Anda di halaman 1dari 30

JIT (Lean Accounting), Cost of

Quality, dan Target Costing


Ahmad Priyono
Anggi Octavia Irawan
Evanti Andriani
A. ANALISIS SIKLUS HIDUP SUATU BIAYA
Siklus biaya (The cost life cycle)

Siklus biaya adalah urutan aktivitas biaya dalam perusahaan mulai
dari riset dan pengembangan, desain, produksi, pemasaran
distribusi dan pelayanan pada pelanggan. Riset dan pengembangan
Desain (Target Costing) Produksi Pemasaran dan Distribusi
Pelayanan pada pelanggan

The Market Life Cycle
1
Pre-introductory stage
2
Introduction
3
Growth stage
4
Maturity stage
5
Decline stage
Pendekatan Linier vs Simultaneous Engineering
Pendekatan linier adalah desain dari proses yang berurutan dan
tidak terkoordinasi dimana setiap area fungsional dari perusahaan
berkonsentrasi pada kebutuhan dan kepentingannya masing-
masing.

Pendekatan linier ini tidak hanya mahal namun juga akan
memperpanjang waktu yang dibutuhkan untuk produk atau jasa
dapat dipasarkan

Alternatif lain adalah simultaneous engineering (disebut juga
concurrent engineering atau produksi yang beriringan) adalah desain
proses yang beriringan dan bersamaan, dimana desain ini berusaha
untuk menyeimbangkan pengembangan produk atau jasa, antara
merealisasikan konsep produk tersebut dengan umpan balik dari
pelanggan.
Menyesuaikan Kapasitas dengan Permintaan
Siklus hidup biaya barang atau jasa dapat dikurangi dengan memasangkan
kemampuan produksi dengan permintaan atas barang atau jasa secara
optimal. Perusahaan yang berencana untuk memperkenalkan suatu barang
atau jasa yang baru akan menginvestasikan kapasitas yang besar karena
mengantisispasi pertumbuhan atas permintaan selama masa/tahap
pertumbuhan.

Dengan asumsi bahwa semuanya terjadi secara konstan, kapasitas yang
dimiliki perusahaan ini akan memastikan bahwa barang atau jasa yang
dikirmkan kepada konsumen dapat langsung tersedia.
B. MENENTUKAN TARGET BIAYA DENGAN ANALISIS
FUNGSIONAL
Tujuan dari manajemen adalah untuk memproduksi barang atau jasa
yang sesuai dengan kebutuhan konsumen, ekpektasi atas harga dan
kualitas barang atau jasa selama siklus hidupnya agar suatu barang atau
jasa dikatakan menguntungkan harus didisain dalam target biaya yang
sudah ditentukan. Salah satu metode yang digunakan adalah analisis
fungsional.

Target Costing
Target biaya atau target costing adalah metode penentuan biaya
produksi dimana perusahaan terlebih dahulu menentukan biaya
produksi yang harus dikeluarkan berdasarkan harga kompetitif,
dengan demikian perusahaan memperoleh laba yang diharapkan
Bagaimana target costing
digunakan dalam metode
management biaya ?
Apakah analisis fungsional dan
bagaimana jika digunakan dengan
target costing ?


Apakah target cost sama dengan
standart cost ?
Pengimplementasian Target
Costing
Menentukan harga pasar
Menentukan laba yang diharapkan
Menghitung target biaya pada harga pasar dikurangi laba yang diharapkan
Menggunakan rekayasa nilai untuk mengidentifikasi cara yang dapat digunakan
untuk menurunkan biaya produk.
Menggunakan kaizen costing dan pengendalian operasional untuk terus
menurunkan biaya

Apakah analisis fungsional dan bagaimana jika
digunakan dengan target costing ?

Menggunakan Teknik Pendekatan Simultan
1. Rekayasa dan desain
2. Akuntansi manajemen
3. Produksi
4. Pemasaran
5. Logistik
Mengembangkan Konsep dari Fungsi Family
Tree

Sebuah Fungsional Family Tree adalah diagram
logis dari masing-masing fungsi dari produk atau
jasa, masing-masing bagian bukan dari produk dan
jasa
Mengembangkan Bagian dari Fungsi Biaya
Matrix

Peningkatkan Fleksibilitas Melalui Analisis
Fungsional
Semakin besar jumlah bagian yang berbeda yang dibutuhkan
untuk membuat produk, semakin besar kompleksitanyas.
Kompleksitas akan rendah. Produk harus dirancang tidak
hanya dengan beberapa bagian, tetapi juga dengan banyak
bagian standar
Cost Of Quality
1
Biaya Kesesuaian Mutu
2
Biaya-Biaya Ketidaksesuaian Mutu
Elemen-elemen dari Cost Of Quality
1
Prevention Cost
2
Appraisal Cost
3
Internal Failure Cost
4
External Failure Cost

Just in Time dikembangkan oleh Toyota Motor Corporation tahun
1973. Tujuan utamanya adalah pengurangan biaya atau
perbaikan produktivitas dengan menghilangkan berbagai
pemborosan. Pengembangan yang sangat penting dalam
perencanaan dan pengendalian operasional saat ini adalah JIT
manufacturing yang kadang disebut sebagaiproduk tanpa
persedian.
JIT juga memperhatikan keseluruhan system produksi sehingga
komponen yang bebas dari cacat dapat disediakan untuk tingkat
produksi selanjutnya tepat ketika mereka dibutuhkan tidak
terlambat dan tidak terlalu cepat.


Sistem produksi tepat waktu (Just In
Time) adalah sistem produksi atau
sistem manajemen fabrikasi modern yang
dikembangkan oleh perusahaan-
perusahaan Jepang yang pada prinsipnya
hanya memproduksi jenis-jenis barang
yang diminta sejumlah yang diperlukan
dan pada saat dibutuhkan oleh
konsumen.



1. Produksi Just In Time (JIT), adalah memproduksi
apa yang dibutuhkan hanya pada saat dibutuhkan
dan dalam jumlah yang diperlukan.
2. Autonomasi merupakan suatu unit pengendalian
cacat secara otomatis yang tidak memungkinkan
unit cacat mengalir ke proses berikutnya.
3. Tenaga kerja fleksibel, maksudnya adalah mengubah-
ubah jumlah pekerja sesuai dengan fluktuasi
permintaan.
4. Berpikir kreatif dan menampung saran-saran
karyawan

Terdapat empat konsep pokok yang harus dipenuhi
dalam melaksanakan Just In Time (JIT):
Tujuan utama yang ingin dicapai dari sistem JIT
adalah :
1. Zero Defect (tidak ada barang yang rusak)
2. Zero Set-up Time (tidak ada waktu set-up)
3. Zero Lot Excesses (tidak ada kelebihan lot)
4. Zero Handling (tidak ada penanganan)
5. Zero Queues (tidak ada antrian)
6. Zero Breakdowns (tidak ada kerusakan
mesin)
7. Zero Lead Time (tidak ada lead time)

Hal yang di perhatikan dalam JIT :
Aliran material yang lancar
Pengurangan waktu set-up
Pengurangan lead time vendor
Komponen zero defect
Kontrol rantai produksi yang disiplin

JIT dapat diterapkan dalam
berbagai bidang fungsional
perusahaan,diantaranya
adalah :

1. Pembelian
2. Produksi
P
E
N
E
R
A
P
A
N
JUST
IN
TIME
Pembelian JIT

Pembelian JIT adalah sistem
penjadwalan pengadaan barang dengan
cara sedemikian rupa sehingga dapat
dilakukan penyerahan segera untuk
memenuhi permintaan atau penggunaan.

Pembelian dengan JIT dapat mengurangi
waktu dan biaya yang berhubungan dengan
aktivitas pembelian dengan cara :
Mengurangi jumlah pemasok Mengurangi
atau mengeliminasi waktu dan biaya
negosiasi dengan pemasok.
Memiliki pembeli atau pelanggan dengan
program pembelian yang mapan.
Mengeliminasi atau mengurangi kegiatan
dan biaya yang tidak bernilai tambah.
Mengurangi waktu dan biaya untuk
program-program pemeriksaan mutu.


Produksi JIT adalah sistem penjadwalan
produksi komponen atau produk yang tepat
waktu, mutu, dan jumlahnya sesuai dengan
yang diperlukan oleh tahap produksi
berikutnya atau sesuai dengan memenuhi
permintaan pelanggan.

Produksi JIT dapat mengurangi biaya
produksi dengan cara:
Mengurangi atau meniadakan barang dalam
proses
Mengurangi atau meniadakan Lead Time
(waktu tunggu)
Mengurangi biaya setup mesin-mesin pada
setiap tahapan pengolahan produk
(workstation).
Penyederhanaan pengolahan produk
sehingga aktivitas produksi yang tidak
bernilai tambah dapat dieliminasi.

Dampak penggunaan JIT dalam sistem
pemanufakturan :
Meningkatkan Keterlacakan (Ketertelusuran)
biaya.
Meningkatkan akurasi penghitungan biaya
produk.
Mengurangi perlunya alokasi pusat biaya jasa
(departemen jasa)
Mengubah perilaku dan relatif pentingnya biaya
tenaga kerja langsung.
Mempengaruhi sistem penentuan harga pokok
pesanan dan proses.


THANK YOU FOR YOR
ATTENTION