Anda di halaman 1dari 1

Pembahasan

Pada minggu pertama dan kedua dalam proses perkembangan kerangka wajah, sifat pluripoten
lebih besar dibandingkan dengan sifat totipoten sel. Pada minggu ketiga mulai terbentuk lapisan
ectoderm, mesoderm, dan endoderm. Lapisan ektoderm akan berkembang menjadi cakram datar
yang permukaan caputnya lebih luas daripada permukaan caudalnya. Cakram datar ini pada
minggu ketiga akan mengalami neuralasi karena adanya induksi notokord dan mesoderm
sehingga akan membentuk lapisan mesoderm paraxial, mesoderm lempeng lateral, krista
neuronasalis, dan plakoda ektoderm. Kemudian krista neuronasalis ini akan bermigrasi ke arcus
faringeus melalui otak depan dan wajah yang nantinya akan berkembang menjadi prminentia
frontonasalis, prominentia maksilaris, dan prominentia mandibularis yang kemudian menebal
menjadi plakoda nasalis. Plakoda nasalis lalu mengalami invaginasi membentuk fovea nasalis
lengkung hidung!. "alam prosesnya terbentuk bubungan jaringan yang mengelilingi lekukan
yang disebut prominentia nasalis, tojolan pada batas luar disebut prominentia lateral, tonjolan
pada medial disebut prominentia nasalis mediana. Pada minggu keenam dan ketujuh prominentia
maksilaris tumbuh besar kearah medial dan mendesak prominentia nasalis mediana sehingga
menyatu dan menutup celah, terbentuk bibir bagian atas, bibir bawah dibentuk oleh prominentia
mandibularis. Prominentia nasalis lateral dan prominentia maksilaris dipisahkan oleh alur
nasolacrimal. #etelah kanalisasi corda tersebut membentuk ductus nasolacrimalis. $jung atasnya
membentuk saccus lacrimalis, ductus nasolacrimalis membentuk pipi dan maksila. Palatum
primer dibentuk pada minggu kelima bersamaan dengan pembentukan bibir atas dan komponen
rahang atas. Pada minggu ketujuh dan kedelapan terbentuk palatum sekunder, pada minggu
keenam terbentuk lidah.