Anda di halaman 1dari 31

Tinjauan Pustaka

REHABILITASI MEDIK
PADA BELLS PALSY
Oleh :
Noiolita D!i Kusu"a!ati
PPDS I ILM# KEDOKTERAN $ISIK DAN REHABILITASI%SM$ REHABILITASI
MEDIK
$AK#LTAS KEDOKTERAN #NI&ERSITAS DIPONE'ORO
RS#P DR( KARIADI SEMARAN'
Di)a*akan +i :
BA'IAN % SM$ ILM# PENYAKIT SARA$
$AK#LTAS KEDOKTERAN #NI&ERSITAS DIPONE'ORO
RS#P DR( KARIADI SEMARAN'
,--.
LEMBAR PEN'ESAHAN
TIN/A#AN P#STAKA
REHABILITASI MEDIK
PADA BELLS PALSY
Oleh:
Noiolita D!i Kusu"a!ati
Telah dibacakan pada tanggal 16 Oktober 2009 untuk memenuhi salah satu tugas selama
stase Program Pendidikan Dokter Spesialis I Program Studi Ilmu Kedokteran isik dan
!ehabilitasi di "agian Ilmu Pen#akit Sara$ akultas Kedokteran %ni&ersitas Diponegoro'
(engetahui) Pembimbing)
KPS Ilmu Pen#akit Sara$ K' %*DIP
+0( A0is 1atu0 Binto0o2 S3(S +0( He0lina S2 S3(S
2
KATA PEN'ANTAR
Sebagai manusia #ang beriman sudah sepantasn#a penulis selalu bers#ukur
kepada +llah S,T karena han#a dengan nikmat dan barokah*#a penulis dapat
men#elesaikan tugas ini' Dalam kesempatan ini perkenankanlah penulis men#ampaikan
tin-auan pustaka #ang ber-udul .!/0+"I1IT+SI (/DIK P+D+ "/112S P+1S34 #ang
merupakan salah satu tugas pada stase di S(5"agian *eurologi K' %ndip 6 !S%P Dr'
Kariadi Semarang'
Pada kesempatan ini penulis ingin men#ampaikan penghargaan dan rasa terima
kasih #ang sebesar7besarn#a kepada8
1' Dr' Dodik Tugas9oro) Sp'S :K;) selaku Kepala S(5"agian Ilmu Pen#akit Sara$
!S%P Dr' Kariadi Semarang) #ang telah memberikan kesempatan serta $asilitas untuk
stase di S(5"agian Ilmu Pen#akit Sara$'
2' Dr' +ris <atur "intoro) Sp'S) selaku Ketua Program Studi Ilmu Pen#akit Sara$ K'
%*DIP #ang telah memberikan tambahan pengetahuan) serta kesempatan selama
stase di "agian Ilmu Pen#akit Sara$'
=' Dr' D9i Pud-onarko ('Kes) Sp'S) selaku Sekretaris Program Studi Ilmu Pen#akit
Sara$ K' %*DIP #ang telah memberikan bimbingan serta tambahan pengetahuan
selama stase di "agian Ilmu Pen#akit Sara$'
>' Dr' 0erlina S) Sp'S) selaku pembimbing #ang telah memberikan bimbingan) saran dan
masukan serta tambahan pengetahuan selama stase di S(5"agian Ilmu Pen#akit
Sara$'
?' Seluruh sta$ dan residen di S(5"agian Ilmu Pen#akit Sara$ K' %ndip 6 !S%P Dr'
Kariadi Semarang #ang telah memberikan bantuan selama stase
6' Seluruh paramedis di S(5"agian Ilmu Pen#akit Sara$ K' %ndip 6 !S%P Dr'
Kariadi Semarang #ang telah memberikan bantuan selama stase
+khir kata) penulis berharap semoga tin-auan pustaka ini dapat berman$aat'
Penulis men#adari bah9a tulisan ini masih -auh dari kesempurnaan) untuk itu saran dan
masukan sangat diperlukan untuk perbaikan
Semarang) Oktober 2009
Penulis
=
DAFTAR ISI
Halaman
LEMBAR PENGESAHAN .................. ii
KATA PENGANTAR .................. iii
DAFTAR ISI ................. iv
BAB I : PENDAHULUAN ................. 1
BAB II : BELLS PALSY ....................... 2
A. D!ini"i ................................................................................ 2
B. Ana#$mi n%v&" !a"iali" ............. 2
'. Pa#$(n"i" Bll" )al"* ....... +
D. Dia(n$"i" ... ,
a. Gam-a%an .lini" ......... ,
-. Pm%i."aan !i"i" .............. /
0. Pm%i."aan )n&n1an( ...... 11
2. Dia(n$"i" -an2in( ........ 12
E. Pna#ala."anaan 2an R3a-ili#a"i M2i" ......... 14
a. M2i.amn#$"a ....... 14
-. Pm-2a3an ........... 15
0. P%a6a#an ma#a ...... 15
2. R3a-ili#a"i m2i. ..... 17
. A.&)&n(#&% ............. 21
!. B$#&lin&m #$8in .. 22
F. P%$(n$"i" ... 22
G. K$m)li.a"i ......... 24
BAB III : KESIMPULAN ....... 2+
DAFTAR PUSTAKA ...... 25
>
BAB I
PENDAHULUAN
Bells palsy (BP) merupakan paralisis akut yang mengenai nervus fasialis.
Penyakit ini mulai dikenal setelah pada tahun 1812 Sir Charles Bell, serang peneliti
S!tlandia yang mempela"ari persarafan tt #a"ah menyatakan kelainan yang
mengenai nervus kranialis ketu"uh dapat menye$a$kan paralisis #a"ah sehingga saat itu
seluruh paresis nervus fasialis apapun penye$a$nya dikenal dengan nama Bells palsy.
Seiring dengan $erkem$angnya pengetahuan tentang kelainan pada nervus fasialis
maka saat ini terminlgi BP hanya untuk paralisis fasial idipatik.
1%&
'i seluruh dunia insidens BP sekitar 1( ) *+ per 1++.+++ penduduk per tahun, di
,merika sekitar 1( ) &+ per 1++.+++ penduduk dan di -anada diperkirakan 1* kasus per
1++.+++ penduduk. 'i .nggris tahun 2++( insidens BP se$anyak 2+ kasus per 1++.+++
penduduk dengan rasi laki ) laki sama dengan perempuan dan insidens tertinggi pada
kehamilan yaitu &( kasus per 1++.+++ penduduk. Paralisis $anyak didapatkan pada
trisemester ketiga kehamilan, $iasanya sem$uh spntan setelah $ayi lahir. Be$erapa
kasus BP tim$ul segera setelah melahirkan. /ilden menyatakan insidens tertinggi pada
usia *+ ) (+ tahun dan 0+ ) 1+ tahun serta "arang pada anak kurang dari 1+ tahun.
*,(,0
Be$erapa peneliti per!aya $ah#a etilgi BP merupakan km$inasi aki$at viral )
vaskuler yang menim$ulkan kelumpuhan nervus fasialis dan menye$a$kan edema saraf
yaitu pada kanalis 2alpii sehingga ter"adi gangguan mikrsirkulasi saraf. -eadaan ini
men!egah knduksi impuls elektrik ke segmen saraf $erikutnya. /angguan
mikrsirkulasi ini selan"utnya dapat mengaki$atkan anksia pada segmen saraf yang
mengalami kmpresi dan ter"adi degenerasi saraf. 3ika degenerasi saraf ter"adi maka
fungsi saraf akan terganggu dan ter"adi sinkinesis. 4valuasi yang seksama perlu
dilakukan karena pada pasien dengan paralisis fasial idipatik $iasanya diikuti dengan
kelainan nervus kranialis yang lain.
1,2,&
?
BAB II
BELLS PALSY
A. D!ini"i
Bells palsy adalah suatu kelumpuhan unilateral nervus fasialis yang
penye$a$nya tidak diketahui (idipatik) yang ter"adi se!ara akut dan $iasanya dapat
sem$uh sendiri.
1
B. Ana#$mi n%v&" !a"iali"

5ervus fasialis terdiri dari sera$ut mtris,namun dalam per"alanannya ke arah
distal $erga$ung pula nervus intermedius. 5ervus intermedius tersusun leh sera$ut
sekretmtris untuk glandula salivatrius dan sera$ut yang menghantarkan impuls
penge!ap dari 26* $agian anterir lidah. 5ervus fasialis merupakan saraf kranialis yang
mempersarafi tt ekspresi #a"ah dan menerima sensr dari lidah yang selan"utnya
dalam per"alanannya $eker"a sama dengan nervus kranialis yang lain sehingga
dimasukkan ke dalam mix cranial nerve (saraf kranialis !ampuran). 5ervus fasialis
mempunyai empat $uah inti yaitu nukleus fasialis untuk saraf smatmtris, nukleus
salivatrius superir untuk saraf visermtris, nukleus slitarius untuk saraf
visersensris dan nukleus sensris trigeminus untuk saraf smatsensris.
1,2
Saraf intermedius terletak diantara 5 7.. dan 5 7.... Sera$ut mtris saraf fasialis
$ersama ) sama dengan saraf intermedius dan saraf vesti$ulkklearis memasuki
meatus akustikus internus untuk meneruskan per"alanannya didalam s petrsus
(kanalis fasialis).
1,2,8
5ervus fasialis keluar dari s petrsus kem$ali di kavum timpani, selan"utnya
turun serta sedikit mem$elk ke $elakang dan keluar dari tulang tengkrak melalui
framen stilmatideus. Pada #aktu ia turun ke $a#ah dan mem$elk ke $elakang
kavum timpani, terga$ung dengan ganglin genikulatum. /anglin terse$ut merupakan
set induk dari sera$ut penghantar impuls penge!ap yang dinamakan krda timpani.
3uluran sel ) sel terse$ut yang menu"u ke $atang tak adalah nervus intermedius,
disamping itu ganglin terse$ut mem$erikan !a$ang ) !a$ang kepada ganglin lain
yang menghantarkan impuls sekretmtris. 8s petrsus yang mengandung nervus
fasialis dinamakan akuaduktus 2allpii atau kanalis fasialis. -emudian nervus fasialis
mem$erikan !a$ang untuk muskulus stapedius. 9elalui kanalikulus anterir ia keluar
6
dari tulang tengkrak dan ti$a di $a#ah muskulus pterigideus eksternus, krda timpani
mengga$ungkan diri pada nervus lingualis yang merupakan !a$ang dari nevus
mandi$ularis.
1,2,8
Se$agai saraf mtris, nervus fasialis keluar dari framen stilmastideus
mem$erikan !a$ang yakni nervus aurikularis psterir dan kemudian mem$erikan
!a$ang ke tt stilmastideus se$elum masuk ke glandula partis. 'i dalam glandula
partis nervus fasialis $er!a$ang men"adi lima yakni tempral, :igmatikus, $ukal,
marginal mandi$ularis dan servikal. Ca$ang ) !a$ang nervus fasialis seperti terlihat
pada gam$ar 1.
;
Gam-a% 1. Per!a$angan nervus fasialis
'ikutip dari (;)
3aras parasimpatis (general vi!eral efferent) dari intinya di nukleus salivatrius
superir setelah mengikuti "aras 5 7.. $er"alan melalui greater petrsal nerve dan krda
timpani. /reater petrsal nerve $er"alan ke ganglin pterigpalatina $erganti neurn lalu
menginervasi glandula lakrimal, nasal dan palatal. -rda timpani $er"alan melalui nervus
lingualis $erganti neurn mempersarafi glandula su$lingual dan glandula su$mandi$ular.
3aras special afferent (taste6perasa) dari intinya nukeus slitarius $er"alan melalui
nervus intermedius ke greater petrsal nerve melalui nervus palatina menginervasi taste
dari palatum. -rda timpani melalui nervus lingualis menginervasi perasa 26* $agian
anterir lidah.

3aras general somatik different< nukleus spinalis traktus trigeminal
menerima impuls melalui nervus intermedius dari 9,4 dan kulit sekitar telinga. -rteks
sere$ri akan menginervasi $ilateral pada nukleus 5 7.. yang mengntrl tt dahi
namun hanya mem$eri persarafan kntralateral pada tt #a"ah $agian $a#ah sehingga
@
pada lesi lower motor neuron (=95) akan menim$ulkan paralisis tt #a"ah ipsilateral
$agian atas $a#ah, sedangkan pada lesi upper motor neuron (>95) akan menim$ulkan
kelemahan tt #a"ah sisi kntralateral.
1,;,1+
Pada kerusakan se$a$ apapun di "aras krtik$ul$ar atau $agian $a#ah krteks
mtris primer, tt #a"ah muka sisi kntralateral akan memperlihatkan kelumpuhan
"enis >95. .ni $erarti tt #a"ah $agian $a#ah terlihat le$ih lemah daripada $agian
atasnya, sudut mulut sisi yang lumpuh tampak le$ih rendah. 3ika kedua sudut mulut
disuruh diangkat maka sudut mulut yang sehat sa"a yang dapat terangkat.
1,;,1+
=esi =95 $isa terletak di pns, disudut sere$elpntin, di s petrsus, kavum
timpani di framen stilemastideus dan pada !a$ang ) !a$ang tepi nervus fasialis. =esi
di pns yang terletak disekitar ini nervus a$du!en $isa merusak akar nervus fasialis, inti
nervus a$du!en dan fasikulus lngitudinalis medialis. -arena itu paralisis fasialis =95
terse$ut akan disertai kelumpuhan rektus latelaris atau gerakan melirik ke arah lesi,
Prses patlgi di sekitar meatus akuatikus internus akan meli$atkan nervus fasialis dan
akustikus sehingga paralisis fasialis =95 akan tim$ul $er$arengan dengan tuli perseptif
ipsilateral dan ageusia (tidak $isa menge!ap dengan 26* $agian anterir lidah).
1,;,1+
Gam-a% 2. ,natmi nervus fasialis
'ikutip dari (;)
A
'alam per"alanannya melalui s tempralis, nervus fasialis mendapat
vaskularisasi dari * arteri yaitu ?
2,;,1+
,rteri sere$elli anterir yang mem$erikan vaskularisasi pada fssa psterir. Ca$ang
arteri ini yaitu arteri auditri interna yang mem$erikan vaskularisasi pada nervus
fasialis di dalam kanalis auditri interna. >"ung !a$ang ) !a$ang arteri ini
mem$erikan vaskularisasi pada saraf sampai ganglin genikulatum
Ca$ang petrsal dari arteri meningea media memasuki kanalis 2alpii pada ganglin
genikulatum dan $er!a$ang men"adi !a$ang ) !a$ang asendens dan desendens.
Ca$ang asendens mem$erikan vaskularisasi daerah prksimal ganglin genikulatum
sedangkan !a$ang desendens $er"alan ke distal $ersama saraf ke framen
stilmastideus
Ca$ang stilmastideus dari arteri aurikularis psterir memasuki kanalis fasialis
melaui framen stilmastideus dan $er!a$ang men"adi !a$ang asendens dan
desendens. Ca$ang asendens $er"alan $ersama nervus fasialis sampai ke $atas
ganglin genikulatum sedangkan !a$ang desendens mem$erikan vaskularisasi saraf
ke framen stilmastideus $ersama ) sama dengan nervus aurikularis psterir.
'. Pa#$(n"i" Bll" )al"*
Bell@s palsy adalah kelumpuhan mendadak atau paralisis pada satu sisi tt
#a"ah karena tidak $erfungsinya nervus kranialis ketu"uh yaitu nervus fasialis. 5ervus ini
$erfungsi menggerakkan tt #a"ah, menstimulasi kelen"ar ludah dan air mata serta
menginervasi 26* $agian anterir lidah. Bells palsy merupakan suatu prses edema
yang menye$a$kan sindrma kmpresi pada nervus fasialis (entrapment syndrme).
9eskipun dari definisi BP saat ini adalah suatu kelainan idipatik namun ada $e$erapa
teri yang diyakini se$agai etilgi ter"adinya BP antara lain ?
2
Aeri iskemik vaskuler
Aeri ini menerangkan $ah#a ter"adi gangguan regulasi sirkulasi darah ke
nervus fasialis yaitu ter"adi vaskntriksi arterile yang mendarahi nervus fasialis
sehingga mengalami iskemik dan diikuti vasdilatasi serta peningkatan permea$ilitas
kapiler serta menim$ulkan transudasi. Cairan transudat yang keluar akan menekan
dinding kapiler dalam kanalis fasialis sehingga ter"adi iskemik. Pada keadaan yang
le$ih $erat, hal ini dapat menye$a$kan nekrsis pada nervus fasialis.

9
Aeri infeksi virus
Aeri ini mengatakan $ah#a penye$a$ Bells palsy aki$at infeksi virus. Bukti
terkena infeksi virus sulit diketahui namun $iasanya dari anamnesis penderita
pernah mengalami infeksi virus se$elumnya. .nfeksi virus diper!aya mengenai
ganglin genikulatum. Be$erapa virus dapat menye$a$kan infeksi laten seperti virus
Bster pada #a"ah dan virus 4pstein ) Barr, keduanya merupakan kelmpk virus
herpes. Ceaktivasi virus ini diper!aya se$agai penye$a$ Bells palsy. 'ata lain
menye$utkan virus influen:a tipe , dan B "uga $erperan terhadap Bells palsy.
Deoksiribonucleicacid ('5,) virus herpes akan terislasi melalui teknik polymerase
chain reaction (PCC) pada fase akut. .nflamasi pada persarafan akan menghasilkan
neupraksia yang reversi$el. 7irus herpes :ster se!ara $ilgi le$ih agresif daripada
virus herpes simpleks tipe 1 karena langsung menye$ar melalui sel saraf.
&,(,1+,11
Pada $inatang per!$aan, kulasi virus herpes simpleks dapat memprduksi
demielinisasi tidak hanya pada nervus fasialis namun "uga mengenai nervus kranialis
kelima serta level saraf pusat. Paresis yang ter"adi dapat $erupa mnneurpati,
plineurpati atau gangguan brainstem sehingga ter"adi inflamasi. -eadaan
degeneratif dan reaksi demielinisasi ini se!ara histpatlgis terlihat se$agai edema,
nekrsis neurn dan "aringan penyangga serta $erlan"ut men"adi fi$rsis.
12
9eskipun $anyak didapatkan $ukti hu$ungan antara pa"anan virus terhadap
insidens BP namun masih $elum dapat dianggap virus se$agai pen!etusnya.
Penelitian memper!ayai $ah#a aktifasi virus terse$ut dapat pula aki$at prses
trauma, faktr lingkungan, gangguan meta$lik dan emsinal termasuk stress
aki$at udara dingin serta stress fisik.
*,&
Aeri herediter
Bells palsy merupakan penyakit herediter yaitu autsmal dminan. Dal ini
mungkin karena terdapat kanalis 2alpii yang sempit sehingga men"adi faktr
predispsisi ter"adinya Bells palsy.
12
Aeri imunlgi
Berdasarkan teri ini dikatakan $ah#a Bells palsy aki$at reaksi imunlgi
terhadap infeksi virus yang tim$ul se$elum atau setelah imunisasi. Berdasarkan teri
ini pem$erian krtiksterid dapat mengurangi inflamasi dan edema di dalam kanalis
2alpii.
11,12
10
,dapun mekanisme patgenesis ter"adinya Bells palsy menurut /ates yaitu ?
dikutip dari (;)
Aipe .
Pada tipe . ini ter"adi paresis ringan dan se$agian mengalami kelumpuhan kmplit.
Aipe ..
Pada tipe .. ini ditandai dengan tim$ulnya sinkinesis disertai ge"ala sisa yang lain
aki$at degenerasi saraf. Sinkinesis ini ter"adi aki$at impuls dari aksn menye$ar ke
aksn yang $erdekatan sehingga ter"adi kntraksi tt yang seharusnya tidak
dipersarafi.
Aipe ...
Pada tipe ... ini penye$a$nya dia#ali dari tim$ulnya degenerasi Eallerian yang
ter"adi aki$at !idera aksn pada nervus fasialis. -erusakan ini ditim$ulkan leh virus
herpes :ster dalam ganglin genikulatum yang $eraki$at gangguan sensris 26*
$agian anterir lidah.
Penyakit Bells palsy diper!aya $erkaitan dengan $e$erapa kndisi antara lain
penyakit dia$etes mellitus ('9), kehamilan dan menyusui. Pa"anan udara dingin,
hiptiridisme, hipertensi dan faktr herediter "uga $anyak di"umpai pada ppulasi
dengan insidens BP yang tinggi. 3ika ke"adian paralisis $erhu$ungan dengan suhu
udara dingin maka dise$ut refrigeratory facial palsy.
*,1*
Paresis $iasanya ter"adi unilateral namun dapat pula se!ara $ilateral yang sering
ter"adi pada anak ) anak aki$at infeksi saraf. Pada kasus paralisis $ilateral ini
dise$a$kan leh $rrelisis dengan $er$agai ma!am manifestasi klinis diantaranya nyeri
kepala, nyeri tt dan sendi, $adan lemas serta keadaan depresi.
*

Pa%ali"i" !a"ial )a2a ana.

Peitersen pada penelitiannya tahun 2++2 menyatakan insidens paralisis fasial
perifer pada anak di$a#ah 1( tahun (selain nenatus) adalah *.&61++.+++6tahun dan BP
se$anyak 2.061++.+++6tahun. .nsidens yang le$ih tinggi dilaprkan leh Aveitnes yaitu
paralisis fasial perifer 2161++.+++6tahun (usia di$a#ah 1& tahun) dan Christen dkk.
se$anyak 161++.+++6tahun. Banyak penelitian menyatakan $ah#a prgnsis paralisis
fasial perifer pada anak ) anak sekitar 2(F sampai ;+F mengalami per$aikan kmplit.
*
Pada nenatus dapat di"umpai keadaan asimetris saat menangis dengan
insidens 1 per 10+ kelahiran. Penye$a$nya $iasanya aki$at dari kmpresi nervus
11
fasialis atau kegagalan perkem$angan tt dan atau saraf, depressor anguli oris muscle
agenesia atau hipplasia di salah satu sisi mulut. Ultrasound imaging pada tt #a"ah
dan u"i elektrdiagnstik mungkin dapat digunakan dalam diagnsis. Pada $e$erapa
kasus didapatkan hu$ungan antara kegagalan perkem$angan tt #a"ah dengan
kelainan kardivaskuler kngenital, geniturinaria dan perkem$angan sistem saraf
pusat.
1&
D. Dia(n$"i"
Bells palsy akan menye$a$kan kelumpuhan pada lower motor neuron (=95)
perifer yang $ermanifestasi pada kelemahan unilateral gerak #a"ah dan tt platisma,
turunnya sudut mulut serta gangguan menutup mata dan mulut. 2enmena Bells ini
terlihat pada saat mata ter$uka dan mata tidak dapat menutup dengan sempurna. 3ika
kelainan hanya mengenai >95 sentral maka hanya didapatkan defisit #a"ah $agian
$a#ah sa"a.
&,(
a. Gam-a%an .lini"
,namnesis yang $aik, terarah dan pemeriksaan fisis yang teliti dapat
mem$erikan hasil yang ptimal dalam mendiagnsis BP. /e"ala tersering pada BP
adalah paresis dan $iasanya $ernset !epat, mendadak dengan kelemahan maksimal
pada #a"ah tim$ul dalam 2 hari. Biasanya penderita mengetahui kelumpuhan tt #a"ah
saat di$eritahu teman sekitarnya $ah#a salah satu sudut mulutnya rendah dan hampir
selalu didapatkan unilateral. /e"ala penyerta yang mungkin menyertai yaitu hiperakusis,
$erkurangnya prduksi air mata dan indra penge!ap. Seringkali disertai pula talgia
serta nyeri retraurikular. 5yeri he$at $iasanya aki$at virus herpes :ster yang
mengerupsi vesikular, keadaan ini $iasanya menetap. 3ika kelainan aki$at neplasma,
$iasanya tim$ul defisit neurlgis dan nyeri kepala yang prgresif lam$at.
&
5ervus fasialis merupakan nervus kranialis ketu"uh yang menginervasi tt
#a"ah dan 26* $agian anterir lidah yang $erfungsi se$agai alat perasa dan kelpak
mata saat menutup kuat. Be$erapa hal yang perlu ditanyakan pada pasien adalah
masalah senyum, penutupan kelpak mata, pengem$ungan pipi, mengangkat alis, rasa
manis, asin, asam. 'isfungsi yang ada dapat di$edakan antara kelainan sentral dan
perifer. 3ika kelainan sentral didapatkan kelemahan tt #a"ah $agian $a#ah sedangkan
12
"ika kelainan perifer maka pasien akan mengalami gangguan perasa pada lidah dan
tidak $isa menutup kelpak mata dengan kuat.
2,1(
-eluhan yang sering didapatkan pada Bells palsy adalah menyeringai
(t#it!hing), kelemahan atau paralisis pada #a"ah, mulut atau mata kering, kehilangan
taste (perasa), dizziness, turunnya sudut mata atau mulut, kesulitan $i!ara, dri$$ling
ketika minum atau setelah menggsk gigi dan nyeri telinga, separuh #a"ah tanpa
ekspresi dan terasa tidak nyaman.
2,&,
5ervus fasialis mem$a#a sera$ut parasimpatis ke kelen"ar ludah dan air mata,
sera$ut penge!ap6perasa ke 26* $agian anterir lidah, sera$ut sensris ke mem$ran
muksa faring, hidung dan palatum serta sedikit sera$ut sensris ke kulit di luar kanalis
auditrius eksternal dan ke daerah mastid. 7ariasi ge"ala mungkin $erhu$ungan
dengan paralisis #a"ah aki$at dari sera$ut mana yang mengalami kelainan.
0
-. Pm%i."aan !i"i"
Pemeriksaan fisis untuk nervus kranialis se$aiknya dilakukan dengan psisi
duduk sehingga se!ara umum dapat dilihat nyaman6tidaknya pasien pada psisi
terse$ut. Selan"utnya diperiksa apakah ada kelainan fisik di daerah kepala. 'ata di
,merika menye$utkan $ah#a serang dkter umum mendiagnsis pasien BP hanya
setiap dua tahun, diagnsis ini !ukup "arang sehingga perlu ketelitian dalam melakukan
anamnesis dan pemeriksaan fisis.
&,(
Ta-l 1. Penilaian fungsi mtris menurut >g 2is!h
+F
*+F
1+F
1++F
,simetris kmplit, tidak ada gerakan vlunter
Simetris ? "elek. -esem$uhan yang ada !enderung ke asimetris kmplit daripada simetris nrmal
Simetris ? !ukup. -esem$uhan parsial yang !enderung ke arah nrmal
Simetris ? nrmal6kmplit
'ikutip dari (10)
Pendera"atan untuk menilai $eratnya disfungsi tt #a"ah diperlukan dalam
melihat prgresifitas paralisis serta mem$andingkan hasil pemeriksaaan a#al yang telah
dilakukan. Saat ini $elum ada kesepakatan sistem mana yang dipakai untuk menilai
paralisis #a"ah. 5ervus fasialis menginervasi sekitar 2* tt dan defek yang ter"adi pada
tt ) tt terse$ut termasuk fungsi lakrimasi, salivasi dan penge!ap. Setelah semua
fungsi nervus fasialis dinilai maka dilihat pula kualitas dan kuantitas per$edaan fungsi
1=
tt yang ada. Selain itu dilihat pula defek sekunder kerusakan nervus fasialis seperti
sinkinesis, kntraktur, spasme hemifasial yang semuanya perlu dinilai serta
ditatalaksana.

Be$erapa pedman dapat digunakan dalam mendiagnsis BP, seperti
sistem Btman ) 3ngkees, Duse, Peitersen, Ganagihara, Sunny$rk dan
5ttingham. 'iperkenalkan pula teknik ter$aru memakai analisa kmputer dengan
rekaman vide untuk ekspresi #a"ah dan refleksi !ahaya.
11

Ta-l 2. 'era"at kelumpuhan tt #a"ah menurut 2is!h
K"im#%i"an 6a1a3 P%"n#a" Fa.#$% Nilai
Saa# i"#i%a3a#
Mn(%&#.an 2a3i
Mn&#&) ma#a
T%"n*&m
B%"i&l
9:
;9:
79:
199:
9:
;9:
79:
199:
9:
;9:
79:
199:
9:
;9:
79:
199:
9:
;9:
79:
199:
29
29
29
29
19
19
19
19
;9
;9
;9
;9
;9
;9
;9
;9
19
19
19
19
9
5
14
29
9
;
7
19
9
/
21
;9
9
/
21
;9
9
;
7
19
'ikutip dari (10)
8tt #a"ah yang diperiksa fungsi mtrisnya antara lain m. frntalis (mengangkat
alis), m. kurgatr supersilii (mengerutkan dahi), m. nasalis (mele$arkan !uping hidung
diikuti dengan gerakan kmpresi transversal hidung), m. r$ikularis kuli (menutup
mata), m. r$ikularis ris (menutup mulut), m. :igmatikus (tersenyum), m. risrius
(menyeringai6meringis), m. $usinatr (meniup) dan m. mentalis (menggerakkan6menarik
u"ung dagu ke atas).
&,(
>ntuk mengevaluasi kema"uan mtris penderita BP, S926$agian .lmu
-edkteran 2isik dan Ceha$ilitasi CS>P 'r. -ariadi Semarang menggunakan skala
>g 2is!h yang menilai kndisi simetris ) asimetris antara sisi sakit dengan sisi sehat
1>
pada ( psisi. Psisi yang dinilai adalah saat istirahat, mengerutkan dahi, menutup
mata, tersenyum dan $ersiul (ta$el 1).
Selan"utnya $esar persentasi masing ) masing psisi #a"ah diu$ah men"adi
nminal (angka) se$agai $erikut yaitu saat istirahat 2+ pin, mengerutkan dahi 1+ pin,
menutup mata *+ pin, tersenyum *+ pin dan $ersiul 1+ pin. Skre >g 2is!h yang
didapat yaitu antara + dan maksimal 1++. >ntuk le$ih "elasnya, ta$el 2 memperlihatkan
dera"at kelumpuhan tt ) tt #a"ah menurut 2is!h. -lasifikasi dera"at kelumpuhan
menurut mdifikasi 2is!h terlihat pada ta$el *.
10
Ta-l ;. -lasifikasi kelumpuhan menurut mdifikasi 2is!h
S.$% Fi"03 Kla"i!i.a"i
199
79 < //
;9 < 5/
= ;9
N$%mal
Bai.
S2an(
B&%&.
'ikutip dari (10)
0. Pm%i."aan )n&n1an(
Be$erapa pemeriksaan yang dapat dilakukan yaitu, elektrmigrafi (49/),
magnetic resonance imaging (9C.), computer tomography scanning (CA s!an) kepala,
acoustic reflex test, akselermetri, antidromic nerve potential, maximal nerve stimulation
test, minimal nerve stimulation test, transcranial magnetic stimulation dan blink reflex
test. Pemeriksaan 9C. dan CA s!an kepala dapat melihat kelainan seperti tumr, fraktur,
infeksi dan a$nrmalitas di sekitar nervus fasialis. Hearing test (u"i pendengaran) dipakai
"ika penye$a$ kerusakan diperkirakan mengenai saraf pendengaran, telinga $agian
dalam, respns suara serta mekanisme pendengaran. Balance test (u"i keseim$angan)
digunakan untuk mengevaluasi nervus keseim$angan. ear test dipakai untuk
memeriksa kemampuan mata dalam memprduksi air mata. 4lektrmigrafi digunakan
untuk melihat stimulasi elektrik nervus fasialis dan "uga melihat prgresifitas serta
$esarnya kerusakan
1,
.Selain itu dapat pula dilakukan u"i listrik yaitu dengan pem$erian
stimulasi listrik pada nervus fasialis sehingga dapat diketahui se$erapa $esar
kerusakannya, u"i ini dapat diulang untuk melihat prgresifitas penyakit. 7ia$ilitas nervus
fasialis dapat diperiksa menggunakan electroneuronography (45/) yang $erguna
dalam mana"emen kerusakan nervus fasialis.
1+,11,11

2. Dia(n$"i" -an2in(
1?
Paralisis pada #a"ah dapat dise$a$kan leh $er$agai ma!am hal sehingga
diperlukan pemeriksaan klinis yang teliti termasuk diantaranya pemeriksaan
pendengaran, lkasi paresis, pemeriksaan radilgi, diagnsis elektrneurlgi serta
eksplrasi $edah. Setiap paresis pada daerah #a"ah harus selalui ditentukan terle$ih
dahulu apakah lesi termasuk kelainan >95 atau =95.
&
Cara mem$edakan lesi >95
dan =95 seperti pada ta$el 2. Paresis nervus fasialis antara lesi di sentral dan perifer
dapat di$edakan seperti terlihat pada gam$ar * serta ilustrasi gam$aran klinis terlihat
pada gam$ar &.
Ta-l +. Beda klinis kelainan fasialis >95 dan =95
L"i UMN L"i LMN
Paresis unilateral dari gerakan vlunter #a"ah
$agian $a#ah dengan perke!ualian m. frntalis
-elemahan tt #a"ah kurang nyata pada
gerakan emsinal dari gerakan vlunter
Cefleks fasial ? tetap6meningkat
Penge!apan 26* anterir lidah ? tetap
=akrimasi ? nrmal
Paresis unilateral dari semua tt ) tt #a"ah
'era"at kelemahan #a"ah serupa pada gerakan
emsinal dengan gerakan vlunter
Cefleks fasial ? menurun
Penge!apan ? mungkin menurun
=akrimasi ? mungkin terganggu
'ikutip dari (&)
Gam-a% ;. =kasi lesi paralisis nervus fasialis
'ikutip dari (0)
16
Gam-a% 4. ,. Paresis nervus fasialis sentral sisi kanan<
B. Paresis nervus fasialis perifer sisi kanan.
'ikutip dari (8)
Be$erapa kndisi yang dapat menye$a$kan gangguan pada nervus fasialis
dapat menyerupai BP. 'iagnsis $anding BP seperti terlihat pada ta$el 0.
Ta-l 5. 'iagnsis $anding Bells palsy
Pn*a.i# Pn*-a- Fa.#$% < !a.#$% *an( mm-2a.an
N&.l&" >)%i!%?
Penyakit =yme Spir!haeta
Brrelia $urgdrferi
Ci#ayat tanda $er!ak atau nyeri sendi,
kntak di daerah endemis penyakit =yme
8titis media Bakteri pathgen 8nset se!ara perlahan, nyeri di telinga,
demam dan gangguan pendengaran
knduktif
Sindrma Camsay Dunt 7irus herpes Bster 5yeri yang semakin mem$erat, erupsi
vesi!ular pada kanalis telinga atau faring
Sarkidsis atau
Sindrma /uilain Barre
Cespns autimun -e$anyakan $ilateral
Aumr -lesteatma kelen"ar partis 8nset perlahan
S&)%an&.la% >"n#%al?
Sklersis multipel 'emielinisasi Aam$ahan ge"ala neurlgis
Strke .skemik6perdarahan 9eli$atkan anggta gerak sesisi
Aumr 9etastasis6primer di tak 8nset krnis prgresif, peru$ahan status
mental dan ri#ayat keganasan
'ikutip dari (1)
E. Pna#ala."anaan 2an R3a-ili#a"i M2i.
1@
Penatalaksanaan pasien Bells palsy dapat $erupa $servasi, $at ) $atan,
dekmpresi saraf melalui pem$edahan serta reha$ilitasi medik. 'era"at per$aikan
tergantung dari umur pasien, tipe lesi, neurmuskuler yang terli$at dan terapi yang
di$erikan. Per$aikan aki$at kerusakan pada nervus fasialis mem$utuhkan #aktu
antara $e$erapa minggu sampai empat tahun.
1+,1*
Be$erapa tatalaksana ter!antum
seperti di$a#ah ini ?
a. M2i.amn#$"a
4fikasi pem$erian prednisln ral dan antiviral masih dalam penelitian dan
hingga saat ini $elum ada knsensus tentang dsis dan regimen yang $aku. Cevie#
dari C!hrane menyimpulkan dari empat penelitian pada 11; pasien didapatkan
hasil per$andingan sterid terhadap plase$, saline dan vitamin, tidak ada hasil
yang signifikan.
1+
9eskipun demikian pem$erian vitamin B12 dapat memprteksi dan
mengurangi inflamasi yang ter"adi di sekitar nervus fasialis.
10
K$%#i.$"#%$i2

'kter spesialis dan dkter umum perlu $eker"asama dalam menangani
pasien dengan kerusakan nervus fasialis karena penyakit ini mempunyai golden
period peng$atan yaitu 12 "am pertama. Pem$erian sterid dan antivirus pada fase
akut dapat meningkatkan angka kesem$uhan yaitu dengan mengham$at replikasi
virus.
(
Be$erapa penelitian revie# menyimpulkan $ah#a krtiksterid efektif
di$erikan pada tu"uh hari pertama, didapatkan sekitar 11F pasien dengan hasil yang
$aik sampai dengan 8+F dengan per$aikan spntan. Penelitian lain memperlihatkan
per$aikan yang terlihat se"ak 2& "am setelah di$erikan sterid. Penggunaan
prednisn ral ditam$ah dengan a!i!lvir pada pasien BP dera"at sedang sampai
$erat idealnya di$erikan pada 12 "am pertama. Pada pasien yang imunkmpeten
dan tanpa kntraindikasi dapat di$erikan prednisn 1 mg6kg6hari (maksimum 8+ mg)
untuk minggu pertama dan ditappering setelah minggu kedua pem$erian sterid
($ukti B).
2

Sullivan dkk. pada penelitiannya menggunakan metde double!blind,
placebo!controlled dan randomized pada &;0 pasien BP yang direkrut sampai
dengan 12 "am setelah nset. Selan"utnya pasien dirandmisasi dan di$erikan
prednisln, a!i!lvir, prednisln dan a!i!lvir atau pla!e$. Dasil yang didapat
1A
dinilai menggunakan skala Duse ) Bra!kmann dan hasil sekunder $erupa kualitas
hidup, tampilan umum dan nyeri. Pada $ulan ketiga setelah intervensi didapatkan
prprsi per$aikan fungsi #a"ah antara yang mendapat prednisln dan yang tidak
mendapat prednisln se$esar 8*F vs 0*F (pH+,++1) sedangkan antara yang
mendapat a!i!lvir dan tanpa a!i!lvir se$esar 11,2F vs 1(,1F (pI+,(+). Setelah
diikuti ; $ulan didapatkan prprsi antara yang mendapat prednisln dan tanpa
prednisln se$esar ;&,&F vs 81,0F (pH+,++1) dan antara yang mendapat a!i!lvir
dan tanpa a!i!lvir se$esar 8(,&F vs ;+,8F (pI+,1+). >ntuk pasien yang mendapat
dua $at (prednisln dan a!i!lvir), didapatkan prprsi se$esar 1;,1F pada $ulan
ketiga (pH+,++1) dan ;2,1F pada $ulan kesem$ilan (pH+,++1). -esimpulan yang
didapat $ah#a prednisln mem$erikan per$aikan yang signifikan pada $ulan ketiga
dan kesem$ilan, le$ih $aik daripada pem$erian antiviral menggunakan a!i!lvir atau
tanpa peng$atan.
18
An#ivi%&"
,ntivirus dapat di$erikan dengan dasar $ah#a penyakit ini aki$at dari virus
herpes. Pem$erian a!i!lvir dapat mengham$at replikasi '5, virus. Biavia$ilitas
a!i!lvir relatif kurang (1(F sampai *+F), saat ini sedang diteliti glngan ter$aru
seperti vala!i!lvir, fam!i!lvir dan srivudin.
2,*,1+
Ta-l ;. 'sis $at ) $atan untuk Bells palsy
@-a# D$"i" E!. "am)in(
,!i!lvir 'e#asa ? &++ mg ( kali sehari selama 1 hari
,nak ? le$ih dari 2 tahun 8+ mg6kgBB tiap 0 "am
dengan dsis maksimal *2++ mg6hari
"astrointestinal upset, nyeri
kepala, dizziness, peningkatan
en:im hati, anemia aplastik
("arang)
7ala!i!lvir 'e#asa dan anak le$ih dari 12 tahun ? * J 1 g
per hari selama 1 hari
"astrointestinal upset, nyeri
kepala, dizziness, peningkatan
en:im hati, anemia aplastik
("arang)
Prednisn6prednisln 'e#asa ? 0+ mg6hari selama ( hari, dilan"utkan
dengan &+ mg6hari selama ( hari
,nak ? 2 mg6kgBB6hari selama 1 sampai 1+ hari
5yeri kepala, edema,
peningkatan tekanan darah
dan gluksa
'ikutip dari (1+)
-. Pm-2a3an
19
.ntervensi $edah dapat menurunkan kmpresi pada nervus fasialis.
'ekmpresi melalui pem$edahan $erkem$ang dengan $er$agai ma!am !ara seiring
kema"uan teknik $edah. Aindakan ini dilakukan 12 $ulan setelah ter"adi BP karena
diharapkan dapat sem$uh spntan. Pada tahun 1;*+ dekmpresi dititik$eratkan
pada framen stilmastideus dan saat ini difkuskan pada framen meatal.
Be$erapa peneliti (,dur 2++2< /ilden 2++&< /rgan 2++1< Peitersen 2++2)
menyatakan $ah#a dekmpresi pada nervus fasialis dapat diker"akan meskipun
$elum ada data klinis yang !ukup. Pem$edahan pada middle fossa craniotomy
dapat menye$a$kan ter"adinya ke"ang, tuli dan kerusakan nervus fasialis. 'i ,merika
tindakan ini tidak rutin dilakukan ($ukti ').
&,(,1
Be$erapa teknik $edah dan #aktu
dilakukan pem$edahan seperti terlihat pada ta$le &.
1;
Ta-l 4. Eaktu dan teknik $edah pada tatalaksana Bells palsy
Pa%ali"i" !a"ial a.&#
>=; min((&?
Pa%ali"i" !a"ial in#%m2ia#
>; min((& < 2 #a3&n?
Pa%ali"i" !a"ial .%$ni"
>A2 #a3&n?
D.$m)%"i n%v&" !a"iali"
Aransmastid
9iddle%fssa
Aransla$irintine
P%-ai.an n%v&" !a"iali"
#rimary
$able graft
Cross-face nerve grafting
Nerve transfers
Dypglssal
9asseteri!
Spinal a!!essry
Regional muscle transfers
Aempralis
9asseter
'igastri!
Free muscle transfer
/ra!ilis
Serratus anterir
=atissimus drsi
Pe!tralis minr
'ikutip dari (1;)
0. P%a6a#an ma#a
Salah satu rgan tu$uh yang perlu mendapat perhatian khusus dalam
tatalaksana BP adalah mata karena dapat ter"adi keratitis. Pem$erian salep dan air
mata $uatan dapat men!egah ter"adinya keratitis, dapat pula digunakan tapping
pada kelpak mata selama tidur yang hasilnya se$aik penggunaan kamar yang
lem$a$. Pasien se$aiknya menghindari penggunakan lensa kntak, kipas angin,
pa"anan de$u dan men!egah tiupan angin selama di luar ruangan. .mplantasi
dengan gold weight pada kelpak mata atas dapat digunakan pada pasien dengan
paresis #a"ah yang lama.
*,1*
20
Pera#atan mata ini difkuskan untuk melindungi krnea dari kekeringan dan
a$rasi aki$at gangguan penutupan kelpak mata dan masalah air mata. Pasien
se$aiknya di$erikan edukasi "ika ada keluhan $aru seperti nyeri, tim$ulnya discharge
(ktran mata6$elek) atau peru$ahan visus.
&
Dlland dan 7alen!ia
dikutip dari (11)
menyatakan tetes mata se$aiknya di$erikan tiap "am pada siang hari dan intment
mata digunakan pada malam hari. Selain itu salah satu priritas pera#atan mata ini
adalah segi estetika sehingga $erkem$ang pula teknik pem$edahan pada daerah
mata.
1;
T.ni. )m-2a3an 2a%a3 ma#a
Pada gangguan penutupan kelpak mata atas yang permanen, saat dapat
dilakukan perasi dengan teknik tarsorrhaphy atau canthoplasty yaitu teknik
memperta"am "arak antar kelpak mata sehingga akan memper$aiki penutupan
mata. 'apat pula dilakukan implantasi gold weight yang disisipkan pada kelpak
mata atas sehingga dapat mem$antu menutupnya kelpak mata.

.mplantasi gold
pada 10 penderita BP signifikan memper$aiki lagptalmus serta mem$antu
penutupan krnea se$esar 1++F. 3ika ter"adi keterlam$atan penutupan kelpak
mata maka dapat di$antu dengan pem$erian tetes mata.
&,1*
-elainan pada kelpak
mata $a#ah dapat menggunakan prsedur tarsal strip lateral yaitu prsedur yang
!!k untuk keadaan paralisis ektrpin kelpak mata $a#ah dengan teknik
canthotomy lateral dan canthopexy medial yaitu kndisi paralisis ektrpin medial
pada kelpak mata $a#ah yang diterapi dengan teknik precaruncular canthopexy
medial.
1;
2. R3a-ili#a"i M2i.
Au"uan prgram reha$ilitasi medik adalah mengurangi paresis6men!egah
paresis men"adi $ertam$ah, mem$antu mengatasi pr$lem ssial6psiklgis
sehingga penderita tetap dapat melaksanakan kegiatan sehari ) hari. Prgram )
prgram yang dapat di$erikan adalah fisiterapi, occupational therapy (8A), ssial
medik, othetik prothese (8P), psiklgi dan dapat pula di$erikan speech therapy
(terapi #i!ara). Be$erapa terapi antara lain adalah dengan latihan dan pemi"atan
#a"ah. Penelitian tentang efektifitas terapi fisik untuk kelumpuhan #a"ah sangat
sedikit. Pada suatu randomized trial pada (+ pasien Bells palsy dilakukan mime
21
therapy termasuk automassage, latihan relaksasi, mengham$at sinkinesis, latihan
krdinasi atau latihan ekspresi emsinal yang menghasilkan per$aikan pada
pergerakan #a"ah dan mtilitas $i$ir.
(
/rgan
dikutip dari (1)
tidak merekmendasikan
tindakan fisiterapi meskipun ke$anyakan dkter selalu mengan"urkan fisiterapi
sedangkan revie# dari Chrane melaprkan $ah#a latihan fisik akan memper$aiki
kekuatan tt. Aerapi fisik ini dikenal pula dengan nama facial retraining.
Prgram fisiterapi
Prgram fisiterapi dapat dilakukan dengan $e$erapa !ara yaitu ?
Pemanasan< pemanasan mem$erikan efek memper$aiki aliran darah,
mengurangi edema serta mengurangi spasme tt dan diharapkan penekanan
pada nervus fasialis $erkurang sehingga memper$aiki paresis. Cara yang
di$erikan yaitu dengan kmpres air hangat, penyinaran dengan sinar inframerah
dan short wave diathermi (SE'). -mpres air hangat di$erikan di daerah muka
dan di $elakang telinga menggunakan kain yang telah di!elupkan ke air panas..
Panas yang dian"urkan $erkisar antara &+ ) &(
8
C, lama pem$erian *+ menit.
Penyinaran dengan sinar inframerah di$erikan di daerah #a"ah, $elakang telinga
sisi yang lumpuh dan mata tertutup dengan "arak 2( ) 20 in!i dari tu$uh. %hort
wafe diathermi di$erikan selama 2+ menit dan diarahkan ke framen
stilmastideus.
Pemi"atan (gentle massage)< efek yang dihasilkan pada teknik ini adalah
mengurangi edema, mem$erikan relaksasi tt serta mempertahankan tnus
tt. Caranya yaitu pemi"atan pada tt #a"ah selama ( ) 1+ menit di$erikan 2
kali sehari. Aeknik pemi"atan menurut -a$at seperti terlihat pada gam$ar (.
22

Gam-a% +. Aeknik pemi"atan menurut -a$at.
'ikutip dari (2+)
Pem$erian electrical stimulation (4S)
Au"uan teknik ini adalah untuk men!egah6memperlam$at ter"adinya atrpi
tt #a"ah sam$il menunggu prses regenerasi serta memperkuat tt yang
masih lemah setelah prses regenerasi saraf selesai. &lectrical stimulation
(stimulasi listrik) ini di$erikan 2 minggu setelah nset, satu elektrda diletakkan
di $elakang telinga sisi yang lumpuh sedangkan elektrda yang lain diletakkan
$erpindah ) pindah pada tt #a"ah. 'i$erikan rangsangan K % 2 m, hingga 2+
) (+ kntraksi pada masing ) masing titik, tindakan ini dapat di$erikan tiap hari.
Aeknik lain yang termasuk di dalam terapi stimulasi listrik adalah pem$erian
electromyography biofeedback (49/ $i). &lectrical stimulation dan 49/ $i
le$ih efektif di$erikan pada BP krnis.
2+
Pada fase akut dapat di$erikan pemanasan yaitu menggunakan kain flannel
atau di$erikan penyinaran dengan inframerah pada muka dan telinga. Selan"utnya
dilakukan gentle massage yaitu mengangkat tt #a"ah dengan halus ke atas dan
$ukan gerakan sirkuler. Pada fase pas!a akut, penderita dapat dilatih dengan $erdiri
di depan ka!a dan melakukan latihan dengan knsentrasi penuh menutup mata dan
mengangkat sudut mulut. Pada sisi yang lumpuh, perlu diperhatikan kndisi mata
karena ra#an ter"adi kmplikasi.
&
2=
Pedman prgram fisiterapi yang dipakai di S926$agian .lmu -edkteran
2isik dan Ceha$ilitasi CS>P 'r. -ariadi Semarang adalah ?
Se$elum dua minggu dari nset, di$erikan pemanasan dan pemi"atan
Setelah dua minggu dari nset, di$erikan latihan dan rangsangan listrik.
Prgram occupational therapy (8A)
'asar pem$erian prgram ini yaitu mem$erikan latihan gerak pada tt
#a"ah. =atihan di$erikan dalam $entuk aktifitas sehari ) hari atau dalam $entuk
permainan. =atihan ini dilakukan $ertahap sesuai kndisi penderita. Bentuk latihan
yang di$erikan antara lain dengan latihan $erkumur, meniup lilin, mengu!apkan
huruf e dan i di depan ka!a serta latihan menutup mata serta mengerutkan dahi di
depan ka!a. =atihan ini di$erikan pada saat fase akut. Au"uannya yaitu melatih gerak
vlunter dapat kem$ali. Caranya yaitu dengan menghadap !ermin dan dengan
knsentrasi penuh dilatih untuk mengerutkan dahi, menutup mulut dan mengangkat
sudut mulut.
Prgram ssial medik
-ndisi paresis di #a"ah tentunya mem$erikan stresr yang !ukup $erat
terutama pada perempuan karena akan merasa malu dan menarik diri dari
lingkungan. Pr$lem ssial yang tim$ul $iasanya $erhu$ungan dengan tempat ker"a
dan $iaya peng$atan.
Prgram psiklgis
Casa !emas yang menyertai penderita karena takut kelumpuhan ini akan
sem$uh atau tidak sehingga dapat menye$a$kan tim$ulnya depresi. Prgram yang
di$erikan yaitu mem$erikan infrmasi tentang penyakit termasuk prgnsisnya,
mematuhi prgram peng$atan $aik keteraturan minum $at dan melakukan
prgram fisiterapi lainnya. Pada penderita yang mengalami depresi dapat dilakukan
psikterapi. Se!ara umum peng$atan BP akan $erhasil "ika ditun"ang leh kndisi
psikis penderita yang $aik.
1
2>
Prgram orthetik prosthetic (8P)
Pada prgram ini di$erikan plester $er$entuk L Y L dengan tu"uan agar sudut
mulut yang sakit tidak "atuh dan men!egah teregangnya tt :igmatikus selama
paresis. 'ian"urkan plester diganti tiap 8 "am dan diperhatikan reaksi intleransi
terhadap reaksi kulit.
Prgram fisiterapi dapat menstimulasi penyem$uhan pada serangan BP dera"at
ringan. 2isiterapi dapat diker"akan dengan pemi"atan #a"ah menggunakan moisturizer,
latihan tt #a"ah di depan ka!a dan menggunakan pemanasan untuk mengurangi
nyeri. 3ika BP disertai dengan kesulitan menutup mata serta untuk men!egah mata
kering maka dapat di$antu tangan menutup kelpak mata, menggunakan ka!amata atau
dengan eye patch untuk menghalangi masuknya de$u, menggunakan islasi mata saat
tidur serta memakai tetes mata.
&,1
.
. A.&)&n(#&%
'i Cina, Bells palsy dikenal dengan nama penyakit Bhng 2eng yang $erarti
wind attack (serangan angin) dan saat ini sudah mulai dikem$angkan peng$atan
tradisinal untuk BP.
(
Penelitian tentang peng$atan tradisinal Cina (akupungtur
dan $at her$al) untuk Bell@s palsy yang telah dilakukan leh $e$erapa peneliti
seperti Bhang dkk tahun 1;;1, Gang dkk tahun 1;;&, Bang 1;;;, Stne 2++2, Elfe
2++*, Bhu dkk tahun 2++& telah diakui leh $e$erapa situs resmi seperti /gle
dan C!hrane. Penelitian leh Bhu dkk. tahun 2++& dengan menggunakan $at
dan akupungtur pada 2*8 pasien memperlihatkan efek terapetik akupungtur sa"a
le$ih superir daripada akupungtur yang dikm$inasi dengan $at atau $at sa"a.
9eskipun hanya ada penelitian dengan metde penelitian yang kurang $aik namun
dapat ditarik kesimpulan tentang efikasi akupungtur ($ukti C).
21,22
,kupungtur Cina mem$agi paralisis nervus fasialis men"adi & stage yaitu ?
fase akut (sampai dengan 1 hari) yang disertai ge"ala yang makin mem$uruk), fase
sta$il (istirahat) yaitu pada hari ke 8 ) 1&, convalescence (M1( hari) disini terlihat
mulai terlihat per$aikan ge"ala dan fase krnik (M2 $ulan). Pasien BP yang tidak
mendapatkan terapi apapun selain akupungtur maka sekitar 8(F pasien
memperlihatkan per$aikan dalam #aktu * minggu dan sisanya ter"adi per$aikan
2?
sekitar 1(F dalam #aktu * ) ( $ulan. Sekitar 00F dapat mengalami per$aikan
sempurna setelah * $ulan.
22
!. In1."i #$."in -$#&lin&m >-$#&lin&m #$8inBB@T@C?
Btulinum tJin adalah suatu ra!un yang diprduksi leh $akteri $lostridium
botulinum. $lostridium botulinum memprduksi 1 "enis tksin yaitu , sampai /
namun yang $anyak dikenal yaitu $tulinum tJin , (B8A8NO). 9ekanisme ker"anya
adalah mem$uat paralisis melalui mengham$at keluarnya asetilklin pada
neuromuscular 'unction yang terdiri dari tiga langkah yaitu tksin akan $erikatan dan
$erinteraksi dengan saraf terse$ut dan selan"utnya tksin akan melekat melalui
en:im prtelitik internal. Dasil prses ini adalah ham$atan ekssitsis asetilklin.
'sis yang di$erikan se$esar 1 standard unit dan dapat diulang 1 minggu
setelahnya dengan dsis 2,( ) ( >. Aksin ini akan mem$erikan efek setelah 2& ) 12
"am.
2*,2&
.n"eksi BtJ se!ara su$kutan atau intramuskuler dapat di$erikan pada kasus
sinkinesis dan spasme #a"ah. Pada penelitian dengan 1+ pasien didapatkan ;
pasien memperlihatkan per$aikan se!ara $yektif dan su$yektif setelah di$erikan
in"eksi pada perir$ital. Pada $e$erapa kasus di$erikan in"eksi BtJ pada kelpak
mata atas yang $erfungsi mem$antu turunnya kelpak mata se!ara temprer
sehingga dapat memprteksi mata.

Pada kasus ini diperlukan pula knsultasi
dengan dkter mata dan dkter $edah plastik "ika diperlukan.
(,12,2&
P%$(n$"i"
Prgnsis BP tergantung dari #aktu mulai ter"adinya per$aikan. Semakin !epat
per$aikan mem$erikan prgnsis yang le$ih $aik daripada yang per$aikannya lam$at.
3ika per$aikan ter"adi pada minggu pertama akan mem$erikan penyem$uhan sempurna
sekitar 88F, pada minggu kedua sekitar 8*F dan pada minggu ketiga sekitar 01F.
Prgnsis yang $aik ditandai pula dengan terdapatnya penge!apan nrmal dan dapat
menangis daripada terdapatnya gangguan pada fungsi terse$ut. /ilden dan Peitersen
menyatakan prgnsis $uruk $ila didapatkan ri#ayat hipertensi dan '9 se$elumnya.
&,0
Se!ara keseluruhan dapat dikatakan prgnsis paralisis fasial relatif $aik. =e$ih
dari 8+F pasien dapat per$aikan kmplit, sekitar 1(F hampir per$aikan kmplit dan
26
kurang dari (F mempunyai kelemahan tt permanen setelah mengalami BP. .ndikatr
$uruknya prgnsis BP seperti terlihat pada ta$el &.
(
Ta-l 4. .ndikatr $uruknya prgnsis Bell palsy
Paresis kmplit
Aidak ada per$aikan dalam * minggu
>sia M0+ tahun
5yeri he$at
Sindrma Camsey Dunt
-ndisi yang dapat menye$a$kan paresis nervus fasialis sekunder
Penurunan ptensial aksi tt M(+F
'ikutip dari (()
-atusi! dkk. dan S!haitkin dkk.
dikutip dari (11)
mendapatkan prgnsis pasien BP
relatif $aik, dapat sem$uh ttal se$anyak 1+%8+F kasus, lumpuh se$agian ;( ) ;;F
dan lumpuh ttal (+ ) 0+F sedangkan 'evriese dkk. pada tahun 1;;+ mendapatkan
*+F kasus terdapat sekuele $erupa spasme #a"ah, kntraktur dan rasa $aal. Pada
prspektif 'anish, suatu penelitian 2( tahun leh Peitersen tahun 2++2 mendapatkan
1+F kelumpuhan dapat sem$uh sempurna dan sisanya *+F sem$uh se$agian.
-esem$uhan ter"adi mulai minggu ketiga se$anyak 8(F kasus dan antara tiga sampai
lima minggu se$anyak 1(F. 3ika kesem$uhan tidak ter"adi pada minggu keenam maka
perlu dinilai tatalaksana selan"utnya.
Sekitar 1+F penderita BP akan mengalami serangan $erulang dan $iasanya
akan mengenai sisi yang se$elumnya sehat. Sekitar 2*F penderita BP mengenai sisi
kiri #a"ah dengan ge"ala sedang sampai $erat, spasme hemifasial, fenmena crocodile
tears, kntraktur dan sinkinesis (t#it!hing invlunter pada #a"ah atau $linking).
;

Penelitian -asse dkk. pada 1(21 pasien BP yang menga!u skala Duse )
Bra!kman didapatkan prgnsis pasien BP yang $erusia kurang dari *+ tahun le$ih $aik
daripada usia diatas 0+ tahun. 3enis kelamin dan sisi #a"ah yang terkena tidak
$erkrelasi dengan prgnsis. Pada penelitian ini didapatkan hu$ungan yang signifikan
antara a#al ter"adinya BP yaitu "ika nset !epat maka mempunyai prgnsis $aik
sedangkan nset prgresif mempunyai prgnsis $uruk.
2(
2@
K$m)li.a"i
-mplikasi yang dapat menyertai Bells palsy antara lain ?
;,1*

-ntraktur tt #a"ah< kntraktur ini $iasanya tidak tampak pada saat tt #a"ah
dalam keadaan istirahat namun terlihat "elas saat #a"ah mengalami kntraksi.
=ipatan nasla$ial akan terlihat le$ih dalam dan alis mata le$ih rendah di$andingkan
sisi yang sehat. Spasme tt ter"adi "ika penyem$uhan inkmplit, dapat tim$ul 1 ) 2
tahun setelah te"adi BP.
2enmena crocodiles tears6refleks gustatlakrimal6sindrma Bgrads yaitu
keluarnya air mata se!ara invlunter dari mata sisi yang sakit saat mengunyah
makanan. -mplikasi ini tim$ul $e$erapa $ulan setelah ter"adi BP.
Sinkinesis yaitu gerakan assiasi karena regenerasi sera$ut saraf men!apai sera$ut
tt yang salah. 5euralgia genikulatum dapat "uga ter"adi yaitu neuralgia dari nervus
fasialis $erasal dari nervus intermedius yang ditandai dengan rasa nyeri parksismal
di dalam dan sekitar telinga.
Aidak dapat menutup mata pada sisi yang sakit, keadaan ini dapat menim$ulkan
iritasi dan ulserasi krnea. 9ata harus mendapatkan lu$rikasi agar tidak kering dan
rusak.
2A
BAB III
KESIMPULAN
1. Bells palsy adalah suatu kelumpuhan unilateral nervus fasialis yang penye$a$nya
tidak diketahui (idipatik) yang ter"adi se!ara akut
2. 5ervus fasialis $erfungsi menggerakkan tt #a"ah, menstimulasi kelen"ar ludah dan
air mata serta menginervasi 26* $agian anterir lidah.
*. Aeri yang diyakini se$agai etilgi ter"adinya Bells palsy adalah teri iskemik
vaskuler, teri infeksi virus, teri herediter dan teri imunlgi
&. Penatalaksanaan pasien Bells palsy dapat $erupa $servasi, $at ) $atan,,
pera#atan mata, dekmpresi saraf melalui pem$edahan serta reha$ilitasi medik
(. Prgnsis Bells palsy tergantung dari #aktu mulainya ter"adi per$aikan, semakin
!epat per$aikan prgnsisnya le$ih $aik.
29
DAFTAR PUSTAKA
1. 'iBenedett 9. Cranial neurpathies? ele!trdiagnsis and management. .n? 'iBenedett 9,
editr. Ceha$ilitatin f the in"ured !m$atant. 7l. 1. 7irginia? Dealth S!ien!e Center.p.21; ) *(2
2. ,ndersn C/. 2a!ial nerve disrders and surgery. SCPS 2++1< 2+? 1 ) &1
*. =ee 7, Currie B, Cllin 3C8. 8phthalmi! management f fa!ial nerve palsy. 4ye 2++&< 18? 122( )
*&
&. Dlland 53, Eeiner /9. Ce!ent develpments in Bell@s palsy. B93 2++&< *2;? ((* ) 1
(. 2insterer 3. 9anagement f peripheral fa!ial nerve palsy. 4ur ,r!h 8trhinlaryngl 2++8< 20(?
1&* ) (2
0. /ilden 'D. Bells palsy. 5 4ngl 3 9ed 2++&< *(1? 1*2* ) *1
1. Setyprant .. 9ana"emen Bells palsy terkini $erdasarkan eviden!e $ased medi!ine. .n ? S"ahrir
D, ,n#ar G, -adri ,S, editrs. 5eurlgy up date 2++;. 9edan< 2++;.p.*+& ) 10
8. 'e 3ng@s, Ahe neurlgi! eJaminatin. Ahe fa!ial nerve. (
th
ed.p.181 ) 2++
;. -lein C9. 'iseases f the seventh !ranial nerve. .n? -lein C9, editr. 'iseases f the seventh
!ranial nerve.p.121; ) (2
1+. Aiemstra 3', -hatkhate 5. Bells palsy? diagnsis and management. ,m 2am Physi!ian 2++1< 10?
;;1 ) 1++2
11. -anerva 9A. Peripheral fa!ial palsy. Delsinki? 2++8.p.1+ ) &;
12. Sellars S=. .dipathi! fa!ial nerve palsy 1;8*< 0&? *1;%81
1*. /aranhani 9C, Cards 3C, Capelli ,9/, Ci$eir 9C. Physi!al therapy in peripheral fa!ial
paralysis? retrspe!tive study. Cev Bras 8trrinlaringl 2++1< 1*? 112 ) (
1&. Ap!hi:adeh 7, Bar:egar 9. , !ase series f depressr anguli ris mus!le hypplasia, !ause f
asymmetri! nenatal !rying fa!e. 9ed 3 Aa$ri: >niversity 9ed S!ien!es 2++8< *+? 20 ) *+
1(. Staffel 3/, 'enneny ... 3C, 4i$ling '4, 3hnsn 3A, -enna 9,, Pitman -A, et al. 2a!ial nerve
paralysis. .n? EaJ 9-, editr. Primary !are tlarynglgy. 2
th
editins. ,leJandria? 8ne Prin!e
Street< 2++(.p.2 ) 8
10. Bells palsy. 8ffi!e pra!ti!e in neurlgy. .n? Samuel 9,, editr. PCitedQ at
###. $ks.ggle.!.id. ,!!essed n 8!t$er 0
th
2++;
11. Be!k '=, Dall ... 3E. 4valuatin f the fa!ial nerve via ele!trneurngraphy (45/) Ahe Dearing
3 2++1< (&? *0 ) &&
18. Sullivan 29, S#an .CC, 'nnan PA, 9rrisn 39, Smith BD, 9!-instry B, et al. 4arly treatment
#ith prednislne r a!y!lvir in Bells palsy. 5 4ngl 3 9ed 2++1< *(1? 1(;8 ) 0+1
1;. 9ehta CP. Surgi!al Areatment f 2a!ial Paralysis. C48 2++;< 2? 1 ) (
2+. Cmmittee f Physi!al Aherapy Prt!ls 8ffi!e f Physi!al Aherapy ,ffairs 9inistry f Dealth.
Physi!al therapy management fr fa!ial nerve paralysis. PCitedQ at ###.pta%k#.!m. ,!!essed n
8!t$er 0
th
2++;
21. Civer /. Ahe treatment f Bell@s palsy #ith a!upun!ture and Chinese her$s. PCitedQ at
###.gan!a.net. ,!!essed n 8!t$er *
th
2++;
22. 9ayr '2. 4le!tra!upun!ture? ,n intrdu!tin and its use fr peripheral fa!ial paralysis. 3
Chinese 9ed 2++1< 8&? 1 ) 1;
2*. 9ehta CP, Dadl!k A,. Btulinum tJin and Ruality f life in patients #ith fa!ial paralysis. ,r!h
2a!ial Plast Surg 2++8< 1+? 8& ) 1
2&. 9alhtra PS. B8A8N (C) .n"e!tins t imprve fa!ial aestheti!s. PCitedQ at
###.emedi!ine.meds!ape.!m. ,!!essed n 8!t$er 0
th
2++;
=0
2(. -asse C,, 2erri C/, 7ietler 4GC, =enhardt 2', Aesta 3C/, Cru: 8=9. Clini!al data and
prgnsis in 1(21 !ases f Bells palsy. .28S 2++*< 0&1 ) 1
=1