Anda di halaman 1dari 8

ABSTRAK

Salah satu hal terpenting dalam gardu induk adalah keselamatan peralatan dan operator saat
keadaan normal dan terjadi gangguan. Sistem pentanahan peralatan dipasang sebagai cara untuk
memperkecil pengaruh gradien tegangan dan arus di permukaan tanah pada tingkat yang tidak
membahayakan orang atau peralatan baik dalam keadaan normal maupun gangguan. Besarnya
gradien tegangan pada permukaan tanah tergantung pada tahanan jenis tanah atau sesuai dengan
struktur tanah tersebut. Salah satu usaha untuk memperkecil tegangan permukaan tanah maka
diperlukan suatu pentanahan yaitu dengan cara menambahkan elektroda pentanahan yang ditanam
ke dalam tanah. Oleh karena lokasi peralatan listrik (gardu induk) biasanya tersebar dan berada
pada daerah yang kemungkinannya mempunyai struktur tanah berlapis-lapis maka diperlukan
perencanaan pentanahan yang sesuai, dengan tujuan untuk mendapatkan tahanan pentanahan yang
kecil sehingga tegangan permukaan yang timbul tidak membahayakan baik dalam kondisi normal
maupun saat terjadi gangguan ke tanah. Dalam paper ini analisa dilakukan dengan menggunakan
elektroda batang (Rod) dengan berbagai jenis pemasangannya.
Kata kunci: gardu induk, gradien tegangan, elektroda batang.
..



















I. Pendahuluan
Pentanahan peralatan adalah
penghubungan bagian - bagian peralatan listrik
yang pada keadaan normal tidak dialiri arus.
Tujuannya adalah untuk membatasi tegangan
antara bagian bagian peralatan yang tidak dialiri
arus dan antara bagian bagian ini dengan tanah
sampai pada suatu harga yang aman untuk
semua kondisi operasi baik kondisi normal
maupun saat terjadi gangguan. Peralatan
pentanahan ini berguna untuk memperoleh
impedansi yang kecil atau rendah sebagai jalan
balik arus singkat ke tanah dengan potensial
yang merata agar bila arus hubung singkat ke
tanah mengalir melalui melalui tanah dengan
tahanan yang tinggi maka akan menimbulkan
perbedaan tegangan yang besar dan berbahaya.


























Beberapa asumsi mengenai parameter
yang digunakan dalam pentanahan peralatan
yaitu kedalaman penanaman elektroda
pentanahan, panjang elektroda batang, jumlah
elektroda batang (rod), ketebalan lapisan tanah
bagian pertama dan tahanan jenis tanah tiap
lapisan dengan asumsi sebagai berikut :
Lapisan lapisan tanah sejajar terhadap
permukaan tanah.
Tahanan jenis tanah adalah konstan untuk
setiap lapisan.
Analisa hanya dilakukan untuk elektroda
rod.
Panjang (rod)untuk semua kemungkinan
pemasangan adalah sama (3,5 meter).
Penggunaan Elektroda Batang Dalam Mereduksi
Nilai Tahanan Peralatan Pada Gardu Induk

Lalu Arya Repatmaja,Rudy Prasetyo,Moch. Alfian Isnan Romadhon
Jurusan Teknik Elektro-FTI, Institut Teknologi Sepuluh Nopember
Kampus ITS, Keputih-Sukolilo, Surabaya-60111
II. DASAR TEORI
2.1. Pengertian Pentanahan Peralatan
Pentanahan peralatan adalah pentanahan
bagian dari peralatan yang pada kerja normal
tidak dilalui arus. Bila terjadi hubung singkat
suatu penghantar dengan suatu peralatan, maka
akan terjadi beda potensial (tegangan),yang
dimaksud peralatan disini adalah bagian-bagian
yang bersifat konduktif yang pada keadaan
normal tidak bertegangan seperti bodi trafo, bodi
PMT, bodi PMS, bodi motor listrik, dudukan
batere dan sebagainya.
Bila seseorang berdiri ditanah dan
memegang peralatan yang bertegangan, maka
akan ada arus yang mengalir melalui tubuh
orang tersebut yang dapat membahayakan
keselamatan. Untuk menghindari hal ini maka
peralatan tersebut perlu ditanahkan. Pentanahan
yang demikian disebut Pentanahan peralatan,
sebagai contoh pemasangan ditunjukkan seperti
pada gambar 2.1 berikut :










Tujuan pentanahan peralatan dapat
dijabarkan sebagai berikut :
1. Untuk mencegah terjadinya tegangan
kejut listrik yang berbahaya bagi
manusia dalam daerah yang mengalami
gangguan.
2. Untuk memungkinkan timbulnya arus
tertentu baik besar maupun lamanya
dalam keadaan gangguan ke tanah tanpa
menimbulkan kebakaran atau ledakan
pada bangunan maupun isinya.
3. Memperbaiki kinerja dari sistem.

2.2 Tahanan Pentanahan
Adalah besarnya tahanan pada
kontak/hubung antara masa (body) dengan
tanah. Faktor-faktor yang mempengaruhi
besarnya pentanahan :
A. Tahanan jenis tanah
B. Panjang jenis elektroda pentanahan
C. Luas penampang elektroda pentanahan
Harga pentanahan makin kecil makin
baik. Untuk perlindungan personal dan peralatan
perlu diusahakan tahanan pentanahan lebih kecil
atau kurang dari 1 Ohm. Untuk memahami
mengapa tahanan pentanahan harus rendah,
dapat digunakan hukum Ohm yaitu :
V = I x R
V = tegangan (volt)
I = arus (ampere)
R = tahanan (ohm)
Sebagai contoh terdapat tegangan
sumber 415 volt (240volt terhadap tanah)
dengan tahanan 4 ohm. Terjadi gangguan,
sehingga kabel dari sumber yang mencatu motor
listrik menyentuh badan motor. Hal ini berarti
kabel tersebut menghubungkan ke sistem
pentanahan yang mempunyai tahanan 20 ohm ke
tanah (perhatikan gambar 2.2). Menurut hukum
Ohm akan ada arus mengalir sebesar 10 amper
melewati badan motor. Apabila seseorang
menyentuh badan motor, maka dia akan
menerima tegangan sebesar 200 volt (20ohm x
10amper). Hal ini dapat berakibat fatal,
tergantung pada tahanan orang tersebut yang
bervariasi dengan tegangan yang disentuhnya.








Gambar 2.1 Pemasangan Peralatan
Pentanahan
Gambar 2.2 Ilustrasi Gangguan yang
Tinggi pada Tahanan Tanah
Gambar 2.7 Pentanahan menara
dengan counterpoise

2.3 Macam Macam Elektroda Pentanahan
Pada dasarnya terdapat tiga macam
elektroda pentanahan yaitu :
1. Elektroda Pita, berupa pita atau kawat
berpenampang bulat yang ditanam di dalam
tanah umumnya penanamannya tidak terlalu
dalam. (0,5 --- 1 meter) dan caranya ada
bermacam-macam, perhatikan gambar 2.3.




2. Elektroda Batang, berupa batang yang
ditanam tegak lurus dalam tanah, lihat
gambar 2.4.








Untuk membuat agar tahanan pentanahan
cukup kecil elektroda batang tersebut
ditanam lebih dalam atau menggunakan
beberapa batang elektroda.
3. Elektroda pelat, berupa pelat yang ditanam
tegak lurus dalam tanah seperti pada gambar
2.5.









2.4 Metoda / Cara Pentanahan Peralatan
1. Pentanahan dengan Driven Ground.
Pentanahan dengan driven ground adalah
pentanahan yang dilakukan dengan cara
menancapkan batang elektroda ke tanah.
















2. Pentanahan Dengan Counter Poise
Pentanahan dengan counter poise merupakan
pentanahan yang dilakukan dengan cara
menanam kawat elektroda sejajar atau radial,
beberapa cm di bawah tanah (30 cm - 90 cm).
Perhatikan gambar 2.7.














Gambar 2.6 Pentanahan Dengan
Driven Ground
<- Batang Elektroda ->

Gambar 2.4 Gambar elektroda baang
Gambar 2.3 Gambar elektro pita
Gambar 2.5 Gambar elektroda plat
Pentanahan dengan counter poise biasanya
digunakan apabila tahanan tanah terlalu tinggi
dan tidak dapat di kurangi dengan cara
pentanahan driven ground, biasanya karena
tahanan jenis tanah terlalu tinggi.
3. Pentanahan Dengan Mesh atau Jala
Pentanahan dengan mesh atau jala merupakan
cara pentanahan dengan jalan memasang kawat
elektroda membujur dan melintang di bawah
tanah, yang satu sama lain dihubungkan di
setiap tempat sehingga membentuk jala (Mesh).










Seperti pada gambar 2.8, sistem pentanahan
mesh atau jala biasanya dipasang di gardu induk
dengan tujuan untuk mendapatkan harga tahanan
tanah yang sangat kecil (kurang dari 1 ohm).
2.5 Tahanan Jenis Tanah
Harga tahanan jenis tanah pada daerah
kedalaman yang terbatas tergantung dari
beberapa faktor, seperti :
Jenis tanah = tanah liat, berpasir, berbatu,
dll.
Lapisan tanah = berlapis-lapis dengan
tahanan jenis berlainan atau uniform.
Kelembaban tanah
Temperatur.
Harga tahanan jenis selalu bervariasi sesuai
dengan keadaan pada saat pengukuran. Makin
tinggi suhu makin tinggi tahanan jenisnya.
Sebaliknya makin lembab tanah itu makin
rendah tahanan jenisnya. Secara umum
hargaharga tahanan jenis ini diperlihatkan pada
tabel berikut ini :

Tabel 2.1 Tahahanan Jenis Tanah
Sering dicoba untuk merubah komposisi
kimia tanah dengan memberikan garam pada
tanah dekat elektroda pentanahan dengan
maksud untuk mendapatkan tahanan jenis tanah
yang rendah. Cara ini hanya baik untuk
sementara sebab proses penggaraman harus
dilakukan secara priodik, sedikitnya enam bulan
sekali. Dengan memberi air atau membasahi
tanah juga dapat mengubah tahanan jenis tanah.
2.6 Pengukuran Pentanahan Peralatan
Pengukuran tahanan pentanahan bertujuan
untuk menetukan tahanan antara besi atau plat
tembaga yang ditanam dalam tanah yang
digunakan untuk melindungi peralatan listrik
terhadap gangguan petir dan hubung singkat.
Dengan demikian pelat tersebut harus ditanam
hingga mendapatkan tahanan terhadap tanah
sekitar yang sekecil-kecilnya.
Untuk mengukur tahanan seperti
diperlihatkan pada gambar 2.9. Cara
penggunaan "Earth Resistance Tester".
Penggunaan earth resistance tester berfungsi
sebagai magger dalam mengukur tahanan
peralatan pentanahan.









No Jenis Tanah
Tahanan Jenis
Tanah (-m)
1 Tanah rawa 30
2
Tanah liat dan
tanah ladang
100
3 Pasir Basah 200
4 Kerikil basah 500
5
Pasir dan kerikil
kering
1000
6 Tanah berbatu 3000
Gambar 2.8 Pentanahan Dengan
Mesh atau Jala
















III. PEMBAHASAN
3.1. Arus Melalui Tubuh Manusia
Kemampuan tubuh manusia terhadap
besarnya arus yang mengalir di dalamnya
terbatas dan lamanya arus yang masih dapat
ditahan sampai yang belum membahayakan
sukar ditetapkan. Berdasarkan hal ini maka batas
- batas arus berdasarkan pengaruhnya terhadap
tubuh manusia dijelaskan berikut ini.
Bila seseorang memegang penghantar yang
diberi tegangan mulai dari harga nol dan
dinaikkan sedikit demi sedikit, arus listrik yang
melalui tubuh orang tersebut akan memberikan
pengaruh. Mula-mula akan merangsang syaraf
sehingga akan terasa suatu getaran yang tidak
berbahaya bila dengan arus bolak balik dan akan
terasa sedikit panas pada telapak tangan bila
dengan arus searah (arus persepsi) Bila tegangan
yang menyebabkan terjadinya tingkat arus
persepsi dinaikkan lagi maka orang akan merasa
sakit dan kalau terus dinaikkan maka otot-otot
akan kaku sehingga orang tersebut tidak berdaya
lagi untuk melepaskan konduktor tersebut.
Apabila arus yang melewati tubuh manusia
lebih besar dari arus yang mempengaruhi otot
dapat mengakibatkan orang menjadi pingsan
bahkan sampai mati, hal ini disebabkan arus
listrik tersebut mempengaruhi jantung sehingga
jantung berhenti bekerja dan peredaran darah
tidak jalan.
Penelitian yang telah dilakukan oleh Dalziel
disebutkan bahwa 99.5 % dari semua orang yang
beratnya kurang dari 50 kg masih dapat menahan
arus pada frekuensi 50 Hz atau 60 Hz yang
mengalir melalui tubuhnya dan waktu yang
ditentukan oleh persamaan sebagai berikut :

Ik
2
.t = K (1)
Ik =
K
t
(2)
Jika k = K maka I
k
=
k
t
(3)

Keterangan :
I
k
: besarnya arus yang mengalir melalui tubuh
(ampere)
t : lamanya arus mengalir dalam tubuh atau
lama ganguan tanah (detik)
K : konstanta empiris, sehubungan dengan
adanya daya kejut yang dapat ditahan oleh
X % dari sekelompok manusia.
Untuk X= 99.5%, 50 kg diperoleh
K= 0.0135, maka k = 0.116.
Untuk X = 99.5%, 70 kg diperoleh
K= 0.01246 maka k = 0.157
Dengan menggunakan persamaan (3) akan
diperoleh besarnya arus yang masih dapat
ditahan seseorang sebagai berikut :

Untuk berat 50 kg Ik =
0.116

(4)
Untuk berat 70 kg Ik =
0.157

(5)

3.2. Tahanan Tubuh Manusia
Tahanan tubuh manusia berkisar di antara
500 Ohm sampai 100.000 Ohm tergantung dari
tegangan, keadaan kulit pada tempat yang
mengadakan hubungan (kontak) dan jalannya
arus dalam tubuh.
Kulit yang terdiri dari lapisan tanduk
mempunyai tahanan yang tinggi, tetapi terhadap
tegangan yang tinggi kulit yang menyentuh
konduktor langsung terbakar, sehingga tahanan
Gambar 2.9 Earth Resistance
Tester

dari kulit ini tidak berarti apa-apa. Tahanan
tubuh manusia ini yang dapat membatasi arus.
Berdasarkan hasil penyelidikan oleh para ahli
maka sebagai pendekatan diambil harga tahanan
tubuh manusia sebesar 1000 Ohm.
3.3. Karakteristik Tanah
Karakteristik tanah merupakan salah satu
faktor yang mutlak diketahui karena mempunyai
kaitan erat dengan perencanaan dan sistem
pentanahan yang akan digunakan. Sesuai dengan
tujuan pentanahan bahwa arus gangguan harus
secepatnya terdistribusi secara merata ke dalam
tanah atau mengalir ke tanah, maka penyelidikan
tentang karakteristik tanah sehubungan dengan
pengukuran tahanan dan tahanan jenis tanah
merupakan faktor penting yang sangat
mempengaruhi besarnya tahanan pentanahan.
Pada kenyataannya tahanan jenis tanah harganya
bermacam-macam, tergantung pada komposisi
tanahnya dan faktor faktor lain.
Untuk memperoleh harga tahanan jenis
tanah yang akurat diperlukan pengukuran secara
langsung pada lokasi pembangunan gardu induk
karena struktur tanah yang sesungguhnya tidak
sesederhana yang diperkirakan. Pada suatu
lokasi tertentu sering dijumpai beberapa jenis
tanah yang mempunyai tahanan jenis yang
berbeda-beda (non uniform). Pada pemasangan
sistem pentanahan dalam suatu lokasi gardu
induk, tidak jarang peralatan pentanahan
tersebut ditanam pada dua atau lebih lapisan
tanah yang berbeda yang berarti bahwa tahanan
jenis tanah di tempat itu tidak sama. Apabila
lapisan tanah pertama dari sistem pentanahan
mempunyai tahanan jenis sebesar r1 sedangka
lapisan bawahnya dengan tahanan jenisnya
adalah r2, maka diperoleh faktor refleksi K
seperti pada persamaan :

K =
21
2+1
(6)

Dari persamaan (6) di atas
memungkinkan faktor refleksi K berharga
positif atau negatif.
Ada beberapa faktor yang dapat
mempengaruhi tahanan jenis tanah antara lain:
Pengaruh temperatur, pengaruh gradien
tegangan, pengaruh besarnya arus, pengaruh
kandungan air dan pengaruh kandungan bahan
kimia. Pada sistem pengetanahan yang tidak
mungkin atau tidak perlu untuk ditanam lebih
dalam sehingga mencapai air tanah yang
konstan, variasi tahanan jenis tanah sangat besar.
Kadangkala pada penanaman elektroda
memungkinkan kelembaban dan temperatur
bervariasi, untuk hal seperti ini harga tahanan
jenis tanah harus diambil dari keadaan yang
paling buruk, yaitu tanah kering dan dingin.
Berdasarkan harga inilah dibuat suatu
perencanaan pengetanahan.
Nilai tahanan jenis tanah () sangat
tergantung pada tahanan tanah ( R ) dan jarak
antara elektroda-elektroda yang digunakan pada
waktu pengukuran. Pengukuran perlu dilakukan
pada beberapa tempat yang berbeda guna
memperoleh niai rata-ratanya. Tahanan jenis
rata-rata dari dua lapis tanah menurut IEEE
standar 81 dirumuskan sebagai berikut :


Rhoav = 1{1 + 2 [
2a

(1+(
2nH
a
)
2

x=1

a

(1+(
2nH
a
)
2
]} (7)
dimana :
Rhoav : tahanan jenis rata-rata dua lapis tanah
(Ohm-m)
1 : tahanan jenis tanah lapisan pertama
(Ohm-m)
a : jarak antara elektroda (meter)
h : ketebalan lapisan tanah bagian pertama
(meter)
K : koefesien refleksi
d : diameter elektroda (meter)
n : jumlah pengamatan (sampel) tiap
lapisan tanah yang diamati
Perbedaan tahanan jenis tanah akibat iklim
biasanya terbatas sampai kedalaman beberapa
meter dari permukaan tanah, selanjutnya pada
bagian yang lebih dalam secara praktis akan
konstan.

3.4. Konduktor Pentanahan
Konduktor yang digunakan untuk
pentanahan harus memenuhi beberapa
persyaratan antara lain :
Memiliki daya hantar jenis (conductivity)
yang cukup besar sehingga tidak akan
memperbesar beda potensial lokal yang
berbahaya.
Memiliki kekerasan (kekuatan) secara
mekanis pada tingkat yang tinggi terutama
bila digunakan pada daerah yang tidak
terlindung terhadap kerusakan fisik.
Tahan terhadap peleburan dari keburukan
sambungan listrik, walaupun konduktor
tersebut akan terkena magnitude arus
gangguan dalam waktu yang lama.
Tahan terhadap korosi.
Dari persamaan kapasitas arus untuk
elektroda tembaga yang dianjurkan oleh IEEE
Guide standar, ditemukan suatu persamaan :
A = I

33t
log(
T
mT
e

234+T
e
+1)
(8)
dimana :
A : penampang konduktor (circular mills)
I : arus gangguan (ampere)
t : lama gangguan (detik)
Tm : suhu maksimum konduktor yang
diizinkan (
0
C )
Te : suhu sekeliling tahunan maksimum
(
0
C )
Persamaan di atas dapat digunakan untuk
menentukan ukuran penampang minimum dari
konduktor tembaga yang dipakai sebagai kisi-
kisi pentanahan.
3.5. Penentuan Panjang Elektroda
Pentanahan
Kebutuhan akan konduktor pentanahan
pada umumnya baru diperkirakan setelah
diketahui tata letak peralatan yang akan
diketanahkan serta sistem pentanahan yang akan
digunakan. Sebagai dasar pertimbangan dalam
penentuan panjang konduktor pentanahan
umumnya digunakan tegangan sentuh, bukan
tegangan langkah dan tegangan pindah. Hal ini
disebabkan karena tegangan langkah yang
timbul di dalam instalasi yang terpasang pada
switch yard umumnya lebih kecil daripada
tegangan sentuh tersebut.
Pentanahan peralatan gardu induk mula
mula dilakukan dengan menanamkan batang
konduktor tegak lurus permukaan tanah (rod).
Penelitian selanjutnya dengan sistem
penanaman elektroda secara horisontal dengan
bentuk kisi-kisi (grid) dan gabungan sistem grid
dengan rod.
3.6. Penentuan Jumlah Batang Pentanahan
Pada saat arus gangguan mengalir antara
batang pengetanahan dengan tanah, tanah akan
menjadi panas akibat i
2

. Suhu tanah harus tetap


di bawah 100
o
C untuk menjaga jangan sampai
terjadi penguapan air kandungan dalam tanah
dan kenaikan tahanan jenis tanah.
Kerapatan arus yang diizinkan pada
permukaan batang pentanahan dapat dihitung
dengan persamaan berikut :
i = 3.1414x10
-5
d
d.
.t
(9)
dimana :
i : kerapatan arus yang diizinkan
(ampere/cm)
d : diameter batang pengetanahan (mm)
: panas spesifik rata-rata tanah ( 1.75
x 106 watt-detik tiap m
2
tiap 0
o
C )
: kenaikan suhu tanah yang diizinkan
(0
o
C )
: tahanan jenis tanah (ohm-m)
t : lama waktu gangguan (detik)
Seluruh panjang batang pentanahan yang
diperlukan dihitung dari pembagian arus
gangguan ke tanah dengan kerapatan arus yang
diizinkan, sedang jumlah minimum batang
pentanahan yang diperlukan diperoleh dari
pembagian panjang total dengan panjang satu
batang, atau dalam bentuk lain dituliskan
sebagai berikut :
Nmin =
Ig
L
1
x i
(10)
dimana :
Nmin : jumlah minimum batang pentanahan
yang diperlukan
Ig : arus gangguan ke tanah (ampere)
i : kerapatan arus yang dibolehkan
(ampere/cm)
L
1
: panjang konduktor (meter)
IV. Kesimpulan dan Saran
4.1. Kesimpulan
1. Semakin besar tahanan tanah maka
tegangan sentuh semakin besar pula.
2. Nilai tahanan jenis tanah yang berbeda
sangat berpengaruh dalam perhitungan
tahanan pentanahan sehingga nilai ini
perlu diperhitungkan dalam menentukan
kedalaman penanaman elektroda.
3. Besar tahanan pentanahan dipengaruhi
oleh ukuran elektroda yang digunakan, dan
ini sangat tergantung pada ketersediaan
dan spesifikasi ukuran elektroda tersebut.
4. Tahanan peralatan dapat mempengaruhi
penampilan saluran (line Performance).
4.2. Saran
1. Penggunaan elektroda batang dalam
mereduksi tahanan peralaan dapat dipilih
menggunakan logam baja ataupun logam
tembaga.
2. Penggunaan elektroda batang perlu
memperhatikan faktor korosi yang
disebabkan faktor-faktor seperti : faktor
lingkungan seperti suhu, kelembaban,
aerasi dan ph tanah.
DAFTAR PUSTAKA
1. Peraturan Umum Instalasi Listrik 2000 (
PUIL 2000 ).
2. Elektro Indonesia, Analisa Perbandingan
kemampuan Elektroda Batang dan
Kombinasinya dalam mereduksi
Tahanan Pentanahan Berdasarkan
Struktur Tanah,Edisi ke Empat belas,
Agustus 1998.
3. F. Suryatmo, Teknik Pengukuran Listrik
dan Elektronika, Bumi Aksara, Jakarta,
2008
4. Pusat Pendidikan dan pelatihan PLN.
2010. Grounding System.Jakarta.