Anda di halaman 1dari 32

6

Perawatan Mesin
Definisi Perawatan
Perawatan menurut supandi (1990) adalah suatu konsepsi dari semua aktivitas
yang diperlukan untuk menjaga atau mempertahankan kualitas peralatan agar
tetap berfungsi dengan baik seperti dalam kondisi sebelumnya.
ari pengertian tersebut diatas dapat ditarik beberapa kesimpulan! bahwa "
#ungsi perawatan sangat berhubungan erat dengan proses produksi.
Peralatan yang dapat digunakan terus untuk berproduksi adalah hasil
adanya perawatan.
$ktivitas perawatan banyak berhubungan erat dengan pemakaian
peralatan! bahan pekerjaan! %ara penanganan dan lain&lain.
$ktivitas perawatan harus dikontrol berdasarkan pada kondisi yang
terjaga.
'egiatan perawatan dilakukan untuk perbaikan yang bersifat kualitas!
meningkatkan suatu kondisi ke kondisi lain yang lebih baik. (anyaknya pekerjaan
perawatan yang dilakukan tergantung pada "
(atas kualitas terendah yang dijinkan dari suatu komponen.
)edangkan batas kualitas yang lebih tinggi dapat di%apai dari hasil
pekerjaan perawatan.
*aktu pemakaian atau lamanya operasi yang menyebabkan berkurangnya
kualitas peralatan.
alam hal ini komponen (peralatan) dapat menjadi sasaran untuk terkena
tekanan&tekanan! beban pakai! korosi dan pengaruh&pengaruh lain yang
bisa mengakibatkan menurunnya atau kehilangan kualitas lain yang
mengakibatkan menurunnya atau kehilangan kualitas! sehingga
kemampuan komponen berkurang ketahanannya.
+stilah perawatan dapat diartikan sebagai pekerjaan yang dilakukan untuk menjaga
atau memperbaiki setiap fasilitas! seperti bagian dari pabrik! peralatan! gedung
beserta isinya! sehingga men%apai standar yang dapat diterima.
,
alam hal ini gabungan dari istilah -perawatan. dan -perbaikan. (maintenance
and repair) sering digunakan karena sangat erat hubungannya. /aksud dari
penggabungan tersebut ialah"
Perawatan sebagai aktivitas untuk men%egah kerusakan.
Perbaikan sebagai aktivitas untuk memperbaiki kerusakan.
0ujuan dilakukannya kegiatan perawatan (maintenance) adalah sebagai berikut "
a. /emungkinkan ter%apainya mutu produk dan kepuasan pelanggan melalui
penyesuaian! pelayanan (service) dan pengoperasian peralatan se%ara tepat.
b. /eminimalkan biaya total produksi yang se%ara langsung dapat
dihubungkan dengan pelayanan dan perbaikan.
%. /emperpanjang waktu pakai suatu mesin atau peralatan.
d. /eminimumkan frekuensi dan kuatnya gangguan&gangguan terhadap
proses operasi.
e. /enjaga agar sistem aman dan men%egah berkembangnya gangguan
keamanan.
f. /eningkatkan kapasitas! produktivitas! dan efisiensi dari sistem yang ada.
1ntuk dapat menjaga2mempertahankan kondisi mesin&mesin dalam keadaan siap
pakai! pada umumnya langkah&langkah yang dapat dilakukan adalah "
/engadakan pemeriksaan yang teratur untuk men%egah terjadinya
kerusakan.
/endesain mesin dan peralatan yang dapat menunjang kemudahan
pemeriksaan dan perbaikan mesin&mesin tersebut.
/enyediakan perlengkapan perawatan yang %ukup bagi petugas
teknisi.
/enggunakan kebijakan perawatan pen%egahan dengan mengganti
komponen&komponen yang kritis sebelum mengalami kerusakan total.
/emelihara suku %adang sehingga selalu berada dalam kondisi
baik dan siap pakai.
3
)e%ara umum! ditinjau dari saat pelaksanaan pekerjaan perawatan dapat dibagi
menjadi dua %ara "
1. Perawatan yang diren%anakan (Planned Maintenance).
Pengorganisasian pekerjaan perawatan yang dilakukan dengan
pertimbangan ke masa depan! terkontrol dan ter%atat.
4. Perawatan yang tidak diren%anakan (Unplanned Maintenance).
5ara pekerjaan perawatan darurat yang tidak diren%anakan (Unplanned
emergency maintenance).
(entuk&bentuk perawatan ()upandi61990) dibagi kedalam beberapa kelompok
yaitu "
a. Perawatan Preventif (Preventive Maintenance).
Pekerjaan perawatan yang bertujuan untuk men%egah terjadinya kerusakan! atau
%ara perawatan yang diren%anakan untuk pen%egahan (preventif). Perawatan
preventif dimaksudkan juga untuk mengefektifkan pekerjaan inspeksi! perbaikan
ke%il! pelumasan dan set up sehingga peralatan atau mesin&mesin selama
beroperasi dapat terhindar dari kerusakan. Perawatan preventif dilaksanakan sejak
awal sebelum terjadi kerusakan.
Perawatan preventif ini penting diterapkan pada industri&industri yang proses
produksinya kontinyu atau memakai sistem otomatis! misalnya "
Pabrik kimia! industri pengerolan baja! kilang minyak! produksi massal!
dan sebagainya.
$pabila terjadi kema%etan produksi karena adanya kerusakan dapat
menimbulkan biaya yang sangat tinggi.
$pabila terjadi kerusakan ke%il pada bagian fasilitas yang vital dapat
mengakibatkan kegagalan seluruh proses.
$pabila kegagalan atau kerusakan yang terjadi sangat membahayakan!
seperti pada ketel! bejana bertekanan! alat pengangkat dan sebagainya.
'egiatan preventive maintenance dibagi menjadi dua kelompok "
1. Subjective Monitoring
9
/onitoring yang dilakukan dengan menggunakan indera seperti
mendengarkan! melihat! menyentuh! merasakan! dan membaui!
kemudian mengestimasi kondisi berdasarkan indera tersebut.
Perawatan ini bersifat subjektif karena bergantung pada keahlian
operator dalam memonitor kondisi mesin.
4. Objective Condition Monitoring
/onitoring yang dilakukan berdasarkan hasil yang ditunjukkan oleh
alat ukur. Pada metode ini perawatan dilakukan dengan %ara
memasangkan alat ukur pada peralatan2mesin yang tidak sedang
beoperasi! kemudian sensor dari alat ukur tersebut akan memberikan
informasi bila terjadi penyimpangan.
b. Perawatan 'orektif (Corrective Maintenance).
Pekerjaan perawatan yang dilakukan untuk memperbaiki dan meningkatkan
kondisi fasilitas sehingga men%apai standar yang dapat diterima. Perawatan
korektif termasuk dalam %ara perawatan yang diren%anakan untuk perbaikan.
alam perawatan ini dapat mengadakan peningkatan&peningkatan sedemikian
rupa! seperti melakukan perubahan atau modifikasi ran%angan peralatan agar lebih
baik. /enghilangkan problema yang merugikan untuk men%apai kondisi operasi
yang lebih ekonomis.
%. Perawatan (erjalan (Running Maintenance).
Perawatan yang dilakukan pada saat fasilitas atau peralatan dalam keadaan
bekerja. Perawatan berjalan ini termasuk %ara perawatan yang diren%anakan untuk
diterapkan pada peralatan dalam keadaan operasi.
Perawatan dalam kondisi berjalan diterapkan pada mesin&mesin yang harus
beroperasi terus menerus dalam proses produksi. 'egiatan perawatan monitoring
se%ara aktif. iharapkan dari hasil dari perbaikan yang dilakukan se%ara %epat dan
teren%ana ini dapat menjamin kondisi proses produksi tanpa adanya gangguan
yang mengakibatkan kerusakan.
10
d. Perawatan Prediktif (Predictive Maintenance)
Perawatan prediktif dilakukan untuk mengetahui terjadinya perubahan atau
kelainan dalam kondisi fisik maupun fungsi dari sistem peralatan. (iasanya
perawatan prediktif dilakukan dengan bantuan pan%a indera atau dengan alat&alat
monitor %anggih.
0eknik&teknik dan alat bantu yang dipakai dalam memonitor kondisi ini adalah
untuk efisiensi kerja agar kelainan yang terjadi dapat diketahui dengan %epat dan
tepat. Perawatan dengan sistem monitoring sangat penting dilakukan untuk
mendapatkan hasil yang realistis tanpa melakukan pembongkaran total untuk
menganalisisnya
e. Perawatan )etelah 0erjadi 'erusakan (Breakdown Maintenance)
Perawatan ini dilakukan setelah terjadi kerusakan! dan untuk memperbaikinya
harus disiapkan suku %adang! material! alat&alat dan tenaga kerjanya. (eberapa
peralatan pabrik yang beroperasi pada unit tersendiri atau terpisah dari proses
yang lainnya! tidak akan langsung mempengaruhi seluruh proses produksi apabila
terjadi kerusakan. 1ntuk peralatan tersebut tidak perlu diadakan perawatan !
karena biaya perawatan lebih besar daripada biaya kerusakannya. alam kondisi
khusus ini peralatan dibiarkan beroperasi sampai terjadi kerusakan! sehingga
waktu untuk produksi tidak berkurang. Penerapan sistem perawatan ini dilakukan
pada mesin&mesin industri yang ringan! apabila terjadi kerusakan dapat diperbaiki
dengan %epat.
f. Perawatan arurat (Emergency Maintenance)
Perbaikan yang segera dilakukan karena terjadi kema%etan atau kerusakan yang
tak terduga. Perawatan darurat ini termasuk %ara perawatan yang tidak
diren%anakan. (unplanned maintenance).
7ambaran hubungan masing&masing perawatan terlihat pada gambar 4.1
11
7ambar 4.1 8ubungan antara berbagai bentuk perawatan
)umber " )upandi (1990)
Pada dasarnya! tidak semua bentuk perawatan %o%ok diterapkan pada setiap mesin
atau peralatan. 9leh sebab itu! perlu dilakukan beberapa pertimbangan dalam
memilih metode peramalan yang tepat! karena pemilihan strategi perawatan yang
sesuai dapat menghasilkan kondisi mesin2peralatan yang optimum. 0erdapat
beberapa faktor yang dapat dijadikan a%uan dalam memilih metode perawatan
yang %o%ok! yaitu "
:umlah mesin2peralatan yang digunakan.
1mur masin&masin mesin yang digunakan.
0ingkat produksi perusahaan.
0ingkat keahlian teknisi yang dimiliki perusahaan.
Pelaksanaan kegiatan perawatan tidak terlepas dari penjadwalan perawatan.
Penjadwalan perawatan untuk tiap komponen pada setiap mesin dapat berbeda!
bergantung pada lamanya selang waktu kerusakan dan kapasitas kerja yang
dimiliki mesin atau komponen yang bersangkutan.
9leh karena itu! penggunaan nilai mean time to ailure (/00#) sebagai a%uan
dalam membuat penjadwalan perawatan sangatlah penting untuk menghindari
terjadinya tindakan perawatan yang terlalu sering atau perawatan yang jarang
dilakukan. $pabila tindakan perawatan terlalu sering dilakukan! maka dapat
menimbulkan pemborosan baik dari segi biaya! tenaga kerja! maupun waktu.
)edangkan bila tindakan perawatan jarang dilakukan maka kemungkinan
terjadinya kerusakan dini pada suatu mesin atau komponen akan semakin besar.
14
Kaidah Perawatan
'aidah perawatan merupakan a%uan dalam melaksanakan kegiatan perawatan
yaitu sebagai bahan untuk melakukan analisa awal terhadap mesin atau sistem
yang akan dirawat. $%uan&a%uan tersebut meliputi a%uan&a%uan tentang apa yang
dimaksud dengan perawatan sistem! kelaikan sistem! kemampuan operasional!
kesiapan sistem (!vailability)! keandalan sistem (Reliability) dan penggunaan
sumber daya.
a. Perawatan )istem
Perawatan adalah kegiatan yang dilakukan untuk menjamin agar sistem
berada selalu dalam keadaan siap pakai (Serviceable) atau memulihkan
kembali kondisi sistem kedalam kondisi siap pakai.
b. 'elaikan )istem
'elaikan sistem adalah kemampuan teran%ang pada suatu sistem untuk
melaksanakan fungsinya se%ara aman dan dalam batasa&batas kondisi
operasional yang telah ditetapkan! ditentukan oleh besaran konfigurasi!
standar konstruksi! spesifikasi performansi dan spesifikasi teknis.
%. 'emampuan 9perasional
'emampuan operasional adalah kemampuan yang dimiliki oleh
mesin2sistem untuk melakukan berma%am&ma%am operasi sesuai dengan
yang diharapkan atau diperlukan.
d. 'esiapan (!vailability)
'esiapan (availability) adalah keadaan siat suatu mesin2peralatan baik
dalam jumlah (kuantitas) maupun kualitas sesuai dengan kebutuhan yang
digunakan untuk melaksanakan proses operasi. 'esiapan (avalability)
tersebut dapat digunakan untuk menilai keberhasilan atau efektifitas dari
kegiatan perawatan yang telah dilakukan.
e. 'eandalan (Reliability)
'eandalan (reliability) merupakan kemungkinan suatu sistem atau
peralatan mampu melaksanakan misi atau fungsi tertentu pada kondisi
tertentu tanpa adanya kegagalan.
1;
f. Penggunaan )umber aya
'riteria efisiensi erat kaitannya dengan penggunaan sumber daya seefisien
mungkin! sehingga setiap kegiatan perawatan yang tidak menimbulkan
dampak positif baik terhadap kesiapan sistem maupun kesiapan
operasional yang dinilai tidak efisien harus dihindari atau bahkan
dikurangi seminimal mungkin.
Konsep Keandalan (Reliability)
0erdapat beberapa definisi dari keandalan! yaitu "
1. /enurut 'apur (19,,)! keandalan adalah probabilitas dimana pada saat
suatu operasi berada pada kondisi lingkungan tertentu! sistem akan
menunjukkan kemampuannya sesuai dengan fungsi yang diharapkan pada
selang waktu tertentu.
4. /enurut <beling (199,)! keandalan merupakan probabilitas suatu
peralatan atau komponen dapat berfungsi dengan baik dalam suatu periode
waktu ketika digunakan berdasarka kondisi operasi yang ditetapkan.
;. /enurut pengertian umum! keandalan dapat dikatakan sebagai sebuah
patokan atau standar kemampuan dari suatu komponen untuk dapat
berfungsi pada kondisi operasi tertentu selama selang waktu tertentu.
Pengetahuan mengenai keandalan suatu sistem terlebih dahulu harus
memperhatikan laju kerusakan dari suatu sistem. =aju kerusakan suatu sitem
umumnya digambarkan dalam bat"tub curve seperti terlihat pada gambar 4.4
1>
7ambar 4.4 Bat"tub curve
)umber " <beling (199,)
'eterangan gambar bat"tub curve "
$. /erupakan kondisi yang terjadi pada fase awal penggunaan suatu alat! dimana
laju kerusakan terus menurun seiring dengan bertambahnya waktu. 'erusakan
yang mungkin ditimbulkan pada fase ini adalah kerusakan yang diakibatkan
oleh kurangnya pengetahuan yang dimiliki oleh operator dalam menggunakan
alat tersebut! rendahnya #uality control! dan lain&lain.
(. Pada fase ini! kerusakan yang timbul relatif konstan dan salah satu
penyebabnya adalah akibat "uman error.
5. /erupakan fase akhir dari penggunaan suatu alat. #ase ini ditandai dengan
terjadinya peningkatan kerusakan serta penurunan fungsi dari peralatan
tersebut. Pada umumnya! kerusakan yang timbul pada fase ini disebabkan oleh
korosi! umur! dan atigue dari alat yang digunakan.
Konsep Maintenabilitas
/aintenabilitas suatu perawatan didefinisikan sebagai probabilitas peralatan yang
rusak! akan beroperasi kembali dalam periode waktu perawatan tertent! dimana
tindakan perawatan seperti perbaikan (repair)! over"aul atau penggantian
(replacement) dilakukan. /aintenabilitas berkaitan erat dengan standar desain
1?
suatu peralatan. )e%ara matematis (:ardine 619,;)! maintenabilitas dirumuskan
sebagai berikut "

0
0
) t ( ) t (
dt / g

imana "
g(t) adalah fungsi kepadatan probabilitas waktu yang dibutuhkan untuk
melaksanakan tindakan perawatan. 1ntuk nilai /00@ (Mean $ime $o
Repair) atau rataan waktu untuk tindakan perbaikan digunakan rumus "

m
1 i
i
m
1 i
i i
0
/00@

imana "
0i " *aktu perawatan yang dibutuhkan terhadap komponen yang rusak.
/ " :umlah komponen yang diperbaiki dalam perawatan
A " =aju kerusakan komponen i%
Konsep Availabilitas
$vailabilitas berhubungan dengan probabilitas suatu peralatan untuk melakukan
operasi se%ara memuaskan pada kondisi dan periode tertentu. )e%ara matematis
availabilitas dapat dinyatakan sebagai berikut "
$vailabilitas
downtime uptime
uptime
+


'onsep availabilitas mengandung dua komponen utama! yaitu "
a% Maintenability
b% Reliability
0ingkat reliabilitas yang rendah! dapat diimbangi dengan usaha meningkatkan
maintenability sehingga tingkat availabilitas mesin optimal. 0ingkat availabilitas
bersama&sama dengan biaya diperlukan untuk melakukan tindakan perawatan
dimana hal tersebut merupakan dua faktor utama yang harus diperhatikan dalam
menentukan jadwal perawatan preventive yang optimal.
16
+stilah availability sering digunakan sebagai penggunaan terhadap kesiapan sistem
atau system readiness (yakni " derajat! persen! atau probabilitas bahwa sistem akan
siap atau ada jika diperlukan untuk digunakan). !vailability mungkin
diekspresikan se%ara berbeda! tergantung pada misi dan sistemnya. 0iga
availability bentuk jasa yang umum digunakan adalah sebagi berikut"
1. &n"erent !vailability '!i(
/erupakan probabilitas bahwa sistem atau peralatan jika digunakan dibawah
kondisi tertentu dalam lingkungan dukungan yang ideal (yakni "se%ara %epat
tersedia! tools! spares! personil pemelihara! dsb) akan beroperasi se%ara
memuaskan pada sembarang waktu yang dibutuhkan. 0idak termasuk tindakan
pemeliharaan preventive atau terjadwal! =0 (logistic )own $ime) dan $0 (
!dministrasi )own $ime).
4. !c"ieved !vailability '!a(
/erupakan probabilitas bahwa suatu sistem jika digunakan dibawah kondisi
yang telah ditetapkan didalam lingkungan dukungan ideal (yakni " segera
tersedia* tools* spares! personil! dsb) akan beroperasi dengan memuaskan pada
sembarang waktu. efinisi ini sama dengan !i* ke%uali bahwa perawatan
preventive dilibatkan! =0 dan $0 tidak dimasukkan.
;. Operational !vailability '!o(
/erupakan probabilitas bahwa sistem atau peralatan jika digunakan dibawah
kondisi yang telah ditetapkan dalam lingkungan operasi yang nyata (aktual)
akan beroperasi dengan memuaskan jika dipanggil untuk dioperasikan.
Distribusi Kerusakan
Pada dasarnya! terdapat beberapa ma%am bentuk distribusi kerusakan yang dapat
digunakan dalam kebijakan perawatan! seperti istribusi 8ipereksponensial!
<ksponensial! +eibull! dan Bormal!. istribusi yang memiliki laju kerusakan
konstan disebut juga e,ponential probability distribution. istribusi eksponensial
merupakan distribusi yang penting pada distribusi reliability. istribusi lain yang
dapat digunakan adalah distribusi weibull! normal. 'etiga distribusi ini memiliki
fungsi laju kerusakan yang tidak konstan sehingga hal ini memberikan alternatif
lain yang dapat digunakan selain distribusi kerusakan eksponesial yang telah ada.
1,
)alah satu distribusi kerusakan yang paling berguna untuk menentukan reliabilitas
adalah distribusi weibull. istribusi weibull dapat digunakan untuk memodelkan
laju kerusakan yang meningkat maupun menurun. Pada tugas akhir ini distribusi
yang digunakan adalah distribusi weibull! alasan pemilihan distribusi ini sebagai
distribusi kerusakan yang menggambarkan kondisi kerusakan mesin saat ini
adalah karena distribusi weibull memiliki keunggulan dibandingkan dengan
distribusi yang lain. istribusi ini sangat fleksibel terhadap berbagai fungsi
distribusi kerusakan! fleksibilitas ini dikarenakan distribusi weibull memiliki
parameter bentuk (C) sehingga karakteristik distribusi yang memiliki laju
meningkat! menurun dan konstan dapat ditunjukkan oleh nilai parameter bentuk
tersebut. (erikut ini pola distribusi kerusakan untuk berbagai nilai C yaitu "
C D 1! maka distribusi weibull tersebut mengikuti distribusi hipereksponensial
C E 1! maka distribusi weibull tersebut mengikuti distribusi eksponensial
C F 1! maka distribusi weibull tersebut mengikuti distribusi normal.
0erdapat dua ma%am distribusi weibull yang dapat digunakan! yaitu distribusi
weibull dua parameter dan distribusi weibull tiga parameter. )esuai dengan
namanya distribusi weibull dua paramater mempunyai dua buah parameter! yaitu "
Parameter bentuk (C)
/erupakan parameter yang menggambarkan bentuk dari distribusi
kerusakan.
Parameter skala (G)
/erupakan parameter yang menggambarkan umur karakteristik dari
alat2komponen.
)edangkan distribusi weibull tiga parameter mempunyai tiga buah parameter!
yaitu parameter bentuk(C)! parameter skala (G)! dan parameter lokasi(t
0
).
istribusi weibull tiga parameter digunakan apabila terdapat umur minimum dari
sistem sehingga tidak akan terdapat kerusakan sebelum selang waktu t
0
. pada
penelitian tugas akhir ini! distribusi yang digunakan adalah weibull dua parameter
karena pada mesin press 1?0 tidak diketahui umur minimumnya.
13
(eberapa fungsi yang ada dalam distribusi weibull 4 parameter yaitu "
a. #ungsi kepadatan probabilitas (pdf).
/erupakan probabilitas terjadinya kerusakan pada setiap satuan waktu.
't(

,
_

,
_

,
_

t 1
e
t
7ambar 4.; #ungsi kepadatan probabilitas
)umber " <beling (199,)
b. #ungsi kumulatif distribusi kerusakan.
/erupakan probabilitas terjadinya kerusakan sebelum waktu t
-'t(

,
_


t
e 1
7ambar 4.> #ungsi kumulatif distribusi kerusakan
)umber " <beling (199,)
%. #ungsi laju kerusakan.
/erupakan gambaran laju kerusakan dalam selang waktu tertentu
19
r't(
1
t

,
_

,
_

7ambar 4.? #ungsi laju kerusakan


)umber " :ardine (19,;)
d. #ungsi keandalan
merupakan probabilitas suatu alat2 komponen dapat berfungsi sampai suatu
periode t
R't(

,
_

t
e
..........................(4.,)
7ambar 4.6 #ungsi keandalan
)umber " <beling (199,)
(eberapa distribusi kerusakan yang lainnya antara lain "
1. istribusi 8ipereHponensial
40
igunakan pada suatu persoalan perawatan kerusakan jika waktu
kerusakan yang lama lebih sering terjadi! dibandingkan pada distribusi
eksponensial. #ungsi&fungsi dari distribusi hipereksponensial adalah "
a. #ungsi kepadatan probabilitas 't(
( )
( )
( ) { } t ' 1 4 4 t . . ' 4 4
' 1 . 4 . . ' 4

+ %e e 't(
1ntuk t F 0! dengan 0 D ' D 0!?
imana " A E @ata&rata nilai kedatangan kerusakan
' E Parameter dari distribusi
b. #ungsi kumulatif kerusakan -'t(
-'t( E (1&') e
(&4 ' A t)

E (1&') e
I&4 (1&') A tJ

%. #ungsi keandalan R't(
R't( E '. e
(&4 ' A t)
K (1&') e
I&4 (1&') A tJ
d. #ungsi laju kerusakan r't(
( ) [ ]
( ) [ ]
( )
( ) [ ] ' 4 1 t . 4
' 4 1 t . 4 4 4
. ' 1 '
. ' 1 ' 4


+
+

e
e
r't(
Pola grafik dari masing&masing fungsi pada distribusi hipereksponensial
mendekati pola berikut ini "
41
7ambar 4., Pola grafik fungsi distribusi hiper eksponensial
)umber " :ardine (19,;)
4. istribusi <ksponensial
44
istribusi yang menggambarkan suatu kerusakan dari mesin yang
disebabkan oleh kerusakan pada salah satu komponen dari mesin atau
peralatan yang menyebabkan mesin terhenti. alam hal ini kerusakan
tidak dipengaruhi oleh unsur pemakaian peralatan. #ungsi&fungsi yang
terdapat dalam distribsi ini adalah "
a. #ungsi kepadatan probabilitas 't(
( ) t .
.

e 't(
1ntuk t F 0
imana " A E @ata&rata nilai kedatangan kerusakan
b. #ungsi kumulatif kerusakan -'t(
-'t( E 1 & e
(A t)

%. #ungsi keandalan R't(
R't( E e
(&A t)

d. #ungsi laju kerusakan r't(
r't( E A
Pola grafik dari masing&masing fungsi pada distribusi eksponensial
mendekati pola berikut ini "
4;
7ambar 4.3 Pola grafik fungsi distribusi eksponensial
)umber " :ardine (19,;)
;. istribusi Bormal
4>
apat digunakan jika pengaruh suatu random diakibatkan oleh sejumlah
besar variasi random yang tidak bergantungan (saling bebas2independen)
yang ke%il atau sedikit. #ungsi&fungsi yang terdapat dalam distribsi ini
adalah "
a. #ungsi kepadatan probabilitas 't(
( )

'

4
4
4
t
.
4 .
1
e 't(

engan ketentuan " & L D t D L
imana " M E @ata&rata dari distribusi
N E )tandar deviasi distribusi
b. #ungsi kumulatif kerusakan -'t(
( )

'

t
4
4
4
t
.
4 .
1
e -'t(
%. #ungsi keandalan R't(
( )
dt .
4 .
1
t
4
4
4
t

'



e R't(

d. #ungsi laju kerusakan r't(
( )
( )
dt
) t ( r
t
4
4
4
t
4
4
4
t

'

'

e
e

Pola grafik dari masing&masing fungsi pada distribusi normal mendekati
pola berikut ini "
4?
#ungsi kumulatif kerusakan

#ungsi keandalan
46
7ambar 4.9 Pola grafik fungsi distribusi normal
)umber " :ardine (19,;)
Pengujian Identik
Pengujian identik bertujuan untuk membuktikan data waktu antar kerusakan
memiliki sifat identik. ata identik menujukkan bahwa data satu dengan data
yang lainnya memilki sifat yang seragam. )alah satu metode pengujian yang
umum digunakan adalah !nalysis o variance ($B9O$). =angkah&langkah dalam
pngujian identik dengan menggunakan $B9O$ adalah sebagai berikut "
a. /enentukan 8ipotesis
8
0
" ata 1 E ata 4 E ata ; E .....E ata n
8
1
" /inimal satu ata i terdapat tanda tidak sama dengan.
b. /enentukan nilai dari P
%. /enghitung nilai treatment (0) dengan menggunakan rumus "
0 E

i
ij
j
H
d. /enghitung nilai Sum o S#uare $otal ())
0
) dan nilai derajat kebebasan
total (O
0
) dengan menggunakan rumus "


i
4
ij
4
j
0
nk
0
H ))
n E :umlah (aris
k E :umlah 'olom
O
0
E nk&1
e. /enghitung nilai Sum o S#uare treatment ())
0r
) dan derajat
kebebasannya (O
0r
) dengan menggunakan rumus "
4,
nk
0
n
H
))
4
j
4
0r


O
0r
E k&1
f. /enghitung nilai error ())
<
) dan derajat kebebasannya (O
<
) dengan
menggunakan rumus "
))
<
E ))
0
&))
0r
O
<
E k(n&1)
g. /embandingkan nilai #
value
dengan #
tabel
#value E
<
0r
/)
/)

1ntuk nilai #
tabel
dilihat pada tabel
h. 'esimpulan dari
#
value
#
tabel
/aka 8
0
diterima
#
value
F #
tabel
/aka 8
0
ditolak dan 8
1
diterima
Pengujian Weibull 2 Paraeter
Pengujian distribusi weibul dua parameter digunakan untuk mengetahui data yang
ada mengikuti pola distribusi weibull atau tidak. )alah satu metode pengujian
yang digunakan adalah dengan metode Mann.s test (<beling6199,). =angkah&
langkah dalam metode Mann.s test untuk pengujian distribusi weibull dua
parameter adalah sebagai berikut"
a. /enentukan hipotesis "
8o " ata kerusakan berdistribusi weibull 4 parameter
8
1
" ata kerusakan tidak berdistribusi weibull 4 parameter
a. 8itung selang waktu antar kerusakan (t
i
)
b. 0entukan nilai P (tingkat kesalahan)! n (banyaknya data
pengamatan)! dan r (banyaknya data pengamatan yang tidak tersensor).
%. /enghitung nilai k
1
dan k
4
dengan menggunakan rumus "
k
1
E
4
r

k
4
E
4
1 r
43
d. /enghitung nilai Q
i
masing&masing dengan menggunakan rumus"
1
]
1

,
_


4? ! 0 n
? ! 0 i
1 ln ln Q
i
e. /enghitung nilai Mann (/
i
) masing&masing dengan menggunakan
rumus"
i 1 i i
Q Q /
+
f. /enghitung nilai Mann (/) dengan menggunakan rumus "

+
+

1
k
1 i i
4
1 r
1
1
k i i
1
/
k
/
k
/
( ln / 'ln
( ln / 'ln
ti 0 ti
ti 0 ti
g. /embandingkan nilai / dengan nilai # tabel yang disesuaikan
dengan derajat kebebasan.apabila nilai / D #
P6v16v4
maka 8o diterima.
!stiasi Paraeter Weibull 2 Paraeter
)etelah diketahui data kerusakan mengikuti distribusi weibull 4 parameter! maka
dilakukan estimasi parameter! yaitu men%ari estimasi nilai G (parameter skala) dan
C (parameter bentuk). 1ntuk perhitungan estimasi parameter! metode yang
digunakan adalah dengan pendekatan regresi linier. /isalkan t
1
!t
4
!...!t
n
adalah
sejumlah data waktu antar kerusakan sistem yang telah disusun menurut urutan
terke%il! untuk setiap ti (iE1!4!;!...!n) berlaku hubungan sebagai berikut ".
( )
> ! 0 n
; ! 0 i
+
+

i
t -
H
i
E ln (t
i
)

,
_

( -'t
i
1
1
ln ln y
i
=angkah selanjutnya adalah menghitung nilai intercept (a) dan slope (b)!
kemudian menghitung nilai G dan nilai C dengan %ara berikut "
( )
4
i
4
i
i i i i
H H n
y H y H n
b

49
n
H b
n
y
a
i i

C E b ..........................(4.;3)


2 a
eHp ..........................(4.;9)
Perhitungan Mean "ie "o #ailure (M""#) $ntuk Distribusi Weibull 2
Paraeter
)etelah parameter dari distribusi weibull 4 parameter diketahui! maka nilai /00#
dapat dihitung. Bilai /00# merupakan nilai yang menunjukkan selang waktu
dari waktu part2komponen mulai digunakan sampai part2komponen mengalami
kerusakan. 9leh karena itu! nilai /00# dapat digunakan sebagai perkiraan umur
hidup part2komponen. Perhitungan untuk nilai /00# yaitu
/00# E G

,
_

+
1
1
Model Perawatan
Model Perawatan Pen%egahan Probabilistik
/odel merupakan suatu penggambaran dari keadaan nyata (reality) yang
diharapkan dapat menerangkan beberapa aspek tingkah laku dari keadaan nyata
tersebut. ikarenakan strategi model perawatan yang digunakan adalah tindakan
perawatan pen%egahan (preventive maintenance)! dengan demikian timbul
permasalahan yang diartikan sebagai suatu model yang dibuat untuk meme%ahkan
persoalan yang dihadapi dalam melakukan tindakan perawatan pen%egahan!
dimana keputusan yang diambil mengandung resiko karena hasil yang didapat
bersifat probabilistik (kemungkinan)
7ambar 4.10 /odel perawatan peren%anaan dan perbaikan kerusakan.
)umber " (udi Puwanto (199,)
= E Periode perawatan peren%anaan
;0
0m E *aktu rata&rata perawatan peren%anaan
0r E waktu yang diperoleh dari perbaikan kerusakan.
7ambar diatas memperlihatkan model perawatan pen%egahan (preventive
maintenance)! dalam kasus ini dapat dijelaskan bahwa operator perawatan dengan
keterampilan yang dimilikinya berusaha untuk melakukan peraatan pen%egahan
dengan waktu rata&rata yang dihasilkan adalah diberi simbol 0m! sedangkan
dalam waktu tertentu kerusakan berat akan terjadi antara dua pelaksanaan
perawatan pen%egahan. Para montir memperbaiki kerusakan ini dengan waktu
perbaikan kerusakan tanpa melakukan penyesuaian terlebih dahulu (0r).
:adi dalam periode perawatan perawatan ini terdapat dua jenis waktu terhentinya
mesin dalam berproduksi! yaitu penghentian untuk dilakukan perawatan
pen%egahan (preventive maintenance) dan penghentian untuk dilakukan perbaikan
kerusakan (corrective maintenance).
Model Penggantian Pen%egahan
0indakan penggantian pen%egahan yang saat ini dilakukan hanya jika terjadi
kerusakan yang menyebabkan mesin berhenti! tindakan penggantian pen%egahan
dengan menga%u pada interval waktu tersebut ternyata tidak mengurangi frekuensi
kerusakan komponen mesin yang menuntut penggantian dengan komponen yang
baru. engan melihat kondisi ini! maka akan dilakukan penetapan kebijaksanaan
penggantian dengan %ara men%ari pilihan interval waktu penggantian baru yang
diharapkan akan dapat men%iptakan kuantitas keluaran produk atau jasa yang
sebaik&baiknya yaitu yang sesuai dengan permintaan.
Permasalahan diatas dapat dipe%ahkan dengan teknik kuantitatif melalui
pengambilan model. 0erdapat dua konsep model pengembangan matematis yang
berkaitan dengan %ara penggantian! yaitu model age replacement dan model block
replacement 'interval replacement).
Model Age &epla%eent
;1
/odel age replacement yaitu dimana interval waktu penggantian komponen
dengan memperhatikan umur pemakaian dari komponen tersebut! sehingga dapat
menghindari terjadinya penggantian peralatan yang masih baru dipasang akan
diganti dalam waktu yang relatif singkat! jika terjadi suatu kerusakan model ini
akan menyesuaikan kembali jadwalnya setelah penggantian komponen dilakukan!
baik akibat terjadi kerusakan maupun hanya bersifat sebagai perawatan
pen%egahan.
/odel ini %o%ok diterapkan terhadap komponen yang interval waktu
penggantiannya relatif tidak mempengaruhi umur komponen lainnya atau
komponen yang penggantiannya sekaligus dalam artian model ini berlaku jika ada
kerusakan komponen dalam satu set mesin maka hanya satu komponen yang
rusak saja yang mengalami penggantian. alam model age replacement! intinya
pada saat dilakukan penggantian adalah tergantung pada umur komponen! jadi
penggantian pen%egahan akan dilakukan dengan menetapkan kembali interval
waktu penggantian berikutnya sesuai dengan interval yang telah ditentukan.
/odel age replacement mempunyai dua siklus penggantian pen%egahan! yaitu "
a. )iklus 1 atau siklus pen%egahan yang diakhiri dengan kegiatan
penggantian pen%egahan! ditentukan melalui komponen yang telah
men%apai umur penggantian sesuai dengan ren%ana.
b. )iklus 4 atau siklus kerusakan yang diakhiri dengan kegiatan kerusakan!
ditentukan melalui komponen yang telah mengalami kerusakan sebelum
men%apai waktu penggantian yang telah ditetapkan sebelumnya.
'edua siklus dari model age repla%ement tersebut dapat terlihat jelas pada gambar
berikut ini "
;4
7ambar 4.11 /odel age replacement
)umber " :ardine (19,;)
)edangkan kebijaksanaan perawatannya mengikuti kebijaksanaan yang
digambarkan sebagai berikut "
7ambar 4.14 'ebijaksanaan perawatan penggantian pen%egahan
)umber " :ardine (19,;)
t
p
E +nterval waktu penggantian pen%egahan per satuan waktu.
0
f
E waktu yang diperlukan untuk penggantian karena kerusakan
0
p
E own time yang terjadi karena kegiatan penggantian.
-
't(
E #ungsi distribusi interval waktu kerusakan
R
'tp(
E Probabilitas terjadinya siklus 1 pada saat tp
/
(tp)
E *aktu rata&rata terjadinya suatu kerusakan! jika penggantian dilakukan
saat t
p
.
Pembentukan model ongkos penggantian pen%egahan "
siklus panjang ekspetasi
siklus per n penggantia tan perawa ongkos ekspetasi
5
) tp (

<kspetasi ongkos perawatan penggantian per siklus
E Rekspetasi ongkos total pada siklus pen%egahan H probabilitas terjadinya
siklus pen%egahanSKRekspetasi ongkos total pada siklus kerusakan H
probabilitas terjadinya siklus kerusakanS
E 1C
p
%R
'tp(
234C

%10/R
'tp(
25
<kspetasi panjang siklus
ERekspetasi panjang siklus pen%egahan H probabilitas terjadinya siklus
peren%anaanS K Rekspetasi panjang siklus kerusakan H probabilitas
terjadinya siklus kerusakanS
;;
E 41t
p
3$
p
2%R
'tp(
53

t
0
dt ) t ( . t
34$

%10/R
'tp(
25
)ehingga model penentuan interval penggantian pen%egahan dengan kriteria
meminimasi ongkos ini dapat ditulis sebagai berikut "
( ) [ ]
( ) [ ] ( ) [ ]
'tp( 'tp(
'tp( 'tp(
R R
R R
+ + +
+

1 0 dt ) t ( . t 0 t
) 1 ( 5 . 5
5
f
t
0
p
f p
) tp (
ari persamaan tersebut akan di%ari harga t
p
yang memberikan nilai 5
(tp)
yang
paling optimum
Model 'lo%k (Interval) &epla%eent(
/odel interval replacement ini dimana penggantian komponen dilakukan pada
interval waktu yang tetap (konstan) tanpa memperhatikan umur pakai dari
komponen tersebut. alam model ini tindakan penggantian dilakukan pada suatu
interval yang tetap! jadi model ini digunakan jika dinginkan adanya konsistensi
terhadap interval penggantian yang telah ditentukan walaupun sebelumnya telah
terjadi penggantian akibat kerusakan pada model ini sekalipun ongkosnya lebih
tinggi tetapi %o%ok untuk sistemmulti komponen lain.
/odel ini dapat menjamin semua komponen dalam sistem akan diganti sebelum
masa potensial kritis rusaknya /00#. 'euntungan lainnya adalah
penjadwalannya yang lebih sederhana! karena penentuan waktu perawatannya
hanya dilakukan satu kali saja dan tetap. Prosedur dari model ini adalah "
)trategi model ini adalah melakukan penggantian kerusakan yang terjadi
dalam interval (0!t
p
) dengan mengabaikan frekuensi penggantian
pen%egahan setiap selang waktu t
p
sekali se%ara konstan dengan
mengabaikan umur komponen! sehingga pada model ini akan terdapat
kemungkinan terjadinya penggantian komponen yang masih baru
dipasang. )etelah penggantian kerusakan harus mengalami penggantian
lagi pada saat tiba waktu penggantian pen%egahan yang dilakukan dalam
kurun waktu yang relatif berdekatan.
;>
'ebijakan penggantian pen%egahan dengan model ini dapat dilihat pada
gambar berikut ini "
7ambar 4.1; /odel block replacement
)umber " :ardine (19,;)
Pada model interval replacement penggantian komponen selalu dilakukan
pada interval waktu yang tetap (t
p
) tanpa memperhatikan umur pakai dari
komponen tersebut. :adi frekuensi penggantian komponen yang
disebabkan oleh kerusakan selama interval (t
p
) tidak diperhatikan sama
sekali. Tang menjadio perhatian adalah penggantian pen%egahan setiap
interval waktu (t
p
) yang telah ditetapkan.
engan memperhitungkan waktu penggantian pen%egahan (tp)! maka model
ongkos penggantian pen%egahan interval repla%ement dapat diuraikan sebagai
berikut "
erval int panjang
) t ! 0 ( erval int pada n penggantia total 9ngkos <kspetasi
5
p
) tp (

<kspetasi ongkos total
E (iaya penggantian pada interval (0!t
p
) K <kspetasi ongkos perbaikan
E 5
p
K5
f
.8
(tp)
Panjang interval E t
p
)ehingga "
p
) tp ( f p
) tp (
t
8 . 5 5
5
+

imana "
( )

+
1 i
i
1 0
0 i
) 0 (
dt . ) 1 i 0 ( 8 1 8 't(
6 01
t
p
E +nterval waktu penggantian
0
p
E =ama waktu penggantian
8
(tp)
E (anyaknya kerusakan
;?
5
p
E 9ngkos penggantian pen%egahan
5
f
E 9ngkos perbaikan kerusakan
0ujuan dari menentukan perawatan yang optimum berdasarkan model interval
replacement adalah menentukan interval waktu pemeriksaan dan penggantian
pen%egahan dengan meminimumkan total ongkosnya persatuan waktu.
"otal "ie )n "est Plotting(
000&plotting dan 000&transform diperkenalkan oleh barlow dan %ampo (19,?).
sejak itu! berbagai aplikasi 000&plotting diperkenalkan. 000&plotting memberikan
gambaran data kerusakan yang independen terhadap skalanya! dan seluruhnya
terletak dalam satu satuan persegi dengan sudut pada (0!0)! (0!1)! (1!0)! (1!1).
/isal 0 E t
(1)
U t
(4)
U ... U t
(n)
menunjukkan sampel lengkap dan berurutan dari
fungsi distribusi #(t6V) . anggap ) sebagai waktu total yang dihasilkan pada umur
oleh satu kerusakan pada waktu kurang dari atau sama dengan t. /aka harga 000
pada waktu t
i
manapun didefinisikan sebagai "
) (t
i
6 V
i
) E

1
0
dt ) V 6 t ( @ n
imana ) (t
0
6 V
0
) E 0. 000 0ransform yang telah diskalakan di definisikan
sebagai "
W(ui) E
) Vn 6 tn ( )
) Vi 6 t ( )
! i E 1!4! ...n
Perhitungan *elang Waktu Perawatan "otal "ie on "est (""") Plotting
1ntuk melakukan perhitungan selang waktu perawatan data yang digunakan
adalah data kerusakan masa lalu. Perhitungan selang waktu perawatan dihitung
menggunakan metode 000&plotting! yaitu dengan menghitung nilai distribusi
fungsi #(t) dan nilai 000 yang diskalakan (W
i
). =angkah&langkah dalam
melakukan 000 plotting "
1. #ungsi reliability diestimasi menggunakan product limit (kaplan meier!
19?3) dengan rumus "
R
't(
E
+

j
1 j n
j n
;6
4. /enghitung fungsi distribusi dengan menggunakan rumus "
-
't(
E 1 X @ (t)
;. /enghitung nilai 000 dengan rumus "
) (t
i
) E

i
1 j
1 j 1 j j
) t ( @ ) t t ( n
! untuk iE 1!4!...!n
>. /enghitung 000 transform dengan rumus "
W (u
i
) E
) tn ( )
) ti ( )
?. )etelah mengetahui nilai distribusi fungsi -
't(
dan nilai 000 yang
diskalakan (W
i
) maka kedua nilai tersebut di plot untuk men%ari nilai
selang waktu perawatan yang optimum.
6. (erdasarkan hasil plot tersebut ditarik garis dari titik (&%2a ! 0) dengan
kemiringan terbesar yang memungkinkan agar bersinggungan dengan 000
plot pada suatu titik tertentu. 0itik inilah yang merupakan titik yang
memiliki nilai t
i
yang menunjukkan selang waktu perawatan yang
optimum.
Perhitungan bia+a perawatan
(erdasarkan hasil perhitungan menggunakan metode 000 plotting dapat diperoleh
selang waktu perawatan yang meminimasi biaya perawatan. <stimasi biaya
perawatan yang dihasilkan untuk selang waktu tersebut dapat dihitung
menggunakan rumus "

+ +

n
1 i
1 j 1 j j
p
) t ( @ ) t t (
) t ( # a 5 %
) t ( 5
Bilai % menunjukkan biaya perawatan yang diren%anakan (planned maintenance
cost)! yang termasuk dalam biaya perawatan yang diren%anakan ini adalah biaya
yang rutin dikeluarkan oleh pabrik untuk perawatan mesin seperti pen%u%ian
mesin! dan pemberian oli serta grease. )edangkan nilai a merupakan
menunjukkan biaya perawatan yang tidak diren%anakan (unplanned maintenance
cost) seperti penggantian part2komponen yang rusak.
alam melakukan pemilihan model perlu diperhatikan beberapa alasan yang dapat
mempengaruhi pemilihan! diantaranya "
;,
Pertimbangan sifat non/repairable dari komponen dimana pada komponen
tidak dapat dilakukan tindakan penggantian perbagian yang rusak saja
melainkan dilakukan penggantian keseluruhan.
Pertimbangan harga komponen dimana komponen yang akan diganti harus
dipertimbangkan harganya! karena akan dapat berpengaruh pada
pengeluaran perusahaan yang berakibat pada peningkatan ongkos
produksi.
Pertimbangan faktor persiapan (availability). 8al ini tidak bisa dipenuhi
oleh model block replacement (interval replacement)! karena pada model
tersebut dapat terjadi kemungkinan total ongkos yang besar sebagai akibat
seringnya dilakukan penggantian komponen baik disebabkan oleh
kerusakan atau penggantian pen%egahan! walaupun komponen tersebut
baru diganti. )emetara pada model age replacement bila terjadi kerusakan
maka akan dilakukan kembali penentuan waktu bagi penggantian
komponen berikutnya.