Anda di halaman 1dari 21

i

USULAN PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA


JUDUL PROGRAM

PILUS -OK SEBAGAI ALTERNATIF PEMECAHAN MASALAH ISPA DI
WILAYAH INDUSTRI TEKSTIL DESA TEMBOK KIDUL KECAMATAN
ADIWERNA KABUPATEN TEGAL

BIDANG KEGIATAN
PKM PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT

Diusulkan oleh:
Lulu Nafisah G1B011024 (2011)
Fajarwati G1B011020 (2011)
Yuana Riski Pratiwi G1B012064 (2012)
Dian Trisna Delfyan G1B013089 (2013)



UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
PURWOKERTO
2014
ii

PENGESAHAN PKM-PENGABDIAN MASYARAKAT
1. Judul Kegiatan : PILUS-OK sebagai Alternatif
Pemecahan Masalah ISPA di Wilayah
Industri Tekstil Desa Tembok Kidul
Kecamatan Adiwerna Kabupaten Tegal.
2. Bidang Kegiatan : PKM-M
3. Ketua Pelaksana Kegiatan
a. Nama Lengkap : Lulu Nafisah
b. NIM : G1B011024
c. Jurusan : Kesehatan Masyarakat
d. Universitas/Institut/Politeknik : Universitas Jenderal Soedirman
e. Alamat Rumah dan NoTel./HP : jl.Perkutut No.05-Desa Tembok Kidul-
Adiwerna- Tegal-085842093001
f. Alamat Email : luveberyl_canny@yahoo.co.id
4. Anggota Pelaksana Kegiatan : 3 orang
5. Dosen Pendamping
a. Nama Lengkap dan Gelar : Dwi Sarwani Sri Rejeki, SKM, M.Kes
b. NIDN : 0026117603
c. Alamat Rumah dan No.HP : Griya Satria Indah, Semampir,
Purwokerto 081328581788
6. Biaya Kegiatan Total
a. Dikti : Rp 9.750.000,-
b. Sumber lain : -
7. Jangka Waktu Pelaksanaan : 3 bulan
Purwokerto, 26 Juni 2014
Menyetujui,










Ketua Pelaksana





(Lulu Nafisah)
G1B011024

Ketua Jurusan Kesehatan Masyarakat
UNSOED




(Arif Kurniawan, SKM, M.Kes)
NIP. 197802192001121002

Dosen Pendamping





(Dwi Sarwani S.R, SKM, M.Kes)
NIDN 0026117603
Pembantu Rektor III
Bidang Kemahasiswaan UNSOED




(Prof.Dr. Imam Santoso, M.Si)
NIP. 196110011988031001

iii

RINGKASAN
ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut) merupakan salah satu penyakit
yang sering diderita oleh masyarakat di Indonesia, bahkan penderita penyakit
ISPA banyak yang harus dirawat di Rumah Sakit. ISPA merupakan masalah
kesehatan yang penting karena menyebabkan kematian bayi dan balita yang cukup
tinggi. Faktor resiko ISPA seperti faktor perilaku hidup bersih dan sehat dan
faktor lingkungan.
Angka Kejadian ISPA di Kecamatan Adiwerna, Kabupaten Tegal sangat
tinggi, salah satunya adalah Desa Tembok Kidul yang berada di Wilayah Kerja
Puskesmas Adiwerna. Berbagai faktor predisposisi masyarakat Desa Tembok
Kidul yang rendah seperti tingkat pendidikan dan ekonomi menjadikan mereka
tidak begitu peduli terhadap permasalahan kesehatan. Salah satu alternatif
pemecahan masalah ISPA di Desa Tembok Kidul adalah mendorong kemandirian
masyarakat untuk hidup sehat. Kemandirian masyarakat dapat terwujud dengan
melakukan PILUS OK (Program Intervensi Lingkungan dan Upaya Sanitasi
melalui Optimalisasi Kader) yang terdiri dari penyuluhan massal, penyuluhan
kesehatan berkala, penilaian rumah sehat, inspeksi lingkungan, dan pos kesehatan
lingkungan.
Tujuan program ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan
keterampilan kader dalam memberikan pelayanan kesehatan terhadap masyarakat,
meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat tentang ISPA dan cara
pencegahannya, dan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat
dalam memelihara kesehatan lingkungan di sekitarnya. Metode pelaksanaan
dilakukan dengan cara ceramah, diskusi, dan demonstrasi. Adapun pengukuran
hasilnya dilakukan dengan menggunakan skor pre-test dan post-test, observasi,
serta buku laporan kunjungan di pos pelayanan kesehatan lingkungan sebagai
tolak ukur perbandingan pengetahuan dan keterampilan. Program ini diikuti oleh
perwakilan masyarakat dari tiap RT, kader, dan perangkat desa. Selanjutnya,
program ini dapat terus dilestarikan di Desa Tembok Kidul dengan fungsi
pembinaan dan pendampingan pada kader melalui pos kesehatan lingkungan dan
lomba rumah sehat tiap tahunnya.









iv

Daftar Isi
Halaman Kulit Muka............................................................................................... i
Halaman Pengesahan.............................................................................................. ii
Ringkasan............................................................................................................... iii
Daftar Isi.................................................................................................................iv
BAB I PENDAHULUAN....................................................................................... 1
a. Latar Belakang............................................................................................ 1
b. Perumusan Masalah.................................................................................... 3
c. Tujuan......................................................................................................... 3
d. Luaran yang Diharapkan............................................................................. 3
e. Kegunaan..................................................................................................... 4
BAB II GAMBARAN UMUM MASYARAKAT SASARAN.............................. 4
BAB III METODE PELAKSANAAN................................................................... 5
a. Persiapan..................................................................................................... 5
b. Pelaksanaan................................................................................................. 7
c. Penyelesaian ............................................................................................... 8
BAB IV HASIL YANG DICAPAI............................. ...........................................8
BAB V RENCANA TAHAPAN BERIKUTNYA .................................................9
DAFTAR PUSTAKA............................................................................................10
LAMPIRAN.......................................................................................................... 11
1. Penggunaan Dana...................................................................................... 11
2. Bukti Pendukung Lainnya..........................................................................13






1

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut) merupakan salah satu penyakit
yang sering diderita oleh masyarakat. ISPA sering diderita oleh anak- anak,
bahkan penderita penyakit ISPA banyak yang harus dirawat di Rumah Sakit
(Widoyono, 2005). Penyakit saluran pernapasan pada masa bayi dan anak-anak
dapat pula memberi kecacatan sampai pada masa dewasa dan menyebabkan
terjadinya Chronic Obstructive Pulmonary Disease (WHO, 2007).
ISPA masih merupakan masalah kesehatan yang penting karena
menyebabkan kematian bayi dan balita yang cukup tinggi yaitu kira-kira 1 dari
4 kematian yang terjadi. Data kunjungan di Puskesmas sebagian besar adalah
penyakit ISPA yaitu sekitar 40 % -60 % dan menyebabkan kematian sekitar
20%-30% (Depkes, 2002). Adapun faktor resiko ISPA menurut Depkes RI
(2002) adalah faktor perilaku dan faktor lingkungan sehingga kedua hal
tersebut yang harus diperbaiki untuk menghindari terjadinya ISPA.
Program pemberantasan ISPA secara khusus telah dimulai sejak tahun
1984 untuk menurunkan angka kesakitan dan kematian khususnya pada bayi
dan anak balita yang disebabkan oleh ISPA, namun kenyataannya angka
kesakitan dan kematian tersebut masih tetap tinggi di Indonesia (Widoyono,
2005). Hal ini juga terjadi di Kabupaten Tegal, dimana pada beberapa
puskesmas melaporkan kunjungan terbanyak tiap bulannya adalah ISPA, salah
satunya adalah Puskesmas Adiwerna. Berdasarkan data dari KCA (Kecamatan
Adiwerna dalam Angka) 2011, jumlah angka kesakitan ISPA baik bagian atas
maupun bawah adalah yang tertinggi yaitu sebanyak 39.965 kasus serta 12
kasus yang berakhir dengan pneumonia. Kasus ISPA yang terjadi di
Kecamatan Adiwerna sebagian besar ditemukan pada bayi dan anak-anak. Ada
banyak faktor yang melatarbelakangi tingginya angka kesakitan ISPA di
wilayah ini seperti faktor perilaku, pelayanan kesehatan, dan lingkungan.
Faktor perilaku tercermin dari rendahnya usaha masyarakat untuk melakukan
pemeliharaan kesehatan seperti konsumsi gizi seimbang, pemberian ASI
ekslusif pada bayi selama 6 bulan pertama, personal hygiene, imunisasi, dan
2

sebagainya. Sedangkan dari sisi lingkungan terlihat dari masih minimnya
rumah sehat, polusi udara yang tinggi, rendahnya pengelolaan sampah dengan
baik dan benar, banyaknya genangan air di sekitar rumah, dan lain-lain. Hal
tersebut diperparah dengan minimnya program edukasi dan atau promosi
kesehatan dari pelayanan kesehatan terdekat.
Salah satu aspek yang mendukung pembangunan kesehatan adalah
mendorong kemandirian masyarakat untuk hidup sehat. Kemandirian
masyarakat dapat terwujud dengan melakukan PILUS OK (Program Intervensi
Lingkungan dan Upaya Sanitasi melalui Optimalisasi Kader). Optimalisasi
peran kader dalam PILUS-OK menjadi alternatif yang sangat menentukan
keberhasilan berbagai program pembangunan termasuk pembangunan
kesehatan. Kader mempunyai peluang yang sangat besar untuk meningkatkan
kesadaran, kemauan, dan kemampuan hidup sehat bagi masyarakat di
sekitarnya agar terwujud derajat kesehatan yang setinggi-tingginya. Kader
yang terlatih dan terdidik dapat memberikan pengetahuan dan meningkatkan
pemahaman masyarakat tentang kesehatan sehingga dapat membawa pengaruh
yang sangat besar terhadap cara pandang masyarakat terhadap kesehatan.
Desa Tembok Kidul merupakan salah satu desa yang berada di Kecamatan
Adiwerna dengan prevalensi ISPA tertinggi. Berdasarkan studi pendahuluan
yang telah dilakukan pada pertengahan tahun 2013 ditemukan tingginya kasus
ISPA di desa ini yaitu 19/1000 penduduk. Bahkan dari hasil wawancara dengan
Bidan Desa juga disebutkan ada seorang ibu hamil yang memiliki gangguan
pada saluran pernapasannya sehingga mengancam keselamatannya dan janin
yang dikandungnya. Berbagai faktor predisposisi masyarakat yang rendah
seperti tingkat pendidikan dan ekonomi menjadikan mereka kurang peduli
terhadap permasalahan kesehatan. Tingkat pendidikan masyarakat sebagian
besar hanya tamat SD yaitu sebesar 36% dan SMP sebesar 20% mempengaruhi
sikap dan perilaku mereka terhadap kesehatan. Selain itu, keberadaan industri
tekstil dalam jumlah yang banyak juga mempengaruhi kesehatan lingkungan di
Desa Tembok Kidul, terutama yang berhubungan dengan pencemaran udara.
Hal ini disebabkan mayoritas masyarakat desa ini mencari nafkah dengan
mendirikan industri tekstil dalam skala rumah tangga maupun skala besar.
3

Berdasarkan kondisi seperti yang telah dikemukakan di atas, diperlukan
sebuah pemecahan masalah yang efektif dan efisien yaitu dengan PILUS OK.
PILUS OK yang diterapkan akan meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan
kemandirian masyarakat dalam memelihara kesehatannya. PILUS OK dapat
pula diterapkan selamanya dengan mengoptimalkan fungsi posyandu atau PKD
di Desa Tembok Kidul.

B. Perumusan Masalah
Angka kejadian ISPA yang tinggi di Wilayah Industri Tekstil Desa
Tembok Kidul, Adiwerna Tegal menggambarkan status kesehatan masyarakat
di desa ini masih rendah. Faktor yang melatarbelakangi terjadinya masalah ini
adalah lingkungan yang kotor dan tidak sehat, PHBS yang masih rendah,
dan pelayanan kesehatan yang belum optimal. Sehingga diperlukan sebuah
program intervensi lingkungan dan upaya sanitasiu ntuk meningkatkan status
kesehatan masyarakat melalui optimalisasi peran kader.

C. Tujuan
PILUS OK bertujuan untuk:
1. Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader dalam memberikan
pelayanan kesehatan terhadap masyarakat di Desa Tembok Kidul.
2. Meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat tentang ISPA dan
cara pencegahannya.
1. Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam
memelihara kesehatan lingkungan di sekitarnya.

D. Luaran yang Diharapkan
Melalui PILUS OK, luaran yang diharapkan antara lain:
1. Meningkatnya pengetahuan dan keterampilan kader dalam memberikan
pelayanan kesehatan terhadap masyarakat di Desa Tembok Kidul.
2. Meningkatnya pengetahuan dan pemahaman masyarakat tentang ISPA dan
cara pencegahannya.
3. Meningkatnya pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam
4

memelihara kesehatan lingkungan di sekitarnya.

E. Kegunaan
Kegunaan PILUS OK adalah dapat meningkatkan kemandirian
masyarakat dalam memelihara kesehatannya dan menurunkan angka kejadian
ISPA di Desa Tembok Kidul, Kecamatan Adiwerna, Kabupaten Tegal
sehingga dapat memperbaiki dan meningkatkan status kesehatan
masyarakat. Optimalisasi kader Desa Tembok Kidul selanjutnya dapat
mendampingi dan membina masyarakat dalam meningkatkan status
kesehatannya.

BAB II
GAMBARAN UMUM MASYARAKAT SASARAN
Desa Tembok Kidul merupakan salah satu desa yang berada di Kecamatan
Adiwerna. Desa yang terkenal dengan industri tekstilnya ini terdiri 3 RW dan 23
RT dengan jumlah penduduk 5200 jiwa dengan penduduk berjenis kelamin laki-
laki sebanyak 2688 orang dan perempuan 2572 orang. Secara klimatologi desa ini
berada pada suhu 29-33 C. Banyaknya curah hujan 20/25 cm/tahun, kelembaban
udara 15-20 C dan kecepatan angin 15 knot. Adapun secara topografi desa
Tembok Kidul memiliki luas kemiringan dataran rendah 143,39 Ha dan dengan
ketinggian 19 meter di atas permukaan laut.
Tingkat pendidikan penduduk di Desa ini sebagian besar adalah tamat SD
atau sederajat dengan presentase 36% dan tamat SLTP atau sederajat sebesar 20
%. Mata pencaharian terbesar adalah pedagang dan wiraswasta dengan presentase
30% dan 27%. Sarana pelayanan kesehatan terdekat yang ada di desa ini yaitu
PKD dan Puskesmas I Adiwerna yang didukung dengan sudah adanya bidan desa
dan 5 posyandu yang dikelola oleh kader. Jumlah kader pada tiap posyandu terdiri
dari 5 orang sehingga total kader di Desa Tembok Kidul ada 25 orang, namun
hanya 13 kader yang tergolong sebagai kader aktif.
Peran posyandu sendiri masih belum optimal terlihat dari masih sedikitnya
peran kader, masih minimnya agenda posyandu, masih rendahnya partisipasi
masyarakat, dan sedikitnya jumlah kader yang menjalankan perannya dengan baik
5

dan optimal. Hal ini disebabkan oleh banyak hal misalnya rendahnya pendidikan
kader, pengetahuan yang masih sedikit, minimnya intensitas pelatihan kader, dan
rendahnya motivasi seseorang untuk menjadi kader. Berdasarkan hasil observasi
yang dilakukan pada bulan September, mayoritas kader di desa ini memiliki peran
ganda yaitu sebagai ibu rumah tangga dan membantu suami mencari nafkah
misalnya dengan menjahit, memotong kain, menjual pakaian, dan sebagainya.
Dengan kesibukan kader dalam kesehariannya menjadikan waktu mereka hanya
dipakai untuk bekerja dan mengurus rumah tangga sehingga tidak ada waktu
untuk sekedar meningkatkan pengetahuan mereka tentang kesehatan dan belajar
bagaimana mengelola dan memelihara lingkungan di sekitarnya.
Peran lingkungan dan perilaku terhadap status kesehatan masyarakat sangat
besar. Lingkungan dan perilaku yang sehat akan meningkatkan status kesehatan
masyarakat di wilayah tersebut. Desa Tembok Kidul memiliki lingkungan fisik
yang masih jauh dari kata sehat yang terlihat dari banyaknya debu di udara yang
bersumber dari bahan bakar kendaraan bermotor, aktivitas industri tekstil, kondisi
jalan raya yang berlubang dan berdebu serta jumlah pepohonan di pinggir jalan
yang sangat minim. Selain itu, mayoritas rumah di desa ini juga masih menyatu
dengan tempat untuk memproduksi baju sehingga polusi udara pun memenuhi
ruang tempat mereka tinggal dan melakukan aktivitas sehari-hari. Debu-debu
yang dihasilkan tersebut memiliki ukuran partikel yang sangat kecil dan dapat
mengakibatkan penyakit pada paru-paru yang berupa penimbunan partikel debu
apabila terhirup oleh manusia. Keberadaan debu dalam lingkungan juga akan
mengurangi nilai estetika dan dapat mengganggu kesehatan manusia.

BAB III
METODE PELAKSANAAN
A. Persiapan
Tahapan persiapan terdiri dari:
1. Persiapan Lokasi Kegiatan
Persiapan lokasi sebagai penanggung jawab adalah Lulu Nafisah.
Persiapan lokasi meliputi survei lapangan untuk menentukan desa
sasaran dengan mengumpulkan data beberapa desa untuk menentukan
6

desa yang paling membutuhkan dan strategis untuk pelaksanaan
kegiatan PILUS-OK. Penilaian desa sasaran dilakukan dengan melihat
angka kejadian ISPA, kunjungan posyandu, jumlah ibu balita, jumlah kader,
keterjangkauan dengan pusat pelayanan kesehatan, pengaruh perangkat
desa dan tenaga kesehatan setempat, keaktifan kader kesehatan
setempat dan keaktifan kegiatan posyandu.
Persiapan lokasi juga mencakup perijinan ke BAPPEDA, dinas
kesehatan kabupaten, puskesmas, dan desa Tembok Kidul. Selanjutnya
dilakukan perjanjian dengan kepala desa dan kepala puskesmas untuk
menentukan jadwal pelaksanaan kegiatan dan tempat pelaksanaan.
2. Persiapan Acara
Penanggung jawab untuk persiapan acara adalah Fajarwati. Persiapan
ini meliputi penyusunan konsep dan susunan acara, penentuan pemateri,
pembuatan standar operasional, strategi sosialisasi, dan penyiapan formulir
penilaian rumah sehat. Selain itu juga untuk menentukan tempat kegiatan,
pemilihan dan koordinasi dengan penyuluh dari Puskesmas I Adiwerna.
3. Persiapan Materi dan Media
Penagggung jawab pada persiapan materi dan media adalah Dian
Trisna Delfyan. Persiapan ini terdiri dari merancang, menyusun, dan
mencetak materi dan media penyuluhan dan sosialisasi yaitu poster, stiker,
kalender, dan leaflet. Materi dikemas sedemikian rupa agar mudah diserap
oleh kelompok sasaran.
4. Persiapan Konsumsi
Penangung jawab pada persiapan konsumsi adalah Dian Trisna
Delfyan. Persiapan konsumsi meliputi pemesanan makan, snack, dan
minum untuk pelaksanaan kegiatan PILUS OK. Pemesanan konsumsi
disesuaikan dengan jumlah kelompok sasaran dan tamu undangan
dengan mempertimbangkan lamanya waktu pelaksanaan dan angka
kecukupan gizi.
5. Persiapan Perlengkapan
Penanggung jawab pada persiapan perlengkapan adalah Yuana
Riski Pratiwi. Persiapan perlengkapan meliputi sound system, LCD,
7

backdrop, spanduk, kursi, dan perlengkapan lain yang mendukung
kelancaran pelaksanaan kegiatan. Selain itu juga mempersiapkan
bingkisan berupa kalender, stiker, dan leaflet yang dikemas sedemikian
rupa untuk dibagikan kepada seluruh peserta yang hadir.

B. Pelaksanaan
Pelaksanaan kegiatan PILUS OK terdiri dari:
1. Penyuluhan Massal
Penyuluhan massal diselenggarakan pada hari Minggu, 11 Mei 2014
pukul 09.00-12.00 di balai Desa Tembok Kidul Kecamatan Adiwerna
Kabupaten Tegal. Peserta yang hadir berjumlah 55 orang kelompok
sasaran yang terdiri dari ibu balita dan kader, 2 Bidan, dan 4 perangkat
desa.
Kegiatan penyuluhan dilaksanakan oleh mahasiswa dengan
bimbingan dari dosen pembimbing. Materi penyuluhan meliputi
penyuluhan tentang ISPA dan rumah sehat dengan metode ceramah.
Peyuluhan tentang ISPA disampaikan oleh Ibu Risa (Tim Promotor dari
Puskesmas I Adiwerna) selama 45 menit dan penyuluhan rumah sehat
disampaikan oleh TIM PKM.
2. Penyuluhan Kesehatan Berkala
Penyuluhan Kesehatan Berkala (PKB) dilakukan setiap bulan saat
pelaksanaan pertemuan kader. Materi yang diberikan berbeda-beda setiap
pertemuan akan tetapi masih dalam satu topik, yaitu tentang kesehatan.
Pemberi materi adalah perwakilan dari TIM-PKM.
3. Lomba Rumah Sehat
Pelaksanaan lomba rumah sehat pada hari Sabtu, 10 Mei 2014 pukul
09.00-12.00. tim penilai terdiri dari bidan desa, kader, dan mahasiswa yang
dengan menggunakan formulir inspeksi rumah sehat yang diberikan oleh
Dinas Kesehatan Kabupaten. Rumah yang dinilai ada 10 yang merupakan
perwakilan dari tiap-tiap posyandu.


8

4. Focus Group Discussion
Focus Group Discussion (FGD) diselenggarakan pada hari Sabtu, 7
Juni 2014 pukul 10.00-12.00 di balai Desa Tembok Kidul. Peserta yang
hadir ada 12 orang yang terdiri dari tokoh masyarakat dan tokoh agama
setempat. FGD ini membahas alternatif pemecahan masalah ISPA yang
tinggi di Desa Tembok Kidul. Hasilnya antara lain pelaksanaan penyuluhan
kesehatan bulanan saat pertemuan warga dan pelaksanaan lomba rumah
sehat tiap tahun.
5. Pembentukan Pos Kesehatan Lingkungan
Pos Kesehatan Lingkungan merupakan tindak lanjut dari diadakannya
PKB dan FGD. Poskesling bertempat di Balai Desa dan dipimpin satu kader
sebagai konsultan dengan bimbingan dan pengawasan dari bidan desa dan
tim PKM. Jam kegiatan poskesling disesuikan dengan jadwal
dilaksanakannya PKD.

C. Penyelesaian
Tahapan penyelesaian terdiri dari monitoring, evaluasi pelaksanaan
program, dan penyusunan laporan akhir. Evaluasi peningkatan pengetahuan
dilihat melalui perbandingan hasil pre-test dan post-test yang diberikan pada
saat sebelum dan sesudah penyuluhan massal atau berkala. Evaluasi
keterampilan, sikap, dan perilaku dilakukan dengan observasi melalui buku
kunjungan poskesling, keaktifan saat kegiatan berlangsung, dan wawancara.
Bentuk evaluasi lainnya dilihat dari partisipasi peserta dalam simulasi di akhir
pelatihan dan peningkatan jumlah Rumah Sehat di Desa Tembok Kidul.

BAB IV
HASIL YANG DICAPAI
Hasil yang dicapai selama 3 bulan pelaksanaan antara lain:
1. Penyuluhan massal
Analisis yang digunakan untuk melihat tingkat keberhasilan peningkatan
pengetahuan dengan analisis t-test mengunakan softwere SPSS dengan hasil
pada hasil berikut:
9

Paired Samples Test
Paired Differences
t df
Sig.
(2-
tailed
)

Mean
Std.
Deviation
Std. Error
Mean
95% Confidence Interval
of the Difference
Lower Upper
Pair
1


PRE-POST
-.93333 1.20153 .21937 -1.38199 -.48467 -4.255 29 .000
Pemberian intervensi memberikan pengaruh nyata kepada peserta.
Berdasarkan uji statistik paired t-test dengan nilai p= 0,000 (<0,05) ada
pengaruh intervensi terhadap peningkatan pengetahuan responden. Kenaikan
pengetahuannya sebesar 5,23%. Kenaikan pengetahuan ini tidak terlalu tinggi
karena pengetahuan saat sebelum intervensi pada responden juga sudah tinggi.
2. Penyuluhan Kesehatan Berkala (PKB)
Terdapat peningkatan pengetahuan dan sikap kader posyandu yang
dilihat dari kuis yang diberikan setelah penyampaian materi penyuluhan
kesehatan. Kuis dapat berupa pertanyaan tertulis atau lisan, pemaparan ulang
dari peserta, dan kemampuan peserta dalam mengemukakan analisis tentang
kesehatan. Materi yang sudah diberikan yaitu kesehatan anak, kesehatan
lingkungan, dan penyakit menular.
3. Focus Group Discussion
Hasil dari FGD ditetapkannya alternatif pemecahan masalah ISPA di
Desa Tembok Kidul yaitu dengan mengadakan penyuluhan kesehatan bulanan,
penetapan duta atau konsultan rumah sehat, dan lomba rumah sehat tiap tahun.
4. Rumah Sehat
Jumlah Rumah sehat di Desa Tembok Kidul selama 3 bulan mengalami
peningkatan secara bertahap. Hal ini dapat diketahui dari hasil penilaian rumah
sehat oleh kader yang mencapai standar karena adanya peningkatan kesadaran
dari ibu rumah tangga akan pentingnya menjaga kesehatan rumah.
5. Perintisan Pos Kesehatan Lingkungan (Poskesling)
Sejauh ini, poskesling baru sampai pada tahap penetapan tempat dan
pelatihan calon konsultan.

10

BAB V
RENCANA TAHAPAN BERIKUTNYA
Rencana berikutnya adalah pendirian perpustakaan kesehatan di balai desa,
penetapan duta dan konsultan rumah sehat, lomba rumah sehat tahunan,
pembuatan TPA atau bank sampah, dan menjalin hubungan kerja sama dengan
dinas ketenagakerjaan terkait penyediaan APD untuk seluruh tenaga kerja di
Industri Tekstil skala Rumah Tangga dan masyarakat Desa Tembok Kidul pada
umumnya.

Daftar Pustaka
Depkes RI. 2002. Pedoman Pemberantasan Penyakit Saluran Pernafasan Akut.
Jakarta : Departemen Kesehatan RI.
KCA. 2011. Kecamatan Adiwerna dalam Angka. Diakses dari
http://yusmarmn.wordpress.com/about/kca-2011/ pada tanggal 14
Oktober 2013.
WHO. 2007. Pencegahan dan Pengendalian Infeksi Saluran Pernapasan Akut
(ISPA) yang Cenderung Menjadi Epidemi dan Pandemi di Fasilitas
Pelayanan Kesehatan: Pedoman Interim WHO. Diakses dari
http://www.who.int/csr/resources/.../WHO_CDS_EPR_2007_8bahasa.
pdf%E2%80%8E pada tanggal 14 Oktober 2013.
Widoyono. 2005. Penyakit Tropis: Epidemiologi, Penularan, Pencegahan, dan
Pemberantasannya. Jakarta: Erlangga.










11

Lampiran 1 Penggunaan Dana

Spesifikasi Harga
satuan (Rp)
Jumlah
harga (Rp)
Spesifikasi
Harga
satuan (Rp)
Jumlah
harga (Rp)
Rancangan dana Realisasi dana
1 3 4 5 7 8
Bahan habis pakai Bahan habis
pakai

Snack kader dan Tim
Pelaksana + minum
60 x 9000 540.000 Plakat Desa 1 x 40.000 40.000
Snack peserta +
minum
80 x 9000 720.000 Doorprize 125.000
Snack tamu
undangan
5 x 10.000 50.000 Co-card 2.500 10.000
Hadiah
Pemenang
Rumah Sehat
3 paket 145.625
Snack 80 x 9.500 760.000
Minum 2 x 18.000 36.000
Makan Tim 4 x 10.500 42.000
Foto Copy 223.600
Print 25.420
Souvenir
Pembicara
120.000 240.000
Snack FGD 18 x 9000 162.000
Plakat Peserta
Rumah Sehat
10 x
35.000
350.000
Sub total 1.310.000 Sub total 2.159.645

Peralatan Peralatan
Spanduk 100.000 300.000 Polybag 5 x 4.500 22.500
Standing banner plus
kakinya
200.000 150.000 Pembuatan
backdrop
Ukuran 2 x
1 m
45.000
Kertas A4 40.000 40.000 Pembuatan
kalender
80 x 6.500 520.000
Polybag 5 x 4500 22.500 Pembuatan
poster
7 x 6.500 45.500
Sewa kursi 64 x 1000 64.000 Pembuatan
leaflet
80 x 750 60.000
Penggandaan materi
optimalisasi kader
30 x 3.000 90.000 Stiker rumah
sehat
207.000
Penggandaan materi
kesehatan
lingkungan
110 x
5.000
550.000 Kain putih
polos
3m x
50.000
150.000
Leaflet 50 x 1.500 75.000 Stiker
penyuluhan
80 x 500 40.000
Poster 7 x 7.500 52.500 Pulpen 80 x 985 78.800
Stiker 110 x
1.000
110.000 Buku ISPA
dan Rumah
Sehat
95.200
Pulpen 110 x
2.000
220.000
Booklet Rumah
Sehat
110 x
15.000
1.650.000
Buku Kesehatan
Lingkungan
15 x
40.000
600.000
12


Sub total 3.540.000 Sub Total 1.264.000

Perjalanan Transportasi
Transportasi
Purwokerto-Tegal
(untuk 4 orang)
30 x
60.000
1.800.000 Transprotasi
ke Desa (PP)
1.015.000
Transportasi desa
(untuk 4 orang)
100.000 Transportasi
desa
115.0000
Sub total 1.900.000 Sub total 1.130.000
Lain-lain Lain-lain
Hadiah/doorprize 10 x
30.000
300.000 Administrasi
desa dan
perijinan desa
100.000 100.000
Hadian Pemenang
Rumah Sehat
3 x
250.000
750.000 Bantuan dana
kesehatan
untuk
posyandu
5 pos 375.000
Kenang-kenangan Kebersihan
tempat, listrik,
dan sewa kursi
100.000
- Pembicara 2 x
125.000
250.000 Pos Surat 20.000
- Desa 100.000 100.000 Pulsa Modem 40.000 40.000
Pulsa (sms dan
modem)
200.000 Dokumentasi 100.000
Perijinan 100.000 Diesel dan
bensin
75.000
Dokumentasi 100.000 Pelaporan 85.000
Publikasi 100.000 Pulsa SMS
dan Telpon
4 x 21.000 84.000
Pendirian Pos
Kesling di PKD
1.100.000
Laporan akhir 125.000
Sub total 3.000.000 Sub total 979.000
Total biaya
keselurahan
9.750.000 Total biaya
keseluruhan
5.532.645
14

Lampiran 2. Bukti-Bukti Pendukung Kegiatan

Salah satu pelaksanaan Penyuluhan Kesehatan Berkala
Pelaksanaan Posyandu pada Bulan April


15














Gudang Bahan di salah satu Rumah Masyarakat














Salah satu foto inspeksi industri tekstil skala rumah tangga



16

Pelaksanaan Penyuluhan kepada Ibu Balita dan Kader
Pelaksanaan Penyuluhan Pada Ibu Balita
17

Foto Tim bersama Kader dan Bidan Desa saat Penilaian Rumah Sehat
Peniliaian Rumah Sehat


18

Gambar Paket Media Promosi Kesehatan untuk Peserta Penyuluhan












Gambar Kalender yang dibagikan pada seluruh peserta penyuluhan ISPA dan
Rumah Sehat