Anda di halaman 1dari 78

SEORANG BAYI DENGAN PJB ASIANOTIK (VSD)

dan MENINGITIS


Derin Anugrah Pratama
Pembimbing : dr. H.R Setiyadi, Sp.A
Identitas Pasien
DATA Pasien Ibu Ayah
Nama An. I Ny. E Tn. L
Umur 56 hari 26 tahun 36 tahun
Jenis kelamin Laki-laki Perempuan Laki-laki
Pekerjaan - Ibu rumah tangga Karyawan Wiraswasta
Penghasilan - - Rp1.000.000,-
Agama Islam
Suku Jawa
Alamat Jl. Kaligangsa RT 01 RW 02, Margadana, Tegal
No. CM 731633
Tanggal Masuk 21 April 2014
ALLOANAMNESIS
13 Mei 2014, 12.00 WIB, Bangsal Dahlia


KELUHAN
UTAMA





SESAK NAPAS
Anamnesis dilakukan
secara alloanamnesis
dengan orang tua pasien
(ibu kandung) pada tanggal
13 Mei 2014 pukul 13.00
WIB di Ruang Dahlia RSU
Kardinah Tegal
RIWAYAT PENYAKIT SEKARANG
Pasien datang diantar oleh ibunya ke IGD RSUD Kardinah Tegal dengan keluhan
sesak sejak 3 jam SMRS.
Sesak nafas biasanya timbul terutama saat menetek ibunya. Ibunya mengatakan
setiap menetek anaknya memerlukan waktu untuk berhenti sejenak dan lalu
lanjut menetek lagi, tak jarang bayinya tersedak ketika sedang menetek.
Selain itu sering kali anak terlihat biru pada daerah bibir, keringat banyak,
menangis lemah setelah selesai menetek. Biru juga akan tampak bila bayinya
sedang menangis.
Selain itu ibu pasien juga mengeluhkan adanya demam. Demam dirasa tinggi
terus, dan tidak turun dengan pengobatan. Mimisan dan gusi berdarah disangkal.
Riwayat Penyakit Sekarang
Sejak sesak dan demam, pasien menjadi
tambah sulit minum ASI. Dimana sebelum
sakit pun pasien memang sudah sulit menyusu.
Ibu pasien menyangkal adanya muntah dan
mencret. BAB normal, lunak, warna kuning
kecoklatan, tidak ada darah ataupun lendir.
Saat dibawa ke IGD pasien masih sesak dan
panas disertai kejang selama 5 menit sehingga
dianjurkan untuk dirawat inap.
Riwayat
Penyakit Dahulu
Ibu pasien mengaku baru
pertama dicurigai adanya
kelainan jantung. Pasien
nafasnya sering terlihat cepat
seperti sesak nafas serta
sering terlihat kesulitan saat
menyusu. Kadang juga timbul
biru setelah menyusu.
Anak pernah dirawat di RSU
Kardinah Tegal sebelumnya
selama 2 minggu. Ibu
menyatakan pasien dirawat
karena anaknya sering alami
sesak dan kejang.
Riwayat Asma dan Alergi
disangkal oleh ibu pasien
Riwayat Trauma disangkal
Riwayat
Penyakit
Keluarga
Ibu pasien mengatakan
bahwa tidak ada
anggota keluarganya
yang memiliki keluhan
atau penyakit seperti
pasien.
Riwayat asma dan
alergi dalam keluarga
disangkal
Kesan : keadaan rumah dan lingkungan baik
Pemilik rumah : orang tua
Pasien tinggal bersama kedua orangtua di kawasan yang padat
penduduk. Ibu lupa ukuran luas tempat tinggal. Rumah beratap
genteng, dinding tembok, lantai menggunakan keramik. Kamar tidur
berjumlah empat. Antara kamar tidur dengan ruangan yang lain
dipisahkan oleh dinding tembok. Terdapat teras kecil di depan kamar,
berjumlah satu. Kamar mandi berjumlah satu, terletak disamping ruang
dapur. Cahaya matahari dapat masuk melalui jendela yang berjumlah
satu. Penerangan dengan listrik. Air bersumber dari PAM. Jarak septic
tank kurang lebih 10 meter dari sumber air. Air limbah rumah tangga
disalurkan melalui selokan. Selokan dibersihkan 1 kali dalam sebulan
dan aliran air di dalamnya lancar.
Riwayat Lingkungan Rumah
RIWAYAT KEHAMILAN
Ibu memeriksakan kehamilan di puskesmas dengan Dokter secara teratur
1x tiap bulan selama kehamilan Trimester awal, kemudianteratir 1x tiap
bulan ke bidan untuk 2 trimester akhir.
Tidak pernah menderita penyakit selama kehamilan, riwayat perdarahan
selama kehamilan disangkal, riwayat trauma selama kehamilan disangkal.
Ibu memiliki riwayat meminum jamu-jamuan saat hamil di awal-awal
bulan kehamilan.
Riwayat darah tinggi saat hamil disangkal.
RIWAYAT PERSALINAN
Bayi laki-laki lahir dengan
umur kehamilan ibu 40
minggu, secara spontan,
ditolong oleh bidan.
Bayi laki-laki lahir dengan
umur kehamilan ibu 40
minggu, secara spontan,
ditolong oleh bidan.
Waktu melahirkan bayi
dikatakan sulit keluar walau
kepala sudah tampak
dikarenakan ibu terlalu lelah
untuk mendorong. Alat bantu
persalinan tidak digunakan
Lama persalinan 2 jam
Bayi lahir menangis kuat,
gerak aktif, warna merah. Bayi
dirawat bersama dengan ibu,
setelah 1 hari dirawat, bayi dan
ibu dianggap sehat sehingga
bayi dan ibu diperbolehkan
untuk pulang.
Riwayat Kelahiran Anak
Riwayat
pemeliharaan
antenatal baik.
Neonatus
aterm, lahir
spontan, bayi
dalam keadaan
sehat.
Pemeliharaan
postnatal
dilakukan rutin
di dokter dan
anak dikatakan
curiga memiliki
penyakit
jantung
bawaan.
Riwayat Pertumbuhan & Perkembangan
Pertumbuhan :
Berat badan lahir 3400 gram. Panjang badan lahir
49 cm.
Berat badan sekarang 4100 kg. Panjang badan 55
cm.
Perkembangan :
Perkembangan anak saat ini belum dapat dievaluasi
Kesan: Imunisasi Hepatitis B dan BCG pertama sudah diberikan

Riwayat Makanan
Ibu memberikan ASI sejak lahir hingga sekarang
Kesan: Kualitas dan kuantitas makanan baik.
Riwayat Imunisasi

VAKSIN DASAR (umur) ULANGAN (umur)
BCG 0 bulan - - - - -
DPT/ DT - - - - - -
POLIO - - - - - -
CAMPAK - - - - - -
HEPATITIS B 0 bulan - - - - -
RIWAYAT SOSIAL EKONOMI
Ayah pasien bekerja sebagai wiraswasta.
Sedangkan ibu pasien hanya seorang ibu rumah
tangga. Penghasilan ayah pasien tak menentu jika
dirata-rata paling banyak Rp. 1.000.000/bulan.
Dalam 1 keluarga, ayah membiayai 4 orang (ayah,
ibu, dan 2 orang anak..
Kesan : riwayat ekonomi kurang baik
RIWAYAT KELUARGA BERENCANA
Ibu pasien tidak mengikuti program KB apapun.
Silsilah/Ikhtisar Keturunan
Kesan : tidak ada anggota keluarga yang mengalami penyakit seperti pasien

PEMERIKSAAN FISIK
13 Mei 2014, 13.00 WIB, Bangsal Dahlia
Menangis kurang kuat, gerak aktif, kesadaran compos
mentis, tampak sesak, retraksi (+) subcostal, sianosis
sentral (+)
Kesan Umum
Nadi : 148 x/menit, reguler, isi dan tegangan
cukup
Laju Nafas : 58 x/menit, reguler
Suhu : 37,1
o
C (aksila)
Tanda Vital
Status Generalis
Mesosefali, ukuran lingkar kepala 36 cm
Conjunctiva anemis (-/-), sklera ikterik (-/-), oedem palpebra (-/-),
mata cekung (-/-)
Bentuk dan ukuran normal, discharge (-/-)
Bentuk normal, simetris, sekret (-/-), ekimosis (-), epistaksis (-)
Sianosis (-), trismus (-), stomatitis (-), bercak-bercak putih pada lidah
dan mukosa (-), bibir kering (-), labioschizis (-), palatoschizis (-)
Faring hiperemis (+), Tonsil T1-T1 hiperemis (-), detritus (-), granulasi,
simetris, pembesaran KGB (-), tanda trauma
Pulmo
Inspeksi:
simetris dalam
keadaan statis
maupun dinamis,
retraksi (+)
subcostal
Palpasi:
Vocal fremitus
paru kanan-kiri
sama kuat
Perkusi:
Sonor pada
seluruh lapang
paru kiri-kanan
Auskultasi:
Suara nafas
vesikuler (+/+),
rhonki (-/-)
wheezing (-/-)
Cor
Inspeksi:
Ictus cordis tidak
tampak
Palpasi:
Ictus Cordis teraba
di ICS IV
midclavicula
sinistra, thrill (-)
Perkusi:
Tidak dilakukan
pemeriksaan
Auskultasi:
BJ I-II reguler,
gallop (-), murmur
(+) pansistolik
derajat III/VI pada
ICS III Sternalis
kiri
Abdomen
Inspeksi
Datar, dan simetris dalam statis dan dinamis
Palpasi
Supel, hepar dan lien tidak teraba
Auskultasi
Bising usus (+)
Perkusi
Timpani di 4 kuadran abdomen
Genitalia
laki-laki, tidak ditemukan
kelainan.
Anorektal
Anus (+), tidak ada kelainan
Ekstrimitas
Superior
Inferior
Deformitas - /- - /-
Akral dingin - /- -/-
Akral sianosis
- /- - /-
Ikterik - /- - /-
CRT < 2 detik < 2 detik
Tonus
Normotoni Normotoni
Pemeriksaan Refleks
Refleks Temuan
Reflex Genggam +
Reflex Hisap +
Reflex Moro +
Reflex Rooting +
Pemeriksaan Khusus
Bayi laki-laki usia 56 hari
Berat badan : 4,1 Kg
Panjang badan : 55 cm
Data antropometri:
Pertumbuhan fisik anak laki-laki usia 21 hari menurut CDC
BB/U= 4,1/5,2 x 100% = 78% (berat kurang menurut umur)
PB/U= 55/59 x 100% = 93,2% (tinggi normal menurut umur)
BB/PB= 4,1/4,2 x 100% = 97% (gizi baik)
Kesan: Status gizi anak baik dan perawakan tubuh anak
normal.
Pemeriksaan Status Gizi
LK (Nellhaus) 36 cm : mesosefali
PEMERIKSAAN PENUNJANG
Rontgen Toraks (8 Mei 2014)
CTR > 0,56, Tampak adanya Cardiomegali
Pemeriksaan Laboratorium
Pemeriksaan 25 April 14 4 Mei 2014 26 Mei 2014
Hematologi
Lekosit
8,7
22,8 H
11,4
Eritrosit
3,8 L
4,0
4,7
Hemoglobin
11,5 L
12,4 L
14,4
Hematokrit
33 L
36,2 L
38,5 L
MCV
87,5
90,0
81,2
MCH
30,5
30,8
30,4
MCHC
34.8
34,3
37,4
Trombosit
250
-
382
Elektrolit (21 April 2014) Nilai Rujukan
Natrium
136,9
135 148 mmol/L
Kalium
8,45 H
3.6-5.5 mmol/L
Klorida
105,7
95-108 mmol/L
Nilai rujukan

5000-13000/ul
4.1-5.3juta/ul
11.3-14.1 g/dL
33-41 %
76-96 U
27-31 pcg
33.0-37.0 g/dL
150.000-400.000/ul
Pemeriksaan Laboratorium
MASALAH
Sesak Napas
Demam
Kejang
Pulmonal: Pneumonia/Bronkopneumonia, Bronkitis,
Bronkiolitis
Non-Pulmonal: PJB Asianotik (VSD, ASD, PDA) dan PJB
Sianotik (ToF)
Decomp. Cordis
Sesak
Napas
Kejang
Infeksi (Demam)
Ekstrakranium
Intrakranium
(Meningitis,
Encephalitis)
Non
Infeksi
Metabolik
Elektrolit Trauma
Epilepsi
DIAGNOSIS KERJA
Diagnosis Kerja:
- PJB Asianotik (VSD)
dengan Gagal Jantung
- Meningitis
PENATALAKSANAAN
Medikamentosa
IVD KaEN 1B 500cc + KCL 9cc + Ca Gluconase 20cc
O2 headbox 5lpm
Inj. Meropenem 3x1/3
In. Gentamicin 2x8mg
Inj Fluconazole 1x10mg
Depaken 3x10mg
Digoxin 2x0,04mg
Lasix 2x4mg
KCl2x150mg
Non Medikamentosa
Edukasi kpd orang tua mengenai penyakit anaknya, motivasi orangtua untuk
tetap bisa semangat supaya ASI tetap lancar untuk memberi asupan gizi sesuai
usia.
Kontrol rutin untuk penyakit jantungnya.
Diet: ASI per oral.
ANJURAN PEMERIKSAAN
Pemeriksaan
Darah Rutin
Ulang + CRP
Pemeriksaan
Echocardiografi
ulang 3 tahun lagi
Pemeriksaan
Elektrolit
EKG
EEG
PROGNOSIS
Ad functionam:
In Dubia
Ad
sannatioam:
In Dubia
Ad vitam : In
Dubia
ANALISIS KASUS
anamnesis
Napas anaknya terlihat
cepat dan kadang-kadang
tampak sesak
Sesak nafas biasanya
timbul terutama saat
menetek ibunya
Anak memerlukan waktu
untuk berhenti sejenak dan
lalu lanjut menetek lagi,
tak jarang bayinya
tersedak ketika sedang
menetek
Sering kali terlihat biru
pada daerah bibir, keringat
banyak, menangis lemah
setelah selesai menetek.
Pemeriksaan Fisik
Anak tampak
sesak, sianosis,
retraksi subkostal
RR 58x/menit
HR 148x/menit
Febris (38,0 C)
pada hari I
perawatan
Murmur (+)
derajat III/VI
pada ICS III linea
parasternalis kiri
Pemeriksaan Penunjang
Echocardiografi
terakhir menunjukan
gambaran VSD
sedang-berat
Rontger Thorax kesan
terdapat Cardiomegali
Analisa Cairan otak didapatkan
Nonne Pandy positif dan
ditemukannya leukosit serta
bakteri (+) mengarah ke
Meningitis Bakterial.
PENYEBAB VSD?
Belum diketahui karena faktor genetik
tidak ditemukan dalam keluarga pasien.
Kemungkinan adanya faktor eksogen seperti
infeksi saat kehamilan atau obat-oabatan atau
paparan radikal / bahan toksik lainnya.
Ibu pasien tidak pernah memeriksa infeksi
TORCH sebelum dan selama kehamilan, dan
seperti dinyatakan sebelumnya bahwa ANC
hanya dilakukan di bidan.
DECOMPENSATIO CORDIS
Anamnesis
Keluhan menetek sebentar-sebentar, napas cepat, banyak
berkeringat, menangis lemah.
Pemeriksaan Fisik
Takipnea, takikardia, banyak berkeringat, menangis lemah,
retraksi interkostal, kardiomegali, hepatomegali, dan gallop (+).
Pemeriksaan Penunjang
Foto Thorax Kardiomegali
Telah mendapatkan terapi diuretik (lasik) dan digoxin
membaik.
PERJALANAN PENYAKIT
An. I, 23 April 13 Juni 2014, Bangsal Dahlia
22 April 2014 (ICU)
S Demam (+), semalam kejang (+),
sesak (+), sianosis (+), pucat (-),
ikterik (-), BAB (+), BAK (+).
O Nadi: 162x/m, RR: 50x/m, S: 38,0 C
SpO2: 94%
KU: lemah, menangis kurang kuat,
gerakan kurang aktif, sesak (+).
Mata : CA (-/-), SI (-/-)
Thorax:
Paru : SN Vesikular, Rh(+/+), wh(-/-),
Retraksi (-)
Jantung : S1/S2 regular, M (+) sistolik
di ICS III parasternal kiri, G (-)
Retraksi (-)
Abdomen: datar, supel, BU(+)
Ekstremitas: oedem (-), akral dingin (-)
Terpasang:
o IVFD D 10% + Nacl 3% 18cc +
Ca Glukonase 20cc 20cc/jam
o O2 ET Ventilator
o NGT keluar merah segar
A Obs. Neonatal infeksi
Kejang metabolik
Gagal napas
P o Inj Meropenem 3x166,6 mg IV
o Inj Dobutamin 10 mg/kgBB/menit
o Inj Dopamin 2,5 mg/kgBB/menit
o Inj Ranitidin 2x8mg IV
o Bilas lambung
23 April 2014 (ICU)
Demam (-), kejang (-), sesak (-), sianosis (-
), pucat (-), ikterik (-), BAB (+), BAK (+).
Nadi: 142x/m, RR: 38x/m, S: 36,6 C
SpO2: 86%
KU: lemah, menangis kurang kuat, gerakan
kurang aktif, sesak (-).
Mata : CA (-/-), SI (-/-)
Thorax:
Paru : SN Vesikular, Rh(+/+), wh(-/-),
Retraksi (-)
Jantung : S1/S2 regular, M (+), G (-)
Abdomen: datar, supel, BU(+)
Ekstremitas: oedem (-), akral dingin (-)
Terpasang:
o IVFD D 10% + Nacl 3% 18cc + Ca
Glukonase 20cc +KCl 9cc
o O2 ET Ventilator
o NGT keluar mulai jernih
Lab 22/4: Hb: 7,9 ; Leukosit: 22.300 ; HT:
26,9
Obs. Neonatal infeksi
Kejang metabolik
Gagal napas
o Inj Meropenem 3x166,6 mg IV
o Inj Dobutamin 10 mg/kgBB/menit
o Inj Dopamin 2,5 mg/kgBB/menit
o Inj Ranitidin 2x8mg IV
o Inj Midazolam 0,1mg/KgBB/jam
o Transfusi PRC 500cc
24 April 2014 (ICU)
Demam (-), kejang(+), sesak (-), sianosis (-
), pucat (+), ikterik (-), BAB (+), BAK (+).
Nadi: 136x/m, RR: 42x/m, S: 36,9 C
SpO2: 83%
KU: lemah, E
1
M
2
V
ET
, menangis kurang
kuat, gerakan kurang aktif, sesak (-).
Mata : CA (-/-), SI (-/-)
Thorax:
Paru : SN Vesikular, Rh(+/+), wh(-/-),
stridor (+), Retraksi (-)
Jantung : S1/S2 regular, M (+), G (-),
Abdomen: datar, supel, BU(+), Hepar
teraba 1/3-1/2 BH
Ekstremitas: oedem (-), akral dingin (-)
Terpasang:
o IVFD D 10% + Nacl 3% 18cc + Ca
Glukonase 20cc 20cc/jam
o O2 ET Ventilator
o NGT : alirkan, hitam coklat
Diuresis (+)
Obs. Neonatal infeksi
Kejang metabolik
Gagal napas
o Terapi lanjut
o Transfusi PRC 500cc
o Diet Tunda
25 April 2014 (ICU)
S Demam (-), kejang(-), sesak (-),
sianosis (-), pucat (+), ikterik (-), BAB
(+), BAK (+).
O Nadi: 161x/m, RR: 59x/m, S: 37,9 C
SpO2: 92%
KU: lemah, menangis kurang kuat,
gerakan kurang aktif, sesak (-).
Mata : CA (-/-), SI (-/-)
Thorax:
Paru : SN Vesikular, Rh(+/+), wh(-/-),
Retraksi (-)
Jantung : S1/S2 regular, M (+) sistolik
di ICS III parasternal kiri, G (-)
Abdomen: datar, supel, BU(+), Hepar
teraba 1/3-1/2 BH
Ekstremitas: oedem (-), akral dingin (-)
Terpasang:
o IVFD D 10% + Nacl 3% 18cc + Ca
Glukonase 20cc 20cc/jam
o O2 ET Ventilator
o NGT: alirkan hitam coklat
Lab 25/4: Hb: 11,5 ; Leu: 8.700 ; Erit:
3,8 ; HT: 33
A Sepsis Syndrome dd/ Meningitis
P o Inj Dobutamin 10 mg/kgBB/menit
stop
o Inj Dopamin 2,5 mg/kgBB/menit
stop
o Diet ASI via NGT 8x25cc
o Terapi lain lanjut
26 April 2014 (ICU)
Demam (+), kejang(-), sesak (-), sianosis
(+), pucat (-), ikterik (-), BAB (+), BAK
(+), spastik (+)
Nadi: 147x/m, RR: 53x/m, S: 37,9 C
SpO2: 85%
KU: lemah, kes soporcoma. E
1
M
2
V
ET
,
menangis kurang kuat, gerakan kurang
aktif, sesak (-).
Mata : CA (-/-), SI (-/-)
Thorax:
Paru : SN Vesikular, Rh(+/+), wh(-/-),
stridor (-), Retraksi (-)
Jantung : S1/S2 regular, M (+) sistolik di
ICS III parasternal kiri, G (-),
Abdomen: datar, supel, BU(+), Hepar
teraba 1/3-1/2 BH
Ekstremitas: oedem (-), akral dingin (-),
spastik ke-empat ekstremitas (+)
Terpasang:
o IVFD D 10% + Nacl 3% 18cc + Ca
Glukonase 20cc 20cc/jam
o O2 ET Ventilator
o NGT : alirkan, coklat
Sepsis Syndrome dd/ Meningitis
o Inj Meropenem 3x166,6 mg IV
o Inj Ranitidin 2x8mg IV
o Inj Dobutamin 10 mg/kgBB/menit
o Spool jernih
28 April 2014 (ICU)
Demam (-), kejang(-), sesak (+), sianosis (-
), pucat (-), ikterik (+) Kremer I, BAB (+),
BAK (+), spastik (+).
Nadi: 116x/m, RR: 64x/m, S: 37,5 C
SpO2: 90%
KU: lemah, menangis kurang kuat,
gerakan kurang aktif, sesak (+).
Mata : CA (-/-), SI (-/-)
Thorax:
Paru : SN Vesikular, Rh(-/-), wh(-/-),
stridor (-), Retraksi (+) subcostal
Jantung : S1/S2 regular, M (+) sistolik di
ICS III parasternal kiri, G (-)
Abdomen: datar, supel, BU(+), Hepar
teraba 1/3-1/2 BH
Ekstremitas: oedem (-), akral dingin (-)
Terpasang:
o IVFD D 10% + Nacl 3% 18cc + Ca
Glukonase 20cc 20cc/jam
o O2 ET Ventilator
o NGT: kuning

Sepsis Syndrome dd/ Meningitis
o Terapi lanjut
o Diet susu formula 8x15cc
29 April 2014 (ICU)
S Demam (-), kejang(-), sesak (+),
sianosis (-), pucat (-), ikterik (+)
Kremer I, BAB (+), BAK (+),
spastik (+).
O Nadi: 128x/m, RR: 56x/m, S: 37 C
SpO2: 88%
KU: lemah, menangis kurang kuat,
gerakan kurang aktif, sesak (+).
Mata : CA (-/-), SI (-/-)
Thorax:
Paru : SN Vesikular, Rh(-/-), wh(-/-),
stridor (-), Retraksi (+) subcostal
Jantung : S1/S2 regular, M (+)
sistolik di ICS III parasternal kiri, G
(-)
Abdomen: datar, supel, BU(+),
Hepar teraba 1/3-1/2 BH
Ekstremitas: oedem (-), akral dingin
(-)
Terpasang:
o IVFD D 10% + Nacl 3% 18cc +
Ca Glukonase 20cc 20cc/jam
o O2 ET Ventilator
o NGT: hijau
A Sepsis dd/ Meningitis
P o Terapi lanjut
o Aminofusin 80cc/24jam
o Diet tunda
o Bilas NGT
30 April 2014 (ICU)
Demam (-), kejang(-), sesak (-), sianosis (-),
pucat (-), ikterik (-), BAB (+), BAK (+),
spastik (+).
Nadi: 145x/m, RR: 40x/m, S: 39,4 C
SpO2: 84%
KU: lemah, menangis kurang kuat, gerakan
kurang aktif, sesak (-).
Mata : CA (-/-), SI (-/-)
Thorax:
Paru : SN Vesikular, Rh(-/-), wh(-/-), stridor (-),
Retraksi (+) subcostal
Jantung : S1/S2 regular, M (+) sistolik di ICS
III parasternal kiri, G (-)
Abdomen: datar, supel, BU(+), Hepar teraba
1/3-1/2 BH
Ekstremitas: oedem (-), akral dingin (-)
Terpasang:
o IVFD D 10% + Nacl 3% 18cc + Ca
Glukonase 20cc 20cc/jam
o O2 ET Ventilator
o NGT
Sepsis dd/ Meningitis
VSD
o Infus ganti KaEn IB + KCL 9cc =
20cc/jam 10cc/jam
o Sanmol 3x50mg IV
o Inj Dobutamin 10 mg/kgBB/menit stop
o Diet ASI via sonde
o Terapi lain lanjut
o P/O: Depaken 3x10mg, Digoxin 2x0,04mg,
Lasix 2x4mg, KCl 2x150 mg
1 Mei 2014 (ICU)
Demam (-), kejang(-), sesak (+), sianosis (-
), pucat (-), ikterik (-), BAB (+), BAK (+),
Nadi: 136x/m, RR: 56x/m, S: 37,2 C
SpO2: 82%
KU: menangis kurang kuat, gerakan aktif
Mata : CA (-/-), SI (-/-)
Thorax:
Paru : SN Vesikular, Rh(-/-), wh(-/-),
stridor (-), Retraksi (+) subcostal
Jantung : S1/S2 regular, M (+) sistolik di
ICS III parasternal kiri, G (-)
Abdomen: datar, supel, BU(+), Hepar
teraba 1/3-1/2 BH
Ekstremitas: oedem (-), akral dingin (-)
Terpasang:
o IVFD KaEn IB + KCL 9cc 10 cc/jam
o O2 ET Ventilator
o NGT
Sepsis dd/ Meningitis
VSD
o Sanmol 3x50mg IV
o Inj Meropenem 3x166,6 mg IV
o Inj Ranitidin 2x8mg IV
o Aminofusin 80cc/24jam
o Diet ASI via sonde
o P/O:
- Depaken 3x10mg
- Digoxin 2x0,04mg
- Lasix 2x4mg
- KCl 2x150 mg
2 Mei 2014 (ICU)
S Demam (+), kejang(-), sesak (+),
sianosis (-), pucat (-), ikterik (-), BAB
(+), BAK (+)
O Nadi: 146x/m, RR: 40x/m, S: 38,8 C
SpO2: 76%
KU: lemah, menangis kurang kuat,
gerakan kurang aktif, sesak (+) retraksi
minimal.
Mata : CA (-/-), SI (-/-)
Thorax:
Paru : SN Vesikular, Rh(+/+), wh(-/-),
stridor (-), Retraksi minimal
Jantung : S1/S2 regular, M (+) sistolik
di ICS III parasternal kiri, G (+)
Abdomen: datar, supel, BU(+), Hepar
teraba 1/3-1/2 BH
Ekstremitas: oedem (-), akral dingin (-)
Terpasang:
o IVFD KaEn IB + KCL 9cc
o O2 ET Ventilator
o NGT
A Sepsis dd/ Meningitis
VSD
P o Infus KaEn IB + KCl + Ca
Glukonase
o Terapi lain lanjut
Dilakukan Lumbal Pungsi u/
Analisa LCS:
Menetes (+)
Keruh (+)
3 Mei 2014 (ICU)
Demam (+), kejang(-), sesak (-), sianosis (-
), pucat (-), ikterik (-), BAB (+), BAK (+),
Nadi: 169x/m, RR: 40x/m, S: 38,8 C
SpO2: 60%
KU: menangis kurang kuat, gerakan aktif
Mata : CA (-/-), SI (-/-)
Thorax:
Paru : SN Vesikular, Rh(+/+), wh(+/+),
stridor (-),
Jantung : S1/S2 regular, M (+) sistolik di
ICS III parasternal kiri, G (-)
Abdomen: datar, supel, BU(+), Hepar
teraba 1/3-1/2 BH
Ekstremitas: oedem (-), akral dingin (-)
Terpasang:
o IVFD KaEn IB 500cc + KCL 9cc +
Ca Gluconase 20cc
o O2 ET Ventilator
o NGT
Sepsis dd/ Meningitis Bakterial
VSD
o Terapi lanjut
4 Mei 2014 (ICU)
Demam (+), kejang(-), sesak (-), sianosis (-), pucat (-
), ikterik (-), BAB (+), BAK (+)
Nadi: 150x/m, RR: 44x/m, S: 38 C
SpO2: 80%
KU: lemah, menangis kurang kuat, gerakan kurang
aktif,
Mata : CA (-/-), SI (-/-)
Thorax:
Paru : SN Vesikular, Rh(+/+), wh(-/-), stridor (-),
Jantung : S1/S2 regular, M (+) sistolik di ICS III
parasternal kiri, G (-)
Abdomen: datar, supel, BU(+), Hepar teraba 1/3-1/2
BH
Ekstremitas: oedem (-), akral dingin (-)
Terpasang:
o IVFD KaEn IB 500cc + KCL 9cc + Ca Gluconase
20cc
o O2 ET Ventilator
o NGT
Sepsis dd/ Meningitis Bakterial
VSD
o Ventilator stop, ganti O
2
sungkup rebreathing
o Infus KaEn IB + KCl + Ca Glukonase 20cc 15
cc/jam
o Sanmol 3x50mg IV
o Inj Meropenem 3x333,3 mg IV
o Inj Ranitidin 2x8mg IV stop
o Aminofusin 80cc/24jam
o Diet per oral 8x20cc ASI/Susu Formula
o P/O: lanjut
6 Mei 2014 (ICU)
S Demam (+), kejang(-), sesak (-), sianosis
(-), pucat (-), ikterik (-), BAB (+), BAK
(+),
O Nadi: 172x/m, RR: 60x/m, S: 38 C
SpO2: 87%
KU: menangis kurang kuat, gerakan aktif
Mata : CA (-/-), SI (-/-)
Thorax:
Paru : SN Vesikular, Rh(+/+), wh(-/-),
stridor (-), retraksi subcostal
Jantung : S1/S2 regular, M (+) sistolik di
ICS III parasternal kiri, G (-)
Abdomen: datar, supel, BU(+), Hepar
teraba 1/3-1/2 BH
Ekstremitas: oedem (-), akral dingin (-)
Terpasang:
o IVFD KaEn IB 500cc + KCL 9cc +
Ca Gluconase 20cc
o IVFD Aminofusin 80cc/24jam
o Rebreathing mask O
2
5 lpm
o NGT (+) bening
A Sepsis dd/ Meningitis Bakterial
VSD
P o Inj Fluconazole (Zenic) 1x10mg
5cc IV (habis dalam 15 menit)
o Terapi lain lanjut
Lab 4/5:
Hb: 12,4 ; Leu: 22.800 ; HT:36,2
Analisa LCS:
- Bakteri Gr. Negatif (+), Jamur (+),
Leukositosis
7 Mei 2014 (ICU)
Demam (+), kejang(-), sesak (-), sianosis
(-), pucat (-), ikterik (-), BAB (+), BAK
(+)
Nadi: 157x/m, RR: 68x/m, S: 38 C
SpO2: 85%
KU: lemah, menangis kurang kuat,
gerakan kurang aktif,
Mata : CA (-/-), SI (-/-)
Thorax:
Paru : SN Bronchial, Rh(+/+), wh(-/-),
stridor (-), retraksi subcostal
Jantung : S1/S2 regular, M (+) sistolik di
ICS III parasternal kiri, G (-)
Abdomen: datar, supel, BU(+), Hepar
teraba 1/3-1/2 BH
Ekstremitas: oedem (-), akral dingin (-)
Terpasang:
o IVFD KaEn IB 500cc + KCL 9cc + Ca
Gluconase 20cc
o IVFD Aminofusin 80cc/24jam
o Rebreathing mask O
2
5 lpm
o NGT putih bening
Sepsis dd/ Meningitis Bakterial
VSD
o Perbaikan klinis
o Sungkup Rebreathing ganti O
2

headbox
o Foto Thorax AP
o Terapi lanjut
8 Mei 2014 (ICU)
Demam (+), kejang(-), sesak (-), sianosis (-
), pucat (-), ikterik (-), BAB (+), BAK (+),
Nadi: 137x/m, RR: 72x/m, S: 37,7 C
SpO2: 89%
KU: menangis kuat, gerak aktif, retraksi
minimal
Mata : CA (-/-), SI (-/-)
Thorax:
Paru : SN Vesikuler, Rh(+/+), wh(-/-),
stridor (-),
Jantung : S1/S2 regular, M (+), G (-)
Abdomen: datar, supel, BU(+),
Ekstremitas: oedem (-), akral dingin (-)
Terpasang:
o IVFD KaEn IB 500cc + KCL
9cc + Ca Gluconase 20cc
o IVFD Aminofusin 60cc/24jam
o O
2
headbox 5lpm
o NGT prod (-)
Sepsis dd/ Meningitis Bakterial
VSD, Decomp.Cordis
o O
2
Incubator
o Diet coba peroral
o Terapi lain lanjut

9 Mei 2014 (ICU)
S Demam (-), kejang(-), sesak (-), sianosis
(-), pucat (-), ikterik (-), BAB (+), BAK
(+)
O Nadi: 140x/m, RR: 64/m, S: 37,1 C
SpO2: 80%
KU: menangis kuat, gerak aktif,
moulage (+)
Mata : CA (-/-), SI (-/-)
Thorax:
Paru : SN Vesikuler, Rh(+/+), wh(-/-),
stridor (-), retraksi minimal
Jantung : S1/S2 regular, M (+), G (-)
Abdomen: datar, supel, BU(+)
Ekstremitas: oedem (-), akral dingin (-)
Terpasang:
o IVFD KaEn IB 500cc + KCL 9cc +
Ca Gluconase 20cc
o IVFD Aminofusin 80cc/24jam
o O
2
Incubator 5lpm
o NGT putih bening
A Sepsis dd/ Meningitis Bakterial
VSD
P Terapi lanjut
10 Mei 2014 (ICU)
Demam (-), kejang(-), sesak (-), sianosis
(-), pucat (-), ikterik (-), BAB (+), BAK
(+),
Nadi: 151x/m, RR: 64/m, S: 37 C
SpO2: 85%
KU: menangis kuat, gerak aktif, moulage
(+)
Mata : CA (-/-), SI (-/-)
Thorax:
Paru : SN Vesikuler, Rh(-/-), wh(-/-),
stridor (-), retraksi minimal
Jantung : S1/S2 regular, M (+), G (-)
Abdomen: datar, supel, BU(+)
Ekstremitas: oedem (-), akral dingin (-)
Terpasang:
o IVFD KaEn IB 500cc + KCL 9cc +
Ca Gluconase 20cc
o IVFD Aminofusin 80cc/24jam
o O
2
Incubator 10 lpm
o NGT putih bening
Sepsis dd/ Meningitis Bakterial
VSD, Decomp.Cordis
Perbaikan klinis
11 Mei 2014 (ICU)
Demam (-), kejang(-), sesak (-), sianosis (-
), pucat (-), ikterik (-), BAB (+), BAK (+)
Nadi: 140x/m, RR: 64/m, S: 37,1 C
SpO2: 80%
KU: menangis kuat, gerak aktif, moulage
(+)
Mata : CA (-/-), SI (-/-)
Thorax:
Paru : SN Vesikuler, Rh(+/+), wh(-/-),
stridor (-), retraksi minimal
Jantung : S1/S2 regular, M (+), G (-)
Abdomen: datar, supel, BU(+)
Ekstremitas: oedem (-), akral dingin (-)
Terpasang:
o IVFD KaEn IB 500cc + KCL 9cc +
Ca Gluconase 20cc
o IVFD Aminofusin 80cc/24jam
o O
2
Incubator 5lpm
o NGT putih bening
Sepsis dd/ Meningitis Bakterial
VSD
Terapi lanjut
12 Mei 2014 (ICU)
S Demam (-), kejang(-), sesak (+), sianosis
(+), pucat (-), ikterik (-), BAB (+), BAK
(+),
O Nadi: 145x/m, RR: 60/m, S: 37,3 C
SPO2 80%
KU: menangis kuat, gerak aktif, moulage
(+), sianosis sentral (+), sesak(+),
Mata : CA (-/-), SI (-/-)
Thorax:
Paru : SN Vesikuler, Rh(+/+), wh(-/-),
stridor (-),
Jantung : S1/S2 regular, M (+), G (-)
Abdomen: datar, supel, BU(+)
Ekstremitas: oedem (-), akral dingin (-)
Terpasang:
o IVFD KaEn IB 500cc + KCL 9cc +
Ca Gluconase 20cc
o Incubator O2 10lpm
o NGT
A PJB (VSD)
Meningitis
P o IVFD KaEn 1B 500+KCL 9cc
10cc/jam
o Inj Fluconazol 1x10mg
o Inj Meropenem
o Inj Gentamicin 2x8mg
o Inj Aminofusin ped 60cc/hari
o Diet per oral
o Acc pindah ruangan.

13 Mei 2014 (Dahlia)
Demam (-), kejang(-), sesak (+), sianosis
(+), pucat (-), ikterik (-), BAB (+), BAK
(+),
Nadi: 120x/m, RR: 56/m, S: 37,5 C
KU: menangis kuat, gerak aktif, moulage
(+), sianosis sentral (+), sesak(+), retraksi
subkostal (+)
Mata : CA (-/-), SI (-/-)
Thorax:
Paru : SN Vesikuler, Rh(+/+), wh(-/-),
stridor (-), retraksi subkostal
Jantung : S1/S2 regular, M (+), G (-)
Abdomen: datar, supel, BU(+)
Ekstremitas: oedem (-), akral dingin (-)
Terpasang:
o IVFD KaEn IB 500cc + KCL 9cc +
Ca Gluconase 20cc
o O
2
Headbox 5lpm
PJB (VSD)
Meningitis
- Terapi lanjut

16 Mei 2014 (Dahlia)
Demam (-), kejang(-), sesak (+), sianosis (-
), pucat (-), ikterik (-), BAB (+), BAK (+)
Nadi: 120x/m, RR: 36/m, S: 37,2 C
KU: menangis kurang kuat, gerak aktif,
moulage (+)
Mata : CA (-/-), SI (-/-)
Thorax:
Paru : SN Vesikuler, Rh(+/+), wh(-/-),
stridor (-), retraksi minimal
Jantung : S1/S2 regular, M (+), G (-)
Abdomen: datar, supel, BU(+)
Ekstremitas: oedem (-), akral dingin (-)
Terpasang:
o IVFD KaEn IB 500cc + KCL 9cc + Ca
Gluconase 20cc
o O
2
Headbox 5lpm
PJB (VSD)
Meningitis
Aff infus
Terapi per oral lanjut

19 Mei 2014 (Dahlia)
S Demam (-), kejang(-), sesak (+), sianosis
(-), pucat (-), ikterik (-), BAB (+), BAK
(+),
Conjunctivitis (+)
O Nadi: 160x/m, RR: 48x/m, S: 37 C
KU: menangis kuat, gerak aktif, moulage
(+), sesak(+), retraksi subkostal (+)
Mata : CA (-/-), SI (-/-) sekret (+)
Thorax:
Paru : SN Vesikuler, Rh(+/+), wh(-/-),
stridor (-), retraksi subkostal
Jantung : S1/S2 regular, M (+), G (-)
Abdomen: datar, supel, BU(+)
Ekstremitas: oedem (-), akral dingin (-)
Terpasang:
o O
2
Headbox 5lpm
A PJB (VSD)
Meningitis
P o Terapi lanjut
o Kloramfenikol eyedrops 4x1
o Prolacta 1x1

22 Mei 2014 (Dahlia)
Demam (-), kejang(-), sesak (+), sianosis
(+), pucat (-), ikterik (-), BAB (+), BAK
(+), retraksi subcostal
Nadi: 160x/m, RR: 84x/m, S: 36,8 C
KU: menangis kuat, gerak aktif, moulage
(+), sesak(+), retraksi subkostal (+)
Mata : CA (-/-), SI (-/-)
Thorax:
Paru : SN Vesikuler, Rh(+/+), wh(-/-),
stridor (-), retraksi subkostal
Jantung : S1/S2 regular, M (+), G (-)
Abdomen: datar, supel, BU(+)
Ekstremitas: oedem (-), akral dingin (-)
Terpasang:
o O
2
Headbox 5lpm
PJB (VSD)
Meningitis
- Depaken Syr 3x1
- Digoxin 2x0,4mg
- Lasix 2x4mg
- KCl 2x150mg
- L-Bio 1x1
- Diet per oral
26 Mei 2014 (Dahlia)
Demam (+), kejang(-), sesak (-), sianosis (-
), pucat (+), ikterik (-), BAB (+), BAK (+)
Nadi: 146x/m, RR: 36/m, S: 37,8 C
KU: menangis kuat, gerak aktif, moulage
(+)
Mata : CA (-/-), SI (-/-)
Thorax:
Paru : SN Vesikuler, Rh(+/+), wh(-/-),
stridor (-),
Jantung : S1/S2 regular, M (+), G (-)
Abdomen: datar, supel, BU(+)
Ekstremitas: oedem (-), akral dingin (-)
Terpasang:
o O
2
Headbox 5lpm
PJB (VSD)
Meningitis
o Inf. KaEN 1B 10cc
o Inj Meropenem 3x1/3
o Inj Gentamisin 2x8mg
o Inj. Fluconazol 1x10mg
o Diet ASI ad lib
o Ulang darah rutin
o Fisioterapi
28 Mei 2014 (Dahlia)
S Demam (+), kejang(-), sesak (-), sianosis
(-), pucat (-), ikterik (-), BAB (+), BAK
(+),
O Nadi: 140x/m, RR: 60x/m, S: 38,6 C
KU: menangis kurang kuat, gerak aktif,
moulage (+),
Mata : CA (-/-), SI (-/-) sekret (+)
Thorax:
Paru : SN Vesikuler, Rh(+/+), wh(-/-),
stridor (-),
Jantung : S1/S2 regular, M (+), G (-)
Abdomen: datar, supel, BU(+)
Ekstremitas: oedem (-), akral dingin (-)
Terpasang:
o O
2
Headbox 5lpm
o IVFD KaEN 1B 10cc
A PJB (VSD)
Meningitis
P o Terapi lanjut
o Pantau KU dan TV
o O2 headbox dipertahankan

31 Mei 2014 (Dahlia)
Demam (-), kejang(-), sesak (+), sianosis
(+), pucat (-), ikterik (-), BAB (+), BAK
(+), retraksi subcostal minimal
Nadi: 154x/m, RR: 56x/m, S: 36,3 C
KU: menangis kuat, gerak aktif, moulage
(+), sesak(+), sianosis (+) retraksi
minimal
Mata : CA (-/-), SI (-/-)
Thorax:
Paru : SN Vesikuler, Rh(+/+), wh(-/-),
stridor (-), retraksi subkostal
Jantung : S1/S2 regular, M (+), G (-)
Abdomen: datar, supel, BU(+)
Ekstremitas: oedem (-), akral dingin (-)
Terpasang:
o O
2
Headbox 5lpm
o IVFD KaEN 1B 10cc
PJB Asianotik (VSD)
Meningitis
CP
o Terapi lanjut
o Captopril 2x1,5mg
2 Juni 2014 (Dahlia)
Demam (+), kejang(-), sesak (+), sianosis
(-), pucat (+), ikterik (-), BAB (+), BAK
(+)
Nadi: 152x/m, RR: 52/m, S: 37,7 C
KU: menangis kuat, gerak aktif, moulage
(+) retraksi minimal, Spastik (+)
Mata : CA (-/-), SI (-/-)
Thorax:
Paru : SN Vesikuler, Rh(+/+), wh(-/-),
stridor (-),
Jantung : S1/S2 regular, M (-), G (-)
Abdomen: datar, supel, BU(+)
Ekstremitas: oedem (-), akral dingin (-)
Terpasang:
o IVFD KaEN 1B
Dilakukan Lumbal Pungsi
Menetes, jernih.
Cek Nonne Pandy
PJB (VSD)
Meningitis
CP
o Terapi lanjut
o Fisioterapi di tempat
o ROM Exercise
o Inhibisi spastik
5 Juni 2014 (Dahlia)
S Demam (+), kejang(-), sesak (+), sianosis
(-), pucat (-), ikterik (-), BAB (+), BAK
(+),
O Nadi: 140x/m, RR: 60x/m, S: 37,2 C
KU: menangis kurang kuat, gerak aktif,
moulage (+),
Mata : CA (-/-), SI (-/-) sekret (+)
Thorax:
Paru : SN Vesikuler, Rh(+/+), wh(-/-),
stridor (-),
Jantung : S1/S2 regular, M (-), G (-)
Abdomen: datar, supel, BU(+)
Ekstremitas: oedem (-), akral dingin (-)
Terpasang:
o IVFD KaEN 1B
A PJB (VSD)
Meningitis
CP
P o Vancomycin IV (Vansef) 1x50mg,
dilanjutkan 2x30mg
o Inj Meropenem stop
o Inj Gentamisin stop
o Inj Fluconazole stop
o P/O:
- Depakene Syr 3x1
- Digoxin 2x0,04
- Lasix 2x4mg
- KCL 2x1
- Captopril 2x1,5mg
9 Juni 2014 (Dahlia)
Demam (-), kejang(-), sesak (+), sianosis
(+), pucat (-), ikterik (-), BAB (+), BAK
(+), retraksi subcostal minimal
Nadi: 128x/m, RR: 48x/m, S: 37 C
KU: menangis kuat, gerak aktif, moulage
(+), sesak(+), sianosis (+) retraksi
minimal
Mata : CA (-/-), SI (-/-)
Thorax:
Paru : SN Vesikuler, Rh(+/+), wh(-/-),
stridor (-), retraksi subkostal
Jantung : S1/S2 regular, M (-), G (-)
Abdomen: datar, supel, BU(+)
Ekstremitas: oedem (-), akral dingin (-)
Terpasang:
o IVFD Wida D5NS
PJB Asianotik (VSD)
Meningitis
CP
o Vancomycin 2x50mg
o Terapi lain lanjut
o Fisioterapi
13 Juni 2014 (Dahlia)
Demam (-), kejang(-), sesak (-) sianosis (-
), pucat (+), ikterik (-), BAB (+), BAK (+)
Nadi: 152x/m, RR: 52/m, S: 37,7 C
KU: menangis kuat, gerak aktif, moulage
(+) retraksi minimal, Spastik (+)
Mata : CA (-/-), SI (-/-)
Thorax:
Paru : SN Vesikuler, Rh(+/+), wh(-/-),
stridor (-),
Jantung : S1/S2 regular, M (-), G (-)
Abdomen: datar, supel, BU(+)
Ekstremitas: oedem (-), akral dingin (-)
Terpasang:
o IVFD Wida D5NS
PJB (VSD)
Meningitis
CP
o Aff infus
o ACC pulang.
TINJAUAN PUSTAKA
PJB ASIANOTIK (VSD)
DEFINISI
Defek septum ventrikel (ventricular
septal defect/VSD) adalah adanya
defek atau lubang pada septum atau
sekat yang memisahkan ventrikel kiri
dan ventrikel kanan akibat kegagalan
fusi atau penyambungan pada
septum.
ETIOLOGI
Penyebab dari Ventricular Septal Defect belum
diketahui secara pasti.
Penyakit ini lebih sering ditemukan pada anak-anak dan
seringkali merupakan suatu kelainan jantung bawaan.
Faktor prenatal yang mungkin berhubungan dengan
VSD :
Rubella atau infeksi virus lainnya pada ibu hamil
Gizi ibu hamil yang buruk
Ibu yang alkoholik
Usia ibu hamil di atas 40 tahun
Ibu yang menderita diabetes
PATHWAY
GAMBARAN KLINIS
Pada penyakit VSD (Ventricular Septal Defect) ini,
darah dari paru-paru yang masuk ke jantung, kembali
dialirkan ke paru-paru. Akibatnya jumlah darah di
dalam pembuluh darah paru-paru meningkat dan
menyebabkan :
Sesak napas
Bayi mengalami kesulitan ketika menyusu
Keringat berlebihan
Berat badan tidak bertambah
Murmur yang agak kasar disertai oleh getar kardiak yang jelas
yang ditemukan pada interkostae kedua sampai keempat pada dada
kanan dekat sternum.
Kardiomegali
KLASIFIKASI
VSD Kecil
Diameternya yaitu 1-5 mm
Pertumbuhan badan normal walaupun terdapat kecenderungan timbulnya infeksi saluran nafas
Pada latihan lama dan lebih intensif akan cepat lelah dibandingkan dengan teman sebayanya
Biasanya asimptomatik.
Tidak ada gangguan tumbuh kembang.
Bunyi jantung normal, kadang ditemukan bising perstaltik yang menjalar ke seluruh tubuh
perikardium dan berakhir pada waktudiastolik karena terjadi penutupan VSD.
VSD Sedang
Menunjukan gejala mirip dengan VSD besar, hanya lebih ringan.
Penderita mengeluh mudah lelah, sering mendapat infeksi pada paru sehingga menderita batuk dan
sesak nafas pada waktu aktivitas.
Pada pemeriksaan fisik terdapat bising pansistolik cukup keras (derajat3) nada tinggi, kasar, pada
ICS 3-4 linea parasternalis kiri.
VSD Besar
Merupakan salah satu kelainan jantung kongenital yang sering menyebabkan gagal jantung
kongestif, kelainan biasanya tidak terdeteksi sampai umur 1 bulan. Karena kelebihan sirkulasi
pulmonal, penderita akan mengalami sesak nafas, sianosis, gangguan makan, infeksi dan radang
paru yang berulang dan gangguan pertumbuhan.
Pada pemeriksaan fisik ditemukan sesak nafas, dan prekordial yang hiperaktif, bising pansistolik 3-
4, nada tinggi kasar, bising diastolik pada ICS 4 linea midclavikularis setelah bunyi jantung ke-2.
PEMERIKSAAN PENUNJANG
EKG
Rontgen
Thorax
Ekokardiografi
MRI Kateterasi
PENATALAKSANAAN
Menutup spontan
Sebagian besar penderita VSD kecil menutup spontan pada 2 tahun pertama
kehidupan. Penutupan lebih sering terjadi pada tipe muskular dibandingkan
tipe perimembran.
Gagal Jantung atasi terlebih dahulu
Jika terapi gagal jantung dengan medikamentosa berhasil maka langkah
selanjutnya adalah dengan melakukan PAB (pulmonaru artery binding) dan
dievaluasi selama 6 bulan.
Namun, jika pengobatan gagal jantung dengan medikamentosa gagal, maka
harus langsung dilakukan tindakan operasi atau transkateter.
Tidak terjadi gagal jantung Tunggu sampai usia 4-6 tahun.
Menutup spontan tidak perlu terapi lebih lanjut.
Defek belum menutup operasi penutupan.
KOMPLIKASI
Gagal
Jantung
Pneumonia
Gagal
tumbuh
Endokarditis
infektif
Hipertensi
pulmonal
Eisenmenger
Syndrome
TINJAUAN PUSTAKA
MENINGITIS BAKTERIAL
DEFINISI
Sindrom klinis yang ditandai
dengan peradangan pada meninges
atau lapisan otak dengan gejala
meningeal (sakit kepala, kaku
kuduk, fotofobia) serta pleiositosis
(peningkatan jumlah sel darah
putih) dalam LCS.
ETIOLOGI
PATOGENESIS
Infeksi dapat mencapai selaput otak melalui
Aliran darah (hematogen) o.k infeksi di tempat lain
(faringitis, pneumonia, endokarditis)
Perluasan langsung infeksi (perkontinuitatum): mastoid,
sinus paranasal, abses otak.
Implantasi langsung: trauma kepala terbuka, bedah
otak, LP.
Pada Neonatus dapat terjadi karena:
Aspirasi cairan amnion saat bayi melalui jalan lahir.
Infeksi bakteri secara transplasental.
FAKTOR RESIKO
FAKTOR HOST
Laki-laki:wanita 1,7:1
BBLR dan prematur.
KPD, partus lama,
manipulasi berlebihan.
Rendahnya sistem imun
tubuh bayi.
Keganasan
Pemberian antibiotik,
radiasi, imunosupresan.
Malnutrisi
FAKTOR LINGKUNGAN
Kepadatan penduduk
Kebersihan (Hygienitas
kurang).
Pendidikan rendah
Sosial ekonomi rendah
One Day Care (penitipan
bayi)
FAKTOR MIKROORGANISME

GEJALA KLINIS
Mual-muntah Fotofobia
Penurunan
kesadaran
Pada bayi:
sangat tidak
khas
Demam,
kejang
berulang
Lemas,
malas, tidak
mau makan.
ANALISA LCS
Sel
Protein (20-
40mg/dl)
Meningkat pada GBS,
Meningitis, Tumor
Glukosa (50-
90mg/dl)
Menurun pada
meningitis bakterial
Mikroorgansme Nonne - Pandy
PEMERIKSAAN PENUNJANG
Darah perifer lengkap, GDS, Elektrolit
Lumbal Pungsi
Cairan keruh dengan Nonne-Pandy (+)
Jumlah sel 100-10.000/m3 dominan polimorfonuklear
Protein 200-500 mg/dl
Glukosa <40mg/dl
Kasus berat Antibiotik empirik dulu baru pungsi
Kontraindikasi mutlak bila ada peningkatan TIK krn SOL
CT Scan dengan kontras / MRI hidrosefalus, abses otak
DIAGNOSIS BANDING
Abses otak Encephalitis
Herpes
Simplex
Neoplasma
Kejang
Demam
SAH
KOMPLIKASI
KOMPLIKASI DINI
Syok septik (DIC)
Koma
Kejang
Edema serebri
Efusi pericardial
Anemia hemolitik
KOMPLIKASI LANJUT
Ggn. Pendengaran
Disfungsi saraf kranial
Kejang multiple
Paralisis fokal
Hidrosefalus
Ataksia
Buta
Defisit Intelektual (CP)
TATALAKSANA
Antibiotik
1st line: Amphicilin/Cefotaxime dengan kombinasi aminoglikosida
S. pneumoniae Vancomycin
Menurut Pedoman Pelayanan Medis IDAI tahun 2010, terapi empirik
pada bayi dan anak dnegan meningitis bakterial sebagai berikut :
Usia 1 3 bulan :
Ampisilin 200-400 mg/kgBB/hari IV dibagi dalam 4 dosis + Sefotaksim 200-300
mg/kgBB/hari IV dibagi dalam 4 dosis, atau
Seftriakson 100 mg/kgBB/hari IV dibagi dalam 2 dosis
Usia > 3 bulan :
Sefotaksim 200-300 mg/kgBB/hari IV dibagi dalam 3-4 dosis, atau
Seftriakson 100 mg/kgBB/hari IV dibagi 2 dosis, atau
Ampisilin 200-400 mg/kgBB/hari IV dibagi dalam 4 dosis + Kloramfenikol 100
mg/kgBB/hari dibagi dalam 4 dosis
Jika sudah terdapat hasil kultur, pemberian antibiotik disesuaikan dnegan hasil kultur
dan resistensi.
TATALAKSANA
Kortikosteroid
Terdapat penurunan signifikan insidens gejala sisa neurologis
dan audiologis.
Khusus H.influenza tipe B
Pemberian 10-20 menit sebelum pemberian antibiotik
dengan dosis 0,15 0,6 mg/kgBB tiap 6 jam selama 2-4 hari
Pemberian deksametason menurunkan penetrasi antibiotik ke
SSP!
Bedah
Umumnya tidak diperlukan bedah, kecuali ada empiema,
subdural, abses otak, atau hidrosefalus.
PROGNOSIS
Tergantung dari banyak faktor, antara lain:
Umur pasien (makin muda prognosis makin jelek)
Jenis mikroorganisme
Berat ringannya infeksi
Lamanya sakit sebelum mendapat pengobatan
Kepekaan bakteri terhadap antibiotik yang diberikan
Deteksi bakteri penyebab + pengobatan antibiotik
yang adekuat kematian dan kecacatan dapat
diturunkan