Anda di halaman 1dari 24

LAPORAN PRAKTIKUM MIKROBIOLOGI PENGENALAN ALAT-ALAT

PENDAHULUAN

Landasan Teori
Mikrobiologi adalah ilmu yang mempelajari tentang mikroorganisme yang tidak dapat dilihat
dengan mata telanjang untuk meneliti apa saja yang terkandung di dalam mikroorganisme. Dalam
meneliti mikroorganisme diperlukan teknik atau cara cara khusus untuk mempelajarinya serta
untuk bekerja pada skala laboratorium untuk meneliti mikroorganisme baik sifat maupun
karakteristiknya, tentu diperlukan adanya pengenalan alat yang akan digunakan serta mengetahui
cara penggunaan alat alat yang berhubungan dengan penelitian unutk memudahkan dalam
melakukan penelitian (Dwidjoseputro, 2003).
Alat alat yang digunakan dalam penelitian harus dalam keadaan steril atau bebas dari kuman,
bakteri, virus dan jamur. Perlu adanya pengetahuan tentang cara cara atau teknik sterilisasi. Hal ini
dilakukan karena alat alat yang digunakan memiliki teknik sterilisasi yang berbeda (Dwidjoseputro,
2003).
Laboratorium, seperti layaknya tempat bekerja harus dapat memberikan kenyamanan, kesehatan
dan keamanan kepada semua orang yang bekerja didalamnya, termasuk pengelola laboratorium itu
sendiri. Untuk itu, perlu studi kelayakan mengenai perencanaan dalam merancang laboratorium
kimia yang meliputi adanya prosedur pengoperasian baku yang memerhatikan kesehatan dan
keselamatan kerja ( K3 ) dilaboratorium, adanya ventilasi dan perlengkapan pelindung yang
berfungsi baik, adanya penataan dan pengelolaan bahan kimia dan peralatan laboratorium, serta
adanya prosedur pengolahan limbah laboratorium (Day & Underwood, 1998).
Sebelum melakukan praktikum, terlebih dahulu kita harus mengenal atau mengetahui tentang alat-
alat yang digunakan dalam melakukan praktikum tersebut. Hal ini berguna untuk mempermudah
kita dalam melaksanakan percobaan, sehingga resiko kecelakaan di laboratorium dapat
ditanggulangi. Kebersihan dan kesempurnaan alat sangat penting untuk bekerja di laboratorium.
Alat yang kelihatan secara kasat mata, belum tentu bersih, tergantung pada pemahaman seorang
analis mengenai apa artinya bersih. Alat kaca seperti gelas piala atau erlenmeyer paling baik
dibersihkan dengan sabun atau deterjen sintetik. Pipet, buret, dan labu volumetrik mungkin
memerlukan larutan deterjen panas untuk bisa bersih benar (Day & Underwood, 1998).
Dalam mengukur suatu zat atau benda hendaknya menggunakan suatu alat, alat yang digunakan
mengukur suatu zat dalam kimia adalah gelas ukur, akan tetapi hasil pengukuran dari gelas ukur
sangat kurang tepat, sehingga dalam penggunaannya tidaklah terlalu teliti. Salah satu contoh alat
pengukuran lain yang mempunyai tingkat ketelitian lebih baik dari pipet isap, namun pengukuran
dengan pipet sendiri tidak terlepas dari kesalahan (Rohman, 1998).
Pada dasarnya setiap alat memiliki nama yang menunjukkan kegunaan alat, prinsip kerja atau proses
yang berlangsung ketika alat digunakan. Beberapa kegunaan alat dapat dikenali berdasarkan
namanya.Penamaan alat-alat yang berfungsi mengukur biasanya diakhiri dengan kata meter seperti
thermometer,hygrometer dan spektrofotometer, dll. Alat-alat pengukur yang disertai dengan
informasi tertulis, biasanya diberi tambahan graph seperti thermograph,barograph (Rohman,
1998).
Dari uraian tersebut,tersirat bahwa nama pada setiap alat menggambarkan mengenai kegunaan alat
dan atau menggambarkan prinsip kerja pada alat yang bersangkutan. Dalam penggunaannya ada
alat-alat yang bersifat umum dan ada pula yang khusus. Peralatan umum biasanya digunakan untuk
suatu kegiatan reparasi, sedangkan peralatan khusus lebih banyak digunakan untuk suatu
pengukuran atau penentuan (Rohman,1998).
Pada laboratorium mikrobiologi ada beberapa alat yang umum digunakan dan harus dikenal serta
diketahui cara penggunaannya, yang antara lain :
- Autoklaf Kaca penutup
- Oven Mikroskop medan terang
- Kulkas Pipet tetes dan pipet serologis
- Cawan Petri Gelas ukur
- Tabung reaksi Neraca analitik
- Ose Inkubator
- Lampu spiritus Shaker
- Beaker gelas Penangas air
- Hot plate Stirer
- Labu Erlenmeyer Colony counter
- Kaca obyek biasa Haemasitometer
- Kaca obyek cekung Laminar air flow (Millati, 2010).
Teknik aseptis memiliki beberapa macam sterilisasi, yaitu sterilisasi mekanik, sterilisasi fisik dan
sterilisasi kimia. Setiap macam tersebut memiliki prinsip kerja yang berbeda sesuai dengan keadaan
media yang akan disterilisasikan. Apabila dalam melakukan penelitian maupun percobaan tidak
dilakukan teknik tersebut kemungkinan akan terjadi kontaminasi yang menyebabkan hasil penelitian
atau percobaan itu kurang akurat. Oleh karena itu, teknik aseptis sangat penting dalam kegiatan
praktikum ataupun penelitian (Khusnuryani, 2006).

Tujuan Praktikum
Tujuan dari praktikum ini adalah mengenal dan mengetahui cara menggunakan alat-alat
laboratorium dalam praktikum Mikrobiologi Industri dan mengetahui metode aseptis yang
dipergunakan dalam praktikum Mikrobiologi Industri.
.

TATA CARA PENELITIAN

Waktu dan Tempat
Praktikum ini dilaksanakan pada hari senin tanggal 21 Februari 2013 pada pukul 16:00 18.00
Wita bertempat di Laboratorium Mikrobiologi, Fakultas Pertanian, Universitas Lambung Mangkurat,
Banjarbaru.
.
Bahan dan Alat
Bahan yang digunakan adalah beberapa alat yang ada dilaboratorium Mikrobilogi Industri.

Prosedur kerja
Pengenalan Alat
Amati, catat dan pelajari fungsi serta prosedur kerja setiap alat yang tercantum pada pendahuluan

Metode Aseptis
Beberapa hal yang harus diperhatiakan :

Kenakan selalu jas laboratorium selama bekerja dilaboratorium

Bersihkan meja laboratorium setiap akan memulai ataupun mengakhiri pekerjaan dilaboratorium dengan
desinfektan


HASIL DAN PEMBAHASAN

Hasil
No Nama Alat Fungsi Gambar
1 Autoklaf
Untuk mensterilisasi alat dan
medium.

2 Oven
Untuk sterilisasi alat-alat
gelas

3 Kulkas
Untuk menyimpan isolat
mikroba dan lain-lain
4 Cawan Petri
Untuk menumbuhkan,
memelihara serta
membiakkan (kultivasi)
mikroorganisme
5 Tabung reaksi
Tempat medium untuk isolasi
biakan murni
mikroba, serta untuk
menguji sifat-sifat
pertumbuhan mikroba.

6 Ose
Untuk mengambil bakteri dari
medium pada waktu isolasi
7 Lampu spiritus
Untuk fiksasi bakteri,
sterilisasi ose, sterilisasi
jarum inokulasi, dan lain-
lain.

8 Beaker gelas
Tempat melarutkan bahan-
bahan untuk membuat
medium.



9 Hot plate
Untuk memanaskan atau
mencairkan medium

10 Labu erlenmeyer
Tempat medium dan
membiakan mikroba
11 Kaca obyek biasa
Untuk membuat preparat
lekapan basah dari mikroba.

12 Kaca obyek cekung
Untuk membuat preparat
tetes tergantung dari
mikroba.

13 Kaca penutup
Untuk menutup preparat
pada kaca objek.
14 Mikroskop medan terang
Untuk mengamati objek yang
sangat kecil (mikroskopis)
yang tidak dapat dilihat
dengan mata telanjang
15
Pipet tetes dan pipet
serologis
Untuk mengambil larutan dan
suspensi mikroba.

16
Gelas ukur

Untuk mengukur volume
larutan.

17 Neraca analitik
Untuk menimbang bahan
kimia dan lain-lain.
18 Inkubator
Untuk menyimpan biakan
mikroba pada suhu tertentu
Inkubator

19 Shaker
Untuk menggoyang larutan
atau suspensi mikroba
agar tercampur merata
(homogen).

20 Penangas air
Untuk mencairkan medium
dan memanaskan medium
pada suhu tertentu
21 Stirer
22 Colony counter
Untuk menghitung jumlah
koloni mikroba yang
tumbuh pada medium agar
lempengan.

23
Haemasitometer

Untuk menghitung jumlah sel
mikroba dalam suatu cairan
atau suspensi
24 Laminar air flow
Tempat melakukan isolasi
mikroba agar tidak
terkontaminasi oleh mikroba
tular udara.


Pembahasan
Pengenalan alat pada praktikum mikrobiologi industri bertujuan agar praktikan dapat mengenal,
menggunakan, dan mengerjakan peralatan-peralatan di Laboratorium Mikrobiologi. Dengan
praktikum ini juga praktikan dapat mengetahui fungsi dari setiap alat laboratorium. Alat-alat
laboratorium yang di pelajari adalah mikroskop, cawan petri, tabung reaksi, pipet ukur, ball pipet,
ose, bunsen, erlenmeyer, gelas ukur, spatula, pipet tetes, objek glass dan cover glass, tabung
durham, dan beaker glass.
1. Alat-alat Sterilisasi
Alat-alat sterilisasi meliputi Autoclaf, Oven, Ozonsterilizer, dan Lampu Spritus. Oven merupakan alat
sterilisasi dengan menggunakan udara panas kering, dimana oven berfungsi mensterilisasi alat-alat
gelas yang tidak bersekala. Perinsip dari oven ini sendiri adalah menghancurkan lisis mikroba
menggunakan udara panas kering.
Ozonsterilizer berfungsi mensterilisasikan alat-alat yang tidak bersekala. Ozonsterilizer terdiri atas
dua bagian, yakni bagian atas dan bagian bawah. Bagian atas ozonsterilizer mempunyai prinsip kerja
membunuh mikroba menggunakan ozon (O3), dimana ozon dapat merusak mekanisme dari mikroba
sehingga sel protein pada mikroba mengalami oksidasi yang mengakibatkan perubahan fungsi dan
kematian pada mikroba, dan ozon (O3) itu sendiri bersifat racun. Bagian bawah dari ozonsterilizer
(elektra) berfungsi mensterilisasikan medium menggunakan sinar lampu dengan panas tinggi,
dimana cara kerjanya hampir sama dengan oven.
Autoclaf berfungsi mensterilisasikan alat-alat bersekala menggunakan uap air panas. Dimana uap air
panas akan merusak protein mikroba hingga mengalami koogulasi, pada saat itu protein akan
mengendap (denaturasi) dan menyebabkan kematian pada mikroba. Saat penggunaan otoclaf
penutupan harus benar-benar rapat agar uap air yang bertekanan tinggi masuk kedalam atau
beruduksi ke alat. Lampu spritus merupakan alat yang digunakan untuk pemijaran serta untuk
mensterilisasikan mikroba. Lampu spritus juga mempunyai fungsi lain, yakni mengamankan
praktikan pada saat melakukan penanaman medium.
Inkubator secara umum digunakan sebagai perlengkapan dalam laboratorium mikrobiologi pangan.
Inkubator memiliki fungsi yang sama dengan water bath yaitu sebagai alat inkubasi pada analisa
mikrobiologi. Inkubator adalah alat yang digunakan untuk menciptakan suhu stabil dan konstan.
Suhu inkbator dipengaruhi oleh adanya perubahan suhu pada suhu ruang, oleh karena itu
perubahan suhu ruang perlu diawasi terutama saat terjadi perubahan musim.
2. Alat-alat perhitungan koloni mikroorganisme.
Alat-alat yang tergolong dari alat perhitungan koloni adalah coloni counter dan cawan petri. Coloni
counter merupakan alat yang berfungsi sebagai penghitung jumlah mikroba pada cawan petri
menggunakan sinar dan luv. Perhitungan mikroba dapat dilakukan dengan perbesaran menggunakan
luv atau dengan menandai beberapa koloni yang terdapat pada cawan petri menggunakan bulpoint
yang terdapat pada coloni counter dan juga menggunakan tombol check.
Cawan petri berfungsi sebagai tempat pertumbuhan mikroba secara kuantitatif dan sebagai tempat
pengujian sampel. Cawan petri ada yang terbuat dari gelas maupun plastik. Cawan petri terdiri dari 2
bagian, yaitu bagian dasar untuk medium dan bagian penutup yang ukurannya lebih besar. Untuk
pemakain rutin digunakan cawan petri berdiameter 15 cm ( biasa diisi agar nutrisi sebanyak 15 ml).
Pada suhu 40 derajat celcius medium agar akan mulai memadat, sehingga harus diingat bahwa pada
masa inkubasi cawan tersebut harus di simpan secara terbalik. Hal ini untuk mencegah kondensasi
uap yang terbentuk saat agar memadat tidak jatuh ke permukaan agar.
3. Alat lainnya
Mikroskop berfungsi sebagai alat bantu untuk melihat mikroorganisme yang tak dapat dilihat oleh
mata. Cara penggunaan mikroskop adalah dengan membelakangi bagian belakang mikroskop.
Mikroskop yang digunakan antara lain elektron, mikroskop cahaya, dan mikroskop kemera.
Mikroskop cahaya (Monokoler) berfungsi untuk melihat objek dengan bantuan cahaya. Mikroskop
ini digunakan dengan satu mata, sehingga bayangan yang terlihat hanya memilki panjang dan lebar,
dan memberikan gambaran mengenai tingginya. Prinsip kerja dari mikroskop ini adalah dengan
memantulkan cahaya melalui cermin, lalu diteruskan hingga lensa objektif. Di lensa objektif
bayangan yang dihasilkan adalah maya, terbalik dan diperbesar. Kemudian bayangan akan
diteruskan dan menghasilkan bayangan tegak, nyata dan diperbesar oleh mata pengamat. Semakin
banyak cahaya yang dipantulkan melalui cermin, maka akan semakin terang pula mikroorganisme
yang dilihat. Mikroskop ini memiliki pembasaran objektif (10x dan 40x) serta pembesaran okuler
(10x). Mikroskop elektron (Biokuler) berfungsi untuk melihat objek dengan bantuan elektron atau
cahaya lampu. terdiri atas empat lensa objektif dengan empat pembesaran, 10x, 25x, 40x dan 100x.
Saat pengunaan menggunakan pembesaran 100x, ditambahkan minyak emersi di atas gelas objek.
Tujuannya adalah untuk mengurangi sudut bias akibat banyaknya cahaya yang dipantulkan. Tanpa
minyak emersi, maka objek yang akan diteliti, tidak akan terllihat. Mikroskop ini digunakan saat
melihat struktur dan melakukan pewarnaan bakteri. Mikroskop kamera (Triokuler) berfungsi sebagai
pengambil gambar (objek). Lensa okuler yang terdapat dalam mikroskop ini sejumlah tiga lensa
okuler. Mikroskop ini dapat mengambil gambar dari preparat. Maka dari itu, mikroskop ini hanya
akan digunakan bila ingin mengambil gambar objek yang akan diamati. Prinsip kerjanya sama seperti
mikroskop cahaya, hanya ada sedikit perbedaan dalam mengoperasikannya.
Centrifuge merupakan alat yang berfungsi sebagai pemisah zat dalam cairan yang diduga dapat
mengendap dengan cara pemutaran menggunakan kekuatan rotasi. Dengan pemutaran kecepatan
tertentu, zat-zat yang tidak terlarut akan mengendap. Satuaan yang digunakan pada centrifuge
adalah Rpm (Rotation per meter). Perinsip kerja dari alat ini adalah zat yang akan dipisahkan
dimasukkan kedalam tabung yang terdapat pada centrifuge, kemudian menutup lubang pada
centrifuge agar udar yang masuk tidak mempengaruhi zat yang akan dipisah. Setelah itu tentukan
waktu dan rotasi putaran yang diinginkan, dengan memutar tombol Timer dan Rotation.
Pipet volume adalah alat yang berfungsi sebagai pengambil larutan atau sampel sesuai dengan
jumlah yang kita tentukan. Pipet gondok berfungsi sama seperti pipet volum, hanya saja
pengambilan larutan sudah ditentukan. Cara sterilisasinya menggunakan otoklaf.
Tabung reaksi berfungsi sebagai tempat media pertumbuhan mikroba alam bentuk media tegak atau
miring yang disumbat dengan kapas, dibulatkan lalu disterilkan dengan kapas berada tetap di
atasnya dan diikat, sedangkan rak tabung sebagai tempat untuk meletakkan tabung reaksi. Tabung
reaksi berfungsi untuk menyimpan mikroorganisme dalam medium nutrisi cair atau padat, untuk alat
pengenceran, dan untuk pengujian mikrobiologis lainnya. Lingkungan steril pada tabung reaksi
dipertahankan dengan adanya sumbat. Sumbat yang kita gunakan disini adalah sumbat kapas.
Pemasangan sumbat kapas pada tabung reaksi harus benar. Apabila terdengar bunyi blub pada saat
melepaskan sumbat maka sumbat itu telah benar. Lalu agar penyimpanan tabung reaksi rapih dan
mudah digunakan, harus di simpan dan di letakkan di rak tabung. Tabung reaksi berfungsi sebagai
tempat untuk melarutkan bahan, menampung larutan, dan tempat untuk mencampurkan bahan lalu
dimasukkan ke dalam labu Erlenmeyer. Alat ini dapat disterilisasikan dengan dibungkus terlebih
dahulu dengan kertas saring bagian atasnya lalu dibungkus dengan kertas dan diikat, lalu
dimasukkan ke dalam otoklaf.
Laminar Air Flow (LAF) adalah alat yang berguna untuk bekerja secara aseptis dalam pekerjaan
persiapan bahan tanaman, penanaman, dan pemindahan tanaman dari suatu botol ke botol yang
lain dalam kultur in vitro. LAF mempunyai pola pengaturan dan penyaring aliran udara sehingga
menjadi steril dan aplikasi sinar UV beberapa jam sebelum digunakan. Alat ini diberi nama Laminar
Air Flow karena meniupkan udara steril secara kontinue melewati tempat kerja sehingga tempat
kerja bebas dari debu dan spora-spora yang mungkin jatuh ke dalam media, waktu pelaksanaan
penanaman. Aliran udara berasal dari udara ruangan yang ditarik ke dalam alat melalui filter
pertama (pre-filter), yang kemudian ditiupkan keluar melalui filter yang sangat halus yang disebut
HEPA (High efficiency Particulate Air FilterI), dengan menggunakan blower.
Ose berfungsi untuk mengambil dan menggores MO, terdiri dari ose lurus untuk menanam MO dan
ose bulat untuk menggores MO yang biasanya berbentuk zig-zag.
Timbangan Analitik berfungsi untuk menimbang bahan kimia. Timbangan ini memiliki batas
maksimal penimbangan. Jika melewati batas tersebut, maka ketelitian perhitungan akan berkurang.
Labu erlenmeyer berfungsi sebagai tempat penyimpanan medium, memanaskan larutan, dan
menampung hasil dari penyaringan. Alat ini dapat disterilisasikan dengan ditutup terlebih dahulu
bagian atas dengan kapas, lalu disterilisasi dengan menggunakan otoklaf.
Pada praktikum dan pengerjaan mikrobiologi, diperlukan suatu kondisi yang benar-benar aseptik
dimana alat penunjang serta nutrient dan substrat harus benar-benar steril. Sterilisasi adalah suatu
usaha untuk membebaskan alat-alat, bahan, dan kemasan dari segala macam bentuk kehidupan
terutam mikro organism. Hal ini berarti mikroba kontaminan harus dimatikan. Untuk memperoleh
kondisi yang steril dan bersih maka dilakukan sterilisasi. Metode sterilisasi yang umum digunakan
secara rutin di laboratorium mikrobiologi adalah dengan menggunakan panas, metode sterilisasi
dengan menggunakan panas dibagi menjadi 2 cara, yaitu sterilisasi kering dan sterilisasi basah.
Sterilisasi kering dapat diterapkan pada apa saja yang tidak rusak, menyala, hangus, dan menguap
pada suhu setinggi itu. Bahan-bahan yang biasa disterilkan dengan cara ini antara lain alat-alat gelas
(botol, tabung reaksi, cawan petri, dan lain-lain) dan bahan-bahan ceperti kertas, kain, dan kapas.
Sterilisasi kering menggunakan oven pada suhu 70-80 derajat celcius selama 2 jam. Bahan-bahan
yang disterilkan harus dilindungi dengan cara membungkus, menyumbat atau menaruhnya dalam
suatu wadah tertutup untuk mencegah kontaminasi setelah dikeluarkan dari oven.
Sterilisasi basah dapat dilakukan dengan perebusan dengan suhu 100 derajat celcius selama 10
menit, blansing dengan suhu 70-85 derajat Celsius selama 7-9 menit, pasteurisasi dengan suhu 72
derajat celcius selama 7 detik, dan menggunakan autoclave. Sterilisasi dengan autoclave
menggunkan uap air jenuh bertekanan pada suhu 121 oC selama 15 menit dengan tekanan 1 Atm.
Cara ini selain di gunakan untuk sterilisasi alat, digunakan juga untuk bahan-bahan yang
mengandung cairan yang tidak tahab udara panas yang kering, misalnya medium.
Pada praktikum dan pengerjaan mikrobiologi, diperlukan juga ruangan dan tempat kerja yang steril.
Ruang yang steril merupakan suatu keadaan ruang yang bebas dari semua bentuk kehidupan
mikroba yang patogen maupun yang non-patogen. Agar ruangan praktikum tetap steril, lakukanlah
sterilisasi rutin terhadap alat-alat dan tempat kerja. Contohnya meja, semprotkan alkohol 70% ke
meja. Dan bukan hanya ke meja, alkohol 70% juga dapat di semprotkan ke tempat kerja lainnya. Bila
ada cairan tumpah di ruangan kerja kita, maka harus langsung di bersihkan agar ruangan kerja tetap
steril.

SIMPULAN DAN SARAN

Simpulan
Dalam praktikum mikrobiologi pangan terdapat berbagai macam alat-alat yang harus kita ketahui
fungsi dan cara pengerjaannya agar praktikum mikrobiologi pangan dapat dilakukan dengan baik dan
benar. Alat-alat laboratorium yang harus kita pelajari adalah mikroskop, cawan petri, tabung reaksi,
pipet ukur, ball pipet, ose, bunsen, erlenmeyer, gelas ukur, spatula, pipet tetes, objek glass dan
cover glass, tabung durham, dan beaker glass.
Pada praktikum dan pengerjaan mikrobiologi, diperlukan suatu kondisi yang benar-benar
aseptik dimana alat penunjang serta nutrient dan substrat harus benar-benar steril. Sterilisasi adalah
suatu usaha untuk membebaskan alat-alat, bahan, dan kemasan dari segala macam bentuk
kehidupan terutam mikro organism. Hal ini berarti mikroba kontaminan harus dimatikan. Untuk
memperoleh kondisi yang steril dan bersih maka dilakukan sterilisasi. Metode sterilisasi yang umum
digunakan secara rutin di laboratorium mikrobiologi adalah dengan menggunakan panas, metode
sterilisasi dengan menggunakan panas dibagi menjadi 2 cara, yaitu sterilisasi kering dan sterilisasi
basah. Sterilisasi tidak hanya dilakukan terhadap alat-alat laboratorium saja, tetapi ruangan dan
tempat kerja pada pengerjaan mikrobioogi harus steril juga.

Saran
Dengan adanya praktikum seperti ini , mahasiswa dapat mengenal dan mengetahui cara
menggunakan alat-alat laboratorium dalam praktikum Mikrobiologi Industri dan mengetahui
metode aseptis yang dipergunakan dalam praktikum Mikrobiologi Industri.


DAFTAR PUSTAKA


Day, R.A. Jr. and A.L. Underwood. 1998. Kimia Analisis Kuantitatif. Edisi Revisi, Terjemahan R.
Soendoro dkk. Erlangga. Jakarta.

Dwidjoseputro, D.2003. Dasar-dasar Mikrobiologi. Djambatan. Jakarta

Harjadi ,W. 1990. Ilmu Kimia Analitik Dasar. PT. Grammedia. Jakarta
Khusnuryani, Arifah.2006.Pedoman Praktikum Biologi.Yogyakarta:UIN Press

Millati, Tanwirul, dkk. 2010. Penuntun Praktikum Mikrobiologi Industri. Fakultas Pertanian
Universitas Lambung Mangkurat. Banjarbaru

Rohman, Taifiqur. 1998. Penanganan Bahan Kimia Dengan Alat Gelas Kimia Serta Penanganan
Korban Akibat Kontak Dengan Bahan Kimia. Makalah Seminar Pada Pelatihan Dosen Biokimia.
Banjarbaru

PENDAHULUAN

Landasan Teori
Mikrobiologi adalah ilmu yang mempelajari tentang mikroorganisme yang tidak dapat dilihat
dengan mata telanjang untuk meneliti apa saja yang terkandung di dalam mikroorganisme. Dalam
meneliti mikroorganisme diperlukan teknik atau cara cara khusus untuk mempelajarinya serta
untuk bekerja pada skala laboratorium untuk meneliti mikroorganisme baik sifat maupun
karakteristiknya, tentu diperlukan adanya pengenalan alat yang akan digunakan serta mengetahui
cara penggunaan alat alat yang berhubungan dengan penelitian unutk memudahkan dalam
melakukan penelitian (Dwidjoseputro, 2003).
Alat alat yang digunakan dalam penelitian harus dalam keadaan steril atau bebas dari kuman,
bakteri, virus dan jamur. Perlu adanya pengetahuan tentang cara cara atau teknik sterilisasi. Hal ini
dilakukan karena alat alat yang digunakan memiliki teknik sterilisasi yang berbeda (Dwidjoseputro,
2003).
Laboratorium, seperti layaknya tempat bekerja harus dapat memberikan kenyamanan, kesehatan
dan keamanan kepada semua orang yang bekerja didalamnya, termasuk pengelola laboratorium itu
sendiri. Untuk itu, perlu studi kelayakan mengenai perencanaan dalam merancang laboratorium
kimia yang meliputi adanya prosedur pengoperasian baku yang memerhatikan kesehatan dan
keselamatan kerja ( K3 ) dilaboratorium, adanya ventilasi dan perlengkapan pelindung yang
berfungsi baik, adanya penataan dan pengelolaan bahan kimia dan peralatan laboratorium, serta
adanya prosedur pengolahan limbah laboratorium (Day & Underwood, 1998).
Sebelum melakukan praktikum, terlebih dahulu kita harus mengenal atau mengetahui tentang alat-
alat yang digunakan dalam melakukan praktikum tersebut. Hal ini berguna untuk mempermudah
kita dalam melaksanakan percobaan, sehingga resiko kecelakaan di laboratorium dapat
ditanggulangi. Kebersihan dan kesempurnaan alat sangat penting untuk bekerja di laboratorium.
Alat yang kelihatan secara kasat mata, belum tentu bersih, tergantung pada pemahaman seorang
analis mengenai apa artinya bersih. Alat kaca seperti gelas piala atau erlenmeyer paling baik
dibersihkan dengan sabun atau deterjen sintetik. Pipet, buret, dan labu volumetrik mungkin
memerlukan larutan deterjen panas untuk bisa bersih benar (Day & Underwood, 1998).
Dalam mengukur suatu zat atau benda hendaknya menggunakan suatu alat, alat yang digunakan
mengukur suatu zat dalam kimia adalah gelas ukur, akan tetapi hasil pengukuran dari gelas ukur
sangat kurang tepat, sehingga dalam penggunaannya tidaklah terlalu teliti. Salah satu contoh alat
pengukuran lain yang mempunyai tingkat ketelitian lebih baik dari pipet isap, namun pengukuran
dengan pipet sendiri tidak terlepas dari kesalahan (Rohman, 1998).
Pada dasarnya setiap alat memiliki nama yang menunjukkan kegunaan alat, prinsip kerja atau proses
yang berlangsung ketika alat digunakan. Beberapa kegunaan alat dapat dikenali berdasarkan
namanya.Penamaan alat-alat yang berfungsi mengukur biasanya diakhiri dengan kata meter seperti
thermometer,hygrometer dan spektrofotometer, dll. Alat-alat pengukur yang disertai dengan
informasi tertulis, biasanya diberi tambahan graph seperti thermograph,barograph (Rohman,
1998).
Dari uraian tersebut,tersirat bahwa nama pada setiap alat menggambarkan mengenai kegunaan alat
dan atau menggambarkan prinsip kerja pada alat yang bersangkutan. Dalam penggunaannya ada
alat-alat yang bersifat umum dan ada pula yang khusus. Peralatan umum biasanya digunakan untuk
suatu kegiatan reparasi, sedangkan peralatan khusus lebih banyak digunakan untuk suatu
pengukuran atau penentuan (Rohman,1998).
Pada laboratorium mikrobiologi ada beberapa alat yang umum digunakan dan harus dikenal serta
diketahui cara penggunaannya, yang antara lain :
- Autoklaf Kaca penutup
- Oven Mikroskop medan terang
- Kulkas Pipet tetes dan pipet serologis
- Cawan Petri Gelas ukur
- Tabung reaksi Neraca analitik
- Ose Inkubator
- Lampu spiritus Shaker
- Beaker gelas Penangas air
- Hot plate Stirer
- Labu Erlenmeyer Colony counter
- Kaca obyek biasa Haemasitometer
- Kaca obyek cekung Laminar air flow (Millati, 2010).
Teknik aseptis memiliki beberapa macam sterilisasi, yaitu sterilisasi mekanik, sterilisasi fisik dan
sterilisasi kimia. Setiap macam tersebut memiliki prinsip kerja yang berbeda sesuai dengan keadaan
media yang akan disterilisasikan. Apabila dalam melakukan penelitian maupun percobaan tidak
dilakukan teknik tersebut kemungkinan akan terjadi kontaminasi yang menyebabkan hasil penelitian
atau percobaan itu kurang akurat. Oleh karena itu, teknik aseptis sangat penting dalam kegiatan
praktikum ataupun penelitian (Khusnuryani, 2006).

Tujuan Praktikum
Tujuan dari praktikum ini adalah mengenal dan mengetahui cara menggunakan alat-alat
laboratorium dalam praktikum Mikrobiologi Industri dan mengetahui metode aseptis yang
dipergunakan dalam praktikum Mikrobiologi Industri.
.



















TATA CARA PENELITIAN

Waktu dan Tempat
Praktikum ini dilaksanakan pada hari senin tanggal 21 Februari 2013 pada pukul 16:00 18.00
Wita bertempat di Laboratorium Mikrobiologi, Fakultas Pertanian, Universitas Lambung Mangkurat,
Banjarbaru.
.
Bahan dan Alat
Bahan yang digunakan adalah beberapa alat yang ada dilaboratorium Mikrobilogi Industri.

Prosedur kerja
Pengenalan Alat
Amati, catat dan pelajari fungsi serta prosedur kerja setiap alat yang tercantum pada pendahuluan

Metode Aseptis
Beberapa hal yang harus diperhatiakan :

Kenakan selalu jas laboratorium selama bekerja dilaboratorium

Bersihkan meja laboratorium setiap akan memulai ataupun mengakhiri pekerjaan dilaboratorium dengan
desinfektan















































HASIL DAN PEMBAHASAN

Hasil
No Nama Alat Fungsi Gambar
1 Autoklaf
Untuk mensterilisasi alat dan
medium.

2 Oven
Untuk sterilisasi alat-alat
gelas

3 Kulkas
Untuk menyimpan isolat
mikroba dan lain-lain
4 Cawan Petri
Untuk menumbuhkan,
memelihara serta
membiakkan (kultivasi)
mikroorganisme
5 Tabung reaksi
Tempat medium untuk isolasi
biakan murni
mikroba, serta untuk
menguji sifat-sifat
pertumbuhan mikroba.

6 Ose
Untuk mengambil bakteri dari
medium pada waktu isolasi
7 Lampu spiritus
Untuk fiksasi bakteri,
sterilisasi ose, sterilisasi
jarum inokulasi, dan lain-
lain.

8 Beaker gelas
Tempat melarutkan bahan-
bahan untuk membuat
medium.



9 Hot plate
Untuk memanaskan atau
mencairkan medium

10 Labu erlenmeyer
Tempat medium dan
membiakan mikroba
11 Kaca obyek biasa
Untuk membuat preparat
lekapan basah dari mikroba.

12 Kaca obyek cekung
Untuk membuat preparat
tetes tergantung dari
mikroba.

13 Kaca penutup
Untuk menutup preparat
pada kaca objek.
14 Mikroskop medan terang
Untuk mengamati objek yang
sangat kecil (mikroskopis)
yang tidak dapat dilihat
dengan mata telanjang
15
Pipet tetes dan pipet
serologis
Untuk mengambil larutan dan
suspensi mikroba.

16
Gelas ukur

Untuk mengukur volume
larutan.

17 Neraca analitik
Untuk menimbang bahan
kimia dan lain-lain.
18 Inkubator
Untuk menyimpan biakan
mikroba pada suhu tertentu
Inkubator

19 Shaker
Untuk menggoyang larutan
atau suspensi mikroba
agar tercampur merata
(homogen).

20 Penangas air
Untuk mencairkan medium
dan memanaskan medium
pada suhu tertentu
21 Stirer
22 Colony counter
Untuk menghitung jumlah
koloni mikroba yang
tumbuh pada medium agar
lempengan.

23
Haemasitometer

Untuk menghitung jumlah sel
mikroba dalam suatu cairan
atau suspensi
24 Laminar air flow
Tempat melakukan isolasi
mikroba agar tidak
terkontaminasi oleh mikroba
tular udara.


Pembahasan
Pengenalan alat pada praktikum mikrobiologi industri bertujuan agar praktikan dapat mengenal,
menggunakan, dan mengerjakan peralatan-peralatan di Laboratorium Mikrobiologi. Dengan
praktikum ini juga praktikan dapat mengetahui fungsi dari setiap alat laboratorium. Alat-alat
laboratorium yang di pelajari adalah mikroskop, cawan petri, tabung reaksi, pipet ukur, ball pipet,
ose, bunsen, erlenmeyer, gelas ukur, spatula, pipet tetes, objek glass dan cover glass, tabung
durham, dan beaker glass.
1. Alat-alat Sterilisasi
Alat-alat sterilisasi meliputi Autoclaf, Oven, Ozonsterilizer, dan Lampu Spritus. Oven merupakan alat
sterilisasi dengan menggunakan udara panas kering, dimana oven berfungsi mensterilisasi alat-alat
gelas yang tidak bersekala. Perinsip dari oven ini sendiri adalah menghancurkan lisis mikroba
menggunakan udara panas kering.
Ozonsterilizer berfungsi mensterilisasikan alat-alat yang tidak bersekala. Ozonsterilizer terdiri atas
dua bagian, yakni bagian atas dan bagian bawah. Bagian atas ozonsterilizer mempunyai prinsip kerja
membunuh mikroba menggunakan ozon (O3), dimana ozon dapat merusak mekanisme dari mikroba
sehingga sel protein pada mikroba mengalami oksidasi yang mengakibatkan perubahan fungsi dan
kematian pada mikroba, dan ozon (O3) itu sendiri bersifat racun. Bagian bawah dari ozonsterilizer
(elektra) berfungsi mensterilisasikan medium menggunakan sinar lampu dengan panas tinggi,
dimana cara kerjanya hampir sama dengan oven.
Autoclaf berfungsi mensterilisasikan alat-alat bersekala menggunakan uap air panas. Dimana uap air
panas akan merusak protein mikroba hingga mengalami koogulasi, pada saat itu protein akan
mengendap (denaturasi) dan menyebabkan kematian pada mikroba. Saat penggunaan otoclaf
penutupan harus benar-benar rapat agar uap air yang bertekanan tinggi masuk kedalam atau
beruduksi ke alat. Lampu spritus merupakan alat yang digunakan untuk pemijaran serta untuk
mensterilisasikan mikroba. Lampu spritus juga mempunyai fungsi lain, yakni mengamankan
praktikan pada saat melakukan penanaman medium.
Inkubator secara umum digunakan sebagai perlengkapan dalam laboratorium mikrobiologi pangan.
Inkubator memiliki fungsi yang sama dengan water bath yaitu sebagai alat inkubasi pada analisa
mikrobiologi. Inkubator adalah alat yang digunakan untuk menciptakan suhu stabil dan konstan.
Suhu inkbator dipengaruhi oleh adanya perubahan suhu pada suhu ruang, oleh karena itu
perubahan suhu ruang perlu diawasi terutama saat terjadi perubahan musim.
2. Alat-alat perhitungan koloni mikroorganisme.
Alat-alat yang tergolong dari alat perhitungan koloni adalah coloni counter dan cawan petri. Coloni
counter merupakan alat yang berfungsi sebagai penghitung jumlah mikroba pada cawan petri
menggunakan sinar dan luv. Perhitungan mikroba dapat dilakukan dengan perbesaran menggunakan
luv atau dengan menandai beberapa koloni yang terdapat pada cawan petri menggunakan bulpoint
yang terdapat pada coloni counter dan juga menggunakan tombol check.
Cawan petri berfungsi sebagai tempat pertumbuhan mikroba secara kuantitatif dan sebagai tempat
pengujian sampel. Cawan petri ada yang terbuat dari gelas maupun plastik. Cawan petri terdiri dari 2
bagian, yaitu bagian dasar untuk medium dan bagian penutup yang ukurannya lebih besar. Untuk
pemakain rutin digunakan cawan petri berdiameter 15 cm ( biasa diisi agar nutrisi sebanyak 15 ml).
Pada suhu 40 derajat celcius medium agar akan mulai memadat, sehingga harus diingat bahwa pada
masa inkubasi cawan tersebut harus di simpan secara terbalik. Hal ini untuk mencegah kondensasi
uap yang terbentuk saat agar memadat tidak jatuh ke permukaan agar.
3. Alat lainnya
Mikroskop berfungsi sebagai alat bantu untuk melihat mikroorganisme yang tak dapat dilihat oleh
mata. Cara penggunaan mikroskop adalah dengan membelakangi bagian belakang mikroskop.
Mikroskop yang digunakan antara lain elektron, mikroskop cahaya, dan mikroskop kemera.
Mikroskop cahaya (Monokoler) berfungsi untuk melihat objek dengan bantuan cahaya. Mikroskop
ini digunakan dengan satu mata, sehingga bayangan yang terlihat hanya memilki panjang dan lebar,
dan memberikan gambaran mengenai tingginya. Prinsip kerja dari mikroskop ini adalah dengan
memantulkan cahaya melalui cermin, lalu diteruskan hingga lensa objektif. Di lensa objektif
bayangan yang dihasilkan adalah maya, terbalik dan diperbesar. Kemudian bayangan akan
diteruskan dan menghasilkan bayangan tegak, nyata dan diperbesar oleh mata pengamat. Semakin
banyak cahaya yang dipantulkan melalui cermin, maka akan semakin terang pula mikroorganisme
yang dilihat. Mikroskop ini memiliki pembasaran objektif (10x dan 40x) serta pembesaran okuler
(10x). Mikroskop elektron (Biokuler) berfungsi untuk melihat objek dengan bantuan elektron atau
cahaya lampu. terdiri atas empat lensa objektif dengan empat pembesaran, 10x, 25x, 40x dan 100x.
Saat pengunaan menggunakan pembesaran 100x, ditambahkan minyak emersi di atas gelas objek.
Tujuannya adalah untuk mengurangi sudut bias akibat banyaknya cahaya yang dipantulkan. Tanpa
minyak emersi, maka objek yang akan diteliti, tidak akan terllihat. Mikroskop ini digunakan saat
melihat struktur dan melakukan pewarnaan bakteri. Mikroskop kamera (Triokuler) berfungsi sebagai
pengambil gambar (objek). Lensa okuler yang terdapat dalam mikroskop ini sejumlah tiga lensa
okuler. Mikroskop ini dapat mengambil gambar dari preparat. Maka dari itu, mikroskop ini hanya
akan digunakan bila ingin mengambil gambar objek yang akan diamati. Prinsip kerjanya sama seperti
mikroskop cahaya, hanya ada sedikit perbedaan dalam mengoperasikannya.
Centrifuge merupakan alat yang berfungsi sebagai pemisah zat dalam cairan yang diduga dapat
mengendap dengan cara pemutaran menggunakan kekuatan rotasi. Dengan pemutaran kecepatan
tertentu, zat-zat yang tidak terlarut akan mengendap. Satuaan yang digunakan pada centrifuge
adalah Rpm (Rotation per meter). Perinsip kerja dari alat ini adalah zat yang akan dipisahkan
dimasukkan kedalam tabung yang terdapat pada centrifuge, kemudian menutup lubang pada
centrifuge agar udar yang masuk tidak mempengaruhi zat yang akan dipisah. Setelah itu tentukan
waktu dan rotasi putaran yang diinginkan, dengan memutar tombol Timer dan Rotation.
Pipet volume adalah alat yang berfungsi sebagai pengambil larutan atau sampel sesuai dengan
jumlah yang kita tentukan. Pipet gondok berfungsi sama seperti pipet volum, hanya saja
pengambilan larutan sudah ditentukan. Cara sterilisasinya menggunakan otoklaf.
Tabung reaksi berfungsi sebagai tempat media pertumbuhan mikroba alam bentuk media tegak atau
miring yang disumbat dengan kapas, dibulatkan lalu disterilkan dengan kapas berada tetap di
atasnya dan diikat, sedangkan rak tabung sebagai tempat untuk meletakkan tabung reaksi. Tabung
reaksi berfungsi untuk menyimpan mikroorganisme dalam medium nutrisi cair atau padat, untuk alat
pengenceran, dan untuk pengujian mikrobiologis lainnya. Lingkungan steril pada tabung reaksi
dipertahankan dengan adanya sumbat. Sumbat yang kita gunakan disini adalah sumbat kapas.
Pemasangan sumbat kapas pada tabung reaksi harus benar. Apabila terdengar bunyi blub pada saat
melepaskan sumbat maka sumbat itu telah benar. Lalu agar penyimpanan tabung reaksi rapih dan
mudah digunakan, harus di simpan dan di letakkan di rak tabung. Tabung reaksi berfungsi sebagai
tempat untuk melarutkan bahan, menampung larutan, dan tempat untuk mencampurkan bahan lalu
dimasukkan ke dalam labu Erlenmeyer. Alat ini dapat disterilisasikan dengan dibungkus terlebih
dahulu dengan kertas saring bagian atasnya lalu dibungkus dengan kertas dan diikat, lalu
dimasukkan ke dalam otoklaf.
Laminar Air Flow (LAF) adalah alat yang berguna untuk bekerja secara aseptis dalam pekerjaan
persiapan bahan tanaman, penanaman, dan pemindahan tanaman dari suatu botol ke botol yang
lain dalam kultur in vitro. LAF mempunyai pola pengaturan dan penyaring aliran udara sehingga
menjadi steril dan aplikasi sinar UV beberapa jam sebelum digunakan. Alat ini diberi nama Laminar
Air Flow karena meniupkan udara steril secara kontinue melewati tempat kerja sehingga tempat
kerja bebas dari debu dan spora-spora yang mungkin jatuh ke dalam media, waktu pelaksanaan
penanaman. Aliran udara berasal dari udara ruangan yang ditarik ke dalam alat melalui filter
pertama (pre-filter), yang kemudian ditiupkan keluar melalui filter yang sangat halus yang disebut
HEPA (High efficiency Particulate Air FilterI), dengan menggunakan blower.
Ose berfungsi untuk mengambil dan menggores MO, terdiri dari ose lurus untuk menanam MO dan
ose bulat untuk menggores MO yang biasanya berbentuk zig-zag.
Timbangan Analitik berfungsi untuk menimbang bahan kimia. Timbangan ini memiliki batas
maksimal penimbangan. Jika melewati batas tersebut, maka ketelitian perhitungan akan berkurang.
Labu erlenmeyer berfungsi sebagai tempat penyimpanan medium, memanaskan larutan, dan
menampung hasil dari penyaringan. Alat ini dapat disterilisasikan dengan ditutup terlebih dahulu
bagian atas dengan kapas, lalu disterilisasi dengan menggunakan otoklaf.
Pada praktikum dan pengerjaan mikrobiologi, diperlukan suatu kondisi yang benar-benar aseptik
dimana alat penunjang serta nutrient dan substrat harus benar-benar steril. Sterilisasi adalah suatu
usaha untuk membebaskan alat-alat, bahan, dan kemasan dari segala macam bentuk kehidupan
terutam mikro organism. Hal ini berarti mikroba kontaminan harus dimatikan. Untuk memperoleh
kondisi yang steril dan bersih maka dilakukan sterilisasi. Metode sterilisasi yang umum digunakan
secara rutin di laboratorium mikrobiologi adalah dengan menggunakan panas, metode sterilisasi
dengan menggunakan panas dibagi menjadi 2 cara, yaitu sterilisasi kering dan sterilisasi basah.
Sterilisasi kering dapat diterapkan pada apa saja yang tidak rusak, menyala, hangus, dan menguap
pada suhu setinggi itu. Bahan-bahan yang biasa disterilkan dengan cara ini antara lain alat-alat gelas
(botol, tabung reaksi, cawan petri, dan lain-lain) dan bahan-bahan ceperti kertas, kain, dan kapas.
Sterilisasi kering menggunakan oven pada suhu 70-80 derajat celcius selama 2 jam. Bahan-bahan
yang disterilkan harus dilindungi dengan cara membungkus, menyumbat atau menaruhnya dalam
suatu wadah tertutup untuk mencegah kontaminasi setelah dikeluarkan dari oven.
Sterilisasi basah dapat dilakukan dengan perebusan dengan suhu 100 derajat celcius selama 10
menit, blansing dengan suhu 70-85 derajat Celsius selama 7-9 menit, pasteurisasi dengan suhu 72
derajat celcius selama 7 detik, dan menggunakan autoclave. Sterilisasi dengan autoclave
menggunkan uap air jenuh bertekanan pada suhu 121 oC selama 15 menit dengan tekanan 1 Atm.
Cara ini selain di gunakan untuk sterilisasi alat, digunakan juga untuk bahan-bahan yang
mengandung cairan yang tidak tahab udara panas yang kering, misalnya medium.
Pada praktikum dan pengerjaan mikrobiologi, diperlukan juga ruangan dan tempat kerja yang steril.
Ruang yang steril merupakan suatu keadaan ruang yang bebas dari semua bentuk kehidupan
mikroba yang patogen maupun yang non-patogen. Agar ruangan praktikum tetap steril, lakukanlah
sterilisasi rutin terhadap alat-alat dan tempat kerja. Contohnya meja, semprotkan alkohol 70% ke
meja. Dan bukan hanya ke meja, alkohol 70% juga dapat di semprotkan ke tempat kerja lainnya. Bila
ada cairan tumpah di ruangan kerja kita, maka harus langsung di bersihkan agar ruangan kerja tetap
steril.



























SIMPULAN DAN SARAN

Simpulan
Dalam praktikum mikrobiologi pangan terdapat berbagai macam alat-alat yang harus kita ketahui
fungsi dan cara pengerjaannya agar praktikum mikrobiologi pangan dapat dilakukan dengan baik dan
benar. Alat-alat laboratorium yang harus kita pelajari adalah mikroskop, cawan petri, tabung reaksi,
pipet ukur, ball pipet, ose, bunsen, erlenmeyer, gelas ukur, spatula, pipet tetes, objek glass dan
cover glass, tabung durham, dan beaker glass.
Pada praktikum dan pengerjaan mikrobiologi, diperlukan suatu kondisi yang benar-benar
aseptik dimana alat penunjang serta nutrient dan substrat harus benar-benar steril. Sterilisasi adalah
suatu usaha untuk membebaskan alat-alat, bahan, dan kemasan dari segala macam bentuk
kehidupan terutam mikro organism. Hal ini berarti mikroba kontaminan harus dimatikan. Untuk
memperoleh kondisi yang steril dan bersih maka dilakukan sterilisasi. Metode sterilisasi yang umum
digunakan secara rutin di laboratorium mikrobiologi adalah dengan menggunakan panas, metode
sterilisasi dengan menggunakan panas dibagi menjadi 2 cara, yaitu sterilisasi kering dan sterilisasi
basah. Sterilisasi tidak hanya dilakukan terhadap alat-alat laboratorium saja, tetapi ruangan dan
tempat kerja pada pengerjaan mikrobioogi harus steril juga.

Saran
Dengan adanya praktikum seperti ini , mahasiswa dapat mengenal dan mengetahui cara
menggunakan alat-alat laboratorium dalam praktikum Mikrobiologi Industri dan mengetahui
metode aseptis yang dipergunakan dalam praktikum Mikrobiologi Industri.

.











DAFTAR PUSTAKA


Day, R.A. Jr. and A.L. Underwood. 1998. Kimia Analisis Kuantitatif. Edisi Revisi, Terjemahan R.
Soendoro dkk. Erlangga. Jakarta.

Dwidjoseputro, D.2003. Dasar-dasar Mikrobiologi. Djambatan. Jakarta

Harjadi ,W. 1990. Ilmu Kimia Analitik Dasar. PT. Grammedia. Jakarta
Khusnuryani, Arifah.2006.Pedoman Praktikum Biologi.Yogyakarta:UIN Press

Millati, Tanwirul, dkk. 2010. Penuntun Praktikum Mikrobiologi Industri. Fakultas Pertanian
Universitas Lambung Mangkurat. Banjarbaru

Rohman, Taifiqur. 1998. Penanganan Bahan Kimia Dengan Alat Gelas Kimia Serta Penanganan
Korban Akibat Kontak Dengan Bahan Kimia. Makalah Seminar Pada Pelatihan Dosen Biokimia.
Banjarbaru