Anda di halaman 1dari 20

I.

A
II. Materi Ajar
Pertemuan 1 dan 2
Struktur Sosial dan berbagai Faktor Penyebab Konflik dan Mobilitas Sosial
Pengertian Struktur Sosial
Manusia adalah makhluk sosial yang hidup dalam masyarakat. Pada hakikatnya
manusia tidak dapat hidup sendiri dan selalu membutuhkan bantuan orang lain.
Manusia selalu berada dalam lingkungan sosial yang berbeda-beda satu sama lain
atau sering disebut lingkungan sosial.
Lingkungan sosial adalah suatu bagian dari suatu lingkungan hidup yang terdiri atas
individu dan kelompok dengan pola organisasi serta aspek yang ada dalam
masyarakat. Struktur sosial didefinisikan sebagai pola dari hak dan kewajiban para
pelaku dalam suatu sistem interaksi, yang terwujud dari rangkaian-rangkaian
hubungan sosial yang relative dalam jangkan waktu tertentu.
Struktur sosial memiliki empat elemen dasar yaitu :
1. Status sosial
2. Peran sosial
3. Kelompok
4. Institusi / Lembaga
1. Status Sosial
Merupakan kedudukan atau posisi sosial seseorang dalam kelompok masyarakat,
meliputi keseluruhan posisi sosial yag terdapat dalam suatu kelompok besar
masyarakat dari yang paling rendah hingga yang paling tinggi.
Status terbagi atas beberapa hal :
a. Acribes status
Status yang diberikan kepada seseorang oleh masyarakat tanpa memandang
bakat dab karakteristik. Status ini dapat secara otomatis melalui kelahiran (
Keturunan )
b. Acheved Status
Status ini didapat seseorang karena usahanya sendiri.
Misal : bersekolah, mempelajari keterampilan, berteman, dsb
c. Assigned status
Status yang diberikan seseorang karena berjasa melakukan sesuatu untuk
masyarakat.
2. Peran Sosial
Adalah seperangkat harapan kepada seseorang yang menempati suatu posisi atau
status sosial tertentu, peran merupakan komponen yang penting dalam struktur sosial.
Menurut sudut pandang fungsionalis peran memberikan sumbangan pada
stabilitas masyarakat dengan cara kemampuan tindakan-tindakan mereka sendiri.
Tetapi peran sosial menjadi tidak berfungsi membatasi hubungan dan interaksi
individu. Jika kita memandang seseorang hanya sebagai teman atau tetangga.
3. Kelompok
Kelompok adalah sejumlah orang yang memiliki norma-norma, nilai-nilai dan
harapan yang sama, serta secara sadar dan teratur saling berinteraksi.
4. Institusi / Lembaga
Institusi adalah pola terorganisasi dan kepercayaan dan perilaku yang dipusatkan
pada kebutuhan tertentu.
Perilaku sosial di kondisikan oleh peran-peran dan status yang kita terima,
kelompok mana kita berasal, dan institusi kita berfungsi.
Sebagai contoh :
Gemerinscaft (paguyuban), memiliki tipe pedesaan dimana rasa kebersamaan
mereka timbul dari kesamaan latar belakang dan kesamaan hidup yang bersifat akrab
dan kekeluargaan.

Masyarakat
Masyarakat adalah kelompok atau konektifitas manusia yang melakukan
interaksi. Komunikasi dengan sesame sedikit banyak bersifat kekal berlandaskan
perhatian dan tujuan bersama serta melakukan jalinan yang berkesinambungan dalam
waktu relatif sama. Serta menghasilkan kebudayaan. Bagian masyarakat disebut
komnukasi yaitu bagian kemlompok dari masyarakat dalam ruang lingkup yang lebih
kecil serta mereka terikat oleh tempat (territorial).

Pengelompokan Masyarakat
Berdasarkan tempat tinggal masyarakat dapat dikelompokkan menjadi dua,
2. Masyarakat Desa
a. Desa sering ditandai kehidupan yang tenang
b. Mereka mempunyai hubungan yang lebih erat dan mendalam antar sesame
warganya.
c. Sistem kehidupan besarnya berkelompok atas dasar kekeluargaan dan gotong
royong.
3. Masyarakat Kota
Sebuah kota sering kali ditandai dengan kehidupan yang ramai, wilayahnya luas,
banyak penduduknya, hubungan yang tidak erat satu sama lain, dan mata
pencaharian penduduknya bermcam-macam.

Pelapisan Masyarakat
Kriteria yang dapat dipakai untuk menggolongkan anggota masyarakat :
1. Kekayaan; Barang siapa yang memiliki kekayaan paling banyak termasuk dalam
lapisan teratas.
2. Kekuasaan; Barang siapa yang memiliki kekuasaan atau mempunyai wewenang
besar menempati lapisan teratas.
3. Kehormatan; Ukuran kehormatan mungkin terlepas dari ukuran-ukuran kekayaan
dan atau kekuasaan. Orang yang paling disegani dan dihormati, mendapat tempat
yang teratas.
4. Penguasaan Ilmu Pengetahuan; Ilmu Pengetahuan dipakai masyarakat yang
menghargai ilmu pengetahuan, akan tetapi ukuran tersebut kadang-kadang
menyebabkan terjadinya akibat-akibat yang negatif.

Pertemuan 3 dan 4
Struktur Sosial Dalam Masyarakat
Corak struktur sosial masyarakat beraneka ragam
1. Ada yang sederhana ada yang komplek
2. Ada yang bersumber dan ditentukan coraknya oleh sistem kekerabatan, sistem
ekonomi, sistem pelapisan sosial, dan kombinasi dari berbagai pranata sosial.
Corak dari suatu struktur sosial ditentukan oleh kebudayaan dari masyarakat yang
bersangkutan.
Kalau kita hendak masyarakat sebagai struktur sosial, yang menentukan corak
tersebut adalah pranata-pranata yang ada dalam masyarakat yang bersangkutan.

1. Pranata Sosial
Beberapa istilah yang dipergunakan oleh para ahli untuk menyebut pranata sosial
diantaranya :
Selo Soemardjan, Soekeman Soemardi menggunakan istilah Lembaga
Kemasyarakatan Social Instution
Mely G Tan, Koentjaraningrat, Harsya W Bachtiar, menggunakan istilah
Pranata Sosial
Hertzler, Broom, Ni, Koft member istilah Lembaga Sosial (Soekanto, 1990)
Koentjaraningrat mendefinisikan pranata sosial adalah suatu sistem tata kelakuan
dan hubungan yag berpusat kepada aktivitas-aktivitas untuk memenuhi kompleks-
kompleks kebutuhan kasus dalam kehidupan masyarakat (Koentjaraningrat, 1991)
Secara singkat Pranata Sosial Adalah sistem norma khusus yang menjadi wahana
atau menata suatu rangkaian tindakan yang memungkinkan warga masyarakat
untuk berinteraksi menurut pola-pola resmi. Misal : Belajar di sekolah, bermain
tinju, diklat, dll.

a. Ciri Umum Pranata Sosial
Gillin dan Gillin (dalam Soekanto 1990) menguraikan ciri-ciri umum
pranata / lembaga sebagai berikut :
1. Suatu pranata / lembaga sosial adalah suatu organisasi daripada pola-pola
pemikiran dan perilaku yang terwujud melalui aktivitas-aktivitas
kemasyarakatan dan hasil-hasilnya.
2. Suatu tingkat kekekalan tertentu merupakan ciri dari semua pranata /
lemabaga sosial.
3. Pranata lembaga sosial mempunyai satu atau tujuan tertentu.
4. Pranata lembaga sosial mempunyai alat-alat perlengkapan yang
dipergunakan untuk mencapai tujuan pranata/lembaga yang bersangkutan.
5. Lambang-lambang biasanya juga merupakan cirri khas dari pranata /
lembaga sosial.
6. Suatu pranata lembaga sosial mempunyai suatu tradisi yang tertulis dan
yang tak tertulis yang dirumuskan tujuannya, tata tertib yang berlaku.

b. Unsur-unsur Pranata Sosial
Meskipun terdapat perbedaan dalam pranata/lembaga, tetapi banyak juga
persamaannya, mengingat fungsinya agak sama, yakni mengonsolidasikan dan
menstabilkan.
Untuk melaksanakan fungsi tersebut digunakan teknik-teknik antara lain:
1. Tiap-tiap lembaga mempunyai lambang-lambangnya.
2. Lembaga-lembaga kebanyakan mengenal upacara-upacara dan kode-kode
kelakuan formil, berupa sumpah-sumpah, ikrar-ikrar pembacaan kewajiban-
kewajiban dll.
3. Tiap pranata/lembaga mengenal pula berbagai nilai-nilai beserta rasionalis-
rasionalis atau sublimasi-sublimasi yang membenarkan atau mengagungkan
peranan-peranan sosial.

c. Pengelompokan Pranata Sosial
Koentjaraningrat (1956) menggolongkan pranata sosial yang merupakan
campuran dari klasifikasi yang dikemukakan Gillin dan Gillin dengan
klasifikasi yang diajukan S. F Nadel.
Ada delapan golongan untuk memenuhi keperluan hidup manusia sebagai
warga masyarakat :
1. Klinshit atau dimestic instutions.
2. Economic instutions.
3. Educational instutions.
4. Scientific instutions.
5. Aesthetic and recreational instutions.
6. Religious instutions.
7. Political instutions.
8. Somatic instutions.

d. Tipe-tipe Pranata Sosial
Gillin dan Gillin mengklafikasikan pranata sebagai berikut (dalam Soekanto
1990)
1. Dari sudut pranata sosial
2. Dari sudut sistem nilai-nilai yang diterima masyarakat
3. Dari sudut penerimaan masyarakat
4. Dari sudut faktor penyebaran
5. Dari sudut fungsinya

e. Proses Pembentukan Pranata Sosial
1. Proses Sosialisasi
2. Proses Intutionalization
3. Norma-norma yang Internalized

f. Fungsi Pranata Sosial
Mengemukakan fungsi pranata sosial dalam masyarakat dapat berfungsi
manifest dan berfungsi laten (Haton 1993).
Fungsi manifest merupakan tujuan pranata yang dikehendaki atau diakui,
keluarga harus memelihara anak, pranata ekonomi harus menghasilkan dan
mendistribusikan kebutuhan pokok dan mengarahkan arus modal ketempat yang
membutuhkan, sekolah harus mendidik siswa.

2. Pranata Keluarga
Dikenal perbedaan antara keluarga dengan sistem konsangunal dan sistem
konjugal.
Sistem konsaguinal adalah sistem keluarga yang menekankan keluarga
prokreasi (Family of Preceation) yakni keluarga yang dibentuk melalui
pernikahan dan melahirkan keturunan.

3. Pranata Pendidikan
Pranata pendidikan baik mencakup kurikulum (curriculum) pembelajaran
(Intructional) maupun penilaian (Assessment) baik yang tercantum dalam
kurikulum maupun yang termuat dalam kurikulum tersembunyi (hidden
curriculum).

4. Pranata Agama
Agama dipergunakan untuk mengatur kehidupan manusia dalam sosiologi
agama yang dinamakan religion yang maknanya lebih luas dari sekedar agama
yang kita kenal sekarang, seperti Islam, Katolik, Kristen, Hindu, Budha.

5. Pranata Ekonomi
Pranata ekonomi dalam proses perkembangan sebagaimana dikemukakan
dalam semiser (dalam Plak, 1995) terkait dengan proses perubahan dari
masyarakat Homogen menjadi Heterogen.

6. Pranata Politik
Komblum mendefinisikan pranata politik sebagai perangkat norma dan
status yang mengkhususkan diri pada pelaksanaan kekuasaan dan wewenang.
Pranata utamanya antara lain eksekutif, legislative, yudikatif, militer dsb
termasuk partai-partai politik, pengambilan keputusan dsb.
Pertemuan 5 dan 6
Ciri Struktur Sosial
Struktur sosial dalam masyarakat berbeda-beda, hal ini dapat kita lihat adanya perbedaan-
perbedaan antar individu dengan kelompok masyarakat letidaksamaan ini meliputi jumlah
kekayaan dan kekuasaan yang dimiliki, selain itu ketidaksamaan dalam masyarakat juga
daoat dilihat dari adanya berbagai macam rasa atau etnik, gender, agama dll.
Secara umum ciri-ciri Sosial sebagai berikut :
1. Terdiri dari beberapa unsur yang membentuk masyarakat.
2. Setiap unsur saling berhubungan antara satu dengan unsur yang lainnya dan
membentuk satu sistem sosial.
3. Masing-masing unsure memiliki fungsi.
4. Ada dinamika atau perubahan.

VI. Penilaian Hasil Belajar
Tes lisan
Tes tulis
Pengamatan
VII. Evaluasi Uji Kopetensi
a) Essay (PR)
1. Definisikan pengertian struktur sosial!
2. Apakah yang dimaksud lingkungan sosial!
3. Bagaimanakan definisi pranata sosial menurut Koendjaraningrat!
4. Sebutkan empat elemen dasar yang dimiliki struktur sosial!
5. Status sosial terdapat beberapa hal, sebutkan!
b) Pilihan Ganda
1. Determinasi suku bangsa menunjukkan bentuk .
I. Perbedaan fungsi sosial
II. Kemajemukan suku bangsa
III. Persamaan kehidupan
IV. Kemajemukan masyarakat
2. Gerakan emansipasi wanita merupakan aktivitas sosial sebagai pengaruhnya adanya
.
a. Jabatan
b. Prestasi kerja
c. Keturunan
d. Deferensiasi profesi
e. Kemajemukan ras
3. Perebdaan atas lapisan-lapisan sosial merupakan gejala .
a. Spesifik
b. Homogen
c. Khusus
d. Universal
e. Heterogen
4. Syarat terbentuknya masyarakat adalah .
a. Sadar sebagai anggota kelompok
b. Ada hubungan timbal balik
c. Senasib
d. Berstruktur
e. Terorganisasi
5. Masyarakat yang tinggal disuatu wilayah (dalam arti geografis) dengan batas-batas
tertentu disebut .
a. Crowd
b. Urban Community
c. Community
d. Rural Community
e. Panic Crowd
Kunci jawaban essay dan pilihan ganda
A.
1. Sebagai pola dan keawajiban para pelaku dalam suatu sistem interaksi yang terwujud dari
rangkaian hubungan sosial yang relative stabil dalam jangka waktu tertentu.
2. Suatu bagian dari suatu lingkungan hidup yang terdiri atas individu dan keompok dengan
pola organisasi serta aspek dalam masyarakat
3. Suatu sistem tata kelakuan dengan hubungan yang berpusat pada aktivitas-aktivitas untuk
memenuhi keompleks kebutuhan khusus dalam kehidupan masyarakat.
4. 1. Status sosial
2.peran sosial
3. Kelompok
4. Institusi/lembaga
5. 1. Ascribet status
2.Achieved status
B. 1. A (perbedaan fungsi sosial)
2. B (prestasi kerja)
3. D (universal)
4. C (senasib)
5. C (community)

I. Tujuan
II. Materi ajar
Pertemuan 7-8
Konflik sosial
a. Pengertian konflik sosial
Manusia sebagai makhluk sosial selalu berinteraksi sesame
manusia. Ketika manusia berinteraksi selalu diwarnai dua hal,
yaitu konflik dan kerja sama. Dengan demikian, konflik
merupakan bagian dari kehidupan manusia.
Secara sosiologis, konflik diartikan sebagai suatu proses sosial
antara dua orang atau lebih dimana salah satu pihak berusaha
menyingkirkan pihak lain dengan menghasncurkannya, atau
membuatnya tidak berdaya.
Pengertian konflik menurut beberapa pendapat :
1. Kartono dan Gulo ;
Konflik berarti ketidaksepakatan dalam satu pendapat emosi
dan tindakan orang lain.
2. Fisher ;
Konflik dapat terjadi karena hubungan antara dua pihak atau
lebih merasa memiliki tujuan-tujuan yang tidak sejalan.
3. White dan Badner
Konflik sebagai suatu interaksi antara orang-orang / kelompok
yang saling bergantung merasakan adanya tujuan yang saling
bertetangan dan saling mengganggu satu sama lain.
4. Marek, Synder dan Gurr
Menandai criteria pertentangan sebagai konflik antara lain
sebagia berikut :
a. Sebuah konflik melibatkan dua orang atau lebih,
b. Pihak-pihak tersebut saling tarik menarik, dalam aksi-aksi
saling memusuhi.
c. Mereka cenderung menghancurkan musuh.
d. Interaksi pertentangan berada dalam keadaan yang tegas.
Dari keterangan diatas dapat disimpulkan konflik adalah suatu
pertentangan dari bentuk perlawanan halus sampai bentuk
perlawanan terbuka antara dua orang atau lebih yang saling
bergantung, sama-sama merasakan tujuan yang saling tidak
cocok dalam mencapai tujuan.

b. Faktor-faktor penyebab suatu konflik
1. Perbedaan individu
2. Perbedaan kepentingan
3. Perbedaan latar belakang kebudayaan
4. Perubahan-perubahan nilai yang cepat

I. A
II. Materi Ajar
Pertemuan 11-12
Kelompok sosial dalam masyarakat multicultural
A. Pengertian Kelompok Sosial
Menurut Sheri, keompok sosial adalah suatu kesatuan yang terdiri atas dua
atau lebih individu yang mengadakan interaksi sosial yang cukup intensip
dan teratur, sehingga diantara mereka terjadi pembagian tugas struktur dan
norma-norma tertentu. Jadi kelompok social itu dapat terjadi dua individu,
seperti suami istri tetapi juga terjadi atas puluhan orang tua atau lebih, asal
mereka merupakan kesatuan yang sudah berinteraksi agak lama dan ciri-
ciri yang khas.

B. Arti dan Proses Terbentuknya Kelompok Sosial
Sikap orang yang mempunyai naluri sosial yaitu keinginan untuk hidup
bersama (berkelompok) dengan orang lain, karena manusia tidak dapat
memenuhi kebutuhannya tanpa melibatkan orang lain, manusia butuh
kerjasama, dan bantuan orang lain. Selain itu fisik dan psikis manusia
tidak mampu untuk bertahan hidup sendirian karena itulah manusia perlu
membentuk kelompok sosial yaitu himpunan manusia yang hidup bersama
di suatu tempat yang permanen dan relatif lama.
Jadi suatu himpunan manusia dapat disebut keompok sosial apabila telah
memiliki persyaratan sebagai berikut :
Setiap anggota tekah menyadari bahwa ia adlaah bagian dari
kelompok.
Terjadi hubungan timbale balik dan saling mempengaruhi di antara
sesame anggotanya.
Ada faktor tertentu yang dimiliki bersama.
Misalnya : nasib, kepentingan, tujuan, cita-cita ideologi, agama dsb.
Memiliki struktur, kaidah, norma dan pola perilaku yang khas.
Memiliki sistem sosial dan proses yang dinamis.

C. Perkembangan Kelompok Sosial di Masyarakat
Manusia hidup di masyarakat berdampingan dengan manusia lain dan
alam, untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan tersebut, manusia
menggunakan pikiran, perasaan dan kehendak.
Misalnya : manusia menciptakan rumah untuk berlindung dari sengatan
sinar matahari dan dinginnya angin malam, manusia
menggunakan kepandaian untuk meramu hasil alam sehingga
dapat di makan.
Manusia selalu mempunyai naluri yang berhubungan dengan manusia lain,
oleh sebab itu manusia juga disebut makhluk sosial. Dalam berinteraksi
manusia selalu bertukar pengalaman atau SOCIAL EXPERIENCES
yang secara tidak langsung mengubah perilaku dan pribadi manusia itu
sendiri.
Norma dan nilai sosial harus diperhatikan dalam pola berperilaku baik
sebagai individu atau kelompok, pola perilaku yang baik akan
menghindarkan gesekan-gesekan yang negative antar individu dengan
kelompok bahkan kelompok dengan kelompok. Apabila gesekan itu tidak
dapat dihindari maka akan terjadi konflik yang akan merugikan kelompok
atau individu itu sendiri.

Pertemuan 13-14
MASYARAKAT MULTIKULTURAL
Dalam suatu masyarakat, pasti ditemukan kelompok masyarak yang
dimiliki karakteristik yang berbeda-beda. Hal ini dapat dilihat dari tingkat diferensiasi dan
stratifikasi sosial.
I. Diferensiasi Sosial
Menurut Soerjono Soekamto, Diferensiasi Sosial adalah variasi pekerjaan,
prestise dan kekuasaan kelompok dalam masyarakat yang dikaitkan dengan
interaksi sosial yang lain.
Diferensiasi sosial terjadi akibat pola interaksi individu yang memiliki ciri fisik
dan non fisik.
1. Ciri fisik : Bentuk dan tinggi tubuh, raut muka, warna kulit dan segalanya.
2. Ciri non fisik : kecerdasan, motivasi, kebiasaan dan lain-lain.
Menurut Ahmadi, Deferensiasi sosial merupakan karakteristik sosial yang
membuat individu/kelompok terpisah dan berbeda satu sama lain.
Perbedaan ini didasarkan pada beberapa faktor sebagai berikut :
1. Usia
2. Gender (jenis kelamin)
3. Latar Belakang Genetik
Beberapa bentuk diferensiasi sosial antara lain sebagai berikut :
a. Diferensiasi atas perbedaan ras
b. Diferensiasi atas perbedaan agama
c. Diferensiasi atas perbedaan jenis kelamin
d. Diferensiasi atas perbedaan profesi
e. Diferensiasi atas perbedaan klan
f. Diferensiasi atas perbedaan suku bangsa

II. Stratifikasi Sosial
1. Pengertian stratifikasi sosial
Stratifikasi yaitu perbedaan sosial yang menunjukkan tingkat yang berbeda dalam
masyrakat.
Stratifikasi sosial adalah :
Perbedan-perbedaan yang terjadi pada kehidupan masyarakat yang bersifat hirarkis
(bertingkat-tingkat).
Misalnya : golongan ekonomi lemah, golongan ekonomi menengah dan golongan
ekonomi atas.
2. Sebab-sebab terjadinya stratifikasi
Menurut Prof. Soerjono Soekamto sistem berlapis-lapis masyarakat disebabkan
oleh kepemilikan sesuatu yang berharga bagi masing-masing warga masyarakat tidak
sama baik secara kwantitas maupun kualitas.
Sesuatu yang berharga tersebut, menurut Prof. Koentjaraningrat ada tujuh macam
yaitu :
1. Kualitas/kepandaian
2. Tingkat usia yang senior
3. Sifat keaslian
4. Keanggotaan kaum kerabat kepala masyarakat
5. Pengaruh dan kekuasaan
6. Pangkat dan jabatan
7. Kekayaan dan harta benda

III. Macam-macam stratifikasi sosial
1. Berdasarkan status yang diperoleh secara alami
a. Berdasarkan perbedaan usia
b. Berdasarkan senioritas
c. Berdasarkan sistem kekerabatan
d. Berdasarkan keanggotaan dalam kelompok tertentu
e. Berdasarkan jenis kelamin
2. Berdasarkan status yang diperoleh melalui serangkaian usaha
a. Stratifikasi sosial karena pendidikan
b. Stratifikasi sosial karena keberhasilan di bidang ekonomi
c. Stratifikasi sosial karena kedudukan dalam pekerjaan

IV. Beberapa faktor yang memepengaruhi stratifikasi
1. Kekayaan
Kekayaan adalah kriteria ekonomi orang-orang yang berpenghasilan tinggi atau besar
akan menempati lapisan sosial yang tinggi pula
2. Kekuasaan (power)
Orang-orang yang memperoleh kesempatan menjadi pemimpin baik melalui
mekanisme baik secara turun temurun akan menempati kelas sosial yang lebih tinggi.
3. Kehormatan kebangsawanan
Golongan kebangsawanan baik masyarakat tradisional maupun selalu menduduki
sosial yang lebih tinggi. Mereka sangat dihormati, biasanya keturunan bangsawan
secara otomatis menjadi orang berada dan menyandang status sosial orang tuanya.
4. Pendidikan
Pada masyarakat yang mulai berkembang atau masyarakat pra industry, pendidikan
menjadi suatu yang sangat penting.
Misalnya : kelompok sarjana dalam masyarakat mempuya status sosial yang lebih
tinggi dari pada kelompok orang lain, yang menyelesaikan jenjang pendidikan hanya
sampai pada pendidikan menengah atau dibawahnya.

V. Pengaruh Deferensiasi dan Stratifikasi Sosial
Aspek-aspek kehidupan masyarakat yang dipengaruhi oleh deferensiasi dan stratifikasi
dalam kesempatan hidup seseorang antara lain :
1. Kesehatan
2. Pendidikan
3. Harapan hidup
4. Keadaan sosial

VI. Pengertian masyarakat multikultural
Beberapa pengertian masyarakat multikultural (majemuk)
1. Furnital
Mengemukakan bahwa masyarakat multicultural merupakan masyarakat yang
terdiri atas dua atau lebih komunitas (kelompok) yang secara cultural dan ekonomi
terpisah-pisah serta memiliki struktur kelembagaan yang berbeda-beda satu sama
lainnya.
Masyarakat majemuk dengan kompetisi seimbang merupakan masyarakat
majemuk yang terdiri atas sejumlah komunitas atau etnik yang mempunyai kekuatan
yang kompetitip yang kurang seimbang.
2. Dr. Nasikum
Menyatakan bahwa masyarakat majemuk merupakan suatu masyarakat yang
menganut berbagai sistem nilai yang dianut oleh berbagai kesatuan sosial yang
menjadi bagian-bagiannya adalah sedemikian rupa sehingga para anggota masyarakat
kurang memiliki loyalitas terhadap masyarakat sebagai kurang memiliki loyalitas
terhadap masyarakat sebagai suatu keseluruhan.

VII. Hubungan Kelompok Sosial dengan Masyarakat Multikultural
Sebagai masyarakat multicultural setiap manusia tentu saja harus dapat menerima dan
menghargai orang atau kelompok lain yang berbeda latar belakangnya.
Adapun sikap untuk dapat menerma dan menghargai orang atau kelompok lain yang
berbeda latar belakang sosial budaya dapat dilakukan sebagai berikut :
1. Menerima atau menghargai orang lain atau suku bangsa lain sebagai bagian
masyarakat yang ber Bhineka Tunggal Ika
2. Menerima dan menghargai orang atau kelompok lain sebagai makhluk pribadi dan
makhluk ciptaan Tuhan Yang Maha Esa.
3. Menerima dan menghargai orang lain sebagai manusia yang memiliki kesamaan
keterbatasan dalam hal tertentu.
4. Menerima dan menghargai orang lain sebagai manusia yang memiliki kesamaan
keterbatasan dalam martabat serta derajat kemanusiaan.
5. Menerima dan menghargai orang lain sebagai pemilik dan penghuni planet bumu
ciptaan Tuhan YME.
VII.

I. I
II. Materi Ajar
Pertemuan ke
A. Faktor penyebab timbulnya masyarakat multicultural
Bangsa yang multiteknik tidak berbentuk dalam waktu singkat, tetapi melalui
suatu proses yang panjang dan melalui berbagai peristiwa. Di Indonesia terjadinya
berbagai keanekaragaman kebudayaan dipengaruhi oleh faktor sejarah penyebaran
penduduk antar wilayah, keadaan geografis juga dipengaruhi mata pencaharian
penduduknya.
Faktor utama yang mendorong terbentunya masyarakat multicultural di Indonesia,
antara lain sebagai berikut :
1. Latar belakang Historis
Nenek moyang bangsa Indonesia berasal dari YUNAN (yang kita pelajari dari
pelajaran sejarah).
Yunan adalah wilayah yang ada di China bagian selatan, mereka melakukan
perpindahan kenusantara. Perpindahan dari Yunan ke pulau Nusantara terjadi secara
bertahap dan melalui jalur yang berbeda.
a. Ada kelompok yang melalui jalur barat melalui selat malaka dan menuju
sumatera dan jawa.
b. Kelompok lain mengambil jalur timur, yaitu melalui kepulauan formusa
(rawan) disebelah selatan jepang, menuju Filipina kemudian meneruskan
perjalanan ke Kalimantan, kemudian sebagian lagi ke Sulawesi.
2. Indonesia adalah Negara kepulauan dimana pulau yang satu dengan yang lain dipisahkan oleh
laut yang dangkal dan potensial. Bentuk kepulauannya pun beraneka ragam selain perbedaan
tersebut juga adanya perbedaan yang mengangkat curah hujan, suhu, kelembaban udara, jenis
tanah, tata air, dan flora serta fauna yang berkembang diatas tanah air Indonesia.
3. keterbukaan terhadap kebudayaan luar
Bangsa Indonesia adalah contoh bangsa yang terbuka terhadap kebudayaan dan pengaruh asing.
Hal ini dapat dilihat dari besarnya pengaruh asing yang masuk dan membentuk keanekaragaman
masyarakat seluruh wilayah Indonesia. Pengaruh asing pertama yang mewarnai sejarah
kebudayaan Indonesia adalah etika orang-orang India, China dan Arab mendatangi wilayah
Indonesia di susul kedatangan bangsa Eropa.
4. suku-suku bangsa di Indonesia
Para antropologis banyak yang berbeda pendapat bahkan mengalami kesulitan untuk membuat
klasifikasi ras umat manusia. Suku bangsa Indonesia meliputi beberapa ras.
a. suku bangsa wilayah Indonesia timur, seperti Irian, Maluku dan Timor sebagian termasuk ras
melanesoid (negro melanisia), cirri-ciri ras ini antara lain sebagai berikut :
1. rambut hitam dan keriting
2. Kulit hitam
3. Hidung lebar dan mata hitam
4. bibir tebal, badan tegap dan kuat
5. tinggi badan rata-rata 160-170 cm, dan
6. serumpun dengan suku-suku bangsa di kepulauan Polynesia, Micronesia, Melanesia, Fiji,
Solomon, bismark dan Papua Nugini.
b. Suku-suku bangsa di wilayah Indonesia di bagian barat dan tengah termasuk ras maongolia
melayu.
Cirri-ciri ras ini diantara lain sbb :
1. rambut hitam berombak atau lurus
2. Warna kulit sawo matang
3. hidung sedang
4. bibir sedang, tidak dan tidak tebal
5. tinggi badan rata-rata 150-165 cm
6. mata hitam
7. tersebar di Jawa, Sumatera, Kalimantan, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timut,
Maluku, dan Irian Jaya.
c. selain dari ras tersebut, di Indonesia ada kelompok penduduk yang merupakan keturunan
asing. Misalnya : orang China yang termasuk ras Mongoloid induk.
Ciri-ciri ras ini antara lain sbb :
1. berkulit kuning
2. berambut lurus
3. bermata sipit
4. berbadan rata-rata gemuk agak pendek dengan tinggi badan lebih kurang 155 cm.
5. berhidung sedang
d. Orang-orang keturunan arab, Pakistan, dan india termasuk ras kaukaoid dengan ciri-ciri ras ini
antara lain sbb :
1. kulit agak putih
2. hidung mancung
3. rambut hitam berombak
4. tinggi badan 179-180 cm.

Pertemuan ke
B. karakteristik multicultural di Indonesia
Bermacam-macam karakteristik multikulutural di Indonesia dipengaruhi oleh beberapa faktor
sebagai berikut :
1. kesatuan Geonologis
Kesatuan Geonologis adalah :
Kesatuan masyarakat dimana anggotanya di ikat berdasarkan pertalian darah.
Kesatuan geonologis dapat dibedakan dalam BATIN SOMAH (keluarga) kerabat, atau famili,
suku bangsa dan klan.
a. Batin/somah merupakan kesatuan Geonologis yang paling kecil. Batin/somah mempunyai dua
kemungkinan, yaitu poligami dan monogamy.
b. kerabat atau keluarga merupakan keluarga besar yang terdiri dari beberapa keluarga
batin/somah.
c. suku bangsa/stam merupakan kekerabatan yang telah menukar sehingga hubungan mereka
bersala keturunan yang sama.
d. klan adalah golongan sosial yang didasarkan pada salah satu garis keturunan (unilateral)
apakah garis keturunan laki-laki (batriteral) atau garis keturunan perempuan (matricianead).

2. kesatuan Teritorial
Kesatuan territorial adalah kesatuan masyarakat yang anggota-anggotanya merasa terikat karena
bertempat tinggal daerah yang sama kesatuan territorial ada 2 macam :
1. masyarakat desa yaitu sekelompok orang yang bertempat tinggal pada wilayah tertentu dimana
masing-masing anggotanya adalah sbb :
a. memiliki ikatan batin yang kuat
b. bersifat gotong royong
c. religious
d. saling kenal antar sesama warga
contoh : di jawa disebut desa, di Bali disebut banjar, di Kalimantan disebut Kuta, dan di
Aceh disebut Gampong.

3. kesatuan sacral
Kesatuan sacral adalah:
Suatu sosial yang bentuk karena anggota-anggotanya merasa terikat oleh ikatan-ikatan spiritual.
Misalnya : perkumpulan orang-orang yang memiliki agama atau kepercayaan yang sama, pada
masyarakat kesatuan sacral yang menonjol adalah spiritualnya.

4. kesatuan campuran
Kesatuan campuran adalah masyarakat yang terikat karena perpaduan dari faktor geneologis
territorial dan sacral.
Contoh :
a. desa di Jawa yang merupakan geneologis-teritorial
b. Uma di Metawai yang merupakan perpaduan geneologis territorial sacral

5. penggolongan tertentu
Penggolongan tertentu. Yaitu kesatuan masyarakat lainnya yang bentuk berdasarkan keadaan
tertentu.
Penggolongannya berdasarkan hal-hal sbb :
a. proses terbentuknya
1. paguyuban (Gemenschaft)
2. Patembayan (Gesseischaft)
b. jenis kelamin
misalnya :
- Golongan masyarakat laki-laki dan perempuan
c. menurut umur
misalnya :
1. Golongan anak-anak
2. Golongan kanak-kanak
3. Golongan remaja
4. Golongan dewasa
5. Golongan usia lanjut

d. Berdasarkan derajat
misalnya :
1. Golongan bangsawan
2. Golongan priyayi
3. Golongan rakyat biasa
4. golongan budan dan sebagainya

e. Berdasarkan kasta
1. Brahmana
2. Kesatria
3. Waisya
4. Sudra
5. Pria

C. macam yang timbul akibat keanekaragaman dan perubahan kebudayaan masyarakat di
Indonesia yang multicultural dapat disebut memprihatinkanm sebab struktur sosial yang
majemuk memiliki perbedaan dalam hal persepsi, selera, nilai-nilai, norma dsb, sehingga
berpotensi menjadi konflik.
KONFLIK
Konflik merupakan suatu proses sosial alisosiatif yang memecah kesatuan di dalam masyarakat.
Macam-macam konflik sosial yang timbul di masyarakat adalah
1. Berdasarkan tingkatannya
a. Konflik tingkat ideology atau gagasan
b. Konflik tingkat politik
2. Berdasarkan jenisnya
a. Konflik sosial
b. Disintegrasi atau Disorganisasi
c. Reintegrasi
D. Alternatif Pemecahan masalah timbul akibat keanekaragaman dan perubahan budaya.
Ada beberapa cara mengatasi masalah-masalah yang timbul akibat keanekaragaman dan
perubahan kebudayaan dalam masyarakat, yaitu melalui berbagai pola hubungan yang terdapat
dalam masyarakat majemuk, antara lain :
1. Integrasi
Menurut PITRIM SORIKIN dan MAURICO DIVERGE mendefinisikan integrasi
sebagai dibangunnya Interdepensi (saling ketergantungan) yang lebih rapat antar bagian-bagian
dari organism hidup atau antara anggota-anggota yang ada.
2. Asimilasi
Asimilasi merupakan suatu proses dimana seseorang meninggalkan tradisi budaya
mereka sendiri untuk menjadi bagian budaya yang merdeka. Melalui asimilasi. Kelompok,
kelompok etnik yang berbeda secara bertahap dapat mengadopsi bedaya dan nilai-nilai yang ada.
3. Self-Segregration
Self-Segregration merupakan kebalikan dan asimilasi dimana suatu kelompok etnik
mengasingkan diri dari kelompok mayoritas.
4. Pluralisme
Pluralisme merupakan suatu masyarakat dalam kelompok subordinat, tidak harus mengorbankan
gaya hidup atau tradisi mereka, bahkan kebudayaan kelompok-kelompok tersebut memiliki
pengaruh terhadap kebudayaan masyarakat keseluruhan.