Anda di halaman 1dari 9

Jurnal Teknik Kimia, No. 4, Vol.

16, Desember 2009 19


TINJAUAN TEORITIS PERANCANGAN KOLOM
DISTILASI UNTUK PRA-RENCANA PABRIK
SKALA INDUSTRI


Leily Nurul Komariah, A. F. Ramdja, Nicky Leonard

Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya
e-mail : leilydiaz@yahoo.com


Abstrak

Destilasi didefinisikan sebagai sebuah proses dimana campuran dua atau lebih zat liquid atau vapor
dipisahkan menjadi komponen fraksi yang murni, dengan pengaplikasian dari perpindahan massa dan panas.
Umumnya proses distilasi dalam skala industri dilakukan dalam menara, oleh karena itu unit proses dari
distilasi ini sering disebut sebagai menara distilasi atau kolom distilasi. Kolom distilasi biasanya berukuran
2-5 meter dalam diameter dan tinggi berkisar antara 6-15 meter. Masukan dari Kolom Distilasi biasanya
berupa cair jenuh (cairan yang dengan berkurang tekanan sedikit saja sudah akan terbentuk uap) dan
memiliki dua arus keluaran, arus yang diatas adalah arus yang lebih volatil (lebih ringan/mudah menguap)
dan arus bawah yang terdiri dari komponen berat. Dalam anatomi proses industri kimia, keberadaan Kolom
Distilasi dalam tahapan pemisahan atau pemurnian produk sudah sangat banyak diaplikasikan. Perancangan
Kolom Distilasi untuk Pra Rencana Pabrik bagi mahasiswa dan peneliti membutuhkan pemahaman mendasar
tentang prinsip pemisahan dengan distilasi dan langkah-langkah perhitungan disian yang bersesuaian.

Kata kunci : Bubble cap tray, distilasi, rectification, Sieve Tray

I. PENDAHULUAN

Dalam pra rencana pabrik, keberadaan kolom
distilasi sebagai salah satu alat vitas pada tahap
pemisahan, menjadi bagian yang hampir selalu ada
dalam rancangan proses lengkap. Pemahaman
secara khusus mengenai alat ini dinilai sangat
penting dan penting khususnya bagi mahasiswa agar
penguasaan perancangan dan akurasi hasil
perhitungan disain dapat dipertanggung jawabkan
secara ilmiah.
Pemisahan campuran liquid dengan
destilasi bergantung pada perbedaan volatilitas
antar komponen. Komponen yang memiliki relative
volatility yang lebih besar akan lebih mudah
pemisahannya. Uap akan mengalir menuju puncak
kolom sedangkan liquid menuju ke bawah kolom
secara counter-current (berlawanan arah). Uap dan
liquid akan terpisah pada plate atau packing.
Sebagian kondensat dari Condensor dikembalikan
ke puncak kolom sebagai liquid untuk dipisahkan
lagi, dan sebagian liquid dari dasar bolom diuapkan
pada Reboiler dan dikembalikan sebagai uap.
Destilasi didefinisikan sebagai sebuah
proses dimana campuran dua atau lebih zat
liquid atau vapor dipisahkan menjadi komponen
fraksi yang murni, dengan pengaplikasian dari
perpindahan massa dan panas.

Gambar 1. Gambaran umum destilasi

II. TEORI PRINSIP DISTILASI

Pemisahan komponen-komponen dari
campuran liquid melalui destilasi bergantung
pada perbedaan titik didih masing-masing
komponen. Juga bergantung pada konsentrasi
komponen yang ada. Campuran liquid akan
memiliki karakteristik titik didih yang berbeda.

20 Jurnal Teknik Kimia, No. 4, Vol. 16, Desember 2009


Oleh karena itu, proses destilasi bergantung pada
tekanan uap campuran liquid.
Tekanan uap suatu liquid pada temperatur
tertentu adalah tekanan keseimbangan yang
dikeluarkan oleh molekul-molekul yang keluar dan
masuk pada permukaan liquid. Berikut adalah hal-
hal penting berkaitan dengan tekanan uap :
a. Input energi menaikkan tekanan uap
b. Tekanan uap berkaitan dengan proses
mendidih
c. Liquid dikatakan mendidih ketika tekanan
uapnya sama dengan tekanan udara
sekitar.
d. Mudah atau tidaknya liquid untuk
mendidih bergantung pada volatilitasnya.
e. Liquid dengan tekanan uap tinggi (mudah
menguap) akan mendidih pada temperatur
yang lebih rendah.
f. Tekanan uap dan titik didih campuran
liquid bergantung pada jumlah relatif
komponen-komponen dalam campuran.
g. Destilasi terjadi karena perbedaan
volatilitas komponen-komponen dalam
campuran liquid.


Gambar 2. Tower destilasi

Secara fundamental semua proses-proses distilasi
dalam kilang minyak bumi adalah sama. Semua
proses distilasi memerlukan beberapa peralatan
yang penting seperti Kondensor dan Cooler, Menara
Fraksionasi, Kolom Stripping.

Proses pemisahan secara distilasi dengan mudah
dapat dilakukan terhadap campuran, dimana antara
komponen satu dengan komponen yang lain
terdapat dalam campuran :
a. Dalam keadaan standar berupa cairan, saling
melarutkan menjadi campuran homogen.
b. Mempunyai sifat penguapan relatif () cukup
besar.
c. Tidak membentuk cairan azeotrop.

Pada proses pemisahan secara distilasi, fase uap
akan segera terbentuk setelah sejumlah cairan
dipanaskan. Uap dipertahankan kontak dengan
sisa cairannya (dalam waktu relatif cukup)
dengan harapan pada suhu dan tekanan tertentu,
antara uap dan sisa cairan akan berada dalam
keseimbangan, sebelum campuran dipisahkan
menjadi distilat dan residu.

Fase uap yang mengandung lebih banyak
komponen yang lebih mudah menguap relatif
terhadap fase cair, berarti menunjukkan adanya
suatu pemisahan. Sehingga kalau uap yang
terbentuk selanjutnya diembunkan dan
dipanaskan secara berulang-ulang, maka
akhirnya akan diperoleh komponen-komponen
dalam keadaan yang relatif murni.

Keseimbangan Uap Cair

Untuk dapat menyelesaikan soal-soal distilasi
harus tersedia data-data keseimbangan uap-cair
sistim yang dikenakan distilasi. Data
keseimbangan uap-cair dapat berupa tabel atau
diagram.

Tiga macam diagram keseimbangan yang akan
dibicarakan, yaitu :

a. Diagram Titik didih
Diagram titik didih adalah diagram yang
menyatakan hubungn antara temperatur atau
titik didih dengan komposisi uap dan cairan
yang berkeseimbangan. Di dalam diagram titik
didih tersebut terdapat dua buah kurva, yaitu
kurva cair jenuh dan uap jenuh. Kedua kurva ini
membagi daerah didalam diagram menjadi 3
bagian, yaitu :
1. Daerah satu fase yaitu daerah cairan
yang terletak dibawah kurva cair jenuh.
2. Daerah satu fase yaitu daerah yang
terletak datas kurva uap jenuh.
3. Daerah dua fase yaitu daerah uap jenuh
dan cair jenuh yang terletak di antara
kurva cair jenuh dan kurva uap jenuh.

b. Diagram Keseimbangan uap-cair
Diagram keseimbangan uap-cair adalah
diagram yang menyatakan hubungan
keseimbangan antara komposisi uap dengan
komposisi cairan. Diagram keseimbangan uap-
cair dengan mudah dapat digambar, jika tersedia
titik didihnya.

Jurnal Teknik Kimia, No. 4, Vol. 16, Desember 2009 21


c. Diagram Entapi-komposisi
Diagram entalpi-komposisi adalah diagram
yang menyatakan hubungan antara entalpi dengan
komposisi sesuatu sistim pada tekanan tertentu.
Didalam diagram tersebut terdapat dua buah kurva
yaitu kurva cair jenuh dan kurva uap jenuh. Setiap
titik pada kurva cair jenuh dihubungkan dengan gari
hubung tie line dengan titik tertentu pada kurva
uap jenuh, dimana titik-titik tersebut dalam keadaan
keseimbangan. Dengan adanya kedua kurva
tersebut, daerah didalam diagram terbagi menjadi 3
daerah, yaitu
Daerah cairan yang terletak dibawah kurva
cair jenuh.
Daerah uap yang terletak diatas kurva uap
jenuh.
Daerah cair dan uap yang terletak diantara
kurva cair jenuh dengan kurva uap jenuh
Dibawah kurva cair jenuh terdapat
isoterm-isoterm yang menunjukkan
entalpi cairan pada berbagai macam
komposisi pada berbagai temperatur.
Klasifikasi Destilasi

Distilasi berdasarkan prosesnya terbagi menjadi
dua, yaitu :
1. Distilasi kontinyu
2. Distilasi batch

Berdasarkan basis tekanan operasinya terbagi
menjadi tiga, yaitu :
1. Distilasi atmosferis (0,4-5,5 atm mutlak)
2. Distilasi vakum ( 300 mmHg pada bagian atas
kolom)
3. Distilasi tekanan ( 80 psia pada bagian atas
kolom)

Berdasarkan komponen penyusunnya :
1. Distilasi sistem biner
2. Distilasi sitem multi komponen

Berdasarkan sistem operasinya terbagi dua, yaitu :
1. Single-stage Distillation
2. Multi stage Distillation

Umumnya Distilasi juga dapat dibedakan sebagai
berikut :

1.Destilasi Kilat (Flash Destilation)

Destilasi kilat merupakan destilasi continue
(steady state) satu tahap tanpa refluks. Destilasi
kilat ini terdiri dari penguapan sebagian dari suatu
zat cair sedemikian rupa sehingga uap yang
keluar berada dalam keseimbangan dengan zat
cair yang tersisa. Uap tersebut dipisahkan dari
zat cair dan dikondensasikan. Destilasi ini
digunakan untuk memisahkan komponen-
koponen yang memiliki titik didih yang berbeda.
Destilasi ini tidak efektif untuk memisahkan
komponen-komponen yang volatilitasnya
sebanding.

2. Destilasi Continue dengan Refluks
(Rektifikasi)


Gambar 3. . Neraca Bahan Plate n

Dari gambar 3 terlihat di dalam kolom
terdapat plate ideal. Jika plate ini diberi nomor
dari atas ke bawah maka plate acuan adalah
plate ke-n dari puncak, di atasnya adalah plate
ke-n-1 dan di bawahnya adalah plate ke-n+1.
Ada dua arus fluida yang masuk ke
plate ke-1 dan dua arus keluar, yaitu arus zat cair
Ln-1 mol/jam dari plate ke-n-1 dan arus uap Vn-
1 mol/jam dari plate ke-n+ 1 yang mengalami
kontak akrab di plate ke-n:
a. Uap keluar dari plate, Yn
b. Zat cair yang keluar dari plate, Xn
c. Uap masuk ke plate, Yn+1
d. Zat cair masuk ke plate, Xn+1

22 Jurnal Teknik Kimia, No. 4, Vol. 16, Desember 2009




Gambar 4. proses Distilasi

3. Distilasi Vakum
Distilasi vakum adalah distilasi yang
tekanan operasinya 0,4 atm (300 mmHg absolut).
Distilasi yang dilakukan dalam tekanan operasi ini
biasanya karena beberapa alasan yaitu :



Gambar 5. Diagram Titik Didih

Gambar 5 menunjukkan titik didih
campuran yang diolah, dan keempat konsentrasi
yang disebutkan di atas tergambar pada diagram
tersebut. Uap dan zat cair yang keluar dari plate ke-
n berada dalam kesetimbangan, sehingga Xn dan
Yn merupakan konsentrasi kesetimbangan. Bila uap
yang keluar dari plate ke-n+1 dan zat cair dari plate
ke-n-1 dikontakkan secara akrab, konsentrasinya
cenderung bergerak kearah keadaan setimbang.
Arus zat cair berada pada titik gelembung (bubble
point), sedangkan arus uap berada pada pada titik
embunnya (dew point), sehingga kalor yang
diperlukan untuk menguapkan komponen A harus
didapat dari kalor yang dibebaskan pada waktu
kondensasi komponen B. Setiap plate berfungsi
sebagai piranti pertukaran pada saat komponen A
berpindah ke arus uap dan komponen B ke arus
zat cair.
III. PERANCANGAN KOLOM DISTILASI
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Operasi
Kolom Destilasi
Kinerja kolom destilasi ditentukan oleh
beberapa faktor, diantaranya :

1. Kondisi Feed (q)
a. Keadaan campuran dan komposisi feed
(q) mempengaruhi garis operasi dan
jumlah stage dalam pemisahan. Itu juga
mempengaruhi lokasi feed tray.

2. Kondisi Refluks
Pemisahan semakin baik jika sedikit tray
yang digunakan untuk mendapatkan tingkat
pemisahan. Tray minimum dibutuhkan di
bawah kondisi total refluks, yakni tidak ada
penarikan destilat. Sebaiknya refluks
berkurang, garis operasi untuk seksi
rektifikasi bergerak terhadap garis
kesetimbangan.

3. Kondisi Aliran Uap
Kondisi aliran uap yang merugikan dapat
menyebabkan :
a. Foaming
Mengacu pada ekspansi liquid melewati uap
atau gas. Walaupun menghasilkan kontak antar
fase liquid-uap yang tinggi, foaming berlebihan
sering mengarah pada terbentuknya liquid pada
tray.
b. Entrainment
Mengacu pada liquid yang terbawa uap
menuju tray di atasnya dan disebabkan laju alir
uap yang tinggi menyebabkan efisiensi tray
berkurang.
Bahan yang sukar menguap terbawa
menuju plate yang menahan liquid dengan bahan
yang mudah menguap. Dapat mengganggu
kemurnian destilat. Enterainment berlebihan
dapat menyebabkan flooding.

c. Weeping/Dumping
Fenomena ini disebabkan aliran uap
yang rendah. Tekanan yang dihasilkan uap tidak
cukup untuk menahan liquid pada tray. Karena
itu liquid mulai merembes melalui perforasi.


Jurnal Teknik Kimia, No. 4, Vol. 16, Desember 2009 23


d. Flooding
Terjadi karena aliran uap berlebih
menyebabkan liquid terjebak pada uap di atas
kolom. Peningkatan tekanan dari uap berlebih
menyebabkan kenaikkan liquid yang tertahan pada
plate di atasnya.
Flooding ditandai dengan adanya
penurunan tekanan diferensial dalam kolom dan
penurunan yang signifikan pada efisiensi
pemisahan.
Jumlah tray aktual yang diperlukan untuk
pemisahan khusus ditentukan oleh efisiensi plate
dan packing. Semua faktor yang menyebabkan
penurunan efisiensi tray juga akan mengubah
kinerja kolom. Effisiensi tray dipengaruhi oleh
fooling, korosi, dan laju dimana ini terjadi
bergantung pada sifat liquid yang diproses. Material
yang sesuai harus dipakai dalam pembuatan tray.
Kebanyakan kolom destilasi terbuka
terhadap lingkungan atmosfer. Walaupun banyak
kolom diselubungi, perubahan kondisi cuaca tetap
dapat mempengaruhi operasi kolom. Reboiler harus
diukur secara tetap untuk memastikan bahwa
dihasilkan uap yang cukup selama musim dingin
dan dapat dimatikan selama musim panas.

Dasar Peralatan Destilasi dan Pengoperasiannya

a. Komponen Utama Kolom Destilasi

Sebuah sistem destilasi umumnya mengandung
beberapa komponen utama :
Sebuah Shell vertikal dimana pemisahan
komponen liquid terjadi, terdapat pada
bagian dalam kolom (internal column) seperti
tray atau plate dan packing yang digunakan
untuk meningkatkan derajat pemisahan
komponen.
Sebuah Reboiler untuk menyediakan
penguapan yang cukup pada proses destilasi.
Kondenser untuk mendinginkan dan
mengkondensasikan uap yang keluar dari
atas kolom.
Reflux drum untuk menampung uap yang
terkondensasi dari top kolom sehingga
liquid(reflux) dapat di recycle kembali ke
kolom.

Rumah shell vertikal bagian dalam kolom beserta
kondenser dan reboiler membentuk sebuah kolom
destilasi. Gambaran unit destilasi dengan satu feed
dan dua aliran produk adalah sebagai berikut :

Gambar 6. Skema destilasi yang sederhana

b. Pengoperasian Destilasi
Campuran liquid yang akan diproses dikenal
sebagai feed dan diinput pada bagian tengah
kolom pada sebuah tray yang dikenal sebagai
feed tray. Feed tray dibagi menjadi kolom atas
(enriching or rectification) dan kolom bottom
(stripping). Feed mengalir ke bawah kolom
dikumpulkan pada bagian bawah reboiler.

Gambar 7. Bottom destilasi

Panas di suplai ke reboiler untuk
menghasilkan uap. Sumber panas dapat berasal
dari fluida, tetapi kebanyakan juga digunakan
steam. Pada penguapan, sumber panas di dapat
dari aliran keluar dari kolom lain. Uap terbentuk
pada reboiler diinput kembali pada bagian
bottom. Liquid dikeluarkan dari reboiler dikenal
sebagai produk bottom.


Gambar 8. Top destilasi

24 Jurnal Teknik Kimia, No. 4, Vol. 16, Desember 2009


Uap bergerak ke atas kolom, didinginkan
oleh kondensor. Liquid yang dikondensasi
ditampung pada vessel yang dikenal sebagai reflux
drum. Sebagian liquid di recycle kembali ke top
yang dikenal reflux. Liquid yang terkondensasi
dikeluarkan dari sistem dikenal sebagai destilat atau
produk top.
Type dari kolom destilasi berdasarkan tipe
internal column
1. Tray dan Plate
Istilah tray dan plate adalah sama. Ada
banyak tipe desain tray, tetapi yang paling
umum adalah:
a. Bubble cap tray
Bubble-cup biasanya didesain di atas plate
pada sudut equilateral triangular, dengan
baris yang disesuaikan secara normal
dengan arah aliran menyilang plate. Bubble
cap tray mempunyai tingkat-tingkat atau
cerobong yang terpasang di atas hole
(lubang), dan sebuah cap yang menutupi
tingkat-tingkat. Bubble cap tray digunakan
pada kondisi aliran rendah, di mana tray
harus tetap basah, kecuali kondisi bentuk
polymer, coking, atau fouling yang tinggi.









Gambar 9.. Bubble cap tray

b. Valve Tray
Pada valve tray, perforasi (lubang-lubang
kecil) ditutupi dengan valve yang mudah
dilepas. Uap naik melalui perforasi pada
tray, bubble pada liquid berbentuk sama.
Valve yang terangkat menunjukkan uap
mengalir horizontal ke dalam liquid,
dengan demikian menyediakan campuran
yang mungkin terjadi dalam sieve tray.


Gambar 10. Valve Tray

c. Sieve Tray
Adalah plate metal sederhana dengan
lubang diantaranya. Vapor lewat ke
atas melalui liquid pada plate. Jumlah
dan ukuran lubang menjadi parameter
desain. Karena luas range operasi,
kemudahan perawatan, dan faktor
biaya, kebanyakan aplikasinya sieve
dan valve tray diganti dengan bubble
cup tray.


Gambar 11. Sieve Tray

2. Packing
Ada kecenderungan untuk meningkatkan
pemisahan dengan penambahan penggunaan
tray dengan packing. Packing adalah
peralatan pasif yang didesain untuk
meningkatkan kontak area interfacial uap-
liquid.


Aliran liquid dan Vapor dalam kolom tray

Gambar berikut menunjukkan aliran liquid dan
vapor sepanjang tray dan sepanjang kolom.


Gambar 12. Aliran liquid dan vapor
Setiap tray mempunyai dua sisi bersebelahan
pada setiap sisinya yang disebut downcomers.
Liquid jatuh melalui downcomer oleh gaya
gravitasi dari satu tray ke bagian bawahnya.
Aliran sepanjang tiap plate diperlihatkan pada
diagram.

Jurnal Teknik Kimia, No. 4, Vol. 16, Desember 2009 25




Gambar 13. Aliran pada tiap plate

Sebuah weir pada tray didesain agar selalu
ada sebagian liquid yang tertahan pada tray dengan
tinggi yang masih diperbolehkan, seperti bubble cap
yang ditutupi oleh liquid.
Yang lebih ringan, aliran vapor ke atas dan
bergerak melewati liquid, melalui buka-an pada
setiap tray. Area rendah untuk aliran vapor pada
setiap tray disebut aktif tray area.

Packing Versus Trays
Kolom Tray menghadapi masalah
throughput dan dapat diatasi dengan menganti tray
dengan packing dikarenakan :
Packing memberikan area interfacial extra
untuk kontak liquid-vapour.
Efisiensi pemisahan meningkat untuk tinggi
kolom yang sama.
Packed kolom lebih pendek daripada trayed
kolom.
Packed kolom dikenal sebagai continuous-contact
columns, sedangkan trayed columns dikenal sebagai
staged-contact columns karena karateristiknya
kontak vapour dan liquid.

Pemilihan Tipe Kolom Destilasi
Kolom destilasi yang digunakan yaitu tipe
sieve tray dengan alasan:
a. tray ini lebih ringan dan sedikit mahal
b. lebih mudah dan murah dalam pemasangan
dibanding dengan bubble cap
c. kapasitas uap dan liquid yang di-handle lebih
besar
d. efisiensi peak lebih besar
e. pressure drop lebih rendah dibanding dengan
bubble cap
f. biaya pemeliharaan berkurang karena
konstruksinya lebih sederhana

Perancangan Sieve Tray Kolom Destilasi

Saat ini terdapat banyak jenis kolom
rektifikasi dan penerapannya pun bermacam-
macam. Unit-unit terbesar biasanya terdapat
dalam industri minyak bumi, tetapi instalasi
yang besar dan rumit terdapat pada fraksionasi
bahan-bahan pelarut, pengolahan udara cair, dan
pengolahan bahan kimia pada umumnya.
Diameter kolom biasanya berkisar antara 1 ft
(0,3048 m ) sampai 30 ft (9 m) dan jumlah tray
dan beberapa buah sampai puluhan buah.
Ada empat tipe tray utama : bubble-
cap, sieve tray, valve tray dan, counterflow tray.
Dewasa ini kebanyakan kolom menggunakan
sieve tray atau valve tray.

Operasional Sieve Tray

Sieve tray dirancang untuk membuat uap
hasil yang mengalir naik mengalami kontak
dengan liquid yang mengalir ke bawah. Liquid
ini mengalir melintasi tray dan melewati weir
(tanggul) ke downcomer menuju ke tray di
bawahnya. Oleh karena itu pola aliran pada
setiap tray adalah aliran silang (crossflow).
Sieve tray adalah plate logam dengan
lubang-lubang di dalamnya. Di bawah ini
merupakan sieve tray with downcomer.

Permukaan Zat Cair Dalam Downcomer
Permukaan zat cair di dalam
downcomer harus lebih tinggi dari permukaan di
atas tray karena ada penurunan tekanan melintas
di tray itu.

Untuk desain yang aman dimisalkan nilai fraksi
volume rata-rata zat cair = 0.5, dan jarak antara
tray serta kondisi operasi dipilih sedemikian
rupa sehingga tinggi tekanan kurang dari jarak
antara tray.

Batas Operasi Sieve Tray
Batas atas kecepatan di dalam sieve
tray ditentukan oleh flooding point atau
kecepatan di mana zat cair yang terbawah ikut
menjadi berlebihan jumlahnya. Flooding terjadi
bila zat cair di dalam downcomer kembali ke
tray di atasnya, dan ini ditentukan oleh
penurunan tekanan melintas tray serta oleh jarak
antara tray.

Tray Spacing
Tray spacing merupakan jarak antara satu tray
dengan tray yang lainnya. Biasanya sekitar 6
inci lebih pendek dari bubble cap tray. Sieve
tray beroperasi pada spacing sekitar 9 inci

26 Jurnal Teknik Kimia, No. 4, Vol. 16, Desember 2009


sampai 3 inci. Yang biasa digunakan adalah sekitar
12-16 inci..

Hole Size, arrangement and Spacing
Diameter lubang dan pengaturannya bervariasi
tergantung kebutuhan dan keinginan dari yang
mendesain. Yang biasa dipakai untuk kegiatan
komersil yaitu diameter dan 1 inci. Diameter
lubang direkomendasikan untuk self cleaning yaitu
3/16 inci. Diameter inci bisa digunakan untuk
berbagai macam kebutuhan termasuk yang
melibatkan fouling dan cairan yang mengandung
solid tanpa kehilangan efisiensi. Diameter 1/8 inci
sering digunakan untuk kondisi vakum.

Active Hole Area
adalah luasan total pada plate termasuk di dalamnya
ialah perforated area dan calming zone.

Perforated Area
Perforated area atau hole area ialah area pada plate
dimana masih terdapat lubang-lubang tempat
kontaknya cairan dan uap.

Calming Zone
ialah area pada plate yang tidak terdapat lubang-
lubang.

Height of Liquid Over Outlet Weir, how
Batas minimum tinggi weir adalah 0.5 inci, dengan
1-3 inci yang paling direkomendasikan. Untuk lebih
jelasnya biasa dilihat pada gambar di bawah ini.

Untuk menentukan jumlah tahap yang dibutuhkan
pada distilasi multi komponen diperlukan dua kunci,
yaitu Light Key Component (LK) dan Heavy Key
Component (HK) komponen. Light Key Component
adalah komponen fraksi ringan pada produk bawah
dalam jumlah kecil tapi tidak dapat diabaikan.

Efisiensi Tray
Ada 3 (tiga) macam effisiensi tray yang biasa
digunakan:
a. Overall efficiency, yang meliputi keseluruhan
kolom
b. Murphree efficiency yang berkaitan dengan
satu tray
c. Local efficiency, yang menyangkut suatu lokasi
tertentu pada satu tray

a. Overall Efficiency, o
Overall efficiency sangat mudah digunakan
tetapi paling kurang fundamental. Effisiensi ini
didefinisikan sebagai rasio jumlah tray ideal yang
diperlukan pada keseluruhan kolom terhadap
jumlah tray aktual.

b. Murphree Efficiency, m
Murphree efficiency didefinisikan sebagai:

Murphree efficiency merupakan
perubahan komposisi uap dari satu tray ke tray
berikutnya dibagi dengan perubahan yang terjadi
jika uap yang meninggalkan tray itu berada
dalam kesetimbangan dengan zat cair rata-rata
yang berada di atas tray, dan dengan perbedaan
yang penting dalam perbandingan local
efficiency dengan murphree efficiency.

c. Local Efficiency,
Local efficiency didefinisikan sebagai:

dengan :
yn = konsentrasi uap yang meninggalkan suatu
lokasi
yn-1 = konsentrasi uap yang masuk tray ke-n
pada lokasi yang sama
yen = konsentrasi uap yang dalam
kesetimbangan dengan zat cair yang sama
Syarat-syarat yang penting dalam
mendapatkan tray efficiency yang memuaskan
adalah mengoperasikan tray tersebut
sebagaimana mestinya, yaitu adanya kontak
antara uap dan zat cair. Pengoperasian kolom
yang tidak effisien disebabkan oleh
pembentukan foam, distribusi uap yang tidak
sempurna, pemintasan weeping dan
penumpahan zat cair.


IV. KESIMPULAN

Innovasi teknologi dalam perancangan
kolom distilasi skala Industri mutlak perlu di
telusuri untuk memperkaya wawasan
pengetahuan mahasiswa dalam merancang
kolom distilasi skala pra rencana pabrik. Dasar-
dasar teoritis yang prinsip menjadi landasan
pertimbangan teknis dan perhitungan disain
selain penyesuaiaannya dengan tuntutan
implementasi nya dilapangan yang mengarah
pada keekonimian proses.

Jurnal Teknik Kimia, No. 4, Vol. 16, Desember 2009 27


V. DAFTAR PUSTAKA

Coulson, J.M. Richardson, Sinnot, R.K. 1983.
Chemical Engineering Volume 6 (SI
Units) Design. Oxford: Pergamon Press.
Felder, Richard M. and Rousseau, Ronald W. 2000.
Elementary Principles of Chemical
Process, 3
rd
Edition. New York: John
Wiley & Sons, Inc.
Treybal, R.E. ____. Mass Transfer Operations, 3
rd

Edition. Rhode Island: McGraw-Hill
Book Co.
M.T. Tham, , ____, Distillation Column Design,
Copyright 1997-2009 ,
http://lorien.ncl.ac.uk/ming/distil/distildes.htm,
_____________. Distillation
http://en.wikipedia.org/wiki/Distillation

_____________ Menara Distilasi ,
ttp://www.kikil.org/forum/Thread-menara-
destilasi