Anda di halaman 1dari 10

Asas Itikad Baik dalam Perjanjian yang Ideal

Suatu kontrak atau perjanjian harus memenuhi syarat sahnya perjanjian, yaitu kata
sepakat, kecakapan, hal tertentu dan suatu sebab yang halal, sebagaimana ditentukan
dalam pasal 1320 itab !ndang"undang #ukum Perdata$ %engan dipenuhinya empat
syarat sahnya perjanjian tersebut, maka suatu perjanjian menjadi sah dan mengikat secara
hukum bagi para pihak yang membuatnya$
Permasalahan hukum akan timbul jika sebelum perjanjian tersebut sah dan mengikat para
pihak, yaitu dalam proses perundingan atau preliminiary negotiation, salah satu pihak
telah melakukan perbuatan hukum seperti meminjam uang, membeli tanah, padahal
belum tercapai kesepakatan &inal antara mereka mengenai kontrak bisnis yang
dirundingkan$ #al ini dapat terjadi karena salah satu pihak begitu percaya dan menaruh
pengharapan terhadap janji"janji yang diberikan oleh rekan bisnisnya$ 'ika pada akhirnya
perundingan mengalami jalan buntu dan tidak tercapai kesepakatan mengenai &ees,
royalties atau jangka (aktu lisensi, maka tidak dapat dituntut ganti rugi atas segala biaya,
in)estasi yang telah dikeluarkan kepada rekan bisnisnya$ arena menurut teori kontrak
yang klasik, belum terjadi kontrak, mengingat besarnya &ees, royalities, dan jangka (aktu
perjanjian merupakan hal yang essential dalam suatu perjanjian lisensi dan &ranchising$
%emikian pula janji"janji dari de)eloper yang tercantum dalam brosur"brosur yang
diedarkan sebagai iklan, menurut teori klasik hukum kontrak tidak dapat dituntut
pertanggungja(abannya, karena janji"janji tersebut adalah janji"janji pra kontrak yang
tidak tercantum dalam pengikatan jual"beli$ %engan demikian menurut teori klasik
hukum kontrak, konsumen perumahan tidak dapat menuntut ganti rugi$
Akan tetapi, teori kontrak yang modern cenderung untuk menghapuskan syarat"syarat
&ormal bagi kepastian hukum dan lebih menekankan kepada terpenuhinya rasa keadilan
*'ack Beatson dan %aniel +riedman, 1,,-.1/0$ onsekuensinya pihak yang
mengundurkan diri dari perundingan tanpa alasan yang patut bertanggung ja(ab atas
kerugian yang diderita oleh pihak lain, jika pihak yang terakhir ini telah membuka
rahasian dagang, mengeluarkan biaya atau menanamkan modal, karena percaya dan
menaruh pengharapan terhadap janji"janji yang diberikan dalam proses perundingan$$
%emikian pula menurut teori kontrak yang modern, janji"janji pra kontrak dalam brosur
iklan perumahan mempunyai akibat hukum jika janji"janji ini diingkari$
%i negara"negara maju yang menganut ci)il la( sistem, seperti Perancis, Belanda dan
'erman, pengadilan memberlakukan asas itikad baik bukan hanya dalam tahap
penandatanganan dan pelaksanaan kontrak, tetapi juga dalam tahap perundingan *the duty
o& good &aith in negotiation0,sehingga janji"janji pra kontrak mempunyai akibat hukum
dan dapat dituntut ganti rugi jika janji tersebut diingkari$
Akan tetapi, beberapa putusan pengadilan di Indonesia tidak menerapkan asas itikad baik
dalam proses negoisasi, karena menurut teori klasik jika suatu perjanjian belum
memenuhi syarat hal tertentu, maka belum ada suatu perjanjian sehingga belum lahir
suatu perikatan yang mempunyai akibat hukum bagi para pihak$ Akibatnya, pihak yang
dirugikan karena percaya pada janji"janji pihak la(annya tidak terlindungi dan tidak
dapat menuntut ganti rugi$
%i negara yang menganut sistem common la(, seperti di Amerika Serikat, pengadilan
menerapkan doktrin promissory estoppel untuk memberikan perlindungan hukum kepada
pihak yang dirugikan karena percaya dan menaruh pengharapan *reasonably relied0
terhadap janji"janji yang diberikan la(annya dalam tahap pra kontrak *preliminiary
negotiation0$
Asas 1 asas Pokok Perjanjian
Asas-asas perjanjian diatur dalam !#Perdata, yang sedikitnya terdapat - asas yang
perlu mendapat perhatian dalam membuat perjanjian. asas kebebasan berkontrak
*freedom of contract0, asas konsensualisme *concsensualism0, asas kepastian hukum
*pacta sunt servanda0, asas itikad baik *good faith0 dan asas kepribadian *personality0$
Asas Kebebasan Berkontrak (freedom of contract)
Setiap orang dapat secara bebas membuat perjanjian selama memenuhi syarat sahnya
perjanjian dan tidak melanggar hukum, kesusilaan, serta ketertiban umum$ 2enurut Pasal
1333 ayat *10 !# Perdata, 4Semua perjanjian yang dibuat secara sah berlaku sebagai
undang-undang bagi mereka yang membuatnya$5 4Semua perjanjian5 berarti perjanjian
apapun, diantara siapapun$ 6api kebebasan itu tetap ada batasnya, yaitu selama kebebasan
itu tetap berada di dalam batas"batas persyaratannya, serta tidak melanggar hukum
*undang"undang0, kesusilaan *pornogra&i, pornoaksi0 dan ketertiban umum *misalnya
perjanjian membuat pro)okasi kerusuhan0$
Asas Kepastian Hukum (Pacta Sunt Servanda)
'ika terjadi sengketa dalam pelaksanaan perjanjian, misalnya salah satu pihak ingkar janji
*(anprestasi0, maka hakim dengan keputusannya dapat memaksa agar pihak yang
melanggar itu melaksanakan hak dan ke(ajibannya sesuai perjanjian 1 bahkan hakim
dapat memerintahkan pihak yang lain membayar ganti rugi$ Putusan pengadilan itu
merupakan jaminan bah(a hak dan ke(ajiban para pihak dalam perjanjian memiliki
kepastian hukum 1 secara pasti memiliki perlindungan hukum$
Asas Konsensualisme (concensualism)
Asas konsensualisme berarti kesepakatan *consensus0, yaitu pada dasarnya perjanjian
sudah lahir sejak detik tercapainya kata sepakat$ Perjanjian telah mengikat begitu kata
sepakat dinyatakan dan diucapkan, sehingga sebenarnya tidak perlu lagi &ormalitas
tertentu$ Pengecualian terhadap prinsip ini adalah dalam hal undang"undang memberikan
syarat &ormalitas tertentu terhadap suatu perjanjian, misalkan syarat harus tertulis 1
contoh, jual beli tanah merupakan kesepakatan yang harus dibuat secara tertulis dengan
akta otentik 7otaris$
Asas Itikad Baik (good faith/tegoeder trouw)
Itikad baik berarti keadaan batin para pihak dalam membuat dan melaksanakan perjanjian
harus jujur, terbuka, dan saling percaya$ eadaan batin para pihak itu tidak boleh
dicemari oleh maksud"maksud untuk melakukan tipu daya atau menutup"nutupi keadaan
sebenarnya$
Asas Kepribadian (personality)
Asas kepribadian berarti isi perjanjian hanya mengikat para pihak secara personal 1 tidak
mengikat pihak"pihak lain yang tidak memberikan kesepakatannya$ Seseorang hanya
dapat me(akili dirinya sendiri dan tidak dapat me(akili orang lain dalam membuat
perjanjian$ Perjanjian yang dibuat oleh para pihak hanya berlaku bagi mereka yang
membuatnya$
A$ Asas ekuatan 2engikat
Baik sistem terbuka hukum kontrak maupun asas kekuatan mengikat dapat
menemukan landasan hukumnya dalam bunyi ketentuan Pasal 1333 ayat *10
!#Perdata$
Asas yang menyatakan bah(a suatu perjanjian mengakibatkan suatu ke(ajiban
hukum dan para pihak terkait untuk melaksanakan kesepakatan kontraktual, serta
bah(a suatu kesepakatan harus dipenuhi, dianggap sudah terberi dan kita tidak
pernah mempertanyakannya kembali$ ehidupan kemasyarakatan hanya mungkin
berjalan dengan baik jika seorang dapat mempercayai perkataan orang lain$ Ilmu
pengetahuan kiranya tidak mungkin dapat memberikan penjelasan abih dari itu ,
terkecuali bah(a kontrak memang mengikat karena merupakan suatu janji, serupa
dengan undang"undang karena undang"undang tersebut dipandang sebagai
perintah pembuat undang"undang$ 'ika kepastian terpenuhinya kesepakatan
kontraktual ditiadakan, hal itu akan sekaligus menghancurkan seluruh sistem
pertukaran *benda"jasa0 yang ada di dalam masyarakat$ 8leh sebab itu, 5kesetiaan
pada janji yang diberikan merupakan bagian dari persyaratan yang dituntut akal"
budi alamiah5
'anji dari kata"kata yang diucapkan si&atnya mengikat$ Perjanjian dibuat sendiri
oleh para pihak dan mereka juga yang menentukan ruang lingkup serta cara
pelaksanaan perjanjian tersebut$ Perjanjian memunculkan akibat hukum dan
berlaku bagi para pihak seolah undang"undang *pasal 1333 *10 !#Perdata0$
eterikatan suatu perjanjian terkandung di dalam janji yang dilakukan oleh para
pihak sendiri
1
.
5 kata"kata itu sendiri tidak mengikat"namun yang mengikat ialah kata"kata yang
ditujukan kepada pihak lainnya9 saya harus membayar, bukan karena saya
menghendakinya, tetapi karena saya telah berjanji untuk melakukan hal itu, yakni
dalam artian saya telah menyatakan kehendak *untuk membayar0 tersebut kepada
pihak lain
2
5
etentuan Pasal 1333 ayat *10 !#Perdata yang telah disebutkan diatas
selanjutnya dimengerti dalam artian bah(a sebenarnya setiap orang dan sesama
orang lainnya dapat bertindak seolah pembuat undang"undang dengan
menggunakan perjanjian$ Sebab itu pula, perjanjian dianggap sebagai sumber
hukum di samping undang"undang, karena setiap perikatan lahir dari perjanjian
atau dari undang"undang$
Adagium pacta sunt servanda diakui sebagai aturan yang menetapkan bah(a
semua perjanjian yang dibuat manusia satu sama lain, mengingat kekuatan hukum
yang terkandung didalamnya, dimaksudkan untuk dilaksanakan dan pada
akhirnya dapat dipaksakan penataannya$ Sejatinya istilah 5pacta5 memiliki makna
1
#erlien Budiono dalam bukunya 4 Asas eseimbangan Bagi #ukum Perjanjian Indonesia5 mengambil
kutipan +ried mendasarkan kekuatan mengikat pada moral . 4:egal 8bligation can be imposed only by the
community, and so imposing it the community must be pursuing its goals and imposing its standards, rather
than neutrally endorsing those o& the contracting parties,5 ;harles +ried, ;ontract as Promise, A 6heory o&
;ontractual 8bligation, #ar)ard !ni)ersity Press, ;ambridge, 2assachusetts and :ondon, <ngland, 1,31,
hlm 2"3$
2
#erlien Budiono dalam bukunya 4 Asas eseimbangan Bagi #ukum Perjanjian Indonesia5 mengambil
kutipan Asser"Scholten, Algemeen %eel, =(olle, 1,>/, paragra& - 4#et eigen (ord is hier niet het
bindende"doch het (ord tot een ander gericht9 ik moet betalen, niet omdat ik het ge(ild heb, maar omdat ik
het beloo&d heb, dat (il ?eggen, dien (il tegeno)er een en ander heb )erklaard,5
yang sangat terbatas kesepakatan penghapusan hutang atau penundaan
pembayaran hutang9 kesepakatan itu sendiri tidak dapat dipaksakan oleh hukum
dengan menggunakan upaya hukum$ esepakatan"kesepakatan demikian hanya
berguna sebagai upaya bela diri *eksepsi0 terhadap upaya hukum yang dijalankan
dalam rangka menagih pembayaran hutang tersebut$
B$ Asas ebebasan Berkontrak dan Itikad Baik
Asas kekuatan mengikat kontraktual mengandaikan adanya suatu kebebasan di
dalam masyarakat untuk turut serta di dalam lalu lintas yuridikal dan sekaligus hal
tersebut mengimplikasikan asas kebebasan berkontrak$ Apabila di antara para
pihak ditutup suatu perjanjian, akan diandaikan adanya kehendak bebas dari
pihak"pihak tersebut$
Adanya kebebasan untuk sepakat tentang apa saja dan dengan siapa saja
merupakan hal yang sangat penting$ Sebab itu pula, asas kebebasan berkontrak
dicakupkan sebagai bagian dari hak"hak kebebasan manusia$ ebebasan
berkontrak sebegitu pentingnya, baik bagi indi)idu, dalam konteks kemungkinan
pengembangan diri dalam kehidupan pribadi, maupun dalam lalu lintas kehidupan
kemasyarakatan, serta untuk menguasai atau memiliki harta kekayaannya, serta
bagi masyarakat sebagai suatu totalitas$
%i dalam B@ , sebagaiman juga muncul di dalam;ode ;i)il, asas kebebasan
berkontrak ini tidak diungkapkan dengan banyak kata$ iranya jarang ditemukan
antara perundang"undangan yang secara tegas memuat dan menegaskan asas
tersebut$
ehendak para pihak yang di(ujudkan dalam kesepakatan adalah merupakan dasar
mengikatnya suatu perjanjian dalam hukum kontrak Perancis$ ehendak itu dapat
dinyatakan dengan berbagai cara baik lisan maupun tertulis dan mengikat para pihak
dengan segala akibat hukumnya *%onald #arris and %ennis 6allon, 1,3,. 3,0$
Sebagaimana diketa
hui ;ode ;i)il Perancis memengaruhi Burgerlijk (etboek Belanda, dan selanjutnya
berdasarkan asas kokordansi maka Burgerlijk @etboek Belanda diadopsi dalam itab
!ndang"!ndang #ukum Perdata Indonesia$ Berdasarkan asas kebebasan berkontrak yang
tercantum dalam Pasal 1333 ayat 3 itab !ndang"undang #ukum Perdata, suatu
perjanjian yang dibuat secara sah mengikat sebagai undang"undang bagi para pihak yang
membuatnya$ Akan tetapi, Pasal 1333 ayat 3 !#Perdata menyebutkan bah(a setiap
perjanjian harus dilaksanakan dengan itikad baik$ Selanjutnya menurut Pro& A$ Subekti,
jika pelaksanaan perjanjian menurut huru&nya, justru akan menimbulkan ketidakadilan,
maka hakim mempunyai (e(enang untuk menyimpang dari isi perjanjian menurut
huru&nya *A$Subekti,1,,3. /10$ %engan demikian jika pelaksanaan suatu perjanjian
menimbulkan ketidakseimbangan atau melanggar rasa keadilan, maka hakim dapat
mengadakan penyesuaian terhadap hak dan ke(ajiban yang tercantum dalam kontrak
tersebut$
%alam pratik, berdasarkan asas itikad baik hakim memang menggunakan (e(enang
untuk mencampuri isi perjanjian, sehingga tampaknya itikad baik bukan saja harus ada
pada pelaksanaan perjanjian, tetapi juga pada saat dibuatnya atau ditandatanganinya
perjanjian$
2enurut teori klasik hukum kontrak, asas itikad baik dapat diterapkan dalam situasi
dimana perjanjian sudah memenuhi syarat hal tertentu, akibatnya ajaran ini tidak
melindungi pihak yang menderita kerugian dalam tahap pra kontrak atau tahap
perundingan, karena dalam tahap ini perjanjian belum memenuhi syarat hal tertentu$
%i negeri Belanda *insert &oot note0 Pengadilan sudah mengakui bah(a itikad baik sudah
harus ada pada tahap pra kontrak, seperti dalam Arrest #oge Aaad 6anggal 13 'uni 1,32,
7'1,33,>23$ Pada akhir tahun 1,>/ Plas memasukkan pena(aran untuk melakukan
pemborongan di kotamadya Balbrug, dan dalam suatu rapat, (alikota mengatakan, bah(a
pena(aran Plas dapat diterima oleh kotamadya namun harus diputuskan melalui rapat
%e(an otamadya$ Akan tetapi dalam rapat %e(an otamadya, ternyata yang diterima
adalah pena(aran dari pemborong lain yaitu Arns BB$ Cugatan Plas dimenangkan oleh
Pengadilan 7egeri dan Pengadilan 6inggi, ganti rugi yang diberikan hanya biaya"biaya
yang sudah dikeluarkan oleh Plas atas dasar bah(a itikad baik sudah harus ada pada
tahap pra kontrak$ arena belum ada kontrak maka Plas tidak dapat menuntut kehilangan
keuntungan yang diharapkan$ Akan tetapi #oge Aaad berpendirian bah(a suatu
perundingan yang sudah mencapai tingkat yang hampir &inal, maka dapat juga diajukan
gugatan atas kehilangan keuntungan yang diharapkan *Ban der Burgh, 1,,,.,-",D0$
%engan berlakunya !ndang"undang 7o$ 3 6ahun 1,,, tentang Perlindungan onsumen,
maka menurut Pasal ,, pelaku usaha di(ajibkan memberikan in&ormasi yang benar
mengenai tersedianya barang dan jasa yang diiklankan$ Bahkan pelanggaran terhadap
ketentuan ini, menurut pasal D2 dapat dikenai sanksi pidana paling lama lima tahun dan
denda paling banyak dua miliar rupiah$ Secara perdata, berdasarkan ketentuan Pasal 1,,
pelaku usaha juga harus bertanggung ja(ab atas kerugian konsumen karena membeli dan
menggunakan barang yang diperdagangkan$ 'adi sebenarnya,secara implisit !ndang"
undang Perlindungan onsumen sudah mengakui bah(a itikad baik sudah harus ada
sebelum ditandatangani perjanjian, sehingga janji"janji pra kontrak dapat diminta
pertanggungja(aban berupa ganti rugi, apabila janji tersebut diingkari$ Akan tetapi jika
perselisihan terjadi antara seorang pelaku usaha dan pelaku usaha lainnya$ !ndang"
undang Perlindungan onsumen tidak dapat diberlakukan$ arena itu, perlindungan
hukum bagi pihak yang dirugikan karena diingkarinya janji"janji pra kontrak terletak
dalam asas itikad baik dalam Pasal 1333 ayat 3 itab !ndang"undang #ukum Perdata,
yang seharusnya diberlakukan bukan hanya pada saat ditandatanganinya dan
dilaksanakannya perjanjian, tetapi juga pada saat sebelum ditandatanganinya perjanjian$
Seperti di Perancis pihak yang melakukan perundingan tanpa maksud sungguh"sungguh
untuk membuat perjanjian atau pihak yang membatalkan perjanjian tanpa alasan yang
tepat akan bertanggung ja(ab kepada pihak lainnya atas dasar perbuatan mela(an
hukum, bahkan jika perundingan sudah mencapai tingkat yang matang untuk lahirnya
suatu kontrak, pihak yang mengundurkan diri dari perundingan mungkin saja dibebani
ke(ajiban berdasarkan hubungan kontraktual$ %emikian pula di 'erman, sejak akhir
tahun 1,D0"an, pengadilan telah mengembangkan suatu rule bah(a pihak yang terlambat
mengundurkan diri dari negoisasi dan mengakibatkan in)estasi yang ditanamkan oleh
rekan bisnisnya menjadi sia"sia dapat dimintai pertanggungja(aban secara hukum, jika
pengunduran diri dari perundingan tersebut, tidak didasarkan pada alasan yang tepat
*'ack Beatson and %aniel +riedman$ 1,,3.330