Anda di halaman 1dari 31

USULAN PENELITIAN

Judul Penelitian:
1. Pengaruh Olahraga Renang Terhadap Kondisi Tubuh Pasien Asma
Latar Belakang:
Asma merupakan problem kesehatan di seluruh dunia, yang
mempengaruhi kurang lebih 300 juta jiwa. Angka kematian di dunia akibat
asma diperkirakan menapai !"0.000 orang per tahun. Penyakit ini merupakan
salah satu penyaki tutama yang menyebabkan pasien memerlukan perawatan,
baik di rumah sakit maupun di rumah. #eparuh dari semua kasus asma
berkembang sejak masa kanak$kanak, sedangkan sepertiganya pada masa
dewasa sebelum umur %0 tahun. &amun demikian, asma dapat dimulai pada
segala usia, mempengaruhi pria dan wanita tanpa keuali, dan bias terjadi pada
setiap orang pada segala etnis. 'enurut (lobal )nitiati*e +or Asthma ,()&A-
tahun !00., asma dide+inisikan sebagai /penyakit in+lamasi kronis pada
saluran perna+asan di mana berbagai sel dan elemen seluler, terutama sel mast,
eosinophil, lim+osit 0, makro+ag, dan sel epithelial1.
)n+lamasi kronis ini berhubungan dengan hiperresponsi*itas saluran
perna+asan terhadap berbagai stimulus, yang menyebabkan kekambuhan sesak
na+as ,mengi-, kesulitanberna+as, dada terasa sesak, dan batuk$batuk, yang
terjadi utamanya pada malam hari atau dinihari. #umbatan saluran na+as ini
bersi+at re*ersible, baik dengan atau tanpa pengobatan.
Asma yang munul pada dewasa dapat disebabkan oleh berbagai +ator
seperti :adanya sinusitis, polip hidung, sensiti*itas terhadap aspirin atau obat$
obat anti in+lamasi non$steroid ,A)&#. 2i tempat$tempat kerja tertentu banyak
terdapat agen$agen yang dpat terhirup seperti debu, bulu binatang, dan
sebagainya, banyak dijumpai orang yang menderita asma yang disebut
oupational asthma, yaitu asma yang disebabkan karena pekerjaan.
3elompok dengan resiko terbesar terhadap perkembangan asma adalah anak$
anak yang mengidap alergi dan memiliki keluarga dengan riwayat asma.
Beberapa penelitian mengungkapkan bahwa latihan +isik seperti
melakukan olahraga seperti renang, jogging dan mendaki merupakan e4erise
1
induer asthma ,5)A-. &amun penelitian terbaru tentang pengaruh latihan +isik
olahraga pada pasien asma merupakan salah satu terapi untuk latihan
perna+asan pasien sehingga dapat meningkatkan kondisi tubuh pasien.
'aka dari itu penting untuk diteliti perbandingan antara latihan +isik olahraga
khususnya renang pada kondisi tubuh pasien asma. Penulis mengangkat
penelitian berjudul Pengaruh Olahraga Renang Terhadap Kondisi Tubuh
Pasien Asma
6umusan 'asalah:
a. Bagaimana pengaruh olahraga renang terhadap kondisi pasien asma 7
b. Bagaimana hasil perbandingan kondisi tubuh pasien asma yang diberikan
latihan olahraga renang dan yang tidakdiberikan latihan olahraga renang 7
0ujuan Penulisan:
a. 8ntuk mengetahui pengaruh olahraga renang terhadap kondisi pasien asma
b. 8ntuk mengetahui perbandingan kondisi tubuh pasien asma yang
diberikan latihan olahraga renang dan yang tidakdiberikan latihan olahraga
renang
'an+aat Penulisan:
a. Bagi kha9anah ilmu, menambah literature dan re+erensi ilmu penegtahuan
dalam hal ini khusunya ilmu petehuan mengenai penyakit asma.
b. Bagi mahasiswa, menambah re+erensi baaan bagi mahasiswa kesehatan
khususnya untuk mempelajari penyakit asma.
2. Ee!"i#i"as La"ihan Tari $ali %alam &emperbai!i Kondisi Pernapasan
Pasien %engan Asma
Latar Belakang:
Asma adalah penyakit jalan napas obstrukti+ intermiten, re*ersible
dimana trakea dan bronki berespons dalam seara hiperakti+ terhadap stimuli
tertentu . Asma dapat terjadi pada sembarang golongan usia : sekitar setengah
dari kasus terjadi pada anak$anak dan sepertiga lainya terjadi sebelum usia %0
tahun. ;ampir <= > dari penduduk$ Amerika mengalami asma dalam suatu
kurun waktu tertentu dalam kehidupan mereka ,#melt9er dan Bare, !00!-.
Berbagai negara memperingati hari asma sedunia dengan berbagai ara, tidak
terkeuali )ndonesia. Besar masalah asma dapat di perlihatkan dari data
2
berikut ini. 2alam 30 tahun terakhir terjadi peningkatan pre*alensi ,kekerapan
penyakit- asma terutama di negara$negara maju. 3enaikan pre*alensi asma di
Asia, seperti #ingapura, 0aiwan, Jepang, atau 3orea #elatan, juga menolok.
Beberapa penelitian mengungkapkan bahwa latihan +isik seperti senam asma
)ndonesia dapat dilakukan untuk melatih pernapasan pasien dengan asma.
#elain itu, ada penelitian yang mengungkapkan bahwa tari 9umba yang berasal
dari oloumbia dapat dilakukan untuk latihan pernapasan dan hasilnya latihan
tari ini e+ekti+ bagi pasien asma untuk mengontrol asmanya. 'aka dari itu
penting untuk diteliti e+ekti+itas latihan tari bali bagi pasien asma dalam
mengontrol asma. Penulis mengangkat penelitian berjudul Effektivitas
Latihan Tari Bali alam !emperbaiki Kondisi Pernapasan Pasien engan
Asma
Perumusan 'asalah:
2ari latar belakang tersebut maka penulis merumuskan masalah dalam karya
tulis ilmiah yaitu:
Bagaimana e++ekti*itas Latihan 0ari Bali 2alam 'emperbaiki 3ondisi
Pernapasan Pasien 2engan Asma
0ujuan Penelitian:
0ujuan 8 mum :
a. 8ntuk mengetahui e++ekti*itas Latihan 0ari Bali 2alam 'emperbaiki
3ondisi Pernapasan Pasien 2engan Asma
0ujuan 3 husus
a. 8ntuk mengetahui intensitas Latihan 0ari Bali pada pasien 2engan Asma
b. 8ntuk mengetahui perbandingan pada pasien dengan asma sebelum dan
sesudah dilakukan latihan tari bali
'an+aat Penelitian
a. Bagi Peneliti
2apat dijadikan sebagai pengalaman dan menambah pengetahuan bagi
penulis khususnya dalam meneliti pengetahuan pasien asma terhadap
pengaruh olah raga pada intensitas serangan asma pada pasien asma
3
b. Bagi Pendidikan
Penelitian ini nantinya dapat digunakan sebagai data in+ormasi dan
masukan bagi mahasiswa?i dalam melaksanakan program penelitian yang
akan datang.
. Bagi 6umah #akit
2apat dijadikan in+ormasi dan masukan untuk tenaga kesehatan dalam
memberikan asuhan keperawatan kepada pasien khususnya pada pasien
asma.
LA&PIRAN SOAL
Kasus '
4
Asma adalah penyakit kronis, penderita asma membutuhkan penanganan jangka
panjang dan terapi pengobatan. Jadi, penderita asma perlu obat untuk mengatasi
serangan atau sebagai pelega yang dapat digunakan sehari$hari dan pengobatan
untuk mengendalikan peradangan pada saluran pernapasan dan menegah
timbulnya gejala dan serangan asma. #elain terapi medik berupa obat inhalasi
kortikosteroid, masih banyak terapi yang digunakan untuk mengontrol serangan
asma. #aat serangan asma, pasien biasanya mengatasi sendiri dirumah ,asma
ringan- atau pergi ketempat pelayanan keehatan apabila serangan tidak dapat
diatasi dirumah. 3arena asma merupakan penyakit kambuhan, usaha untuk
menegah kekambuhan serangan asma dan perawatan asma terus berkembang.
Bagaimana e*idene base tentang usaha yang harus dilakukan untuk peningkatan
kondisi tubuh pasien asma, penegahan kekambuhan, regiment therapiutuk yang
harus dilakuakan, dan perawatan asma ketika serangan ringan terjadi di rumah.
Petunjuk : buatlah sebuah makalah yang berhubungan dengan deskripsi masalah
tersebut. )si makalah tidak dibatasi. @arilah e*idenbae dari berbagai sumber,
,website, jurnals,te4tbook, koran, pendapat para ahli dan lai$lain- dan sebutkan
sumber tersebut dalam da+tar pustaka.
#etiap kelompok
#etiap kelompok mengajukan ! ususlan penelitian ,topi?masalah yang ingin
diteliti-. 2idalamnya menakup masalah ayng ingin diteliti, alasan meneliti hal
tersebut, apa man+aatnya yang diharapkan dari penelitian tersebut.
$A$ I
PEN%A(ULUAN
1.1 La"ar $ela!ang
5
Asma merupakan penyakit in+lamasi ,peradangan- kronik saluran napas
yang ditandai adanya mengi episodik, batuk, dan rasa sesak di dada akibat
penyumbatan saluran napas, termasuk dalam kelompok penyakit saluran
pernapasan kronik. Asma mempunyai tingkat +atalitas yang rendah namun
jumlah kasusnya ukup banyak ditemukan dalam masyarakat. Badan
kesehatan dunia ,A;B- memperkirakan <00$<"0 juta penduduk dunia
menderita asma, jumlah ini diperkirakan akan terus bertambah sebesar
<.0.000 orang setiap tahun. #umber lain menyebutkan bahwa pasien asma
sudah menapai 300 juta orang di seluruh dunia dan terus meningkat selama
!0 tahun belakangan ini. Apabila tidak di egah dan ditangani dengan baik,
maka diperkirakan akan terjadi peningkatan pre*alensi yang lebih tinggi lagi
pada masa yang akan datang serta mengganggu proses tumbuh kembang
anak dan kualitas hidup pasien.
Berdasarkan hasil suatu penelitian di Amerika #erikat hanya C0> dokter ahli
paru dan alergi yang memahami panduan tentang asma dengan baik,
sedangkan dokter lainnya !0>$%0>. 0idak mengherankan bila tatalaksana
asma belum sesuai dengan yang diharapkan. 2i lapangan masih banyak
dijumpai pemakaian obat anti asma yang kurang tepat dan masih tingginya
kunjungan pasien ke unit gawat darurat, perawatan inap, bahkan perawatan
intensi+.
#ehingga dibutuhkan edukasi kepada pasien dan keluarga meliputi hal$hal
mengenai usaha yang harus dilakukan untuk peningkatan kondisi tubuh
pasien asma, ara penegahan kekambuhan asma pada pasien, regiment
therapiutik yang harus dilakukan dan perawatan asma ketika serangan ringan
terjadi di rumah.
#alah satu ara untuk meningkatkan kondisi tubuh pada pasien dengan asma
adalah dengan melakukan latihan pernapasan. Latihan pernapasan
merupakan alternati+ sarana untuk memperoleh kesehatan yang diharapkan
bisa menge+ekti+kan semua organ dalam tubuh seara optimal dengan olah
napas dan olah +isik seara teratur, sehingga hasil metabolisme tubuh dan
energi penggerak untuk melakukan akti*itas menjadi lebih besar dan
berguna untuk menangkal penyakit ,Aardoyo, !003-. Penderita asma
memiliki pola pernapasan yang salah dan enderung menggunakan
6
pernapasan dada atas dan mengempiskan perut saat inspirasi. Latihan
pernapasan bertujuan untuk melatih ara bernapas yang benar , melenturkan
dan memperkuat otot pernapasan, melatih ekspektorasi yang e+ekti+,
meningkatkan sirkulasi dan mempertahankan asma yang terkontrol
,;olloway, 6am, !00%-. Pada penderita asma latihan pernapasan selain
ditujukan untuk memperbaiki +ungsi alat pernapasan, juga bertujuan melatih
penderita mengatur pernapasan jika terasa akan datang serangan, ataupun
sewaktu serangan asma. 0erapi pernapasan utama bagi penderita asma
adalah latihan napas perut atau dia+ragmati breathing e4erise.
2ia+ragmati breathing e4erisse dilakukan dengan ara membesarkan perut
ke depan dan dilakukan seara perlahan ketika menghembuskanya ,Jones, et
all, !003-.
1.2 Rumusan &asalah
1.2.1 Bagaimana regiment therapiutik yang harus dilakukan 7
1.2.2 Bagaimana perawatan asma ketika serangan ringan terjadi di rumah 7
1.2.) Bagaimana ara penegahan kekambuhan asma pada pasien 7
1.2.' Bagaimana usaha yang harus dilakukan untuk peningkatan kondisi
tubuh pasien asma 7
1.) Tu*uan
1.).1 'engidenti+ikasi regiment therapiutik yang harus dilakukan
1.).2 'engidenti+ikasi perawatan asma ketika serangan ringan terjadi di
rumah
1.).) 'engidenti+ikasi ara penegahan kekambuhan asma pada pasien
1.).' 'engidenti+ikasi usaha yang harus dilakukan untuk peningkatan
kondisi tubuh pasien asma
1.' &anaa"
1.'.1 Penulis
1.'.1.1 'enambah khasanah ilmu pengetahuan mengenai usaha
yang harus dilakukan untuk peningkatan kondisi tubuh
pasien asma, penegahan kekambuhan asma, regiment
therapiutik yang harus dilakukan, perawatan asma ketika
serangan ringan terjadi di rumah.
1.'.1.2 'enambah kemampuan berpikir kritis dalam menanggapi
permasalahan kesehatan di masyarakat serta bagaimana
ara menanganinya
7
1.'.2 $agi Pemba+a
1.'.2.1 Pembaa dapat mengetahui usaha yang harus dilakukan
untuk peningkatan kondisi tubuh pasien asma, penegahan
kekambuhan asma, regiment therapiutik yang harus
dilakukan, perawatan asma ketika serangan ringan terjadi di
rumah.
1.'.) Ins"i"usi Pendidi!an
<.%.3.< 2apat dijadikan sumber pengetahuan untuk meneliti lebih
lanjut mengenai usaha yang harus dilakukan untuk
peningkatan kondisi tubuh pasien asma, penegahan
kekambuhan asma, regiment therapiutik yang harus
dilakukan, perawatan asma ketika serangan ringan terjadi di
rumah.
1.'.' %inas Keseha"an
<.%.%.< 2apat menambah data mengenai mengenai usaha yang
harus dilakukan untuk peningkatan kondisi tubuh pasien
asma, penegahan kekambuhan asma, regiment therapiutik
yang harus dilakukan, perawatan asma ketika serangan
ringan terjadi di rumah.
$A$ II
TIN,AUAN PUSTAKA
2.1 %einisi Asma
Asma merupakan penyakit in+lamasi kronik saluran napas yang disebabkan
oleh reaksi hiperresponsi+ sel imun tubuh seperti sel mast, eosino+il, dan
lim+osit$0 terhadap stimulus tertentu dan menimbulkan gejala dyspnea,
whee9ing, dan batuk akibat obstruksi jalan napas yang bersi+at re*ersibel
dan terjadi seara episodik berulang ,Brunner D #uddarth, !00!-. Pendapat
serupa juga menyatakan bahwa asma merupakan reaksi hiperresponsi+
8
saluran napas yang berbeda$beda derajatnya dan menimbulkan +luktuasi
spontan terhadap obstruksi jalan napas ,Lewis et al., !000-.
Asma adalah suatu kelainan berupa in+lamasi ,peradangan- kronik saluran
napas yang menyebabkan hipereakti*itas bronkus terhadap berbagai
rangsangan yang ditandai dengan gejala episodik berulang berupa mengi,
batuk, sesak napas dan rasa berat di dada terutama pada malam dan atau dini
hari yang umumnya bersi+at re*ersibel baik dengan atau tanpa pengobatan.
Asma bersi+at +luktuati+ ,hilang timbul- artinya dapat tenang tanpa gejala
tidak mengganggu akti+itas tetapi dapat eksaserbasi dengan gejala ringan
sampai berat bahkan dapat menimbulkan kematian. ,'enkes 6), !00.-
2.2 Pen+e"us Asma
'enurut 0he Lung Assoiation o+ @anada, ada dua +aktor yang menjadi
penetus asma :
Pemi+u Asma -Trigger.
Pemiu asma mengakibatkan mengenang atau menyempitnya saluran
pernapasan ,bronkokonstriksi-. Pemiu tidak menyebabkan peradangan.
0rigger dianggap menyebabkan gangguan pernapasan akut, yang belum
berarti asma, tetapi bisa menjurus menjadi asma jenis intrinsik.
(ejala$gejala dan bronkokonstriksi yang diakibatkan oleh pemiu
enderung timbul seketika, berlangsung dalam waktu pendek dan relati+
mudah diatasi dalam waktu singkat. &amun, saluran pernapasan akan
bereaksi lebih epat terhadap pemiu, apabila sudah ada, atau sudah
terjadi peradangan. 8mumnya pemiu yang mengakibatkan
bronkokonstriksi adalah perubahan uaa, suhu udara, polusi udara, asap
rokok, in+eksi saluran pernapasan, gangguan emosi, dan olahraga yang
berlebihan.
Pen/ebab Asma -Indu+er.
Penyebab asma dapat menyebabkan peradangan ,in+lamasi- dan
sekaligus hiperresponsi*itas ,respon yang berlebihan- dari saluran
pernapasan. )nduer dianggap sebagai penyebab asma yang
sesungguhnya atau asma jenis ekstrinsik.
Penyebab asma dapat menimbulkan gejala$gejala yang umumnya
berlangsung lebih lama ,kronis-, dan lebih sulit diatasi. 8mumnya
penyebab asma adalah alergen, yang tampil dalam bentuk ingestan
9
,alergen yang masuk ke tubuh melalui mulut-, inhalan ,alergen yang
dihirup masuk tubuh melalui hidung atau mulut-, dan alergen yang
didapat melalui kontak dengan kulit ,Eita;ealth, !00C-.
#edangkan Lewis et al. ,!000- tidak membagi penetus asma seara
spesi+ik. 'enurut mereka, seara umum pemiu asma adalah:
a. Alergen
Alergen dapat dibagi menjadi 3 jenis, yaitu:
)nhalan, yang masuk melalui saluran pernapasan seperti debu,
bulu binatang, serbuk bunga, spora jamur, bakteri dan polusi.
)ngestan, yang masuk melalui mulut yaitu makanan ,seperti
buah$buahan dan anggur yang mengandung sodium
metabisul+ide- dan obat$obatan ,seperti aspirin, epine+rin, A@5$
inhibitor, kromolin-.
3ontaktan, yang masuk melalui kontak dengan kulit.
Pada beberapa orang yang menderita asma respon terhadap )g 5 jelas
merupakan alergen utama yang berasal dari debu, serbuk tanaman
atau bulu binatang. Alergen ini menstimulasi reseptor )g 5 pada sel
mast sehingga pemaparan terhadap +aktor penetus alergen ini dapat
mengakibatkan degranulasi sel mast. 2egranulasi sel mast seperti
histamin dan protease sehingga berakibat respon alergen berupa
asma.
b. Olahraga
#ebagian besar penderita asma akan mendapat serangan jika
melakukan akti*itas jasmani atau olahraga yang berat. #erangan
asma karena akti+itas biasanya terjadi segera setelah selesai
berakti+itas. Asma dapat diinduksi oleh adanya kegiatan +isik atau
latihan yang disebut sebagai 54erise )ndued Asthma ,5)A- yang
biasanya terjadi beberapa saat setelah latihan.misalnya: jogging,
aerobik, berjalan epat, ataupun naik tangga dan dikarakteristikkan
oleh adanya bronkospasme, na+as pendek, batuk dan whee9ing.
Penderita asma seharusnya melakukan pemanasan selama !$3 menit
sebelum latihan.
+. Ine!si ba!"eri pada saluran napas
10
)n+eksi bakteri pada saluran napas keuali sinusitis mengakibatkan
eksaserbasi pada asma. )n+eksi ini menyebabkan perubahan in+lamasi
pada sistem trakeo bronkial dan mengubah mekanisme mukosilia.
Bleh karena itu terjadi peningkatan hiperresponsi+ pada sistem
bronkial.
d. S"res
#tres ? gangguan emosi dapat menjadi penetus serangan asma,
selain itu juga bisa memperberat serangan asma yang sudah ada.
Penderita diberikan moti*asi untuk mengatasi masalah pribadinya,
karena jika stresnya belum diatasi maka gejala asmanya belum bisa
diobati.
e. 0angguan pada sinus
;ampir 30> kasus asma disebabkan oleh gangguan pada sinus,
misalnya rhinitis alergik dan polip pada hidung. 3edua gangguan ini
menyebabkan in+lamasi membran mukus.
2.) Pa"oisiologi dan &e!anisme "er*adin/a Asma
(ejala asma, yaitu batuk seseak dengan mengi merupakan akibat dari
obstruksi bronkus yang didasari oleh in+lamasi kronik dan hiperakti*itas
bronkus. ;iperakti*itas bronkus merupakan iri khas asma, besarnya
hipereakti*itas bronkus ini dapat diukur seara tidak langsung. Pengukuran
ini merupakan parameter objekti+ untuk menentukan beratnya hiperakti*itas
bronkus yang ada pada seseorang pasien. Berbagai ara digunakan untuk
mengukur hipereakti*itas bronkus ini, antara lain dengan uji pro*okasi
beban kerja, inhalasi udara dingin, inhalasi antigen maupun inhalasi 9at
nonspesi+ik.,'enkes 6), !00.-
Penetus serangan asma dapat disebabkan oleh sejumlah +aktor antara lain
alergen, *irus, dan iritan yang dapat menginduksi respon in+lamasi akut
yang terdiri atas reaksi asma dini ,early asthma reation F 5A6- dan reaksi
asma lambat ,late asthma reation F LA6-. #etelah reaksi asma awal dan
reaksi asma lambat, proses dapat terus berlanjut menjadi reaksi in+lamasi
sub$akut atau kronik. Pada keadaan ini terjadi in+lamasi di bronkus dan se$
kitarnya, berupa in+iltrasi sel$sel in+lamasi terutama eosino+il dan monosit
dalam jumlah besar ke dinding dan lumen bronkus.
11
Penyempitan saluran napas yang terjadi pada asma merupakan suatu hal
yang kompleks. ;al ini terjadi karena lepasnya mediator dari sel mast yang
banyak ditemukan di permukaan mukosa bronkus, lumen jalan napas dan di
bawah membran basal. Berbagai +aktor penetus dapat mengakti*asi sal
mast. #elain sel mast, sel lain yang juga dapat melepaskan mediator adalah
sel makro+ag al*eolar, eosino+il, sel epitel jalan napas, netro+il, platelet,
lim+osit dan monosit.
)nhalasi alergen akan mengakti+kan sel mast intralumen, makro+ag al*eolar,
ner*us *agus dan mungkin juga epitel saluran napas. Peregangan *agal
menyebabkan re+leks bronkus, sedangkan mediator in+lamasi yang
dilepaskan oleh sel mast dan makro+ag akan membuat epitel jalan napas
lebih permeabel dan memudahkan alergen masuk ke dalam submukosa,
sehingga memperbesar reaksi yang terjadi.
'ediator in+lamasi seara langsung maupun tidak langsung menyebabkan
serangan asma, melalui sel e+ektor sekunder seperti eosino+il, netro+il,
platelet dan lim+osit. #el$sel in+lamasi ini juga mengeluarkan mediator yang
kuat seperti lekotriens. 0romboksan, PAG dan protein sitotoksis yang
memperkuat reaksi asma. 3eadaan ini menyebabkan in+lamasi yang
akhirnya menimbulkan hipereakti*itas bronkus.
2.' Tanda dan 0e*ala Asma
(ejala asma sering timbul pada waktu malam dan pagi hari. (ejala yang di
timbulkan berupa batuk$batuk pada pagi, siang, dan malam hari, sesak
napas, bunyi saat bernapas ,whee9ing atau 1ngik..ngik..-, rasa tertekan di
dada, dan gangguan tidur karena batuk atau sesak napas. (ejala ini terjadi
seara re*ersibel dan episodik berulang ,Perhimpunan 2okter Paru
)ndonesia, !00C-. Pada keadaan asma yang parah gejala yang ditimbulkan
dapat berupa peningkatan distress pernapasan ,tahyardia, dyspnea,
tahypnea, retraksi iga, puat-, pasien susah berbiara dan terlihat lelah.
(ejala yang berat adalah keadaan gawat darurat yang menganam jiwa.
Hang termasuk gejala yang berat adalah serangan batuk yang hebat, sesak
napas yang berat dan tersengal$sengal, sianosis ,kulit kebiruan, yang dimulai
12
dari sekitar mulut-, sulit tidur dengan posisi tidur yang dianggap nyaman
adalah dalam keadaan duduk, dan kesadaran menurun , 'enkes 6), !00.-.
(ejala asma dapat diperburuk oleh keadaan lingkungan, seperti terpapar
oleh bulu binatang, uap kimia, perubahan temperatur, debu, obat ,aspirin,
beta$bloker-, olahraga berat, serbuk, in+eksi sistem respirasi, asap rokok
dan stres ,()&A, !00C-. (ejala asma dapat menjadi lebih buruk dengan
terjadinya komplikasi terhadap asma tersebut sehingga bertambahnya gejala
terhadap 8ni*ersitas #umatera distress pernapasan yang di biasa dikenal
dengan #tatus Asmatikus ,Brunner D #uddarth, !00!-.
#tatus Asmatikus yang dialami penderita asma dapat berupa pernapasan
whee9ing, ronhi ketika bernapas ,adanya suara bising ketika bernapas-,
kemudian bisa berlanjut menjadi pernapasan labored ,perpanjangan
ekshalasi-, pembesaran *ena leher, hipoksemia, respirasi alkalosis, respirasi
sianosis, dyspnea dan kemudian berakhir dengan tahypnea. &amun makin
besarnya obstruksi di bronkus maka suara whee9ing dapat hilang dan
biasanya menjadi pertanda bahaya gagal pernapasan ,Brunner D #uddarth,
!00!-.
2.1 Klasii!asi
Berat$ringannya asma ditentukan oleh berbagai +aktor, antara lain gambaran
klinik sebelum pengobatan ,gejala, eksaserbasi, gejala malam hari,
pemberian obat inhalasi I$! agonis dan uji +aal paru- serta obat$obat yang
digunakan untuk mengontrol asma ,jenis obat, kombinasi obat dan +rekuensi
pemakaian obat-. 0idak ada suatu pemeriksaan tunggal yang dapat
menentukan berat$ringannya suatu penyakit. 2engan adanya pemeriksaan
klinis termasuk uji +aal paru dapat menentukan klasi+ikasi menurut berat$
ringannya asma yang sangat penting dalam penatalaksanaannya.
Asma diklasi+ikasikan atas asma saat tanpa serangan dan asma saat serangan
,akut-.
Asma saa" "anpa serangan
Pada orang dewasa, asma saat tanpa atau diluar serangan, terdiri dari :
)ntermitten, Persisten ringan, Persisten sedang dan Persisten berat ,0abel
<-
%era*a" asma 0e*ala 0e*ala malam 2aal paru
In"ermi""en Bulanan AP5 J.0>
13
$ (ej
alaK<4?minggu.
$ 0an
pa gejala diluar
serangan.
$ #era
ngan singkat.
L ! kali sebulan $ E5P
<
J.0> nilai prediksi AP5
J.0>
nilai terbaik.
$ Earia
biliti AP5K!0>.
Persis"en ringan 'ingguan AP5 M.0>
$ (ej
alaM<4?minggu
tetapiK<4?hari.
$ #era
ngan dapat
mengganggu akti+iti
dan tidur
M! kali sebulan $ E5P
<
J.0> nilai prediksi
AP5J.0> nilai terbaik.
$ Earia
biliti AP5 !0$30>.
Persis"en sedang ;arian AP5 C0$.0>
$ (ej
ala setiap hari.
$ #era
ngan mengganggu
akti+iti dan tidur.
$ 'e
mbutuhkan
bronkodilator setiap
hari.
M! kali sebulan $ E
5P
<
C0$.0> nilai
prediksi AP5 C0$
.0> nilai terbaik.
$ Eariabi
liti AP5 M30>.
Persis"en bera" 3ontinyu AP5 C0L>
$ (ej
ala terus menerus
$ #eri
ng kambuh
$ Akti
+iti +isik terbatas
#ering $ E5P
<
LC0> nilai prediksi
AP5 LC0> nilai
terbaik
$ Earia
biliti AP5 M30>
Sumber 3 Perhimpunan %o!"er Paru Indonesia4 Asma Pedoman 5 Pena"ala!sanaan
di Indonesia4 266'
#edangkan pada anak, seara arbiteri Pedoman &asional Asma Anak ,P&AA-
mengklasi+ikasikan derajat asma menjadi: Asma episodik jarang, Asma episodik
sering dan Asma persisten ,0abel !-
Parame"er !linis4
!ebu"uhan oba"
dan aal paru asma
Asma episodi!
*arang
Asma episodi!
sering
Asma persis"en
1 2re!uensi
serangan
K<4?bulan M<4?bulan #ering
2 Lama serangan K<minggu M<minggu ;ampir sepanjang
14
tahun, tidak ada
periode bebas
serangan
) In"ensi"as
serangan
Biasanya ringan Biasanya sedang Biasanya berat
' %ian"ara
serangan
0anpa gejala #ering ada gejala
(ejala siang dan
malam
1 Tidur dan
a!"ii"as
0idak tergganggu #ering tergganggu #angat tergganggu
7 Pemeri!saan
isi! diluar
serangan
&ormal , tidak
ditemukan kelainan-
'ungkin tergganggu
,ditemukan kelainan-
0idak pernah normal
8 Oba"
pengendali-an"i
inlamasi.
0idak perlu Perlu Perlu
9 U*i aal
paru-diluar
serangan.
P5GatauG5E
<
M.0>
P5GatauG5E
<
KC0$
.0>
P5EatauG5EKC0>
: ;ariabili"as aal
paru-bila ada
serangan.
EariabilitasM<"> EariabilitasM30>
Eariabilitas !0$30>.
Eariabilitas M"0>
P5GFPeak e"pirator# flo$ ,aliran ekspirasi?saat membuang napas punak-, G5E<F%or&ed
e"pirator# volume in se&ond ,*olume ekspirasi paksa dalam < detik-
Sumber 3 Raha*oe N4 d!!. Pedoman Nasional Asma Ana!4 UKK Pulmonologi4 PP I%AI4 266'
Asma saa" serangan
3lasi+ikasi derajat asma berdasarkan +rekuensi serangan dan obat yang
digunakan sehari$hari, asma juga dapat dinilai berdasarkan berat$
ringannya serangan. 'lobal (nitiative for Asthma ,()&A- membuat
pembagian derajat serangan asma berdasarkan gejala dan tanda klinis, uji
+ungsi paru, dan pemeriksaan laboratorium. 2erajat serangan
menentukan terapi yang akan diterapkan. 3lasi+ikasi tersebut meliputi
asma serangan ringan, asma serangan sedang dan asma serangan berat.
Perlu dibedakan antara asma ,aspek kronik- dengan serangan asma
,aspek akut-. #ebagai ontoh: seorang pasien asma persisten berat dapat
mengalami serangan ringan saja, tetapi ada kemungkinan pada pasien
yang tergolong episodik jarang mengalami serangan asma berat, bahkan
serangan anaman henti napas yang dapat menyebabkan kematian.
2alam melakukan penilaian berat$ringannya serangan asma, tidak harus
lengkap untuk setiap pasien. Penggolongannya harus diartikan sebagai
15
prediksi dalam menangani pasien asma yang datang ke +asilitas
kesehatan dengan keterbatasan yang ada. Penilaian tingkat serangan
yang lebih tinggi harus diberikan jika pasien memberikan respon yang
kurang terhadap terapi awal, atau serangan memburuk dengan epat,
atau pasien berisiko tinggi.
Parame"er !linis4
ungsi aal paru4
labora"orium
Ringan Sedang $era"
An+aman
hen"i napas
Sesa!
-brea"hless.
Berjalan Berbiara )stirahat
Bayi :
'enangis
keras
Bayi :
$0angis pendek
dan lemah
$3esulitan
menetek?makan
Bayi :
0idakmau
makan?minum
Posisi
Bisa
berbaring
Lebih suka
duduk
2uduk
bertopang
lengan
$i+ara 3alimat
Penggal
kalimat
3ata$kata
Kesadaran
'ungkin
iritabel
Biasanya
iritabel
Biasanya
iritabel
3ebingungan
Sianosis 0idak ada 0idak ada Ada &yata
<hee=ing
#edang,
sering
hanya
pada akhir
ekspirasi
&yaring,
sepanjang
ekspirasi N
inspirasi
#angat
nyaring,
terdengar
tanpa
stetoskop
#ulit?tidak
terdengar
Penggunaan o"o"
ban"u
respira"ori!
Biasanya
tidak
Biasanya ya Ha (erakan
paradok
torako$
abdominal
Re"ra!si
2angkal,
retraksi
interkostal
#edang,
ditambah
retraksi
suprasternal
2alam,
ditambah
napas uping
hidung
2angkal ?
hilang
2re!uensi napas 0akipnu 0akipnu 0akipnu Bradipnu
Pedoman nilai ba!u re!uensi napas pada ana! sadar 3
8sia Grekuensi napas normal per menit
K ! bulan KC0
!$<! bulan K "0
16
<$" tahun K %0
C$. tahun K 30
2re!uensi nadi
&ormal 0akikardi 0akikardi Bradikardi
Pedoman nilai ba!u re!uensi nadi pada ana!
8sia Grekuensi nadi normal per menit
!$<! bulan K <C0
<$! tahun K <!0
C$. tahun K <<0
Pulsus
parado!sus
-pemeri!saann/a
"ida! pra!"is.
0idak ada
,K <0
mm;g-
Ada
,<0$!0 mm;g-
Ada
,M!0mm;g-
0idak ada,
tanda
kelelahan otot
respiratorik
PE2R a"au
2E;1
->nilai dugaan?
>nilai "erbai!.
Pra bon!odila"or
Pas+a
bron!odila"or
M C0>
M .0>
%0$C0>
C0$.0>
K %0>
K C0>,
6espon K !
jam
SaO2 > M O"> O<$O"> L O0>
PaO2
&ormal
,biasanya
tidak
perlu
diperiksa-
M C0 mm;g K C0 mm;g
Pa@O2
K %"
mm;g
K %" mm;g M %" mm;g
Sumber 3 0INA4 2667
3lasi+ikasi asma berdasarkan tingkatan asma diantaranya :
Ting!a"an Asma Ter!on"rol
Kara!"eris"i! Ter!on"rol
Ter!onrol
Sebagian
Tida!
Ter!onrol
0e*ala harian
0idak ada ,dua
kali atau kurang
perminggu-
Lebih dari dua
kali seminggu
0iga atau lebih
gejala dalam
kategori Asma
0erkontrol #ebagian,
munul sewaktu P
waktu dalam
Pemba"asan
a!"i#i"as
0idak ada
#ewaktu$
waktu dalam
seminggu
0e*ala 0idak ada #ewaktu P
17
no!"urnal?gangguan
"idur -"erbangun.
waktu dalam
seminggu
seminggu
Kebu"uhan a!an
reliever a"au "erapi
rescue
0idak ada ,dua
kali atau kurang
dalam
seminggu-
Lebih dari dua
kali seminggu
2ingsi Paru -PE2
a"au
2E;1
A.
&ormal
K .0>
,perkiraan atau
dari kondisi
terbaik bila
diukur-
E!saserbasi 0idak ada
#ekali atau
lebih dalm
setahun
QQ-
#ekali dalam
seminggu
QQQ-
Sumber : GINA, 2006
3et :
Q-
Gungsi paru tidak berlaku untuk anak$anak di usia " tahun atau di bawah "
tahun
QQ-
8ntuk semua bentuk eksaserbasi sebaiknya dilihat kembali terapinya apkah
benar$benar adekuat
QQQ-
#uatu eksaserbasi mingguan, membuatnya menjadi asma tak terkontrol
.
18
$A$ III
PE&$A(ASAN
).1 Regimen" Therapeu"i! Bang (arus %ila!u!an Pada Pasien Asma
6egimen terapeutik, dalam hal ini tentu saja melibatkan partisipasi antara
pasien dan penyedia layanan kesehatan. Pembangunan yang e+ekti+ renana
perawatan memerlukan diagnosis, diskusi +ator yang mungkin memngaruhi
kesehatan, dan identi+ikasi tujuan pengobatan tertentu. Aspek regimen terapi
sendiri dapat menakup obat, prosedur, dan perubahan gaya hidup. Pasien
mungkin saja memerlukan pembedahan, modi+ikasi diet, atau perawatan lain
untuk berhasil mengatasi penyakit. Penyedia layanan kesehatan juga perlu
mempertimbangkan +ator$+aktor seperti alergi obat atau masalah yang
diungkapkan oleh pasien mengenai ketidakmampuannya dalam mengikuti
regimen terapi yang ada. Pasien mungkin membutuhkan pendidikan untuk
belajar bagaimana menjalankan terapi sesuai dengan regimennya. #ebelum
melakukan inter*ensi terapiutik, diagnosis dan anamnesa tentu penting
untuk dilakukan.
Pemantauan dan penilaian seara terus menerus penting untuk keberhasilan
penanganan klinis pada penderita asma. 'enurut konsep baru, penanganan
asma dibuat dalam 3 golongan umur yaitu 0$% tahun, %$<! tahun dan diatas
<! tahun, serta menggunakan ! domain dalam e*aluasi derajat berat dan
kontrol asma, yaitu gangguan dan risiko. Bila diagnosis asma sudah
ditegakkan, setiap penderita dilakukan penilaian derajat berat asma, 2erajat
berat adalah intensitas intrinsik proses penyakit yang diukur praterapi, dan
19
dapat memberikan in+ormasi kepada dokter untuk mengembangkan renana
pengobatan awal. Pengobatan awal diberikan sesuai dengan regimen ,tahap-
pengobatan. Pada prinsipnya penatalaksanaan asma klasi+ikasikan menjadi
penatalaksanaan asma akut?saat serangan dan penatalaksanaan asma jangka
panjang :
1. Pena"ala!sanaan asma a!u" -saa" serangan.
#erangan akut adalah episodik perburukan pada asma yang harus
diketahui oleh pasien. Penatalaksanaan asma sebaiknya dilakukan oleh
pasien di rumah dan apabila tidak ada perbaikan segera ke +asilitas
pelayanan kesehatan. Penanganan harus epat dan disesuaikan dengan
derajat serangan. Penilaian beratnya serangan berdasarkan riwayat
serangan termasuk gejala, pemeriksaan +isik dan sebaiknya pemeriksaan
+aal paru, untuk selanjutnya diberikan pengobatan yang tepat dan epat.
Pada serangan ringan4 obat yang digunakan hanya I! agonis kerja
epat yang sebaiknya diberikan dalam bentuk inhalasi. Bila tidak
memungkinkan dapat diberikan seara sistemik. Pada dewasa dapat
diberikan kombinasi dengan teo+ilin?amino+ilin oral. Pada keadaan
tertentu ,seperti ada riwayat serangan berat sebelumnya-
kortikosteroid oral ,metilprednisolon- dapat diberikan dalam waktu
singkat 3$ " hari.
Pada serangan sedang4 diberikan I! agonis kerja epat dan
kortikosteroid oral. Pada dewasa dapat ditambahkan ipratropium
bromida inhalasi, amino+ilin )E ,bolus atau drip-. Pada anak belum
diberikan ipratropium bromida inhalasi maupun amino+ilin )E. Bila
diperlukan dapat diberikan oksigen dan pemberian airan )E.
Pada serangan bera"4 pasien dirawat dan diberikan oksigen, airan
)E, I! agonis kerja epat ipratropium bromida inhalasi,
kortikosteroid )E, dan amino+ilin )E ,bolus atau drip-. Apabila I!
agonis kerja epat tidak tersedia dapat digantikan dengan adrenalin
subkutan.
Pada serangan asma /ang mengan+am *iCa langsung dirujuk ke
)@8.
20
2. Pena"ala!sanaan asma *ang!a pan*ang
Penatalaksanaan asma jangka panjang bertujuan untuk mengontrol asma
dan menegah serangan. Pengobatan asma jangka panjang disesuaikan
dengan klasi+ikasi beratnya asma. Prinsip pengobatan jangka panjang
meliputi: 5dukasi, Bbat asma ,pengontrol dan pelega- dan 'enjaga
kebugaran.
).2 PeraCa"an Asma Ke"i!a Serangan Ringan Ter*adi %i Rumah
#erangan akut adalah episodik perburukan pada asma yang harus diketahui
oleh pasien. Penatalaksanaan asma sebaiknya dilakukan oleh pasien di
rumah, dan apabila tidak ada perbaikan segera ke +asilitas pelayanan
kesehatan. Penanganan harus epat dan disesuaikan dengan derajat serangan.
Penilaian beratnya serangan berdasarkan riwayat serangan termasuk gejala,
pemeriksaan +isik dan sebaiknya pemeriksaan +aal paru, untuk selanjutnya
diberikan pengobatan yang tepat dan epat. ,'enkes 6), !00=-
;al$hal yang dapat dilakukan di rumah jika terjadi serangan asma, sebagai
berikut:
<. 2ampingi penderita. 0enangkan dan berikan petunjuk posisi duduk
,+owler- atau posisi lain yang membuatnya nyaman.
!. Buka atau longgarkan pakaian yang mengganggu pernapasan.
3. Jika ada, berikan oksigen <$! ltr per menit.
%. 8sahakan agar ruangan ukup mengandung oksigen, dengan membuka
jendela atau *entilasi udara ,tetapi penderita jangan sampai terkena
angin langsung-.
". Berikan obat sesuai dengan petunjuk dokter.
Pada serangan asma obat$obat yang digunakan adalah :
bronkodilator ,I! agonis kerja epat dan ipratropium bromida-
kortikosteroid sistemik
Pada serangan ringan obat yang digunakan hanya I! agonis kerja epat
yang sebaiknya diberikan dalam bentuk inhalasi. Bila tidak
memungkinkan dapat diberikan seara sistemik. Pada dewasa dapat
diberikan kombinasi dengan teo+ilin?amino+ilin oral. Pada keadaan
tertentu ,seperti ada riwayat serangan berat sebelumnya- kortikosteroid
oral ,metilprednisolon- dapat diberikan dalam waktu singkat 3$ " hari.
21
C. Berikan minum air hangat yang banyak agar lendir yang kental dapat
air dan mudah dikeluarkan.
).) Pen+egahan Ke!ambuhan Asma
Penatalaksanaan asma jangka panjang bertujuan untuk mengontrol asma dan
menegah serangan. Pengobatan asma jangka panjang disesuaikan dengan
klasi+ikasi beratnya asma. Prinsip pengobatan jangka panjang meliputi :
5dukasi, Bbat asma ,pengontrol dan pelega-: dan 'enjaga kebugaran.
a. Edu!asi
5dukasi yang diberikan menakup :
3apan pasien berobat? menari pertolongan
'engenali gejala serangan asma seara dini
'engetahui obat$obat pelega dan pengontrol serta ara dan waktu
penggunaannya
'engenali dan menghindari +aktor penetus
3ontrol teratur
b. Oba" asma
Bbat asma terdiri dari obat pelega dan pengontrol. Bbat pelega diberikan
pada saat serangan asma, sedangkan obat pengontrol ditujukan untuk
penegahan serangan asma dan diberikan dalam jangka panjang dan
terus menerus. 8ntuk mengontrol asma digunakan anti in+lamasi
,kortikosteroid inhalasi-. Pada anak, kontrol lingkungan mutlak
dilakukan sebelum diberikan kortikosteroid dan dosis diturunkan apabila
dua sampai tiga bulan kondisi telah terkontrol.
Bbat asma yang digunakan sebagai pengontrol antara lain : )nhalasi
kortikosteroid, I! agonis kerja panjang, antileukotrien, teo+ilin lepas
lambat.
+. La"ihan 2isi!
#elain edukasi dan obat$obatan diperlukan juga menjaga kebugaran
antara lain dengan melakukan senam asma. Pada dewasa, dengan #enam
Asma )ndonesia yang teratur, asma terkontrol akan tetap terjaga,
sedangkan pada anak dapat menggunakan olahraga lain yang menunjang
22
kebugaran. 2engan melaksanakan ketiga hal diatas diharapkan terapai
tujuan penanganan asma, yaitu asma terkontrol.
).' Pening!a"an Kondisi Tubuh Pasien Asma
#alah satu penatalksanaan jangka panjang pada pasien asma adalah dengan
melakukan latihan +isik. Latihan +isik yang dapat dilakukan adalah dengan
melakukan senam kebugaran ,senam asma- dan latihan pernapasan. Latihan
pernapasan merupakan alternati+ sarana untuk memperoleh kesehatan yang
diharapkan bisa menge+ekti+kan semua organ dalam tubuh seara optimal
dengan olah napas dan olah +isik seara teratur, sehingga hasil metabolisme
tubuh dan energi penggerak untuk melakukan akti*itas menjadi lebih besar
dan berguna untuk menangkal penyakit ,Aardoyo, !003-.
Penderita asma memiliki pola pernapasan yang salah dan enderung
menggunakan pernapasan dada atas dan mengempiskan perut saat inspirasi.
Pada kondisi ini energi yang diperlukan tinggi sedangkan pengembangan
paru minimal, karena dia+ragma yang terdorong ke atas akibat perut yang
dikempiskan. @enderung tegang dan panik sewaktu serangan, yang
membuat sukar mengatur ,kontrol- pernapasan dan membuat konstriksi
,menyempitnya- saluran napas bronhus bertambah ,;erman, !00=-.
Latihan pernapasan bertujuan untuk melatih ara bernapas yang benar,
melenturkan dan memperkuat otot pernapasan, melatih ekspektorasi yang
e+ekti+, meningkatkan sirkulasi dan mempertahankan asma yang terkontrol
,;olloway, 6am, !00%-. Pada penderita asma latihan pernapasan selain
ditujukan untuk memperbaiki +ungsi alat pernapasan, juga bertujuan melatih
penderita mengatur pernapasan jika terasa akan datang serangan, ataupun
sewaktu serangan asma. @ara untuk meningkatkan kualitas hidup penderita
asma adalah dengan melakukan latihan pernapasan salah satunya adalah
iafragmati& Breathing E"er&ise. 0erapi pernapasan utama bagi penderita
asma adalah latihan napas perut atau diafragmati& breathing e"er&ise.
iafragmati& breathing e"er&isse dilakukan dengan ara membesarkan perut
ke depan dan dilakukan seara perlahan ketika menghembuskanya ,Jones, et
23
all, !003-. #elama melakukan teknik pernapasan ini dilakukan pengurangan
gerakan osta ,2ehman, Ailson, !00%-.
$A$ I;
ANALISA ,URNAL
).1 Analisis PPI@OT
Problem : Pengaruh iafragmati& Breathing E"er&ise 0erhadap
Peningkatan 3ualitas ;idup Penderita Asma.
Popula"ion : = orang
Populasi diambil dari BB3P' #urakarta sebagai pusat
rujukan kesehatan paru yang memberikan pelayanan
spesialistik dan subspesialitik dibidang paru. 0eknik
pengambilan sample dengan teknik 0otal Populasi yang
memenuhi kriteria inklusi : Pasien asma terkontrol penuh
dan terkontrol sebagian, bersedia memberikan data yang
nyata dan kooperati+, pasien asma yang mengikuti program
rawat jalan, pasien asma yang menggunakan obat obat
bronkodilator ,salbutamol, *antolin, briasma-, pasien asma
yang tidak mengikuti terapi yang lain ,in+rared, heating,
senam asma-.
6esponden berjumlah = orang yang terdiri dari laki laki
berjumlah ! orang dan perempuan " orang. #emua
responden memiliki jenis pekerjaan dan usia yang berbeda$
beda sehingga hasil setiap indi*idu ber*ariasi. 6esponden
tersebut terdiri dari usia yang berbeda$beda, < orang
perempuan berusia <O tahun, < orang permpuan berusia !3
tahun, < orang perempuan berusia !. tahun, < orang laki$
24
laki berusia 33 tahun, < orang laki$laki berusia %= tahun dan
! orang perempuan berusia C0 tahun.
In"er#en"ion : Pemberian iafragmati& Breathing E"er&ise pada Penderita
Asma di BB3P' #urakarta
6esponden di berikan dia+ragmati breathing e4erise
selama < bulan dan diamati perkembangannya, khususnya
perkembagan kualitas hidupnya. 2ia+ragmati breathing
e4erisse dilakukan dengan ara membesarkan perut ke
depan dan dilakukan seara perlahan ketika
menghembuskanya ,Jones, et all, !003-. #elama melakukan
teknik pernapasan ini dilakukan pengurangan gerakan osta
,2ehman, Ailson, !00%-.
Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu?Ruasi
e4periment untuk = responden dengan desain pre$post test
without ontrol design. 3ualitas hidup penderita asma di
ukur dengan 'ini Asthma Suality o+ Li+e ,'ASLS-.
@ompharism : 5+ekti+itas Pursed Lips Breathing an Tiup Balon 2alam
Peningkatan Arus Punak 5kspirasi ,AP5- Pasien Asma
Bronhiale
3ee+ekti+an latihan pernapasan terhadap kelangsungan
hidup pada pasien asma didukung oleh jurnal pendukung
yang berjudul /Ee!"ii"as Pursed Lips $rea"hing %an
Tiup $alon %alam Pening!a"an Arus Pun+a! E!spirasi
-APE. Pasien Asma $ron+hiale %i RSU% $an/umasD
Penelitian ini dilakukan pada pasien asma bronhiale yang
sebelum mendapat latihan na+as mengalami gangguan
aliran udara perna+asan khususnya pada saat ekspirasi, yang
ditunjukkan dengan nilai AP5 yang rendah dan tingkat
obstruksi yang berat. AP5 setelah pursed lips breathing
dapat meningkat dengan rata$rata peningkatan sebesar
25
!C,!0 l?menit. AP5 setelah tiup balon dapat meningkat
dengan rata$rata peningkatan sebesar <3,<%. l?menit.
Latihan na+as dengan pursed lips breathing dan tiup balon
pada pasien asma bronhiale e+ekti+ untuk membantu
menapai peningkatan AP5 dan memperbaiki tingkat
obstruksi. Latihan na+as dengan pursed lips breathing lebih
e+ekti+ daripada tiup balon dalam peningkatan AP5 pada
pasien asma bronhiale.
2ari penelitian ini, diharapkan latihan na+as tidak hanya
ditujukan untuk membersihkan jalan na+as dari mukus
berlebihan tapi juga ditujukan untuk mengatasi masalah
penurunan *olume paru, peningkatan beban kerja
perna+asan, pola na+as abnormal, gangguan pertukaran gas,
dan hambatan arus udara dalam saluran na+as. ,Jenkins D
0urker, <OO3-. ;al$hal tersebut dapat mempertahankan
asma yang terkontrol, sehingga penderita asma masih dapat
melakuan akti*itasnya seperti biasanya dan tidak
mengalami banyak penurunan produkti*itas dan kualitas
hidup ,;olloway, 6am, !00%-.
Ou"+ome : Peningkatan kualitas hidup pasien setelah dilakukan
diaphragmati breathing e4erise.
Biasanya penderita asma memiliki pola pernapasan yang
salah dan enderung menggunakan pernapasan dada atas
dan mengempiskan perut saat inspirasi ,;erman, !00=-.
2ia+ragmati breathing e4erise dapat melatih penderita
asma untuk bernapas yang benar, yaitu menggunakan
pernapasan perut. #elain hal tersebut dapat
mempertahankan asma yang terkontrol, sehingga penderita
asma masih dapat melakuan akti*itasnya seperti biasanya
dan tidak mengalami banyak penurunan produkti*itas dan
kualitas hidup ,;olloway, 6am, !00%-.
26
Berdasarkan jurnal EPengaruh %iaragma"i+ $rea"hing
EFer+ise Terhadap Pening!a"an Kuali"as (idup
Penderi"a AsmaD semua responden sebelum diberikan
perlakuan dia+ragmati breathing e4erise mempunyai
kualitas hidup antara %< samapi CO. &ilai ini menunjukkan
bahwa asma dapat mempengaruhi kualitas hidup seseorang.
#edangkan nilai kualitas hidup setelah diberikan
dia+ragmati breathing e4erise menunjukkan peningkatan
antara =< samapi .%. #eara umum semua responden
mengalami peningkatan kualitas hidup dari sedang ke
tinggi.
Time : < Bulan
Penelitian dilakukan di Balai Besar 3esehatan Paru
'asyarakat #urakarta pada bulan #eptember !0<<.
).2 Impli!asi KeperaCa"an Bang %apa" %i"imbul!an Terhadap Pemberian
%iaragma"i+ $rea"hing EFer+ise Pada Pasien Asma
Adapun beberapa peran perawat terkait dengan diafragmati& breathing
e"er&ise pada pasien asma antara lain :
Ad#o!a"or
Peran ini dilakukan oleh perawat dalam membantu klien dan keluarga
dalam menginterprestasikan berbagai in+ormasi dari pemberi pelayanan
atau in+ormasi lain khususnya seperti in+ormasi pentingnya pemberian
2ia+ragmati Breathing 54erise untuk menapai asma yang terkontrol
sehingga dapat meningkatkan 3ualitas ;idup Penderita Asma
Pela!sana pela/anan !eperaCa"an
'emberikan pelayanan kesehatan kepada pasien yang mengalami
permasalahan dengan asma berupa asuhan keperawatan yg komprehensi+
meliputi pemberian asuhan penegahan hingga penatalaksanaan. 2alam
inter*ensi keperawatan, perawat dapat memberikan diaphragmati
27
breathing e4erise pada pasien asma untuk meningkatkan kualitas hidup
pasien.
2asili"a"or
Perawat bisa membantu pasien dan keluarga dalam memeahkan
masalah dan tempat untuk bertanya apabila ada yang ingin mengetahui
peman+aatan memberikan diaphragmati breathing e4erise pada pasien
asma.
Edu!a"or
Peran ini dilakukan dengan membantu klien dalam meningkatkan tingkat
pengetahuan kesehatan, gejala penyakit bahkan tindakan yang diberikan,
sehingga terjadi perubahan perilaku dari klien setelah dilakukan
pendidikan kesehatan. Perawat bisa memberikn in+ormasi tentang
bagaimana ara untuk meningkatkan kualitas hidup pasien dengan asma.
3arena masih banyak masyarakat yang belum mengetahui bagaimana
ara melakukan diaphragmati breathing e4erise dengan tepat.
28
$A$ I;
PENUTUP
'.1 Simpulan
Berdasarkan pembahasan yang telah dijelaskan, dapat disimpulkan antara
lain:
%.<.< 6egiment terapeutik yang dapat dilakukan pada pasien dengan asma
diklasi+ikasikan menjadi ! yaitu penatalaksanaan asma jangka pendek
,saat terjadi serangan- dan asma jangka panjang ,ontrolling-
%.<.! Perawatan asma ketika serangan ringan terjadi di rumah dapat
dilakukan dengan mengatur posisi pasien dengan posisi duduk
,+owler- atau posisi yang nyaman, memastikan agar *entilasi ruangan
ukup mengandung oksigen, memberikan obat I! agonis kerja epat
yang diberikan dalam bentuk inhalasi dan memberikan minum air
hangat.
%.<.3 Penatalaksanaan asma jangka panjang bertujuan untuk mengontrol
asma dan menegah serangan. Pengobatan asma jangka panjang
disesuaikan dengan klasi+ikasi beratnya asma. Prinsip pengobatan
jangka panjang meliputi : edukasi, obat asma ,pengontrol dan pelega-:
dan menjaga kebugaran dengan melakukan latihan +isik.
%.<.% Peningkatan kondisi tubuh pasien asma dapat dilakukan dengan
melakukan latihan pernapasan yang ditujukan untuk memperbaiki
+ungsi alat pernapasan dan juga bertujuan melatih penderita mengatur
pernapasan jika terasa akan datang serangan, ataupun sewaktu
serangan asma. @ara untuk meningkatkan kualitas hidup penderita
asma adalah dengan melakukan latihan pernapasan salah satunya
adalah iafragmati& Breathing E"er&ise.
29
%.<." )mplikasi keperawatan terkait pemberian dia+ragmati breathing
e4erise pada pasien asma diantaranya dari segi pelaksana pelayanan
keperawatan, edu&ator) ad*oator, dan +asilitator
'.2 Saran
Perlu lebih dikembangkan lagi usaha inter*ensi keperawatan didalam
meneliti serta mengin+ormasikan kepada masyarakat menegenai e+ekti+itas
latihan pernapasan dengan diaphragmati breathing e4erise terhadap
peningkatan kualitas hidup pada pasien dengan asma
30
%A2TAR PUSTAKA
31