Anda di halaman 1dari 22

BAB I

PENDAHULUAN
A. Judul
Praktikum ini melakukan pemeriksaan:
1. Pemeriksaan glukosa darah (Metode GOD-PAP)
2. Pemeriksaan kolesterol darah (Metode !OD-PAP)
". Pemeriksaan total protein (Metode #iuret)
#. $aktu
Praktikum ini dilaksanakan pada
hari% tanggal : &amis' ( )o*em+er 2,1"
pukul : 1".,, s.d. 1-.", $.#
tempat : /a+oratorium #iokimia &edokteran 0mum 0)1O2D
. 3u4uan
1. Praktikum pemeriksaan glukosa darah (Metode GOD-PAP) +ertu4uan
untuk
a. Mengukur kadar glukosa darah dengan metode GOD-PAP
+. Men5impulkan hasil pemeriksaan glukosa darah pada saat praktikum
setelah mem+andingkann5a dengan nilai normal
6. Melakukan diagnosa dini pen5akit 5ang +erkaitan dengan kadar
glukosa darah a+normal (patologis) dengan +antuan hasil praktikum.
2. Praktikum pemeriksaan kolesterol darah (Metode !OD-PAP)
+ertu4uan untuk
a. Mengukur kadar kolesterol dengan metode !OD-PAP
+. Men5impulkan hasil pemeriksaan kolesterol pada saat praktikum
setelah mem+andingkann5a dengan nilai normal
6. Melakukan diagnosa dini pen5akit 5ang +erkaitan dengan
peningkatan kadar kolesterol dengan +antuan hasil praktikum.
". Praktikum pemeriksaan total protein (Metode #iuret) +ertu4uan
untuk
a. Mengukur kadar total protein dalam darah dengan metode #iuret
+. Men5impulkan hasil pemeriksaan total protein pada saat praktikum
setelah mem+andingkann5a dengan nilai normal
6. Melakukan diagnosa dini pen5akit 5ang +erkaitan dengan kadar total
protein a+normal (patologis) dengan +antuan hasil praktikum.
1
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A. Glukosa
1. De7inisi dan 1truktur
Menurut Marks' dkk. (2,,,)' kar+ohidrat merupakan sen5a8a
turunan aldehid atau keton dari alkohol polihidris atau sen5a8a
turunann5a. &ar+ohidrat diserap oleh tu+uh dalam +entuk 5ang paling
sederhana' 5aitu glukosa. Glukosa +er7ungsi se+agai sum+er energi utama
dan satu-satun5a sum+er energi +agi otak. Menurut Murra5' dkk. (2,,")'
glukosa merupakan salah satu 4enis kar+ohidrat' 5aitu monosakarida' 5ang
digunakan se+agai prekursor untuk sintesis kar+ohidrat lain di dalam
tu+uh seperti glikogen' ri+ose' dan galaktosa.
Menurut Marks' dkk. (2,,,)' +erdasarkan ukurann5a kar+ohidrat
di+agi men4adi empat golongan' 5aitu:
a. Monosakarida
Monosakarida merupakan satuan terke6il dari kar+ohidrat.
Monosakarida terdiri dari rantai lurus atom-atom kar+on 5ang salah
satun5a mem+entuk gugus kar+onil dan kar+on lainn5a mengandung
gugus hidroksil. Gugus kar+onil 5ang +erupa aldehida dise+ut aldosa'
sedangkan gugus kar+onil +erupa keton dise+ut ketosa. Monosakarida
2
dengan 4umlah kar+on " dise+ut triosa' 9' -' :' ( masing-masing
dise+ut tetrosa' pentosa' heksosa' dan heptosa.
Gam+ar 2.1 1truktur monosakarida
1um+er: Mark' dkk. (2,,")
+. Disakarida
Disakarida adalah kar+ohidrat 5ang terdiri dari 2
monosakarida. Maltosa' sukrosa' laktosa' dan trehalosa merupakan
6ontoh dari gula disakarida.
6. Oligosakarida
Oligosakarida mengandung paling sedikit " unit monosakarida
dan tidak mele+ihi ; unit monosakarida. Jika han5a mengandung "
unit monosakarida dise+ut trisakarida' 4ika mengandung 9 dise+ut
tetrasakarida' dan seterusn5a.
d. Polisakarida
Polisakarida terdiri atas rantai pan4ang 5ang mempun5ai le+ih
dari 1, unit monosakarida 5ang mem+entuk rantai polimer.
Polisakarida memiliki +erat molekul 5ang tinggi. ontoh dari
pilosakarida 5aitu amilum' glikogen' selulosa' dan pektin.
2. Jalur Oksidasi Glukosa
a. Glikolisis
Glikolisis merupakan proses utama untuk menghasilkan energi dari
glukosa. Glikolisis merupakan proses penguraian molekul glukosa
untuk mem+entuk dua molekul asam piru*at. Glikolisis meli+atkan
reaksi-reaksi kimia 5ang dia8ali dengan penam+ahan gugus 7os7at
dengan katalis en<im heksokinase kemudian glukosa diu+ah men4adi
7ruktosa-:-7os7at. =ruktosa diu+ah men4adi 7ruktosa1':-di7os7at dan
"
diuraikan men4adi asam piru*at. >eaksi ini menghasilkan asam
piru*at' A3P' dan atom !. Asam piru*at akan diu+ah men4adi asetil-
&oA 5ang akan mengalami serangkaian reaksi kimia dan men4adi O
2
dan atom !' dise+ut siklus &re+s atau siklus asam nitrat (Ganong'
2,,;).
+. Glikogenesis
Glukosa 5ang telah dia+sorpsi dapat segera dipakai men4adi energi
atau disimpan dalam +entuk glikogen. Glikogen paling +an5ak
disimpan di hepar dan otot. Proses pem+entukan glikogen dari
glukosa dise+ut glikogenesis. Glukosa-:-7os7at diu+ah men4adi
glukosa-1-7os7at kemudian men4adi uridin di7os7at glukosa dan diu+ah
men4adi glikogen (Gu5ton' 2,,().
6. Glikogenolisis
Glikogenolisis merupakan reaksi penguraian glikogen 5ang disimpan
dalam sel untuk mem+entuk kem+ali glukosa. Proses ini dikatalisis
oleh en<im 7os7orilasi. Akti*asi en<im 7os7orilasi dipengaruhi oleh
hormon epine7rin dan glukagon. !ormon epine7rin 5ang distimulasi
oleh sistem sara7 simpatis (saat stres dan olahraga) akan meningkatkan
pen5ediaan glukosa melalui glikogenolisis dan glukoneogenesis.
!ormon glukagon akan disekresikan oleh sel al7a di pankreas apa+ila
kadar glukosa darah turun dan asam amino darah meningkat (Ganong'
2,,;).
d. Glukoneogenesis
Glukoneogegenis adalah proses pem+entukan glukosa dari sen5a8a
non-kar+ohidrat. #entuk simpanan asam lemak dalam tu+uh ialah
+erupa trigliserida. &ele+ihan protein tu+uh 4uga akan disimpan dalam
+entuk trigliserida 5ang akam ditempatkan di 4aringan adiposa.
&ata+olisme trigliserida' 5ang ter4adi saat puasa' menghasilkan gliserol
dan asam lemak. Gliserol akan diu+ah men4adi glukosa oleh sel hati
untuk men4aga kadar glukosa darah selama puasa (1her8ood' 2,,1).
". Meta+olisme Glukosa
Menurut 1her8ood (2,,1)' meta+olisme glukosa dalam tu+uh
ter+agi men4adi 7ase a+sorpti7 dan 7ase pas6a-a+sorpti7 (puasa). =ase
9
a+rorpti7 dimulai ketika makanan 5ang masuk diserap dan diedarkan di
sirkulasi darah dan dapat digunakan se+agai sum+er energi. Makanan
akan diserap selama 9 4am. &ele+ihan glukosa dalam darah akan disimpan
di hati dan otot. 1el hati dapat men5impan glikogen se+an5ak --;? dari
+eratn5a' sedangkan sel otot dapat men5impan se+an5ak 1-"? dari
+eratn5a. Apa+ila sel otot dan sel hati telah terisi penuh' maka glukosa
lain harus diu+ah men4adi asam lemak dan gliserol kemudian disimpan di
4aringan adiposa dalam +entuk trigliserida . 1etelah pen5erapan selesai
dan tu+uh +elum ingesi makanan' maka 7ase itu dise+ut 7ase pas6a-
a+sorpsi. &adar glukosa plasma normal saat puasa ialah (,-11, mg%d/.
Pada 7ase ini' simpanan glukosa akan digunakan untuk menghasilkan
energi.
9. !ormon 5ang Mempengaruhi &adar Glukosa
!ormon 5ang +erperan dalam pengaturan kadar glukosa darah ialah
se+agai +erikut.
a. .nsulin
Menurut 1her8ood (2,,1)' insulin +er7ungsi se+agai regulator utama
kadar glukosa untuk menurunkan kadar glukosa darah. 1ekresi
insulin' 5ang dirangsang oleh adan5a kele+ihan kadar glukosa darah'
akan mengham+at proses glikogenolisis dan glukoneogenesis oleh hati.
1elain itu' insulin akan meningkatkan pen5erapan glukosa oleh sel dan
glikogenesis di otot skelet dan hati.
+. Glukagon
Glukagon +erperan dalam meningkatkan kadar glukosa darah.
>endahn5a kadar glukosa darah akan merangsang sekresi hormon
glukagon melalui mekanisme glikogenolisis dan glukoneogenesis.
Glikogenesis akan diham+at untuk menurunkan sintesis glukosa dari
glikogen (Ganong'2,,;).
1elain hormon insulin dan glukagon' sekresi glukosa 4uga dipengaruhi
oleh hormon epine7rin' kortisol' dan hormon pertum+uhan. !ormon
pertum+uhan +erperan ke6il dalam meningkatkan penghematan
glukosa dan a+sorpsi glukosa oleh otot. !ormon epine7rin dan kortisol
+erperan dalam pen5ediaan +ahan +akar saat olahraga atau dalam
-
keadaan stress dengan 6ara meningkatkan glukoneogenesis (1her8ood'
2,,1).
#. &olesterol
1. De7inisi dan 1truktur
Menurut Murra5' dkk. (2,,")' kolesterol merupakan produk
meta+olisme 5ang terdapat di +er+agai sum+er makanan seperti daging'
otak' dan kuning telur. &olesterol merupakan prekursor sen5a8a steroid di
dalam tu+uh 5ang disintesis di +an5ak 4aringan dari asetil-&oA dan
dikeluarkan se+agai garam kolesterol atau empedu.
&olesterol dapat +er+entuk kolesterol +e+as atau ester kolesteril.
2ster kolesteril ter+entuk atas susunan lemak rantai pan4ang.

Gam+ar 2.2 1truktur kolesterol
1um+er: Murra5' dkk. (2,,")
2. Meta+olisme &olesterol
Menurut Murra5' dkk. (2,,")' kolesterol disintesis didalam tu+uh
dari asetil-&oA melalui suatu siklus 5ang kompleks. 3erdapat lima tahap
+iosintesis kolesterol 5aitu
a. Pem+entukan me*alonat dari sintesis asetil-&oA
+. Pem+entukan unit isoprenoid akti7 dari me*alonat melalui
eliminasi O
2

6. Pem+entukan skualen dari enam unit isoprenoid melalui
kondensasi
d. Pengon*ersian skualen men4adi lanosterol melalui siklisasi
e. Pengon*ersian lanosterol men4adi kolesterol melalui +e+erapa
tahap lan4ut seperti eliminasi tiga gugus metil.
1intesis kolesterol di hati diatur se+agian oleh pemasukkan
kolesterol makanan dalam +entuk sisa khilomikron. &eseim+angan
kolesterol akan dipertahankan apa+ila ter4adi peningkatan atau penurunan
kadar kolesterol. &olesterol 5ang +erle+ihan akan disekresikan dari hati
kedalam empedu se+agai kolesterol atau garam empedu. Garam empedu
:
akan dia+sorpsi kedalam sirkulasi porta dan masuk kem+ali ke hati se+agai
+agian dari sirkulasi enterohepatik (Murra5' dkk.' 2,,").
". Jenis /ipoprotein
Menurut Murra5' dkk. (2,,")' lipoprotein merupakan sen5a8a
5ang +er7ungsi untuk mengangkut lipid 5ang disintesis oleh hati dan
4aringan adiposa ke +er+agai 4aringan dan organ tu+uh. 3erdapat empat
kelompok utama dari lipoprotein 5ang telah diidenti7ikasi' 5aitu
khilomikron 5ang +erasal dari pen5erapan triasilgliserol dalam usus' very
low density lipoprotein (@/D/ atau pre-A-lipoprotein) 5ang +erasal dari
hati untuk mengeluarkan triasilgliserol, low density lipoprotein (/D/ atau
A-lipo-protein) 5ang merupakan tahap akhir dari kata+olisme @/D/' high
density lipoprotein (!D/ atau B-lipoprotein) 5ang terli+at dalam
meta+olisme @/D/ dan khilomikron serta pengangkutan kolesterol. 1elain
itu terdapat lipoprotein tam+ahan 5aitu intermediet density lipoprotein
(.D/) 5ang merupakan prekursor dari /D/.
9. =aktor 5ang dapat Meningkatkan &olesterol
Menurut Murra5' dkk. (2,,")' keseim+angan kolesterol di tingkat
sel ter4adi karena adan5a peningkatan ataupun penurunan kolesterol pada
4aringan tu+uh. Peningkatan kolesterol ter4adi karena +e+erapa hal antara
lain am+ilan lipoprotein 5ang mengandung kolesterol oleh reseptor'
am+ilan kolesterol +e+as dari lipoprotein 5ang ka5a akan kolesterol ke
mem+ran sel' sintesis kolosterol' dan hidrolisis ester kolesteril oleh en<im
ester kolesteril hidrolase. 1elain itu' kolesterol dapat meningkat karena
terdapat 7aktor predisposisi seperti ri8a5at keluarga 5ang mengalami
hiperlipidemia' o+esitas' diet tinggi lemak' kurang akti*itas 7isik atau
olahraga' konsumsi alkohol' merokok' dan dia+etes.
. Protein
1. De7inisi dan 1truktur
Protein adalah makromolekul 5ang terdiri oleh +ahan dasar 2,
ma6am asam amino (&atili' 2,,C). 1emua spesies memiliki 4enis protein
(
5ang sama dan tidak +eru+ah +entuk selama e*olusi 5aitu terdiri dari 2,
asam amino. 3erdapat +erma6am-ma6am susunan dari 2, asam amino
mengaki+atkan ke+eranekaragaman 7ungsi +agi tu+uh. Menurut 1ari
(2,,()' struktur protein terdiri dari 9 tingkatan 5aitu:
a. 1truktur primer
1truktur primer +erupa urutan linear asam amino 5ang diga+ungkan
oleh ikatan peptida dan men6angkup lokasisetiap ikatan sul7ida.
1truktur ini tidak ada per6a+angan.
+. 1truktur sekunder
.katan hidrogen antara aton-atom ikatan peptida dapat mengaki+atkan
daerah didalam rantai peptida dapat mem+entuk struktur reguler'
+erulang' dan lokal. !al ini +erkaitan dengan pengaturan kedudukan
residu asam amino 5ang +erdekatan dengan urutan liniear. Daerah
terse+ut merupakan struktur sekunder 5ang terdapat B heliks' A sheet'
loop.
6. 1truktur tertier.
Pelipatan protein dapat men5atukan asam amino 5ang letakn5a
terpisah 5aitu pada ruang residu asam amino 5ang +er4auhan dalam
urutan liniear dan pola-pola ikatan sul7ida. #entuk protein glo+ular
+erperan dalam interaksi antara residu asam amino 5ang +er4auhan
pada urutan primer rantai poipeptida dan meli+atkan B heliks serta A
sheet. 1truktur tersier agar dapat sta+il dari interaksi hidro7o+ik dan
elektrostatik serta ikatan hidrogen.
d. 1truktur kuartener.
1truktur ini +erperan pada pengaturan su+unit protein dalam ruang.
Dalam protein multimerik' masing-masing rantai peptida dise+ut su+
unit. 1u+unit terse+ut diatukan oleh4enis interaksi nonko*alen. Protein
5ang tersusu dari dua atau empat su+unit masing-masing dise+ut
dimerik atau tetramerik.
2. =ungsi Protein
Protein +er7ungsi se+agai katalisator' pengangkut dan pen5impan
molekul lain seperti oksigen' mendukung se6ara mekanisme sistem
keke+alan tu+uh' menghasilkan pergerakan tu+uh' se+agai transmitor
gerakan sara7 dan mengendalikan pertum+uhan dan perkem+angan (&atili'
2,,C).
;
Menurut (&atili' 2,,C) protein memiliki +e+erapa peran dalam
akti*itasn5a pada proses +iologis tu+uh 5aitu:
a. 1e+agai katalis en<imatik
Makromolekul 5ang merupakan 4enis protein dise+ut en<im
mengkatalis hampir semua reaksi kimia seperti hidrasi kar+ondioksida
sederhana dan replikasi kromosom.
+. 1e+agai transport dan pen5impanan
Peran protein dalam hal ini 5aitu se+agai transport oksigen ke otot
dalam eritrosit oleh protein 4enis m5oglo+in dan hemoglo+in. Peran
protein se+agai koordinasi gerak oleh 4enis protein 5aitu 7ilamen.
6. Men4aga ketegangan kulit dan tulang' protein 4enis 7i+rosa +erperan
dalam hal ini.
d. 1e+agai komponen serat utama dalam kulit' tulang' tendon' tulang
ra8an dan gigi. Protein 4enis kolagen +erperan dalam hal ini.
e. #erperan untuk mengenal serta +erkom+inasi dengan +enda asing
seperti *irus' +akteri dan sel 5ang +erasal dari organisme lain'
mem+angkitkan dan menghantar impuls sara7. anti+odi merupakan
protein 5ang sangat spesi7ik mengenal serta +erkom+inasi dengan
+enda asing.
7. >espons sel sara7 terhadap rangsang spesi7ik diperantarai oleh protein
reseptor' misaln5a rodopsin suatu protein 5ang sensiti7 terhadap 6aha5a
5ang ditemukan pada sel +atang retina.
g. 3ransmisi impuls sara7 pada sinap 5ang menghu+ungkan sel-sel sara7
dan pengaturan perturn+uhan dan di7erensiasi' protein reseptor 5ang
dapat dipi6u oleh molekul ke6il spesi7ik seperti asetilkolin.
h. 1e+agai koordinasi hormon' hormon seperti insulin dan 31! (3h5roid-
stimulating hormone) merupakan salah satu 4enis protein.
". Meta+olisme protein
Meta+olisme protein terli+at dalam produksi en<im' +e+erapa
hormon' dan protein spesi7ik.1um+er asam amino dapat +erasal dari
a+sor+si di usus' +iodegradasi protein 4aringan' dan +iosintesis +e+erapa
sen5a8a organik. Asam amino ini digunakan untuk +iosintesis glukosa'
protein +aru' dan sen5a8a nitrogen nonprotein. Asam amino pada hati 4uga
mengalami proses transaminase (proses kata+olisme asam amino) 5ang
menghasilkan asam ketokar+oksilat atau mengalami oksidasi deaminasi
men4adi asam ketokar+oksilat dan amoniak. &emudian asam
C
ketokar+oksilat diu+ah men4adi asetil-koA 5ang akan masuk ke dalam
siklus &re+s untuk menghasilkan energi (1umard4o' 2,,;).
BAB III
CARA KERJA DAN HASIL
A. Pemeriksaan Glukosa Darah (Metode GOD-PAP)
1. Alat dan #ahan
a. 1puit " 66
+. 3orniDuet
6. Plakon
d. 2ppendor7
e. 1entri7ugator
7. 3a+ung reaksi " mm
g. >ak ta+ung reaksi
h. Mikropipet (1, El-1,, El)
i. Makropipet (1,, El-1,,, El)
4. Fello8 tip
k. #lue tip
l. &u*et
m. 1pektro7otometer
n. 1ampel (serum)
o. >eagen GOD
2. ara &er4a
a. Persiapan sampel:
1) Pengam+ilan darah pro+andus se+an5ak "66 dengan
menggunakan spuit
2) Memasukkan darah ke dalam ta+ung eppendor7 dan
disentri7ugasi dengan ke6epatan 9,,, rpm selama 1, menit'
kemudian diam+il serumn5a se+agai sampel
+. Men6ampurkan serum se+an5ak 1, El dengan reagen GOD
se+an5ak 1,,, El
1,
6. Menginku+asi 6ampuran terse+ut selama 1- menit dalam suhu
ruangan (2,-2-G )' kemudian diukur dengan spektro7otometer
pada pan4ang gelom+ang -9: nm dengan nilai 7aktor 1,,.
#. Pemeriksaan &olesterol Darah (Metode !OD-PAP)
1. Alat dan #ahan
a. 1puit " 66
+. 3orniDuet
6. Plakon
d. 2ppendor7
e. 1entri7ugator
7. 3a+ung reaksi " mm
g. >ak ta+ung reaksi
h. Mikropipet (1, El-1,, El)
i. Makropipet (1,, El-1,,, El)
4. Fello8 tip
k. #lue tip
l. &u*et
m. 1pektro7otometer
n. 1ampel (serum)
o. $orking reagen
2. ara &er4a
a. Persiapan sampel:
1) Pengam+ilan darah pro+andus se+an5ak "66 dengan
menggunakan spuit
2) Memasukkan darah ke dalam ta+ung eppendor7 dan
disentri7ugasi dengan ke6epatan 9,,, rpm selama 1, menit'
kemudian diam+il serumn5a se+agai sampel
+. Men6ampurkan serum se+an5ak 1, El dengan 8orking reagen
se+an5ak 1,,, El
6. Menginku+asi 6ampuran terse+ut selama 2, menit dalam suhu
ruangan (2,-2-G )' kemudian diukur dengan spektro7otometer
pada pan4ang gelom+ang -9: nm dengan nilai 7aktor 2,,.
. Pemeriksaan 3otal Protein (Metode #iuret)
1. Alat dan #ahan
a. 1puit " 66
+. 3orniDuet
6. 2ppendor7
d. 1entri7ugator
e. 3a+ung reaksi " mm
7. >ak ta+ung reaksi
g. Mikropipet (1, El-1,, El)
11
h. Makropipet (1,, El-1,,, El)
i. Fello8 tip
4. #lue tip
k. &u*et
l. 1pektro7otometer
m. 1ampel (serum)
n. >eagen #iuret
2. ara &er4a
Pan4ang gelom+ang: -9, (-9:) nm
3emperatur: 1;-",G (suhu kamar)
3a+el ".1 ara &er4a Pemeriksaan 3otal Protein
Masukkan ke dalam ta+ung
reaksi
#lanko 1tandar 3es
>eagensia 1', ml 1', ml 1', ml
1erum 2, El
1tandar 2, El
/akukan homogen dan diamkan dalam suhu kamar selama - menit. #a6a
absorbance test (abs. test) dan absorbance standar (abs. std) terhadap +lanko
reagensia pada pan4ang gelom+ang -9, (-9:) nm.
a. Persiapan sampel:
1) Pengam+ilan darah pro+andus se+an5ak "66 dengan
menggunakan spuit
2) Memasukkan darah ke dalam ta+ung eppendor7 dan
disentri7ugasi dengan ke6epatan 9,,, rpm selama 1, menit'
kemudian diam+il serumn5a se+agai sampel
+. Men6ampurkan serum se+an5ak 2, El dengan reagen #iuret
se+an5ak 1,,, El
6. Menginku+asi 6ampuran terse+ut selama 1, menit dalam suhu
ruangan' kemudian diukur dengan spektro7otometer pada
pan4ang gelom+ang -9: nm dengan nilai 7aktor 1C',.
12
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
A. !asil dan pem+ahasan
.dentitas pro+andus:
)ama : itra @eon5 =.
Jenis kelamin : Perempuan
0sia : 1; tahun
!asil pemeriksaan:
1. &olesterol
Pemeriksaan kolesterol pada darah pro+andus adalah C-
mg%dl.!asil menun4ukkan angka normal karena kadar kolesterol
serum normal adalah (--11- mg%dl (Marks' dkk. 2,,,).
3a+el 9.1 &adar .deal &olesterol dan 3riasigliserol 1erum pada Orang
De8asa
1um+er : Marks' dkk.' (2,,,)
&adar .deal &olesterol dan 3riasilgliserol 1erum pada Orang
De8asa
&olesterol 3otal H2,, mg%d/:
&olesterol /D/
3anpa PJ& dan dengan kurang
dari 2 7aktor risiko
3anpa PJ& dan dengan 2 atau
H1:, mg%d/
H1", mg%d/
1"
le+ih 7aktor risiko
Dengan PJ&
H1,, mg%d/
&olesterol !D/
$anita
Pria
I9- mg%d/
I"- mg%d/
3riasilgliserol :,-1:, mg%d/
J-,, mg%d/ untuk men6egah
pankreatitis
2. Protein
Pemeriksaan protein pada darah pro+andus adalah -.; mg%dl. !asil
terse+ut menun4ukan +ah8a kadar protein pada darah pro+andus
rendah' karena angka normal kadar protein adalah :.2-;.- gr%dl.
3a+el 9.2 &adar .deal Protein
1um+er: Ganong' (2,,;)
&adar .deal Protein
Protein
3otal
Al+umin
Glo+ulin
:',-;', g%d/
"'1-9'" g%d/
2':-9'1 g%d/
AsamPiru*at ,-,'11 meD%d/
". Glukosa
Pemeriksaan glukosa pada darah pro+andus adalah C- mg%dl.!asil
terse+ut menun4ukkan +ah8a kadar glukosa pro+andus
normal'karena menurut 1a6her (2,,9)' kadar gula normal adalah
tidak le+ih dari 1(, mg%dl. 1edangkan saat puasa adalah sekitar (,-
11, mg%dl 5ang dalam satuan internasional adalah sekitar "'C-:'1
mmol%/.
#. Aplikasi &linis
1. &olesterol
19
Menurut Murra5 dkk.(2,,")' kolesterol sering +erkaitan
dengan insidensi atheros6lerosis dan pen5akit PJ&.&olesterol
merupakan satu-satun5a lipid 5ang +erhu+ungan dengan
atherosklerosis 5ang ditandai dengan adan5a deposisi kolesterol
dan ester kolesteril dari lipoprotein pada 4aringan ikat dinding
pem+uluh arteri. Adan5a pem+entukan atheros6lerosis dini 5ang
le+ih +erat merupakan tanda meningkatn5a @/D/' .D/' atau /D/
dalam darah dan +iasan5a men5e+a+kan pen5akit seperti dia+etes
mellitus' nekrosis lipid' hipotiroidisme' serta keadaan
h5perlipidemia. 1elain itu' rasio /D/:!D/ kolesterol +erhu+ungan
dengan adan5a pen5akit 4antung koroner. Atherosklerosis dapat
dise+a+kan oleh makanan 5ang mengandung kolesterol pada
spesies kelin6i' +a+i' dan kera.
Gangguan primer lipoprotein plasma atau 5ang sering
dise+ut dengan dilipoproteinemia ter+agi men4adi dua' 5aitu
hipolipoproteinemia dan hiperlipoproteinemia.
!ipolipoproteinemia (a+etalipoproteinemia) men5e+a+kan adan5a
kerusakan pada khilomikron' @/D/' dan .D/ 5ang di+entuk'
dikarenakan adan5a kerusakan pada triasilgliserol. Adan5a
mala+sor+si usus karena hati dan usus mengakumulasi gliserol.
)amun' kematian dini ini dapat di6egah dengan pem+erian *itamin
larut lemak dosis tinggi seperti *itamin 2.
3a+el 9." !iperlipoproteinemia
1um+er: Murra5' dkk.' (2,,,)
#entuk kelainan De7ek &eterangan
3ipe. (de7isiensi
lipoprotein
lipase 7amilial)
Adan5ade7i
siensi /P/'
produksi
/P/
a+normal'
de7isiensi
APO-..
&adar /D/ dan !D/ rendah.
3erapi dengan mengurangi
konsumsi lemak dan
meningkatkan kar+ohidrat
kompleks dalam makanan.
Pen5akit 4antung 6oroner tidak
meningkat
1-
men5e+a+k
an /P/
inakti7
3ipe ..
(!iperkolesterol
emia 7amilial)
3ipe..a:
kerusakan
pada
reseptor
/D/ atau
mutasi pada
ligand
apo#-1,,.
3ipe..+:
@/D/
meningkat
Pengurangan la4u +ersihan /D/
men5e+a+kan peningkatan /D/
dan hiperkolesterolemia 5ang
men5e+a+kan atheros6lerosis
dan men5e+a+kan pen5akit
4antung koroner.
3ipe ...
(!iperlipoprotei
nemia 7amilial
atau+road+eta
disease)
&elainan
pada apo2
(22' 2"'
dan 29).
Penderita
han5a
memiliki
22 5ang
tidak
+ereaksi
dengan
reseptor 2
Peningkatan khilomikron dan
sisa @/D/ 5ang men5e+a+kan
hiperkolesterolemia' Kantoma'
dan atheros6lerosis pada
arterikoroner dan peri7er
3ipe .@
(!ipertriasilglise
rolemia 7amilial)
Adan5a
kele+ihan
produksi
@/D/
disertai
dengan
&adar
kolesterolmeningkat+ersamaden
gankonsentrasi @/D/' /D/' dan
!D/ men5e+a+kan pen5akit
dia+etes mellitus tipe ..' PJ&'
o+esitas' alkoholisme' dan
1:
intoleransi
glukosa dan
hiperinsulin
emia
pem+erian hormone
progestasional
3ipe @
(!iperlipoprotei
nemia)
&enaikan
khilomikro
n dan
@/D/
memungkin
kan adan5a
kerusakan
pada /P/
dan apo-..
/D/ dan !D/ 5ang rendah
+erhu+ungan dengan hipertriasil
gliserolemia dan
hiperkolesterolemia
men5e+a+kan PJ&.
2. Protein
De7isiensi asam amino dapat ter4adi 4ika salah satu asam
amino esensial tidak terdapat dalam 4umlah 5ang memadai.
Pen5akit 5ang dise+a+kan karena de7isiensi protein adalah
k8ashiorkor dan marasmus.
a. &8ashiorkor
3er4adi 4ika seseorang memiliki kadar protein 5ang
le+ih rendah dis+anding 4umlah total kalori. &elainan ini
merupakan +entuk malnutrisi 5ang le+ih +erat
di+andingkan dengan marasmus. Di dalam tu+uh terdapat
dua kompartemen protein 5aitu' protein *is6eral dan
somati6. Pada pen5akit k8ashiorkor' adan5a kerusakan
pada kompartemen protein *is6eral 5ang terdiri dari
simpanan protein dalam organ *is6eral seperti hati.
Aki+at dari kerusakan ini akan men5e+a+kan
hipoal+uminemia sehingga ter4adi edema men5eluruh
atau se+agian. Ge4ala 5ang n5ata seperti lesi pada kulit'
peru+ahan pada ram+ut (kehilangan 8arna dan tekstur
normal ram+ut)' de7ek imun' dan in7eksi sekunder.
1(
&8ashiorkor paling sering ter4adi di A7rika dan Asia
3enggara (&umar' dkk. 2,,C).
+. Marasmus
3er4adi ketika kekurangan asupan kalori maupun asam
amino dan adan5a kerusakan pada kompartemen somatik
5ang +erhu+ungan dengan otot skeletal. Ge4ala marasmus
diantaran5a 5aitu otot men6iut' pertum+uhan terham+at'
kulit keriput' dan ram+ut rontok. Pen5akit ini +iasan5a
di4umpai pada )egara +erkem+ang ketika ter4adi
kelaparan terutama pada anak ke6il' dan 4arang di4umpai
pada )egara ma4u seperti 2ropa dan Amerika 0tara
(#rooker' 2,,;).
1elain de7isiensi asam amino' keseim+angan protein pada
tu+uh 4uga dipengaruhi oleh adan5a peningkatan asam
amino. Peningkatan asam amino dapat ter4adi pada
kondisi dehidrasi' multiplle' m5eloma' dan pen5akit hati
menahun.
". Glukosa
&adar glukosa darah puasa men4adi petun4uk +agi
homeostasis glukosa se6ara keseluruhan. >espon meta+oli6
terhadap pem+erian kar+ohidrat dapat dinilai dengan pengukuran
kadar glukosa 5ang diam+il dua 4am setelah makan. 04i toleransi
glukosa dapat digunakan untuk mem+antu dalam diagnosis
dia+etes. &eadaan 5ang mempengaruhi kadar glukosa di
gam+arkan pada ta+le +erikut ini L
3a+el 9.9 Pen5e+a+ &elainan &adar Glukosa
1um+er: 1a6her (2,,9)
Pen5e+a+ &elainan &adar Glukosa
!iperglikemia Persisten Dise+e+kan karena dia+etes
melitus' !ipertiroidisme'
akromegali' o+esitas' dan
!iperakti*itaskorteks adrenal
1;
(sindrom6ushing).
!iperglikemia 3ransien Dise+a+kan karena s5ok' ke4ang'
pen5akit stress akut' pen5akithati
5ang parah' hiperglikemia'
7eokromositoma.
!ipoglikemia Persisten Dise+a+kan karena insulinoma'
insu7iensi korteks adrenal
(pen5akit Addison)'
galaktosemia' hipopituitarisme
dan pem+entukan insulin ektopik
oleh tumor.
!ipoglikemia 3ransien Dise+a+kan oleh konsumsi
al6ohol' o+at' penim+unan
glikogen' pen5akit hati 5ang
+erat' hipoglikemia' dan
intoleransi 7ruktosa herediter.
Asam piru*at merupakan hasil dari meta+olism glukosa 5ang
akan diu+ah men4adi +entuk lain. De7isiensi piru*at deh5drogenase
herediter dapat ter4adi aki+at adan5a kerusakan pada salah satu
komponen atau le+ih dalam kompleks en<im. &elainan terse+ut
men5e+a+kan asidosis laktat setelah pem+erian glukosa karena
glukosa dalam hal ini +erperan se+agai +ahan +akar mani7estasi
dari kelainan ini adalah gangguan neurologis karenater 4adi
kerusakan pada meta+olisme di otak.
Glukosa dapat disimpan dalam +entuk glikogen pada otot
dan hati. Glikogen hati +erperan dalam mempertahankan kadar
glukosa darah. Pen5akit pen5impanan glikogen merupakan
pen5akit herediter 5ang ditandai dengan kurangn5a mo+ilisasi
glikogen atau deposisi +entuk glikogen 5ang a+normal sehingga
men5e+a+kan kelemahan otot dan kematian +agi penderitan5a.
Pen5akit pen5impanan glikogenter dapat +e+erapa tipe 5ang
akan digam+arkan pada ta+le +erikut ini :
1C
3a+el 9.- Pen5akit Pen5impanan Glikogen
1um+er: Murra5' dkk.' (2,,")
)ama
pen5akit
Pen5e+a+ &arakteristik
3ipe .
(Pen5akit
@on
Gierke)
De7isiensi
glukosa-:-
7os7atase
1el hati dan sel tu+ulus
gin4al penuh dengan
glikogen seperti
hipoglikemia' ketosis' dan
hiperlipemia.
3ipe ..
(Pen5akit
Pompe)
De7isiensi
lisosomal dan
maltase asam
=atal' gagal 4antung'
akumulasi glikogen dalam
lisosom.
3ipe ...
(Pen5akit
=or+es atau
ori)
3idak adan5a
en<im pemutus
6a+ang
Akumulasi polisakarida
+er6a+ang.
3ipe .@
(Pen5akit
Andersen
atauamilop
ektinosis)
3idak adan5a
en<im pem+uat
6a+ang
Akumulasi polisakarida.
&ematian dise+a+kan oleh
gagal 4antung atau hati
pada tahun pertama
kehidupan.
3ipe @
(1indromM
6 Ardle)
3idak adan5a
7os7orilase otot
!ilangn5a toleransi
terhadap latiahan 7isik
karena otot mengandung
kadar glikogen 5ang
tinggi. 1edikit atau tidak
adan5a laktat dalam darah
setelah latihan 7isik.
3ipe @.
(Pen5akit
!ers)
De7isiensi
7os7orilase hati
&andungan tinggi
glikogen dihati'
hipoglikemia.
2,
3ipe @..
(Pen5akit
3arui)
De7isiensi
7os7o7ruktokinase
diotot dan
eritrosit
1eperti tipe @ tetapi 4uga
mungkin anemia
hemolitik.
3ipe @... Dee7isiensi
7os7orilase kinase
hati
1eperti tipe @.
1um+er : Murra5' dkk. 2,,"
BAB V
KESIMPULAN
1. &olesterol merupakan produk meta+olisme 5ang men4adi prekusor
sen5a8a steroid didalam tu+uh. &adar normal kolesterol serum adalah (--
11- mg%d/. Peningkatan kolesterol dapat menin+katkan insidensi
atherosklerosis dan pen5akit 4antung koroner (PJ&).
2. Protein tersusun atas se+agian +esar asam amino 5ang saling +erikatan
dengan ikatan peptida. &adar normal protein total adalah :'2-;'- gr%d/.
De7isiensi protein dapat men5e+a+kan pen5akit k8ashiorkor dan
marasmos. 1edangkan peningkatan protein total dapat ter4adi pada kondisi
dehidrasi' multiplle' m5loma' dan pen5akit hati menahun.
". Glukosa merupakan salah satu kar+ohidrat 5ang +erupa monosakarida dan
+er7ungsi se+agai sum+er energi utama. &adar glukosa darah normal
adalah H 1(, mg%d/ danpada keadaan puasa sekitar (,-11, mg%d/.
De7isiensi glukosa dapat men5e+a+kan hipoglikemia 5ang dapat
mengaki+atkan kelaparan. 1edangkan peningkatan kadar glukosa 5ang
+erle+ih dapat men5e+a+kan hiperglikemia 5ang dapat ditemukan pada
+e+erapa pen5akit seperti dia+etes melitus.
21
DAFTAR PUSTAKA
#rooker' .' 2,,;' Ensiklopedia Keperawatan' 2G' Jakarta.
Ganong' $. =.' 2,,;' Buku Ajar Fisiologi Kedokteran' 2d. 22' 2G'
Jakarta.
Gu5ton' A..' 2,,(' Buku Ajar Fisiologi Kedokteran' 2d. 11. 2lse*ier'
hina.
&atili' A. #.' 2,,C' 1truktur Dan =ungsi Protein &olagen' Pelangi lmu,
2(-).
&umar' M.' =austo' A.' 2,,C' Buku !aku "asar Patologi Penyakit' 2G'
Jakarta.
Murra5' >.&.' Granner' D.&.' Ma5es' A.P.' 2,,"' Biokomia #arper' 2G'
Jakarta.
Marks' D.' Marks' A.' 1mith' .' 2,,,' Biokimia Kedokteran "asar' 2G'
Jakarta.
1a6her' >.A.' M6 Pherson' >.A.' 2,,9' $injauan Klinis #asil Pemeriksaan
%aboratorium' 2G' Jakarta.
1ari' M. ..' 2,,(' 1truktur Protein' !kripsi, 0ni*ersitas 1umatra 0tara'
Medan.
1her8ood' /.' 2,,1' Fisiologi &anusia' 2d. 2' 2G' Jakarta.
1umard4o' D.' 2,,;' Pengantar Kimia Buku Panduan Kuliah &ahasiswa
Kedokteran' 2G' Jakarta.
22