Anda di halaman 1dari 9

LAPORAN PENDAHULUAN

ANSIETAS
I

OLEH :
BAGUS KM CORRY AGUNG S
12E10800

DIII KEPERAWATAN
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN BALI
2012/2013

TINJAUAN TEORI
A. Definisi

Ansietas / cemas merupakan perasaan yang tidak menyenangkan disebabkan oleh


sumber yang tidak jelas / tidak spesifik.
(Tarwoto dan Wartonah, 2006)

Kecemasan merupakan suatu ketakutan neoritik dengan keadaan takut yang terus
menerus dimana respon terhadap kedukaan yang belum pernah terjadi.
(Drs. Dimyati Mahmud)

Ansietas merupakan keadaan ketika individu / kelompok mengalami perasaan


gelisah (penilaian atau opini) dan aktivitas sistem saraf otonom dalam berespon
terhadap ancaman yang tidak jelas, nonspesifik.
(Carpenito, Lynda Juall, edisi 10, 2007)

Tingkatan Cemas :
1. Cemas Ringan
Berhubungan dengan ketegangan atas peristiwa kehidupan sehari hari. Pada
tingkatan ini lahan persepsi melebar dan lahan individu akan berhati hati dan
waspada. Respon cemas ringan seperti sesekali bernafas pendek, nadi dan
tekanan darah meningkat, gejala ringan pada lambung, mulut berkerut, tidak
dapat duduk / beristirahat dengan tenang.
2. Cemas Sedang
Pada tingkatan ini lahan persepsi terhadap masalah menurun. Respon cemas
sedang, seperti sering bernafas pendek, nadi dan tekanan darah meningkat, mulut
kering, gelisah, bicara banyak dan cepat, susah tidur dan perasaan tidak enak.
3. Cemas Berat
Pada tingkatan ini persepsi sangat sempit, individu cenderung memikirkan hal
hal yang kecil saja dan mengabaikan hal hal yang penting, seseorang tidak
mampu berfikir berat, nadi dan tekanan darah meningkat, berkeringat, sakit
kepala, penglihatan kabur, tampak tegang, tidak mampu menyelesaikan masalah,
perasaan ancaman meningkat.
4. Panik

Persepsi pada tingkatan ini telah terganggu sehingga individu tidak dapat
mengendalikan dirinya lagi dan tidak melakukan apa apa walaupun telah diberi
pengarahan. Respon panik seperti nafas pendek, sakit dada, pucat, hipotensi,
mengamuk, takut, berteriak, dan kehilangan kendali.
B. Etiologi
1. Perubahan kesehatan dan status sosial
2. Ancaman kehilangan dan kematian
3. Transmisi interpersonal atau penularan
4. Kurangnya pengetahuan
5. Kehilangan benda benda yang dimiliki
6. Perpisahan sementara atau permanen
7. Hospitalisasi
C. Proses Terjadinya
Cemas biasanya dipengaruhi oleh adanya ketakutan, cemas menyangkut pada perasaan
yang tidak jelas pada ketakutan dan kepribadian dalam berespon terhadap ancaman pada
nilai sistem seseorang atau pola keamanan. Pola cemas dan takut menyebabkan respon
simpatik yang sama menyangkut kontraksi kardiovaskuler, dilatasi pupil, berkeringat,
mulut kering, secara kebiasaan akan berespon menghindar, meyerang atau menurunkan
resiko gangguan seseorang yang mengalami cemas. Cemas dapat mempengaruhi
meningkatnya ketegangan motorik, hiperaktivitas otonom, dan kewaspadaan kognitif.
Ketegangan motorik dimanifestasikan oleh gemetar, gelisah, dan sakit kepala.
Hiperaktivitas otonom dimanifestasikan oleh sesak nafas, keringat berlebih, palpitasi, dan
gastrointestinal bisa mengakibatkan pasien mudah tersinggung dan mudah dikejutkan.
D. WOC
Cemas
Ketidak seimbangan tenaga dan motivasi

Mekanisame koping
Adaptif

Maladaptif

Konstruksi

Desktruksi

E. Konsep Dasar Askep


Batasan Karakteristik :
1. Mayor
a) Fisiologis :
Peningkatan frekuensi jantung
Peningkatan tekanan darah
Peningkatan frekuensi pernafasan
Dilatasi pupil
Diaforesis
Suara tremor
Gelisah
Gemetar
Diare
Sering berkemih
Kegelisahan
Insomnia
Keletihan dan kelemahan
Pucat atau kemerahan
Mulut kering, mual atau muntah
Anoreksia
b) Emosional :
Individu mengatakan merasa :
Ketakutan
Ketidak berdayaan
Gugup
Kurang percaya diri
Kehilangan control
Ketegangan atau merasa dikunci
Tidak dapat relaks

Antisipasi kegagalan
Individu memperlihatkan :
Peka rangsang atau tidak sabar
Marah berlebihan
Menangis
Cenderung menyalahkan orang lain
Kontak mata buruk
Kritisme pada diri sendiri
Menarik diri
Kurang inisiatif
Mencela diri
Reaksi kaku
c) Kognitif :
Tidak dapat berkonsentrasi
Kurang kesadaran tentang sekitar
Mudah lupa
Blok pikiran (tidak dapat mengingat)
Terlalu perhatian
Preokupasi
Penurunan kemampuan belajar
I.

Pengkajian
a) DS :
1. Kaji batasan karakteristik :
a. Riwayat sensasi individu yang tidak lazim (gelisah, mual dan pusing,
mulut kering, takut)
b. Kaji perasaan individu tentang kondisi yang sedang dialami
2. Kaji faktor faktor yang berhubungan dengan :
a. Riwayat individu dengan orang terdekat
b. Perilaku koping yang lazim

b) DO :
1. Kaji batasan karakteristik :
a. Kaji TTV
b. Penampilan umum
c. Perilaku selama diwawancarai
d. Pola komunikasi
e. Keterampilan berkomunikasi
f. Status nutrisi
g. Pola istirahat tidur
h. Perilaku koping yang tampak

II.

Diagnosa Keperawatan
1. Ansietas
Kemungkinan berhubungan dengan :
a. Kurang pengetahuan
b. Ancaman perubahan status kesehatan dan status ekonomi
c. Situasi krisis
d. Ancaman kematian

III.

Perencanaan
a. Tujuan yang diharapkan :
Pasien nampak tenang
Pasien menyatakan merasa nyaman
Pasien paham akan penyakitnya dan tidak bertanya tanya
TTV normal
b. Intervensi :
Kaji riwayat kesehatan pasien saat masuk rumah sakit
Rasional : identifikasi faktor penyebab cemas
Kaji TTV
Rasional : mengidentifikasi rasa ketidaknyamanan pasien
Berikan penjelasan pada pasien tentang penyakit yang sedang ia alami

Rasional : pasien mengetahui informasi tentang penyakitnya sehingga


pasien dapat lebih tenang
Anjurkan keluarga untuk selalu menemani pasien
Rasional : dengan ditemani oleh keluarga, pasien akan merasa lebih
tenang dan nyaman
Memberikan kondisi lingkungan yang tenang kepada pasien
Rasional : dengan lingkungan yang tenang, kecemasan pasien dapat
dikurangi
IV.

Pelaksaan
Disesuaikan dengan rencana keperawatan

V.

Evaluasi
Pasien nampak tenang
Pasien mengatakan merasa nyaman
Pasien tidak bertanya tanya lagi tentang penyakitnya
TTV normal

F. Daftar Pustaka
Carpenito, Lynda Juall. 2006. Buku Saku Diagnosa Keperawatan. Edisi 10, Jakarta : EGC
Tarwoto dan Wartonah. 2006. Kebutuhan Dasar Manusia dan Proses Keperawatan.
Jakarta : Salemba Medika
Doengoes. 1995. Rencana Asuhan Keperawatan, Jakarta : EGC

G. Lembar Pengesahan
Mengetahui

Pembina Ruangan

Mahasiswa

Pembina Akademik