Anda di halaman 1dari 12

CICI OCTARI (0910312037)

LISBET R. DEBATARAJA
(0910312099)
Tuli Mendadak
(Sudden Deafness)
Definisi
Penurunan pendengaran sensorineural 30
dB atau lebih, paling sedikit tiga frekuensi
berturut-turut pada pemeriksaan audiometri
dan berlangsung dalam waktu kurang dari 3
hari.
Permanen
Kegawatdaruratan neurotologi
Etiologi
Iskemik koklea penyebab utama
Infeksi virus
Trauma kepala
Trauma bising yang keras
Perubahan tekanan atmosfir
Autoimun
Obat ototoksik
Diagnosis
Anamnesis
Pemeriksaan fisik
Pemeriksaan penunjang


Anamnesis
Proses terjadinya ketulian
Gejala yang menyertai
Faktor predisposisi
Pemeriksaan Fisik
Vital sign TD
Pemeriksaan fisik THT tidak ditemukan
kelainan pada telinga yang sakit
Tes penala kesan tulsensorineural


Pemeriksaan Penunjang
Audiometri nada murni tuli sensorineural
ringan sampai berat
Pencitraan (CT-scan dan MRI)
menyingkirkan diagnosis neuroma akustik
dan malformasi tulang temporal
Pemeriksaan laboratorium kemungkinan
infeksi, hiperlipidemia, hiperfibrinogen,
hipotiroid, penyakit autoimun, dan faal
hemostasis.
Tatalaksana
Bed rest total
Vasodilator injeksi
Kortikosteroid prednison 4x10 mg tappering
off tiap 3 hari
Vit C
Neurobion
Diet rendah garam dan rendah kolesterol
Oksigen 4x15 menit (2 liter/menit)
antiviral
Evaluasi
Setiap minggu dalam 1 bulan

Sangat baik perbaikan ambang dengar >30dB
dalam 5 frekuensi.
Sembuh perbaikan ambang dengar <30dB pada
frekuensi 250 Hz, 500 Hz, 1000Hz, 2000 Hz, dan < 25
dB pada frekuensi 4000Hz.
Baik rata-rat perbaikan ambang dengar 10-30 dB
pada 5 frekuensi.
Tidak ada perbaikan perbaikan amabang dengar
<10dB pada 5 frekuensi.
Pengobatan gagal alat bantu dengar
Prognosis
Kecepatan pemberian obat
Respon pada 2 minggu pengobatan pertama
Usia
Derajat tuli saraf
Faktor predisposisi