Anda di halaman 1dari 1

vi

JURUSAN KEDOKTERAN GIGI


FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU-ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
PURWOKERTO
2013

INTISARI
DINAR ARDHANANESWARI
PENGARUH VARIASI KONSENTRASI KITOSAN TERHADAP
KEKUATAN TEKAN, STRUKTUR PORI DAN SIFAT BIOAKTIF PADA
SCAFFOLD HASIL SINTESIS

Keterbatasan akan jumlah donor untuk transplantasi merupakan
permasalahan yang serius, maka perlu dicari alternative material pengganti yang
dapat mengatasi masalah keterbatasan akan jumlah donor. Penelitian kali ini
dilakukan sintesis scaffold untuk perbaikan jaringan tulang yang rusak bahkan
hilang, salah satunya pada rongga mulut. Scaffold merupakan suatu struktur tiga
dimensi yang digunakan sebagai penyangga sementara proses perbaikan suatu
jaringan tubuh. Sifat yang harus dimiliki oleh scaffold ialah porus, biokompatibel,
biodegradasi, bioaktif dan memiliki kekuatan mekanik yang cukup menopang
proses pertumbuhan jaringan baru.Sintesis scaffold ini menggunakan bahan
alginat, karbonat apatit dan kitosan dengan perbandingan alginat dan kitosan yang
digunakan dalam penelitian ini ialah 60:40, 70:30 dan 80:20. Tujuan penelitian ini
adalah membuktikan adanya pengaruh variasi konsentrasi kitosan terhadap
struktur pori, kekuatan tekan dan sifat bioaktif pada scaffold. Penelitian ini
menggunakan metode eksperimental laboratoris murni dengan membagi
kelompok sampel menjadi 3, yaitu scaffold alginat- apatit 60:40, 70:30 dan 80:20.
Hasil dari uji SEM ukuran pori ketiga sampel berkisar antara 200 mikron. Hasil
Uji kekuatan tekan A 0,017 MPa, sampel B 0,013 MPa, dan sampel C 0,011
MPa. Hasil uji EDS untuk melihat sifat bioaktif dari scaffold menyatakan bahwa,
terdapat kurva-kurva yang menunjukan adanya unsur Ca dan P pada sampel
setelah direndam selama tiga hari dan enam hari pada SBF.

Kata Kunci : Kitosan, Struktur Pori, Kekuatan tekan, sifat bioaktif,
Scaffold
Kepustakaan : 38 (2000-2012)