Anda di halaman 1dari 2

Nama : Yosua Yohan Albert Manafe

NPM : 11320009
Fakultas : Teknik Industri
Mata Kuliah : Kepemimpinan

1. - Menurut pengarang dari buku tersebut adalah:
Bahwa Definisi Kepemimpinan yaitu Pemimpin adalah orangnya dan kepemimpinannya (leadership)
adalah kegiatannya. Dari segi organisasi, kepemimpinan dapat diartikan sebagai kecerkasan
mendorong sejumlah orang (dua orang atau lebih) agar bekerja sama dalam melaksanakan kegiatan-
kegiatan yang terarah pada tujuan bersama.
- Ciri-ciri Pemimpin Sejati menurut pengarang buku tersebut beserta penjelasannya yaitu:
a. Mencintai Kebenaran dan beriman pada Tuhan Yang Maha Esa.
Pemimpin yang mencintai kebenaran berarti selalu berpihak pada obyektivitas,sehingga dalam
mengambil keputusan selalu didasarkan pada kepentingan kelompol/organisasi dan terarah pada
pencapaian tujuan. Oleh karena itu mencintai kebenaran dan beriman pada Tuhan Yang Maha
Esa berarti kesediaan dan kemampuan untuk berbuat amal kebaikan yang selalu ditampilkan di
dalam sikap dan perilaku seorang pemimpin.
b. Dapat dipercaya dan mampu mempercayai orang lain.
Sifat adil dan jujur akan menambahkan kepercayaan orang-orang yang dipimpin pada
pemimpinnya. Percaya-mempercayai sangat penting dalam hubungan manusiawi yang efektif,
sehingga pentng pula dalam proses kepemimpinan. Pemimpin yang dipercaya dan yang mampu
mempercayai orag lain,akan berkembang menjadi percaya diri. Pemimpin tersebut harus yakin
bahwa dirinya memiliki kemampuan dalam mempengaruhi,mengarahkan,mengendalikan, dan
membimbing orang yag dipimpinnya
c. Mampu bekerja sama dengan orang lain.
Pemimpin yang dipercaya,mempercayai orang lain, dan percaya diri selalu bersedia dan mampu
memelihara kebersamaan.Dalam kebersamaan itu selalu mampu menjalin kerja sama dengan
setiap anggota kelompok/organisasinya. Untuk mampu bekerja sama berarti seorang pemimpin
harus bersedia mengurangi dan bahkan meninggalkan kepentingan-kepentingan pribadi dan
lebih banyak menaruh perhatian pada kepentingan bersama.Dalam kerja sama itu setiap orang
akan memberikan sumbangan berupa usaha,karya dan prestasinya,sesuai dengan posisi dan
kemampuannya masing-masing
d. Ahli dibidangnya dan berpandangan luas didasari oleh kecerdasan (intelegensi) yang memadai.
Seorang pemimpin harus mengetahui tentang selak-beluk bidang yang dijelajahi atau menjadi
garapan kelompok/organisasinya. Perkataan mengetahui berarti pemimpin perlu memiliki
keterampilan dan bahkan keahlian dibidang yang dikelola organisasinya. Dengan
pengetahuan,pengalaman, dan intelegensi yang memdai,seorang pemimpin akan memiliki
wawasan yang cukup luas dalam menhadapi berbagai masalah.
e. Senang bergaul,ramah tamah,suka menolong, dan memberikan petunjuk serta terbuka pada kritik
orang lain.
Pemimpin harus menampilkan kepribadian senang bergaul, ramah-tamah dan suka menolong,
sebagai prasyarat untuk dapat mewujudkan hubungan manusiawi yang efektif.usaha-usaha
seperti yang disebutkan diatas hanya akan terwujud jika pemimpin mampu mewujudkan
pergaulan yang akrab, atas dasar saling menghormati,menghargai, dan saling memperlakukan
sebagai subyek antara yang satu dengan yang lain.
f. Memiliki semangat untuk maju,pengabdian, dan kesetian yang tinggi,serta kreatif, dan inisiatif.
Hasrat dan kemauan untuk maju yang besar, akan menjadikan pemimpin sebagai orang yang
tidak takut menghadapi hambatan,risiko,masalah,dan kesulitan. Pemimpin selalu menyadari
bahwa hanya dengan bekerja keras dan aktif menciptakan kegiatan-kegiatan
kelompok/organisasinya akan maju dan berkembang.
g. Bertanggung jawab dalam mengambil keputusan,konsekuen,berdisiplin, dan bijaksana.
Pemimpin merupakan penggerak roda organisasi,yang dilaksanakan oleh anggota organisasi
yang taat pada keputusan dan perintahnya.Oleh karena itu pemimpin haruas berani menetapkan
keputusan dan memerintahkan pelaksanaanya,agar kegiatan tidak terunda-tunda. Keputusan
yang harus ditetapkan kerap kali juga untuk suatu kepentingan mendesak,yang mengharuskan
pemimpin menetapkannya secara cepat.Namun keceptan itu tidak boleh mengabaikan ketepatan
dan kecermatannya,agar pelaksanaanya bermanfaat secara maksimal.
h. Aktif memelihara kesehatan jasmani dan rohani.
Kesehatan jasmani dan rohani sangat penting dan besar pengaruhnya terhadap aktivitas
manusia,termasuk juga dalam mewujudkan kepemimpinan agar berlangsung efektif.Pemimpin
harus aktif memelihara kesehatan jasmaninya,karena selalu ada kegiatan-kegiatan yang
memerlukan fisinya dalam keadaan segar dan tangkas.Dari sisi lain secara pasti bahwa kesehatan
mental (rohani) merupakan faktor yang sanagat besar pengaruhnya pada proses berpikir,inisiatif,
dan kreativitas,sehingga bersifat menentukan terhadap produktivitas kerja seseorang.
2. Nama Pengarang: Hadari Nawawi, M. Martini Hadari , Tahun Terbit: 2006, Judul Buku:
Kepemimpinan Yang Efektif, Penerbit: Gadjah Mada Unibersity Press, Kota Penerbit: Yogyakarta,
Halaman yang dikutib: Hal 9,55-71.