Anda di halaman 1dari 30

BED SIDE TEACHING

OLEH :
RIDIYA NANDASARI
1102004221
IDENTITAS
- N a m a : Tn. S
- U m u r : 34 tahun
- Jenis kelamin : Laki-laki
- Pekerjaan : Wiraswasta
- Alamat : Candi Puro
- Masuk RSUAM : 20 Desember 2008
ANAMNESA
Autoanamnesa, ( 24 Desember 2008)
- Keluhan utama : Mata kiri sakit
- Keluhan tambahan : Perasaan
mengganjal pada mata kiri, mata merah
dan berair, bintik putih di tengah mata,
penglihatan mata kiri kabur.
ANAMNESA
Riwayat penyakit sekarang
Pasien datang ke RSUAM dengan keluhan mata
kiri terasa sakit sejak satu minggu sebelum
masuk RSUAM. Keluhan ini dirasakan pasien
setelah mata kirinya terkena percikan adukan
semen dan pasir saat sedang bekerja. Oleh
pasien mata kirinya segera dicuci dengan air.
Keluhan disertai dengan perasaan mengganjal
pada mata kiri serta mata merah dan berair.
Pasien terus mencuci mata kirinya dengan air
selama dua hari. Namur keluhan tidak
berkurang.
ANAMNESA
Lima hari sebelum masuk RSUAM, pasien pergi
berobat ke Puskesmas. Oleh dokter puskesmas
diberi salep dan obat tetes mata ( pasien lupa
nama obatnya ). Namun tidak ada perbaikan.
Setelah itu pasien melihat ada bintik putih
sebesar biji cabe di tengah mata kirinya. Pada
hari itu penglihatan pasien mulai kabur.
Tiga hari sebelum masuk RSUAM, bintik putih di
tengah mata kiri pasien membesar.
Penglihatannya semakin kabur.
ANAMNESA
Dua hari sebelum masuk RSUAM, penglihatan
mata kiri pasien bertambah kabur. Lalu pasien
berobat ke RS Advent. Oleh dokter dirujuk ke
RSUAM. Namun pasien baru datang ke RSUAM
dua hari setelahnya.
Tidak ada keluhan pada mata kanan pasien.
Riwayat memakai lensa kontak sebelumnya
disangkal. Pasien tidak sedang menggunakan
obat obatan
ANAMNESA
Riwayat penyakit dahulu
Pasien tidak memiliki riwayat hipertensi
dan DM. Pasien belum pernah menderita
sakit seperti ini sebelumnya.
Riwayat penyakit keluarga
Tidak ada anggota keluarga lainnya yang
menderita sakit seperti ini.
PEMERIKSAAN FISIK
Status Present
- Keadaan umum : Tampak sakit sedang
- Kesadaran : Compos mentis
- Tekanan darah : 130/70 mmHg
- Nadi : 60 x/menit
- Pernafasan : 20 x/menit
- Suhu : 36,6 C
PEMERIKSAAN FISIK
Status Generalis
Kepala
Bentuk : Bulat, simetris
Rambut : Hitam, lurus, tidak mudah dicabut
Mata : Lihat status oftamologis
Telinga : Bentuk normal, simetris, liang lapang,
serumen (+/+)
Hidung : Bentuk normal, septum deviasi (-),
pernafasan cuping hidung (-), sekret (-/-).
Mulut : Uvula tidak deviasi, tonsil T1-T1
tenang, sianosis (-), lidah kotor (-), faring hiperemis (-).
PEMERIKSAAN FISIK
Leher
Inspeksi : Bentuk simetris, pembesaran
KGB tidak terlihat.
Palpasi : Tidak ada pembesaran KGB,
trakea di tengah
JVP : Tidak meningkat

Toraks
Inspeksi : Bentuk simetris
PEMERIKSAAN FISIK
PARU
Inspeksi : Hemitoraks kanan dan kiri
simetris.
Palpasi : Fremitus vokal dan taktil
simetris kanan-kiri
Perkusi : Sonor di seluruh lapang paru
Auskultasi : Vesikuler di seluruh lapang
paru,wheezing(-/-),ronkhi (-/-).
PEMERIKSAAN FISIK
JANTUNG
Inspeksi : Ictus cordis tidak terlihat.
Palpasi : Ictus cordis teraba di sela iga V
midclavicula sinistra
Perkusi : Batas atas sela iga III garis
midclavicula sinistra
Batas jantung kanan sela iga V garis
parasternal dextra
Batas jantung kiri sela iga V garis
midclavicula sinistra.
Auskultasi : Bunyi jantung I-II murni, murmur (-).
PEMERIKSAAN FISIK
Abdomen
Inspeksi : Datar, simetris
Palpasi : Turgor cukup, hepar dan
lien tidak teraba, nyeri tekan (-)
Perkusi : Timpani.
Auskultasi : Bising usus (+) normal.
PEMERIKSAAN FISIK
Genitalia Externa
Kelamin : Tidak ada kelainan

Ekstremitas
Superior : Pucat (-), sianosis (-),
tidak ada kelainan
Inferior : Pucat (-), sianosis (-),
tidak ada kelainan
STATUS OFTALMOLOGIS
Oculi Sinistra
Visus : 1/ proyeksi baik
Koreksi : tidak dilakukan
Skiaskopi : tidak dilakukan
Sensus koloris : tidak dilakukan
Bulbus okuli : kedudukan normal
Super cilia : tumbuh normal,
teratur
Parese : tidak ada

STATUS OFTALMOLOGIS
Oculi Sinistra
Palpebra superior : edema (-),massa (-)
Palpebra inferior : edema (-),massa (-)
Konjungtiva palpebra : hiperemis
Konjungtiva fornices : hiperemis
Konjungtiva bulbi : hiperemis
Sclera : anikterik
Kornea : keruh di sentral
COA : hipopion(+) 1/5 bag

Status oftalmologis
Oculi Sinistra
Iris : sulit dinilai
Pupil : sulit dinilai
Lensa : sulit dinilai
Fundus refleks : tidak dilakukan
Corpus vitreum : tidak dilakukan
Tensio oculi : normal
Sistem canalis lakrimalis : tidak dilakukan


STATUS OFTALMOLOGIS
Oculi Dextra
Visus : > 3/60
Koreksi : tidak dilakukan
Skiaskopi : tidak dilakukan
Sensus koloris : tidak dilakukan
Bulbus okuli : kedudukan normal
Super cilia : tumbuh normal,
teratur
Parese : tidak ada
STATUS OFTALMOLOGIS
Oculi Dextra
Palpebra superior : edema (-), massa(-)
Palpebra inferior : edema (-), massa(-)
Konjungtiva palpebra : tenang
Konjungtiva fornices : tenang
Konjungtiva bulbi : tenang
Sclera : anikterik
Kornea : jernih
COA : sedang
Status oftalmologis
Oculi Dextra
Iris : gambaran kripta baik
Pupil : bulat, sentral, RC (+)
Lensa : jernih
Fundus refleks : tidak dilakukan
Corpus vitreum : tidak dilakukan
Tensio oculi : normal
Sistem canalis lakrimalis : tidak dilakukan

Pemeriksaan penunjang
Laboratorium tanggal 22 Desember 2008
Darah Rutin
Hb : 15,3 gr/dl
LED : 18 mm/jam
Leukosit : 12.700 /ul
Hitung Jenis
Basophil : 0 %
Eosinophil : 3 %
Batang : 0 %
Segmen : 61 %
Limfosit : 27 %
Monosit : 9 %
Trombosit : 303.000 /ul
Pemeriksaan penunjang
Masa Perdarahan : 3 menit
Masa Pembekuan : 9 menit
Kimia Darah
SGOT : 13 U/L
SGPT : 10 U/L
Ureum : 22 mg/dl
Creatinine : 0,7 mg/dl
GDS : 89 mg/dl

Resume
Anamnesa
Tn. S, usia 34 tahun, datang dengan keluhan
mata kiri terasa sakit sejak satu minggu sebelum
masuk RSUAM setelah terkena percikan adukan
semen dan pasir. Pasien mencuci matanya
dengan air. Namun tidak ada perubahan.
Keluhan disertai rasa mengganjal, mata merah
dan berair, terdapat bintik putih di tengah mata
kiri yang makin lama makin membesar serta
penglihatan mata kiri kabur.
Resume
Pemeriksaan fisik
Status generalis : Dalam batas normal
Status oftalmologis
Oculi dextra : Dalam batas normal
Oculi sinistra
Visus 1/ proyeksi baik, konjungtiva palpebra
dan fornices hiperemis, konjungtiva bulbi
hiperemis, cornea keruh di sentral, COA
hipopion (+) 1/5 bagian, iris, pupil dan lensa
sulit dinilai.
Resume
Pemeriksaan Penunjang
Darah Rutin : LED
Leukosit
Kimia Darah : Dalam batas normal

Pemeriksaan anjuran
Pemeriksaan Mikrobiologi/Bakteriologi
dengan pewarnaan Gram ( sediaan Apus
dari kerokan kornea ).
Kultur dan Resistensi Test
Tes Fluoresein
Tes Fistel / Seidel
DIAGNOSA KERJA
Ulkus kornea sentral cum hypopion OS
Diagnosa banding
Endoftalmitis OS
Terapi
Bed rest
Medikamentosa
Asam Mefenamat 2 x 500 mg
Ciprofloxacin 3 x 500 mg
Gentamycin 6 x 2 gtt
Cendomydriatil 4 x 1 gtt
Prognosa
Quo ad vitam : dubia ad bonam
Qou ad fungsionam : dubia ad bonam
Quo ad sanationam : dubia ad bonam