Anda di halaman 1dari 3

Pengertian catu daya secara umum, catu daya adalah suatu sistem filter penyearah (rectifier-filter)

yang mengubah tegangan AC menjadi tegangan DC murni. Banyak rangkaian catu daya yang
berlainan yang dapat digunakan untuk pekerjaan tersebut. Komponen dasar yang digunakan untuk
rangkaian yang lebih sederhana adalah transformator, penyearah (dioda), resistor, kapasitor, dan
inductor. catu yang diatur secara lebih kompleks dapat menambahkan transistor atau trioda sebagai
pengindra-tegangan dan pengontrolan tegangan, ditambah dengan dioda zener atau tabung VR
untuk menyediakan tegangan acuan (reference). Sistem penyearah sendiri dibagi menjadi dua, yaitu
penyearah setengah gelombang dan penyearah gelombang penuh.

Power supply atau catu daya adalah sebuah peralatan penyedia tegangan atau sumber daya untuk
peralatan elektronika dengan prinsip mengubah tegangan listrik yang tersedia dari jaringan distribusi
transmisi listrik ke level yang diinginkan sehingga berimplikasi pada pengubahan daya listrik.

Dalam sistem pengubahan daya, terdapat empat jenis proses yang telah dikenal yaitu sistem
pengubahan daya AC ke DC, DC ke DC, DC ke AC, dan AC ke AC. Masing masing sistem pengubahan
memiliki keunikan aplikasi tersendiri, tetapi ada dua yang implementasinya kemudian berkembang
pesat dan luas yaitu sistem pengubahan AC ke DC (DC power supply) dan DC ke DC (DC-DC
converter) .

Tipe tipe DC power supply :
Power Supply tipe linear
Power Supply tipe peralihan (switching)

Dalam materi ini khusus dibahas mengenai DC power supply, untuk materi DC converter kunjungi:

http://www.elektroindonesia.com/elektro/elek24.html

1. Power supply tipe linear

Beberapa fungsi yang masuk dalam proses pengubahan daya AC ke DC adalah sebagai berikut:
Pengubahan Tegangan , berfungsi untuk mengubah tegangan listrik yang tersedia dari jaringan
distribusi transmisi listrik ke level yang diinginkan
Penyearah, sebagai pengubah arah tegangan atau voltase dari AC ke DC
Filter atau penyaring, bertugas sebagai pembersih gelombang keluaran dari riak (ripple ) yang
berasal dari proses penyearahan
Pengaturan (regulatorion), bertujuan untuk mengendalikan tegangan keluaran sehingga menjadi
stabil walaupun terjadi variasi atau perubahan pada suhu, beban, maupun tegangan masukan dari
jaringan transmisi listrik

Idealnya, pengubahan daya ke DC memiliki karateristik seperti misalnya efisiensi 100%, gelombang
keluaran yang tetap (constant output) walaupun dihadapkan pada variasi dari voltase transmisi
(untuk power supply DC), arus pada beban, maupun suhu. Karakteristik ideal lainnya adalah tidak
memiliki impedansi pada terminal keluaran (zero impedance output) untuk setiap jenjang frekuensi,
dan juga tidak memiliki gangguan (noise) maupun ripple pada gelombang keluaran. Gambar 1
menunjukkan perbedaan dalam hal pengaturan beban dan ripple pada gelombang keluaran antara
pengubah yang ideal dan yang praktis.



Gambar 1 . Karakteristik ideal dan praktis pada pengubah ke DC



Selanjutnya, pada Gambar 2 dapat dilihat dua buah contoh rangkaian yang umum dipakai untuk
menghasilkan daya DC dari daya AC, yaitu rangkaian dengan konfigurasi Center-Tapped Transformer
dan Penyearah Bridge (Bridge Rectifier). Kedua contoh tersebut memakai penyearah jenis
gelombang penuh (full wave rectifier) yang mengakibatkan tingkatan ripple yang minimum pada
gelombang keluaran.




Gambar 2 . Rangkaian dengan konfigurasi Center-Tapped Transformer dan Penyearah Bridge (Bridge
Rectifier).

2. Power supply tipe peralihan (switching)

Power Supply tipe switching menjadi semakin populer pemakaiannya karena tipe ini memberikan
penyediaan daya DC yang efisiensi dan densitas dayanya sangat tinggi dibandingkan dengan tipe
linear. Untuk lebih jelasnya, beberapa perbandingan antara kedua tipe tersebut dapat dilihat pada
Tabel 1.
Spesifikasi
Tipe Linear
Tipe Switching

Pengaturan Beban (Load regulatorion)
Variasi Gelombang Keluaran (Output Ripple)
Variasi Voltase masukan (Input Voltage Range)
Efisiensi
Densitas Daya (Power Density)
Waktu Peralihan (Transient Recovery)
0.02-0.01%
0.5-2 mV rms
+/- 10%
40-55%
0.5 W/in^3
50 usec
0.1-1.0%
25-100 mV p-p
+/- 50%
60-80%
2.3 W/in^3
300 usec


Tabel 1. Perbandingan antara tipe Linear dan Switching

Salah satu topologi dari power supply tipe switching adalah dengan metode flyback (flyback
regulator) seperti yang diilustrasikan pada Gambar 3 berikut ini.



Gambar 3 . Rangkaian dasar Flyback Regulator

Pengaturan besarnya daya keluaran melalui komponen switch dikendalikan dengan metode
modulasi lebar pulsa atau PWM (Pulse Width Modulation) di mana semakin lama switch berstatus
ON semakin banyak energi yang disimpan dalam transformer dan semakin besar pula daya yang
dikirim ke beban. Selain itu, untuk menghasilkan tegangan keluaran yang stabil, maka tegangan
tersebut dapat diumpan balik dan dibandingkan dengan tegangan referensi (reference voltage) dan
selisihnya kemudian dapat digunakan untuk mengendalikan lamanya switch berstatus ON dan OFF.
Pada gambar 4, dapat dilihat konfigurasi lengkap dari metode Flyback tersebut. Sebutan lain power
supply tipe switching adalah tipe "off-line" karena tegangan DC yang menjadi masukan adalah
melalui proses penyearah langsung dengan penyearah Bridge dari sisi AC atau dari jaringan listrik
dengan tanpa menggunakan transformer 50 atau 60 Hz. Pada rangkaian yang sama juga terlihat
adanya sistem umpan balik yang harus terisolasi dari sisi AC dengan menggunakan transformer
ukuran kecil ataupun dengan opto-isolator.



Kembali ke atas