Anda di halaman 1dari 4

LAMPIRAN

SURAT KEPUTUSAN DIREKTUR RUMAH SAKIT FATIMA


NOMOR: 02/I/010/III/2014

TENTANG
PEDOMAN PENYELENGGARAAN KOMITE KEPERAWATAN RUMAH SAKIT FATIMA

PEDOMAN PENYELENGGARAAN KOMITE KEPERAWATAN
RUMAH SAKIT FATIMA
A. PENDAHULUAN
Komite Keperawatan adalah wadah non-struktural yg terdiri dari tenaga-tenaga keperawatan
yang ahli untuk memberikan pertimbangan strategis kepada Direktur Rumah Sakit dalam
rangka peningkatan dan pengembangan pelayanan kesehatan.

B. TUJUAN
Tujuan pembentukan Komite Keperawatan adalah untuk mewujudkan profesionalisme dalam
pelayanan keperawatan dalam rangka menjamin tata kelola klinis untuk melindungi pasien.
Setiap tenaga keperawatan dikendalikan melalui pengaturan kewenangan klinisnya dalam
melakukan tindakan keperawatan.

C. PRINSIP KEGIATAN KOMITE KEPERAWATAN
1. Prinsip sinergisme yang memperlihatkan thinking power kelompok terpilih untuk
bersama-sama berupaya memperoleh keluaran yang efektif.
2. Tenaga keperawatn profesional diberdayakan untuk berkontribusi secara kolektif terhadap
proses pengambilan keputusan yang berhubungan dengan pelayanan keperawatan.

D. FUNGSI UTAMA KOMITE KEPERAWATAN
Mempertahankan dan meingkatkan profesionalisme keperawatan melalui:
1. Mekanisme kredensial
2. Penjagaan mutu profesi dan pemeliharaan profesi, sehingga pelayanan asuhan
keperawatan kepada pasien diberikan secara benar (ilmiah) sesuai dengan standar yg baik
(etis), sesuai kode etik profesi dan hanya diberikan oleh tenaga keperawatan yang
kompeten dengan kewenangan yang jelas.
3. Menjamin tersedianya norma-norma, standar praktik/asuhan/prosedur keperawatan yang
sesuai dengan lingkup asuhan dan pelayanan serta aspek penting asuhan di setiap area
keperawatan.
4. Menjaga mutu asuhan melalui perumusan rencana peningkatan mutu keperawatan tingkat
rumah sakit.
5. Mengkoordinasi semua kegiatan pemantauan mutu dan evaluasi keperawatan.
6. Mengintegrasikan proses peningkatan mutu keperawatan dengan rencana rumah sakit
untuk menemukan kecenderungan dan pola kinerja yang berdampak pada lebih dari satu
departemen atau pelayanan.
7. Mengkomunikasikan informasi hasil telaah mutu keperawatan kepada semua yang terkait.
8. Mengusulkan kepada manajemen rumah sakit tentang solusi masalah yang terkait dengan
profesionalitas tenaga dan asuhan, sistem pelaporan pasien, dan penugasan staf.
9. Memprakarsai perubahan dalam meningkatkan mutu asuhan keperawatan.
10. Mempertahankan keterkaitan antara teori, riset, dan praktik.
11. Dalam upaya meningkatkan mutu staf keperawatan, maka fungsi Komite Keperawatan
adalah:
a. Menetapkan lingkup praktek, kompetensi dan kewenangan klinis staf keperawatan.
b. Merumuskan norma, harapan dan pedoman perilaku.
c. Menyediakan alat ukur kinerja staf keperawatan.
d. Memelihara dan meningkatkan kompetensi staf.
e. Membina dan menangani hal-hal yang berkaitan dengan etika profesi keperawatan.
f. Mewujudkan komunitas profesi keperawatan.
g. Merumuskan sistem rekruitmen dan retensi staf.
12. Dalam kaitannya dengan pihak diluar keperawatan, Komite Keperawatan berfungsi:
a. Berbagi informasi yang bermanfaat bagi manajer rumah sakit.
b. Mendidik staf lain yang terlibat dalam sistem keperawatan
c. Mendorong dan melibatkan staf keperawatan yang terkena dampak dalam upaya
mengelola asuhan keperawatan.
d. Membangaun jaringan dengan tim, unit dan komite lain di rumah sakit.
e. Melaksanakan program kegiatan bersama dengan profesi lain.
f. Menjamin keharminisan hubungan kerja dengan staf lain.
g. Berpartisipasi dalam Tim Mutu Rumah Sakit.

E. GARIS BESAR TUGAS KOMITE KEPERAWATAN
1. Menyusun dan menetapkan Standar Asuhan Keperawatan dan Kebidanan di Rumah
Sakit.
2. Memantau pelaksanaan Asuhan Keperawatan dan Kebidanan
3. Memantau dan membina perilaku etik dan profesional staf keperawatan.
4. Menyusun Model Praktek Keperawatan Profesional.
5. Meningkatkan profesionalisme keperawatan, melalui peningkatan pengetahuan dan
ketrampilan seiring dengan kemajuan IPTEK, terintegrasi dengan perilaku yang baik.
6. Bekerja sama dengan Kepala Bagian Keperawatan dalam merencanakan program
pengaturan kewenangan klinis staf keperawatan dalam melakukan asuhan
keperawatan dan kebidanan.
7. Memberikan rekomendasi dalam rangka pemberian kewenangan profesi bagi staf
yang akan melakukan tindakan keperawatan di rumah sakit.
8. Mengkoordinir kegiatan-kegiatan staf keperawatan, menyampaikan laporan kegiatan
Komite Keperawatan secara berkala kepada seluruh tenaga keperawatan rumah sakit.

F. MODEL KOMITE KEPERAWATAN
Komite Keperawatan minimal terdiri dari Ketua, Sekretaris, Sub Komite Kredensial, Sub
Komite Mutu Profesi dan Sub Komite Disiplin-Etik Profesi.

TUGAS KETUA KOMITE KEPERAWATAN
1. Menyelenggarakan komunikasi yang efektif antar staf keperawatan dan mewakili
pendapat staf keperawatan dalam bidang keprofesian.
2. Menyelenggarakan dan bertanggungjawab atas semua risalah rapat yang diadakan oleh
Komite Keperawatan.
3. Menunjuk staf keperawatan yang akan mewakili Komite Keperawatan dalam setiap
kepanitiaan di rumah sakit.
4. Menghadiri pertemuan yang diadakan oleh Badan Pengampu dan kepanitiaan lain yang
berkaitan dengan profesi keperawatan.

TUGAS SEKRETARIS KOMITE KEPERAWATAN
1. Melakukan pemberitahuan kepada semua anggota yang berhak menghadiri rapat-rapat
Komite Keperawatan.
2. Mempersiapkan dan mengedarkan risalah rapat kepada hadirin yang berhak menghadiri
rapat.
3. Melaksanakan tugas lain yang ditetapkan oleh Sub Komite.
4. Menghadiri pertemuan dengan Badan Pengampu dan komite lain

TUGAS SUB KOMITE KREDENSIAL
1. Menyusun porto folio untuk self assesment (evaluasi) pengembangan profesionalitas.
2. Menentukan komponen standar kredensial.
3. Menentukan tahapan proses kredensial.
4. Merancang program kredensial sesuai jenjang kompetensi keahlian.
5. Menentukan jenis pelatihan dan pendidikan formal yang dapat diakui untuk menunjang
kompetensi.
6. Melaporkan hasil asessmen dan pemeriksaan serta memberi rekomendasi kewenangan
klinik kepada Ketua Komite Keperawatan.
7. Melakukan pemulihan kewenangan klinis.
8. Rekredensial berkala

TUGAS SUB KOMITE MUTU PROFESI
1. Menyusun dan merevisi rencana peningkatan mutu keperawatan.
2. Mempersiapkan bahan SAK dan SPO.
3. Memantau kepatuhan perawata terhadap SAK dan SPO termasuk memberikan masukan
untuk revisi.
4. Menyusun dasar profil perawat sesuai dengan area praktek.
5. Pendataan kompetensi perawat sesuai dengan jenjang karir pada setiap area praktik
keperawatan.
6. Mengidentifikasi, merencanakan, melaksanakan dan mengevaluasi perjanjian kerja
bersama tenaga keperawatan berkoordinasi dengan bagian keperawatan.
7. Melaksanakan audit keperawatan.
8. Koordinasi dengan Tim Mutu Rumah Sakit untuk telaah temuan mutu agar tindak lanjut
dapat dilakukan.
9. Mengadakan pertemuan ilmiah, pelatihan diluar rumah sakit bagi perawat sesuai dengan
area praktik pada setiap level.
10. Memfasilitasi proses pendampingan (preceptorship/mentorship) selama praktik
keperawatan.
11. Mengidentifikasi perubahan kompetensi berdasarkan fakta melalui kaji ulang.

TUGAS SUB KOMITE DISIPLIN-ETIK PROFESI
1. Melakukan penegakan disiplin profesi keperawatan.
2. Melakukan pembinaan etika keperawatan.
3. Membantu menyelesaikan masalah-masalah pelanggaran disiplin dan masalah-masalah
etik dalam pelayanan asuhan keperawatan.
4. Memberikan pertimbangan dalam mengambil keputusan etis dalam asuhan keperawatan.


G. TATA KERJA KOMITE KEPERAWATAN
1. Ketua Komite mengadakan pertemuan periodik dengan anggota Komite/Ketua Sub
Komite untuk memantau kegiatan setiap Sub Komite.
2. Ketua Komite mengkoordinir kegiatan anggota/sub komite dan mengintegrasikan
ketentuan yang dibuat pleh setiap sub komite.
3. Ketua Komite menyelesaikan masalah rujukan dari sub komite.
4. Komite Keperawatan bekerja sama dengan Komite Medik untuk menjaga mutu pelayanan
klinis.
5. Ketua Komite mereview jadwal pertemuan dan kegiatan tahunan.
6. Hasil kerja sub komite berupa saran untuk menjadi draft keputusan akhir Komite
Keperawatan.

H. JADWAL PERTEMUAN
Rapat Rutin:
1. Ketua Komite dengan anggota/ketua sub komite 1x setiap bulan.
2. Ketua Komite dengan Kepala Bagian Keperawatan beserta staf 1x setiap bulan dan
sewaktu-waktu bila diperlukan.
3. Jadwal pertemuan sub komite maupun tim ditentukan bersama anggota dengan
mempertimbangkan kegiatan pelayanan dan pertemuan lain dalam institusi dengan
persetujuan Ketua Komite Keperawatan.


DIREKTUR RUMAH SAKIT FATIMA




Margaretha Indah Wijilestari