Anda di halaman 1dari 12

Kita berjumpa dengan gejala kekaburan dimana-mana dalam kehidupan kita sebagai

contoh dalam suatu kelas seorang guru menyuruh para muridnya yang mempunyai
sepeda untuk mengangkat tangannya. Maka dalam seketika kelas itu terbagi 2
kelompok himpunan tegas, yakni kelompok para murid yang mengangkat tangannya
(yakni mereka yang mempunyai sepeda), dan murid yang tidak mengangkat tangannya
(yakni mereka yang tidak mempunyai sepeda). Tetapi kalau guru menyuruh yang
pandai untuk mengangkat tangan, maka akan timbul keragu-raguan diantara para
murid. Dengan perkataan lain, himpunan para murid yang pandai dan himpunan para
murid yang tak pandai seakan-akan dibatasi secara tidak tegas (kabur). Masih banyak
contoh kata / istilah dalam kehidupan sehari-hari yang mengandung ketidak tegasan
seperti, tinggi, mahal, cantik, muda, kotor, dingin, cepat, dll
1
 Suatu logika yang mempergunakan himpunan kabur sebagai
dasarnya yang dapat dikelompokan dalam beberapa bagian

 Suatu cara yang tepat untuk memetokan suatu ruang input ke


dalam suatu ruang output

 Logika Fuzzy terkesan ketidakjelasan, ketidaktepatan, rumit,


keambiguan dan tidak menyenangkan

2
 Sejarah Logika Fuzzy diciptakan oleh Profesor Lotfi Asker Zadeh.
Seorang guru besar pada Universitas Of California, Barkeley, Amerika
Serikat.
 Sejak tahun 1960 Profesor Zadeh telah merasa bahwa sistem analisis
matematik tradisional yang dikenal sampai saat ini bersifat terlalu eksak
sehingga tidak dapat berfungsi dalam banyak masalah dunia yang amat
kompleks
 Pada tahun 1965, Profesor Zadeh mempulikasikan karangan Ilmiahnya
berjudul “Fuzzy Sets”
 Selanjutnya berdasarkan konsep tersebut, Zadeh juga mengembangkan
konsep Algoritma Kabur (1968) yang berlandaskan dari logika kabur
(Fuzzy Logic)
 Perkembangan teori kabur selanjutnya amat ditentukan oleh Aplikasi
logika kabur di berbagai bidang yang berhasil diciptakan

3
 Semula Logika Kabur ditolak mentah-mentah oleh para ilmuan, karena
dicurigai teori yang tidak memiliki dasar-dasar matematika.
 Namun di Eropa dan Jepang teori ini disambut dengan hangat dan diterima
dengan penuh antusiasme
 Tahap perkembangan yang penting terjadi di Inggris pada tahun 1974 saat
E.H. Mamdani dari Universitas London menciptakan suatu mesin Uap
berbasis Logika Kabur
 Tahun 1978 untuk pertama kalinya “Fuzzy Logic” dimanfaatkan dalam dunia
Industri, yaitu untuk mengontrol pembuatan semen
 Tahun 1987 kereta api bawah tanah di sendai, Jepang dibangun dengan
menggunakan ssitem kendali otomotif berbasis Logika Kabur
 Tahun 1986 M. Togai dan H. Watanabe menciptakan Chip VLSI (Very Large
Scale Integration) untuk memproses inferensi Logika Kabur dengan
menggunakan Komputer

4
 Lotfi Asker Zadeh dilahirkan di Baku, Azerbaijan (merupakan
bagian dari Uni Soviet) pada tahun 1921
 Ayahnya seorang wartawan dari Iran, dan Ibunya seorang dokter
berkebangsaan Rusia
 Pada tahun 1942 ia lulus sarjana teknik listrik dari Universitas
Teheran
 Pada tahun 1946 memperoleh gelar M.S dari MIT C
Massachusetts Institute of Technology.
 Oleh teman-temannya Zadeh dijuluki “manusia pensil” (Karena
lebih sering menulis memakai pensil yang bisa dihapus dari pada
pena).
5
 Konsep logika fuzzy mudah dimengerti (konsep matematis yang
mendasari penalaran logika fuzzy sangat sederhana dan mudah
dimengerti)
 Logika fuzzy sangat fleksibel
 Logika fuzzy memiliki toleransi terhadap data-data yang tidak tepat
 Logika fuzzy mampu memodelkan fungsi-fungsi non linear yang
kompleks
 Logika fuzzy dapat membangun dan mengaplikasikan pengalaman-
pengalaman para pakar secara langsung tanpa harus proses latihan.
 Logika fuzzy dapat bekerja sama dengan teknik-teknik kendali secara
konvensional.
 Logika fuzzy didasarkan pada bahasa alami

6
 Teori probabilitas ialah suatu cabang matematika yang sudah
mulai dikembangkan sejak abad 17 untuk menyelidiki gejala
ketidak pastian, dan telah berhasil diterapkan dalam berbagai
bidang
 Kedua teori tersebut menangani gejala ketidak pastian dan
keduanya memiliki nilai dalam selang tertutup (0,1)

 Kedua teori tersebut memang menangani gejala ketidakpastian,


tetapi ketidakpastian yang berbeda jenisnya.

 Teori probabilitas, ketidakpastian keacakan (randomness)

 Teori kabur ketidakpastian kekaburan semantik

7
Salah satu aplikasi logika kabur yang telah berkemang amat luas
adalah sistem inferensi kabur, yakni sistem komputasi yang bekerja
atas dasar penalaran kabur, misalnya :

- SIstem kendali otomatis

- Sistem klasifikasi data

- Sistem pakar

- Sistem pengendalian pola

- Robatika
8
 Sistem pakar untuk diagnosa medis

 Jaringan saraf buatan

 Algoritma genetik

 Pengenalan pola

 Pemrograman Linear

 Himpunan kasar

9
 Sistem komputer : memanfaatkan teori kabur menjadi lebih
fleksibel dan lebih realistik
 Bidang manajemen : untuk pengambilan keputusan

 Bidang teknik sipil : penanganannya memerlukan pertimbangan


dan keputusan yang unik dari para ahlinya
 Bidang matematika : telah dikembangkan cabang-cabang baru
seperti aljabar kabur, topologi kabur, graf kabur, statistika dan
ukuran kabur
 Bidang psikologi : menyelidiki penggunaan istilah-istilah linguistik
dalam berbagai konteks yang berlainan
 dll

10
Teori kabur termasuk disiplin ilmu yang relatif masih muda dan masih
berkembang terus semakin disadari bahwa penyelesaian masalah-
masalah dunia nyata yang rumut ini memerlukan suatu sistem cerdas
yang dapat memanfaatkan pengetahuan, teknik dan metodologi dari
berbagai sumber. Sistem cerdas itu diharapkan dapat berfungsi
seperti kecerdasan manusiawi yang dapat belajar dan menyesuaikan
diri. Berbagai cara telah dikembangkan untuk menciptakan sistem
cerdas semacam itu, salah satunya adalah yang dipelopori oleh
Zadeh sendiri dengan konsepnya yakni diberi nama komputasi lunak
(soft computing). Ialah sistem komputasi yang memberi tempat pada
ketidakpastian dan kekaburan dunia nyata dan memakai otak
manusia sebagai model utamanya
11
Pengembangan logika kabur tentu masih menghadapi banyak
kendala dan tantangan tetapi bagaimana juga kemampuannya untuk
menangani dunia nyata yang penuh dengan kekaburan itu masih
lebih baik dari pada logika dwinilai yang tradisional sebab “Logika
kabur saat ini merupakan salah satu solusi paling sederhana apabila
yang tersedia hanyalah informasi yang tidak tepat, subjekstif, dan
tidak pasti. Tidaklah berlebihan apabila para ahli meramalkan teori
kabur mempunyai masa depan yang cerah, dan memiliki potensi
yang besar untuk memberikan kondisi dalam pengembangan IPTEK
(Ilmu Pengetahuan dan Teknologi)

12