Anda di halaman 1dari 20

BAB I

PENDAHULUAN
Otitis eksterna adalah radang liang telinga akut maupun kronis disebabkan
oleh infeksi bakteri, jamur, dan virus. Penyakit ini sering dijumpai pada daerah-
daerah yang panas dan lembab dan jarang terjadi pada iklim-iklim sejuk dan
kering.
Patogenesis dari otitis eksterna sangat kompleks. Sejak tahun 1844 banyak
peneliti mengemukakan faktor penetus dari penyakit ini seperti !rana "1#$%&
mengatakan bah'a berenang merupakan penyebab dan menimbulkan
kekambuhan. Senturia dkk "1#84& menganggap bah'a keadaan panas, lembab,
dan trauma terhadap epitel dari liang telinga luar merupakan faktor penting untuk
terjadinya otitis eksterna. (o'ke dkk "1#84& mengemukakan pemaparan terhadap
air dan penggunaan lidi kapas dapat menyebabkan terjadi otitis eksterna baik yang
akut maupun kronik. Penyakit ini merupakan penyakit telinga bagian luar yang
sering dijumpai, disamping penyakit telinga lainnya. Otitis eksterna merupakan
suatu infeksi liang telinga bagian luar yang dapat menyebar ke pina, periaurikular,
atau ke tulang temporal.
Otitis eksterna akut difusa adalah penyakit yang terutama timbul pada musim
panas dan merupakan bentuk otitis eksterna yang paling umum. Otitis eksterna
difusa merupakan tipe infeksi bakteri patogen yang paling umum disebabkan oleh
Pseudomonas, Staphylococcus, Proteus, bahkan jamur. )erjadinya kelembaban
yang berlebihan karena berenang atau mandi menambah maserasi kulit liang
telinga dan meniptakan kondisi yang ook bagi pertumbuhan bakteri.
1
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Embriologi
Pembentukan telinga dimulai dari pembentukan telinga dalam, telinga
tengah dan terakhir pembentukan telinga luar.
1
a. Telinga Dalam
Pada manusia, telinga dalam embrio berkembang kira-kira pada umur
** hari sebagai penebalan ektoderm permukaan pada kedua sisi
rhombenephalon. Penebalan ini disebut plakoda otik. Plakoda otik
kemudian berinvaginasi membentuk vesikula otik atau otokista.
+ambar 1. Perkembangan vesikula auditori
Pada tahap perkembangan selanjutnya vesikula otik bagian ventral
membentuk saulus dan ohlearis dan bagian dorsal membentuk
utriulus, analis semisirularis dan dutur endolimphatikus. Pembentukan
saluran-saluran tersebut disebabkn karena adanya bagian-bagian tertentu
dari daerah tersebut yang berdegenerasi.
1
2
+ambar *. Perkembangan telinga dalam
,utus ohlearis yang sedang tumbuh menembus mesenkim di
sekitarnya dan berpilin seperti bentuk spiral. Sekarang dutus ohlearis
tetap berhubungan dengan saulus melalui dutus reuniens.
,utus semisirularis, urtile, saulus, dutus endolimphatikus,
utrio-saular, dutus reuniens dan dutus ohlearis diisi dengan airan
endolimph, Sedangkan semua struktur membran dari saluran tersebut
dinamakan membran labirin. ,inding sel membran labirin sangat tipis dan
terdiri atas sel-sel epitel tunggal yang ditutupi oleh lapisan serabut jaringan
ikat yang dibentuk dari mesenkim di sekitarnya. !eberapa dari sel-sel
epitel dimodifikasi menjadi sel-sel rambut "sel-sel neuroepitel& dan
beberapa menjadi sel-sel pendukung. ,asar dari sel-sel neuroepitel
dikelilingi oleh ujung serabut saraf yang datang dari ganglion spinal dan
ganglion vestibular. +anglion tersebut berhubungan dengan otak melalui
serabut saraf yang dibentuk oleh saraf auditori. Semua membran labirin
pertama ditransformasi menjadi ra'an kemudian menjadi tulang. ,engan
ara ini semua membran labirin ditutupi oleh tulang dan disebut tulang
labirin. -uang di antara membran labirin dan tulang labirin berisi airan
perilimph.
1

3
b. Telinga Tengah
+ambar %. Pembentukan telinga tengah
,ibentuk dari kantung faring . yang tumbuh dengan epat ke arah
lateral. !agian distal kantung disebut proessus tubotympatius, kemudian
melebar membentuk avum tympani sederhana, sedangkan bagian
proksimal tetap sempit dan membentuk saluran eustahius yang
menghubungkan avum tympani dengan nasofaring.
1
c. Telinga Luar
+ambar 4. Pembentukan telinga luar
4
/eatus akustikus eksternus terbentuk dari perkembangan
first pharingeal groove bagian dorsal. Pada a'al bulan ke-tiga, terjadi
proliferasi sel-sel epitel di ba'ah meatus yang nantinya akan membentuk
sumbat meatus. 0alu pada bulan ke-tujuh, sumbat meluruh dan lapisan
epitel di lantai meatus berkembang menjadi gendang telinga definitif.
+endang telinga dibentuk dari lapisan epitel ektoderm di dasar aousti
meatus, lapisan epitel endoderm di avum timpani dan lapisan
intermediate jaringan ikat yang membentuk stratum fibrosum. Sedangkan
aurikula terbentuk dari hasil proliferasi mesenkim di ujung dorsal arkus
faring . dan .. yang mengelilingi first pharyngeal groove dan membentuk
auriular hillok yang berjumlah tiga di masing-masing sisi eksternal
aousti meatus dan kemudian auriullar hillok akan bersatu
lalu membentuk auriula definitif. Pada a'alnya, telinga luar berada di
regio leher ba'ah. Setelah terbentuk mandibula, telinga luar naik
ke samping kepala setinggi dengan mata.
1
2.2 Anaomi Telinga
+ambar $. 1natomi telinga
a. Telinga luar
5
)elinga luar terdiri dari daun telinga dan liang telinga sampai
membran timpani. ,aun telinga terdiri dari tulang ra'an elastin dan kulit.
0iang telinga berbentuk huruf S, dengan rangka tulang ra'an pada
sepertiga bagian luar, sedangkan dua pertiga bagian dalam rangkanya
terdiri dari tulang. Panjangnya kira-kira 2 *,$ - %m.
*
Kuli liang elinga
Pada sepertiga bagian luar kulit telinga terdapat banyak kelenjar
serumen dan rambut. 3elenjar keringat terdapat pada seluruh liang telinga.
Pada dua pertiga bagian dalam hanya sedikit dijumpai kelenjar serumen.
3analis auriularis e4ternus dilapisi oleh kulit yang terikat erat pada tulang
ra'an dan tulang yang mendasarinya karena tidak adanya jaringan
subkutan di area tersebut. ,engan demikian daerah ini menjadi sangat
peka.
%
0iang telinga sebenarnya mempunyai lapisan kulit yang sama
dengan lapisan kulit pada bagian tubuh lainnya yaitu dilapisi epitel
skuamosa. 3ulit liang telinga merupakan lanjutan kulit daun telinga dan
kedalam meluas menjadi lapisan luar membran timpani.
0apisan kulit liang telinga luar lebih tebal pada bagian tulang
ra'an dari pada bagian tulang. Pada liang telinga rulang ra'an tebalnya
5,$ 6 1 mm, terdiri dari lapisan epidermis dengan papillanya, dermis dan
subkutan merekat dengan perikondrium. 7pidermis dari liang telinga
bagian tulang ra'an biasanya terdiri dari 4 lapis yaitu sel basal, skuamosa,
sel granuler dan lapisan tanduk.
0apisan liang telinga bagian tulang mempunyai kulit yang lebih
tipis, tebalnya kira-kira 5,* mm, tidak mengandung papilla, melekat erat
dengan periosteum tanpa lapisan subkutan, berlanjut menjadi lapisan luar
dari membran timpani dan menutupi sutura antara tulang timpani.
Otot daun telinga terdiri dari % buah otot ekstrinsik dan enam buah
otot intrinsik. Otot ekstrinsik terdiri m.aurikularis anterior, m.aurikularis
superior dan m. aurikularis posterior. Otot-otot ini menghubungkan daun
telinga dengan tulang tengkorak dan kulit kepala. Otot-otot ini bersifat
6
rudimenter, tetapi pada beberapa orang tertentu ada yang masih
mempunyai kemampuan untuk menggerakan daun telinganya keatas dan
keba'ah dengan menggerakan otot-otot ini. Otot intrinsik terdiri dari m.
helisis mayor, m. helisis minor, m. tragikus, m.antitragus, m. obligus
aurkularis, dan m.transpersus aurikularis. Otot-otot ini berhubungan
bagian-bagian daun telinga.
Per!arahan
1rteri-arteri dari daun telinga dan liang telinga luar berasal dari
abang temporal superfisial dan aurikular posterior dari arteri karotis
eksternal.
Permukaan anterior telinga dan bagian luar liang telinga didarahi
oleh abang aurikular anterior dari arteri temporalis superfisial. Suatu
abang dari arteri auriular posterior mendarahi permukaan posterior
telinga. !anyak dijumpai anastomosis diantara abang-abang dari arteri
ini. Pendarahan kebagian lebih dalam dari liang telinga luar dan
permukaan luar membrana timpani adalah oleh abang aurikular dalam
arteri maksilaris interna.
8ena telinga bagian anterior, posterior dan bagian dalam umumnya
bermuara kevena jugularis eksterna dan vena mastoid. 1kan tetapi,
beberapa vena telinga mengalir kedalam vena temporalis superfiial dan
vena aurikularis posterior.
Si"em lim#ai$
3elenjar limfa regio tragus dan bagian anterior dari auriula
mengalir ke kelenjar parotid, sementara bagian posterior auriular
mengalir ke kelenjar retroauriular. -egio lobulus mengalir kelenjar
ervialis superior.
%
Per"ara#an
Persarafan telinga luar bervariasi berupa tumpang tindih antara
saraf-saraf kutaneus dan kranial. 9abang aurikular temporalis dari bagian
ketiga saraf trigeminus ":.8& mensarafi permukaan anterolateral
permukaan telinga, dinding anterior dan superior liang telinga dan segmen
7
depan membrana timpani.Permukaan posteromedial daun telinga dan
lobulus dipersarafin oleh pleksus servikal nervus aurikularis mayor.
9abang aurikularis dari nervus fasialis ":.8..&, nervus glossofaringeus
":..;& dan nervus vagus ":.;& menyebar ke daerah konka dan abang-
abang saraf ini menyarafi dinding posterior dan inferior liang telinga dan
segmen posterior dan inferior membrana timpani.
%
b. Telinga Tengah
)elinga tengah merupakan bangunan berbentuk kubus yang terdiri dari<
*
/embran timpani= yaitu membran fibrosa tipis yang ber'arna
kelabu mutiara. !erbentuk bundar dan ekung bila dilihat dari
arah liang telinga dan terlihat oblik terhadap sumbu liang
telinga.
/embran timpani dibagi atas * bagian yaitu bagian atas disebut
pars flaida "membrane Sharpnell& dimana lapisan luarnya
merupakan lanjutan epitel kulit liang telinga sedangkan lapisan
dalam dilapisi oleh sel kubus bersilia, dan pars tensa
merupakan bagian yang tegang dan memiliki satu lapis lagi
ditengah, yaitu lapisan yang terdiri dari serat kolagen dan
sedikit serat elastin.
)ulang pendengaran= yang terdiri dari maleus, inkus dan stapes.
)ulang pendengaran ini dalam telinga tengah saling
berhubungan.
)uba eustahius= yang menghubungkan rongga telinga tengah
dengan nasofaring.
c. Telinga Dalam
8
+ambar >. 1natomi telinga dalam
)elinga dalam terdiri dari koklea yang berupa dua setengah
lingkaran dan vestibuler yang terdiri dari % buah kanalis semisirkularis.
?jung atau punak koklea disebut helikotrema, yang berfungsi
menghubungkan perilimfa skala timpani dengan skala vestibule.
*
3analis semisirkularis saling berhubungan seara tidak lengkap
dan membentuk lingkaran yang tidak lengkap. Pada irisan melintang
koklea tampak skala vestibule sebelah atas, skala timpani sebelah ba'ah
dan skala media "duktuskoklearis& diantaranya. Skala vestibule dan skala
timpani berisi perilimfa sedangkan skala media berisi endolimfa. ,asar
skala vestibuli disebut sebagai membran vestibuli "-eissner /embrane&
sedangkan skala media adalah membran basalis. Pada membran ini
terletak organ orti yang mengandung organel-organel penting untuk
mekanisme saraf perifer pendengaran. Pada skala media terdapat bagian
yang berbentuk lidah yang diebut membran tektoria, dan pada membran
basal melekat sel rambut yang terdiri dari sel rambut dalam, sel rambut
luar dan kanalis 9orti, yang membentuk organ 9orti.
$
2.% &i"iologi
Proses pendengaran dia'ali dengan ditangkapnya energi bunyi oleh daun
telinga dalam bentuk gelombang yang dialirkan melalui udara atau tulang
9
koklea. +etaran tersebut menggetarkan membran timpani diteruskan ke
telinga tengah melalui rangkaian tulang pendengaran yang akan
mengamplikasikan melalui daya ungkit tulang pendengaran dan perkalian
perbandingan luas membran timpani dan daya tingkap lonjong. 7nergi getar
yang diamplikasi ini akan diteruskan ke stapes yang akan menggetarkan
tingkap lonjong sehigga perilimfa pada skala vestibuli bergerak. +etaran ini
diteruskan melalui membrane -eissner yang mendorong edolimfa, sehingga
akan menimbulkan gerak relatif antara membran basilaris dan membran
tektoria. Proses ini proses ini merupakan rangsang mekanik yang akan
menyebabkan terjadinya defleksi stereosilia sel-sel rambut, sehingga kanal
ion terbuka dan terjadi pelepasan ion bermuatan lisrik dari badan sel.
3eadaan ini menimbulkan proses depolarisasi sel rambut, sehingga
neurotransmitter ke dalam sinapsis yang akan menimbulkan potensial aksi
pada saraf auditorius, lalu dilanjutkan ke nuleus auditoris sampai ke korteks
pendengaran "area %#-45& di lobus temporalis.
*,$

+ambar @. Aisiologi pendengaran
2.' De#ini"i
Otitis eksterna difus dikenal dengan swimmer ear "telinga perenang& atau
telinga uaa panas "hot weather ear) adalah infeksi pada *B% dalam liang
10
telinga akibat infeksi bakteri yang menyebabkan pembengkakan stratum
korneum kulit sehingga menyumbat saluran folikel.
*

2.( E)i!emiologi
!erdasarkan data yang dikumpulkan mulai tanggal Canuari *555 sBd
,esember *555 di Poliklinik )() -S (. 1dam /alik /edan didapati 15@4>
kunjungan baru dimana, dijumpai 8>@ kasus "8,5@D& otitis eksterna, *8*
kasus "*,>*D& otitis eksterna difusa dan $8$ kasus "$,44D& otitis eksterna
sirkumskripta. Penyakit ini sering diumpai pada daerah-daerah yang panas
dan lembab dan jarang pada iklim- iklim sejuk dan kering. :an Sati 9:
dalam penelitiannya di -S Sumber Earas B A3 ?:)1- Cakarta mulai 1
Canuari 1#85 sampai dengan %5 ,esember 1#85 mendapatkan 1.%@5 penderita
baru dengan diagnosis otitis eksterna yang terdiri dari >%% pria dan
@%@ 'anita.
4
2.* Eiologi
Organisme yang paling sering ditemukan pada pasien dengan otitis
eksterna difusa adalah bakteri gram negatif Pseudomonas aeruginosa
(Bacillus pyocaneus) dan staphylooi. Fang lebih jarang ditemukan adalah
bakteri streptooi dan Proteus vulgaris.

Selain itu, jamur dapat terlibat
dalam infeksi pada telinga luar, yaitu jamur Candida albicans dan Aspergillus
niger.

Otitis eksterna difusa dapat juga terjadi sekunder pada otitis media
supuratif kronis.
%,>
!eberapa faktor yang mempermudah terjadinya otitis eksterna, yaitu <
*,4,@
,erajat keasaman "p(&
p( pada liang telinga biasanya normal atau asam, p( asam berfungsi
sebagai protektor terhadap kuman. Peningkatan p( menjadi basa "di atas
11
>.5& akan mempermudah terjadinya otitis eksterna yang disebabkan oleh
karena proteksi terhadap infeksi menurun.
?dara
?dara yang hangat dan lembab lebih memudahkan kuman dan jamur mudah
tumbuh.
)rauma
)rauma ringan misalnya mengorek-ngorek telinga dengan benda tumpul
seperti cotton bud merupakan faktor predisposisi terjadinya otitis eksterna.
!erenang
)erutama jika berenang pada air yang teremar. 1ir kolam renang
menyebabkan maserasi kulit dan merupakan sumber kontaminasi yang
sering dari bakteri
2.+ Pao#i"iologi
Saluran telinga dapat membersihkan dirinya sendiri dengan ara
membuang sel-sel kulit yang mati dari gendang telinga melalui saluran
telinga. /embersihkan saluran telinga dengan cotton bud bisa mengganggu
mekanisme pembersihan ini dan bisa mendorong sel-sel kulit yang mati ke
arah gendang telinga sehingga kotoran menumpuk disana.
%
Penimbunan sel-sel kulit yang mati dan serumen akan menyebabkan
penimbunan air yang masuk ke dalam liang telinga ketika mandi atau
berenang. )erjadinya kelembaban yang berlebihan karena berenang atau
mandi menambah maserasi kulit liang telinga dan meniptakan kondisi yang
ook bagi pertumbuhan bakteri. Perubahan ini dapat juga menyebabkan rasa
gatal di liang telinga sehingga menambah kemungkinan trauma karena
garukan.
%,4
12
+ambar 8. Patofisiologi terjadinya otitis eksterna
2., -e.ala Klini"
+ejala klinis yang terjadi pada pasien dengan otitis eksterna difusa antara
lain<
4,>
/a"a )enuh )a!a elinga merupakan keluhan yang umum pada tahap
a'al dari otitis eksterna difusa dan sering mendahului terjadinya rasa sakit
dan nyeri tekan daun telinga.
-aal merupakan gejala klinik yang sangat sering dan merupakan
pendahulu rasa sakit yang berkaitan dengan otitis eksterna akut. Pada
kebanyakan penderita rasa gatal disertai rasa penuh dan rasa tidak enak
merupakan tanda permulaan peradangan suatu otitis eksterna akuta. Pada
otitis eksterna kronik merupakan keluhan utama.
/a"a "a$i di dalam telinga bisa bervariasi dari yang hanya berupa rasa
tidak enak sedikit, perasaan penuh di dalam telinga, perasaan seperti terbakar
hingga rasa sakit yang hebat, serta berdenyut. /eskipun rasa sakit sering
merupakan gejala yang dominan, keluhan ini juga sering merupakan gejala
sering mengelirukan. 3ehebatan rasa sakit bisa agaknya tidak sebanding
dengan derajat peradangan yang ada. .ni diterangkan dengan kenyataan
bah'a kulit dari liang telinga luar langsung berhubungan dengan periosteum
13
dan perikondrium, sehingga edema dermis menekan serabut saraf yang
mengakibatkan rasa sakit yang hebat. 0agipula, kulit dan tulang ra'an 1B%
luar liang telinga bersambung dengan kulit dan tulang ra'an daun telinga
sehingga gerakan yang sedikit saja dari daun telinga akan dihantarkan ke kulit
dan tulang ra'an dari liang telinga luar dan mengkibatkan rasa sakit yang
hebat dirasakan oleh penderita otitis eksterna. :yeri terutama ketika daun
telinga ditarik, nyeri tekan tragus, dan ketika mengunyah makanan. -asa gatal
dan nyeri disertai pula keluarnya sekret ener, bening sampai kental purulen
tergantung pada kuman atau jamur yang menginfeksi. Pada jamur biasanya
akan bermanifestasi sekret kental ber'arna putih keabu-abuan dan berbau.
Kurang )en!engaran mungkin terjadi pada akut dan kronik dari otitis
eksterna akut. 7dema kulit liang telinga, sekret yang sorous atau purulen,
penebalan kulit yang progresif pada otitis eksterna yang lama, sering
menyumbat lumen kanalis dan menyebabkan timbulnya tuli konduktif.
3eratin yang deskuamasi, rambut, serumen, debris, dan obat-obatan yang
digunakan ke dalam telinga bisa menutup lumen yang mengakibatkan
peredaman hantaran suara.
2.0 1ani#e"a"i Klini"
Pemeriksaan fisik pada pasien biasanya menunjukkan<
3ulit /17 edema dan hiperemis merata sampai ke membran timpani
dengan sekret pada 917. Cika terjadi edema 917 yang hebat, membran
timpani dapat tidak tampak.
:yeri tekan tragus "G&
:yeri tarik auriula "G&
1denopati regional yang nyeri tekan
@
/enurut //. 9arr seara klinik otitis eksterna terbagi <
a. Otitis 7ksterna -ingan <
3ulit liang telinga hiperemis dan eksudat, liang telinga menyempit
b. Otitis 7ksterna Sedang <
0iang telinga sempit, bengkak, kulit hiperemis dan eksudat positif
14
. Otitis 7ksterna 3omplikasi <
PinaBPeriaurikuler eritema dan bengkak
d. Otitis 7ksterna 3ronik <
3ulit liang telingaBpina menebal, keriput, eritema positif
Otitis eksterna akut berlangsung kurang dari 4 minggu atau terjadi
kurang dari 4 kali dalam setahun, sedangkan otitis eksterna kronis
berlangsung selama lebih dari 4 minggu atau terjadi lebih dari 4 kali dalam
satu tahun. Pada penderita ,/ atau pasien dengan immunocompromised,
otitis eksterna dapat berkembang menjadi tipe maligna.
8
2.12Penaala$"anaan
Otitis eksterna difusa harus diobati dalam keadaan dini sehingga dapat
menghilangkan edema yang menyumbat liang telinga. ,engan demikian,
biasanya perlu disisipkan tampon berukuran H 4 $ m kedalam liang telinga
mengandung obat agar menapai kulit yang terkena. Setelah dilumuri obat,
tampon kasa disisipkan perlahan-lahan dengan menggunakan forsep aligator.
Penderita harus meneteskan obat tetes telinga pada kapas tersebut satu hingga
dua kali sehari. ,alam 48 jam tampon akan jatuh dari liang telinga karena
lumen sudah bertambah besar. Polimiksin ! dan olistemethate merupakan
antibiotik yang paling efektif terhadap Pseudomonas dan harus menggunakan
vehiulum hidroskopik seperti glikol propilen yang telah diasamkan bahan
kimia lain, seperti gentian violet *D dan perak nitrat $D bersifat bakterisid
dan bisa diberikan langsung ke kulit liang telinga. Setelah reaksi peradangan
berkurang, dapat ditambahkan alohol @5D untuk membuat liang telinga
bersih dan kering.
4
)erapi sistemik hanya dipertimbangkan pada kasus berat= dianjurkan
untuk melakukan pemeriksaan kepekaan bakteri. 1ntibiotik sistemik
khususnya diperlukan jika diurigai danya perikondritis atau kondritis pada
tulang ra'an telinga.
$
Pasien harus diingatkan mengenai kemungkinan kekambuhan yang
mungkin terjadi pada pasien, terutama setelah berenang. ?ntuk
menghindarinya pasien harus menjaga agar telinganya selalu kering, dengan
15
ara menggunakan alkohol ener seara rutin tiga kali seminggu. Pasien juga
harus diingatkan agar tidak menggaruk B membersihkan telinga dengan cotton
bud terlalu sering.
*,@
2.11 Kom)li$a"i
Perikondritis
Selulitis
,ermatitis aurikularis
4
2.12 Progno"i"
Otitis eksterna adalah suatu kondisi yang dapat diobati biasanya
sembuh dengan epat dengan pengobatan yang tepat. Paling sering, otitis
ekserna dapat dengan mudah diobati dengan tetes telinga antibiotik. Otitis
eksterna kronis yang mungkin memerlukan pera'atan lebih intensif. Otitis
eksterna biasanya tidak memiliki komplikasi jangka panjang atau serius.
8
BAB III
LAP3/AN KASUS
%.1 I!enia" Pa"ien
:ama < 1n. 1
Cenis 3elamin < 0aki-0aki
?mur < 1* tahun
Pekerjaan < Pelajar
16
%.2 ANA1NESIS
Keluhan Uama4
)elinga sebelah kanan sakit
Keluhan Tambahan4
)elinga kanan terasa tidak enak dan penuh
/I5A6AT PEN6AKIT SEKA/AN-
OS datang dengan keluhan sakit pada telinga kanan sejak % hari
sebelum masuk rumah sakit. OS juga mengeluh rasa tidak enak dan penuh di
telinga yang sama. OS merasakan nyeri jika bagian depan telinga kanan
ditekan. Pada a'alnya OS merasa gatal di telinga kanan. OS juga merasa
pendengarannya berkurang. OS menyangkal adanya ri'ayat keluar airan
dari telinga. -i'ayat demam disangkal, batuk pilek juga disangkal. OS tidak
mengeluh rasa telinga berdengung. -i'ayat gigi berlubang disangkal.
-i'ayat nyeri tenggorokan maupun nyeri menelan disangkal.
OS mengaku keluhan timbul setelah berenang di sungai. OS memang
memiliki kebiasaan berendang di sungai setiap hari. -i'ayat trauma pada
kepala atau telinga juga disangkal.
OS menyangkal adanya ri'ayat penyakit kening manis.
OS mengaku belum berobat ke klinik manapun dan belum minum obat
apapun untuk menghilangkan keluhan.
/I5A6AT PEN6AKIT DAHULU
OS baru pertama kali merasakan keluhan seperti ini.
-i'ayat alergi obat, makanan, debu, maupun udara dingin disangkal oleh
OS.
%.% PE1E/IKSAAN &ISIK
KEADAAN U1U1
3esadaran < 9ompos mentis
:adi < 8>4Bmenit
Suhu < %>.*I9
!erat badan < *4 kg
STATUS L3KALIS THT
1. TELIN-A
17
31:1: 3.-.
!entuk ,aun )elinga :ormal
,eformitas "-&
:ormal
,eformitas "-&
3elainan 3ongenital )idak ada )idak ada
)umor )idak ada )idak ada
:yeri tekan tragus :yeri )idak nyeri
Penarikan daun telinga :yeri )idak nyeri
-egio mastoid )idak ada kelainan )idak ada kelainan
0iang telinga Sempit, nanah "-&, serumen "-&,
sekret "-&, hiperemis "G&, oedem
"G&
0apang, nanah "-&,
serumen "-&, sekret "-&,
hiperemis "-&, oedem "-&
/embran timpani Sulit dinilai /) intak, hiperemis "-&,
edema "-&, refleks ahaya
"G& jam @
Kesan :
- Telinga anan nyeri tean tragus (!)" nyeri tari auricula (!)" canalis
auricularis esternus sempit" edema (!)" hiperemis (!)" membran
timpani sulit dinilai
- Telinga iri dalam batas normal
%.' DIA-N3SIS KE/JA
3ii" E$"erna Auricular De7ra
%.( PENATALAKSANAAN
.rigasi liang telinga menggunakan (
*
O
*
%D
)erapi< iproflo4ain tab $55 mg *41 selama $ hari
-enana pengambilan serumen
%.* ANJU/AN
Saat mandi atau berenang jangan sampai kemasukan air ke dalam telinga
18
Pasien dilarang mengorek 6 ngorek telinga dengan instrumen yang tidak
tepat seperti otton bud
%.+ P/3-N3SIS
1d 8itam < ad bonam
1d Aungsionam < ad bonam
BAB I8
ANALISIS KASUS
,ari anamnesis didapatkan OS, seorang anak laki-laki berumur 1* tahun,
OS datang dengan keluhan sakit pada telinga kanan sejak % hari sebelum masuk
rumah sakit. OS merasakan nyeri jika bagian depan telinga kanan ditekan. Pada
a'alnya OS merasa gatal di telinga kanan. OS juga merasa pendengarannya
berkurang. OS menyangkal adanya ri'ayat keluar airan dari telinga. -i'ayat
demam disangkal, batuk pilek juga disangkal. OS tidak mengeluh rasa telinga
berdengung. -i'ayat gigi berlubang disangkal. -i'ayat nyeri tenggorokan
maupun nyeri menelan disangkal.
OS mengaku keluhan timbul setelah berenang di sungai. OS memang
memiliki kebiasaan berendang di sungai setiap hari. -i'ayat trauma pada kepala
atau telinga juga disangkal.
,ari pemeriksaan fisik telinga ditemukan telinga kanan nyeri tekan tragus
"G&, nyeri tarik auriula "G&, 917 sempit, hiperemis "G&, edema "G&, 3+! regional
membesar "-&. )elinga kiri dalam batas normal
Otitis eksterna merupakan peradangan liang telinga akut maupun kronis yang
disebabkan infeksi bakteri, jamur, dan virus. Aaktor yang mempermudah radang
telinga luar ialah perubahan p( di liang telinga menjadi basa, keadaan udara yang
lembab dan hangat, serta faktor predisposisi yaitu trauma ringan ketika mengorek
telinga.
Otitis ekterna difusa mengenai kulit liang telinga bagian dua pertiga dalam.
)ampak kulit liang telinga hiperemis dan edema yang tidak jelas batasannya.
!akteri penyebabnya yang tersering adalah Pseudomonas.
19
+ejala otitis eksterna difusa adalah nyeri tekan tragus, liang telinga sangat
sempit, kadang kelenjar getah bening regional dapat membesar, dan tedapat nyeri
tekan.
Pengobatannya degan membersihkan liang telinga, memasukkan tampon
yang mengandung antibiotika ke liang telinga supaya terdapat kontak yang baik
dengan kulit yang meradang. 3adang diperlukan pula obat antibiotika sistemik.
DA&TA/ PUSTAKA
1. 1dnan. Perkembangan )elinga. *558. ,i akses
http<BB'''.sribd.omBdoB%%8@@4#4B perkembangan - telinga. Pada tanggal
8 :ovember *51*
*. Soepardie 71, .skandar :, !ashirudin C, -estuti -,, editor. !uku 1jar
.lmu 3esehatan )elinga (idung )enggorok 3epala 0eher. Cakarta< A3 ?..
*558.
%. 7nriJueK 1, et al. !asi Otolaryngology. /anila< ,epartment of
Otorhinolaryngology ?P - P+(. 1##%.
4. 1bdullah A. ?ji !anding 3linis Pemakaian 0arutan !urru'i Saring
,engan Salep .htyol ".htammol& Pada Otitis 7ksterna 1kut. ,i akses di<
http<BBrepository.usu.a.idBbitstreamB1*%4$>@8#B>4*%B1Btht-farhan.pdf.
Pada tanggal 8 :ovember *51*
$. 1dams +, !oies 0, (igler P. !oies !uku 1jar Penyakit )(). Cakarta<
7+9.1##@.
>. 0ee 3.C, 7ssential otolaryngology< head and nek surgery. Stamford<
1ppleton L 0ange. 1##$.
@. !eker E, :aumann (, PfaltK 9. 7ar, :ose, and )hroat, 1 Poket
-eferene. Seond, revised edition. :e' Fork< )hieme. 1##4.
8. StMppler /. S'immerNs 7ar .nfetion. ,i akses<
http<BB'''.mediinenet.omBotitisOe4ternaBartile.htm Pada )anggal 11
:ovember *51*
20