaya terapi yang terdiri dari biaya pengobatan dan harga obat itu sendiri harus
dipilih yang paling terjangkau bagi pasien% dengan tetap memperhatikan kebutuhan
klinis pasien.
. 3e)inisi ;bat
;bat dide)inisikan sebagai senyawa yang digunakan untuk mencegah mengobati%
mendiagnosis penyakit*gangguan% atau menimbulkan suatu kondisi tertentu% misalnya
membuat seseorang in)ertil% atau melumpuhkan oto rangka selama pembedahan
(gunawan% !!5#
Selanjutnya menurut 8an @oan 8jay dan 4irana Rahardja obat merupakan semua
<at baik kimiawi% hewani% maupun nabati yang dalam dosisi layak dapat
menyembuhkan% meringankan% atau mencegah penyakit berikut gejalanya.
." 1enggolongan ;bat
6
.ntuk memudahkan pengawasan% penggunaan dan pemantauan% obat digolongkan sebagai
berikut/
1. 1enggolongan ;bat Berdasarkan 4eamanan (1ermenkes 7o.5(a*1:-:#
a. ;bat bebas
Simbol/
;bat golongan ini termasuk obat yang paling rekati) amab% dapat diperoleh
tanpa resep dokter% selain di apotek juga dapat diperoleh di warung$warung.
;bat Bebas dalam kemasannya ditandai dengan lingkaran berwarna hijau.
>ontohnya adalah 1aracetamol% Aitamin$>% 'setosal% aspirin% 'ntasida 3a)tar
;bat esensial (3;E7#% dan ;bat Bentuk @itam (;B@#
b. ;bat Bebas terbatas
Simbol/
;bat ini juga relati&e aman selama pemakaiannya mengikuti aturan yang ada.
1enandaan obat golongan ini adalah adanya lingkaran berwarna biru dan +
peringatan khusus. Sebagaimana ;bat Bebas% obat ini juga dpat diperoleh tanpa
resep dokter di apotek% took obat atau di warung$warung. >ontohnya obat )lu
kombinasi (tablet#% 4otrimaleat (>8M#% dan Mebenda<ol
c. ;bat 4eras
Simbol/
9olongan ini pada masa penjajahan belanda disebut golongan 9 (gevaarlijk)
yang artinya berbahaya. 3isebut obat keras karena jika pemakai tidak
memperhatikan dosis% aturan pakau dan peringatan yang diberikan% dapat
menimbulkan e)ek berbahaya. ;bat ini hanya dapat diperoleh dengan resep
dokter di apotek. 3alam kemasannya ditandai dengan lingkaran merah dengan
huru) 4 ditegahnya. >ontoh obat ini adalah 'moksilin% 'sam Me)enamat%
semua obat dalam bentuk injeksi dan emua obat baru.
d. 1sikotropika
1sikotropika atau dulu lebih dikenal dengan nama obat keras tertentu
sebenarnya termasuk goongan obat keras% tetapi bedanya dapat mempengaruhi
anti&itas psikis. 1sikotropika dibagi menjadi /
$ 9olongan 2% sampa sekarang kegunaannya hanya ditujukan untuk ilmu
pengetahuan. 3ilarang diproduksi% dan digunakan untuk pengobatan.
>omtohnya/ Metilen 3ioksi Metam)etamin% Lisergid 'cid 3iathylamine
(LS3#% dan Metam)etamin
$ 9olongan 22% 222% 2A dapat digunakan untuk pengobatan asalkan sudah
dida)tarkan. 7amun% kenyataannya saat ini hanya sebagian dari golingan 2A
saja yang terda)tar dan digunakan% seperti 3ia<epam% )enobarbital%
Lora<epam dan 4lordia<epoksid.
7
e. 7arkotika
7arkotika merupakan kelompok obat yang paling berbahaya karena dapat
menimbulkan addiksi (jetergantungan# dan tolerasni. ;bat ini hanya dapat
diperoleh dengan resep dokter. 4arena berbahayam dalam peredaran% produksi
dan pemakaiannya narkotika diawasi secara ketat.
.0 1enggunaan ;bat
Berdasarkan cara atau jalur pemakaian dapat dibagi menjadi % yakni/
a. ;bat luar
;bat luar adalah obat yang pemakaiannya tidak melalui saluran
pencernaan (mulut#. >ontohnya seperti salep% injeksi% lotion% tets hidung
tetes telinga% dan krim
b. ;bat dalam
2alah semua obat yang penggunaannya melalui mulut% masuk pada
saluran pencernaan% bermuara pada lambung% dan usu halus. >ontohnya
obat$obatan berbentuk tablet% kapsul dan sirup.
.( >ara penyimpanan ;bat
1. Simpan obat dalam kemasan asli dan wadah tertutup rapat.
. Simpan obat pada suhu kamar dan terhindar dari sinar matahari langsung atau
yang seperti tertera pada kemasan
". Simpan obat ditempat yang tidak panas atau tidak lembab karena dapat
menimbulkan kerusakan
0. 6angan menyimpan obat cair dalam lemari pendingin agat tidak beku% kecuali
jika tertulid pada etiket obat
(. 6angan menyimpan obat kadaluarsa atau rusak
+. 6auhkan dari jangkauan anak$anak
.+ 1engertian 4ader 4esehatan
4ader kesehatan adalah seorang pekerja yang mempunyai kesadaran dan kemauan
mengabdikan diri secara sukarela untuk meningkatkan dan memelihara kesehatan
diri sendiri dan kelompoknya agar dapat bekerja dengan aman% sehat% dan produkti)
dalam bekerja. Sehingga kader memiliki peranan akti) di masyarakat guna
membentuk masyarakat yang sehat dan produkti).
8
BAB III
METODE PELAKSANAAN
".1 Metode 1romosi 4esehatan
Metode promosi kesehatan yang digunakan adalah demonstrasi dan diskusi untuk
memberikan contoh konkrit yang dapat merubah sikap dengan memberikan materi
mengenai jenis obat melalui penjelasan singkat dan kemudian dilanjutkan dengan
9
melihat secara langsung jenis$jenis obat yang dapat digunakan secara swamedikasi dan
mengenal bahan yang terkandung dalam obat$obatan tersebut% serta )ungsinya.
". 4elompok Sasaran% 8empat dan ?aktu
Sasaran dari kegiatan penyuluhan ini adalah kader kesehatan di wilayah kerja .18
4esmas 9ianyar 2 di 3esa Serongga
Lokasi dilakukannya penyuluhan ini adalah di kantor 4epala 3esa Serongga% 3esa
Serongga% 4ecamatan 9ianyar% 4abupaten 9ianyar pada Rabu% 5 'gustus !10%
pukul 1!.!! ?28' s.d selesai dengan target peserta ! orang% yaitu kader dari 0 banjar
di 3esa Serongga.
"." 1elaksanaan 4egiatan
".".1 1ersiapan 1enyuluhan
'dapun persiapan penyuluhan yang dilakukan adalah memberikan pertanyaan
umum (uick survey# mengenai penggunaan obat rasional swamedikasi pada
1 orang yang berobat di .18 4esmas 9ianyar 2 dan 0 orang kader desa% dari
hasil tersebut dibuat kesepakatan acara penyuluhan dengan pihak puskesmas%
koordinasi dengan bidan desa dan tokoh masyarakat di desa yang dituju%
penyusunan materi promosi kesehatan dalam bentuk slidesho! gambar$
gambar yang terkait dengan demonstrasi dan mempersiapkan obat$obatan
berbagai merek dagang yang akan diperlihatkan kepada masyarakat.
".". 1elaksanaan 1enyuluhan
7o 'cara Metode ?aktu
1. 1embukaan >eramah ( menit
. 1re test Mengisi kuisioner 1! menit
". 1emberian Materi >eramah ! menit
0. 3iskusi 4elompok >B2' dengan menggunakan obat
dengan berbagai merek dagang
sebagai sarana
0! menit
(. 1resentasi @asil
3iskusi
Lisan diwakili juru bicara ! menit
0. 8anya 6awab 3iskusi 1! menit
(. 1ost test Mengisi kuisioner 1! menit
+. 1enutup >eramah ( menit
10
8otal 1! menit
'dapun pelaksanaan promosi kesehatan dimulai dengan perkenalan
identitas penyuluh kepada kelompok sasaran% lalu dilanjutkan mengisi
kuisioner pre$test. 4emudian dilanjutkan dengan demontrasi memperlihatkan
berbagai jenis obat$obatan dalam berbagai merek dagang yang ada di pasaran
dan meminta peserta membagi menjadi beberapa kelompok dan
mendiskusikan serta mengelompokkan obat$obat tersebut berdasarkan
kandungan obat% mencari nama$nama bahan akti) yang terkandung% e)ek
samping% indikasi pemberian obat% dan kontraindikasinya. 4emudian
dipresentasikan oleh masing$masing kelompok.
Setelah itu dilakukan di akhir penyuluhan diadakan sesi tanya$jawab dan
mengisi post test yang diberikan untuk menilai perubahan pengetahuan
peserta terhadap penggunaan obat rasional swamedikasi.
".0 4eterkaitan dan Rancangan E&aluasi
".0.1 2nstansi 8erkait
3alam pelaksanaan penyuluhan ini penyuluh melakukan kerjasama dengan
pihak .18 4esmas 9ianyar 2 dalam proses pemilihan materi penyuluhan dan
kelompok sasaran% serta 4epala 3esa Serongga yang telah menyediakan tempat
pelaksanaan penyuluhan.
".0. 1elaksanaan E&aluasi
E&aluasi dilakukan setelah acara penyuluhan usai. 1enilaian e&aluasi meliputi
kematangan dalam persiapan penyuluhan% proses pelaksanaan kegiatan
penyuluhan% hasil kegiatan penyuluhan% penilaian peningkatan pengetahuan
peserta serta menge&aluasi segala hambatan*kendala yang telah dihadapi.
".0." 2ndikator 4eberhasilan
i. ;utput/
a. 4ader desa yang hadir dalam acara penyuluhan ini sesuai
target
b. 1enyuluhan ini dapat terlaksana sesuai jadwal yakni pukul
1!.!! ?28'
c. 1artisipasi kader desa dinilai dengan keakti)an saat
berdiskusi
d. 4ader desa mampu menambah pengetahuan dan memahami
tentang swamedikasi dan penggunaan obat rasional
11
ii. ;utcome/
a. Meningkatnya pengetahuan dan pemahaman kader desa
mengenai swamedikasi dan penggunaan obat rasional
b. Mampu meningkatkan penggunaan obat rasional yang tepat
di wilayah kerja kader masing$masing
12
BAB IV
HASIL PELAKSANAAN
4.1 Gambaran Umum Sasaran Kega!an
1enyuluhan dihadiri oleh 1( orang peserta yakni 4ader 4esehatan dari 0 Banjar
yang berada di 3esa Serongga% 4abupaten 9ianyar. 3alam melaksanakan kegiatan
penyuluhan kami berkolaborasi dengan pihak puskesmas% dinas kesehatan serta
perbekel 3esa Serongga. 3alam penyampaian materi kami dilakukan dengan
sarana obat$obatan yang telah disiapkan dan mem)asilitasi dalam diskusi karena
dari metode yang kami lakukan adalah dengan >ara Belajar 2nsan 'kti) (>B2'#.
'cara diawali dengan perkenalan dari tim penyuluh dan menjelaskan tujuan dari
penyuluhan ini. 4emudian kami membagikan lembaran "re-test untuk mengetahui
seberapa jauh pengetahuan peserta mengenai penggunaan obat rasional
swamedikasi. 1eserta diberi waktu 1! menit untuk mengisi lembaran "re-test.
Setelah diisi% lembaran "re-test kemudian dikumpulkan dan dilanjutkan dengan
penyampaian materi.
3alam pelaksanaan penyuluhan ini awalnya peserta masih bingung terhadap
materi yang kami berikan. 7amun setelah kami menjelaskan lebih lanjut dan
memaparkan beberapa teori akhirnya peserta mulai mengerti dan nampak antusias
dalam mengikuti kegiatan tersebut. Situasi selama penyuluhan sangatlah kondusi)%
hal ini dikarenakan peserta akti) dalam berdiskusi dalam kelompok maupun
terhadap kelompok lain sehingga tercipta suasana yang nyaman dalam berdiskusi.
4ami juga bertindak sebagai tutor dalam setiap kelompok yang mem)asilitasi dan
mengarahkan diskusi mereka. 4emudian pada saat diskusi kelompok berakhir dan
dilanjutkan dengan diskusi pleno% muncul berbagai pertanyaan dari setiap
kelompok mengenai materi penyuluhan dan mereka memaparkan tentang
pengalaman mereka mengenai swamedikasinya sendiri.
3i akhir acara% sebelum membagikan lembaran "ost-test kami memutarkan
&ideo tentang kegiatan swamedikasi dan penggunaan obat rasional agar peserta
lebih ingat terhadap materi dan diskusi yang telah dilakukan sebelumnya% kemudian
kami membagikan lembaran "ost-test peserta untuk dijawab dengan alokasi waktu
1! menit. Setelah semua peserta mengumpulkan hasil "ost-test% kami pun tidak lupa
menutup acara dan memberikan ucapan terimakasih pada kepada seluruh pihak
yang mendukung terlaksananya penyuluhan ini.
@ambatan*4endala
13
@ambatan yang terjadi selama persiapan kegiatan adalah keterlambatan dari para
peserta dikarenakan peserta merupakan 4ader 4esehatan yang juga merupakan ibu
rumah tangga yang memiliki kegiatan lain di rumah. @ambatan atau kendala saat
kegiatan berlangsung adalah para peserta lupa untuk membawa alat tulis yang telah
kami sampaikan sebelumnya% sehingga harus menunggu giliran dalam mengunakan
alat tulis. 7amun semua hambatan atau kendala tersebut tidak mengurangi minat
peserta dalam mengikuti kegiatan demonstrasi dengan metode >B2'.
4." Has# Pe#a$sanaan Kega!an %an Pemba&asan
3ari kelompok sasaran yang hadir berjumlah 1( orang kader posyandu
ditemukan 11 orang (5"%",# membeli obat tanpa resep di apotek atau warung$
warung yang menjual obat% sedangkan (1"%",# orang lainnya membeli obat
dengan membawa contoh bungkus obat dan (1"%",# orang mengatakan tidak
pernah membeli obat dengan membawa contoh bungkus obat atau tanpa
menggunakan resep maupun hanya. 7amun hanya : orang (+!,# dari kader
memiliki stok obat di rumah. 3ari 1" orang yang pernah membeli obat dengan
bungkus obat dan tanpa resep tersebut% ditemukan 11 orang (5"%",# tidak
mengetahui kandungan bahan akti) dari obat yang dibeli% : orang (+! ,# tidak
mengetahui e)ek samping dari obat yang dibeli% 1! orang (++%5,# tidak mengetahui
kontraindikasi obat% dan 1 orang (-!,# tidak mengetahui kapan seseorang harus
mencari pertolongan tenaga medis.
@asil "re-test dikelompokkan menjadi tiga% yakni pengetahuan yang baik%
kurang% dan buruk. 4elompok pengetahuan baik artinya% peserta mampu menjawab
dengan benar minimal - dari 1! soal. .ntuk kelompok pengetahuan kurang%
artinya peserta hanya mampu menjawab minimal ( dari 1! soal. Sedangkan peserta
yang hanya mampu menjawab soal dengan benar kurang dari ( dianggap
berpengetahuan buruk. Berdasarkan hasil "re-test terhadap 1( orang peserta% :
orang atau '() berpengetahuan baik% 1 orang atau 4*) berpengetahuan kurang%
dan 0 orang atau 1() berpengetahuan buruk. .ntuk hasil "ost-test kami sendiri
cukup terkejut dengan perubahan yang sangat signi)ikan. 3ari ( orang peserta
yang telah megikuti penyuluhan ini% 0 orang atau +() berhasil menjawab dengan
benar minimal + dari - soal% bahkan 1" orang diantaranya mampu menjawab
dengan benar secara keseluruhan% dan hanya 1 orang atau 4) yang masih tergolong
kurang.
14
Berdasarkan data yang diperoleh%terbukti bahwa secara garis besar peserta
penyuluhan memahami materi yang diberikan% hal ini terlihat dari
terjadinyapeningkatan yang signi)ikan dari hasil "re-test dan "ost-testsebesar (,).
3engan demikian target minimal pengetahuan orang tua yang baik diatas -,)
telah tercapai. @asil ini dapat dipertanggungjawabkan% sebab dalam pengisian "re-
test dan "ost-test% tim penyuluh dibantu oleh kader dan bidan desa melakukan
pengawasan ketat agar peserta tidak menyontek. 2ndikator keberhasilan lain yang
juga telah dicapai adalah kehadiran peserta% dimana target minimal adalah ! orang
dan yang hadir mencapai ( orang. ?alaupun sebenarnya jumlah total orang tua
yang memiliki balita di banjar 6ageperang adalah 5 orang. Selain itu selama
proses penyuluhan berlangsung juga tidak ada sama sekali orang tua yang ribut dan
meninggalkan lokasi.
BAB V
PENUTUP
15
1.1 Sm.u#an
Rencana pelaksanaan penyuluhan telah direalisasikan dengan baik% dimana dalam
persiapannya% dokter muda memperoleh banyak bantuan dari pihak .18 4esmas
9ianyar 2% pihak 3ikes 9ianyar dan 4epala 3esa Serongga% 4abupaten 9ianyar.
1enyuluhan diikuti oleh 1( orang peserta yang terdiri dari kader yang mewakili 0
banjar di 3esa Serongga. 8erjadi peningkatan sebesar +!, dari hasil pre$test dan
post$test mengenai pengtahuan kader tentang penggunaan obat rasional
swamedikasi. @ambatan yang ditemui selama penyuluhan adalah kehadiran peserta
yang sedikit terlambat sehingga menunda waktu pelaksanaan yang seharusnya telah
berjalan dan para peserta lupa untuk membawa alat tulis seperti yang telah
disampaikan sebelumnya sehingga harus bergiliran memakai alat tulis.
1." Saran
'dapun saran yang dapat diberikan adalah sebagai berikut /
1. 1eserta penyuluhan kiranya dapat menerapkan pengetahuan yang mereka
peroleh dari penyuluhan ini sehingga dapat menghindari dampak buruk dari
penggunaan obat yang tidak rasional.
. 1eserta penyuluhan kiranya dapat menyampaikan in)ormasi yang mereka
peroleh dari penyuluhan ini kepada rekan$rekan maupun saudara di lingkungan
sekitar tempat tinggalnya.
DA/TA0 PUSTAKA
L'M12R'7
16
3ari kelompok sasaran yang hadir berjumlah 1( orang kader posyandu ditemukan 11 orang
(5"%",# membeli obat tanpa resep di apotek atau warung$warung yang menjual obat%
sedangkan (1"%",# orang lainnya membeli obat dengan membawa contoh bungkus obat
dan (1"%",# orang mengatakan tidak pernah membeli obat dengan membawa contoh
bungkus obat atau tanpa menggunakan resep maupun hanya. 7amun hanya : orang (+!,#
dari kader memiliki stok obat di rumah. 3ari 1" orang yang pernah membeli obat dengan
bungkus obat dan tanpa resep tersebut% ditemukan 11 orang (5"%",# tidak mengetahui
kandungan bahan akti) dari obat yang dibeli% : orang (+! ,# tidak mengetahui e)ek
samping dari obat yang dibeli% 1! orang (++%5,# tidak mengetahui kontraindikasi obat% dan
1orang (-!,# tidak mengetahui kapan seseorang harus mencari pertolongan tenaga
medis.
Tabe# /re$uens %an Persen!ase Pre!es! Per!an1aan Penggunaan Oba! 0as2na#
S3ame%$as
N2
Ja3aban 1ang %.#& Sasaran Ja3aban
A B 4 D E K2s2ng Benar Sa#a&
n ) n ) n ) n ) n ) n ) n ) n )
17
1. ( ""%" 1"%" 0 +%5 $ $ 4 "(56 $ $ 0 +%5 11 5"%"
. 1- 1,, $ $ $ $ $ $ $ $ $ $ 1( 1!! ! !
". $ $ $ $ 4 "(56 $ $ $ $ 11 5"%" 0 +%5 11 5"%"
0. 1 +%5 $ $ 1 -! $ $ " 1'5' $ $ 1"%" 1" -+%5
(. $ $ 1- 1,, $ $ $ $ $ $ $ $ 1( 1!! ! !
+ $ $ $ $ 1- 1,, $ $ $ $ $ $ 1( 1!! ! !
5. $ $ 1"%" * -'5' $ $ ( ""%" $ $ - ("%" 5 0+%5
-. $ $ $ $ 1"%" $ $ 11 6'5' 1"%" 11 5"%" 0 +%5
:. $ $ $ $ 14 +'5' $ $ $ $ 1 +%5 10 :"%" 1 +%5
1!. ( ""%" $ $ $ $ 6 4(56 $ $ " ! 5 0+%5 - ("%"
8otal :( +"%" (( "+%5
Persentase n total = 10x15 x100%
150
Tabe# /re$uens %an Persen!ase P2s!!es! Per!an1aan Penggunaan Oba! 0as2na#
S3ame%$as
N2
Ja3aban 1ang %.#& Sasaran Ja3aban
A B 4 D E K2s2ng Benar Sa#a&
n ) n ) n ) n ) n ) n ) n ) n )
1. $ $ 5 0+%5 1 +%5 $ $ 6 0+%5 $ $ 5 0+%5 - ("%"
. 1- 1!! $ $ $ $ $ $ $ $ $ $ 1( 1!! ! !
". $ $ $ $ 1- 1!! $ $ $ $ $ $ 1( 1!! ! !
0. $ $ $ $ " ! $ $ 1" -! $ $ 1 -! " !
(. $ $ 1- 1!! $ $ $ $ $ $ $ $ 1( 1!! ! !
+ $ $ $ $ 1- 1!! $ $ $ $ $ $ 1( 1!! ! !
5. $ $ 1 +%5 1" -! $ $ 1"%" $ $ 1 -! " !
-. $ $ 1 +%5 1"%" $ $ 1" -! $ $ 1 -! " !
:. $ $ $ $ 1- 1!! $ $ $ $ $ $ 1( 1!! ! !
1!. 1%"" 0 +%5 $ $ + +! $ $ $ $ : +! + 0!
8otal 15 -0%5 " 1(%"
18