Anda di halaman 1dari 7

TATA IBADAH

Gereja Kristen Injili Di Tanah Papua
















Di Susun Oleh:
Marcelino Novianto
Kelas: XII IPA
1




Yayasan Pendidikan Kristen di Tanah Papua
SMA YPK 2 BIAK
Tahun 2012

DAFTAR ISI

1. Doa Pembukaan
2. Votum/Salam
3. Puji-Pujian
4. Merendahkan Diri Dan Pengakuan Dosa
5. Berita Pengampunan
6. Hukum Tuhan
7. Doa Meminta Terang Roh Kudus
8. Pembacaan Alkitab
9. Persembahan Syukur
10. Doa Syafaat
11. Menyanyi
12. Berkat

1. Doa Pembukaan
Mari kita beribadah
Pertolongan kita yaitu karna Allah yang telah menjadikan langit dan bumi yang
memelihara kesetiaannya sampai selama-lamanya dan yang tidak meninggalkan
perbuatan tangannya.

2. Salam
Kasih karunia dan damai sejahtera kiranya atas saudara-saudara dari Allah Bapa dan
Tuhan Yesus kristus dan dari Roh Kudus

3. Puji-Pujian
Nyanyian Rohani 3:1
Hormat bagi Allah Bapa
Hormat bagi Allah Bapa
Hormat bagi Anaknya
Hormat bagi Roh penghibur
Ketiganya yang Esa
Haleluya, Haleluya,
Ketiganya yang Esa.

4. Merendahkan Diri dan Mengaku Dosa
Kita merendahkan diri dihadapan Tuhan Allah dan kita mengaku dosa kita sungguh-
sungguh. Dekatlah tuhan pada segala orang yang hancur hatinya dan ia menolong orang
yang lemah lembut hatinya.

Kita berdoa:
Bapa kami yang disorga, kami sudah berdosa kepadamu.
Sayangilah dan ampunilah segala dosa kami.
Pimpinlah kami kepada kehidupan yang kekal oeh pertobatan yang benar.
Kami mohon ini karena kasih anakmu Yesus Kristus.
Amin.

Nyanyian Rohani 144:1
Segala Benua Dan Langit
segala benua dan langit penuh
dengan bunyi nama yang sangat merdu
penghiburan orang yang berhati penat
pengharapan orang yang sudah sesat
nama itu suci kudus
siapa yang belum mengenal penebus.

5. Pemberitaan Pengampunan
Sebagai hamba Yesus Kristus, kami mengabarkan kepada mereka yang mengaku dosanya
sungguh-sungguh.

Pengampunan dosa: karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga ia tlah
mengaruniakan anaknya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepadanya
tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.

Nyanyian Rohani 54:1
Memandang palang rajaku
Memandang palang rajaku yang
Mati untuk dunia
Kurasa hancur congkak ku
Dan harta hilang harganya.

6. Hukum Tuhan Sebagai Petunjuk Hidup Baru (jemaat berdiri)
a. Boleh dibaca dari keluaran 20:2-17 atau petunjuk hidup baru.
b. Kasihilah Tuhan Allahmu dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan
dengan segenap akal budimu, itulah hukum yang besar dan yang pertama.
Dan hukum kedua yang kedua yang sama besar dengan iitu ialah:
Kasihaniilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri, pada kedua hokum inilah
tergantung seluruh hukum taurat dan kitab para nabi.

7. Doa Meminta Terang Roh Kudus (sebelum kita masuk kepada pembacaan alkitab)
Kita berdoa meminta terang Roh kudus:
Tuhan kami yang meha kuasa, Tuhan telah memberi firmanmu menjadi lampu bagi kaki
kami rindu betul akan firmanmu.
Berilah firmanmu menjadi kesukaan kami, berilah kami bertumbuh-tumbuh dalam
kasihmu dengan kenal betul kepada Tuhan dan juru selamat kami Yesus Kristus. Amin.


8. Pembacaan Alkitab:
Kita membaca dari injil yuhanes 4:5-42
Sampai disinilah pembacaan Alkitab.
Pujian kepadamu ya Kristus, selama-lamanya. Amin.

9. Persembahan Syukur
Kita menyanyi: Nyanyian Rohani 167:1,3,5
Diatas Satu Alas
1. Diatas satu alas, yang
Kuat dan baka berdirilah
Gereja ditengah dunia
Yaitu Yesus Kristus
yang tlah menjadikan
jemaat dengan sabda
dan air babtisan.

3. Terpilih dari bangsa seluruh dunia
Gereja jadi satu di dalam Tuhannya
Iman dan harap satu dan satu makanan
Yaitu roti suci dan cawan minuman.

5. Gereja yang berdoa di dalam dunia
Sekutu dengan Tuhan, ketiga yang esa
Dan dengan orang suci, jemaat yang tlah menang
Bri kami bangkit juga ya Tuhan dalam trang

Sementara itu persembahan saudara diserahkan untuk pekerjaan Tuhan maka ingatlah
firman Tuhan
Barang apa yang kamu buat dengan perkataan atau pekerjaan, buatlah semuanya dengan
nama Tuhan Yesus Kristus, sambil mengucap syukur kepada Allah yaitu Bapa.


10. Kotbah/Renungan
Kristus Adalah Air Hidup Abadi
Orang yahudi memiliki pengertian khusus tentang air. Mereka sering berbicara
tentang jiwa yang haus akan Allah dan mereka mengatakan tentang menghilangkan
kehausan itu dengan air hidup. Dalam kitab wahyu disebutkan tentang mata air
kehidupan
(Wahyu 21:6). Itu adalah janji Allah kepada orang-orang yang terpilih yang akan dengan
sukacita mengambil air dari mata air keselamatan(Yesaya 12:3). Allah juga berjanji
bahwa ia akan mencurahkan air ke tanah yang haus (Yesaya 44:3). Dan panggilan yang
disampaikan kepada semua orang ialah agar barangsiapa yang haus boleh datang dan
minum air dengan Cuma-Cuma(Yesaya 55:1).

Perempuan samaria hanya mengerti tentang air secara harafiah. Ketika yesus
meminta minum air, perempuan itu merasa heran kenapa seorang pria yahudi mau
berbicara dengannya. Karena itu Yesus berbicara lagi tentang hal yang mengejutkan
kepadannya bahwa Yesus dapat member air hidup yang akan menghilangkan
kehausannya selama-lamanya. Perempuan samaria itu lalu meminta kepada Yesus agar
segera memberikan air itu agar ia tidak usah lagi mengambil air setiap hari dari sumur
itu. Dari semua percakapan antara perempuan samaria dengan Yesus, jelas bahwa
perempuan samaria itu mengisyaratkan imannya yang sedang tumbuh.

Kisah tentang perempuan samaria ini telah member sejumlah pandangan pokok,
antara lain pengertian yang berbeda tentang air sebagai kebutuhan fisik atau kebutuhan
spiritual manusia. Melalui kisah ini kita mengimani Yesus sebagai air hidup abadi dan
anugerah keselamatan Allah bagi kita manusia. Hal pokok lainnya adalah kesiapan orang-
orang yang dianggap rendah, seperti perempuan samaria ini, menerima kebenaran Allah
dengan sangat mengagumkan.mereka memulai dengan iman yang belum matang dan
meyakinkan hingga akhirnya memperoleh iman yang lebih dalam dan kuat. Hal itu sangat
berbeda jika dibandingkan dengan kesiapan orang-orang yang mapan secara agama,
namun memiliki pandangan yang sesat tentang Yesus. Dari sejarah sering muncul fakta
bahwa agama secara prinsipil bertugas untuk membawa keselamatan akan jiwa manusia,
dmun dalam kenyataan kemapanan agama justru menjadi tempat bagi seluruh
kemunafikan dan kefanatikan. Ingatlah pembunuh-pembunuh Yesus yang justru adalah
imam-imam agung dan ahli-ahli kitab suci. Karena itu cara beriman perempuan samaria
sangatlah layak menjadi model sukacita kita sepanjang masa, sebuah iman dengan luapan
sukacita yang indah, tulus, dan menyentuh.

Kita mengenal Allah dengan secara sangat spesifik melalui Yesus Kristus, dan
dengan itu kita memahami apa itu karya penyelamatan atau penebusan didalam dunia.
Meskipun Yesus harus menjalani jalan penderitaan hingga sampai pada kematian dikayu
Sali, namun dengan itulh kita ditebus dan diselamatkan.gambaran ideal manusia hanya
mungkin terpenuhi secara sempurna oleh dan dalam kematian Yesus Kristus, Allah yang
menjadi manusia. Tanpa itu semua, maka manusia akan terus hidup bergelimang didalam
dosa. Dosa dapat bersifat individual, tetapi juga dalam kenyataannya tidak dapat lepas
dari dosa dalam konteks sosialnya. Kelompok sosial dan masyarakat bahkan seringkali
menjadi akar atau lokasi dosa. Dosa akhirnya menampakan diri dalam relasi yang
berwujud dalam egoism, penindasan, pelecehan terhadap sesama, ketidakadilan, korupsi,
dan sebagainya.

Melalui percakapan Yesus dengan perempuan samaria, ada hal penting yang
disampaikan bahwa Yesus menghendaki kita agar memiliki tujuan hidup yang Asali,
yaitu menuju kepada kekekalan hidup. Karena itu, kita tidak mungkin lagi berjalan
sendiri dan memilih sendiri jalan yang kita kehendaki. Ibaratnya tidak ada masakan yang
tidak membutuhkan air, demikianlah hidup setiap orang percaya tidak mungkin tidak
membutuhkan Yesus yang adalah air hidup abadi. Kita semua harus keluar dari
cengkeraman kehidupan sejarah manusianyang penuh dosa, keluar dari peristiwa-
peristiwa yang tidak membanggakan dalam sejarah kekeristenan kita. Hidup tanpa moral
kristiani tidak layak lagi ditampilkan, sebaliknya kepeloporan dalam kesungguhan dan
kejujuran, keterbukaan dan saling menghargai, saatnyalah kini semua ditampilkan
sebagai pemenuhan tugas hidup dan panggilan dari Yesus Kristus. Amin.

11. Pengakuan Iman:
Hendaklah jemaat bangkit berdiri, supaya kita mengaku kepercayaan kita:
Aku percaya kepada Allah, Bapa yang maha kuasa,
Khalik langit dan bumi. Dan kepada Yesus Kristus,
anaknya yang tunggal Tuhan kita, yang dikandung dari Roh Kudus
lahir dari anak dara maria,
yang menderita dibawah pemerintahan Pontius Pilatus,
disalibkan, mati dan dikuburkan, turun kedalam kerajaan maut
pada hari yang ketiga bangkit pula diantara orang mati,
naik ke surga, duduk disebelah kanan Allah, Bapa yang maha kuasa,
dan akan datang dari sana untuk menghakimi orang yang hidup dan yang mati.
Aku percaya kepada Roh kudus, Gereja yang kudus dan Am,
persekutuan orang kudus, pengampunan dosa, kebangkitan daging,
dan hidup yang kekal

Nyanyian Rohani 188:1
laskar Kristen
laskar kristen maju, masuklah perang
iring palang Yesus, nanti kau menang
Kristuslah penganjur, jangan menyerah
Masuk peperangan lihat panjinya.
Reef: laskar Kristen maju, masuklah perang
Iring palang Yesus, nanti kau menang

12. Doa Syafaat:
Bapa kami yang di surga
Di kuduskanlah namamu
Datanglah kerajaanmu
Jadilah kehendakmu
Dibumi seperti disurga
Berikanlah kami pada hari ini
Makanan kami yang secukupnya
dan ampunilah kami akan kesalahan kami
seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami
dan janganlah membawa kami kedalam pencobaan
tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat
karena engkaulah empunya
kerajaan, dan kuasa, dan kemuliaan
sampai selama-lamanya amin.

13. Menyanyi: Nyanyian Rohani 131:1
Pimpin Aku, Tuhan Hua
Pimpin aku Tuhan hua
Dalam guruan dunia
Engkau kuat dan setia
Bimbing aku yang lemah
Roti surga, roti surga,
jadilah makanan ku, Jadilah makanan ku

14. Berkat:
Pulanglah dengan sejahtera dan terimalah berkat Tuhan.
Anugerah Tuhan Yesus Kristus dan kasih Allah dan persekutuan Roh Kudus menyertai
saudara-saudara sekalian

Jemaat menyanyi: Amin, Amin, Amin.




~~~~~~~~~~ SYALLOM ~~~~~~~~~~