Anda di halaman 1dari 3

Empat Amal Terberat Menurut Sayyidina Ali

Print

Download

Send

Kamis, 04/04/2013 15:02

Imam Ali Karramallahu Wajhah pernah berkata


bahwa ada empat amal yang berat untuk
dilakukan seorang muslim. Pertama, member maaf
dalam kondisi marah. Kedua, Dermawan dalam
kefakiran,Ketiga,menghindar kemaksiatan ketika
sendirian. Dan keempat, berkata benar didepan
orang yang ditakuti aatu orang yang diharapkan.


.
.
. .
Berita Terkait
. .
Delapan Bahaya Hasud (Iri-Dengki)
. .
. Menyikapi Kondisi Bangsa Masa Kini
Jama'ah Jum'ah Rahimakumullah
Marilah pada kesempatan ini kita bersama-sama
saling mengingatkan agar menjaga dan
meningkatkan ketaqwaan diri kita dan juga
keluarga kita. Disamping itu, perlu juga kita
mementingkan ketaatan kita dengan melakukan
berbagai amal kebaikan yang dapat
memperbanyak pahala.

Menjaga Sepuluh Mutiara Paling Berharga


Bahaya Kesombongan dan Keutamaan Tawadlu
Islam Menghadapi Kemajuan Teknologi Informasi
Hujan Rahmat di Bulan Maulid

Jama'ah Jum'ah yang berbahagia


Dalam rangka itulah khotbah kali ini, khatib ingin memaparkan empat macam amal yang menurut
Sayyidina Ali Karramallahu Wajhah dianggap paling berat untuk dilakukan seorang muslim. Imam Ali
Karramallahu Wajhah pernah berkata bahwa ada empat amal yang berat untuk
dilakukan.Pertama adalah al'afwu 'indal ghadhab memberi maaf ketika dalam keadaan emosi.
Memberikan maaf bukanlah hal yang mudah apalagi ketika dalam keadaan emosi. Untuk itulah
Rasulullah saw pernah mengajari para sahabat untuk mengambil air wudhu untuk meredamkan marah.
Karena marah merupakan bentuk lain dari api syaitan yang menyala-nyala, dan api itu hanya bisa
dikalahkan oleh air wudhu.

E2%80%8F%

E2%80%8F%

E2%80%8F%

E2%80%8F %E2%80%8F%

E2%80%8F:%


E2%80%8F%

E2%80%8F%:


%E2%80%8F

.E2%80%8F%

Demikianlah kondisi manusia ketika marah yang sulit sekali mengendalikan diri, oleh karena itu jika

seseorang dalam keadaan marah masih bisa memberikan maaf kepada orang lain, maka sungguh itulah
amal yang berat.
Oleh karena itu, Allah swt menjamin siapapun yang dapat mengendalikan emosi dan amarahnya
selamat dari siksaan api neraka . Demikian keterangan sebuah hadits yang berbunyi:


Barang siapa yang mampu mengendalikan amarahnya, maka Allah akan mengendalikan (menjauhkan )
siksa-Nya.
Ma'asyiral Muslimin Rahimakumullah
Amal berat kedua adalah al juudi fil 'usroh menjadi pemurah dan dermawan ketika kondisi 'saku'
(keuangan) kita sedang sempit atau tidak mapan. Menjadi dermawan bukanlah perkara gampang,
apalagi berlaku dermawan ketika kondisi keuangan sangat menipis. Oleh karena itu Allah swt
memposisikan orang dermawan sangat dekat dengan-Nya. dalam sebuah hadits diterangkan:

Bahwa orang yang dermawan dekat dengan Allah, dekat dengan surge, dekat dengan masyarakatnya
dan jauh dari neraka
Hadits ini bukanlah sekedar hadits motifasi, tetapi merupakan petunjuk dan rambu-rambu bagi siapapun
yang ingin memposisikan diri dekat dengan Allah swt, maka hendaklah ia menjadi orang yang
dermawan. Baik dalam kondisi longgar, lebih-lebih dalam kondisi sesak.
Katiga, adalah al-iffah fil khulwah,yaitu menghindarkan diri dari tindakan haram dalam keadaan sepi
tanpa ada siapapun yang melihatnya. Amal ketiga ini merupakan ujian akan keikhlasan seseorang
dalam beramal. Bahwa untuk melakukan ataupun menghindari dosa seseorang tidak perlu
memperhatikan orang di lingkungannya. Karena jika seseorang melakukan sesuatu (amal) karena
orang lain akan disebut riya, dan jika meninggalkan sesuatu karena orang lain menjadi syirik.
Sebagaimana diungkapkan oleh Ibnu Iyadh

;
Ibnu Iyadh, bahwa tidak melakukan sesuatu karena manusia adalah riya, dan melakukan sesuatu
karena manusia adalah syirik
Jama'ah Rahimakumullah
Keempat, adalah qaulul haq liman yahofuhu au yajuruhu, yaitu berkata yang di depan orang yang
ditakuti atau diharapkan. Jelas sekali materi terakhir ini berhubungan dengan kejujuran. Karena
kebanyakan orang berbicara menyesuaikan atau melihat siapa yang diajak bicara. Seringkali orang
akan membicarakan hal-hal yang disukai lawan bicaranya, apalagi jika lawan bicaa itu adalah orang yag
ditakuti kareha hubungan kerja atau hubungan keluarga. Dengan kata lain amal terberat ke eempat ini
merupakan usaha meghindarkan diri dari kebiasaan menjilat. Baik menjilat kepada atasan atau kepada
orang yang diharapkan
Dengan demikian materi keempat ini sesuai dengan peribahasa:

Katakanlah kebenaran waluapun pahit adanya.


Demikianlah khotbah Jum'ah kali ini, meskipun sekelumit semoga bermanfaat.

Khutbah II