Anda di halaman 1dari 3

ICHSAN NAZMI PUTRA

170610080064
UKM di Indonesia
Usaha Kecil dan Menengah (UKM) mempunyai peran yang strategis dalam pembangunan
ekonomi nasional, oleh karena selain berperan dalam pertumbuhan ekonomi dan penyerapan
tenaga kerja juga berperan dalam pendistribusian hasil-hasil pembangunan. Dalam krisis
ekonomi yang terjadi di negara kita sejak beberapa waktu yang lalu, dimana banyak usaha
berskala besar yang mengalami stagnasi bahkan berhenti aktifitasnya, sektor Usaha Kecil dan
Menengah (UKM) terbukti lebih tangguh dalam menghadapi krisis tersebut. Mengingat
pengalaman yang telah dihadapi oleh Indonesia selama krisis, kiranya tidak berlebihan apabila
pengembangan sektor swasta difokuskan pada UKM, terlebih lagi unit usaha ini seringkali
terabaikan hanya karena hasil produksinya dalam skala kecil dan belum mampu bersaing dengan
unit usaha lainnya.
Pengembangan UKM perlu mendapatkan perhatian yang besar baik dari pemerintah maupun
masyarakat agar dapat berkembang lebih kompetitif bersama pelaku ekonomi lainnya. Kebijakan
pemerintah ke depan perlu diupayakan lebih kondusif bagi tumbuh dan berkembangnya UKM.
Pemerintah perlu meningkatkan perannya dalam memberdayakan UKM disamping
mengembangkan kemitraan usaha yang saling menguntungkan antara pengusaha besar dengan
pengusaha kecil, dan meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusianya.
Perkembangan UKM di Indonesia
Usaha kecil menengah (UKM) harus terus ditingkatkan (up grade) dan aktif agar dapat maju dan
bersaing dengan perusahaan besar. Jika tidak, UKM di Indonesia yang merupakan jantung
perekonomian Indonesia tidak akan bisa maju dan berkembang. Satu hal yang perlu diingat
dalam pengembangan UKM adalah bahwa langkah ini tidak semata-mata merupakan langkah
yang harus diambil oleh Pemerintah dan hanya menjadi tanggung jawab Pemerintah. Pihak
UKM sendiri sebagai pihak yang dikembangkan, dapat mengayunkan langkah bersama-sama
dengan Pemerintah. Selain Pemerintah dan UKM, peran dari sektor Perbankan juga sangat
penting terkait dengan segala hal mengenai pendanaan, terutama dari sisi pemberian pinjaman
atau penetapan kebijakan perbankan.
Saat ini, Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah berencana untuk menciptakan 20
juta usaha kecil menengah baru tahun 2020. Tahun 2020 adalah masa yang menjanjikan begitu
banyak peluang karena di tahun tersebut akan terwujud apa yang dimimpikan para pemimpin
ASEAN yang tertuang dalam Bali Concord II. Suatu komunitas ekonomi ASEAN, yang
peredaran produk-produk barang dan jasanya tidak lagi dibatasi batas negara, akan terwujud.
Kondisi ini membawa sisi positif sekaligus negatif bagi UKM. Menjadi positif apabila produk
dan jasa UKM mampu bersaing dengan produk dan jasa dari negara-negara ASEAN lainnya,
namun akan menjadi negatif apabila sebaliknya. Untuk itu, kiranya penting bila pemerintah
mendesain program yang jelas dan tepat sasaran serta mencanangkan penciptaan 20 juta UKM
sebagai program nasional.
Peranan Pemerintah dan Sistem Manajemen UKM di Indonesia
Pinjaman kepada Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Strategis Kementerian Koperasi dan
Usaha Kecil dan Menengah R.I. melalui Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi dan
Usaha Mikro, Kecil dan Menengah ( LPDB-KUMKM ).

TUJUAN
1. Memperluas akses pinjaman kepada KUKM Strategis.
2. Memperkuat permodalan KUKM Strategis.
3. Memeperkuat peran KUKM Strategis dalam mendukung upaya perluasan kesempatan
kerja dan pengentasan kemiskinan.
SASARAN
1. Terealisasinya pemberian pinjaman kepada KUKM Strategis.
2. Terwujudnya peningkatan volume usaha KUKM Strategis serta terciptanya lapangan
kerja.
KRITERIA/PERSYARATAN CALON PENERIMA PINJAMAN
KUKM STRATEGIS YANG DAPAT MEMPEROLEH PINJAMAN DARI LPDB-KUMKM
MELALUI LEMBAGA PERANTARA WAJIB MEMENUHI SYARAT SEBAGAI BERIKUT:
1. Memiliki kinerja baik yang ditunjukkan dengan predikat minimal cukup sehat,
berdasarkan penilaian dari instansi/lembaga yang berwenang.
2. Memiliki penilaian minimal wajar dengan pengecualian berdasarkan hasil audit dari
Kantor Akuntan Publik (KAP).
3. Berpengalaman dalam menangani penyaluran pembiayaan kepada KUKM.
4. Bersedia menandatangani perjanjian kerjasama dengan LPDB-KUMKM dalam
penyaluran pinjaman kepada KUKM Strategis.
PERSYARATAN KUKM STRATEGIS UNTUK MEMPEROLEH PEMBIAYAAN
ADALAH SEBAGAI BERIKUT:
1. Berpengalaman menjalankan kegiatan usaha minimal 3 (tiga) tahun dan memiliki kinerja
baik pada 1 (satu) tahun terakhir yang ditunjukkan dengan menunjukkan laba yang
positif.
2. Memenuhi kriteria Koperasi, atau Usaha Kecil, atau Usaha Menengah sesuai peraturan
perundangan yang berlaku.
3. Berpengalaman menjalankan usaha produktif di sektor riil terutama mengusahakan
komoditi unggulan dan/atau berorientasi ekspor, atau
4. Meningkatkan ekonomi perempuan dan/atau kelompok masyarakat miskin dan/atau
kelompok penderita cacat tubuh dan/atau kelompok keagamaan yang mempunyai
aktivitas produktif, atau
5. Berlokasi di daerah perbatasan dengan Negara lain, atau
6. Adanya unsur pemberdayaan sesuai dengan kebijakan Pemerintah.
7. Bersedia menandatangani surat perjanjian pinjaman secara otentik
8. Bersedia memenuhi persyaratan lainnya yang ditetapkan LPDB-KUMKM
KETENTUAN PEMBIAYAAN
KETENTUAN PEMBERIAN PINJAMAN DARI LPDB-KUMKM KEPADA KUKM
STRATEGIS MELALUI LEMBAGA PERANTARA
1. Pinjaman diberikan atas dasar analisa kelayakan usaha
2. Penggunaan pinjaman untuk tambahan modal kerja usaha atau investasi KUKM strategis.
3. Jangka waktu pinjaman paling lama 5 (lima) tahun.
4. Masa tenggang pengembalian pokok sesuai dengan kelayakan usaha maksimal 6 (enam)
bulan.
5. Tingkat suku bunga/ jasa pinjaman ditambah channeling fee kepada Lembaga Perantara
Penyalur sesuai tarif suku bunga yang ditetapkan oleh menteri keuangan.
6. Jadwal pembayaran bunga/ jasa pinjaman dibayarkan secara bulanan sampai dengan
pelunasan pinjaman ke rekening bunga/ jasa LPDB-KUMKM.
7. Jadwal pembayaran angsuran pokok pinjaman dilakukan paling lama setiap 6 (enam)
bulanan ke rekening pokok LPDB-KUMKM sampai dengan pelunasan pinjaman
8. Perjanjian pinjaman dibuat sesuai dengan akta otentik.
9. Penyaluran Pinjaman dari Lembaga Perantara Penyalur kepada KUKM Strategis
berpedoman pada ketentuan yang diatur dalam Perjanjian Kerjasama antara LPDB-
KUMKM dengan Lembaga Perantara Penyalur.