Anda di halaman 1dari 4

II.1.

Proses Pembuatan Monosodium Glutamat


Pada pembuatan MSG umumnya dikenal tiga macam proses pembuatan, yaitu
dengan proses klasik, proses biosintesis dan proses sintesis secara kimia. (Lia Ozza
1991, Monosodium Glutamat)

II.2. Proses Klasik
Pembuatan MSG dengan proses klasik adalah dengan proses ekstraksi. Prose
ini digunakan dari tahun 1909 sampai 1965 dan saat ini proses ini sudah tidak
digunakan lagi, Adapun prosesnya adalah sebagai berikut : (Lia Ozza 1991,
Monosodium Glutamat)
a. Tahap Ekstraksi dan Hidrolisa
Pada tahap ini gluten gandum yang digunakan sebagai bahan baku, dipisahkan dari
tepung gandum, Bahan baku dipanaskan sampai suhu mencapai 150 0C dan
ditambahkan HCl dimana hal ini akan mengakibatkan terjadinya proses hidrolisa
bahan baku. Pada proses ini akan diperoleh L-asam glutamat (L-GA) hidroksida.
b. Pemekatan larutan dan kristalisasi L-asam glutamat (L-GA) hidroksida
Larutan dipekatkan dengan pengurangan tekanan kemudian ditambahkan HCl pekat.
Proses ini dimaksudkan untuk memisahkan L-GA dari asam amino - asam amino
lainnya, karena L-GA akan lebih mudah dipisahkan dalam bentuk hidroksidanya
karena kelarutannya yang sangat rendah dalam larutan HCl pekat. Hasil hidrolisa
didinginkan untuk mengkristalisasi L-GA hidroksi.
c. Filtrasi larutan dan pelarutan
Hidroklorida dipisahkan dengan filtrasi dan kemudian filtrat dilarutkan di dalam air
hangat. Selanjutnya larutan difiltrasi lagi untuk menghilangkan material humik yang
tidak larut, yang sebagian terbentuk akibat reaksi asam-asam amino dengan
karbohidrat.


d. Pengendapan kristal
Kemudian pH filtrat dibuat menjadi 3,2 (merupaka titik isoelektrik GA) dengan
penambahan NaOH atau ammonia untuk mengendapkan kristal L-GA.
e. Pembentukan MSG
Kristal L-GA mentah disuspensikan di dalam air dan dinetralisasi dengan NaOH
yang akan menghasilkan MSG. Larutan didekolorisasi dengan menggunakan karbon
aktif agar diperoleh larutan yang jernih. Kemudian larutan dipekatkan untuk
mengkristalkan MSG. Selanjutnya kristal MSG disentrifus untuk dipisahkan dari
larutan induknya dan kemudian dikeringkan dan selanjutnya siap dipasarkan.

II.1.2. Proses Biosintesis
Proses biosintesis merupakan suatu proses pembuatan MSG dengan
menggunakan proses fermentasi. Proses ini menggantikan proses klasik. Adapun
proses pembuatannya adalah sebagai berikut :
a. Tahap fermentasi.
Bahan baku yang digunakan pada proses ini adalah molase dimana tahap
fermentasi dilakukan dengan mikroba. Molase sebagi sumber karbon diubah
menjadi asam glutamat (GA). Mikroba sebagai katalis dalam reaksi perubahan gula
menjadi Asam glutamat. Proses fermentasi ini dilakukan dalam fermentor dengan
mengatur pH dan suhu optimum serta tambahan bahan pendukung lainnya seperti
urea sebagai sumber karbon, garam organik dan faktor pertumbuhan sebagi nutrisi.
Secara kimia proses pembentukan GA dapat dilihat dari reaksi sebagai berikut :

2 C6H12O6 + (NH2)2CO + 3 O2 2 C5H9O4N + 3 CO2 + 5 H2O
Gula urea asam glutamat

b. Pemisahan asam glutamat (GA)
Fermentasi berlangsung selama 35-45 jam kemudian hasil fermentasi tersebut
disentrifus untuk menghilangkan biomassa yang terbentuk dan bahan-bahan padat
organik lainnya. Asam glutamat yang ada dalam larutan induk dipisahkan dengan
resin, dimana asam glutamat akan tertahan di dalam resin.


c. Tahap pembentukan MSG
Untuk mendapatkan MSG, resin yang sudah mengandung asam glutamat
diregenerasi dengan larutan NaOH, dimana larutan yang telah digunakan untuk
meregenerasi resin sudah mengandung MSG, selanjutnya untuk mendapatkan MSG
yang putih, larutan ini didekolorisasi dengan karbon aktif. Pembentukan MSG secara
kimia dapat dilihat dari reakasi berikut :

C5H9NO4 + NaOH C5H8NO4Na + H2O
Asam glutamat Monosodium glutamat

d. Tahap pembentukan kristal MSG
Larutan induk yang sudah didekolorisasi mengandung MSG dalam
konsentrasi yang rendah, untuk menaikkan konsentrasi MSG dalam larutan, maka
perlu dievaporasi, untuk mendapatkan kristal MSG dilakukan dengan penurunan
suhu larutan induk dengan proses kristalisasi.

II.1.3. Proses sintesis secara kimia
Sintesa MSG dapat dilakukan dengan menggunakan tiga cara, yaitu furfural
melalui maleic, furfural melalui -ketoglutaric acid dan -acrylonitrile melalui
formylpropionitrile. Salah satu prosesnya adalah dengan menggunakan akrilonitril
sebagai bahan baku . Akrilonitril ditambah dengan H2 dan CO dimana dari proses
penambahan ini dihasilkan -cyanopropionaldehid (4-oxobutronitril). Kemudian
ditambahkan ammonium cyanida yang diperoleh dari campuram ammonia, metan
dan O2. Kemudian larutan dihidrolisis dengan menggunakan larutan NaOH dan
asam sulfat yang akan menghasilkan rasimik GA yaitu DL-GA, kemudian ke dalam
rasimik DL-GA ditambahkan Na2SO4 sehingga diperoleh bentuk D-GA yang
kemudian direcycle, dan L-GA sebagai bahan pembentuk MSG. MSG diperoleh
dengan menambahkan NaOH pada larutan L-GA.

II.2. Pemilihan Proses
Sebelum memilih proses pembuatan MSG yang akan digunakan, dilakukan
pengumpulan data mengenai proses-proses tersebut sebagai bahan pertimbangan
untuk melakukan pemililihan. Pada tabel II.1. ini dapat dilihat perbandingan antara
ketiga proses yang ada :
Tabel II.1. Perbandingan Tiga proses pembuatan MSG
Proses Bahan Baku Kondisi
Operasi
Yield
(%)
Klasik Gluten gandum T=150 0C, pH
3,2
15-25
Biosintesis Molase T=30 0C, pH 7- 86
8
Sintesis Maleic semialdehida -ketogluteric acid
acrylonitrile


Sumber : US patent April, 11, 1972, 3.655.746
Berdasarkan mikroorganisme yang ikut berperan dalam reaksi pembuatan MSG,
maka dapat dibedakan menjadi beberapa jenis, seperti yang tercantum dalam Tabel
II.2.
Tabel II.2. Mikroorganisme yang berperan dalam proses pembuatan MSG
Mikroorganisme Fungi Aspergillus
terrus
Micrococcus
glutamicus "VNII
Genetika" 490
Micrococcus
glutamicus "VNII
Genetika" 3144
Suhu operasi
(0C)
23-32 25-32 28-30 28-30
Waktu
fermentasi
(jam)

24-96

48-90

60-65

30-40
Pemisahan H2G Ekstraksi Ekstraksi Resin Resin
Kondisi Aerob Aerob Aerob Aerob
Produk H2G
(gr/L)

40 40
Yield H2G (%)

84 86
Kemurnian MSG
(%)

99 99

Sumber : US Patent April, 11,1972, 3.655.746 & US Patent October, 18, 1977,
054.489


II. 3 Spesifikasi bahan baku dan produk

Bahan Baku utama dalam produksi MSG adalah tetes tebu (molase). Molase ini
merupakan hasil samping (by produk) dalam industri gula tebu.
Molase
Sifat-sifat fisika dan kimia :
Wujud : Cairan coklat
Warna : Coklat kehitam-hitaman
Densitas : 1.47 gr/mL
Viscositas : 4.323 Cp
Panas Spesifik : 0.5 Kkal/Kg 0C
Komponen dalam molase :
Gula : 62 %
Air : 20 %
Non Gula : 18 %
NaOH
Sodium hidroksida digunakan pada proses netralisasi dan proses pembentukan
MSG dimana bahan ini bereaksi dengan Glutamic acid.
Sifat fisik dan kimia :
Rumus Molekul : NaOH
Berat Molekul : 40
Wujud : putih
Melting Point : 318 0C
Boiling point : 1390 0C (padatan) ; 140 0C (larutan 50%)
Specifik gravity (bj air :1) : 2,12 g/mL (padatan) ; 1,52 (larutan 50%)
Kelarutan : Mudah larut dalam air.
Air
Rumus Molekul : H2O
Berat Molekul : 18,02
Diameter molekul : 2,52 Angstrom
Titik didih (760 mmHg) : 212 0F
Titik leleh (760 mmHg) : 32,00001 0F
Panas penguapan : 17479,21 Btu/lbmol
Specifik grafity (60 0F) : 1
Kapasitas panas : 1,0 kkal



Monosodium Glutamat (MSG)
Sifat fisik dan kimia :
Rumus Molekul : HOOCCH2CH2CH(NH2)COONa.H2O
Berat Molekul : 187,13
Wujud : Kristal berwarna putih
Kelarutan : mudah larut dalam air 0.739 Kg/L pada suhu 35 0C
pH : 7,0 (laturan 2%)
Titik leleh : 232 OC

Urea
Rumus Molekul : (NH2)2CO
Berat Molekul : 60,06
Wujud : serbuk berwarna putih
Kelarutan : mudah larut dalam air.



Demikian ya, Terima kasih,

**************************************************
Kasimuddin
PT. Asahimas Flat Glass Tbk
Automotive Glass General Division
Planning & Logistic Department
Phone : +62. 264. 351711 Ext. 6431, 6432
Fax : +62. 264. 350122
**************************************************