Anda di halaman 1dari 6

GLAUKOMA AKUT

Mata merah dengan penglihatan turun mendadak biasanya merupakan


glaukoma sudut tertutup akut. Pada glaukoma sudut tertutup akut akan
meningkat tekanan intraokular mendadak. Terjadi pada pasien dengan
sudut bilik mata sempit.
Cairan mata yang berada di belakang iris tidak dapat mengalir melalui
pupil sehingga mendorong iris ke depan, mencegah keluarnya cairan
mata melalui sudut mata (mekanisme blokade pupil). Biasanya terjadi
pada usia lebih daripada 4 tahun.
Pada glaukoma primer sudut tertutup akut terdapat anamnesa yang khas
sekali pada mata yang mendapat serangan yang berlangsung beberapa
jam dan hilang setelah tidur sebentar. Melihat pelangi (halo) sekitar
lampu dan keadaan ini merupakan stadium prodromal. Terdapat gejala
gastrointestinal berupa eneg dan muntah yang kadang ! kadang
mengaburkan gejala daripada serangan glaukoma akut.
"erangan glaukoma yang terjadi secara tiba ! tiba dengan rasa sakit
hebat di mata dan di kepala, perasaan mual dengan muntah. Bradikardia
akibat re#eks okulokardiak, mata menunjukkan tanda ! tanda kongesti$
(peradangan) dengan kelopak mata bengkak, mata merah, tekanan bola
mata sangat tinggi yang mengakibatkan pupil lebar, kornea suram dan
edem, iris sembab meradang, papil sara$ optik hiperemis, edem dan
lapang pandangan menciut berat. %ris bengkak dengan atro& dan sinekia
posterior dan lensa menjadi keruh (katarak 'ogt ! katarak pungtata
disiminata sub ! kapsular anterior). Pemeriksaan $unduskopi sukar karena
kekeruhan media penglihatan. Tajam penglihatan sangat menurun dan
pasien terlihat sakit yang berat.
(ejala spesi&k seperti di atas tidak selalu terjadi pada mata dengan
glaukoma akut. )adang ! kadang ri*ayat mata sakit disertai penglihatan
yang menurun sudah dapat dicurigai telah terjadinya serangan glaukoma
akut. (laukoma primer sudut tertutup akut bila tidak diobati dapat
menjadi kronis.
Tekanan bola mata antara dua serangan dapat normal sama sekali.
Biasanya serangan ini dipro+okasi oleh lebarnya pupil (tempat gelap).
Pada mata sudut sempit harus *aspada terhadap kemungkinan serangan
pada pupil yang dapat lebar. Biasanya dapat terjadi bilateral.
Biasanya mata yang lain diserang , ! - tahun kemudian. "esudah
beberapa kali serangan atau berlangsung lama maka terjadi perlengketan
antara pangkal iris dan kornea (goniosinekia).
Pada serangan akut sebaiknya tekanan diturunkan terlebih dahulu dengan
pilokarpin , . setiap menit selama - menit yang disusul setiap / jam
selama satu hari. Pengobatan glaukoma akut harus segera berupa
pengobatan topikal dan sistemik. Tujuan pengobatan ialah merendahkan
tekanan bola mata secepatnya kemudian bila tekanan bola mata normal
dan mata tenang dilakukan pembedahan. Pengobatan topikal diberikan
pilokarpin , .. "istemik diberikan intra+ena karena sering disertai mual.
0iberikan 1seta2olamid - M( %', yang disusul dengan ,- M( tablet
setiap 4 jam sesudah keluhan eneg hilang. %ntra+ena dapat juga diberikan
manitol /,- ! , M)3kgbb dalam larutan , . atau urea %' gm3kgbb, hati !
hati kelainan ginjal. (liserol sering dipakai dokter mata diberikan peros /
g3kgbb badan dalam larutan - ..
1nestesi retrobulbar 4ilo4ain , . dapat mengurangkan produksi akuos
humor selain mengurangkan rasa sakit. 5asa sakit yang sangat dapat
dikurangi dengan pemberian mor&n - M( sub kutis. Biasanya dengan
pengobatan ini tekanan bola mata turun sesudah 6 menit atau beberapa
jam kemudian.
7anya pembedahan yang dapat mengobati glaukoma akut kongesti$.
Tindakan pembedahan harus dilakukan pada mata dengan glaukoma
sudut sempit karena serangan akan berulang lagi pada satu saat.
Tindakan pembedahan dilakukan pada saat tekanan bola mata sudah
terkontrol, mata tenang dan persiapan pembedahan suduh cukup.
Tindakan pembedahan pada glaukoma sudut sempit adalah iredektomi
atau suatu pembedahan &ltrasi.
Mata yang tidak dalam serangan juga diberikan miotik untuk mencegah
serangan. Pera*atan pada mata yang tidak menunjukkan gejala
dilakukan dengan miotik bila mata sebelahnya masih dalam serangan
akut. %redektomi dipertimbangan bila mata yang mendapat serangan
sudah tidak terancam lagi.
8asihat pada pasien glaukoma sudut sempit 9
:mosi (bingung dan takut) dapat menimbulkan serangan akut.
Membaca dekat yang mengakibatkan miosis atau pupil kecil akan
menimbulkan serangan pada glaukoma dengan blok pupil.
Pemakaian simpatomimetik yang melebar pupil berbahaya.
"udut sempit dengan hipermetropia dan bilik mata dangkal berbahaya
memakai obat antihistamin dan antispasme.
Pengobatan adalah pembedahan, bila baru terjadi gejala prodromal saja
maka tindakan pembedahan cukup dengan iredektomi saja. 0iagnosis
banding adalah sindrom Posner "chlossman, glaukoma sudut terbuka
meradang, perdarahan retrobulbar dan glaukoma hemolitik.
(laukoma akut dibangkitkan lenda merupakan glaukoma akibat katarak
intumesen dapat dalam bentuk glaukoma akut kongesti$. Terjadi akibat
katarak senil, katarak trauma tumpul ataupun trauma per$orasi pada
lensa. (ejalanya sangat sama dengan gejala glaukoma akut kongesti$
dengan perbedaan terdapatnya bilik mata yang dangkal pada kedua mata
sedang pada kataran intumesen kelainan sudut hanya terdapat pada satu
mata, terdapatnya katarak intumesen, yang akan memperlihatkan miopia
pada katarak intumesen sedang pada glaukoma akut kongesti$ imer
biasanya hipermetropia. Pada katarak intumesen sumbu antero posterior
lensa makin panjang sehingga mengakibatkan terdapatnya resistensi
pupil pada pengaliran cairan mata ke depan yang mengakibatkan blokade
pupil.
1kibat blokade ini akan terjadi pendorongan iris sehingga pangkal iris
akan menutup saluran trabekulum yang akan mengakibatkan
bertambahnya bendungan cairan mata sehingga terjadi glaukoma akut
kongesti$. Pada keadaan ini pemberian pilokarpin bertujuan membuka
sudut bilik mata selain untuk mencegah kendornya pupil sehingga
mengakibatkan iris bombe.
(laukoma $akolitik merupakan glaukoma sekunder sudut terbuka dengan
tanda ! tanda dan gejala klinik glaukoma akut, sudut bilik mata terbuka
lebar dan lenda dengan katarak hipermatur disertai masa seperti susu di
dalam bilik mata depan. 0i dalam bilik mata depan terdapat e$ek Tyndal
(#er ; suar) sehingga gambaran menyerupai suatu u+eitis. Pada
glaukoma $akolitik jarang ditemukan keratik presipitat dan sinekia
posterior.
(laukoma $akolitik biasanya terjadi akibat katarak hipermatur, di mana
lensa yang mencair keluar melalui kapsul yang utuh akan tetapi
mengalami degenerasi. Masa lensa yang terdapat di dalam bilik mata
depan mengundang sebukan sel radang, dan tidak terlihat adanya reaksi
antigen antibodi yang nyata.
Klasifkasi Glaukoma
%. (laukoma "udut Terbuka
1. Primer
B. "ekunder
%%. (laukoma "udut Tertutup
1. Primer
B. "ekunder
%%%. (laukoma )ongenital
1. Primer
B. Berhubungan dengan anomali kongenital
C. "ekunder
Payman ! "anders (oldberg 9 < Principles and Practice o$ =pthalmology >
Philadelphia, ?ondon, Toronto., @.B "aunders, /AB, p. CD,. Table AE/.
Classi&cation o$ (laucoma
D.D. Glaukoma Sudut Tertutup
Glaukoma Sudut
Tertutup
Iritis Akut
Konjungtivitis
Akut
"akit 7ebat
< Prostrating >
"edang sampai
hebat
Membakar gatal
%njeksi Tipe siliar yaitu lebih
hebat dekat limbus
kornea ! skleral F
berkurang ke arah
$orniks G tidak
konstriksi dengan
epine$rin / 9 / G
pembuluh tidak
bergerak dengan
konjungti+a, *arna
+iolet dan masing !
masing pembuluh
tidak dapat diusut
Tipe konjungti+al
yaitu lebih hebat
pada $orniks dan
berkurang ke arah
timbus
Mata menjadi putih
dengan epine$rin
/ 9 /, pembuluh
super&sial,
bergerak dengan
konjungti+a, *arna
merah bata dan
masing ! masing
pembuluh jelas
terlihat
Pupil "emi ! dilatasi tak
bereaksi terhadap
sinar
Miotik, reaksi
lambat atau
absen
)ornea "uram, dan rincian iris
tak tampak
Biasanya jernih
kadangEkadang
Hernih F
normal I
"ekresi 1ir 1ir Pus
"eranga
n +isus
Mendadak sangat
turun
Perlahan turun
sedikit
8ormal
T%= Meninggi 8ormal atau
rendah
8ormal
Jrank @. 8e*ell 3 H. Terry :rnest 9 < =phthalmology, Principles and
Concepts >, "aint ?ouis. Mosby. Third :dition, /AD4 p. 66B. Table ,E,.
0iKerential 0iagnosis o$1ngle ! Closure (laucoma.
Tindakan eda! "ang Dianjurkan
#ada Glaukoma Tipe $ tipe #ili!an