Anda di halaman 1dari 13

Proposal Skripsi

UJI IMUNOSTIMULAN EKSTRAK AIR -GLUKAN


JAMUR TIRAM PUTIH (Pleurotus ostreatus) PADA SISTEM
KOMPLEMEN JALUR KLASIK MENCIT JANTAN

Pembimbing :

Drs. Priyo Wahyudi, M. Si
Ani Pahriyani, S.Si, Apt
Disusun oleh :

Intan Putri Insyiroh
0904015142
Manfaat
Senyawa
imunostimulan
Jamur Tiram
Putih
Definisi
Aktivitas -glukan
Senyawa
-glukan
Sistem imun spesifik
Sistem imun non
spesifik
Sistem imun
Penggunaan
sebagai
imunostimulan
Ekstrak air -
glukan


Uji komplemen
jalur klasik
menggunakan
Metode ELISA



Galur Balb-C
+ induksi
SDMD
Memberikan
pengetahuan kepada
masyarakat terhadap
manfaat jamur tiram
putih
Umum
memberikan informasi mengenai
aktivitas ekstrak air -glukan jamur
tiram putih (Pleurotus ostreatus)
pada sistem komplemen jalur
klasik sebagai imunostimulan
menggunakan metode ELISA.
dapat menjadi alternatif obat
imunostimulan baru dengan harga
yang lebih terjangkau dengan
aktivitas imunostimulan yang baik.
Khusus
Jamur tiram
putih
Kandungan isi
Senyawa -
glukan
Ekstrak air -
glukan
Sistem
komlemen
jalur klasik
Mencit jantan
galur Balb-C
Metode ELISA
Parameter
CH
50

Kontrol
Pembanding
HIPOTESA
Ekstrak air -glukan jamur tiram putih
(Pleurotus ostreatus) memiliki
aktivitas imunostimulan pada sistem
komplemen jalur klasik.
Metodologi Penelitian
Alat dan Bahan
Alat :
Sonde, alat suntik steril,
pipet mikro, inkubator,
refrigerator,
spektrofotometer uv-
vis, ELISA reader,
sentrifuge Selecta,
tabung eppendrof,
serta peralatan lain
yang lazim digunakan
dalam laboratorium.
Bahan:
Jamur tiram putih
kering, mencit jantan
Balb-C, etanol 80 %,
Mouse 50%
Complement
Hemolysis CH
50
ELISA
kit (Novateinbio),
larutan NaCl 0,9%
steril, larutan Na CMC
2%, pembanding
vitamin A
Waktu dan Tempat
Waktu:
Bulan
maret-
juni
2013
Tempat:
Laboratorium Agromikrobiologi
PUSPIPTEK Serpong, lab.
Imunologi dan Penanganan
Infeksi Pusat Biomedis dan
Teknologi Dasar Kesehatan Badan
Penelitian dan Pengembangan
Kesehatan KEMENKES RI, lab.
kimia terpadu, dan patologi klinik
Fakultas Farmasi dan Sains,
UHAMKA
Penyiapan
bahan
Penyiapan
hewan uji
Penyiapan
ekstrak
Pemeriksaan
mutu ekstrak
Uji
Imunostimulan
Penetapan
dosis
Pembuatan sediaan
suspensi, bahan uji
dan bahan
pembanding
Pemberian
bahan uji dan
bahan
pembanding
Pengukuran CH
50
menggunakan
metode ELISA

Perlakuan Hewan Uji
Pengelompokan hewan uji :
Kelompok Dosis Perlakuan
Kelompok I Kontrol
Normal
Hanya diberikan larutan Na CMC 2% , pakan, minum
standar dan tanpa diinduksi SDMD
Kelompok II Kontrol
Negatif
Diberikan larutan Na CMC 2%, pakan ,minum standar
dan diinduksi SDMD 1% secara i.p. pada hari ke-8
Kelompok III Kontrol
Positif
Diberikan larutan Na CMC 2% + vitamin A, pakan
,minum standar dan diinduksi SDMD 1% secara i.p.
pada hari ke-8
Kelompok IV ekstrak -
glukan dosis
2 mg/ gBB
Diberikan larutan Na CMC 2% + ekstrak air -glukan,
pakan ,minum standar dan diinduksi SDMD 1% secara
i.p. pada hari ke-8
Kelompok V ekstrak -
glukan dosis
4 mg/ gBB
Diberikan larutan Na CMC 2% + ekstrak air -glukan,
pakan ,minum standar dan diinduksi SDMD 1% secara
i.p. pada hari ke-8
Kelompok VI ekstrak -
glukan dosis
8 mg/ gBB
Diberikan larutan Na CMC 2% + ekstrak air -glukan,
pakan ,minum standar dan diinduksi SDMD 1% secara
i.p. pada hari ke-8
Variabel
dan Data
Variabel
Variabel Bebas:
Dosis ekstrak
Variabel Tergantung:
efek imunostimulan
(CH
50
)
Data
Data Rasio:
Nilai CH
50

Data perhitungan nilai CH
50
dianalisis secara
statistik. Sebelum data dianalisa dengan uji
variasi satu arah (one way ANOVA). Terlebih
dahulu dilakukan uji normalitas dan uji
homogenitas. Untuk mengetahui apakah ada
perbedaan antar dua kelompok atau lebih,
pengujian dilanjutkan dengan uji perbandingan
berganda (LSD).