Anda di halaman 1dari 30

LAPORAN KASUS

MODUL HUKUM AGAMA DAN MORAL


Seorang Pasien yang Menolak Pengobatan
KELOMPOK 9
!"#" $%% Re&ta Her'a(an Laksono
!")" %*) Mayan+ra Ma,en+rasti
!")" %*9 Melia -n+asari
!"9" %. Melissa Rosari Hartono
!"9"%)/ Pryta 0i+yaningr1'
!"9"%)# P1teri Ra,'ia
!"9"%)) P1tri Nabila, 2,an+ra
!"9"$$# Sa3itri Sirait
!"9"$$9 Sela Arini P1tri
!"9"$!% S,ane Sakina,
!"9"$// 0i4aksono Harry N1gro,o
!"9"$/) 0in+a -n+riati
!"9"$/9 0in+a Setyo(1lan
5ak1ltas Ke+okteran Uni3ersitas 6risakti
7akarta
8A8 -
PENDAHULUAN
8A8 --
LAPORAN KASUS
Skenario %
Ny.S, 35 tahun, datang berobat ke sebuah klinik bedah dengan keluhan utama tidak
dapat buang air kecil. Setiap kali ingin bak, perlu ditolong dengan memakai kateter. Setelah
dilakukan pemeriksaan lengkap, termasuk dengan kolonoskopi, ditemukan adanya tumor
pada daerah kolon yang mendesak vesika urinaria sehingga mengakibatkan kesulitan bak.
Dokter menganjurkan untuk tindak pembedahan pengangkatan tumor mengingat tumornya
belum seberapa besar. Ny.S dan keluarganya setuju saran dokter dan menangani informed
consent.
Skenario $
Saat dilakukan pembedahan, dokter menemukan banyak terjadi perlengketan dan
ternyata karsinoma primernya ada pada ovarium kiri. Dihadapkan pada kenyataan yang ada
saat itu dan kondisi pasien yang tampak melemah, dokter segera memutuskan untuk
melakukan reseksi kolon dan mengangkat ovariumnya tanpa konsultasi dulu dengan doter
obgyn .
Setelah operasi, kondisi pasien tampak membaik dan dokter segera memberikan
kemoterapi serta penyinaran. Akibat efek samping kemoterapi dan penyinaran itu, Ny.S,
merasakan penderitaan yang luar biasa, tidak bisa makan karena sangat mual dan nyeri yang
hampir tidak tertahankan.
Ny.S, akhirnya mengambil keputusan untuk menolak terapi apapun dan memilih
tinggal di rumah bersama keluarganya. a menyadaribah!a penyakitnya tidak bisa diobati
dan hidupnya tidak lama lagi.
Skenario !
Sikap Ny.S yang menolak semua terapi dari dokter, berdampak pada kondisi fisiknya
yang semakin kurus. Atas saran teman"temannya dan desakan dari keluarga, ny.S lalu
mencoba berobat ke pengobatan alternatif, ternyata tidak memberikan perbaikan pada kondisi
kesehatannya. #ondisi Ny.S semakin parah dan sekarang malah merasakam sakit yang luar
biasa yang hampir"hampir tidak tertahankan. $elihat keadaam Ny.S suaminya lalu minta
bantuan dokter dekat rumahnya untuk mengatasi rasa sakitnya. Dokter lalu memberikan
suntikan morfin. Akibat suntikan morfin itu, Ny.S tertidur dan kelihatannya rasa sakitnya bisa
diredakan. Namun, setelah efek morfin itu hilang, Ny.S tampak kesakitan kembali sehingga
dokter terpaksa harus memberikan suntikan morfin beberapa kali dengan dosis yang semakin
bertambah. %ada akhirnya Ny.S tidak dapat dipertahankan, ia akhirnya meninggal.
8A8 ---
PEM8AHASAN
!"%" Stat1s Pasien
dentitas %asien
Nama & Ny.S
'sia & 35 tahun
(enis #elamin & )anita
Alamat & "
%ekerjaan & "
#eluhan utama& *idak dapat buang air kecil
*anda +ital
" *ensi & "
" Nadi & "
" %ernapasan& "
" Suhu & "
Status ,eneralis& dalam batas normal
%emeriksaan %enunjang& hasil kolonoskopi ditemukan tumor pada daerah kolon yang
mendesak vesika urinaria
!"$" Da&tar Masala,
%ermasalahan pada kasus ini berkaitan dengan materi modul -ukum, Agama, dan
$oral yang akan kelompok kami bahas antara lain mengenai&
.. Sikap dan tidakan dokter
/. Sikap dan tindakan pasien
3. *erapi alternatif dan paliatif care
!"!" Sika9 +an tin+akan +okter
Informed consent
%ada skenario pertama tertulis bah!a setelah pasien didiagnosis tumor pada daerah kolon,
disebutkan pasien dan keluarganya setuju dengan operasi pengangkatan tumor dan
kemudian menandatangani informed consent, hal ini sesuai dengan kaidah bioetika dan
hukum. Akan tetapi, pada saat dilangsungkan operasi, didapatkan tumor primer pasien
berada di ovarium, dan kemudian ovarium diangkat. Seharusnya sebelum ovarium pasien
diangkat, +okter 'e'berita,1kan kel1arga 9asien terlebi, +a,1l1, atau
mendelegasikan seorang pera!at untuk melakukan hal tersebut. %ersetujuan dari pihak
keluarga juga penting, karena informed consent yang ditandatangani hanyalah persetujuan
atas pengangkatan tumor kolon saja, tidak termasuk pengangkatan ovarium.
%engangkatan ovarium dapat mempengaruhi kondisi fisik dan psikis pasien, di antaranya
pasien akan mengalami penurunan hormon estrogen yang drastis, hal tersebut akan
mempengaruhi tubuhnya. Selain itu, pasien juga akan kesulitan dalam memiliki anak
karena ovarium kirinya diangkat.
%ada skenario selanjutnya ditemukan pasien merasa sangat menderita dengan kemoterapi
dan penyinaran sehingga menolak untuk terapi tersebut. Dokter !ajib untuk tetap
menjelaskan kepada pasien bah!a kemoterapi dan penyinaran memang diperlukan pasien
agar sembuh dan memberi tahu pasien kemungkinan"kemungkinan yang akan terjadi jika
terapi tidak dilanjutkan. (ika pasien mengerti dan memiliki alasan yang masuk akal dalam
penolakan tersebut, maka dokter pun !ajib menghormati hak otonomi pasien.
Standard Operating Procedure
Setiap rumah sakit memiliki S0% yang berbeda"beda, akan tetapi, secara umum setiap
rumah sakit memiliki kebijakan bagi seorang dokter untuk berkons1ltasi +1l1 +engan
s9esialis obsgyn sebelum mengangkat ovarium pasien seperti dalam kasus ini. Selain itu,
kemungkinan pada kasus ini dokter belum melakukan pemeriksaan yang menyeluruh dan
lengkap karena diagnosis dokter hanyalah tumor pada kolon, dokter tidak mencari tahu
apakah tumor tersebut memang tumor primer di kolon atau penyebaran dari organ lain,
dan apakah tumor tersebut jinak atau ganas. %ada satu sisi, kemungkinan dokter ingin
segera mengatasi gejala pasien yang sulit buang air kecil.
Kai+a, bioetika
Ada empat kaidah bioetika, yaitu beneficence, non-maleficence, justice, dan aotonomy.
%ada kasus, dokter memang memperhatikan kebaikan 1beneficence2 dan mencegah
perburukan 1non-maleficence2 pada keadaan pasien dengan menggunakan ilmunya
sebagai seorang dokter. *umor primer yang ditemukan pada ovarium kiri pasien memang
sebaiknya diangkat sesegera mungkin. Akan tetapi, dokter juga tidak boleh mengacuhkan
kaidah autonomy pasien, yang dalam kasus ini dapat di!akili oleh keluarganya.
Sedangkan pada bagian pasien menolak terapi, dokter justru menjunjung hak otonomi
pasien di atas kebaikan diri pasien itu sendiri.
!"* Sika9 +an tin+akan 9asien
8AHAN SA5-6R-
Segi Aga'a
.. *indakan pasien menyetujui untuk dilakukan operasi pengangkatan karsinoma
a. slam
Dalam pandangan agama slam penyakit adalah suatu ujian dari Allah S)*
untuk menguji keimanan manusia, apakah akan mendekatkan diri kepada"Nya
atau malah semakin menjauh. *entunya sikap yang diharapkan dari umat
muslim ketika menghadapi penyakit adalah sabar dan ta!akal, serta berusaha
untuk mencari pengobatan demi kesembuhannya. Diri!ayatkan dari Abud
Darda3 radhiyallahu 4anhu secara marfu5& 6Sesungguhnya Allah menciptakan
penyakit dan obatnya. $aka berobatlah kalian, dan jangan berobat dengan
sesuatu yang haram.7 1-8. Ad"Daulabi2. (uga diri!ayatkan dari Abu -urairah
radhiyallahu 4anhu bah!a Nabi Shallallahu 4alaihi !a sallam bersabda&
6*idaklah Allah menurunkan satu penyakit pun melainkan Allah turunkan pula
obat baginya. *elah mengetahui orang"orang yang tahu, dan orang yang tidak
tahu tidak akan mengetahuinya.7 1-8. Al"9ukhari. Diri!ayatkan juga oleh Al"
mam $uslim dari (abir radhiyallahu 4anhu2
b. #risten
Sakit merupakan akibat dari adanya dosa, di mana dosa dapat merusak
hubungan manusia dengan Allah: manusia dengan manusia lainnya: dan
manusia dengan alam. #esehatan memang bukan goal hidup bagi orang
#risten. Namun karena adanya pemahaman bah!a sakit adalah akibat dosa
maka orang #risten harus berusaha untuk dapat memulihkan hubungan
dengan Allah melalui pengobatan agar bisa memuliakan Allah.
c. #atolik
$anusia sakit bukan karena *uhan, tetapi karena ulah manusia sendiri sebagai
konsekuensi akibat memiliki tubuh. Dalam pandangan #atolik bah!a manusia
ditugaskan untuk memelihara alam termasuk dirinya sendiri sehingga ketika
manusia sakit hendaknya berusaha untuk sembuh agar dapat melanjutkan
tugasnya untuk memuliakan Allah.
d. -indu
'mat -indu memiliki pandangan bah!a sakit merupakan akibat dari
ketidakseimbangan unsur dalam tubuh. -al ini tidak sesuai dengan ajaran
-indu yang selalu mengajarkan manusia untuk hidup seimbang. 0leh karena
itu, ketika sakit sangat dianjurkan untuk melakukan pengobatan demi
kesembuhan. 69atasan yang paling mungkin dan yang paling singkat
mengenai pengobatan adalah disingkirkannya penyebab penyakit.7 1+asand
;ad, /<<=& ..=2
e. 9uddha
Agama 9uddha sangat menaruh perhatian terhadap kesehatan dan
menganggap bah!a kesehatan adalah sesuatu yang penting. Sakit merupakan
corak kehidupan, yang apabila tidak bisa disembuhkan maka harus diterima
dengan rela. *erdapat beberapa ungkapan 9uddha mengenai kesehatan&
6arogyaparama labha7 1kesehatan adalah keberuntungan yang tertinggi2:
6sabbaroga"vinimutto7 1semoga terbebas dari semua penyakit2: 6sabbasantapa"
vajjito7 1semoga terbebas dari semua derita2: 6sabbarago"vinassatu7 1semoga
terhindar dari semua penyakit2. 9erdasarkan hal tersebut dapat ditarik
kesimpulan bah!a 9uddha mengajarkan agar mengupayakan
kesehatan>sembuh yang bukan hanya menghilangkan gejala tetapi juga
mencari sumber penyakit.
!". 6in+akan +okter 'engenai 9erl1asan tin+akan tan9a i:in
8AHAN SELA
!"/ 6era9i alternati&
A" De&inisi Pengobatan Alternati&
Pengobatan alternatif merupakan bentuk
pelayanan pengobatan yang menggunakan cara, alat,
atau bahan yang tidak termasuk dalam standar
pengobatan kedokteran modern 1 pelayanan
kedokteran standar > konvensional 2 dan dipergunakan sebagai alternatif atau pelengkap
pengobatan kedokteran modern tersebut.
.
Pengobatan Komplementer-Alternatif adalah pengobatan non konvensional
yang ditujukan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui upaya
promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif yang diperoleh melalui pendidikan terstruktur
dengan kualitas keamanan dan efektifitas yang tinggi yang berlandaskan ilmu
pengetahuan biomedik, yang belum diterima dalam kedokteran konvensional.
8" Konse9 Pengobatan Alternati&
$emahami tentang konsep yang dimiliki oleh pengobatan alternatif tradisional
dalam praktek pengobatan alternatif tradisional amatlah diperlukan dengan diketahuinya
konsep tersebut diharapkan dapat diikuti jalan pikiran serta alasan dilakukannya suatu
tindakan yang dilakukan oleh pengobatan alternatif tradisional ketika menghadapi
penderita yang datang meminta pertolongan. #onsep yang dimaksud disini tentu meliputi
konsep yang ada hubungannya dengan kesehatan, yang dicoba sederhana setidak"tidaknya
meliputi konsep kehidupan, kematian, penyebab penyakit serta kepercayaan terjatuh sakit.
2" Pe'inatan Pengobatan Alternati&
%engobatan alternatif tidak didukung dengan dasar ilmiah dan banyak kalangan yang
mengunakannya alasannya antara lain &
.. Dari sudut pandang pasien bukan suatu hal yang penting mengenai dasar ilmiah.
%engguna dari pengobatan alternatif ini biasanya pula sudah mencoba pengobatan
konvensional yang tidak menyembuhkan penyakitnya. -al ini membuat mereka menilai
bah!a nilai statistik adalah tidak penting. Seringkali pula para pengguna pengobatan
alternatif ini mendengar keberhasilan penyembuhan alternatif dari orang yang baru
dikenal, keluarga, dan teman yang mungkin sudah mengalami kesembuhan dengan
penyakit yang serupa melalui pengobatan alternatif tersebut.
/. Kedokteran modern menjadi identik dengan inpersonal dan high cost medicine yang
hanya terjangkau oleh sekelompok kecil masyarakat dan kedokteran modern tersebut
belum mampu secara meyakinkan manangani masalah penyakit degeneratif seperti
masalah penuaan, kanker, diabetes, hipertensi. -al ini mengakibatkan berkurangnya
kepercayaan masyarakat dan minat pencari pertolongan. Apalagi disampingnya terdapat
pelayanan kesehatan alternatif yang menjanjikan.
3. %engobatan alternatif tradisional masih digunakan oleh sebagian besar masyarakat
bukan hanya karena kekurangan fasilitas pelayanan kesehatan formal yang terjangkau
oleh masyarakat , tetapi lebih disebabkan oleh faktor-faktor sosial budaya dari
masyarakat tersebut.
?. Adanya beberapa stereotypes di masyarakat, seperti & " pengobatan alternatif @
tradisional bersifat holistik dan pengobatan modern hanya melihat penyakitnya saja dan
adanya dikotomi penyakit ke dalam dua jenis yaitu penyakit yang dapat disembuhkan
oleh dokter dan penyakit yang hanya dapat disembuhkan oleh pengobat tradisional.
5. Adanya beberapa manfaat umum dari pengobatan alternatif @ tradisional baik secara
psikologis dan sosial yang tidak terpengaruh dengan keberadaan pengobatan modern ,
yaitu &
$engurangi stress dan kecemasan akibat ketidakpastian penyakit,
9iaya yang rendah dan menyenangkan,
%enguatan dan keterlibatan langsung pasien dalam penanganan penyakitnya, fungsi
kontrol bila ada penyimpangan,
$engurangi trauma akibat perubahan kultural dan mempromosikan identitas
kebudayaan.
%engobatan alternatif " tradisional 1 berkembang dari tradisi masyarakat tertentu 2.
%endekatan holistik dalam pengobatan tradisional yang memenuhi kebutuhan dan harapan
masyarakat dapat diterapkan dalam ilmu kedokteran tanpa harus kehilangan identitas dan
sifat keilmuannya.
%engobatan alternatif sudah merupakan bagian integral dari lingkungan sosial budaya dan
ada nilai"nilainya yang patut dipertahankan dan ditingkatkan yang dapat memberikan
sumbangan positif bagi upaya kesehatan.
Da&tar P1staka ;
.. Sugeng, D!i. /<</. Pengobatan Alternatif. Aogyakarta& %*. $edia Abadi.
/. Agoes, AB!ar. /<</. Antropologi Kesehatan Indonesia. (akarta& C,D.
Sika9 +an 6in+akan seorang +okter ter,a+a9 9engobatan alternati3e
$enurut pendapat kelompok kami tindakan seorang dokter ketika pasien nya ingin
melakukan tindakan alternatif adalah dengan ti+ak 'elarang teta9i ti+ak
'engan<1rkan. Dokter tetap menganjurkan pengobatan konvensional yang sudah
terbukti secara ilmiah namun tetap menghormati hak otonomi pasien untuk menerima
atau menolak pengobatan. Dokter juga melakukan upaya yang dilakukan secara teliti,
terbuka dan bijaksana dalam menggunakan bukti"bukti terbaik saat ini untuk mengambil
keputusan yang terkait dengan pera!atan pasien.
Dokter sebaiknya menginformasikan terapi"terapi alternative apa saja yang sudah
terbukti kebenarannya 1berdasarkan C9$2 dan menyarankan pasien untuk melakukan
pemeriksaan berkala guna mengetahui efek dari terapi alternative tersebut.
6in+akan 9asien 'en4ari 9engobatan alternati3e 'en1r1t 9an+angan aga'a
a. slam
slam memperbolehkan umatnya untuk mencari pengobatan alternatif dalam
rangka upaya mencari kesembuhan dengan syarat tidak bertentangan dengan
syariat seperti pergi ke dukun atau dengan cara"cara yang mengandung unsur
syirik. -al demikian menjadi haram hukumnya. Dari $u5a!iyah ibnul -akam
radhiyallahu 4anhu, dia berkata& Aku berkata& 6)ahai 8asulullah, aku baru
saja meninggalkan masa jahiliah. Dan sungguh Allah telah mendatangkan
slam. Di antara kami ada orang"orang yang mendatangi para dukun.7
8asulullah sa! bersabda& 6(anganlah engkau mendatangi mereka 1para
dukun2.7 1-8. $uslim2
b. #risten
Agama #risten tidak menolak mentah"mentah namun tidak juga menerima
bulat"bulat, tetapi yang perlu dipahami adalah konsep dibalik praktik
penyembuhan alternatif tersebut berdasarkan kebenaran karena pada dasarnya
kesehatan bukanlah tujuan hidup manusia.*erapi alternative diperbolehkan
selama tidak ada pengaruh 0kultisme 1ajaran agama gelap2.
c. #atolik
Agama #atolik menerima segala hal yang merupakan hasil dari buah
pemikiran manusia. %engobatan alternatif dibolehkan oleh #atolik dan
merupakan kebebasan pasien.
d. -indu
*erapi alternatif sangat erat kaitannya dengan agama -indu. Sebagai contoh
terapi ayuverda yang merupakan terapi penyembuhan berdasarkan prinsip
ajaran -indu. Selain ayuverda juga terdapat terapi refleksi dan terapi Bona.
e. 9uddha
*idak ada masalah bagi agama 9uddha mengenai terapi alternatif selama tidak
ada pelanggaran sila dan Dhamma serta dilakukan dengan sadar dan sukarela
oleh pasien.
!"# 6in+akan Dokter 'engenai 9e'berian 'or&in =9aliati& 4are>
Paliati& 4are
%era!atan paliatif adalah pera!atan kesehatan terpadu yang bersifat aktif dan
menyeluruh, dengan pendekatan multidisiplin yang terintegrasi. *ujuannya untuk
mengurangi penderitaan pasien, memperpanjang umurnya, meningkatkan kualitas
hidupnya, juga memberikan support kepada keluarganya. $eski pada akhirnya pasien
meninggal, yang terpenting sebelum meninggal dia sudah siap secara psikologis dan
spiritual, serta tidak stres menghadapi penyakit yaseng dideritanya.
prinsip"prinsip pera!atan paliatif adalah sebagai berikut&
.. $enghargai setiap kehidupan.
/. $enganggap kematian sebagai proses yang normal.
3. *idak mempercepat atau menunda kematian.
?. $enghargai keinginan pasien dalam mengambil keputusan.
5. $enghilangkan nyeri dan keluhan lain yang menganggu.
E. $engintegrasikan aspek psikologis, sosial, dan spiritual dalam pera!atan pasien dan
keluarga.
=. $enghindari tindakan medis yang sia"sia.
F. $emberikan dukungan yang diperlukan agar pasien tetap aktif sesuai dengan
kondisinya sampai akhir hayat.
G. $emberikan dukungan kepada keluarga dalam masa duka cita.
HUKUM
'NDAN,"'NDAN, 8C%'9;# ND0NCSA
N0$08 3E *A-'N /<<G
*CN*AN,
#CSC-A*AN
%asal .</
1.2 %enggunaan sediaan farmasi yang berupa narkotika dan psikotropika hanya dapat
dilakukan berdasarkan resep dokter atau dokter gigi dan dilarang untuk disalahgunakan.
1/2 #etentuan mengenai narkotika dan psikotropika dilaksanakan sesuai dengan ketentuan
peraturan perundang"undangan.
%asal .<3
1.2 Setiap orang yang memproduksi, menyimpan, mengedarkan, dan menggunakan
narkotika dan psikotropika !ajib memenuhi standar dan>atau persyaratan tertentu.
1/2 #etentuan mengenai produksi, penyimpanan, peredaran, serta penggunaan narkotika
dan psikotropika sebagaimana dimaksud pada ayat 1.2 dilaksanakan sesuai dengan
ketentuan peraturan perundang"undangan.
Pe'berian 'or&in ke9a+a ny"S +i tin<a1 +ari segi ,1k1' +i9erbole,kan? karena
9e'berian 'or&in +isini bert1<1an 1nt1k 'eng1rangi rasa sakit yang ti+ak
terta,ankan karena 9enyakit kankernya" Pe'berian 'or&in =9aliati& 4are>
bert1<1an ,anya 1nt1k 'eng1rangi rasa sakit yang +i+erita b1kan 1nt1k
'engobati"
8-OE6-KA
Dari segi bioetika tera9i 9aliati& +engan 9e'berian 'or&in +i9erbole,kan karena
1nt1k 'eringankan 9en+eritaan 9asien yang s1+a, sta+i1' ter'inal +an
'engantar agar 9asien bisa 'eninggal +engan +a'ai
AGAMA 8ELUM ADA 6UGASN@A KAK RE56A
8A8 -A
6-N7AUAN PUS6AKA
*"% KARS-NOMA KOLON
#arsinoma kolon merupakan keganasan yang mengenai sel"sel epitel di
mukosa kolon. Dasar penting dari keganasan kolon ini adalah proses perubahan
secara genetik pada sel"sel epitel di mukosa kolon yang timbul akibat beberapa hal, antara
lain dietetik,kelainan di kolon sebelumnya dan faktor herediter .
#arsinoma kolon adalah penyebab kematian kedua akibat karsinoma. #emungkinan
mengidapnya adalah . dalam .=. nsidennya berkurang / peratus setahun sejak .GF5 hingga
.GG5 tetapi baru"baru ini peratusannya meningkat kembali. ni menunjukkan keberhasilan
deteksi a!al melalui program skrining.
*umor terjadi ditempat yang berada dalam colon, kira"kira pada bagian &
H /E I pada caecum dan ascending colon
H .< I pada transfersum colon
H .5 I pada desending colon
H /< I pada sigmoid colon
H 3< I pada rectum
Secara makroskopis terdapat tiga tipe karsinoma kolon dan rektum, yaitu
*ipe polipoid atau vegetatif
%ada tipe ini tumor tumbuh menonjol ke dalam lumen usus, berbentuk bunga kol dan
ditemukan terutama di sekum dan kolon ascendens.
*ipe skirus atau infiltratif,
%ada tipe ini biasanya mengakibatkan penyempitan sehingga terjadi stenosis dan gejala
obstruksi, terutama ditemukan pada kolon descendens, sigmoid dan rektum.
*ahap ulserasi
%ada tipe ini terjadi karena nekrosis di bagian sentral dan terletak di daerah rektum.
%ada tahap lanjut, sebagian besar tumor kolon akan mengalami ulcerasi menjadi tukak
yang maligna.
Satu"satunya kemungkinan terapi kuratif adalah tindakan bedah. *ujuan utama tindakan
bedah adalah memperlancar saluran cerna baik bersifat kuratif maupun non kuratif dengan
mengangkat karsinoma dan kemudian memulihkan kesinambungan usus. #emoterapi dan
radiasi bersifat paliatif dan tidak memberikan manfaat kuratif. *indakan bedah terdiri dari
reseksi luas karsinoma primer dan kelenjar limfe regional. 9ila sudah terjadi metastase jauh,
tumor primer akan direseksi juga dengan maksud mencegah obstruksi, perdarahan, anemia,
inkontinensia, fistel dan nyeri.
%" 6era9i 9ri'er
*erapi utama untuk tumor kolon adalah operatif. *indakan operatif yang
dilakukan tergantung dari letak tumor kolon tersebut. *ehnik pembersihan mesenterium
dan keadaan patologi 1benigna atau maligna2 menentukan berapa panjang kolon yang
harus direseksi.
$" 6era9i 9aliati&
8eseksi tumor secara paliatif dilakukan untuk mencegah atau mengatasi obstruksi
atau menghentikan pendarahan supaya kualitas hidup penderita lebih baik. (ika tumor
tidak dapat diangkat, dapat dilakukan bedah pintas atau anus preternaturalis.
%ada metastasis di hepar yang tidak lebih dari / atau 3 nodul dapat
dipertimbangkan eksisi metastasis. %emberian sitostatik melalui arteri hepatika, yaitu
perfusi secara selektif, kadang lagi disertai terapi embolisasi, dapat berhasil menghambat
pertumbuhan sel ganas
*"$ KEMO6ERAP-
'ntuk mengobati kanker adalah melalui&
.. %embedahan atau operasi 1mengangkat kanker secara keseluruhan karena kanker
hanya dapat sembuh kalau belum dapat menjalar ketempat lain2
/. #emoterapi atau obat"obatan 1pengoatan dengan menggunakan obat"obatan yang
bertujuan untuk membunuh atau memperlambat pertumbuhan sel kanker2
3. 8adioterapi atau penggunaan sinar radiasi. Namun dalam proses penyembuhan
kemoterapi tidak hanya memberikan dampak yang baik tapi juga menimbulkan Cfek
Samping 1dampak negatif2
Cfek samping dapat muncul ketika sedang dilakukan pengobatan atau beberapa !aktu
setelah pengobatan. Cfek samping yang bisa timbul adalah&
.. Le'as adalah efek samping yang umum timbul. *imbulnya dapat mendadak atau
perlahan. *idak langsung menghilang dengan istirahat, kadang berlangsung hingga
akhir pengobatan.
/. M1al +an M1nta," Ada beberapa obat kemoterapi yang lebih membuat mual dan
muntah. Selain itu ada beberapa orang yang sangat rentan terhadap mual dan muntah.
-al ini dapat dicegah dengan obat anti mual yang diberikan sebelum>selama>sesudah
pengobatan kemoterapi. $ual muntah dapat berlangsung singkat ataupun lama.
3. Gangg1an 9en4ernaan" 9eberapa jenis obat kemoterapi berefek diare. 9ahkan ada
yang menjadi diare disertai dehidrasi berat yang harus dira!at. Sembelit kadang bisa
terjadi. 9ila diare kurangi makanan berserat, sereal, buah dan sayur. $inum banyak
untuk mengganti cairan yang hilang. 9ila susah 9A9& perbanyak makanan berserat,
olahraga ringan bila memungkinkan
?. Saria(an" 9eberapa obat kemoterapi menimbulkan penyakit mulut seperti terasa
tebal atau infeksi. #ondisi mulut yang sehat sangat penting dalam kemoterapi
5. Ra'b1t Rontok" #erontokan rambut bersifat sementara, biasanya terjadi dua atau
tiga minggu setelah kemoterapi dimulai. Dapat juga menyebabkan rambut patah di
dekat kulit kepala. Dapat terjadi setelah beberapa minggu terapi. 8ambut dapat
tumbuh lagi setelah kemoterapi selesai.
E. Otot +an Sara&" 9eberapa obat kemoterapi menyebabkan kesemutan dan mati rasa
pada jari tangan atau kaki serta kelemahan pada otot kaki. Sebagian bisa terjadi sakit
pada otot.
=. E&ek Pa+a Dara," 9eberapa jenis obat kemoterapi dapat mempengaruhi kerja
sumsum tulang yang merupakan pabrik pembuat sel darah, sehingga jumlah sel darah
menurun. Aang paling sering adalah penurunan sel darah putih 1leokosit2. %enurunan
sel darah terjadi pada setiap kemoterapi dan tes darah akan dilaksanakan sebelum
kemoterapi berikutnya untuk memastikan jumlah sel darah telah kembali normal.
%enurunan jumlah sel darah dapat mengakibatkan&
a. M1+a, terkena in&eksi" -al ini disebabkan oleh #arena jumlah leokosit turun,
karena leokosit adalah sel darah yang berfungsi untuk perlindungan terhadap
infeksi. Ada beberapa obat yang bisa meningkatkan jumlah leokosit.
b. Per+ara,an
#eping darah 1trombosit2 berperan pada proses pembekuan darah. %enurunan
jumlah trombosit mengakibatkan perdarahan sulit berhenti, lebam, bercak merah
di kulit.
c. Ane'ia
Anemia adalah penurunan jumlah sel darah merah yang ditandai oleh penurunan
-b 1hemoglobin2. #arena -b letaknya di dalam sel darah merah. Akibat anemia
adalah seorang menjadi merasa lemah, mudah lelah dan tampak pucat.

)" K1lit +a9at 'en<a+i kering +an ber1ba, (arna" ;ebih sensitive terhadap
matahari. #uku tumbuh lebih lambat dan terdapat garis putih melintang.

9eberapa hal yang perlu dipertimbangkan untuk menentukan jenis kemoterapi yang
diberikan adalah&
H 9iaya atau harga dari kemoterapi tersebut.
H Jasilitas yang memadai: kemungkinan untuk kontrol dan penga!asan.
H %rotokol kemoterapi.
H #eadaan umum tubuh dan adanya penyakit atau kelemahan lain yang menyertai.

Syarat seseorang 'en+a9at ke'otera9i;
H Jungsi organ baik.
H (enis sel darah merah dan darah putih cukup.
H *idak demam.
H *idak perdarahan.
H Dapat melakukan kegiatan sehari"hari sendiri 1sehat2
*"* 6ERAP- RAD-AS-
*erapi radiasi, juga disebut 8adiotherapy, adalah cara pengobatan yang sangat efektif
dan sangat menuju sasaran untuk menghancurkan sel kanker yang mungkin masih tertinggal
setelah operasi.8adiasi ini dapat mengurangi resiko kekambuhan. 8adiasi adalah energi yang
diba!a gelombang atau aliran partikel. ni dapat merubah gen 1 DNA 2 dan beberapa molekul
dari sel. ,en"gen ini mengontrol bagaimana sel dalam tubuh tumbuh dan membelah. 'ntuk
mengetahui bagaimana radiasi bekerja untuk pengobatan, perama"tama kita harus mengetahui
siklus hidup sel normal dalam tubuh. Siklus sel terdiri dari 5 phase, yang pertama adalah
pemisahan sebuah sel didalam tubuh. #etika sel berpisah atau membelah menjadi / sel
disebut mitosis
*erapi 8adiasi menyerang sel kanker yang sedang membelah. *etapi dapat juga
mengenai sel normal. #erusakan sel normal inilah yang menyebabkan adanya efek samping.
Setiap kali terapi radiasi diberikan, maka akan melakukan secara seimbang antara
menghancurkan sel kanker dan melindungi sel normal.
Dimasa lalu, di perkirakan bah!a sekali suatu area dilakukan radiasi maka
selanjutnya pada area yang sama tidak bisa lagi dilakukan terapi radiasi dikarenakan
kerusakan sel normal akibat treatment itu. Namun hasil riset terbaru menyatakan bah!a pada
beberapa situasi terapi radiasi kedua dapat diberikan.
61<1an 6era9i Ra+iasi
*erapi 8adiasi dianggap sebagai pengobatan lo4al karena hanya sel didalam dan disekitar
kanker yang dituju. ni tidak begitu bermanfaat mela!an kanker yang sudah menyebar.
#arena *erapi 8adiasi umumnya tidak dibuat untuk menjangkau seluruh bagian tubuh.
8adiasi berguna untuk beberapa tujuan &
%" Menye'b1,kan ata1 'enge4ilkan kanker 9a+a sta+i1' +ini" 9eberapa kanker
sangat sensitive pada radiasi.8adiasi digunakan untuk membuat kanker mengecil atau
hilang sama sekali. 'ntuk kasus kanker lain, bisa digunakan untuk mengecilkan
tumor sebelum operasi 1 9reBo9erati3e t,era9y 2. Atau setelah operasi yang
tujuannya untuk menjaga agar kanker tidak kambuh 1 a+<13ant therapy 2. 9isa juga,
terapi ini digunakan bersamaan dengan chemotherapy.
$" Men4ega, agar kanker ti+ak '1n41l +i area lain"Apabila suatu jenis kanker
diketahui menyebar ke area tertentu,dokter sering beranggapan bah!a kemungkinan
beberapa sel kanker telah menyebar kesana, meskipun imaging scan 1 D* atau $8 2
tidak menunjukkan adanya tumor . %ada area itu kemungkinan akan dilakukan
treatment untuk mencegah agar sel tersebut tidak berubah menjadi tumor. Sebagai
contoh, pasien dengan beberapa type kanker paru"paru, mungkin akan menerima
prophylactic 1 preventive 2 radiasi di kepala sebab type kanker ini sering menyebar ke
otak.
!" Mengobati ge<alaBge<ala 9a+a kanker sta+i1' lan<1t"9eberapa kanker mungkin
telah menyebar jauh dari perkiraan pengobatan. *etapi ini bukan berarti kanker itu
tidak bisa diobati agar pasien merasa lebih enakkan. 8adiasi bisa untuk membebaskan
dari rasa sakit, masalah pada pemasukkan makanan, bernafas atau pada usus besar,
yang semua itu disebabkan oleh kanker yang sudah pada stadium lanjut. Dara ini biasa
dinamakan palliative radiation.
Dafpus
Jauci AS, #asper D;, ;ongo D;, 9raun!ald C, -auser S;, (ameson (;, et al, editors.
-arrison5s, %rinciples of nternal $edicine. .=
th
ed. 'nited States of America& $c,ra!"-ill
Dompanies: /<<F
*". PERL-NDUNGAN HUKUM
'' N0$08 3E *A-'N /<<G *CN*AN, #CSC-A*AN
%erlindungan %asien
%asal 5E
1.2 Setiap orang berhak menerima atau menolak sebagian atau seluruh tindakan pertolongan
yang akan diberikan kepadanya setelah menerima dan memahami informasi mengenai
tindakan tersebut secara lengkap.
1/2 -ak menerima atau menolak sebagaimana dimaksud pada ayat 1.2 tidak berlaku pada&
a. penderita penyakit yang penyakitnya dapat secara
cepat menular ke dalam masyarakat yang lebih luas:
b. keadaan seseorang yang tidak sadarkan diri: atau
c. gangguan mental berat.
132 #etentuan mengenai hak menerima atau menolak sebagaimana dimaksud pada ayat 1.2
diatur sesuai dengan ketentuan peraturan perundang"undangan.
mplementasi pasal berikut dalam kasus ada pada titik dimana pasien tersebut dalam keadaan
tidak sadar dan dokter harus bisa menjelaskan terapi dan proses penegakkan diagnosis
sejelas"jelasnya pada keluarga terdekat pasien. Dimana informasi yang diberikan mengenai
pemeriksaan D* scan sehingga dapat ditegakkan diagnosis """"""""""""""""""""" dan
memerlukan penatalaksanaan berupa kraniotomi, dan setelah disetujui pasien tersadar dan
menolak tindakan tersebut dan kepada dokter untuk dijelaskan kembali.Sebagai dokter yang
benar itu merupakan ke!ajiban untuk memberi informasi pada pasien,adapun informasi itu
harus mencakup &
.. Diagnosis pada pasien, kalau sudah diketahui:
/. Sifat dan manfaat dari pengobatan atau tindakan yang direncanakan:
3. 8isiko dan manfaat dari pengobatan atau tindakan yang direncanakan:
?. %ilihan pengobatan atau tindakan yang lain yang tersedia
5. 8isiko dan manfaat dari pilihan pengobatan atau tindakan lain yang tersedia: dan
E. 8isiko dan manfaat yang dihadapi apabila suatu pengobatan atau tindakan tidak dilakukan.
pada kasus ini dipastikan pasien dan keluarga pasien harus mempunyai kesempatan untuk
bertanya untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik mengenai suatu pengobatan atau
tindakan. Dengan demikian dia akan dapat membuat keputusan yang berdasarkan
pemahaman yang baik mengenai suatu intervensi medik. #eputusan yang dia ambil bisa
berupa persetujuan maupun penolakan akan intervensi tersebut tanpa ada pemaksaan, dan
pasien atau keluarga pasien memiliki kompetensi untuk melakukan itu.
nformed consent baru dianggap sah kalau diberikan oleh seorang pasien>klien yang
kompeten dan diberikan secara sukarela.
ASPEK HUKUM -N5ORMED 2ONSEN6
%ada dasarnya dalam praktik sehari hari, pasien yang datang untuk berobat ke tempat
praktik dianggap telah memberikan persetujuannya untuk dilakukan tindakan tindakan rutin
seperti pemeriksaan fisik. Akan tetapi, untuk tindakan yang lebih kompleks biasanya dokter
akan memberikan penjelasan terlebih dahulu untuk mendapatkan kesediaan dari pasien,
misalnya kesediaan untuk dilakukan suntikan.
kh!al diperlukannya iBin pasien, adalah karena tindakan medik hasilnya penuh
ketidakpastian, tidak dapat diperhitungkan secara matematik, karena dipengaruhi faktor
faktor lain diluar kekuasaan dokter, seperti virulensi penyakit, daya tahan tubuh pasien,
stadium penyakit, respon individual, faktor genetik, kualitas obat, kepatuhan pasien dalam
mengikuti prosedur dan nasihat dokter, dll.
Selain itu tindakan medik mengandung risiko, atau bahkan tindakan medik tertentu
selalu diikuti oleh akibat yang tidak menyenangkan. 8isiko baik maupun buruk yang
menanggung adalah pasien. Atas dasar itulah maka persetujuan pasien bagi setiap tindakan
medik mutlak diperlukan, kecuali pasien dalam kondisi emergensi. $engingat pasien
biasanya datang dalam keadaan yang tidak sehat, diharapkan dokter tidak memberikan
informasi yang dapat mempengaruhi keputusan pasien, karena dalam keadaan tersebut,
pikiran pasien mudah terpengaruh. Selain itu dokter juga harus dapat menyesuaikan diri
dengan tingkat pendidikan pasien, agar pasien bisa mengerti dan memahami isi pembicaraan.
%ersetujuan tersebut disebut dengan nformed Donsent.
nformed Donsent hakikatnya adalah hukum perikatan, ketentuan perdata akan
berlaku dan ini sangat berhubungan dengan tanggung ja!ab profesional menyangkut
perjanjian pera!atan dan perjanjian terapeutik. Aspek perdata nformed Donsent bila
dikaitkan dengan -ukum %erikatan yang di dalam #'- %erdata 9) %asal .3/< memuat ?
syarat sahnya suatu perjanjjian yaitu&
.. Adanya kesepakatan antar pihak, bebas dari paksaan, kekeliruan dan penipuan.
/. %ara pihak cakap untuk membuat perikatan.
3. Adanya suatu sebab yang halal, yang dibenarkan, dan tidak dilarang oleh peraturan
perundang undangan serta merupakan sebab yang masuk akal untuk dipenuhi.
Dari syarat pertama yaitu adanya kesepakatan antara kedua pihak 1 antara petugas
kesehatan dan pasien 2, maka berarti harus ada informasi keluhan pasien yang cukup dari
kedua belah pihak tersebut. Dari pihak petugas harus mendapat informasi keluhan pasien
sejujurnya, demikian pula dari pihak pasien harus memperoleh diagnosis dan terapi yang
akan dilakukan.
Ada beberapa kaidah yang harus diperhatikan dalam menyusun dan memberikan
nformed Donsent agar hukum perikatan ini tidak cacat hukum, diantaranya adalah&
.. *idak bersifat memperdaya 1 Jraud 2.
/. *idak berupaya menekan 1 Jorce 2.
3. *idak menciptakan ketakutan 1 Jear 2.
#riteria pasien yang berhak
*idak semua pasien boleh memberikan pernyataan, baik setuju maupun tidak setuju. Syarat
seorang pasien yang boleh memberikan pernyatan, yaitu &
%asien tersebut sudah de!asa. $asih terdapat perbedaan pendapat pakar tentang batas
usia de!asa, namun secara umum bisa digunakan batas /. tahun.
%asien yang masih diba!ah batas umur ini tapi sudah menikah termasuk kriteria
pasien sudah de!asa.
%asien dalam keadaan sadar. -al ini mengandung pengertian bah!a pasien tidak
sedang pingsan, koma, atau terganggu kesadarannya karena pengaruh obat, tekanan
keji!aan, atau hal lain.
%asien harus bisa diajak berkomunikasi secara !ajar dan lancar.
%asien dalam keadaan sehat akal.
(adi yang paling berhak untuk menentukan dan memberikan pernyataan persetujuan
terhadap rencana tindakan medis adalah pasien itu sendiri, apabila dia memenuhi 3 kriteria
diatas, bukan orang tuanya, anaknya, suami>istrinya, atau orang lainnya.
Namun apabila pasien tersebut tidak memenuhi 3 kriteria tersebut diatas maka dia tidak
berhak untuk menentukan dan menyatakan persetujuannya terhadap rencana tindakan medis
yang akan dilakukan kepada dirinya. Dalam hal seperti ini, maka hak pasien akan di!akili
oleh !ali keluarga atau !ali hukumnya. $isalnya pasien masih anak"anak, maka yang berhak
memberikan persetujuan adalah orang tuanya, atau paman>bibinya, atau urutan !ali lainnya
yang sah. 9ila pasien sudah menikah, tapi dalam keadaan tidak sadar atau kehilangan akal
sehat, maka suami>istrinya merupakan yang paling berhak untuk menyatakan persetujuan bila
memang dia setuju.
Dala' kea+aan ga(at +ar1rat
%roses pemberian informasi dan permintaan persetujuan rencana tindakan medis ini bisa saja
tidak dilaksanakan oleh dokter apabila situasi pasien tersebut dalam kondisi ga!at darurat.
Dalam kondisi ini, dokter akan mendahulukan tindakan untuk penyelamatan nya!a pasien.
%rosedur penyelamatan nya!a ini tetap harus dilakukan sesuai dengan standar pelayanan >
prosedur medis yang berlaku disertai profesionalisme yang dijunjung tinggi.
Setelah masa kritis terle!ati dan pasien sudah bisa berkomunikasi, maka pasien berhak untuk
mendapat informasi lengkap tentang tindakan medis yang sudah dialaminya tersebut.
6i+ak berarti kebal ,1k1'
%elaksanaan informed consent ini semata"mata menyatakan bah!a pasien 1dan>atau !alinya
yang sah2 telah menyetujui rencana tindakan medis yang akan dilakukan. %elaksanaan
tindakan medis itu sendiri tetap harus sesuai dengan standar profesi kedokteran. Setiap
kelalaian, kecelakaan, atau bentuk kesalahan lain yang timbul dalam pelaksanaan tindakan
medis itu tetap bisa menyebabkan pasien merasa tidak puas dan berpotensi untuk mengajukan
tuntutan hukum.
nformed consent memang menyatakan bah!a pasien sudah paham dan siap menerima resiko
sesuai dengan yang telah diinformasikan sebelumnya. Namun tidak berarti bah!a pasien
bersedia menerima A%A%'N resiko dan kerugian yang akan timbul, apalagi menyatakan
bah!a pasien *DA# A#AN menuntut apapun kerugian yang timbul. nformed consent tidak
menjadikan dokter kebal terhadap hukum atas kejadian yang disebabkan karena kelalaiannya
dalam melaksanakan tindakan medis.
Dalam sejarahnya, informed consent berakar pada banyak disiplin ilmu pengetahuan,
termasuk dalam ilmu kesehatan>kedokteran, ilmu hukum, ilmu perilaku sosial, dan ilmu
filsafat moral>etika. 9elakangan ini, bidang ilmu yang sangat berpengaruh dalam hal
informed consent adalah ilmu hukum dan ilmu filsafat moral atau filsafat etika. #edua
disiplin ilmu ini, keduanya dengan metoda dan objektifnya tersendiri, mempunyai fungsi
sosial dan intelektual yang berbeda.
)alaupun pendekatan kedua bidang ilmu ini terhadap informed consent rumit dan
kontroversial, intisari dari pendekatan secara hukum, dan pendekatan secara etika mudah
dimengerti. -ukum memfokuskan diri terutama pada konteks klinis, tidak pada riset. Dalam
kacamata hukum, dokter mempunyai ke!ajiban untuk pertama memberi informasi kepada
pasiennya dan kedua untuk mendapatkan iBinnya. Apabila seorang pasien cedera akibat
dokter lalai dengan tidak memberikan informasi yang lengkap mengenai suatu pengobatan
atau tindakan, maka pasien dapat menerima kompensasi finansial dari si dokter karena telah
menyebabkan cedera tersebut. +isi legal ini lebih berfokus pada kompensasi finansial
daripada pada pemberian informasi dan iBin yang diberikan pasien secara umum.
Dari segi filsafat etika, informed consent terutama menyangkut pilihan secara otonomi dari
pasien dan subyek penelitian.
Secara sederhana kita bisa menyingkat kedua pendekatan ini sebagai berikut& %endekatan
hukum datang dari teori pragmatis. %asien mempunyai hak untuk memberi iBin atau menolak,
akan tetapi fokusnya adalah pada dokter, yang mempunyai ke!ajiban dan mempunyai risiko
membayar ganti rugi apabila tidak melaksanakan ke!ajibannya. %endekatan filsafat
moral>etika datang dari prinsip menghargai otonomi, dan fokusnya adalah pada pasien atau
subyek, yang mempunyai hak untuk membuat pilihan secara otonomi.
Dengan demikian, kedua kerangka berfikir ini sangatlah sederhana, akan tetapi ternyata sulit
untuk diinterpretasikan dan diperbandingkan. *erdapat banyak sekali beda pendapat
mengenai hal ini. Selanjutnya dibahas mengenai dasar"dasar etika dalam informed consent.
Penyi'9anan +an Pela9oran Narkotika
9erdasarkan '' No. 35 tahun /<<G&
%asal =
Narkotika hanya dapat digunakan untuk kepentingan pelayanan kesehatan dan>atau
pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
%asal .?
1.2 Narkotika yang berada dalam penguasaan Industri armasi, pedagang besar farmasi,
sarana penyimpanan sediaan farmasi pemerintah, apotek, rumah sakit, pusat kesehatan
masyarakat, balai pengobatan, dokter, dan lembaga ilmu pengetahuan !ajib disimpan
secara khusus.
1/2 ndustri Jarmasi, pedagang besar farmasi, sarana penyimpanan sediaan farmasi
pemerintah, apotek, rumah sakit, pusat kesehatan masyarakat, balai pengobatan, dokter, dan
lembaga ilmu pengetahuan !ajib membuat, menyampaikan, dan menyimpan laporan berkala
mengenai pemasukan dan>atau pengeluaran Narkotika yang berada dalam penguasaannya.
132 #etentuan lebih lanjut mengenai tata cara penyimpanan secara khusus sebagaimana
dimaksud pada ayat 1.2 dan jangka !aktu, bentuk, isi, dan tata cara pelaporan sebagaimana
dimaksud pada ayat 1/2 diatur dengan %eraturan $enteri.
1?2 %elanggaran terhadap ketentuan mengenai penyimpanan sebagaimana dimaksud pada ayat
1.2 dan>atau ketentuan mengenai pelaporan sebagaimana dimaksud pada ayat 1/2 dikenai
sanksi administratif oleh $enteri atas rekomendasi dari #epala 9adan %enga!as 0bat dan
$akanan berupa&
a. teguran:
b. peringatan:
c. denda administratif:
d. penghentian sementara kegiatan: atau
e. pencabutan iBin.
%asal ?3
1.2 %enyerahan Narkotika hanya dapat dilakukan oleh&
a. apotek:
b. rumah sakit:
c. pusat kesehatan masyarakat:
d. balai pengobatan: dan
e. dokter.
1/2 Apotek hanya dapat menyerahkan Narkotika kepada"
a. rumah sakit:
b. pusat kesehatan masyarakat:
c. apotek lainnya:
d. balai pengobatan:
e. dokter# dan
f. pasien.
132 8umah sakit, apotek, pusat kesehatan masyarakat, dan balai pengobatan hanya dapat
menyerahkan Narkotika kepada pasien berdasarkan resep dokter.
1?2 %enyerahan Narkotika oleh dokter hanya dapat dilaksanakan untuk&
a. menjalankan praktik dokter dengan memberikan Narkotika melalui suntikan:
b. menolong orang sakit dalam keadaan darurat dengan memberikan Narkotika melalui
suntikan: atau
c. menjalankan tugas di daerah terpencil yang tidak ada apotek.
152 Narkotika dalam bentuk suntikan dalam jumlah tertentu yang diserahkan oleh dokter
sebagaimana dimaksud pada ayat 1?2 hanya dapat diperoleh di apotek.
9erdasarkan pasal"pasal yang telah disebutkan di atas, didapatkan suatu kesimpulan bah!a
dokter diperbolehkan menyimpan dan memberikan obat"obat berbahan narkotika kepada
pasien, dengan syarat hanya untuk tujuan pengobatan, dan penyimpanannya dilaporkan
secara berkala kepada #ementrian #esehatan. Sehingga dapat disimpulkan bah!a dokter
1dalam kasus ini yang memberikan suntikan morfin pada Ny. S2 mungkin telah bertindak
benar karena ia menyuntikkan morfin untuk mengatasi rasa sakit yang telah berat pada Ny. S.
Daftar %ustaka&
#emenkumham. 'ndang"'ndang No 35 *ahun /<<G
*"/ -N5ORMED 2ONSEN6 DAN E6-KA
%emikiran etika mendasari diri pada prinsip, aturan, dan hak. Ada empat prinsip etika di
dalam informed consent.&
.. 8espek>menghargai terhadap otonomi 1respect for autonomy2
/. *idak menyebabkan yang buruk 1non"maleficence2
3. #emaslahatan 1beneficence2
?. #eadilan 1justice2
#eempat prinsip ini bersifat 6prima facie7, suatu istilah yang diperkenalkan filosof nggris,
).D. 8oss, yang berarti& Suatu prinsip adalah memikat, kecuali apabila prinsip tersebut
mempunyai konflik dengan prinsip lain. Apabila terdapat konflik, kita harus memilih di
antara keduanya. Selain itu, selain ? prinsip ini, sering juga ditambahkan
5. -arga diri 1dignity2
E. #ebenaran dan kejujuran 1truthfulness and honesty2
Penjelasan keenam hal di atas"
.. $enghargai 0tonomi 1+oluntas aegroti suprema leK2. Dalam semua proses pengambilan
keputusan, dianggap bah!a keputusan yang dibuat setelah mendapatkan penjelasan itu dibuat
secara sukarela dan berdasarkan pemikiran rasional. Di dalam dunia kedokteran, dokter
menghargai otonomi pasien berarti bah!a si pasien>klien mempunyai kemampuan untuk
berlaku atau bertindak secara sadar dan intensional, dengan pengertian penuh, dan tanpa
pengaruh"pengaruh yang bisa menghilangkan kebebasannya.dalam kasus ini, dokter telah
melaksanakan ke!ajibannya dengan memberikan informasi mengenai tindakan baik pada
keluarga maupun pasiennya.
/. *idak menyebabkan yang buruk 1non"maleficence > primum non nocere2. Di dalam prinsip
ini, doktertidak boleh secara sengaja menyebabkan perburukan atau cedera pada pasien, baik
akibat tindakan 1commission2 atau tidak dilakukannya tindakan 1omission2. Dalam bahasa
sehari"hari& Akan dianggap lalai apabila seseorang memaparkan risiko atau cedera yang tidak
layak 1unreasonable2 kepada orang lain. Standar pera!atan yang meminimalkan risiko cedera
atau perburukan merupakan hal yang diinginkan masyarakat secara common sense.Dengan
tindakan pada kasus ini, !alaupun memiliki beberapa risiko namun tetap dilakukan untuk
penyelamatan nya!a dan fungsi organ pasien.
3. 9eneficence. Adalah ke!ajiban petugas kesehatan untuk memberikan kemaslahatan,
kebaikan, kegunaan, benefit bagi pasien, dan juga untuk mengambil langkah positip
mencegah dan menghilangkan kecederaan dari pasien. Dalam hal informed consent untuk ad.
/ dan ad. 3& adalah ke!ajiban dokter untuk memberi penjelasan mengenai pengobatan atau
tindakan, baik manfaat maupun kekurangannya.*erapinya dimaksudkan untuk penyembuhan
dan kebaikan diri pasien sendiri
?. #eadilan. #eadilan di dalam pelayanan dan riset kesehatan digambarkan sebagai kesamaan
hak bagi pasien"pasien dengan kondisi yang sama. Di dalam informed consent, penjelasan
bagi pasien harus diberikan sampai dengan pengobatan yang mungkin saja tidak terjangkau
atau tidak dilindungi pihak asuransinya.
5. -arga Diri. %asien, dan dokter mempunyai hak atas harga dirinya.
E. #ebenaran dan #ejujuran. #ebenaran dan kejujuran adalah suatu keharusan di dalam
hubungan dokter pasien > subyek. nformed consent diberikan oleh pasien > subyek
berdasarkan informasi yang benar dan jujur.Dokter telah memberi informasi sejujur"jujurnya
sesuai dengan keadaan pasien.
*"# EA-DEN2E 8ASED MED-2-NE
Cvidence based medicine adalah suatu pendekatan medik yang didasarkan pada bukti"bukti
ilmiah terkini untuk kepentingan pelayanan kesehatan penderita. Dengan demikian dalam
praktek, evidence based medicine memadukan antara kemampuan dan pengalaman klinik
dengan bukti"bukti ilmiah terkini yang paling dapat dipercaya
Cvidence based medicine merupakan upaya yang dilakukan secara teliti dan bijaksana dalam
menggunakan bukti"bukti terbaik saat ini untuk mengambil keputusan yang terkait denhan
pera!atan pasien.
*ujuan evidence based medicine adalah membantu proses pengambilan keputusan klinik,
baik untuk kepentingan pencegahan, diagnosis, terapeutik, maupun rehabilitasi yang
didasarkan pada bukti"bukti ilmiah yang terpercaya dan dapat untuk dipertanggungja!abkan
8A8 A
KES-MPULAN
DA56AR PUS6AKA