Anda di halaman 1dari 3

METODE PELAKSANAAN

PEMELIHARAAN BERKALA JALAN JAJAR - WATUAGUNG


IPEKERJAAN PENDAHULUAN
1Pengukuran / Uitzet
Pengukuran di lapangan dilakukan secara seksama dan juga pemberian tanda (patok) pada tiap
tiap STA dengan jarak sesuai dengan gambar rencana. Begitu pula dengan pengukuran pada rencana
jembatan yang akan dikerjakan, dimana ditentukan titik awal dan akhir pekerjaan yang mana
disesuaikan dengan gambar rencana. Disertai dengan peralatan pendukung dan sepatu proyek untuk
memperlancar pekerjaan dan melindungi pekerja/juru ukur.
2Sewa Direksi Keet
Direksi Keet disini bisa berupa bangunan permanen dengan menggunakan sewa ke pemilik
bangunan dengan disesuaikan terhadap jarak bangunan ke lokasi proyek, kapasitas bangunan untuk
kebutuhan material dan kebutuhan personil / pekerja, serta kemudahan akses bangunan ke jalan
utama dan ke lokasi proyek.
3Papan Nama Proyek
Diletakkan di daerah sekitar dilaksanakannya proyek tersebut dengan posisi yang mudah terbaca
yang berisi tentang informasi paket pekerjaan yang sedang dilaksanakan pada lokasi tersebut.
IIPEKERJAAN JALAN
1Beton K.225
Rigid pavement diterapkan pada segmen jalan dengan kondisi menanjak dan rusak parah, dimana
flexible pavement akan cepat aus pada lokasi tersebut. Pekerjaan pengecoran rigid pavement
dilakukan setelah begesting telah siap dan pengecoran dapat dilakukan per segmen jalan sesuai
dengan gambar rencana. Pekerja menggunakan helm proyek, sarung tangan dan sepatu proyek agar
pekerja terlindung dari material pada saat pengecoran.
2Begesting
Pada pekerjaan rigid pavement sebelumnya perlu dilakukan pembuatan begesting. Sehingga
nantinya akan didapatkan dimensi rigid pavement sesuai dengan gambar rencana. Adapun peralatan
yang digunakan adalah plat kayu, paku, palu, kawat, dll. Serta perlu diperhatikan keamanan pekerja
pada saat membuat begesting dengan memakai sarung tangan proyek.
3Urugan Sirtu Padat
Pekerjaan urugan sirtu dilakukan sebelum pekerjaan pengecoran rigid pavement jalan dilakukan.
Adapun urugan sirtu padat terletak dibawah rigid pavement, dimana pemadatan dapat dilakukan
secara manual dengan dilakukan pembasahan pada urugan sirtu. Pekerja menggunakan sepatu
proyek selama pekerjaan pelapisan pasir urug berlangsung.
4Lapen
Pekerjaan Lapen dilakukan pada semua permukaan / lapisan atas segmen badan jalan, kecuali pada
permukaan jalan yang dikerjakan secara rigid pavement sehingga akan didapatkan permukaan badan
jalan yang sesuai dengan gambar rencana. Para pekerja dianjurkan untuk memakai sepatu proyek
agar terlindung dari material dan aspal panas. Serta untuk pekerja juga memakai sarung tangan
proyek dan masker.
5TS. Steenslaagh
Pada beberapa bagian, untuk mendapatkan jalan yang rata dilakukan dengan menggunakan batu
5/7. Dimana TS. Steenslaagh dilakukan pada segmen jalan yang mengalami kerusakan tidak terlalu
parah atau berada diatas lapisan Telford. Pekerja diharapkan memakai sarung tangan proyek.
6TS. Telford
TS. Telford dilakukan pada bagian / badan jalan yang rusak berat sampai ke lapisan Telford. Dengan
tujuan untuk mendapatkan jalan yang rata dengan menggunakan batu 10/15. Dimana TS. Telford
dilakukan pada segmen jalan yang mengalami kerusakan parah atau berada dibawah lapisan TS.
Steenslaagh. Pekerja diharapkan memakai sarung tangan proyek.
7Keprasan Bahu Jalan
Pada beberapa bagian / titik jalan terdapat bahu jalan yang lebih tinggi daripada badan jalan,
sehingga perlu dilakukan pengeprasan pada bagian tersebut. Adapun besaran keprasan disesuaikan
dengan gambar rencana. Peralatan yang digunakan untuk pekerjaan keprasan bisa berupa cangkul,
sekop, atau alat lain yang dapat dipergunakan untuk pekerjaan tersebut. Pekerja diharapkan
memakai sepatu proyek dan sarung tangan.
IIIPEKERJAAN JEMBATAN
1Galian Tanah
Sebelum dilakukan pekerjaan pasangan, perlu dilakukan penggalian tanah dengan kedalaman
tertentu sesuai dengan gambar rencana untuk mendapatkan kedalaman pondasi pasangan yang
memadai untuk bangunan jembatan. Pekerja diharapkan memakai helm proyek dan sepatu proyek
agar terhindar dari material atau rontokan material yang jatuh dari bagian atas galian.
2Pasangan Batu Belah
Digunakan batu belah 15/20 untuk pasangan batu belah yaitu pada landhoop dan leneng jembatan.
Pasangan dibuat dengan bentuk dan dimensi sesuai dengan gambar kerja yang ada. Direkatkan
dengan spesi yang campurannnya telah direncanakan dalam gambar rencana. Pekerja diharuskan
memakai sepatu proyek.
3Beton K.225
Sebagai plat dan balok tumpu jembatan digunakan beton K.225. Agar didapatkan hasil pengecoran
yang monolit, sebaiknya pengecoran dilakukan secara kontinyu dalam suatu waktu. Pekerja
menggunakan helm proyek, sarung tangan dan sepatu proyek agar pekerja terlindung dari material
pada saat pengecoran.
4Penulangan
Untuk memperkuat cor beton, maka diperlukan tulangan plat dengan komposisi diameter dan
dimensi tulangan sesuai dengan gambar rencana. Adapun tulangan dianyam sedemikian rupa
dengan diikat pada simpul simpul tulangan dengan menggunakan kawat bendrat. Peralatan yang
digunakan bisa berupa tang kawat, pemotong tulangan, dan alat lainnya yang dapat dipergunakan
untuk pekerjaan tersebut. Pekerja diharapkan menggunakan sepatu proyek dan sarung tangan
selama pekerjaan berlangsung.
5Begesting
Pada pekerjaan plat lantai jembatan sebelumnya perlu dilakukan pembuatan begesting. Sehingga
nantinya akan didapatkan dimensi plat jembatan sesuai dengan gambar rencana. Adapun peralatan
yang digunakan adalah plat kayu, paku, palu, kawat, dll. Serta perlu diperhatikan keamanan pekerja
pada saat membuat begesting dengan memakai sarung tangan proyek.
6Siaran
Adapun campuran siaran telah ditentukan dalam spesifikasi. Pekerjaan siaran dilakukan setelah
pekerjaan pasangan selesai dengan mengikuti bentuk permukaan batu belah yang tampak pada
pasangan batu belah pada landhoop dan leneng jembatan.
7Plesteran
Pekerjaan plesteran dilakukan pada bagian atas jembatan yang ditumpangi balok jembatan dan
diatas leneng sepanjang pasangan leneng di kedua sisi jembatan. Pekerja menggunakan sepatu dan
helm proyek selama masa pengerjaan plesteran.
8Urugan Sirtu
Dilakukan urugan sirtu pada bagian / sisi dalam jembatan disertai dengan pemadatan agar tanah
urug stabil dan didapatkan permukaan tanah yang rata dan tidak berlubang. Peralatan yang
digunakan pada pekerjaan urugan dapat berupa cangkul, sekop atau peralatan lain yang dapat
digunakan untuk mendukung pekerjaan tersebut.
Trenggalek, 30 Juli 2013
CV. VALLYANDRA
S U T R I S N O
Direktur