Anda di halaman 1dari 23

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar belakang
Angka Kematian Ibu (AKI), Angka Kematian Neonatus (AKN),
Angka Kematian Bayi (AKB), dan Angka Kematian Balita (AKABA)
merupakan beberapa indikator status kesehatan masyarakat. Dewasa ini AKI
dan AKB di Indonesia masih tinggi dibandingkan dengan negara ASEAN
lainnya. Menurut data Survei Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI) 2007,
AKI 228 per 100.000 kelahiran hidup, AKB 34 per 1.000 kelahiran hidup,
AKN 19 per 1.000 kelahiran hidup, AKABA 44 per 1.000 kelahiran hidup
(DepKes RI, 2010).
Berdasarkan kesepakatan global (Millenium Development
Goals/MDGs, 2000) pada tahun 2015 diharapkan AKI menurun sebesar tiga-
perempatnya dalam kurun waktu 1990-2015 dan Angka Kematian Bayi dan
Angka Kematian Balita menurun sebesar dua-pertiga dalam kurun waktu
1990-2015. Berdasarkan hal itu Indonesia mempunyai komitmen untuk
menurunkan AKI menjadi 102/100.000 Kelahiran Hidup (KH), AKB dari 68
menjadi 23/1.000 KH, dan AKABA 97 menjadi 32/1.000 KH pada tahun
2015 (DepKes RI, 2007).
Pada akhir tahun 1990-an secara konseptual telah diperkenalkan lagi
upaya untuk menajamkan strategi dan intervensi dalam menurunkan AKI
melalui Making Pregnancy Safer (MPS) yang dicanangkan oleh pemerintah
pada tahun 2000 (DepKes RI, 2010).
Empat strategi MPS adalah :
1. Peningkatan kualitas dan akses pelayanan kesehatan Ibu dan Bayi dan
Balita di tingkat dasar dan rujukan.
2. Membangun kemitraan yang efektif.
3. Mendorong pemberdayaan perempuan, keluarga dan masyarakat.
4. Meningkatkan Sistem Surveilans, Pembiayaan, Monitoring dan informasi
KIA.
Agar pelaksanaan program KIA dapat berjalan lancar, aspek
peningkatan mutu pelayanan program KIA tetap diharapkan menjadi
prioritas. Peningkatan mutu program KIA juga dinilai dari besarnya cakupan
program di masing-masing wilayah kerja. Untuk itu, besarnya cakupan
pelayanan KIA di suatu wilayah kerja perlu dipantau secara terus menerus
agar diperoleh gambaran yang jelas mengenai kelompok mana dalam wilayah
kerja tersebut yang paling rawan.
Dengan diketahuinya lokasi rawan kesehatan ibu dan anak, maka
wilayah kerja tersebut dapat lebih diperhatikan dan dicarikan pemecahan
masalahnya.

1.2 Tujuan
1.2.1 Tujuan umum :
Terpantaunya cakupan dan mutu pelayanan KIA
1.2.2 Tujuan Khusus :
a. Memantau kemajuan pelayanan KIA dan cakupan indikator KIA
b. Menilai kesenjangan pelayanan KIA terhadap standar pelayanan
KIA.
c. Menilai kesenjangan pencapaian cakupan indikator KIA terhadap
target yang ditetapkan.
d. Menentukan sasaran individu dan wilayah prioritas yang akan
ditangani secara intensif berdasarkan besarnya kesenjangan.
e. Merencanakan tindak lanjut dengan menggunakan sumber daya
yang tersedia dan yang potensial untuk digunakan













BAB II
KEADAN UMUM DAN ANALISA SITUASI

2.1 Keadaan Umum
2.1.1 Luas Wilayah
Luas wilayah kerja UPTD Pusksmas Medangasem Kecamatan
Jayakerta 1.713 Ha,.untuk lebih jelasnya dapat dilihat luas wilayah per
desa sebagai berikut
Ciptamarga : 476 Ha.
Medangasem : 505 Ha
Kampungsawah : 732 Ha
Desa yang paling luas adalah desa Kampungsawah yaitu 732 Ha.,
sedangkan desa yang paling kecil wilayahnya yaitu desa Ciptamarga
dengan luas areal 476 Ha.
Secara admistratif wilayah kerja Puskesmas Rengasdengklok
mempunyai batas batas wilayah :
Sebelah Utara : Kecamatan Tirtajaya
Sebelah Selatan : Kecamatan Rengasdengklok
Sebelah Barat : Kecamatan Pebayuran Kabupaten Bekasi
Sebelah Timur : Wilayah Kerja UPTD .Puskesmas Jayakrta



2.1.2 Wilayah Administratif
Secara administrasi wilayah UPTD Puskesmas Medangasem
mempunyai wilayah kerja 3 ( tiga ) desa, terdiri dari 13 dusun, 57 RT
dan 13 RW. Ketiga desa tersebut adalah : desa Medangasem, desa
Kampungsawah dan desa Ciptamarga.
2.1.3 Pertumbuhan dan Kepadatan Penduduk
Pertumbuhan Penduduk Jumlah penduduk wilayah UPTD
Puskesmas Medangasem Kecamatan Jayakerta pada tahun 2013 adalah
33,191 jiwa.
2.1.4 Sosial Ekonomi
Jumlah KK miskin tahun 2013 berdasarkan data dari Kecamatan
Jayakerta menurut kepesertaan Jamkesmas yaitu sebanyak 5136 KK
tersebar di tiga Desa.
2.1.5 Lingkungan Fisik dan Biologi
Kondisi lingkungan yang kurang baik di wilayah Kecamatan
Jayakerta yaitu masalah sampah dan adanya home industri terutama di
desa Kampungsawah dan desa Medangasem, belum bisa diatasi dengan
baik.
Hampir di disepanjang jalan kampung tidak memiliki saluran air
terutama di wilayah Desa Medangasem,sehingga apabila hujan terjadi
banjir akibat comberan dan banyak genangan air akibatnya pada pasca
hujan sering terjadi kasus Demam Berdarah ( DBD ).
Cakupan air bersih di wilayah UPTD Puskesmas Medangasem
mencapai 59,35 %. Keadaan ini sudah berada diatas target cakupan
Yaitu 80 % dari jumlah penduduk
Sarana air bersih yang paling banyak digunakan adalah sarana air
bersih sumur gali (SGL) sebanyak 2.573 jiwa. Sedangkan yang paling
rendah digunakan adalah Pompa Tangan yaitu 488 jiwa. Penggunaan air
bersih sangat berpengaruh terhadap derajat kesehatan masyarakat.
Banyak penyakit yang disebabkan oleh rendahnya penggunaan air
bersih seperti diare dan penyakit kulit. Kondisi ini memerlukan
perhatian yang serius dari berbagai pihak.
Upaya pengawasan terhadap sanitasi makanan amat penting
untuk menjaga kesehatan konsumen. Jumlah tempat umum dan
pengelolaan makanan yang ada di wilayah Puskesmas Medangasem
adalah 95 buah, sedangkan yang diperiksa sebanyak 84, dari TUPM
yang diperiksa tersebut yang memenuhi syarat kesehatan sebanyak 80
buah atau 88,42 %.

2.2 Analis Situsi
2.2.1 Angka Harapan Hidup
Angka harapan hidup mencerminkan lamanya bayi yang baru
dilahirkan diharapkan hidup. Tinggi rendahnya angka harapan hidup
menggambarkan taraf kesejahteraan hidup suatu negara. Dengan
melihat angka umur harapan hidup waktu lahir dan angka kematian bayi
maka dapat ditentukan Indeks Mutu Hidup (IMH) atau Indeks
Pembangunan Manusia (IPM) suatu daerah.
Angka harapan hidup waktu lahir di wilayah Puskesmas
Medangasem tidak ada datanya.
2.2.2 Kematian Bayi
Jumlah kematian bayi adalah jumlah kematian bayi dibawah
usia 1 tahun dalam satu tahun terakhir. AKB di UPTD Puskesmas
Medangasem tahun 2011 adalah 2 bayi, tahun 2012 adalah 6 bayi dan
pada tahun 2013 ditemukan sebanyak 2 bayi akibat IUFD.
2.2.3 Kematian Ibu
Jumlah kematian ibu yang dilaporkan di UPTD Puskesmas
Medangasem di tahun 2011 tidak ada, tahun 2012 terdapat satu orang
yang disebabkan oleh HPP dan Decom Cordis, sedangkan pada tahun
2013 terdapat 1 orang ibu yang meninggal akibat infeksi intra partum.









BAB III
KEGIATAN PROGRAM KIA DAN HASIL KEGIATAN

Program KIA yang diselenggarakan di Indonesia mempunyai tujuan untuk
menurunkan angka kematian ibu, angka kematian bayi dan balita. Upaya yang
dilakukan dalam pelayan Kesehatan Ibu dan Bayi/Balita adalah:
3.1 Kegiatan Program KIA
3.1.1 Pelayanan Ante Natal (ANC)
a. Kunjungan K1 dan K4
Pelayanan antenatal yang berkualitas adalah pelayan yang
meliputi pelayanan 14 T, yang terdiri dari:
1) Timbang berat badan ibu
2) Ukur tekanan darah ibu
3) Ukur fundus uteri
4) Pemberian tablet Fe 90 tablet selama kehamilan
5) Pemberian imunisasi Tetanus Toxoid
6) Pemeriksaan HB
7) Pemeriksaan VDRL
8) Perawatan payu dara
9) Perawatan tingkat kebugaran / senam ibu hamil
10) Temu wicara dalam persiapan rujukan
11) Pemeriksaan protein urine atas indikasi
12) Pemeriksaan reduksi urine atas indikasi
13) Pemberian terapi kapsul yudium untuk daerah endemis gondok
14) Pemberian terapi anti malaria untuk daerah endemis malaria
(DepKes, 2009).
Untuk Kabupaten Karawang hanya menggunakan asuhan standar
minimal 10 T karena daerah Karawang bukan daerah endemik untuk
penyakit gondok dan malaria. Sedangkan untuk pemeriksaan HB,
protein urine dan reduksi urin masuk dalam satu standar yaitu standar
pemeriksaan laboratorium.
b. Deteksi Bumil Risti dan Penanganan
1) Deteksi Bumil Risti oleh Tenaga Kesehatan
2) Deteksi Bumil Risti oleh Masyarakat
3.1.2 Pelayan Persalinan dan Nifas (PNC):
a. Persalinan oleh Tenaga Kesehatan
b. Tempat Persalinan di Fasilitas Kesehatan
c. Penanganan Komplikasi Obstetri (PKO)
d. Penanganan Komplikasi Neonatus (PKN)
e. Pemberian Vitamin A nifas
f. Kunjungan Nifas 1 (KF1)
g. Kunjungan Nifas 3 (KF3)
h. Kunjungan Neonatus 1 (KN1)
i. Kunjungan Neonatus Lengkap (KNL)
3.1.3 Pelayanan Kesehatan Bayi dan Balita
a. Cakupan Kunjungan Bayi
b. Cakupan Kunjungan Balita
c. MTBM (Managemen Balita Muda)
d. MTBS (Manageman Balita Sakit)
3.1.4 Pelayanan Keluarga Berencana (KB)
a. KB Aktif
b. KB Pil
c. KB Suntik
d. KB Implan
e. KB IUD
f. KB MOW
g. KB MOP
h. KB Kondom

3.2 Hasil Kegiatan Program KIA
3.2.1 Pelayanan Ante Natal
a. K1 bumil
Cakupan K1 merupakan indikator untuk melihat jangkauan
pelayanan antenatal dan kemampuan program dalam menggerakkan
masyarakat. Cakupan K1 murni Puskesmas Medangasem tahun 2013
dapat di lihat pada gambar grafikn di bawah ini:



Gambar 3.1
Diagram Cakupan Pel. K1 Bumil Puskesmas Medangasem
Tahun 2011, 2012 dan 2013


Dari gambar 3.1 grafik menunjukan bahwa cakupan K1 Bumil
Puskesmas Medangasem tahun 2011 sebesar 95,12% terdapat
kesenjangan sebesar 2,88% dari target 98%, tahun 2012 cakupan K1
Bumil mencapai 95,98% terdapat kesenjangan sebesar 2,02% dari
target 98% sedangkan tahun 2013 pencapaian K1 Bumil sebesar
97,65% dan terdapat kesenjangan sebesar 0,35% dari target 98%.
b. K4 Bumil
Cakupan K4 merupakan gambaran tingkat perlindungan pada
ibu hamil dengan kemampuan manajemen kelangsungan program
KIA. Kunjungan ibu hamil pada tahun 2013 di UPTD Puskesmas
Medangasem adalah 96,21 %, dari target yaitu 97%, desa yang
sudah mencapai target adalah desa Medangasem (97,90%). Cakupan
95.12 %
95.98 %
97.65 %
94
94.5
95
95.5
96
96.5
97
97.5
2011 2012 2013
TARGET 98 %
K4 bumil Puskesmas Medangasem tahun 2013 dapat di lihat pada
gambar grafikn di bawah ini:

Gambar 3.2
Diagram Cakupan Pel. K4 Bumil Puskesmas Medangasem
Tahun 2011, 2012 dan 2013


Dari gambar 3.2 grafik menunjukan bahwa cakupan K4 Bumil
Puskesmas Medangasem tahun 2011 sebesar 93,72% terdapat
kesenjangan sebesar 3,28% dari target 98%, tahun 2012 cakupan K4
Bumil mencapai 94,94% terdapat kesenjangan sebesar 2,06% dari
target 98% sedangkan tahun 2013 pencapaian K1 Bumil sebesar
96,21% dan terdapat kesenjangan sebesar 0,79% dari target 98%.
c. Bumil Risti
Kunjungan ibu hamil ke pelayanan kesehatan bermanfaat
untuk mendeteksi ibu hamil dengan risiko tinggi. Terdeteksinya ibu
0%
20%
40%
60%
80%
100%
2011
2012
2013
93.72 %
94.94 %
96.21 %
TARGET 97 %
hamil dengan risiko tinggi diharapkan komplikasi persalinan dapat
ditangani lebih dini sehingga apabila terjadi komplikasi tidak
menyebabkan kematian. Cakupan bumil risti oleh nakes Puskesmas
Medangasem tahun 2013 dapat di lihat pada gambar grafikn di
bawah ini:

Gambar 3.3
Diagram Cak. Pel. Bumil Risti Nakes Puskesmas Medangasem
Tahun 2011, 2012 dan 2013


Dari gambar 3.3 grafik menunjukan bahwa cakupan Bumil
Risti Nakes Puskesmas Medangasem tahun 2011 sebesar 20,55%,
tahun 2012 cakupan Bumil risti nakes mencapai 20,33% dari target
20%, dalam hal ini tidak terdapat kesenjangan. Sedangkan tahun
2013 pencapaian pelayanan Bumil risti nakes sebesar 70,22% dan
terdapat kesenjangan sebesar 29,78% dari target 100%.
92
93
94
95
96
97
2011
2012
2013
20.55 %
20.33%
70.22%
TARGET 20% atau 100 % dari total Bumil Risti
d. Cakupan Fe1 dan Fe 3
Distribusi tablet Fe merupakan salah satu bentuk pelayanan
gizi untuk ibu hami di Posyandu/Puskesmas maupun tempat
pelayanan kesehatan lainnya. Tablet Fe diberikan kepada seorang
wanita sejak diketahui positif hamil sebanyak 90 tablet selama
kehamilannya.
Tablet Fe sangat penting dimasa kehamilan untuk mencegah
anemia. Apabila terjadi anemia di masa kehamilan menyebabkan
bayi lahir menjadi BBLR.
Ibu hamil yang mendapat tablet besi 30 tablet (Fe1) selama
kehamilannya pada tahun 2013 sebanyak 97,65%, dalam hal ini
pencapaian Fe1 sudah mencapai target dari target 95 %.
Sedangkan untuk ibu hamil yang mendapat 90 tablet besi (Fe3)
selama kehamilannya pada tahun 2013 sebanyak 95,15%, sudah
mencapai target 95 %.
Cakupan Fe1 dan Fe3 pada periode 2011 s/d 2013 dapat dilihat
pada tabel dibawah antara lain:
Tabel 3.1
Distribusi Frekuensi Cakupan Fe1& Fe3 Di PKM Medangasem
Periode 2011 s/d 2013
No Tahun Fe1 (%) Fe3 (%)
1 2011 95,12 93,72
2 2012 95,98 94,94
3 2013 97,65 95,15
Sumber : Laporan KIA Puskesmas
e. Cakupan TT1 dan TT2
Jumlah ibu hamil yang mendapat imunisasi TT 1 tahun 2012,
sebanyak 95,98 % dari jumlah ibu hamil yang ada. Sedangkan yang
mendapat imunisasi yang kedua kalinya (TT2) 94,94%. Tahun 2013
cakupan imunisasi TT1 (26,81) dan TT2 (35,82).

3.2.2 Pelayan Persalinan dan Nifas (PNC):
a. Cakupan Persalinan Oleh Tenaga Kesehatan
Cakupan persalinan adalah jumlah persalinan yang ditangani
oleh tenaga kesehatan dan non kesehatan. Cakupan persalinan oleh
tenaga kesehatan menggambarkan tingkat penghargaan masyarakat
terhadap tenaga penolong persalinan dan manajemen persalinan KIA
dalam memberikan pertolongan persalinan secara profesional.
Cakupan persalinan oleh tenaga kesehatan Puskesmas Medangasem
tahun 2013 dapat di lihat pada gambar grafikn di bawah ini:
Gambar 3.4
Diagram Cak. Pel. Persalinan Nakes Puskesmas Medangasem
Tahun 2011, 2012 dan 2013


88
89
90
91
92
93
2011
2012
2013
89.76%
89.95%
92.03%
TARGET 95%
Dari gambar 3.4 grafik menunjukan bahwa cakupan persalinan
oleh nakes di Puskesmas Medangasem tahun 2011 sebesar 89,76%,
tahun 2012 mencapai 89,95% dan tahun 2013 pencapaian pelayanan
persalinan oleh nakes sebesar 92,03% dari target 95% dengan
demikian dari tahun 2011 s/d tahun 2013 masih terdapat kesenjangan
dari target 95%.
b. Cakupan Pelayanan/Kunjungan Nifas 1 (KF1) dan KF3
Kunjungan Nifas pertama (KF1) bertujuan untuk memantau
kondisi ibu nifas pada hari 3 setelah melahirkan dan memberikan
pelayanan baik secara fisik maupun psikis dan memberikan tablet
vitamin A 200.000 IU apabila ibu nifas belum mendapat tablet
vitamin A 200.000 IU. Cakupan KF1 Puskesmas Medangasem tahun
2013 dapat di lihat pada gambar grafikn di bawah ini:
Gambar 3.5
Diagram Cak. Pel. Nifas Pertama/KF1 Puskesmas Medangasem
Tahun 2011, 2012 dan 2013

88.5
89
89.5
90
90.5
91
91.5
92
2011
2012
2013
89.76%
90.05%
91.60%
TARGET 95%
Dari gambar 3.5 grafik menunjukan bahwa cakupan KF1 di
Puskesmas Medangasem tahun 2011 sebesar 89,76%, tahun 2012
mencapai 90,05% dan tahun 2013 pencapaian pelayanan persalinan
oleh nakes sebesar 91,60% dari target 95% dengan demikian dari
tahun 2011 s/d tahun 2013 masih terdapat kesenjangan dari target
95%. Cakupan KF3 Puskesmas Medangasem tahun 2013 dapat di
lihat pada gambar grafikn di bawah ini:
Gambar 3.6
Diagram Cak. Pel. Nifas/KF3 Puskesmas Medangasem
Tahun 2011, 2012 dan 2013


Dari gambar 3.6 grafik menunjukan bahwa cakupan KF3 di
Puskesmas Medangasem tahun 2011 sebesar 88,18%, tahun 2012
mencapai 89,84% dan tahun 2013 pencapaian pelayanan persalinan
oleh nakes sebesar 93,73% dari target 95% dengan demikian dari
tahun 2011 s/d tahun 2013 masih terdapat kesenjangan dari target
95%.
85
90
95
2011
2012
2013
88.18%
89.84%
93.73%
TARGET 95%
3.2.3 Cakupan Pemeriksaan Neonatal
Kunjungan Neonatal (KN) adalah kunjungan bayi baru lahir
sampai dengan umur 28 hari dengan memperoleh pelayanan
kesehatan minimal 2 kali dari tenaga kesehatan yaitu 1 kali pada
umur 0 7 hari dan 1 kali pada umur 0 28 hari (KN1 dan KN
lengkap). Hali ini bertujuan untuk melihat jangkauan dan kualitas
pelayanan kesehatan neonatal oleh tenaga kesehatan. Cakupan
kunjungan neonatus (KN1 & KN Lenkap) Puskesmas Medangasem
periode 2011 s/d 2013 dapat dilihat pada grafik dibawah ini
Gambar 3.7
Diagram Cak. Pelayanan / KN1 Puskesmas Medangasem
Tahun 2011, 2012 dan 2013


Dari gambar 3.7 grafik menunjukan bahwa cakupan KN1 di
Puskesmas Medangasem tahun 2011 sebesar 93,98%, tahun 2012
93
93.5
94
94.5
95
95.5
2011
2012
2013
93.98%
94.55%
95.31%
TARGET 95%
mencapai 94,55% dan tahun 2013 pencapaian pelayanan KN1
sebesar 95,31% dari target 95% dengan demikian dapat dilihat
bahwa tahun 2011 dan tahun 2012 masih terdapat kesenjangan
sedangkan pada tahun 2013 sudah melampaui target dari target 95%.
Cakupan KN Lengkap Puskesmas Medangasem tahun 2013 dapat di
lihat pada gambar grafikn di bawah ini:
Gambar 3.8
Diagram Cak. Pel. / KNLengkap Puskesmas Medangasem
Tahun 2011, 2012 dan 2013


Dari gambar 3.8 grafik menunjukan bahwa cakupan KN
Lengkap di Puskesmas Medangasem tahun 2011 sebesar 92,71% dan
masih terdapat kesenjangan sebesar 2,29% dari target 95%,
sedangkan tahun 2012 dan 2013 cakupan meningkat hingga
melampaui target 95%.

0%
20%
40%
60%
80%
100%
2011
2012
2013
92.71%
99.03%
99.44%
TARGET 95%
3.2.4 Pelayanan Kesehatan Bayi dan Balita
Pelayan kesehatan bayi dan balita meliputi pelayanan
Managemen Terpadu Bayi Muda (MTBM), Managemen Terpadu
Balita Sakit (MTBS) dalam hal ini pelayan tersebut di puskesmas
Medangasem tidak berjalan sebagaimana mestinya. Sedangkan pada
pelayanan lain yang di berikan adalah pelayanan/kunjungan bayi dan
balita dengan pelayan imunisasi dasar. Dalam laporan tahunan ini
hanya akan diulas sedikit cakupan imunisasi dasar pada bayi dan
untuk lebih jelasnya akan di bahas pada laporan tahunan program
imunisasi.
Program imunisasi merupakan salah satu program prioritas
dari Departemen Kesehatan yang dinilai sangat efektif dalam
menurunkan angka kesakitan dan kematian bayi akibat penyakit
penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi. Cakupan imunisasi
bayi pada tahun 2012 untuk HB0 88,4%, BCG 97,7%, DPT-HB1
95,8 %, DPT-HB3 92,7%, Polio4 93,2%, dan Campak 95,8%.
Sedangkan pada tahun 2013 cakupan imunisasi imunisasi bayi
Puskesmas Medangasem yaitu BH0 80,9%, BCG 97,9%, DPT-HB1
97,5%, DPT-HB3 92,6%, Polio4 94,2%, dan Campak 93%.

3.2.5 Pelayanan Keluarga Berencana
Cakupan peserta KB aktif merupakan indikator untuk melihat
mutu pelayanan KB lestari dan partisipasi masyarakat. Di Puskesmas
Medangasem tahun 2012 jumlah akseptor KB baru sebanyak 24 %.
Sedangkan cakupan akseptor KB Aktif sebanyak 57,07%. Pada
tahun 2013 cakupan akseptor KB aktif sebanyak 85,85%.




















BAB IV
IDENTIFIKASI MASALAH

Dalam bab ini penulis akan mengidentifikasi rumusan dan prioritas masalah
yang berkitan dengan pelaksanaan program KIA di Puskesmas Medangasem
tahun 2013.
4.1 Identifikasi
Identifikasi masalah program KIA di Puskesmas Medangasem tahun
2013 adalah melalui pengamatan, pengumpulan data dan hasil cakupan.
Masalah-masalah yang ditemukan diprogram KIA di Puskesmas
Medangasem tahun 2013 antara lain:
4.1.1 Kesenjangan antara target proyeksi dengan target riil
4.1.2 Bidan didesa pada umumnya tidak memperhatikan target perbulan
yang harus dicapai dan cukup puas dengan hasil yang dicapai
walaupun masih dibawah target
4.1.3 Bidan didesa tidak melakukan sweeping untuk meningkatkan
cakupan yang masih dibawah target
4.1.4 Bidan/Klinik swasta yang belum melaporkan hasil pelayanan KIA
wilayah kerja Puskesmas Medangasem
4.1.5 Semua persalinan ditangani oleh tenaga kesehatan, akan tetapi
cakupan linakes masih dibawah target
4.1.6 Kurangnya partisipasi aparat desa atau kerjasama lintas sektoral
dalam pelaksanaan pelayanan program KIA di desa/posyandu pada
khususnya
4.1.7 Adanya kensenjangan antara cakupan Linakes (92,03%), dengan KF1
(91,60%) dan KN1 (95,31%)
4.1.8 Adanya kensenjangan antara cakupan K1 (97,65%), dengan K4
(96,21%)