Anda di halaman 1dari 17

BAB I

PENDAHULUAN
Benda asing yang ditemukan di liang telinga bervariasi sekali. Bisa berupa
benda mati atau benda hidup, binatang, komponen tumbuh-tumbuhan atau
mineral. Pada anak kecil sering ditemukan kacang hijau, manik, mainan, karet
penghapus, dan terkadang baterai. Pada orang dewasa yang relatif sering
ditemukan adalah kapas cotton bud yang tertinggal, potongan korek api, patahan
pensil, kadang-kadang ditemukan serangan kecil seperti kecoa, semut atau
nyamuk. Usaha mengeluarkan benda asing sering kali malah mendorongnya lebih
ke dalam
1
.
dema liang telinga dapat terjadi karena trauma, sehingga akan menyulitkan
untuk mengeluarkannya lagi. Benda organik akan mengembung bila didiamkan
terperangkap lama. !engeluarkan benda asing harus dilakukan dengan hati-hati.
Bila pasien tidak kooperatif dan ada risiko merusak gendang telinga atau struktur
telinga tengah, maka sebaiknya tindakan dilakukan dengan anestesia umum. Pada
kebanyakan kasus tindakan tersebut dapat dilakukan tanpa anestesia umum
"
.
1
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Benda Asing di Telinga
#iang telinga luar terdiri dari cartilago dan tulang yang dilapisi oleh
periosteum dan kulit. Bagian tulang merupakan bagian yang sangat sensitif.
$leh karena itu, percobaan mengeluarkan benda asing di telinga terasa
sangat sakit. Benda asing dapat terjepit di sini sehingga membuat semakin
sulit pada pengangkatan benda asing. Percobaan mengambilan benda asing
dapat membuat benda tersebut semakin masuk ke dalam dan tersangkut
pada tempat penyempitan tersebut. !aka dari itu, perlu pencahayaan yang
kuat dan alat yang memadai. Biasanya alat yang digunakan adalah alat yang
masuk ke telinga, magnet untuk bahan logam, irigasi telinga, dan mesin
dengan alat hisap
%
.
Gambar 2.1. Leta !redilesi benda asing di telinga
"
.
2.2. Ge#ala
Pada beberapa kasus pasien dengan benda asing di telingan adalah
tanpa gejala dan pada anak-anak ditemukan secara kebetulan. Pasien yang
lain mungkin merasa sakit dengan gejala seperti otitis media, pendengaran
berkurang, atau rasa penuh di telinga. Beberapa kasus sering ditemukan
pada anak-anak berumur kurang dari & tahun
%
.
"
Benda asing yang sering terdapat pada telinga adalah manik-manik,
mainan, plastik, kelereng, dan biji jagung. 'erangga lebih sering pada pasien
berumur lebih dari 1( tahun. )erkadang pada anak-anak umur kurang dari
1( tahun pengambilan benda asing perlu dilakukan anestesi umum
%
.
2.". Diagn$sis
Benda asing dalam telinga dapat dilihat oleh dokter yang kompeten
dengan langsung melihat ke dalam telinga menggunakan otoskop. Pada
anak-anak perlu dicurigai adanya benda asing yang jumlahnya lebih dari
satu ataupun lubang lain yang juga terlibat *mulut dan hidung+ yang juga
harus diperiksa
,
.
Gambar 2.2. Pemerisaan telinga dengan mengg%naan $t$s$!
&
.
Gambar 2." Tem%an cotton bud di deat membran tim!ani.
2.'. Penatalasanaan
Benda yang sangat kecil dapat dicoba untuk menggoyangkan secara
hati-hati. !enarik pinna telinga ke arah posterior meluruskan liang telinga
%
dan benda asing dapat keluar dengan goncangan lembut pada telinga. -ika
benda asing masuk lebih dalam maka perlu diangkat oleh dokter yang
kompoten. )idak dianjurkan untuk mengorek telinga sendiri karena dapat
mendorong lebih ke dalam dan menyebabkan ruptur membran timpani atau
dapat melukai liang telinga
,
.
Beberapa teknik di klinik pada pengeluaran benda asing di telinga
1,%,,
.
a. .orceps yang sudah dimodifikasi dapat digunakan untuk mengambil
benda asing dengan bantuan otoskop. Benda asing yang besar dapat
ditarik dengan pengait serumen, sedangkan yang kecil bisa diambil
dengan cunam atau pengait.
b. 'uction dapat digunakan untuk menghisap benda asing.
c. /rigasi liang telinga dengan menggunakan air hangat dengan pipa kecil
dapat membuat benda-benda keluar dari liang telinga dan membersihkan
debris.
d. Penggunaan alat seperti magnet dapat digunakan untuk benda dari logam,
jangan dibasahi mengingat efek korosif yang ditimbulkan.
e. 'edasi pada anak perlu dilakukan jika tidak dapat mentoleransi rasa sakit
dan takut.
f. Bila masih hidup, binatang di liang telinga harus dimatikan lebih dahulu
dengan memasukkan tampon basah ke liang telinga lalu meneteskan
cairan *misalnya larutan rivanol, obat anestesi lokal berupa lidocaine "0,
atau minyak+ lebih kurang 1( menit. 'etelah binatang mati, dikeluarkan
dengan pinset atau diirigasi dengan air bersih hangat.
g. 'etelah benda asing keluar, diberikan antibiotik tetes selama lima hari
sampai seminggu untuk mencegah infeksi dari trauma liang telinga.
BAB III
LAP()AN KASUS
,
".1. Identi*iasi
1ama 2 )n. 3
Usia 2 1, tahun
-enis kelamin 2 #aki-laki
Pendidikan 2 '!P
Pekerjaan 2 Pelajar
4lamat 2 -alan 4bikusno 5okrosuyoso 6elurahan 6ertapati,
Palembang, 'umatera 'elatan
)anggal pemeriksaan 2 7abu, 18 9esember "(1"
".2. Anamnesis
6eluhan utama 2 )elinga sebelah kiri kemasukan kapas sejak " hari yang
lalu.
6eluhan tambahan 2 7asa gatal terus menerus pada telinga kiri.
7iwayat Penyakit 'ekarang 2
'ejak " hari yang lalu, penderita mengeluh telinga sebelah kirinya
kemasukan kapas. 4kibat rasa gatal yang terus menerus pada telinga
kirinya, penderita mengorek dengan cotton bud sehingga kapasnya
tertinggal di liang telinga. $rang tua penderita berusaha mengambilnya,
namun tidak berhasil.
Penderita juga merasakan telinga kirinya terasa penuh, dan
pendengaran berkurang. 1amun penderita menyangkal telinga kirinya terasa
nyeri dan berdengung. Penderita juga menyangkal terdapat keluar cairan
dan kemasukan air sebelumnya pada telinga kirinya. Penderita juga
menyangkal sedang mengalami batuk, pilek, demam, dan nyeri menelan,
namun mengakui sering merasakan ada yang mengganjal di tenggokan.
7iwayat Penyakit 9ahulu 2
:
1. Penderita pernah mengalami keluhan yang sama kurang lebih " minggu
yang lalu, yaitu rasa gatal pada telinga kirinya kemudian dikorek dengan
cotton bud sehingga kapasnya tertinggal di liang telinga.
". 7iwayat astma disangkal.
%. 7iwayat dirawat di rumah sakit serta melakukan operasi );) disangkal.
7iwayat Pengobatan 2
1. Untuk kejadian saat ini penderita belum mendapatkan pengobatan
apapun.
2. 'aat " minggu yang lalu penderita berobat ke dokter );) dan kapas di
liang telinganya berhasil dikeluarkan, kemudian penderita mendapat obat
tetes telinga setelahnya.
7iwayat 4lergi 2
1. 4lergi terhadap obat-obatan tertentu disangkal.
". 4lergi terhadap makanan tertentu disangkal.
%. 4lergi terhadap debu dan asap disangkal.
,. 7iwayat alergi dalam keluarga juga disangkal.
".". Pemerisaan +isi
a. Keadaan %m%m
6esadaran 2 compos mentis
)ekanan darah 2 tidak dilakukan pemeriksaan
1adi 2 &" <=menit
Pernapasan 2 "" <=menit
'uhu 2 %>,&
(
5
b. Stat%s Generalis
6epala 2 normocephali, wajah simetris
!ata 2 konjungtiva anemis *-+=*-+, sklera ikterik *-+=*-+
!ulut 2 bibir kering *-+, sianosis *-+, pucat *-+
#eher 2 pembesaran 6?B *-+, pembesaran tiroid *-+
>
)horaks 2
Paru
a+ /nspeksi 2 simetris, retraksi interkosta *-+=*-+
b+ Palpasi 2 vokal fremitus de<tra @ sinistra
c+ Perkusi 2 sonor pada semua lapang paru
d+ 4uskultasi 2 vesikular *A+=*A+ normal, wheeBing *-+=*-+, ronki *-+=*-+
-antung
a+ /nspeksi 2 tidak tampak iktus kordis
b+ Palpasi 2 teraba iktus kordis pada /5' /C linea mid aksilaris
anterior sinistra
c+ Perkusi 2
Batas atas 2 /5' // linea midklavikularis sinistra
Batas kanan 2 /5' /C D C linea parasternalis de<tra
Batas kiri 2 /5' C linea mid aksilaris anterior sinistra
d+ 4uskultasi 2 '1='" reguler, gallop *-+, murmur *-+
4bdomen
/nspeksi 2 datar, lemas
Palpasi 2 teraba massa *-+, pembesaran hepar-lien *-+
Perkusi 2 timpani
4uskultasi 2 BU *A+ normal
kstremitas
'uperior 2 akral hangat, deformitas *-+=*-+, gangguan fungsi dan
gerak *-+=*-+
/nferior 2 akral hangat, deformitas *-+=*-+, gangguan fungsi dan
gerak *-+=*-+
,. Stat%s Telinga- Hid%ng- Tengg$r$
E
Pemeriksaan )elinga
Kanan Pemerisaan Kiri
Ins!esi .
1ormotia, fistula
preaurikula *-+, tragus
asesorius *-+, hematom *-+,
perikondritis *-+,
pseudokista *-+, sikatrik
pre dan retroaurikula *-+,
radang retroaurikula *-+
Pal!asi .
1yeri tekan tragus *-+,
nyeri tekan mastoid *-+,
nyeri tarik aurikula *-+
4urikula
Ins!esi .
1ormotia, fistula
preaurikula *-+, tragus
asesorius *-+, hematom *-+,
perikondritis *-+,
pseudokista *-+, sikatrik
pre dan retroaurikula *-+,
radang retroaurikula *-+
Pal!asi .
1yeri tekan tragus *-+,
nyeri tekan mastoid *-+,
nyeri tarik aurikula *-+
#apang, serumen *-+,
sekret *-+, dinding
hiperemis *-+, edema *-+,
benda asing *-+, massa *-+
54
)idak lapang, serumen *-+,
sekret *-+, dinding
hiperemis *A+, edema *-+,
benda asing *A+ kapas F
(,: cm, massa *-+
/ntak, bentuk konkaf,
warna keabu-abuan dan
mengkilap seperti mutiara,
refleks cahaya *A+ ke arah
jam :
!embran
)impani
'ulit dinilai
)idak dilakukan 7inne )idak dilakukan
3eber
#ateralisasi ke kiri
)idak dilakukan 'chwabach )idak dilakukan
Pemeriksaan ;idung dan 'inus Paranasal
Kanan Pemerisaan Kiri
&
Ins!esi .
'addle nose *-+, deviasi *-+,
warna sama dengan sekitar,
massa *-+, furunkel *-+, bekas
trauma *-+
Pal!asi .
1yeri hidung tekan *-+,
krepitasi *-+, nyeri tekan sinus
maksilaris *-+, nyeri tekan
sinus frontalis *-+
;idung #uar
Ins!esi .
'addle nose *-+, deviasi *-+,
warna sama dengan sekitar,
massa *-+, furunkel *-+, bekas
trauma *-+
Pal!asi .
1yeri tekan hidung *-+,
krepitasi *-+, nyeri tekan sinus
maksilaris *-+, nyeri tekan
sinus frontalis *-+
Cestibulum normal, ulkus *-+,
!ukosa cavum nasal merah
muda, edema *-+, concha
nasalis inferior eutrofi, sekret
*-+, septum nasal lurus, polip
*-+, tumor *-+, palatal
phenomenon *A+
;idung 9alam
Cestibulum normal, ulkus *-+,
!ukosa cavum nasal merah
muda, edema *-+, concha
nasalis inferior eutrofi, sekret
*-+, septum nasal lurus, polip
*-+, tumor *-+, palatal
phenomenon *A+
)idak dilakukan
7inoskopi
Posterior
)idak dilakukan
Pemeriksaan !ulut dan )enggorok
Pemerisaan Kanan Kiri
?erakan bibir dan sudut
mulut
?erakan normal, simetris
!ukosa dan ginggiva 3arna merah muda, ulkus *-+
?igi-geligi #engkap
Palatum durum )umor *-+, ulkus *-+
Palatum molle Pergerakan baik, tumor *-+, edema *-+
4rkus faring 'imetris, warna merah muda, edema *-+
)onsil
)1, warna merah muda,
permukaan mukosa rata,
granular *-+, kripta
melebar *-+, detritus *-+,
perlengketan *-+
)%, hiperemis *A+,
permukaan mukosa
tidak rata, granular *A+,
kripta melebar *A+,
detritus *A+,
perlengketan *-+
Uvula #etak di tengah, warna merah muda
9inding faring 3arna merah muda, granular *-+, ulkus *-+
#aring #aringoskopi tidak dilakukan
".'. )es%me
8
'eorang laki-laki, 1, tahun, pelajar, datang ke poliklinik );) 7'U9.
Palembang Bari dengan keluhan telinga sebelah kirinya kemasukan kapas
sejak " hari yang lalu. 4kibat rasa gatal yang terus menerus pada telinga
kirinya, penderita mengorek dengan cotton bud sehingga kapasnya
tertinggal di liang telinga. $rang tua penderita berusaha mengambilnya,
namun tidak berhasil. Penderita juga merasakan telinga kirinya terasa
penuh, dan pendengaran berkurang. 1amun penderita menyangkal telinga
kirinya terasa nyeri, berdengung, keluar cairan, dan kemasukan air
sebelumnya. Penderita juga menyangkal sedang mengalami batuk, pilek,
demam, dan nyeri menelan. Penderita pernah mengalami keluhan yang sama
kurang lebih " minggu yang lalu, yaitu rasa gatal pada telinga kirinya
kemudian dikorek dengan cotton bud sehingga kapasnya tertinggal di liang
telinga. 7iwayat astma dan dirawat di rumah sakit serta melakukan operasi
);) disangkal. Untuk kejadian saat ini, penderita belum mendapatkan
pengobatan apapun. 1amun, saat " minggu yang lalu penderita berobat ke
dokter );) dan kapas di liang telinganya berhasil dikeluarkan, kemudian
penderita mendapat obat tetes telinga setelahnya. Penderita menyangkal
memiliki alergi terhadap obat-obatan, makanan tertentu, debu, dan asap.
7iwayat alergi dalam keluarga juga disangkal.
Berdasarkan pemeriksaan keadaan umum dan status generalis,
didapatkan hasil masih dalam batas normal. Berdasarkan pemeriksaan
telinga ditemukan pada canalis aurikular e<terna sinistra tampak tidak
lapang, dinding hiperemis *A+, benda asing *A+ kapas F (,: cm, membran
timpani sulit dinilai, dan tes 3eber menunjukkan lateralisasi ke telinga kiri.
Berdasarkan pemeriksaan tenggorok ditemukan pada tonsil )1=)%,
hiperemis *-+=*A+, granular *-+=*A+, kripta melebar *-+=*A+, detritus *-+=*A+.
".&. Diagn$sis Banding
a. 5orpus alienum canalis aurikular eksterna sinisitra
b. 'erumen obturan sinistra
c. 6eratosis obturan sinistra
"./. Diagn$sis Ker#a
1(
5orpus alienum canalis aurikular eksterna sinistra ec. kemasukan kapas A
hipertrofi tonsil sinistra.
".0. Us%lan Pemerisaan Pen%n#ang
Pemeriksaan laboratorium darah2
a. ;emoglobin
b. #eukosit
c. #aju endap darah
d. ;itung jenis
".1. Penatalasanaan
a. !edikamentosa
1. kstraksi corpus alienum dengan menggunakan ear forceps atau
crocodile forceps.
". 5hloramfenicol 10 drop % < " gtt per hari selama : hari.
%. BenBydamine ;5l 1: mg=ml kumur "-% < 1 ml per hari.
b. 1on-medikamentosa
1. !enyarankan kepada penderita untuk berhati-hati jika ingin
membersihkan liang telinga dengan menggunakan cotton bud, untuk
tidak memasukkan tidak terlalu dalam, jika perlu meminta bantuan
orang lain.
". !enyarankan kepada penderita untuk tidak memasukkan benda
apapun ke dalam liang telinga.
%. !enyarankan kepada penderita untuk menjaga higiene mulutnya dan
menghindari merokok untuk mencegah terjadinya peradangan pada
tonsil penderita.
,. !enyarankan kepada penderita untuk berkonsultasi dengan dokter
spesialis );) jika terdapat keluhan pada telinga, hidung, dan
tenggorokan.
".2. Pr$gn$sis
11
Guo ad vitam 2 bonam
Guo ad sanationam 2 dubia
Guo ad functionam 2 bonam
BAB I3
1"
PE4BAHASAN
Benda asing yang ditemukan di liang telinga bervariasi sekali. Pada orang
dewasa yang relatif sering ditemukan adalah kapas cotton bud yang tertinggal,
potongan korek api, patahan pensil, kadang-kadang ditemukan serangan kecil
seperti kecoa, semut atau nyamuk. Usaha mengeluarkan benda asing sering kali
malah mendorongnya lebih ke dalam
1
.
Pada kasus ini didapatkan seorang laki-laki, 1, tahun, pelajar, datang ke
poliklinik );) 7'U9. Palembang Bari dengan keluhan telinga sebelah kirinya
kemasukan kapas sejak " hari yang lalu. 4kibat rasa gatal yang terus menerus
pada telinga kirinya, penderita mengorek dengan cotton bud sehingga kapasnya
tertinggal di liang telinga. $rang tua penderita berusaha mengambilnya, namun
tidak berhasil. Penderita juga merasakan telinga kirinya terasa penuh, dan
pendengaran berkurang. 1amun penderita menyangkal telinga kirinya terasa
nyeri, berdengung, keluar cairan, dan kemasukan air sebelumnya. Penderita juga
menyangkal sedang mengalami batuk, pilek, demam, dan nyeri menelan.
Penderita pernah mengalami keluhan yang sama kurang lebih " minggu yang lalu,
yaitu rasa gatal pada telinga kirinya kemudian dikorek dengan cotton bud
sehingga kapasnya tertinggal di liang telinga. 7iwayat astma dan dirawat di rumah
sakit serta melakukan operasi );) disangkal. Untuk kejadian saat ini, penderita
belum mendapatkan pengobatan apapun. 1amun, saat " minggu yang lalu
penderita berobat ke dokter );) dan kapas di liang telinganya berhasil
dikeluarkan, kemudian penderita mendapat obat tetes telinga setelahnya. Penderita
menyangkal memiliki alergi terhadap obat-obatan, makanan tertentu, debu, dan
asap. 7iwayat alergi dalam keluarga juga disangkal.
Berdasarkan pemeriksaan keadaan umum dan status generalis, didapatkan
hasil masih dalam batas normal. Berdasarkan pemeriksaan telinga ditemukan pada
canalis aurikular e<terna sinistra tampak tidak lapang, dinding hiperemis *A+,
benda asing *A+ kapas F (,: cm, membran timpani sulit dinilai, dan tes 3eber
menunjukkan lateralisasi ke telinga kiri. Berdasarkan pemeriksaan tenggorok
1%
ditemukan tonsil )1=)%, hiperemis *-+=*A+, granular *-+=*A+, kripta melebar *-+=*A+,
dan detritus *-+=*A+.
Tabel '.1. Anamnesis se,ara te$ri dan as%s.
Anamnesis
Te$ri
1-/
Kas%s
5$r!%s Alien%m !ada liang telinga
- Pada anak 2 ditemukan kacang
hijau, manik, mainan, karet
penghapus, baterai
Pada dewasa 2 kapas cotton bud
tertinggal, potongan korek api,
patahan pensil, serangga kecil
seperti kecoa, semut, atau nyamuk.
- 6eluhan 2 gatal, telinga terasa
penuh, nyeri akibat sering dikorek.
Hi!e!lasia T$nsil
- 1yeri menelan, rasa mengganjal di
tenggorok, kering di tenggorok,
napas bau.
- Pada dewasa 2 kapas cotton bud
tertinggal
- 6eluhan 2 gatal dan telinga terasa
penuh.
- nyeri menelan disangkal, rasa
mengganjal di tenggorok.
Berdasarkan kedua data tersebut, maka untuk menunjang hasil anamnesis
diperlukan pemeriksaan fisik lokal pada telinga, hidung, dan tenggorokan.
Tabel '.2. Pemerisaan *isi se,ara te$ri dan as%s.
Pemerisaan +isi
Te$ri
1-/
Kas%s
5$r!%s Alien%m !ada liang telinga
Pada 54 ditemukan 2
)idak lapang, serumen *-=A+, sekret *-=A+,
dinding hiperemis *A+, edema *A+, benda
asing *A+ kapas dengan F tertentu dan
jumlah tertentu, massa *-=A+
Hi!e!lasia T$nsil
Pemeriksaan fisik ditemukan pembesaran
tonsil )"-),, hiperemis, permukaan tidak
rata, granular *A+, kripta melebar, detritus
*-=A+, perlengketan *-=A+
54 'inistra
)idak lapang, serumen *-+, sekret
*-+, dinding hiperemis *A+, edema
*-+, benda asing *A+ kapas F (,: cm,
massa *-+
)1=)%, hiperemis *-+=*A+, granular
*-+=*A+, kripta melebar *-+=*A+,
detritus *-+=*A+, perlengketan *-+=*-+
Untuk memastikan kondisi hipertrofi tonsil yang ada bersifat akut atau
kronik, diperlukan pemeriksaan laboratorium darah berupa pemeriksaan
1,
hemoglobin, leukosit, laju endap darah, dan hitung jenis untuk mengarahkan
diagnosis.
9iagnosis banding untuk keluhan penderita berupa rasa gatal pada telinga
kiri dan pengakuan penderita terdapat kapas cotton bud yang tertinggal berupa
serumen obturans, dan keratosis obturans.
Pada serumen obturans akan tampak gumpalan serumen yang akan
menimbulkan gangguan pendengaran serta rasa tertekan pada telinga. 'edangkan
pada keratosis obturans ditemukan gumpalan epidermis di liang telinga yang
disebabkan oleh pembentukan sel epitel yang berlebihan yang tidak bermigrasi ke
arah luar telinga sehingga penderita akan mengeluh terdapat gangguan
pendengaran akut dan nyeri hebat
E
.
Berdasarkan anamnesis, pemeriksaan fisik, dan diagnosis banding tersebut,
maka pasien ini ditegakkan diagnosis corpus alienum canalis aurikular eksterna
sinistra ec. kemasukan kapas A hipertrofi tonsil sinistra.
Tabel '.". Penatalasanaan berdasaran te$ri dan as%s.
Penatalasanaan
Te$ri
1-/
Kas%s
5$r!%s Alien%m !ada Liang Telinga
a. .orceps yang sudah dimodifikasi
dapat digunakan untuk mengambil
benda asing dengan bantuan otoskop.
Benda asing yang besar dapat ditarik
dengan pengait serumen, sedangkan
yang kecil bisa diambil dengan cunam
atau pengait.
b. 'uction dapat digunakan untuk
menghisap benda asing.
c. /rigasi liang telinga dengan
menggunakan air hangat dengan pipa
kecil dapat membuat benda-benda
keluar dari liang telinga dan
membersihkan debris.
d. Penggunaan alat seperti magnet dapat
digunakan untuk benda dari logam,
jangan dibasahi mengingat efek
korosif yang ditimbulkan.
e. 'edasi pada anak perlu dilakukan jika
tidak dapat mentoleransi rasa sakit
dan takut.
!edikamentosa
1. kstraksi corpus alienum dengan
menggunakan ear forceps atau
crocodile forceps.
". 5hloramfenicol 10 drop % < " gtt
per hari selama : hari.
%. BenBydamine ;5l 1: mg=ml kumur
"-% < 1 ml per hari selama : hari.
1on-medikamentosa
1. !enyarankan kepada penderita
untuk berhati-hati jika ingin
membersihkan liang telinga dengan
menggunakan cotton bud, untuk
tidak memasukkan tidak terlalu
dalam, jika perlu meminta bantuan
orang lain.
". !enyarankan kepada penderita
untuk tidak memasukkan benda
apapun ke dalam liang telinga.
1:
f. Bila masih hidup, binatang di liang
telinga harus dimatikan lebih dahulu
dengan memasukkan tampon basah ke
liang telinga lalu meneteskan cairan
*misalnya larutan rivanol, obat
anestesi lokal berupa lidocaine "0,
atau minyak+ lebih kurang 1( menit.
'etelah binatang mati, dikeluarkan
dengan pinset atau diirigasi dengan air
bersih hangat.
g. 'etelah benda asing keluar, diberikan
antibiotik tetes selama lima hari
sampai seminggu untuk mencegah
infeksi dari trauma liang telinga.
Hi!er!lasia T$nsil
a. )erapi lokal ditujukan pada higiene
mulut dengan berkumur atau obat
hisap.
b. )onsilektomi bila terjadi infeksi
berulang atau kronik, gejala sumbatan
serta kecurigaan neoplasma.
%. !enyarankan kepada penderita
untuk menjaga higiene mulutnya
dan menghindari merokok untuk
mencegah terjadinya peradangan
pada tonsil penderita.
,. !enyarankan kepada penderita
untuk berkonsultasi dengan dokter
spesialis );) jika terdapat keluhan
pada telinga, hidung, dan
tenggorokan.
Prognosis pada kasus ini, untuk Huo ad vitam dan Huo ad functionam adalah
bonam. 1amun, untuk Huo ad sanationam adalah dubia, karena kemungkinan
kejadian ini berulang kembali sangat mungkin, mengingat tingkat kepatuhan
penderita terhadap saran dari pengobatan yang diberikan.
1>
DA+TA) PUSTAKA
1. ;afil 4.., 'osialisman, ;elmi. "((E. 6elainan )elinga #uar2 Benda 4sing di
#iang )elinga. 9alam2 'oepardi 4., dkk. Buku 4jar /lmu 6esehatan )elinga
;idung )enggorok 6epala I #eher. disi >. Balai Penerbit .6U/, -akarta,
/ndonesia, hal. >(.
". 'osialisman, ;elmi. "((1. 6elainan )elinga #uar2 Benda 4sing di #iang
)elinga. 9alam2 'oepardi 4., /skandar 1. Buku 4jar /lmu 6esehatan
)elinga ;idung )enggorok 6epala I #eher. disi :. Balai Penerbit .6U/,
-akarta, /ndonesia, hal. ,>.
%. ;eim '3., !aughan 6#. "((E. .oreign Bodies in the ar, 1ose, and )hroat.
4merican .amily Physician, E> *&+2 11&:-11&8, *http2==www.aafp=org=afp,
diunduh 18 9esember "(1", 1&2:>+.
,. 5unha -P. "(11. $bjects or /nsects in ar. !edicine1et, /nc., 'an 5lemente,
5alifornia, United 'tates of 4merica, *http2==www.medicinenet.com=, diunduh
18 9esember "(1", 182(>+.
:. 'oepardi 4. Pemeriksaan )elinga, ;idung, )enggorok, 6epala, dan #eher.
9alam2 'oepardi 4., dkk. Buku 4jar /lmu 6esehatan )elinga ;idung
)enggorok 6epala I #eher. disi >. Balai Penerbit .6U/, -akarta, /ndonesia,
hal. E.
>. 7usmarjono, 'oepardi 4. "((8. .aringitis, )onsilitis, dan ;ipertrofi
4denoid. 9alam2 'oepardi 4., dkk. Buku 4jar /lmu 6esehatan )elinga
;idung )enggorok 6epala I #eher. disi >. Balai Penerbit .6U/, -akarta,
/ndonesia, hal. ""1-"":.
E. ;afil 4.., 'osialisman, ;elmi. "((E. 6elainan )elinga #uar2 'erumen dan
6eratosis $bturans. 9alam2 'oepardi 4., dkk. Buku 4jar /lmu 6esehatan
)elinga ;idung )enggorok 6epala I #eher. disi >. Balai Penerbit .6U/,
-akarta, /ndonesia, hal. :8->(, >".
1E