Anda di halaman 1dari 18

BAB I

PENDAHULUAN
Kesehatan gigi perlu ditingkatkan karena tingginya tingkat kehilangan gigi. Gigi
molar satu tetap yang hilang sebelum waktunya dapat mempengaruhi efek jangka panjang
pada oklusi, sehingga penggantian gigi geligi yang sudah tidak bisa diperbaiki lagi dapat
bermanfaat. Implan gigi adalah metode yang menjanjikan untuk penggantian gigi yang
tidak dapat diperbaiki lagi. Akan tetapi, mengingat tingginya biaya implan gigi,
autotransplantasi dari molar ketiga dapat merupakan alternatif yang cocok untuk
penggantian gigi yang sudah tidak dapat diperbaiki lagi. Autotranplantasi gigi dengan
metode bedah berguna untuk menggantikan gigi yang tidak dapat diperbaiki lagi dan
memiliki tingkat ketahanan yang tinggi dalam jangka panjang. Selain itu,
autotransplantasi gigi dapat dilakukan segera setelah ekstraksi gigi yang sudah tidak dapat
dipertahankan lagi. Dalam hal ini, resipient site dapat dengan mudah disesuaikan dengan
gigi donor, dan penyembuhan luka dan perbaikan fungsi dari gigi autotransplantasi lebih
cepat dibandingkan implan gigi.

BAB II
AUTOTRANSPLANTASI LANGSUNG GIGI MOLAR TIGA MANDIBULA
DI NEGARA CINA
1
Obyektif: Autotransplantasi gigi adalah metode bedah yang berguna untuk mengganti gigi
yang sudah tidak dapat diperbaiki lagi. Kami melaporkan pengalaman kami dalam
penggantian gigi molar mandibula yang tidak dapat diperbaiki lagi dengan cara
autotransplantasi langsung pada populasi di negara !ina.
Desain Stui: "iga puluh lima gigi geligi molar ketiga mandibula dengan apeks terbuka atau
tertutup dari #$ pasien dilakukan autotransplantasi pada resipien gigi molar yang sama atau
kontralateral segera setelah ekstraksi gigi molar mandibula yang tidak dapat diperbaiki lagi.
%erawatan saluran akar dilakukan secara rutin pada molar dengan apeks tertutup sebulan
setelah bedah dilakukan. %emeriksaan klinis dan radiografi pada molar yang ditransplantasi
dilakukan setelah bedah.
Hasi!: Dua gigi diekstraksi karena mengalami resorpsi akar yang progresif. %ada ## gigi lain
yang di autotransplantasi tidak menunjukkan adanya gejala dan dapat berfungsi setelah
periode tindak lanjut rata&rata pada ',( tahun. "idak ada infeksi, ankylosis, hilangnya
transplantasi, atau resorpsi akar tercatat pada gigi geligi autotransplantasi yang lain.
"esi#$u!an: Autotransplantasi langsung pada gigi molar ketiga mandibula merupakan
sesuatu yang layak dan dapat sebagai perawatan alternatif untuk mengganti gigi yang sudah
tidak dapat diperbaiki di negara !ina. )*ral Surg *ral +ed *ral %athol *ral ,adiol -ndod
(../.0$#1&$$.2
+eskipun !ina telah mengalami pertumbuhan ekonomi dalam #. tahun terakhir,
kesehatan gigi perlu ditingkatkan karena tingginya tingkat kehilangan gigi. Karena gigi molar
satu tetap yang hilang sebelum waktunya dapat mempengaruhi efek jangka panjang pada
oklusi, sehingga penggantian gigi geligi yang sudah tidak bisa diperbaiki lagi dapat
bermanfaat. Implan gigi adalah metode yang menjanjikan untuk penggantian gigi yang tidak
dapat diperbaiki lagi. Akan tetapi, mengingat tingginya biaya implan gigi, autotransplantasi
dari molar ketiga dapat merupakan alternatif yang cocok untuk penggantian gigi yang sudah
tidak dapat diperbaiki lagi, terutama di negara yang sedang berkembang seperti !ina.
Autotranplantasi gigi dengan metode bedah berguna untuk menggantikan gigi yang tidak
dapat diperbaiki lagi dan memiliki tingkat ketahanan yang tinggi dalam jangka panjang.
Selain itu, autotransplantasi gigi dapat dilakukan segera setelah ekstraksi gigi yang sudah
tidak dapat dipertahankan lagi. Dalam hal ini, resipient site dapat dengan mudah disesuaikan
dengan gigi donor, dan penyembuhan luka dan perbaikan fungsi dari gigi autotransplantasi
lebih cepat dibandingkan implan gigi.
Sayangnya, autotransplantasi gigi belum dianggap sebagai pilihan perawatan yang
layak di negara !ina, bahkan ketika ditemukan impaksi gigi molar ketiga pada pasien, karena
hanya terdapat sedikit penelitian mengenai autotransplantasi gigi. *leh karena itu, kami
melakukan autotransplantasi langsung pada molar ketiga mandibula untuk menggantikan
molar mandibula yang sudah tidak dapat diperbaiki lagi dan meringkaskan pengalaman kami
dalam autotransplantasi gigi.
A% PASIEN DAN METODE
%enelitian terdiri dari #$ pasien dimana telah dilakukan autotransplantasi dengan
jumlah total #' gigi molar ketiga madibula. 3sia rata&rata dari (4 wanita dan 1 laki&laki
pada saat transplantasi adalah ($ tahun )berkisar antara 1&#5 tahun2, dan periode follow-
up untuk semua gigi geligi adalah ',( tahun )berkisar antara & tahun2.
"iga puluh lima molar ketiga mandibula ditransplantasikan ke resipien gigi molar
yang sama atau kontralateral segera setelah ekstraksi gigi molar yang sudah tidak dapat
diperbaiki lagi. "ahap perkembangan dari autotranplantasi molar adalah ' atau 1.
"erdapat gigi molar donor dengan 1 apeks terbuka dan 5 apeks tertutup untuk
autotransplantasi. ,adiografi digunakan untuk menentukan kemampuan adaptasi antara
gigi molar donor dan tempat resipien.
%rosedur operasi sama seperti metode "sukiboshi dengan sedikit modifikasi.
%rosedur ini dijelaskan secara singkat sebagai berikut. Setelah ekstraksi gigi yang sudah
tidak dapat diperbaiki lagi, tempat resipien dipreparasi sesuai dengan ukuran gigi donor
dengan surgical round bur dengan kecepatan rendah. Kemudian molar dari donor
diautotransplantasi ke tempat resipien setelah di ekstraksi tanpa traumatik. Gingi6al flap
ditutup erat disekitar gigi molar donor )Gambar 2. 7iksasi kawat digunakan hanya ketika
stabilisasi awal tidak dapat diperoleh )Gambar (2. Kemudian lakukan occlusal adjustment
bila diperlukan. Semua pasien diberi antibiotik oral, instruksi tentang kebersihan oral, dan
diet lunak selama minggu pertama paska operasi.
8ahitan dan wire )jika digunakan2 dibuka setelah minggu. %erawatan saluran
akar dilakukan secara rutin pada molar apikal yang tertutup dan dilakukan pada molar
dengan apikal terbuka jika terdapat inflamasi resorpsi pada pemeriksaan radiografi.
%asien di follow-up pada ( minggu, bulan, # bulan, 1 bulan, dan tiap tahun setelahnya.
Keberhasilan dinilai oleh kriteria berikut0 Gigi tersebut tetap berada di soketnya
tanpa ada rasa ketidaknyamanan/ pengunyahan cukup memuaskan/ tidak ada kondisi
patologis terlihat pada radiografi, dan lamina dura tampak normal pada radiografi.
B% HASIL
Sebanyak #' gigi molar yang diautotransplantasi selama periode tahun. 9asil
dari donor gigi molar diringkas dalam "abel . Dua gigi molar donor dengan apeks
tertutup diekstraksi karena absorpsi akar progresif, dan gigi molar donor yang lainnya
tetap dalam soket tanpa ada ketidaknyamanan dan pengunyahan yang memuaskan. Dua
molar donor dengan apeks terbuka di diagnosa dengan infeksi pulpa dan berhasil dirawat
dengan perawatan saluran akar. :amina dura yang utuh terlihat pada gambaran radiografi
pada semua gigi molar donor dengan apeks terbuka. %enutupan apeks ditemukan pada
gigi molar donor dengan apeks terbuka )Gambar #2. Delapan gigi molar donor dengan
apeks tertutup yang tidak dilakukan perawatan saluran akar secara rutin di diagnosa
dengan infeksi pulpa. Dalam hal ini, digunakan dressing kalsium hidroksida )!a)*92
(
2
dan ketika gejala sudah menghilang, dilakukan obturasi pada saluran akar dengan gutta&
percha dan di tumpat. :amina dura yang utuh terlihat pada 1 gigi molar ini )Gambar $2,
dan ( gigi molar diekstraksi karena resorpsi akar progresif.
C% PEMBAHASAN
"ujuan utama autotransplantasi gigi adalah untuk mengembalikan gigi secara
fungsional. +eskipun autotransplantasi langsung gigi molar ketiga mandibula dapat
dilakukan dengan mudah tanpa operasi tulang tambahan, namun prognosisnya tidak
dijamin. ;eberapa faktor seperti manipulasi akar dan soket secara hati&hati, stabilisasi
gigi yang diimplan, dan perawatan paska operasi, merupakan faktor penting untuk
meningkatkan prognosis perawatan ini.
%rognosis dari gigi geligi yang di autotransplantasi difasilitasi oleh pemeriksaan
histologi, dengan penyembuhan termasuk penyembuhan pulpa dan penyembuhan
jaringann periodontal. "elah ditunjukkan bahwa #. hari setelah autotransplantasi gigi
terdapat jaringan baru yang terdiri dari jaringan ikat yang terorganisir dan ter6askularisasi
dengan baik dapat tumbuh ke dalam gigi dan suplai pembuluh darah yang cukup dapat
menjamin kelangsungan hidup dari sel&sel pulpa.
<amun, ini hanya berlaku untuk gigi geligi dengan apeks terbuka. ,e6askularisasi
pada gigi geligi dengan apeks tertutup biasanya tidak diharapkan. <ekrosis pulpa terjadi
lebih sering pada gigi geligi dengan apeks tertutup dan menyebabkan inflamasi resorpsi
akar. Selanjutnya, gigi geligi donor dengan apeks terbuka mempunyai tingkat
keberhasilan yang lebih baik daripada gigi geligi donor dengan apeks tertutup. *leh
karena itu, strategi perawatan untuk gigi geligi dengan apeks terbuka dan apeks tertutup
harus berbeda.
+isalnya, "sukiboshi menyarankan pada gigi yang sedang tumbuh, pemeriksaan
radiografi harus digunakan untuk melihat resorpsi inflamasi dan perawatan saluran akar
harus dimulai jika terlihat adanya tanda&tanda infeksi pulpa. Sedangkan pada gigi yang
telah tumbuh sempurna, perawatan saluran akar harus selesai sebelum operasi atau (
minggu setelah operasi. %ada penelitian ini, infeksi pulpa terjadi pada ( gigi molar donor
dengan apeks terbuka dalam waktu # bulan setelah operasi, dan gigi geligi ini dirawat
dengan perawatan saluran akar dan mendapatkan prognosis yang baik. Di sisi lain, dalam
penelitian ini, gigi molar donor dengan apeks tertutup dirawat secara rutin dengan
perawatan saluran akar dalam waktu bulan setelah operasi.
%erawatan saluran akar selama prosedur bedah tidak dianjurkan, karena akan
meningkatkan resiko resorpsi akar. %ada penelitian ini, infeksi pulpa terjadi pada 4 gigi
dimana perawatan saluran akar tidak dilakukan secara rutin. Gigi geligi yang terinfeksi
sulit dirawat dan digunakan dressing !a)*92
(
untuk meredakan gejala&gejala infeksi
pulpa. <amun, dibutukan waktu yang cukup lama untuk dressing !a)*92
(
meredakan
gejala&gejala tersebut, dan dalam beberapa kasus resorpsi akarnya progresif. Dalam studi
ini, ( gigi molar diberi dressing !a)*92
(
diekstraksi karena resorpsi akar yang progresif.
%enyembuhan jaringan periodontal biasanya selesai setelah 4 minggu dan ruang
yang kontinu disekitar akar terlihat secara radiografi, dengan tidak adanya resorpsi akar
dan lamina dura yang utuh. Ankylosis berhubungan erat dengan kerusakan pada
permukaan akar saat bedah, dan adanya jaringan ligamen periodontal yang utuh dan baik
pada permukaan akar adalah salah satu faktor yang terpenting untuk menjamin
penyembuhan tanpa adanya kasus ankylosis. +isalnya, ankylosis terjadi pada gigi dengan
cedera sementum, menunjukkan bahwa sementum penting untuk regenerasi ligamen
periodontal.
*leh karena itu, preser6asi ligamen periodontal pada gigi autotransplantasi adalah
langkah yang penting untuk menghindari adanya ankylosis. :amanya periode extra-
alveolar tampaknya memberi pengaruh terhadap ligamen periodontal, meningkatkan
pengembangan ankylosis. 3mumnya, gigi donor ditanam ke tempat resipien segera atau
ditempatkan pada soket aslinya dahulu sebelum ditanam ke tempat resipien. Dalam
penelitian ini, ligamen periodontal dipreser6asi dengan ekstraksi gigi molar donor tanpa
traumatik. Seperti yang telah dijelaskan di atas, kami melakukan perawatan saluran akar
secara rutin setelah bedah molar dengan apeks tertutup untuk mengurangi periode extra-
alveolar dan kemungkinan merusak ligamen periodontal.
%enutupan yang rapat pada flap gingi6al sekitar gigi donor merupakan langkah
penting yang lain. "sukiboshi menyarankan bahwa prosedur ini akan memperoleh
reattachment ligamen periodontal ligamen dan mungkin dapat memblokir in6asi bakteri
ke dalam bekuan darah di antara gigi donor dan soket. Ia juga menyarankan bahwa
prosedur ini dapat dilakukan sebelum gigi donor diposisikan ke tempat resipien. Kami
menjahit flap gingi6al setelah gigi donor diposisikan ke tempat resipien, karena mudah
untuk menjahit flap gingi6al disekitar gigi donor. Selanjutnya, soket memerlukan
penyesuaian lebih lanjut dan gigi molar donor harus dikeluarkan dan hal ini dapat
merusak ligamen periodontal dan memperpanjang periode extra-alveolar dari gigi molar
donor.
Stabilitas awal mempengaruhi prognosis, karena stabilitas awal yang cukup dapat
menghindari terjadinya dislokasi gigi geligi autotransplantasi. 7iksasi dengan splint dan
jahitan telah digunakan untuk menstabilkan gigi geligi autotransplantasi. <amun,
penelitian semakin menunjukkan bahwa splint yang kaku mempunyai efek negatif pada
prognosis gigi geligi donor. Sebagai contoh, sebuah studi eksperimental gigi
autotransplantasi pada spesies Kera menunjukkan bahwa splinting memberikan efek yang
merugikan pada penyembuhan pulpa dan periodontal.
Sebuah studi klinis pada =1 gigi molar ketiga imatur yang diautotransplantasi
menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam ankylosis dan nekrosis pulpa setelah
fiksasi yang kaku digunakan selama $ minggu dibandingkan splinting jahitan selama
minggu. +emang, fiksasi yang kaku berkepanjangan pada molar ketiga imatur yang
diautotransplantasi mempunyai pengaruh negatif yang signifikan pada panjang akhir akar
dan penambahan panjang akar, terutama pada transplantasi pada tahap awal
perkembangan. Akkocaoglu dan Kasaboglu menyarankan bahwa stabilitasi gesekan
dengan gigi geligi tetangga harus aman tanpa metode fiskasi apapun dan harus ada
adaptasi yang baik dari akar dengan tulang penerima jika dimensi mesiodistal gigi yang
ditransplantasi itu sama dengan daerah resipien.
+enurut pengalaman kami, umumnya tidak sulit untuk mendapatkan stabilitas
gigi geligi autotransplantasi jika ukuran gigi donor dan resipiennya sama. <amun, karena
6ariabilitas dari molar ketiga, stabilitas awal sulit dicapai tanpa fiksasi tambahan pada
beberapa pasien, bahkan ketika perkembangan akar telah sempurna atau panjang akar
telah cukup. %ada situasi ini, fiksasi sangat penting dan kami menggunakan kawat
fleksibel untuk menstabilkan gigi molar donor dan melepaskan kawat tersebut minggu
setelah bedah. Kami percaya bahwa kemudahan dan jangka pendek adalah aturan untuk f
Secara keseluruhan, hasil kami menunjukkan bahwa autotransplantasi langsung
pada gigi molar ketiga madibula adalah perawatan alternatif dan layak untuk
menggantikan gigi yang sudah tidak dapat diperbaiki lagi di negara !ina.
BAB III
TIN&AUAN PUSTA"A
A% Pen'e(tian
"ransplantasi adalah pencangkokan jaringan yang diambil dari tubuh pasien itu
sendiri atau dari yang lain/ disebut juga graft, grafting, dan transplant.
(
B% Ma)a#*#a)a# T(ans$!antasi
"ransplantasi berdasarkan sumbernya dibagi atas0
+
a.
Autogenous transplants
#,$,'
8uga dikenal sebagai autograft atau self graft. +erupakan pencangkokan
menggunakan jaringan dari indi6idu yang sama. "ransplantasi yang digunakan
saat ini di bagian bedah mulut adalah0
"ulang
"ulang rawan
Kulit
Gigi
+ukosa
b.
Homogenous transplants
#,$
+erupakan pencangkokan yang diambil dari indi6idu lain dalam spesies yang
sama. "ransplantasi ini dibagi menjadi (, yaitu0
Allograft atau allogeneic homografts, didapatkan dari pendonor yang tidak
ada hubungan kekerabatan dengan penerima donor.
Isograft atau isogeneic homografts, didapatkan dari pendonor yang
memiliki hubungan kekerabatan dengan penerima, contoh0 subyek
manusia dengan saudara kandung.
c.
Heterogenous transplants
#,$
8uga disebut xenograft, merupakan graft yang diambil dari spesies lain.
C% T(ans$!antasi Aut,'en,us Gi'i
"ransplantasi gigi manusia dari satu indi6idu ke indi6idu yang lain telah
digambarkan sebagai suatu kemungkinan yang teoritis dalam teks&teks buku Dental
Surgery and Pathology pada awal tahun 5'#. Setelah perkembangan waktu,
transplantasi gigi menjadi perbincangan yang kontro6ersi tentang etika dan moral,
pengetahuan tentang perbaikan, regenerasi dan penolakan jaringan, kemungkinan
infeksi silang bakteri dan penularan penyakit dari gigi pendonor pada homogenous
dan heterogenous transplantasi gigi. <amun, transplantasi gigi dapat berasal dari
dirinya sendiri )autogenous2 sehingga hal yang menjadi kontro6ersi tersebut dapat
dihindarkan.
1
"ransplantasi autogenous gigi telah dilakukan dengan berhasil selama
beberapa tahun terakhir seiring dengan perkembangan teknik bedah transplantasi.
"ransplantasi autogenous gigi dapat dilakukan dalam berbagai kondisi klinis gigi, hal
ini dihubungkan dengan pemilihan teknik bedah yang akan mempengaruhi hasil akhir
dari tindakan bedah. "ipe dasar dari 6ariasi transplantasi autogenous gigi adalah
sebagai berikut0
#
a Surgical !epositioning
%rosedur bedah ini memaksa gigi secara tor>ue dan berpindah ke arah yang baru
setelah sebelumnya dilakukan osteotomi untuk mempersiapkan space tulang
al6eolus untuk tempat reposisi gigi.
b !eimplantation
%rosedur untuk mengembalikan gigi yang a6ulsi atau gigi yang terekstraksi
dikembalikan pada tulang al6eolusnya. Dalam kasus reimplantasi gigi yang a6ulsi
pada gigi dengan akar belum terbentuk sempurna diharapkan dapat
mempertahankan pulpa dalam keadaan 6ital dan tetap dapat berfungsi.
c "ooth "ransplantation
%rosedur melibatkan transplantasi gigi asli yang dipindahkan secara utuh dari
socket pendonor dan ditransplantasikan ke posisi yang lain )biasanya dari gigi
molar tiga ke posisi molar pertama2, seperti telah digambarkan oleh 9ale, dkk.
+enyeleksi suatu kasus merupakan hal yang penting. %anjang akar yang
optimal kira&kira #&'mm dari apikal ke mahkota. "eknik yang dapat diterima
untuk mempersiapkan recipient soc#et site untuk mentransplantasi gigi yaitu
dengan melebarkan socket dan menghilangkan tulang interseptal dengan bur.
9indarkan kerusakan jaringan lunak dari kantung akar )root sac2 selama
instrumentasi. Gigi donor ditempatkan pada recipient site dibawah oklusi dan
stabilkan dengan splint akrilik atau dengan ligature wire melintasi oklusal gigi
donor. "eknik lain, tidak ditempatkan splint akrilik maupun ligature wire atau
gingival pac#.
#
%rosedur transplantasi gigi molar # mengalami keberhasilan lebih dari
'.? dari total kasus selama ' tahun.
#,'
Kegagalan pembentukan akar gigi
setelah transplantasi dapat terbentuk se>uela, namun transplantasi gigi dapat
menjadi stabil dengan membran periodontal sehat dan tetap bertahan selama
beberapa tahun, bahkn pada saluran akar yang sempit. ,esorpsi akar terjadi
pada sekali waktu pada gigi mature maupun pembentukan akar yang belum
sempurna.
#
7enomena resorpsi akar pada transplantasi gigi secara umum dianggap
oleh beberapa peneliti berhubungan dengan degradasi dari material organik
pada akar tersebut selama transplantasi. %endapat lain menyatakan bahwa
keberadaan ligament periodontal pada akar gigi akan menghalangi resorpsi
akar dan melindungi permukaan akar dari lisis. %ada studi penemuan, gigi
yang ditransplantasikan saling berhubungan dengan tulang pada sekeliling
akar gigi transplantasi, sehingga penyelidikan ini gagal menunjukan bahwa
periodontal membran utuh dan sekeliling tulang periradikular tetap kuat dari
kemungkinan resorpsi akar akibat transplantasi gigi. +eskipun subjek telah
dilakukan in6estigasi secara luas, masih diperlukan banyak penelitian untuk
sistem imun, fisiologi dari perbaikan tulang, dan resorpsi tulang sebelum ada
peningkatan tanda klinis.
#
"eknik transplantasi gigi molar tiga.
A0 Gambar gigi molar satu yang akan digantikan dengan molar tiga.
D,-0 Dilakukan pengangkatan gigi molar tiga.
70 %enempatan molar tiga pada resipient site dibawah permukaan oklusal gigi tetangga )sebelumnya
telah dilakukan ekstraksi gigi molar satu2.
G,90 %emasangan ligature wire menyilang pada oklusal gigi donor.
I0 Ditutup dengan gingival pac#
)"ooth transplantation, courtesy of
www.dent.cmu.ac.th@thai@surg@student$@...@ tooth A transplantation .%%"2
Semua prosedur diatas biasanya digunakan pada gigi yang bentuknya
tidak sempurna dengan apeks terbuka dan jaringan pulpa 6ital yang dapat
membentuk dentin. <amun teknik diatas dapat juga dilakukan pada gigi yang
bentuknya sempurna dengan perawatan saluran pulpa.
#
"ransplantasi gigi tidak begitu berhasil seperti transplantasi intensional
karena faktor imunologik. Meas!e( menyatakan, Bautotransplan gigi lebih
berhasil daripada alotranspan, pada semua spesiesC. Autotransplantasi adalah
metode pilihan. Alotransplantasi masih dianggap suatu prosedur eksperimental
dengan angka penolakan relatif tinggi )'.?2. -,n', membandingkan
perubahan&perubahan pada autogenus dan homogenus transplan pada kera.
+eskipun perbedaan kecil antara keduanya yang terlihat pada kera selama
seminggu pertama, transplan autologenus akhirnya mengalami perbaikan,
sedangkan pada transplan homogenus terus memburuk.
$
bef,(e afte(
"ooth transplantation
!ourtesy of0 http0@@www.bekkoame.ne.jp@Dtoshiich@indeEe.html
%rognosis untuk autogenous transplantasi gigi dari gigi unerupted umumnya
baik, bukan hanya penyatuan dari al6eolus, tapi juga berkurangnya masalah
histoincompability. ;eberapa faktor yang dapat mempengaruhi hasil adalah ekstraksi
gigii atraumatik dari gigi donor yang melindungi struktur akar, immobilisasi yang
baik pada gigi donor )jahitan ketat2, dan perkembangan akar setelah dilakukan
autotransplantasi yang memungkinkan pembentukan kembali persarafan dan
6askularisasi pulpa.
'
BAB I.
PEMBAHASAN
DA-TAR PUSTA"A
. Fan, G, dkk. Immediate autotransplantation of mandibular third molar in !hina. *ral
surgery, oral medicine, oral pathology, oral radiology, endodontology. (../ .0$#1&
$$..
(. Dorland, HA<. Kamus kedokteran dorland. -disi (5. (..(. 8akarta 0 -G!. %. ((='.
#. Archer, H. 9arry. *ral and maEillofacial surgery. 7ifth edition. 5='. %hiladelphia0
H;. Saunders !ompany. %. '(&('.
$. Grossman I. :ouis, dkk. Ilmu endodontik dalam praktek. -disi kesebelas. 55'.
8akarta0 -G!. %. #=&(.
'. +andibular third autotransplantation0 literature ri6iew with clinical cases. A6ailable
at0 http0@@www.cda&adc.ca@8AD!@6ol&=.@issue&@=1.pdf. Agustus, (..
1. <oble, H. 9enry. "ooth transplantation0 a contro6ersial story. (..(. A6ailable at0
http0@@www.rcpsg.ac.uk@hdrg@(..(oct$.htm. Agustus, (..
Refe(at O(a! Su('e(y
AUTOTRANSPLANTASI LANGSUNG GIGI MOLAR TIGA MANDIBULA
DI NEGARA CINA
D,sen Pe#bi#bin' :
D('% Ika Ratna Mau!ani/ S$%BM
An'',ta :
9elen )(..&1&.4$2
9epi 7ajar +eisawati )(..&1&.4'2
+irna Ariyanti )(..&1&.412
,A. FaniI Sukmanusa )(..&1&.4=2
,udy Iskandar )(..&1&.442
Siska %uspita )(..&1&.452
-aku!tas "e,kte(an Gi'i
Uni0e(sitas P(,f% D(% M,est,$, 1Be(a'a#a2
&aka(ta Se!atan
3411