Anda di halaman 1dari 5

Antirematik

Antirematik adalah obat untuk mengurangi peradangan dan rasa nyeri


pada penderita radang sendi atau reumatik. Reumatik merupakan penyakit
sistemik yang mengenai berbagai organ tubuh, bersifat menahun dan terutama
mengenai sendi idi. Penyebabnya belum diketahui, terdapat berbgaia jenis obat
antireumatik dengan cara kerja yang berbeda-beda. Umumnya mereka yang hanya
mengurangi peradangan dan rasa nyeri, tetapi penyakitnya sendiri tetap berlanjut.
Penyakit rematik merupakan gabungan berbagai penyakit dengan
kesamaan ciri-ciri sebagai berikut:
- Perubahan pada jaringan ikat yang bersifat meradang dan degeneratif
- Nyeri pada persendian
- Terjadi pnenyakit kronis-progresif dengan serangan akut
Contoh: reumtoid artritis, lupus eritematosus, artritis infeksius dan artritis
pengiring.
Suatu terapi kausal menggunakan antibiotik hanya mungkin dilakukan
apabila penyebabnya bakteria dan pada serangan yang ditimbulkan oleh jasad
penyebab penyakit. Selain itu, hanya mungkin dilakukan pengobatan simpomatik
untuk melemahkan reaksi-reaksi imunologik dan peradangan (termasuk nyeri)
Obat-obat yang digunakan:
- Kausal: penisislin, apabila tidak tahan: eritromisin
- Simtomatik: glukokortikoid, salisilat, derivat pirazolon, indometasin dll
(NSAR)
- Terapeutik basis: D-penisilin, klorokuin, Emas
Yang harus menjadi tujuan farmakoterapi adalah:
- Penyingkatan serangan akut dan pencegahan kambuh
- Penghematan analgesik pada stadium lanjut
- Mempertahankan kemampuan gerak dan dengan demikian produktivitas
- Pengurangan resiko efek samping dengan jalan mengganti obat sambil
memanfaatkan sepenuhnya batas toleransi terhadap masing-masing
Obat yang digunakan untuk terapi antirematik:
1. Imunosupresif (Sitostatik)
- Apabila proses penyakit sangat berat dan terapi lain tidk berhasil
- Obat yang dipakai: siklofosfamid, klorambusil, metrotreksad,
azatiprin
2. Superoksiddismutase (peroxinorm)
- Menangkap radikal superoksid yang terbentuk lebih banyak pada
proses peradangan
- Indikasi: penyakit rematik, peradangan, profilaksis terhadap efek
penyinaran
- Efek samping: gejala iritasi hingga kerusakan jaringan pada tempat
suntikan, kadang-kadang reaksi alergi
- Kontra indikasi: pasien alergi, anak-anak, kehamilan, masa
menyusui
- Aplikasi: intraartikular atau intraluteal, jangan sekali-kali intravasal
(bahaya syok anafilaksis!)
3. Zat-zat penghambat degenerasi tulang rawan
- Sediaan didlam perdagangan: D-Glukosamin
- Dikatakan menghentikan proses degenerasi atau bahkan dapat
menghasilakn regenerasi tulang rawan
- Efeknya masih dipertanyakan; karena kasus-kasus alergi yang berat
pada semua sediaan, kecuali yang disebut diatas telah ditarik dari
perdagangan
4. Antirematik untuk pemakaian lokal
- NSAR, sebagian glukokortikoid: jumlah kasus efek samping kecil
(patut dipertanyakan; jika diabsorpsi, obat ini juga akan masuk ke
peredaran darah), potensial alergi lebih tinggi!
- Zat-zat hiperemis (misalnya ester asam nikotinat dan salisilat,
minyak eteris): terutama efek meringankan yang bersifat subjektif
5. Tindakan fisik: masase, penyinaran, senam mempunyai makna penting
dalam terapi.
a. Antirematik nonsteroid
Obat-obat ini yang paling penting dalam terapi antirematik. Obat ini
ditekankan pada peringanan rasa nyeri yang baik dengan jalan mengurangi
atau menghilangkan proses peradangan yang menimbulkan nyeri, proses
penyakit yang kronis menyebabkan pentingnya penggunaan obat untuk
jangka waktu panjang, maka efek samping dapat diperhatikan dengan cermat.
Pada serangan akut untuk pengobatan jangka pendek, dipilih zat-zat yang
terutama antiflogistik seperti fenilbutazon, oksifenbutazon dll. Untuk
peringatan nyeri jangka panjang diutamakan obat dengan komponen analgetik
yang menonjol seperti diklofenak, indometasin atau juga ibuprofen dalam
dosis tinggi.
b. Terapeutik basis
Terapeutik basis adalah oat-obat yng bekerja pada basis berlangsungnya
penyakit rematik. Namun, pemanfaatanny baru dilakukan setelah
dipertimbangkan dengan seksama. Manfaat terhadap resikonya dan setelah
tindakan terapi lain sudah dicoba tetapi tidak berhasil. Hal ini mengingat efek
samping untuk sebagian obat termasuk cukup berat.
Obat-obat yang dimaksud adalah: klorokuin, penisilin, dan senyawa emas.
Klorokuin (resochin)
Penggunaan terapi, poliartritis yang sedikit progresif, selingan antara terapi
berjangka dengan emas
Farmakodinamik
Mekanisme kerja:
- Stabilisasi membran lisosom
- Mempengaruhi pertukaran zat dari jaringan ikat (hambatan pada sintesis
kondroitin sulfat)
Efek samping:
- Lihat obat malaria 574
- Efek samping yang jarang terjadi, namun serius pada terapi jangka panjang
adalah retinopati irreversible yang disebabkan oleh penimbunan zat
berkhasiat didalam retina (kontrol oftalmologis setiap 4-6 bulan)
Kontra indikasi:
- Lihat obat malaria 574
Interaksi:
- Lihat obat malaria 574
Penisilin
Pengguanaan terapi:
- Poliartritis kronis
- Sindrom wilson (penyakit timbunan tembaga)
- Keracunan logam berat (tembaga, timbal, ari raksa, seng, kobalt, emas,
arsen)
- Hepatitis agresif kronis, sirosis empedu primer
- Sistinuria, batu sistin, fibrosis paru, sklerodermia
Mekanisme kerja:
- Pembelahan makroglobulin dan faktor rheuma dengan jalan
mematahkan jembatan disulfida intramolekular
- Pencegahan pembentukan jaringan ikat dengan jalan penghambatan
ssaling bertautannya zat-zat pendahulu dari protein serat dan disintesis
hidroksiplorin-efek suprsi mesenkim.
Efek samping:
- Reaksi-reaksi alergik, rekasi-reaksi autoimun, neuropati, gangguan
pengecapan, gangguan gastrointestinal, gangguan hematopoesis
- Jarang: rambut rontok, kolestasis, pembesaran kelenjar mamae, infiltrat
paru
- Karena efek samping yang serius, obat ini hanya indikasika secara ketat!
Kontra indikasi:
- Gangguan serius pada sistem hematopoetis
- Lupus eritemtosus sistemik, dengan adanya bukti antibodi intisel pada
tingkat titer yang lebih tinggi
- Terapi dengan emas dan klorokuin pada waktu yang sama
- Alergi penisilin
- Kerusakan parenkim hati, insulfisiensi ginjal
- Kehamilan (hanya pada indikasi vital = penyakit wilson, keracunan logam
berat), masa menyusui
Interaksi
- Azatioprin memperburuk toleransi
- Ekskresi emas dipercepat
- Makanan, antasid, besi mengurangi absorpsinya