Anda di halaman 1dari 21
USULAN PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA JUDUL PROGRAM PILUS -OK SEBAGAI ALTERNATIF PEMECAHAN MASALAH ISPA DI WILAYAH

USULAN PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA JUDUL PROGRAM

PILUS -OK SEBAGAI ALTERNATIF PEMECAHAN MASALAH ISPA DI WILAYAH INDUSTRI TEKSTIL DESA TEMBOK KIDUL KECAMATAN ADIWERNA KABUPATEN TEGAL

BIDANG KEGIATAN PKM PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT

Diusulkan oleh:

Lu’lu Nafisah Fajarwati Yuana Riski Pratiwi Dian Trisna Delfyan

G1B011024 (2011) G1B011020 (2011) G1B012064 (2012) G1B013089 (2013)

UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN PURWOKERTO

2014

PENGESAHAN PKM-PENGABDIAN MASYARAKAT 1. Judul Kegiatan 2. Bidang Kegiatan : PILUS-OK sebagai Alternatif Pemecahan
PENGESAHAN PKM-PENGABDIAN MASYARAKAT
1. Judul Kegiatan
2. Bidang Kegiatan
: PILUS-OK sebagai Alternatif
Pemecahan Masalah ISPA di Wilayah
Industri Tekstil Desa Tembok Kidul
Kecamatan Adiwerna Kabupaten Tegal.
: PKM-M
3. Ketua Pelaksana Kegiatan
a. Nama Lengkap
b. NIM
c. Jurusan
d. Universitas/Institut/Politeknik
e. Alamat Rumah dan NoTel./HP
f. Alamat Email
4. Anggota Pelaksana Kegiatan
: Lu’lu Nafisah
: G1B011024
: Kesehatan Masyarakat
: Universitas Jenderal Soedirman
: jl.Perkutut No.05-Desa Tembok Kidul-
Adiwerna- Tegal-085842093001
: luveberyl_canny@yahoo.co.id
: 3 orang
5. Dosen Pendamping
a. Nama Lengkap dan Gelar
b. NIDN
c. Alamat Rumah dan No.HP
: Dwi Sarwani Sri Rejeki, SKM, M.Kes
: 0026117603
: Griya Satria Indah, Semampir,
Purwokerto –
081328581788
6. Biaya Kegiatan Total
a. Dikti
b. Sumber lain
: Rp 9.750.000,-
:
-
7. Jangka Waktu Pelaksanaan
: 3 bulan
Purwokerto, 26 Juni 2014
Menyetujui,
Ketua Jurusan Kesehatan Masyarakat
UNSOED
Ketua Pelaksana
(Arif Kurniawan, SKM, M.Kes)
NIP. 197802192001121002
(Lu’lu Nafisah)
G1B011024
Pembantu Rektor III
Bidang Kemahasiswaan UNSOED
Dosen Pendamping
(Prof.Dr. Imam Santoso, M.Si)
NIP. 196110011988031001
(Dwi Sarwani S.R, SKM, M.Kes)
NIDN 0026117603
ii

RINGKASAN

ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut) merupakan salah satu penyakit yang sering diderita oleh masyarakat di Indonesia, bahkan penderita penyakit ISPA banyak yang harus dirawat di Rumah Sakit. ISPA merupakan masalah kesehatan yang penting karena menyebabkan kematian bayi dan balita yang cukup tinggi. Faktor resiko ISPA seperti faktor perilaku hidup bersih dan sehat dan faktor lingkungan. Angka Kejadian ISPA di Kecamatan Adiwerna, Kabupaten Tegal sangat tinggi, salah satunya adalah Desa Tembok Kidul yang berada di Wilayah Kerja Puskesmas Adiwerna. Berbagai faktor predisposisi masyarakat Desa Tembok Kidul yang rendah seperti tingkat pendidikan dan ekonomi menjadikan mereka tidak begitu peduli terhadap permasalahan kesehatan. Salah satu alternatif pemecahan masalah ISPA di Desa Tembok Kidul adalah mendorong kemandirian masyarakat untuk hidup sehat. Kemandirian masyarakat dapat terwujud dengan melakukan PILUS OK (Program Intervensi Lingkungan dan Upaya Sanitasi melalui Optimalisasi Kader) yang terdiri dari penyuluhan massal, penyuluhan kesehatan berkala, penilaian rumah sehat, inspeksi lingkungan, dan pos kesehatan lingkungan. Tujuan program ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader dalam memberikan pelayanan kesehatan terhadap masyarakat, meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat tentang ISPA dan cara pencegahannya, dan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam memelihara kesehatan lingkungan di sekitarnya. Metode pelaksanaan dilakukan dengan cara ceramah, diskusi, dan demonstrasi. Adapun pengukuran hasilnya dilakukan dengan menggunakan skor pre-test dan post-test, observasi, serta buku laporan kunjungan di pos pelayanan kesehatan lingkungan sebagai tolak ukur perbandingan pengetahuan dan keterampilan. Program ini diikuti oleh perwakilan masyarakat dari tiap RT, kader, dan perangkat desa. Selanjutnya, program ini dapat terus dilestarikan di Desa Tembok Kidul dengan fungsi pembinaan dan pendampingan pada kader melalui pos kesehatan lingkungan dan lomba rumah sehat tiap tahunnya.

Daftar Isi

Halaman Kulit Muka

i

Halaman Pengesahan

ii

Ringkasan

iii

Daftar Isi

iv

BAB I PENDAHULUAN

1

a. Latar Belakang

1

b. Perumusan Masalah

3

c. Tujuan

3

d. Luaran yang Diharapkan

3

e. Kegunaan

4

BAB II GAMBARAN UMUM MASYARAKAT SASARAN

4

BAB III METODE PELAKSANAAN

5

a. Persiapan

5

b. Pelaksanaan

7

c. Penyelesaian

8

BAB IV HASIL YANG DICAPAI

8

BAB V RENCANA TAHAPAN BERIKUTNYA

9

DAFTAR PUSTAKA

10

LAMPIRAN

11

1. Penggunaan Dana

11

2. Bukti Pendukung Lainnya

13

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut) merupakan salah satu penyakit yang sering diderita oleh masyarakat. ISPA sering diderita oleh anak- anak, bahkan penderita penyakit ISPA banyak yang harus dirawat di Rumah Sakit (Widoyono, 2005). Penyakit saluran pernapasan pada masa bayi dan anak-anak dapat pula memberi kecacatan sampai pada masa dewasa dan menyebabkan terjadinya Chronic Obstructive Pulmonary Disease (WHO, 2007). ISPA masih merupakan masalah kesehatan yang penting karena menyebabkan kematian bayi dan balita yang cukup tinggi yaitu kira-kira 1 dari 4 kematian yang terjadi. Data kunjungan di Puskesmas sebagian besar adalah penyakit ISPA yaitu sekitar 40 % -60 % dan menyebabkan kematian sekitar 20%-30% (Depkes, 2002). Adapun faktor resiko ISPA menurut Depkes RI (2002) adalah faktor perilaku dan faktor lingkungan sehingga kedua hal tersebut yang harus diperbaiki untuk menghindari terjadinya ISPA. Program pemberantasan ISPA secara khusus telah dimulai sejak tahun 1984 untuk menurunkan angka kesakitan dan kematian khususnya pada bayi dan anak balita yang disebabkan oleh ISPA, namun kenyataannya angka kesakitan dan kematian tersebut masih tetap tinggi di Indonesia (Widoyono, 2005). Hal ini juga terjadi di Kabupaten Tegal, dimana pada beberapa puskesmas melaporkan kunjungan terbanyak tiap bulannya adalah ISPA, salah satunya adalah Puskesmas Adiwerna. Berdasarkan data dari KCA (Kecamatan Adiwerna dalam Angka) 2011, jumlah angka kesakitan ISPA baik bagian atas maupun bawah adalah yang tertinggi yaitu sebanyak 39.965 kasus serta 12 kasus yang berakhir dengan pneumonia. Kasus ISPA yang terjadi di Kecamatan Adiwerna sebagian besar ditemukan pada bayi dan anak-anak. Ada banyak faktor yang melatarbelakangi tingginya angka kesakitan ISPA di wilayah ini seperti faktor perilaku, pelayanan kesehatan, dan lingkungan. Faktor perilaku tercermin dari rendahnya usaha masyarakat untuk melakukan pemeliharaan kesehatan seperti konsumsi gizi seimbang, pemberian ASI ekslusif pada bayi selama 6 bulan pertama, personal hygiene, imunisasi, dan

1

sebagainya. Sedangkan dari sisi lingkungan terlihat dari masih minimnya rumah sehat, polusi udara yang tinggi, rendahnya pengelolaan sampah dengan baik dan benar, banyaknya genangan air di sekitar rumah, dan lain-lain. Hal tersebut diperparah dengan minimnya program edukasi dan atau promosi kesehatan dari pelayanan kesehatan terdekat. Salah satu aspek yang mendukung pembangunan kesehatan adalah mendorong kemandirian masyarakat untuk hidup sehat. Kemandirian masyarakat dapat terwujud dengan melakukan PILUS OK (Program Intervensi Lingkungan dan Upaya Sanitasi melalui Optimalisasi Kader). Optimalisasi peran kader dalam PILUS-OK menjadi alternatif yang sangat menentukan keberhasilan berbagai program pembangunan termasuk pembangunan kesehatan. Kader mempunyai peluang yang sangat besar untuk meningkatkan kesadaran, kemauan, dan kemampuan hidup sehat bagi masyarakat di sekitarnya agar terwujud derajat kesehatan yang setinggi-tingginya. Kader yang terlatih dan terdidik dapat memberikan pengetahuan dan meningkatkan pemahaman masyarakat tentang kesehatan sehingga dapat membawa pengaruh yang sangat besar terhadap cara pandang masyarakat terhadap kesehatan. Desa Tembok Kidul merupakan salah satu desa yang berada di Kecamatan Adiwerna dengan prevalensi ISPA tertinggi. Berdasarkan studi pendahuluan yang telah dilakukan pada pertengahan tahun 2013 ditemukan tingginya kasus ISPA di desa ini yaitu 19/1000 penduduk. Bahkan dari hasil wawancara dengan Bidan Desa juga disebutkan ada seorang ibu hamil yang memiliki gangguan pada saluran pernapasannya sehingga mengancam keselamatannya dan janin yang dikandungnya. Berbagai faktor predisposisi masyarakat yang rendah seperti tingkat pendidikan dan ekonomi menjadikan mereka kurang peduli terhadap permasalahan kesehatan. Tingkat pendidikan masyarakat sebagian besar hanya tamat SD yaitu sebesar 36% dan SMP sebesar 20% mempengaruhi sikap dan perilaku mereka terhadap kesehatan. Selain itu, keberadaan industri tekstil dalam jumlah yang banyak juga mempengaruhi kesehatan lingkungan di Desa Tembok Kidul, terutama yang berhubungan dengan pencemaran udara. Hal ini disebabkan mayoritas masyarakat desa ini mencari nafkah dengan mendirikan industri tekstil dalam skala rumah tangga maupun skala besar.

2

Berdasarkan kondisi seperti yang telah dikemukakan di atas, diperlukan sebuah pemecahan masalah yang efektif dan efisien yaitu dengan PILUS OK. PILUS OK yang diterapkan akan meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan kemandirian masyarakat dalam memelihara kesehatannya. PILUS OK dapat

pula diterapkan selamanya dengan mengoptimalkan fungsi posyandu atau PKD

di Desa Tembok Kidul.

B. Perumusan Masalah Angka kejadian ISPA yang tinggi di Wilayah Industri Tekstil Desa Tembok Kidul, Adiwerna Tegal menggambarkan status kesehatan masyarakat

di desa ini masih rendah. Faktor yang melatarbelakangi terjadinya masalah ini

adalah lingkungan yang kotor dan tidak sehat, PHBS yang masih rendah, dan pelayanan kesehatan yang belum optimal. Sehingga diperlukan sebuah program intervensi lingkungan dan upaya sanitasiu ntuk meningkatkan status kesehatan masyarakat melalui optimalisasi peran kader.

C. Tujuan PILUS OK bertujuan untuk:

1. Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader dalam memberikan pelayanan kesehatan terhadap masyarakat di Desa Tembok Kidul.

2. Meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat tentang ISPA dan

cara pencegahannya.

1. Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam memelihara kesehatan lingkungan di sekitarnya.

D. Luaran yang Diharapkan Melalui PILUS OK, luaran yang diharapkan antara lain:

1. Meningkatnya pengetahuan dan keterampilan kader dalam memberikan pelayanan kesehatan terhadap masyarakat di Desa Tembok Kidul.

2. Meningkatnya pengetahuan dan pemahaman masyarakat tentang ISPA dan cara pencegahannya.

3. Meningkatnya pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam

3

memelihara kesehatan lingkungan di sekitarnya.

E. Kegunaan Kegunaan PILUS OK adalah dapat meningkatkan kemandirian masyarakat dalam memelihara kesehatannya dan menurunkan angka kejadian ISPA di Desa Tembok Kidul, Kecamatan Adiwerna, Kabupaten Tegal sehingga dapat memperbaiki dan meningkatkan status kesehatan masyarakat. Optimalisasi kader Desa Tembok Kidul selanjutnya dapat mendampingi dan membina masyarakat dalam meningkatkan status kesehatannya.

BAB II GAMBARAN UMUM MASYARAKAT SASARAN Desa Tembok Kidul merupakan salah satu desa yang berada di Kecamatan Adiwerna. Desa yang terkenal dengan industri tekstilnya ini terdiri 3 RW dan 23 RT dengan jumlah penduduk 5200 jiwa dengan penduduk berjenis kelamin laki- laki sebanyak 2688 orang dan perempuan 2572 orang. Secara klimatologi desa ini berada pada suhu 29-33 ◦C. Banyaknya curah hujan 20/25 cm/tahun, kelembaban udara 15-20 ◦C dan kecepatan angin 15 knot. Adapun secara topografi desa Tembok Kidul memiliki luas kemiringan dataran rendah 143,39 Ha dan dengan ketinggian 19 meter di atas permukaan laut. Tingkat pendidikan penduduk di Desa ini sebagian besar adalah tamat SD atau sederajat dengan presentase 36% dan tamat SLTP atau sederajat sebesar 20 %. Mata pencaharian terbesar adalah pedagang dan wiraswasta dengan presentase 30% dan 27%. Sarana pelayanan kesehatan terdekat yang ada di desa ini yaitu PKD dan Puskesmas I Adiwerna yang didukung dengan sudah adanya bidan desa dan 5 posyandu yang dikelola oleh kader. Jumlah kader pada tiap posyandu terdiri dari 5 orang sehingga total kader di Desa Tembok Kidul ada 25 orang, namun hanya 13 kader yang tergolong sebagai kader aktif. Peran posyandu sendiri masih belum optimal terlihat dari masih sedikitnya peran kader, masih minimnya agenda posyandu, masih rendahnya partisipasi masyarakat, dan sedikitnya jumlah kader yang menjalankan perannya dengan baik

4

dan optimal. Hal ini disebabkan oleh banyak hal misalnya rendahnya pendidikan kader, pengetahuan yang masih sedikit, minimnya intensitas pelatihan kader, dan rendahnya motivasi seseorang untuk menjadi kader. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan pada bulan September, mayoritas kader di desa ini memiliki peran ganda yaitu sebagai ibu rumah tangga dan membantu suami mencari nafkah misalnya dengan menjahit, memotong kain, menjual pakaian, dan sebagainya. Dengan kesibukan kader dalam kesehariannya menjadikan waktu mereka hanya dipakai untuk bekerja dan mengurus rumah tangga sehingga tidak ada waktu untuk sekedar meningkatkan pengetahuan mereka tentang kesehatan dan belajar bagaimana mengelola dan memelihara lingkungan di sekitarnya. Peran lingkungan dan perilaku terhadap status kesehatan masyarakat sangat besar. Lingkungan dan perilaku yang sehat akan meningkatkan status kesehatan masyarakat di wilayah tersebut. Desa Tembok Kidul memiliki lingkungan fisik yang masih jauh dari kata sehat yang terlihat dari banyaknya debu di udara yang bersumber dari bahan bakar kendaraan bermotor, aktivitas industri tekstil, kondisi jalan raya yang berlubang dan berdebu serta jumlah pepohonan di pinggir jalan yang sangat minim. Selain itu, mayoritas rumah di desa ini juga masih menyatu dengan tempat untuk memproduksi baju sehingga polusi udara pun memenuhi ruang tempat mereka tinggal dan melakukan aktivitas sehari-hari. Debu-debu yang dihasilkan tersebut memiliki ukuran partikel yang sangat kecil dan dapat mengakibatkan penyakit pada paru-paru yang berupa penimbunan partikel debu apabila terhirup oleh manusia. Keberadaan debu dalam lingkungan juga akan mengurangi nilai estetika dan dapat mengganggu kesehatan manusia.

BAB III METODE PELAKSANAAN

A. Persiapan Tahapan persiapan terdiri dari:

1. Persiapan Lokasi Kegiatan Persiapan lokasi sebagai penanggung jawab adalah Lu’lu Nafisah. Persiapan lokasi meliputi survei lapangan untuk menentukan desa sasaran dengan mengumpulkan data beberapa desa untuk menentukan

5

desa yang paling membutuhkan dan strategis untuk pelaksanaan kegiatan PILUS-OK. Penilaian desa sasaran dilakukan dengan melihat angka kejadian ISPA, kunjungan posyandu, jumlah ibu balita, jumlah kader, keterjangkauan dengan pusat pelayanan kesehatan, pengaruh perangkat desa dan tenaga kesehatan setempat, keaktifan kader kesehatan setempat dan keaktifan kegiatan posyandu. Persiapan lokasi juga mencakup perijinan ke BAPPEDA, dinas kesehatan kabupaten, puskesmas, dan desa Tembok Kidul. Selanjutnya dilakukan perjanjian dengan kepala desa dan kepala puskesmas untuk menentukan jadwal pelaksanaan kegiatan dan tempat pelaksanaan.

2. Persiapan Acara Penanggung jawab untuk persiapan acara adalah Fajarwati. Persiapan ini meliputi penyusunan konsep dan susunan acara, penentuan pemateri, pembuatan standar operasional, strategi sosialisasi, dan penyiapan formulir penilaian rumah sehat. Selain itu juga untuk menentukan tempat kegiatan, pemilihan dan koordinasi dengan penyuluh dari Puskesmas I Adiwerna.

3. Persiapan Materi dan Media Penagggung jawab pada persiapan materi dan media adalah Dian Trisna Delfyan. Persiapan ini terdiri dari merancang, menyusun, dan mencetak materi dan media penyuluhan dan sosialisasi yaitu poster, stiker, kalender, dan leaflet. Materi dikemas sedemikian rupa agar mudah diserap oleh kelompok sasaran.

4. Persiapan Konsumsi Penangung jawab pada persiapan konsumsi adalah Dian Trisna Delfyan. Persiapan konsumsi meliputi pemesanan makan, snack, dan minum untuk pelaksanaan kegiatan PILUS OK. Pemesanan konsumsi disesuaikan dengan jumlah kelompok sasaran dan tamu undangan dengan mempertimbangkan lamanya waktu pelaksanaan dan angka kecukupan gizi.

5. Persiapan Perlengkapan Penanggung jawab pada persiapan perlengkapan adalah Yuana Riski Pratiwi. Persiapan perlengkapan meliputi sound system, LCD,

6

backdrop, spanduk, kursi, dan perlengkapan lain yang mendukung kelancaran pelaksanaan kegiatan. Selain itu juga mempersiapkan bingkisan berupa kalender, stiker, dan leaflet yang dikemas sedemikian rupa untuk dibagikan kepada seluruh peserta yang hadir.

B. Pelaksanaan

Pelaksanaan kegiatan PILUS OK terdiri dari:

1. Penyuluhan Massal Penyuluhan massal diselenggarakan pada hari Minggu, 11 Mei 2014 pukul 09.00-12.00 di balai Desa Tembok Kidul Kecamatan Adiwerna Kabupaten Tegal. Peserta yang hadir berjumlah 55 orang kelompok sasaran yang terdiri dari ibu balita dan kader, 2 Bidan, dan 4 perangkat

desa.

Kegiatan penyuluhan dilaksanakan oleh mahasiswa dengan bimbingan dari dosen pembimbing. Materi penyuluhan meliputi penyuluhan tentang ISPA dan rumah sehat dengan metode ceramah. Peyuluhan tentang ISPA disampaikan oleh Ibu Risa (Tim Promotor dari Puskesmas I Adiwerna) selama 45 menit dan penyuluhan rumah sehat disampaikan oleh TIM PKM.

2. Penyuluhan Kesehatan Berkala Penyuluhan Kesehatan Berkala (PKB) dilakukan setiap bulan saat pelaksanaan pertemuan kader. Materi yang diberikan berbeda-beda setiap pertemuan akan tetapi masih dalam satu topik, yaitu tentang kesehatan. Pemberi materi adalah perwakilan dari TIM-PKM.

3. Lomba Rumah Sehat Pelaksanaan lomba rumah sehat pada hari Sabtu, 10 Mei 2014 pukul 09.00-12.00. tim penilai terdiri dari bidan desa, kader, dan mahasiswa yang dengan menggunakan formulir inspeksi rumah sehat yang diberikan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten. Rumah yang dinilai ada 10 yang merupakan perwakilan dari tiap-tiap posyandu.

7

4. Focus Group Discussion Focus Group Discussion (FGD) diselenggarakan pada hari Sabtu, 7 Juni 2014 pukul 10.00-12.00 di balai Desa Tembok Kidul. Peserta yang hadir ada 12 orang yang terdiri dari tokoh masyarakat dan tokoh agama setempat. FGD ini membahas alternatif pemecahan masalah ISPA yang tinggi di Desa Tembok Kidul. Hasilnya antara lain pelaksanaan penyuluhan kesehatan bulanan saat pertemuan warga dan pelaksanaan lomba rumah sehat tiap tahun. 5. Pembentukan Pos Kesehatan Lingkungan Pos Kesehatan Lingkungan merupakan tindak lanjut dari diadakannya PKB dan FGD. Poskesling bertempat di Balai Desa dan dipimpin satu kader sebagai konsultan dengan bimbingan dan pengawasan dari bidan desa dan tim PKM. Jam kegiatan poskesling disesuikan dengan jadwal dilaksanakannya PKD.

C. Penyelesaian Tahapan penyelesaian terdiri dari monitoring, evaluasi pelaksanaan program, dan penyusunan laporan akhir. Evaluasi peningkatan pengetahuan dilihat melalui perbandingan hasil pre-test dan post-test yang diberikan pada saat sebelum dan sesudah penyuluhan massal atau berkala. Evaluasi keterampilan, sikap, dan perilaku dilakukan dengan observasi melalui buku kunjungan poskesling, keaktifan saat kegiatan berlangsung, dan wawancara. Bentuk evaluasi lainnya dilihat dari partisipasi peserta dalam simulasi di akhir pelatihan dan peningkatan jumlah Rumah Sehat di Desa Tembok Kidul.

BAB IV HASIL YANG DICAPAI Hasil yang dicapai selama 3 bulan pelaksanaan antara lain:

1. Penyuluhan massal Analisis yang digunakan untuk melihat tingkat keberhasilan peningkatan pengetahuan dengan analisis t-test mengunakan softwere SPSS dengan hasil pada hasil berikut:

8

Paired Samples Test

   

Paired Differences

       
         

Sig.

       

95% Confidence Interval of the Difference

(2-

Std.

Std. Error

tailed

 

Mean

Deviation

Mean

Lower

Upper

t

df

)

Pair

PRE-POST

               

1

-.93333

1.20153

.21937

-1.38199

-.48467

-4.255

29

.000

Pemberian intervensi memberikan pengaruh nyata kepada peserta. Berdasarkan uji statistik paired t-test dengan nilai p= 0,000 (<0,05) ada pengaruh intervensi terhadap peningkatan pengetahuan responden. Kenaikan pengetahuannya sebesar 5,23%. Kenaikan pengetahuan ini tidak terlalu tinggi karena pengetahuan saat sebelum intervensi pada responden juga sudah tinggi.

2. Penyuluhan Kesehatan Berkala (PKB) Terdapat peningkatan pengetahuan dan sikap kader posyandu yang dilihat dari kuis yang diberikan setelah penyampaian materi penyuluhan kesehatan. Kuis dapat berupa pertanyaan tertulis atau lisan, pemaparan ulang dari peserta, dan kemampuan peserta dalam mengemukakan analisis tentang kesehatan. Materi yang sudah diberikan yaitu kesehatan anak, kesehatan lingkungan, dan penyakit menular.

3. Focus Group Discussion Hasil dari FGD ditetapkannya alternatif pemecahan masalah ISPA di Desa Tembok Kidul yaitu dengan mengadakan penyuluhan kesehatan bulanan, penetapan duta atau konsultan rumah sehat, dan lomba rumah sehat tiap tahun.

4. Rumah Sehat Jumlah Rumah sehat di Desa Tembok Kidul selama 3 bulan mengalami peningkatan secara bertahap. Hal ini dapat diketahui dari hasil penilaian rumah sehat oleh kader yang mencapai standar karena adanya peningkatan kesadaran dari ibu rumah tangga akan pentingnya menjaga kesehatan rumah.

5. Perintisan Pos Kesehatan Lingkungan (Poskesling) Sejauh ini, poskesling baru sampai pada tahap penetapan tempat dan pelatihan calon konsultan.

9

BAB V RENCANA TAHAPAN BERIKUTNYA Rencana berikutnya adalah pendirian perpustakaan kesehatan di balai desa, penetapan duta dan konsultan rumah sehat, lomba rumah sehat tahunan, pembuatan TPA atau bank sampah, dan menjalin hubungan kerja sama dengan dinas ketenagakerjaan terkait penyediaan APD untuk seluruh tenaga kerja di Industri Tekstil skala Rumah Tangga dan masyarakat Desa Tembok Kidul pada umumnya.

Daftar Pustaka Depkes RI. 2002. Pedoman Pemberantasan Penyakit Saluran Pernafasan Akut. Jakarta : Departemen Kesehatan RI. KCA. 2011. Kecamatan Adiwerna dalam Angka. Diakses dari http://yusmarmn.wordpress.com/about/kca-2011/ pada tanggal 14 Oktober 2013. WHO. 2007. Pencegahan dan Pengendalian Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) yang Cenderung Menjadi Epidemi dan Pandemi di Fasilitas Pelayanan Kesehatan: Pedoman Interim WHO. Diakses dari http://www.who.int/csr/resources/

pdf%E2%80%8E pada tanggal 14 Oktober 2013. Widoyono. 2005. Penyakit Tropis: Epidemiologi, Penularan, Pencegahan, dan Pemberantasannya. Jakarta: Erlangga.

10

Lampiran 1 Penggunaan Dana

Spesifikasi

Harga

 

Jumlah

Spesifikasi

 

Harga

Jumlah

satuan (Rp)

harga (Rp)

satuan (Rp)

harga (Rp)

Rancangan dana

   

Realisasi dana

   

1

 

3

4

5

 

7

8

Bahan habis pakai

   

Bahan habis

   

pakai

Snack kader dan Tim Pelaksana + minum

60

x 9000

540.000

Plakat Desa

1

x 40.000

40.000

Snack peserta + minum

80

x 9000

720.000

Doorprize

 

125.000

Snack tamu

5 x 10.000

50.000

Co-card

 

2.500

10.000

undangan

 
     

Hadiah

 

3 paket

145.625

Pemenang

 

Rumah Sehat

     

Snack

80

x 9.500

760.000

     

Minum

2

x 18.000

36.000

     

Makan Tim

4

x 10.500

42.000

     

Foto Copy

 

223.600

     

Print

 

25.420

     

Souvenir

 

120.000

240.000

Pembicara

 
     

Snack FGD

 

18 x 9000

162.000

     

Plakat Peserta

 

10 x

350.000

Rumah Sehat

 

35.000

Sub total

 

1.310.000

Sub total

 

2.159.645

Peralatan

   

Peralatan

   

Spanduk

 

100.000

300.000

Polybag

 

5

x 4.500

22.500

Standing banner plus kakinya

 

200.000

150.000

Pembuatan

Ukuran 2 x 1 m

45.000

 

backdrop

Kertas A4

 

40.000

40.000

Pembuatan

80

x 6.500

520.000

 

kalender

Polybag

5 x 4500

22.500

Pembuatan

 

7

x 6.500

45.500

poster

 

Sewa kursi

64

x 1000

64.000

Pembuatan

 

80

x 750

60.000

 

leaflet

 

Penggandaan materi

30

x 3.000

90.000

Stiker rumah

 

207.000

optimalisasi kader

 

sehat

Penggandaan materi

 

110

x

550.000

Kain putih

 

3m x

150.000

kesehatan

5.000

polos

 

50.000

lingkungan

   

Leaflet

50

x 1.500

75.000

Stiker

 

80

x 500

40.000

 

penyuluhan

 

Poster

7 x 7.500

52.500

Pulpen

 

80

x 985

78.800

Stiker

 

110

x

110.000

Buku ISPA

 

95.200

1.000

dan Rumah

 

Sehat

Pulpen

 

110

x

220.000

     

2.000

Booklet Rumah

 

110

x

1.650.000

     

Sehat

15.000

Buku Kesehatan

 

15 x

600.000

     

Lingkungan

40.000

11

Sub total

 

3.540.000

Sub Total

 

1.264.000

Perjalanan

   

Transportasi

   

Transportasi Purwokerto-Tegal (untuk 4 orang)

30

x

1.800.000

Transprotasi

 

1.015.000

60.000

ke Desa (PP)

Transportasi desa (untuk 4 orang)

 

100.000

Transportasi

 

115.0000

desa

Sub total

 

1.900.000

Sub total

 

1.130.000

Lain-lain

   

Lain-lain

   

Hadiah/doorprize

10

x

300.000

Administrasi

100.000

100.000

30.000

desa dan

perijinan desa

Hadian Pemenang

3

x

750.000

Bantuan dana

5 pos

375.000

Rumah Sehat

250.000

kesehatan

untuk

posyandu

Kenang-kenangan

   

Kebersihan tempat, listrik, dan sewa kursi

 

100.000

- Pembicara

2

x

250.000

Pos Surat

 

20.000

125.000

- Desa

100.000

100.000

Pulsa Modem

40.000

40.000

Pulsa (sms dan modem)

 

200.000

Dokumentasi

 

100.000

Perijinan

 

100.000

Diesel dan

 

75.000

bensin

Dokumentasi

 

100.000

Pelaporan

 

85.000

Publikasi

 

100.000

Pulsa SMS

4 x 21.000

84.000

dan Telpon

Pendirian Pos Kesling di PKD

 

1.100.000

     

Laporan akhir

 

125.000

     

Sub total

 

3.000.000

Sub total

 

979.000

Total biaya

 

9.750.000

Total biaya

 

5.532.645

keselurahan

keseluruhan

12

Lampiran 2. Bukti-Bukti Pendukung Kegiatan

Lampiran 2. Bukti-Bukti Pendukung Kegiatan Salah satu pelaksanaan Penyuluhan Kesehatan Berkala Pelaksanaan Posyandu pada

Salah satu pelaksanaan Penyuluhan Kesehatan Berkala

Pendukung Kegiatan Salah satu pelaksanaan Penyuluhan Kesehatan Berkala Pelaksanaan Posyandu pada Bulan April 14

Pelaksanaan Posyandu pada Bulan April

14

Gudang Bahan di salah satu Rumah Masyarakat Salah satu foto inspeksi industri tekstil skala rumah

Gudang Bahan di salah satu Rumah Masyarakat

Gudang Bahan di salah satu Rumah Masyarakat Salah satu foto inspeksi industri tekstil skala rumah tangga

Salah satu foto inspeksi industri tekstil skala rumah tangga

15

Pelaksanaan Penyuluhan kepada Ibu Balita dan Kader Pelaksanaan Penyuluhan Pada Ibu Balita 16

Pelaksanaan Penyuluhan kepada Ibu Balita dan Kader

Pelaksanaan Penyuluhan kepada Ibu Balita dan Kader Pelaksanaan Penyuluhan Pada Ibu Balita 16

Pelaksanaan Penyuluhan Pada Ibu Balita

16

Foto Tim bersama Kader dan Bidan Desa saat Penilaian Rumah Sehat Peniliaian Rumah Sehat 17

Foto Tim bersama Kader dan Bidan Desa saat Penilaian Rumah Sehat

Foto Tim bersama Kader dan Bidan Desa saat Penilaian Rumah Sehat Peniliaian Rumah Sehat 17

Peniliaian Rumah Sehat

17

Gambar Paket Media Promosi Kesehatan untuk Peserta Penyuluhan Gambar Kalender yang dibagikan pada seluruh peserta

Gambar Paket Media Promosi Kesehatan untuk Peserta Penyuluhan

Gambar Paket Media Promosi Kesehatan untuk Peserta Penyuluhan Gambar Kalender yang dibagikan pada seluruh peserta

Gambar Kalender yang dibagikan pada seluruh peserta penyuluhan ISPA dan Rumah Sehat

18