Anda di halaman 1dari 11

VII-1

BAB VII
TATA LETAK PABRIK

Tata letak peralatan dan fasilitas dalam suatu rancangan pabrik
merupakan syarat penting untuk memperkirakan biaya secara akurat sebelum
mendirikan pabrik yang meliputi desain sarana perpipaan, fasilitas bangunan, jenis
dan jumlah peralatan dan kelistrikan. Hal ini secara khusus akan memberikan
informasi yang dapat diandalkan terhadap biaya bangunan dan tempat sehingga
dapat diperoleh perhitungan biaya yang terperinci sebelum pendirian.
7.1 Lokasi Pabrik
Penentuan lokasi pabrik Anilin harus dipikirkan dengan cermat, karena
penentuan lokasi berkaitan erat dengan kelangsungan hidup pabrik. Penentuan
lokasi yang tepat akan memberikan dampak positif baik dari segi teknis maupun
ekonomi.
Pemilihan lokasi pabrik Anilin ini dipengaruhi oleh dua faktor, yaitu:
A. Faktor Primer
Faktor primer ini secara langsung mempengaruhi tujuan utama dari
pabrik yang meliputi produksi dan distribusi. Faktor primer, meliputi:
1. Penyediaan Bahan Baku
Bahan baku Nitrobenzena dipenuhi dengan cara impor karena tidak
tersedia pabrik dalam negeri yang memproduksi bahan tersebut. Salah satu pabrik
penghasil Nitrobenzena yaitu S. N Chemical, India. Maka, dipilihlah lokasi yang
dekat dengan laut untuk mempermudah pengiriman, karena pabrik akan
membangun jetty. Jetty digunakan untuk mengimpor bahan baku dan ekspor
produk. Gas Hidrogen yang digunakan dipasok dari PT. Samator.
2. Pemasaran
Anilin merupakan bahan yang sangat dibutuhkan oleh banyak industri,
antara lain industri farmasi sebagai pembuatan prekursor obat, industri karet
sintetis dan pembuatan herbisida. Untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri juga
dimungkinkan untuk dilakukan ekspor, sehingga Tarjun sangat tepat bila
VII-2

digunakan sebagai lokasi pendirian pabrik karena lokasi tersebut dekat dengan
laut.
3. Ketersediaan Energi dan Air
Air merupakan kebutuhan yang sangat penting dalam suatu pabrik, baik
untuk proses, pendingin, atau kebutuhan lainnya. Sumber air biasanya berupa
sungai, air laut atau danau. Energi merupakan faktor utama dalam operasional
pabrik, sehingga sumber energi yang memadahi harus terjangkau dari kawasan
pabrik.
4. Ketersediaan Tenaga Kerja
Tenaga kerja merupakan pelaku dari proses produksi. Ketersediaan
tenaga kerja yang terampil dan terdidik akan memperlancar jalannya proses
produksi. Di daerah sekitar pabrik cukup banyak tersedia tenaga kerja yang
diharapkan dapat membantu dalam menjalankan usaha pabrik.

B. Faktor Sekunder
1. Kemungkinan Perluasan Pabrik
Perluasan areal pabrik memungkinkan untuk pengembangan lebih jauh
serta penambahan kapasitas produksi. Pabrik ini sengaja dibangun di areal sepi
penduduk. Ini dimaksudkan agar tanah yang dibeli dapat lebih murah dan lebih
luas, sehingga kemungkinan untuk memperluas pabrik untuk kebutuhan
memperbesar kapasitas produksi sangat besar.
2. Kebijakan Pemerintah
Pendirian pabrik perlu memperhatikan beberapa faktor kepentingan yang
terkait didalamnya, kebijaksanaan pengembangan industri dan hubungannya
dengan pemerataan kesempatan kerja, kesejahteraan, dan hasil-hasil
pembangunan. Di samping itu, pabrik yang didirikan juga harus berwawasan
lingkungan, artinya keberadaan pabrik tersebut tidak mengganggu atau merusak
lingkungan sekitarnya.



VII-3

3. Iklim
Lokasi pabrik sebaiknya terletak di daerah yang stabil dari gangguan
bencana alam (banjir, gempa bumi, dan lain-lain).
4. Sarana Penunjang Lain
Seperti sarana pendidikan, tempat ibadah, perumahan, sarana kesehatan,
olahraga, hiburan dan lain-lainnya.
Untuk itu, pabrik Anilin dari Nitrobenzena dengan kapasitas 62500
ton/tahun direncanakan akan dibangun di Tarjun Kab.Kotabaru, Kalimantan
Selatan. Pada gambar 7.1 merupakan peta lokasi rencana pendirian pabrik Anilin.
VII-4


Gambar 7.1 Peta Lokasi Pabrik Anilin dari Nitrobenzena dengan Kapasitas 62500
ton/tahun

7.2 Tata letak Bangunan dan Peralatan Pabrik
Tata letak pabrik adalah suatu perencanaan dan pengintegrasian aliran dari
komponen-komponen produksi suatu pabrik, sehingga diperoleh suatu hubungan
yang efisien dan efektif antara operator, peralatan dan gerakan material dari bahan
baku menjadi produk.
VII-5

Desain yang rasional harus memasukkan unsur lahan proses, storage
(persediaan) dan lahan alternatif (areal handling) dalam posisi yang efisien dan
dengan mempertimbangkan faktor-faktor sebagai berikut (Timmerhaus,2004):
1. Urutan proses produksi.
2. Pengembangan lokasi baru atau penambahan/perluasan lokasi yang belum
dikembangkan pada masa yang akan datang.
3. Distribusi ekonomis pada pengadaan air, steam proses, tenaga listrik dan bahan
baku.
4. Pemeliharaan dan perbaikan.
5. Keamanan (safety) terutama dari kemungkinan kebakaran dan keselamatan kerja.
6. Bangunan yang meliputi luas bangunan, kondisi bangunan dan konstruksinya
yang memenuhi syarat.
7. Fleksibilitas dalam perencanaan tata letak pabrik dengan mempertimbangkan
kemungkinan perubahan dari proses/mesin, sehingga perubahan-perubahan yang
dilakukan tidak memerlukan biaya yang tinggi.
8. Masalah pembuangan limbah cair.
9. Service area, seperti kantin, tempat parkir, ruang ibadah, dan sebagainya diatur
sedemikian rupa sehingga tidak terlalu jauh dari tempat kerja.
Pengaturan tata letak pabrik yang baik akan memberikan beberapa
keuntungan, seperti (Timmerhaus,2004) :
1. Mengurangi jarak transportasi bahan baku dan produksi, sehingga mengurangi
material handling.
2. Memberikan ruang gerak yang lebih leluasa sehingga mempermudah perbaikan
mesin dan peralatan yang rusak atau di-blowdown.
3. Mengurangi ongkos produksi.
4. Meningkatkan keselamatan kerja.
5. Mengurangi kerja seminimum mungkin.
6. Meningkatkan pengawasan operasi dan proses agar lebih baik.
Bangunan bangunan yang ada di lokasi pabrik adalah sebagai berikut :
VII-6

a. Peralatan-peralatan di area proses dengan luas 5000 m
2

b. Area utilitas seluas 2000 m
2

c. Bengkel mekanik untuk pemeliharaan
d. Gudang
e. Pemadam kebakaran
f. Kantor administrasi
g. Mesjid, kantin, dan poliklinik
h. Area parkir
Luas tanah total yang dibutuhkan diperkirakan 22900 m
2
termasuk untuk
perluasan pabrik. Tata letak bangunan disusun dengan mempertimbangkan
pengangkutan bahan baku dan personel yang paling ekonomis. Perincian luas tanah
dan bangunan dapat dilihat pada tabel 7.1, sedangkan penataan letak pabrik secara
umum disajikan pada gambar 7.2 dan 7.3.
Tabel 7.1 Perincian Luas Tanah dan Bangunan Pabrik
No Lokasi Ukuran (m) Jumlah Luas Total (m
2
)
1 Pos Keamanan 5x8 3 120
2 Taman 400x2 1 800
3 Tempat Parkir 40x20 1 800
4 Perpustakaan 10x10 1 100
5 Ruang Kontrol Proses 20x20 1 400
6 Ruang Pertemuan (Rapat) 20x20 1 400
7 Area Perkantoran dan TU 50x20 1 1000
8 Toilet 5x2 3 30
9 Mushala 15x10 1 150
VII-7

10 Poliklinik 20x10 1 200
11 Kantin 30x10 1 300
12 Tank Yard 50x50 1 2500
13 PMK 20x10 1 200
14 Daerah Utilitas 40x200 1 8000
15 Unit Pengolahan Limbah 10x200 1 2000
16 Daerah Proses 100x100 1 10000
17 Area Perluasan Pabrik 25x100 1 2500
18 Bengkel dan Garasi 40x20 1 800
19 Quality Control 50x20 1 1000
20 Pos Penimbangan 20x10 1 200
21 Jetty 30x30 1 900
22 Mess dan Perumahan 50x30 1 1500
TOTAL 33900






VII-8


Gambar 7.2 Tata Letak Bangunan Pabrik
Pos
Assembly
Area
Parkir
Mushala
Kantor
Toilet
Perpustakaan
Pemadam
Kebakaran
Gudang warehouse
Bengkel
Kantin
Area Perluasan
Laboratorium
Area Proses
Poliklinik
Ruang
Kontrol
Ruang
Kontrol
Utilitas
Tangki Utilitas Dan Air Bersih
Tank Yard
Tree Tree Tree Tree Tree Tree Tree Tree Tree
Jalan
Tree Tree Tree Tree Tree Tree Tree Tree Tree
A
A
A
A
A
A
A
A
A
A
Ruang
Pertemuan
Assembly
Area
Assembly
Area
WTP
Toilet
Pos
Timbang
Pos
Pos
Toilet
Jetty
VII-9

7.2.2. Tata Letak Peralatan Proses
Pada perancangan tata letak peralatan proses pada pabrik ada beberapa hal
yang perlu diperhatikan, yaitu:
1. Aliran bahan baku dan produk
Jalannya aliran bahan baku dan produk yang tepat akan memberikan keuntungan
ekonomis yang besar, serta menunjang kelancaran dan keamanan produksi.
2. Aliran udara
Aliaran udara di dalam dan sekitar area proses perlu diperhatikan kelancarannya.
Hal ini bertujuan untuk menghindari terjadinya stagnasi udara pada suatu tempat
berupa penumpukan atau akumulasi bahan kimia berbahaya yang dapat
membahayakan keselamatan pekerja, selain itu perlu memperhatikan arah
hembusan angin.
3. Pencahayaan
Penerangan seluruh pabrik harus memadai. Pada tempat-tempat proses yang
berbahaya atau beresiko tinggi harus diberi penerangan tambahan.
4. Lalu lintas manusia dan kendaraan
Dalam perancangan lay out peralatan, perlu diperhatikan agar pekerja dapat
mencapai seluruh alat proses dengan cepat dan mudah agar apabila terjadi
gangguan pada alat proses dapat segera diperbaiki, selain itu keamanan pekerja
selama menjalankan tugasnya perlu diprioritaskan.
5. Pertimbangan Ekonomi
Dalam menempatkan alat-alat proses pada pabrik diusahakan agar dapat
menekan biaya operasi dan menjamin kelancaran serta keamanan produksi pabrik
sehingga dapat menguntungkan dari segi ekonomi.
6. Jarak antar alat proses
Untuk alat proses yang mempunyai suhu dan tekanan operasi tinggi, sebaiknya
dipisahkan dari alat proses lainnya, sehingga apabila terjadi ledakan atau
kebakaran pada alat tersebut, tidak membahayakan alat-alat proses lainnya.
VII-10



1
3
4
7
2
11
6
5
9
8
10
12
13
14
15
16

Gambar 7.3 Tata Letak Peralatan Proses (Tanpa Skala)
VII-11

Keterangan :
1. Tangki H
2

2. Tangki C
6
H
5
NO
2

3. Heater 1
4. Vaporizer
5. Separator
6. Reaktor
7. Kondensor Parsial
8. Cooler 1
9. Flash Tank
10. Heater 2
11. Menara Distilasi
12. Kondensor
13. Accumulator

14. Reboiler
15. Cooler 2
16. Tangki C
6
H
5
NH
2