Anda di halaman 1dari 8

HAK SIPIL, POLITIK, EKONOMI SOSIAL & BUDAYA

Hak-hak sipil dan politik adalah hak yang bersumber dari martabat dan melekat pada
setiap manusia yang dijamin dan dihormati keberadaannya oleh negara agar menusia bebas
menikmati hak-hak dan kebebasannya dalam bidang sipil dan politik yang pemenuhannya
menjadi tanggung jawab negara .
A. Ruang Lingkup Hak sipil dan Pli!ik Dala" Kns!i!usi
Perubahan Konstitusi (Undang-Undang Dasar 19!" yang terjadi sebanyak (empat" kali
semasa re#ormasi bergulir$ tidak ketinggalan$ isu yang sangat krusial seperti hak asasi manusia
(H%&"$ ditampung kedalam satu 'ab khusus mengenai H%&. Hak-hak dasar yang diakui se(ara
uni)ersal kini mendapatkan pengakuan yang kuat oleh negara$ hak inipun menjadi hak
konstitusional (constitutional right" yang dijamin oleh hukum tertinggi.
H%& di dalam UUD 19! dapat diklasi#ikasikan menjadi empat kelompok$ yaitu hak
sipil dan politik* hak ekonomi$ sosial$ dan budaya* hak atas pembangunan dan hak khusus lain*
serta tanggung jawab negara dan kewajiban asasi manusia. +elain itu$ terdapat hak yang
dikategorikan sebagai hak yang tidak dapat dikurangi dalam keadaan apapun (non-derogable
rights) yang meliputi hak untuk hak untuk hidup$ hak untuk tidak disiksa$ hak kemerdekaan
pikiran dan hati nurani$ hak beragama$ hak untuk tidak diperbudak$ hak untuk diakui sebagai
pribadi di hadapan hukum$ dan hak untuk tidak dituntut atas dasar hukum yang berlaku surut.
Perkembangan pengaturan hak asasi manusia di dalam UUD 19! setelah amandemen
mengalami perubahan pengaturan dari yang semula diatur se(ara terbatas menjadi lebih
terperin(i. Hasil pengaturan hak asasi manusia Perubahan Kedua UUD 19! tersebar ke dalam
1, pasal yaitu Pasal -,$ Pasal -.$ Pasal -.% s/d -. 0$ Pasal -9$ Pasal 11$ Pasal 1-$ Pasal 11$ dan
Pasal 1. Hak-hak tersebut dibedakan ke dalam Hak +ipil dan Politik (H+P" dan Hak 2konomi
+osial dan 'udaya (H2+'" dengan rin(ian sebagai berikut 3
P#nga!u$an Hak Sipil dan Pli!ik dala" UUD %&'(
1. Pasal -.% dan Pasal -.0 ayat (1" Hak untuk hidup
-. Pasal -.D ayat (1" Hak atas pengakuan$ jaminan$ perlindungan$ dan kepastian hukum yang adil
serta perlakuan yang sama di hadapan hukum
1. Pasal -.D ayat (1" Hak atas kesempatan sama dalam pemerintahan
. Pasal -.D ayat (" dan Pasa -.2 ayat (1" Hak atas status kewarganegaraan dan hak berpindah
!. Pasal -.2 ayat (1" dan Pasal -.0 ayat (1" Hak Kebebasan beragama
4. Pasal -.2 ayat (-" dan Pasal -.0 ayat (1" Hak atas kebebasan meyakini keper(ayaan$ menyatakan
pikiran dan sikap$ sesuai dengan hati nuraninya
,. Pasal -.2 ayat (1" Hak atas kebebasan berserikat$ berkumpul$ dan mengeluarkan pendapat
.. Pasal -.5 Hak untuk berkomunikasi dan memperoleh in#ormasi
9. Pasal -.6 ayat (1" Hak atas rasa aman dan bebas dari an(aman
17. Pasal -.6 ayat (-" dan -.0 ayat (1" Hak 'ebas dari penyiksaan
11. Pasal -.6 ayat (-" Hak memperoleh suaka politik
1-. Pasal -.0 ayat (1" Hak untuk tidak diperbudak
11. Pasal -.0 ayat (1" Hak untuk diakui sebagai pribadi di hadapan hukum
1. Pasal -.0 ayat (1" Hak untuk tidak dituntut atas dasar hukum yang berlaku surut
1!. Pasal -.0 ayat (-" Hak untuk tidak diperlakukan diskriminati#
B. Ruang Lingkup Hak Sipil dan Pli!ik dala" I))PR
Pada dasarnya 088P9 memuat ketentuan mengenai pembatasan penggunaan kewenangan
oleh aparatur negara yang ingin bertindak re#resi#$ khususnya negara-negara yang menjadi pihak
dalam 088P9. :leh sebab itulah$ hak-hak yang ada didalamnya sering disebut sebagai hak-hak
negati# (negative rights"$ artinya hak-hak dan kebebasan yang dijamin didalamnya akan dapat
terpenuhi apabila peran negara terbatasi atau terlihat berkurang. %kan tetapi$ apabila negara
berperan sebagai inter)ensionis$ maka hak-hak dan kebebasan yang diatur di dalamnya akan
dilanggar oleh negara. 0nilah yang membedakan dengan model legislasi 082+89 yang justru
menuntut peran maksimal negara untuk memenuhi hak-hak dalam ko)enan tersebut yang sering
disebut juga sebagai hak-hak positi# (positive rights".
%da dua klasi#ikasi terhadap hak-hak dalam 088P9$ yakni Non-Derogable Rights dan
Derogable Rights. Hak Non-Derogable Rights adalah hak-hak yang bersi#at absolut yang tidak
boleh dikurangi pemenuhannya oleh negara pihak$ walau dalam keadaan darurat sekalipun. Hak-
hak yang termasuk ke dalam jenis ini adalah3
1" hak atas hidup (right to life"$
-" hak bebas dari penyiksaan (right to be free from torture"$
1" hak bebas dari perbudakan (right to be free from slavery"$
" hak bebas dari penahanan karena gagal memenuhi perjanjian utang$
!" hak bebas dari pemidanaan yang berlaku surut$
4" hak sebagai subjek hukum$ dan
," hak atas kebebasan berpikir$ keyakinan dan agama.
Klasi#ikasi kedua adalah Derogable Right$ yakni hak-hak yang boleh dikurangi atau dibatasi
pemenuhannya oleh negara-negara pihak. ;ermasuk jenis hak ini adalah3
1" hak atas kebebasan berkumpul se(ara damai$
-" hak atas kebebasan berserikat* termasuk membentuk dan menjadi anggota serikat buruh$ dan
1" hak atas kebebasan menyatakan pendapat atau berekspresi* termasuk kebebasan men(ari$
menerima dan memberikan in#ormasi dan segala ma(am gagasan tanpa memperhatikan batas
(baik melalui tulisan maupun tulisan".
<egara-negara pihak 088P9 diperbolehkan mengurangi atau mengadakan penyimpangan
atas kewajiban dalam memenuhi hak-hak tersebut$ tetapi penyimpangan tersebut hanya dapat
dilakukan apabila sebanding dengan an(aman yang mengganggu keamanan nasional atau situasi
darurat yang dihadapi dan tidak bersi#at diskriminati# terhadap ras dan etnis.
P#nga!u$an Hak Sipil dan Pli!ik dala" I))PR
1. Hak hidup (Pasal 4"
-. 'ebas dari siksaan dan perlakuan tidak manusiawi (Pasal ,"
1. 'ebas dari perbudakan dan kerja paksa (Pasal ."
. Hak atas kebebasan dan keamanan pribadi(Pasal 9"
!. Hak tahanan atas perlakuan manusiawi (Pasal 17"
4. 'ebas dari penahanan atas utang (Pasal 11"
,. 'ebas berpindah dan memilih tempat tinggal (Pasal 1-"
.. Kebebasan bagi =<% (Pasal 11"
9. Hak atas pengadilan yang jujur (Pasal 1"
17. Perlindungan dari kesewenang-wenangan hukum kriminal (Pasal 1!"
11. Hak atas pengakuan yang sama dihadapan hukum (Pasal 14"
1-. Hak atas kebebasan pribadi(pri)asi" (Pasal1,"
11. 'ebas untuk ber#ikir$ berkeyakinan$ dan beragama (Pasal 1."
1. 'ebas untuk berpendapat dan berekspresi (Pasal 19"
1!. >arangan propaganda perang dan diskriminasi (Pasal -7"
14. Hak untuk berkumpul (Pasal -1"
1,. Hak untuk berserikat (Pasal --"
1.. Hak untuk menikah dan berkeluarga (Pasal -1"
19. Hak anak (Pasal -"
-7. Hak berpolitik (Pasal -!"
-1. Kesamaan dimuka hukum (Pasal -4"
--. Hak bagi kaum minoritas (Pasal -,"
). Ruang Lingkup Hak Sipil dan Pli!ik dala" DUHAM
Hak sipil dan politik (+0P:>" yang paling mendasar adalah hak kebebasan untuk berpikir
dan berkeyakinan$ tanpa adanya inter)ensi dari siapapun$ sekalipun itu otoritas negara. &aka
inilah yang disebut sebagai #reedom o# religion and belie)e (hak kebebasan atas agama dan
keper(ayaan". ;erkait pula dengan hak-hak +0P:> adalah hak untuk diperlakukan sama di depan
hukum$ dan hak untuk tidak dibunuh atau disiksa. 0ni disebut pula sebagai hak dasar$ atau non-
derogable rights yang artinya hak-hak dasar manusia yang tidak bisa ditunda dan tidak bisa
di(abut dalam situasi apapun. 'aik itu dalam keadaan perang$ maupun dalam situasi darurat$
negara harus tetap melindunginya.
D. Ruang Lingkup Hak Sipil dan Pli!ik dala" UU N *& Ta+un %&&& T#n!ang HAM
Pengaturan mengenai hak-hak politik (hak melilih dan dipilih" setiap orang$ telah di
pertegas dalam Pasal 1 ay (1"$ (-" dan (1" UU <o 19 ;ahun 1999 tentang H%&$ oleh sebab itu
setiap warga negara mempunyai hak yang sama tanpa harus ada pembatasan baik se(ara
langsung maupun tak langsung dalam bentuk maupun dengan (ara apapun.
Kns#p Dasa$ Hak Asasi Manusia dala" Huku" In!#$nasinal dan Indn#sia
HAM adalah hak-hak yang dimiliki manusia semata-mata karena ia manusia,
jadi manusia memilikinya bukan karena diberikan oleh hukum positif atau
masyarakat, melainkan semata-mata berdasarkan martabatnya sebagai
manusia.[1]
Ham mulai digagas oleh masyarakat internasional pada awal akhir abad 1
dan abad !" #$erang %unia & dan &&'. %ampak perang ini telah menyadarkan
masyarakat internasional akan perlunya jaminan hak-hak kodrati yang
melekat pd setiap diri manusia. Masyarakat internasional mulai menggagas,
mengadakan konferensi-konferensi internasional guna membuat peraturan
bersama atas standar penghormatan HAM, yang akhirnya mun(ul lah
%)HAM #)%H*', &++$* dan &+,-+* yang ketiganya dalam tataran instrument
HAM internasional sering disebut dengan the international .ill of human
rights.
/api sebenarnya dalam tataran masy internasional gagasan mengenai HAM
telah ada pada abad 10 dinegara! ,ropa #freedom from1berserikat,
berpendapat, hak! politik'. $ertengahan abad ke !" mun(ul tuntutan atas
pemenuhan hak ekonomi #bebas dari kemiskinan', hak so(ial #bebas dari
segala bentuk diskriminasi' dan hak budaya #bebas dari kebodohan'.
%alam diskusi ini akan lebih difokuskan pada pembahasan mengenai hak-hak
ekonomi, so(ial dan budaya berikut konsekuensi 2egara yang
merati3kasi11kewajiban.
K#$angka N$"a!i, Hak-+ak Ekn"i, Ssial dan Buda.a
Hak-hak ekonomi$ sosial dan budaya adalah jenis hak asasi manusia yang terkait dengan
kesejahteraan material$ sosial dan budaya. Pengaturan jenis-jenis hak ekosob ini mula-mula
diatur dalam pasal 14$ -- sampai pasal -9 DUH%&$ dan lebih lanjut diatur dalam International
Covenant on Economic, ocial and Cultural Rights (082+89" 1944. Hak-hak yang termasuk
dalam kategori hak ekonomi$ sosial dan budaya ini$ meliputi3
!" Hak atas pekerjaan
#" Hak mendapatkan program pelatihan
$" Hak mendapatkan kenyamanan dan kondisi kerja yang baik
%" Hak membentuk serikat buruh
&" Hak menikmati jaminan sosial$ termask asuransi sosial
'" Hak menikmati perlindungan pada saat dan setelah melahirkan
(" Hak atas standar hidup yang layak termasuk pangan$ sandang$ dan perumahan
)" Hak terbebas dari kelaparan
*" Hak menikmati standar kesehatan #isik dan mental yang tinggi
!+" Hak atas pendidikan$ termasuk pendidikan dasar se(ara 8uma-8uma
!!" Hak untuk berperan serta dalam kehidupan budaya menikmati man#aat dari kemajuan
ilmu pengetahuan dan aplikasinya
Hak ekosob mempunyai kedudukan yang sangat penting dalam hukum hak asasi manusia
internasional* ia menjadi a(uan pen(apaian bersama dalam pemajuan ekonomi$ sosial dan
budaya?-@. Paling tidak$ ada tiga alasan kenapa hak ekonomi$ sosial$ dan budaya mempunyai arti
yang sangat penting3
1. Hak ekosob men(akup berbagai masalah paling utama yang dialami manusia sehari-hari3
makanan yang (ukup$ pelayanan kesehatan$ dan perumahan yang layak adalah diantara
kebutuhan pokok (basic necessities" bagi seluruh umat manusia.
-. Hak ekosob tidak bisa dipisahkan dengan hak asasi manusia yang lainnya3 interdependensi
hak asasi manusia adalah realitas yang tidak bisa dihindari saat ini. &isalnya saja$ hak untuk
memilih dan kebebasan mengeluarkan pendapat akan tidak banyak artinya bagi mereka yang
berpendidikan rendah karena pendapatan mereka tidak (ukup untuk membiayai sekolah.
1. Hak ekosob mengubah kebutuhan menjadi hak3 seperti yang sudah diulas diatas$ atas dasar
keadilan dan martabat manusia$ hak ekonomi sosial budaya memungkinkan masyarakat
menjadikan kebutuhan pokok mereka sebagai sebuah hak yang harus diklaim (rights to
claim" dan bukannya sumbangan yang didapat (charity to receive"?1@.
Pengikatan terhadap hak ekosob tersebut diwujudkan dengan mempositi#ikasikan hak-hak yang
tertuang dalam Covenan on Economic, ocial and Cultural Rights !*'' dengan melalui
rati#ikasi?@. +ekarang lebih dari 11 negara yang telah merati#ikasi ko)enan ini. 0ndonesia telah
merati#ikasi 082+89 1944 dengan UU <o 11 ;ahun -77!.
K#/a0i1an N#ga$a dala" P#"#nu+an dan P#$lindungan Hak-+ak Ekn"i, Ssial, dan
Buda.a
Hak-hak ekosob sering disebut sebagai Ahak-hak positi#B$ karena tidak seperti dalam hak-hak
sipil dan politik$ dalam hak-hak ekonomi$ sosial dan budaya ini$ negara harus berperan atau
mengambil langkah-langkah positi# untuk menjamin terpenuhinya hak-hak ini$ seperti
tersedianya perumahan$ sandang$ pangan$ lapangan kerja$ pendidikan$ dsb?!@.
Dalam Pasal - ayat 1 Ko)enan Hak 2kosob dinyatakan 3
, etiap negara peserta -ovenan ber.an.i untu/ mengambil lang/ah-lang/ah, bai/ secara sendiri
maupun melalui bantuan dan /er.asama internasional, /hususnya bantuan te/nis dan e/onomi,
sampai ma/simum sumberdaya yang ada, dengan ma/sud untu/ mencapai secara bertahap
per0u.udan penuh ha/ yang dia/ui dalam -ovenan dengan mengguna/an semua sarana yang
memadai, termasu/ pengambilan lang/ah-lang/ah legislatif" ,
Ko)enan seringkali disalahartikan bahwa pemenuhan hak ekosob akan terwujud setelah atau apabila
suatu negara telah men(apai tingkat perkembangan ekonomi tertentu. Padahal yang dimaksudkan
dengan rumusan tersebut adalah mewajibkan semua <egara peserta untuk mewujudkan hak-hak
ekonomi$ sosial$ budaya$ terlepas dari tingkat perkembangan ekonominya atau tingkat kekayaan
nasionalnya.
'erdasarkan pasal tersebut <egara harus se(ara akti# mengambil tindakan (state obligation to do
something" tetapi juga menuntut negara tidak mengambil tindakan tertentu untuk melindungi hak
(state obligation not to do something"
Ko)enan membebankan sejumlah kewajiban bagi <egara perati#ikasi setidaknya3
1. :bligation o# (ondu(tCCkewajiban melaksanakan kemauan dalam kon)ensi
-. :bligation o# resultCCkewajiban pen(apaian hasil
1. :bligation transparent assessment o# progressCCkewajiban pelaksanaan kewajiban tersebut
se(ara transparan di dalam pengambilan keputusan
Dalam tiga kewajiban tersebut mesti terpenuhi tiga kewajiban penting yaitu kewajiban
menghormati (duty to respe(t"$ kewajiban melindungi (duty to prote(t" dan kewajiban memenuhi
(duty to #ul#ill".
Prinsip-prinsip &aastri(ht (1aastricht principles" yang dirumuskan oleh ahli-ahli hukum
internasional tentang tanggung jawab negara berdasarkan 082+89 juga menolak permisahan
tanggung jawab negara dalam apa yang disebut obligation of conduct disatu sisi dan obligation
of result disisi lain. Prinsip-prinsip >imburg (2imburg principles"?4@ memberikan pedoman
umum tentang bagaimana persisnya kewajiban tersebut dilanggar oleh suatu negara (violation of
covenan obligations"$ yaitu?,@3
1. <egara gagal mengambil langkah-langkah yang wajib dilakukannya
-. <egara gagal menghilangkan rintangan se(ara (epat dimana <egara tersebut berkewajiban
untuk menghilangkannya
1. <egara gagal melaksanakan tanpa menunda lagi suatu hak yang diwajibkan pemenuhannya
dengan segera
. <egara dengan sengaja gagal memenuhi suatu standar pen(apaian yang umum diterima
se(ara internasional
!. <egara menerapkan pembatasan terhadap suatu hak yang diakui dalam ko)enan
4. <egara dengan sengaja menunda atau menghentikan pemenuhan se(ara bertahap dari suatu
hak$ dan
,. <egara gagal mengajukan laporan yang diwajibkan oleh ko)enan.
Dalam konteks hukum internasional$ 2imburg principle tersebut merupakan bentuk hukum
internasional yang berbentuk soft la0$ yang non legally binding bagi negara-negara untuk
melaksanakannya. <amun demikian$ instrument hokum tersebut tetap memberikan pedoman
yang dapat dipakai oleh negara-negara dalam melaksanakan kewajibannya terhadap ko)enan
hak-hak ekonomi$ sosial dan budaya.
Bagai"ana d#ngan Indn#sia dala" I"pl#"#n!asin.a2.3
Didalam UUD 19! yang telah diamandemen terdapat ketentuan yang tegas dan jelas mengenai
hak asasi manusia dibidang sipil$politik$ekonomi$so(ial$budaya$ maupun pembangunan. Hak-hak
tersebut dijelaskan dalam pembukaan dan tersebar didalam beberapa pasal didalam UUD 19!
terutama didalam pasal -. dalam 'ab mengenai Hak %sasi &anusia.
Didalam batang tubuh hak-hak yang berkaitan dengan hak ekonomi$so(ial dan budaya yang
diatur didalam UUD 19! antara lain 3
Pasal 45) 6
(1" +etiap orang berhak mengembangkan diri melalui pemenuhan kebutuhan dasarnya$ berhak
mendapat pendidikan dan memperoleh man#aat dari ilmu pengetahuan dan teknologi$seni$ dan
budaya$ demi meningkatkan kualitas hidupnya dan demi kesejahteraan umat manusia
Pasal 45H 6
(1" +etiap orang berhak hidup sejahtera lahir dan batin bertempat tinggal$ dan mendapatkan
lingkungan hidup yang baik dan sehat serta memperoleh pelayanan kesehatan
(-" +etiap orang berhak mendapat kemudahan dan perlakuan khusus untuk memperoleh
kesempatan dan man#aat yang sama guna men(apai persamaan dan keadilan
(1" +etiap orang berhak atas jaminan so(ial yang memungkinkan pengembangan dirinya se(ara
utuh sebagai manusia yang bermartabat
(" +etiap orang berhak mempunyai hak milik pribadi dan hak milik tersebut tidak boleh
diambil alih se(ara sewenang-wenang oleh siapa pun.
Pasal *%
(1" +etiap warga <egara berhak mendapat pendidikan