Anda di halaman 1dari 18

1. Pengertian anamnesis !

Anamnesis adalah suatu tehnik pemeriksaan yang dilakukan lewat suatu


percakapan antara seorang dokter dengan pasiennya secara langsung atau dengan
orang lain yang mengetahui tentang kondisi pasien, untuk mendapatkan data pasien
beserta permasalahan medisnya.
(http://razimaulana.wordpress.com/2008/12/02/anamnesis/ ditulis oleh dr. Razi
Maulana di unduh tanggal 2 desember 2008 )
2. Pengertian autoanamnesis !
autoanamnesis yaitu anamnesis yang dilakukan langsung terhadap pasiennya.
Pasien sendirilah yang menjawab semua pertanyaan dokter dan menceritakan
permasalahannya.
(http://razimaulana.wordpress.com/2008/12/02/anamnesis/ ditulis oleh dr. Razi
Maulana di unduh tanggal 2 desember 2008 )
3. Pengertian alloanamnesis !
Alloanamnesis adalah anamnesis atau informasi yang di dapat dari orang lain,
biasanya dilakukan pada pasien yang tidak sadar, sangat lemah atau sangat sakit untuk
menjawab pertanyaan, atau pada pasien anak-anak.
(http://razimaulana.wordpress.com/2008/12/02/anamnesis/ ditulis oleh dr. Razi
Maulana di unduh tanggal 2 desember 2008 )
4. Berapakah pembagian ruangan pada perinatologi ?
a. Pelayanan Perinatologi Level I ( L1 )
Rawat bersama : ibu-bayi rawat gabung
- Di tingkat komunitas
Di rumah (home care ) supervisi oleh bidan desa
Di Polindes, di desa/ desa siaga : oleh bidan desa
Di PKM / PKM PONED
- Di tingkat rujukan : RS kelas D, C, B dan A
Bayi baru lahir di RS dirawat bersama ibu/ rawat gabung/ rooming in

b. Pelayanan Perinatologi Level II ( L 2 )
- Jenis perawatan dapat berupa :
Intermediate Care Unit ( IMCU )
High Care Unit ( HCU )
Tempat di RS kelas D, C, B dan A
Pelayanan Perinatologi L2 rawat gabung, IMCU dan HCU
c. Pelayanan Perinatologi Level III ( L3 )
Meliputi pelayanan L1, L2, dan L3 yaitu :
- Rawat gabung / rooming in
- IMCU / HCU
- NICU
(http://www.hukor.depkes.go.id/up_prod_kepmenkes/ )
5. Setiap ruangan perinatologi merawat bayi apa ?
- Level 1
Kriteria : bayi baru lahir normal dan sehat
Persalinan normal/tindakan tnapa komplikasi
Nilai APGAR 5 menit > 7
Barat lahir 2500 4000 gram
Usia kehamilan (gestasi) : 37-41 minggu
Tanpa kelainan kongenital
Tanpa resiko penyulit : mempunyai antibodi Rhesus, defisiensi G6PD,
ketuban pecah dini, dll
- Level 2
Batasan : semua bayi baru lahir yang memerlukan observasi dan perawatan
selam periode neonatal lebih dari bayi baru lahir normal dan sehat.
BBLR > 1000 gr tanpa komplikasi
BBL > 4000 gr / makrosomia
Nilai APGAR 5 menit : 4 7
Gangguan nafas ringan sedang
Infeksi lokal / sistemik ringan sedang
Kelainan bawaan ringan sampai sedang yang bukan keadaan gawat
Penyulit / komplikasi yang lain tanpa memerlukan perawatan intensif

- Level 3
Batasan : semua bayi baru lahir yang dalam keadaan kritis memerlukan
observaasi ketat dan tindakan intensif.
Berat badan lahir amat sangat rendah (< 1000 gr )
Nilai APGAR 5 / 10 menit < 3
Gangguan nafas berat : RDS berat, MAS berat, Pneumonia berat, sepsis
berat, hernia.
Infeksi berat (sepsis berat dengan tau tanpa komplikasi NEC, DIC )
Meningitis
Kejang neonatus, HIE, bilirubin enchepalopathi, hipoglikemia, tetanus
neonatorum
Kelainan bawaan ringan dengan gawat darurat : fistula trakheaesophagus,
atresia esophagus, gastroskistis, ompalokel berat, TGA minimal,
meningoensefalokel dengan komplikasi minimal.
Bayi baru lahir dengan komplikasi yang memerlukan ventilasi mekanik.
( http://www.hukor.depkes.go.id/up_prod_kepmenkes/ )
6. Jenis-jenis PASI !
7. Apa sajakah kandungan kolostrum ?
- AIR
- KALORI
Nilai energi agak bervariasi dan sekitar 20 kkal/ons atau 0,67 kkal / mL.
- PROTEIN
Berisi 1-1,5 % protein. 65% protein whey, sebagian besar laktalbumin, dan
35% kasein.
- KARBOHIDRAT
Laktosa 6,5 7 %, 10% karbohidrat terdiri atas polisakarida dan glikoprotein.
- LEMAK
Kadar lemak agak bervariasi sesuai dengan diet ibu, selama satu kali
menyusui, kadarnya lebih tinggi pada bagian akhir pemberian minum, yang
dapat ,mengenyangkan bayi pada akhir menyusui.
- MINERAL
Kadar mineral 0,15 0,25 %
- VITAMIN
Kadar vitamin bervariasi sesuai dengan masukan makanan ibu. Asi biasanya
berisi cukup citamin C, jika ibu makan makanan yang sesuai, dan cukup
vitamin D kecuali bila ibu tidak terpapar secara cukup pada cahaya matahari
atau berpigmen gelap.
- DIGESTIBILITAS
( Behrman., Kliegman. & Arvin. 2000. Nelson Ilmu Kesehatan Anak( edisi: 15,
vol 1). Jakarta : EGC. 854 856 )
8. Pengertian Komposmentis !
Kompos mentis adalah pasien sadar sepenuhnya dan memberi respons yang adekuat
terhadap semua stimulus yang diberikan.
(Prof. Dr. Corry S. Matondang, Prof. DR. Dr . Iskandar Wahidiyat & Prof. DR. Dr.
Sudigdo Sastroasmoro. 2003. Diagnosis Fisis pada Anak ( edisi ke - 2).
Jakarta : CV. Sagung Seto. )

9. Sebutkan 2 cara pemeriksaan kesadaran !
CARA PEMERIKSAAN KWANTITATIF
(GLASGOW COMA SCALE )

MEMBUKA MATA
RESPONS VERBAL ( BICARA )
RESPONS MOTORIK ( GERAKAN )


PENILAIAN GLASSGOW COMA SCALE
( GCS )

Pemeriksaan Skala Nilai
Eye Opening Spontan 4
Dipanggil / perintah verbal 3
Rangsang nyeri 2
Tidak ada respon
( Diam )
1

Pemeriksaan Skala Nilai
Verbal Response Orientasi baik 5
Konversi / Jawaban kacau 4
Kata-kata kacau
( Inappropriate )
3
Bersuara tidak berarti
( Incomprehensible )
2
Tidak bersuara 1


Pemeriksaan Skala Nilai
Motor Response Sesuai perintah 6
Lokalisasi / rangsang nyeri 5
Reaksi pada nyeri
( menarik / berlawanan
4
rangsang nyeri )
Fleksi abnormal
( Dekortikasi )
3
Ekstensi
( Deserebrasi )
2
Tidak ada response
( Diam )
1

NILAI :
15 : Composmentis
12-14 : Somnolen
8 - 11 : Soporous
3 - 7 : Coma



CARA PEMERIKSAAN KESADARAN KWALITATIF
( PI TTSBURGH BRAINSTEM SCORE )

Cara ini dapat digunakan untuk menilai refleks brainstem pada pasien koma :


Brainstem reflex Positif Negetif
1. Refleks bulu mata kedua sisi 2 1
2. Refleks kornea kedua sisi 2 1
3. Dolls eye movement/ice water calories 2 1
kedua sisi
4. Reaksi pupil kanan terhadap cahaya 2 1
5. Reaksi pupil kiri terhadap cahaya 2 1
6. Refleks muntah atau batuk 2 1

Interpretasi :
Nilai minimum : 6
Nilai maksimum : 12 ( nilai / skor makin tinggi makin baik )

(http://lea-utakutikotak.blogspot.com/2010/06/sop-pemeriksaan-kesadaran-secara.html di
unduh oleh dr. Taufik hidayat )

10. Apa saja yang di nilai pada pemeriksaan nadi ?
- Laju nadi
Paling baik dihitung pada pasien dalam keadaan tidur, bila tidak mungkin
dilakukan pada anak dalam keadaan tidur, harus diberi catatan keadaan anak
pada waktu nadi diperiksa (bangun tenang, gelisah, menangis, berontak ).
- Irama
Dalam keadaan normal irama nadi adalah teratur. Disritmia (aritmia) sinus
adalah ketidakteraturan nadi yang paling sering dijumpai. Sering terjadi pada
anak diatas 3 tahun, dan makin jelas pada masa remaja.
- Kualitas nadi
Isis perabaan nadi yang normal disebut cukup. Pulsus seler adalah nadi yang
teraba sangat kuat dan turun dengan cepat, akibat tekanan nadi (perbedaan
tekanan sistolik dan diastolik ) yang besar. Keadaan tersebut biasanya disertai
dengan pulsasi kapiler, yang dapat diperiksa dengan cara menekan ujung kuku
dengan ringan (Quinkes pulse).
- Ekualitas nadi
Dalam keadaan normal isi nadi teraba sama pada keempat ekstremitas. Pada
koartasio aorta, nadi pada ekstremitas teraba kuat sedang pada ekstremitas
bawah teraba lemah sampai tak teraba.

(Prof. Dr. Corry S. Matondang, Prof. DR. Dr . Iskandar Wahidiyat & Prof. DR. Dr.
Sudigdo Sastroasmoro. 2003. Diagnosis Fisis pada Anak ( edisi ke - 2).
Jakarta : CV. Sagung Seto. )

11. Apakah kepanjangan dari CDC ?
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (Bahasa Inggris: Centers for
Disease Control and Prevention, disingkat CDC ) adalah badan Departemen
Kesehatan dan Layanan Masyarakat Amerika Serikat yang berbasis di DeKalb
County, Georgia berdekatan dengan kampus Universitas Emory dan sebelah timur
kota Atlanta. Badan ini berfungsi untuk meningkatkan kesehatan dan keamanan
publik dengan menyediakan informasi kesehatan, dan mempromosikan kesehatan
dengan departemen kesehatan negara dan organisasi lainnya. CDC memfokuskan
perhatian nasional pada perkembangan dan pemasukan pencegahan penyakit dan
mengontrol (terutama penyakit infeksi), kesehatan lingkungan, kesehatan dan
keamanan pekerjaan, promosi kesehatan, pencegahan luka dan pendidikan untuk
mewujudkan Amerika Serikat yang sehat.
( http://id.wikipedia.org/wiki/Pusat_Pengendalian_dan_Pencegahan_Penyakit )
12. Bagaimana pemeriksaan lingkaran kepala?
Yang di ukur iyalah lingkaran kepala terbesar. Caranya dengan meletakkan pita
melingkari kepala melalui glabel pada dahi, bagian atas alis mata, dan bagian
belakang kepala pasien yang paling menonjol yaitu protuberansia oksipitalis. Pita
pengukur diletakkan sedemikian rupa hingga kencang melingkari kepala.

(Prof. Dr. Corry S. Matondang, Prof. DR. Dr . Iskandar Wahidiyat & Prof. DR. Dr.
Sudigdo Sastroasmoro. 2003. Diagnosis Fisis pada Anak ( edisi ke - 2).
Jakarta : CV. Sagung Seto. )

13. Sebutkan batas ubun-ubun besar dan batas ubun-ubun kecil !
Ubun-ubun besar : fontanel mayor anterior (ubun-ubun besar / bregma), berbentuk
segi empat merupakan pertemuan sutura sagitalis superior, sutura frontal, dan sutura
koronal. Fontanel anterior akan tertutup sampai usia 18 bulan.
Ubun-ubun kecil : berbentuk segitiga, merupakan pertemuan sutura sagitalis superior
dan sutura lamboidea.
( http :// elisdcabi.blogspot.com/2010.03.anatomi-anak.html)

14. Apa sajakah yang diperiksa pada mulut dan tenggorokan pada bayi baru lahir?
Pemeriksaan meliputi insperksi dan palpasi. Dengan inspeksi dilihat
adanya labio da gnatosikis, adanya gigi atau ranula, yaitu kisat lunak yang
berasal dari dasar mulu, perhatikan lidah apakah membesar seperti pada
Sindrom Beckwith atau selalu bergerak seperti pada Sindrom Down.
Sebelum bayi berumur 2 bulan saliva bayi sedikit. Bila terhadap
hipersalivasi pada BBL perlu dipikirkan kemungkinan atresia esopagus
dengan atau tanpa fistula trakeoesopagus.
Bayi baru lahir jarang mempunyai gigi. Gigi pada bayi baru lahir biasa
dijumpai pada sindrom Ellis-van Creveld, sindrom Hallemann-Strief, dan
sindrom lainnya.
Palatum lunak atau keras harus diperiksa untuk melihat celah atau
tingginya lengkunagn palatum.
Lidah relatif tampak besar, frenulum mungkin pendek (tongue tie).
Bila lidah tidak dapat bergerak pada waktu bayi menetek, frenulum tersebut
harus dipotong.
Tenggorokan bayi sukar di periksa. Walaupun demikian harus
diusahakan untuk memeriksanya agar celah palatum posterior dan uvula tidak
luput dari pengamatan.
( Buku Ajar NEONATOLOGI IDAI 2010, edisi pertama cetakan kedua )

15. Pengertian APGAR score !
Apgar skor adalah suatu metode sederhana yang digunakan untuk menilai keadaan
umum bayi sesaat setelah kelahiran.
(Prawirohardjo, Sarwono. 2006. Ilmu Kebidanan, Jakarta : Yayasan Bina Pustaka
Sarwono Prawirohardjo.)

16. Bagaimana cara penghitungan APGAR score ?
Apgar score merupakan cara sederhana untuk menilai kondisi bayi baru lahir melalui
perhitungan dengan melihat 5 komponen pada janin. Komponen tersebut dinilai
dengan skor 0-2 dimana hasil dari Apgar score bervariasi dari 0-10. Ke-5 kriteria
tersebut adalah :



Perhitungan/skor 0 1 2
Warna kulit biru seluruh tubuh biru pada ekstremitas,
badan kemerahan
kemerahan
Detak nadi tidak ada < 100 > 100
Refleks
iritabilitas
tidak ada respon
terhadap rangsangan
menangis lemah atau
menyeringai ketika
dirangsang
batuk/bersin/ menarik
tangannya ketika
dirangsang
Tonus otot tidak ada Fleksi pergerakan aktif
Pernapasan tidak ada lemah atau ireguler kuat
Apgar score dinilai pada menit ke-1 dan menit ke-5 guna melihat apakah ada
perbaikan setelah dilakukan resusitasi dan pertolongan pertama pada bayi. Apgar
score pada bayi sehat diharapkan 9/10.

(Prawirohardjo, Sarwono. 2006. Ilmu Kebidanan, Jakarta : Yayasan Bina Pustaka
Sarwono Prawirohardjo.)


17. Bagaimana interpretasi hasil APGAR score ?

Jumlah score Interpretasi Catatan

7 10 Normal
4 6 Asfiksia ringan Memerlukan tindakan
medis segera seperti
penyedotan lendir yang
menyumbat jalan nafas
atau pemberian oksigen,
untuk membantu
pernafasan.
0 3 Asfiksia berat Memerlukan tindakan
medis yang lebih intensif
(Prawirohardjo, Sarwono. 2006. Ilmu Kebidanan, Jakarta : Yayasan Bina Pustaka
Sarwono Prawirohardjo.)

18. Kapan saja waktu pemeriksaan APGAR score ?
19. Apakah pengertian KPD ?

20. Pentingnya informasi ibu dengan KPD terhadap penolong bayi !
Pengelolaan Ketuban Pecah Dini (KPD) merupakan masalah yang masih
kontroversial dalam kebidanan. Pengelolaan yang optimal dan yang baku masih
belum ada, selalu berubah. KPD sering kali menimbulkan konsekuensi yang dapat
menimbulkan morbiditas dan mortalitas pada ibu maupun bayi terutama kematian
perinatal yang cukup tinggi. Kematian perinatal yang cukup tinggi ini antara lain
disebabkan karena kematian akibat kurang bulan, dan kejadian infeksi yang
meningkat karena partus tak maju, partus lama, dan partus buatan yang sering
dijumpai pada pengelolaan kasus KPD terutama pada pengelolaan konservatif.
Dilema sering terjadi pada pengelolaan KPD dimana harus segera bersikap
aktif terutama pada kehamilan yang cukup bulan, atau harus menunggu sampai
terjadinya proses persalinan, sehingga masa tunggu akan memanjang berikutnya akan
meningkatkan kemungkinan terjadinya infeksi. Sedangkan sikap konservatif ini
sebaiknya dilakukan pada KPD kehamilan kurang bulan dengan harapan tercapainya
pematangan paru dan berat badan janin yang cukup.
Ada 2 komplikasi yang sering terjadi pada KPD, yaitu : pertama, infeksi, karena
ketuban yang utuh merupakan barier atau penghalang terhadap masuknya penyebab
infeksi. Dengan tidak adanya selaput ketuban seperti pada KPD, flora vagina yang
normal ada bisa menjadi patogen yang akan membahayakan baik pada ibu maupun
pada janinnya. Oleh karena itu membutuhkan pengelolaan yang agresif seperti
diinduksi untuk mempercepat persalinan dengan maksud untuk mengurangi
kemungkinan resiko terjadinya infeksi ; kedua, adalah kurang bulan atau prematuritas,
karena KPD sering terjadi pada kehamilan kurang bulan. Masalah yang sering timbul
pada bayi yang kurang bulan adalah gejala sesak nafas atau respiratory Distress
Syndrom (RDS) yang disebabkan karena belum masaknya paru.
Protokol pengelolaan yang optimal harus memprtimbangkan 2 hal tersebut di atas
dan faktor-faktor lain seperti fasilitas serta kemampuan untuk merawat bayi yang
kurang bulan. Meskipun tidak ada satu protokol pengelolaan yang dapat untuk semua
kasus KPD, tetapi harus ada panduan pengelolaan yang strategis, yang dapat
mengurangi mortalitas perinatal dan dapat menghilangkan komplikasi yang berat baik
pada anak maupun pada ibu.
(http://www.dokterbook.com/2011/12/01/ketuban-pecah-dini/ di tulis oleh dr. Wahyu
R. Haryadie di unduh tanggal 01 Desember 2011)

21. Definisi KPSW !
Ketuban Pecah Dini (KPD) didefinisikan sebagai Pecahnya Ketuban Sebelum
Waktunya(KPSW) melahirkan. Hal ini dapat terjadi pada akhir kehamilan maupun
jauh sebelum waktunyamelahirkan. KPD preterm adalah KPD sebelum usia
kehamilan 37 minggu. KPD yang memanjangadalah KPD yang terjadi lebih dari 12
jam sebelum waktunya melahirkan.
(Rukiyah, Ai Yeyeh. 2009. Asuhan Kebidanan I . Jakarta : CV. Trans Info Media )

22. Berapa kali suntikan TT pada ibu hamil dan berapa dosisnya ?
Imunisasi TT untuk ibu hamil diberikan 2 kali (BKKBN, 2005; Saifuddin dkk,
2001), dengan dosis 0,5 cc di injeksikan intramuskuler/subkutan dalam (Depkes RI,
2000).
(http://putriazka.wordpress.com/2005/04/20/imunisasi-tt-tetanus-toxoid-pada-ibu-
hamil-bumil/ di unduh tanggal 20 April 2005 )
23. Apakah manfaat imunisasi TT pada ibu hamil ?
a. Melindungi bayinya yang baru lahir dari tetanus neonatorum (BKKBN, 2005;
Chin, 2000). Tetanus neonatorum adalah penyakit tetanus yang terjadi pada
neonatus (bayi berusia kurang 1 bulan) yang disebabkan oleh clostridium tetani,
yaitu kuman yang mengeluarkan toksin (racun) dan menyerang sistim saraf pusat
(Saifuddin dkk, 2001).

b. Melindungi ibu terhadap kemungkinan tetanus apabila terluka (Depkes RI, 2000)
Kedua manfaat tersebut adalah cara untuk mencapai salah satu tujuan dari
program imunisasi secara nasional yaitu eliminasi tetanus maternal dan tetanus
neonatorum (Depkes, 2004)
(http://putriazka.wordpress.com/2005/04/20/imunisasi-tt-tetanus-toxoid-pada-ibu-
hamil-bumil/ di unduh tanggal 20 April 2005 )

24. Sebutkan jenis-jenis pernafasan pada bayi baru lahir !
Dalam keadaan normal, tipe pernafasan bayi adalah abdominal atau
diagfragmatik. Kadang-kadang terdapat pernafasan :
- Tipe Cheyne-Stokes : ditandai oleh pernafasan yang cepat dan dalm, diikuti
oelh periode pernafasan yang lambat dan dangkal, serta akhirnya periode
apneu beberapa saat. Pola ini biasanya hilang stetlah bayi berumur beberapa
minggu.
- Tipe Kussmaul adalah tipe pernafasan yang cepat dan dalam, keadaan ini
ditemuakn pada asidosis metabolik seperti dehidrasi, hipoksia, atau keracunan
salisilat.
- Tipe Biot ditandai dengan irama yang sama sekali tidak teratur sama sekali
tidak teratur, dan biasanya merupakan petunjuk, dan biasanya merupakan
petunjuk terdapatnya penyakit susuna saraf pusat seperti ensephalitis atau
poliomielitis bulbaris.
(Prof. Dr. Corry S. Matondang, Prof. DR. Dr . Iskandar Wahidiyat & Prof.
DR. Dr. Sudigdo Sastroasmoro. 2003. Diagnosis Fisis pada Anak ( edisi ke -
2). Jakarta : CV. Sagung Seto. )

25. Sebutkan macam macam bentuk dada patologis !
- Pektus ekskavatum (funnel chest) : sternum bagian bawah serta rawan iga
masuk ke dalam, terutama pada saat inspirasi.
- Pektus karinatum (pigeon chest, dada burung ) : sternum menonjol ke arah
luar, biasanya disertai dengan depresi ventrikel pada daerah kostokondral.
- Barrel chest, toraksemfisematikus:dada berbentuk bulat seperti tong, ditandai
oleh sternum yang terdorong ke arah depan dengan iga-iga horizontal.

(Prof. Dr. Corry S. Matondang, Prof. DR. Dr . Iskandar Wahidiyat & Prof.
DR. Dr. Sudigdo Sastroasmoro. 2003. Diagnosis Fisis pada Anak ( edisi ke -
2). Jakarta : CV. Sagung Seto. )

26. Apa sajakah yang diperiksa pada umbilikus bayi baru lahir ?
Perlu diperhatikan kesegaran tali pusat, ada tidaknya simpul pada tali
pusat. Pada potongan tali pusat diperhatikan apakah ada satu vena dan dua
arteri. Kurang lebih 1% dari neonatus hanya mempunyai satu arteri
umbilikalis dan 15% dari padanya mempunyai satu atau lebih kelainan
kongenital terutama pada sistem pencernaan, urogenital, respiratorik, atau
kardiovaskuler.
(Prof. Dr. Corry S. Matondang, Prof. DR. Dr . Iskandar Wahidiyat & Prof.
DR. Dr. Sudigdo Sastroasmoro. 2003. Diagnosis Fisis pada Anak ( edisi ke -
2). Jakarta : CV. Sagung Seto. )

27.