Anda di halaman 1dari 10

ETIKA PROFESI

Fieldtrip: 28/9/2012
Latar balakang bapak gunadi, arsitek, lalu belajar manajemen, dan sekarang dibidang eksibision.
Bagaimana sikap sebagai desainer eksibision, agar menunjukkan karya atau hasil kepada klien,
supaya berbeda dengan desainer lan? Bagaimana berprofesi sebagai desainer?
Pada waktu memasuki universitas, tidak mengerti harus memilih teknik sipil atau arsitek, ketika itu
bertemu orang tua yang memiliki anak yang kuliah di sipil/ arsitek, bahwa banyak mempelajari
hitung-hitungan.
kalau memilih profesi, sebenarnya suatu ketika harus memiliki satu pekerjaan, penting memilki
konsistensi pada satu titik pekerjaan, mencoba menyukai apa yang dilihat dan harus bisa
mempelajari sesuatu untuk masa depan.
Dalam arsitek ga cukup hanya dengan belajar dari dosen dan universitas, hanya 40% yang diterima
atau dipelajari dari universitas. Pengetahuan yang diserap-kurang.Baca buku sebanyak
mungkin,sering membuka internet.
Jangan membatasi diri dengan pure art- seperti pelukis hanya menggambar saja. Kalian harus
master dibidang kalian masing-masing.
Applied art-harus belajar banyak , banyak baca buku, cari tahu apa yang klien mau untuk menjadi
apa yang akan didesain. Mencoba praktek sendiri, mengetahui apa yang kamu inginkan, semakin
banyak pengetahuan-dapat mengaplikasikan dengan interiornya.
Berpikir menggunakan tangan- melalui sketch book bisa langsung terwujud apa yang didalam
pikiran kalian. Kalau zaman sekarang, berpikir langsung mengandalkan computer.
Kalau kita memiliki sketch book, seperti kebanyakan desainer kalau mempunyai event baru, dia
melakukan flash back lagi, dari gambar-gambar di sketch book mulai dari awal sampai akhir. Seperti
Michael angelo, punya sketch book akan sangat membantu, sedangkan computer harus
mengelompokkan file-file untuk mengetahui letak gambar waktu dulu. (kalau digital susah mencari
tanggalnya).
Didepan klien harus sketsa, klien senang kalau kita langsung sketsa di depan dia secara langsung,
lalu langsung menyepakati desain secara visual.
Bagaimana memperluas wawasan kita?
Setelah konsisten memilih, tambah wawasan kita dengan membaca buku, ada unsur tambahan
kalau orang tua kita arsitek, kalau kita bergaul dengan desainer-desainer ada hal-hal pengalaman
yang didapat.
Pergaulan membuat kita membuka wawasan kita.
Konsisten dan wawasan- memberikan apa yang menjadi ciri khas kalian. Missal zaha hadid. Kamu
sudah tau bagaimana ciri khas karyanya. Membuka wawasan , semakin tahu kekhasannya, dari
melakukan berulang-ulang. Contoh basket/ bola, seperti tendangan beckham, tendangannya khas.
Kalau gambar sketch seperti wan sagito, pasar sapi, gambarnya sapi semua.
Kalau melakukan secara konsisten apapun, akan menemukan kekhasan kalian. Contoh : pa kris,
khas menggunakan watercolour. Banyak hal harus dipelajari secara terus meneruspoint: a life
style.
Jangan menganggap, saat saya bersekolah, saya belajar, kalau libur ya saya tidak belajar salah
besar, harus belajar seperti memotret lingkungan sekitar foto-foto dari apa yang kita lihat,
kumpulin apapun yang kamu sukai. Kalau suka lakukan itu harus focus.
Untuk menimbulkan kekhasan harus -mau tidak mau ikuti terus apa yang kamu mau.
Didalam pekerjaan, point utamapengalaman diri.
Kalau menganggap gue mau cari duit endingnya yang ga bagus
Harus memikirkan lifetime karier proyek yang berlanjutsemua ga ada yang instan
Tidak ada orang yang kaya mendadak, kalau mendadak ya tidak berlangsung lama.
Uang itu materi yang didapat harus tumbuh dengan kematangan jiwa .
Seperti artis-artis, yang langsung terkenal, lalu langsung hilang juga.
Bagaimana menantang diri kita, menjalani yang lebih sulit uang akan datang dengan sendirinya.
Kenapa orang mau beli lukisan dengan harga tinggi karna ada nilai /value addednya.
Menggembangkan dirilangkah pertama bekerjalah di perushaan
Perlu belajar bagaimana bos me-manage bawahannya, perlu effort/usaha untuk menjadi lebih baik
harus belajar dari orang lain, bagaimana manage orang lain supaya tahu bagaimana meng-handle
anak buah.
Menerima tantangan yang ada, uang perlu tapi tidak yang utama, yang sering dipikirkan berapa
yang saya akan terima yang harus dipikirkan apa pengembangan diri yang saya dapat kalau masuk
perusahaan ini?
Harus tahu proyek-proyek yang dikerjakan perusahaan tersebut.
Situasi yang harus diambil,bagaimana memilih perusahaan yang memberikan pelajaran jangan
hanya terima gaji saja. Perusahaan yang beri pelajaran / training akan berlanjut/long term untuk
masa depan.
Semua ga ada yang instan, menemukan apa yang khas dalam tiap generasi, mengetahui apa saja
yang ada pada tiap generasi.(belajar banyak dari tiap generasi)
Etika profesi di Indonesia, bagaimana dengan kasus memberi uang(amplop) pada suatu proyek
sesuatu yang tidak menunjukkan kemampuan anda, semua menjadi bias, tidak bisa objektif,kalau
sekali mencoba tidak akan keluar.
Memberi uang karena kita mampubukan hanya menyogok.
Dalam skala kecil: missal uang jajan dikantong, dimana kita tahu batasnya, ,mana yang salah dan
benar, kalau ketahuan ya dihukum korupsi, kita harus control darii diri sendiri.
Profesi kalau kita sudah masuk di perusahaan, kita akan menghadapi permasalahan in dan itu.
Kerja adalah beban bisa dilakukan dengan baik kalau kita focus.
Tidak semua situasi menyenangkan, ada tekanan dari bos ,dan rekan kerja. Kita punya kebebasan
memilih apakah perusahaan ini dapat mengembangkan potensinya dari segi pelajaranportfolio
yang bagus.
Kalau punya keinginan tes ke luar negeri, yang penting adalah portfolio. Apply beasiswa kalau ada
portfolio semakin bagus gampang diterima di luar negeri.
Awal karier pa gunadi:
Dari arsitek ke eksibision,arsitek lebih lama, saya ga suka pekerjaan yang berlama-lama. memilih
eksibision karena dinamis, waktu kerjanya lebih cepat, setelah event ya sudah selesai.
1.Bagaimana supaya bisa focus dengan jurusan desain interior? (setelah kuliah tetap bekerja
dibidang desain interior)
pikirkan baik-baik, kita 4 tahun membuang waktu kuliah di jurusan DI, berhenti bila ingin focus
yang diinginkan(bagi yang di luar negeri lebih gampang karena ga perlu ijazah), kalau di Indonesia
perlu ijazah.
Pointnya adalah Niat dengan apa yang diinginkan.
Kalau society di Indonesia bisa menghargai orang tanpa ijazah baru Indonesia bisa seperti di luar
negeri.
2. dari hobi dengan desain ada pengaruh atau tidak?
kalau saya bekerja, tidak akan sampai larut malam, harus serius, dan ga perlu berlama-lama.
Jalankan dengan happy, jangan lupa untuk bersosialisasi juga. Orang kreatif harus bergaul dengan
barang-barang kreatif, kalau kerja focus harus juga memerlukan waktu untuk relaksasi.
Kerja kreatif, memeras otak, kalau ga keluar lagi ya percuma, spt buah jeruk. Kalau airnya sudah
habis ya sudah tidak keluar lagi.
Bermain, cenderung positif, penting untuk recharge diri, hobi jangan ditinggalkan, jalankan saja.

3. bagaimana menghadapi persaingan dikelas dengan teman dalam mengerjakan tugas?
persaingan selalu ada, tapi ada aturannyapersaingan positif
Persaingan penting untuk tolok ukur, bila diliat dari orang lain, dapat memotivasi diiri dari sesuatu
yang lebih.supaya bisa menang didalam pekerjaaan.
Profesi itu butuh kerja sama tim, kerjasama (tim) penting,, ga semua orang itu baikmissal: 2
desainer kasih sketsa , biar klien yang memilih sendiri sketsanya, kita harus smart,klien hanya
membuat pembanding dari kita dan orang lain.
Desain pertama=free/gratis, desain kedua=bayar, sesuaikan dengan budget, lalu tender dibuat.
Membuka diri, melihat karya teman kita serap saja sebagai masukan desain kita, seperti basket,
melihat gerakan orang lain, pikiran kita terbuka kalau melihat sesuatu.
Desainer terbiasa observasi dengan mata, melihat-lihat dapat melatih, desainer untuk mempunyai
kumpulan-kumpulan data.
Contoh: kenapa got di luar negeri bulat ? kalau di Indonesia kotak
Bulat karena keamanan pekerja, kalau kotak, salah tutup, akan miring, dan kalau bulat, ga akan
jatuh atau miring.
Kita harus bisa melihat, desain-desain yang fungsinyaalasan mendesain suatu benda.
Bagaimana kita awareness, apa yang sekarang menjadi berubah, lahir dari semua kebutuhan-
kebuthan , harus dapat melihat dari kacamata orang lain.
























TUGAS ETIKA PROFESI
RANGKUMAN
FIELDTRIP
GRIYA DISAIN
Desain Interior
Semester VII/2012






Dosen Utama : Drs. Kris Wardhana
Etika Profesi /Ax

Disusun Oleh :
Yovita Lina 615090069


Desain Interior
Fakultas Seni Rupa dan Desain
Universitas Tarumanagara
2012
Dalam kehidupan kita, pada akhirnya kita diharuskan untuk menentukan memilih satu profesi,
penting memilki konsistensi pada satu titik pekerjaan, mencoba menyukai apa yang dilihat dan
harus bisa mempelajari sesuatu untuk masa depan.
Dalam masa pendidikan atau kuliah, Tidak cukup hanya dengan belajar dari dosen dan
universitas, limu yang didapat kurang, atau hanya 40% ilmu pengetahuan yang diterima
atau dipelajari dari universitas . sebaiknya disarankan untuk membaca buku sebanyak
mungkin,dan sering membuka internet (searching),dll.semakin banyak pengetahuan kita
semakin banyak referensi yang akan diaplikasikan kedalam desain interior kita.
Kita harus memilih bidang yang kita sukai, focus dalam suatu pilihan, konsisten dengan
bidang yang dipilih, supaya bisa master dibidang yang dipilh, banyak melakukan praktek,
atau sering menggambar sketsa, agar mendapatkan sesuatu kekhasan dari diri kita sendiri.
Cara memperluas wawasan kita yaitu dengan membaca buku, banyak melihat atau memotret
lingkungan sekitar .kumpulkan apa yang disukai, harus focus dan lakukan kalau suka dengan apa
yang diinginkan.
Dalam pekerjaan point utamanya adalah pengalaman diri, mengembangkan diri, dengan langkah
pertama bekerjalah di perusahaan, seperti magang, agar dapat pengalaman,perlu belajar
bagaimana bos me-manage bawahannya, perlu effort/usaha untuk menjadi lebih baik harus belajar
dari orang lain, bagaimana mengatur orang lain supaya tahu bagaimana meng-handle anak buah.
kita Harus memikirkan lifetime karier proyek yang berlanjutsemua ga ada yang instan,
Tidak ada orang yang kaya mendadak, kalau mendadak, keadaan menjadi kaya itu tidak
akan berlangsung lama.
Belajar Bagaimana menantang diri kita, menjalani kehidupan yang lebih sulit namun uang
akan datang dengan sendirinya. Seperti: Kenapa orang mau beli lukisan dengan harga
tinggi karna ada nilai /value addednya.
Dan ketika bekerja jangan hanya memikirkan seberapa banyak uang yang akan diperoleh,
Uang itu hanya materi yang didapat harus tumbuh dengan kematangan jiwa . yang harus
dipikirkan adalah apa pengembangan diri yang didapat kalau bekerja di perusahaan ini.
Kita Harus mengetahui proyek-proyek yang dikerjakan perusahaan tersebut. Situasi yang
harus kita ambil, adalah bagaimana memilih perusahaan yang memberikan pelajaran bagi
kita, jangan hanya menerima gaji saja. Perusahaan yang memberikan pelajaran / training
akan berlanjut/berlangsung lama/long term untuk masa depan kita.
Semua tidak ada yang instan, kita harus menemukan apa yang khas dalam tiap generasi,
mengetahui apa saja yang ada pada tiap generasi. Agar kita belajar banyak dari tiap generasi
sehingga kita tidak tertinggal oleh kemajuan zaman, supaya kita dapat kreatif dalam bekerja.
Etika profesi di Indonesia, bagaimana dengan zaman sekarang ini, banyak kasus tentang
memberi uang(amplop) pada suatu proyek, hal ini merupakan sesuatu yang sama sekali
tidak menunjukkan kemampuan anda, hasilnya semua kerja keras menjadi bias, atau tidak
berguna. dan tidak bisa objektif, jikalau kita sekali-kali mencoba tindakan ini, maka kita
tidak akan bisa keluar. Jika kita ingin memberi uang itu karena kemampuan atau kerja
kerasbukan hanya menyogok saja. hal itu tindakan korupsi yang melanggar hukum,
maka dari itu kita harus mengontrol dari diri sendiri.
Profesi kalau kita sudah masuk di perusahaan, kita akan menghadapi permasalahan ini
dan itu. Kerja adalah beban pekerjaan bisa dilakukan dengan hasil yang baik kalau kita
focus.
Didalam kerja, Tidak semua situasi menyenangkan, ada tekanan dari bos ,dan rekan kerja. Kita
punya kebebasan memilih apakah perusahaan ini dapat mengembangkan potensi diri kita dari segi
pelajaran atau pengetahuan yang akan kita peroleh.
Portfolio, hanya dengan portfolio yang bagus. jikalau punya keinginan tes kuliah di luar
negeri, yang penting adalah portfolio. Bila ingin mendaftarkan beasiswa, jika ada portfolio
akan semakin bagus, dan akan semakin mudah diterima di luar negeri.
1.Bagaimana supaya bisa focus dengan jurusan desain interior? (setelah kuliah tetap bekerja
dibidang desain interior)
pikirkan baik-baik, 4 tahun membuang waktu kuliah di jurusan DI,focus dengan kuliah, pointnya
adalah Niat dengan apa yang diinginkan.
2. hobi dengan desain ada pengaruh atau tidak?
kalau saya bekerja, tidak akan sampai larut malam, harus serius, dan ga perlu berlama-lama.
Jalankan dengan happy, jangan lupa untuk bersosialisasi juga. Orang kreatif harus bergaul dengan
barang-barang kreatif, kalau kerja focus harus juga memerlukan waktu untuk relaksasi.
Kerja kreatif, memeras otak, kalau ga keluar lagi ya percuma, spt buah jeruk. Kalau airnya sudah
habis ya sudah tidak keluar lagi.
Bermain, cenderung positif, penting untuk recharge diri, hobi jangan ditinggalkan, jalankan saja
apa hobi yang kita sukai, akan membuat diri kita kembali semangat.
3. bagaimana menghadapi persaingan dikelas dengan teman dalam mengerjakan tugas?
persaingan selalu ada, tapi ada aturannyapersaingan positif
Persaingan penting untuk menjadi tolok ukur, bila dilihat persaingan memberikan motivasi untuk
kita supaya bisa semangat dan berjuang untuk menang didalam pekerjan. Persaingan itu harus
disikapi dengan pikiran terbuka, kita Membuka diri, jika melihat karya teman kita serap saja sebagai
masukan desain kita, seperti basket, melihat gerakan orang lain,supaya dapat memperbaiki gerakan
pemain basket tersebut
Profesi itu butuh kerja sama tim, kerjasama (tim) itu sangat penting, karna tidak semua orang itu
baik. Contoh : ada klien yang meminta desain, 2 desainer kasih sketsa , biar klien yang memilih
sendiri sketsanya, kita harus smart,klien hanya membuat pembanding dari kita dengan desain
orang lain. Kita sebagai Desainer harus terbiasa observasi dengan mata, dengan melihat-lihat
sekeliling/ lingkungan sekitar , kita dapat melatih diri , dan mempunyai kumpulan-kumpulan data
untuk dijadikan referensi dalam mendesain sesuatu. Kita harus bisa melihat, desain-desain yang
fungsinyaapakah alasan kita mendesain suatu benda.
Bagaimana kita peduli/ awareness dengan apa yang sekarang menjadi berubah, perubahan
itu lahir dari semua kebutuhan-kebutuhan , kita juga harus dapat melihat sesuatu dari
kacamata orang lain, sehingga dengan memposisikan diri sebagai orang lain kita akan
semakin banyak tahu apa yang dibutuhkan.