Anda di halaman 1dari 9

Valve atau yang biasa disebut katup adalah sebuah perangkat yang mengatur, mengarahkan atau

mengontrol aliran dari suatu cairan (gas, cairan, padatan terfluidisasi) dengan membuka, menutup,
atau menutup sebagian dari jalan alirannya.
Jenis jenis Valve yang sering digunakan :
1. Gate valve
Gate valve adalah jenis katup yang digunakan untuk membuka aliran dengan cara mengangkat
gerbang penutup nya yang berbentuk bulat atau persegi panjang. Gate Valve adalah jenis valve yang
paling sering dipakai dalam sistem perpipaan.
Fungsinya: Membuka dan menutup aliran.
Gate valve tidak untuk mengatur besar kecil laju suatu aliran fluida dengan cara membuka setengah
atau seperempat posisinya, Jadi posisi gate pada valve ini harus benar benar terbuka (fully open)
atau benar-benar tertutup (fully close). Jika posisi gate setengah terbuka maka akan terjadi
turbulensi pada aliran tersebut dan turbulensi ini akan menyebabkan :
a. Akan terjadi pengikisan sudut-sudut gate.
laju aliran fluida yg turbulensi ini dapat mengikis sudut-sudut gate yang dapat menyebabkan erosi
dan pada akhirnya valve tidak dapat bekerja secara sempurna.
b. Terjadi perubahan pada posisi dudukan gerbang penutupnya.
Gerbang penutup akan terjadi pengayunan terhadap posisi dudukan (seat), sehingga lama kelamaan
posisi nya akan berubah terhadap dudukan (seat) sehingga apabila valve menutup maka gerbang
penutupnya tidak akan berada pada posisi yang tepat, sehingga bisa menyebabkan passing.
Ada 3 jenis gate valve:
1. Rising Stem Gate Valve, jika dioperasikan handwheel naik dan stem juga naik
2. Non Rising Stem Gate Valve, jika di opersikan handwheel tetap dan stem juga tetap.
3. Outside Screw & Yoke Gate Valve, jika di operasikan handwheel tetap tapi stemnya naik.
Rising Stem & Non Rising Stem digunakan untuk tekanan yang tidak terlalu tinggi, dan tidak cocok
untuk getaran. Outside Screw & Yoke Gate Valve amat cocok digunakan untuk high pressure.
Biasanya OS & Y banyak di gunakan di lapangan minyak, medan yang tinggi, temperature tinggi.
Karena pada OS & Y stem naik atau turun bisa dijadikan sebagai penanda. Contoh, apabila stem
tinggi itu menandakan posisi valve sedang buka penuh. Pada dasarnya body & bonet pada gate
terbuat dari bahan yang sama.
Keuntungan menggunakan Gate Valve :
Low pressure drop waktu buka penuh
Amat ketat dan cukup bagus waktu penutupan penuh
Bebas kontaminasi
Sebagai Gerbang penutupan penuh, sehingga tidak ada tekanan lagi. Cocok apabila akan
melakukan service / perbaikan pada pipa

Kerugian menggunakan Gate Valve :

Tidak cocok di pakai untuk separuh buka, karena akan menimbulkan turbulensi sehingga bisa
mengakibatkan erosi dan perubahan posisi gate pada dudukan
Untuk membuka dan menutup valve perlu waktu yang panjang dan memerlukan torsi / torque
yang tinggi
Untuk ukuran 10 keatas tidak cocok dipakai untuk steam.

2. Globe valve
Globe Valve adalah jenis Valve yang digunakan untuk mengatur laju aliran fluida dalam pipa.
Fungsinya adalah untuk mengatur besar kecilnya laju aliran fluida dalam pipa (throttling). Prinsip
dasar dari operasi Globe Valve adalah gerakan tegak lurus disk dari dudukannya. Hal ini memastikan
bahwa ruang berbentuk cincin antara disk dan cincin kursi bertahap sedekat Valve ditutup.
Ada tiga jenis desain utama bentuk tubuh Globe Valve, yaitu: Z-body, Y-body dan Angle- body :

Z-Body desain adalah tipe yang paling umum yang sering dipakai, dengan diafragma berbentuk Z.
Posisi dudukan disk horizontal dan pergerakan batang disk tegak lurus terhadap sumbu pipa atau
dudukan disk. Bentuknya yang simetris memudahkan dalam pembuatan, instalasi maupun
perbaikannya.
Y-Body desain adalah sebuah alternatif untuk high pressure drop. Posisi dudukan disk dan batang
(stem) ber sudut 45 dari arah aliran fluidanya. Jenis ini sangat cocok untuk tekanan tinggi
Angle-Body desain adalah modifikasi dasar dari Z-Valve. Jenis ini digunakan untuk mentransfer
aliran dari vertikal ke horizontal.

Macam-macam bentuk Disc/plug dari Globe Valve :

a. Type Plug Disk
b. Tipe Regulating disk
c. Tipe flat disk
d. Tipe soft seat disk
e. Tipe guide disk

Keuntungan menggunakan Globe valve adalah :
Kemampuan dalam menutup baik.
Kemampuan throttling (mengatur laju aliran) Cukup baik.

Kelemahan utama penggunaan Globe Valve adalah:
Penurunan tekanan lebih tinggi dibandingkan dengan Gate Valve
Valve ukuran besar membutuhkan daya yang cukup atau aktuator yang lebih besar untuk
beroperasi




3. Angle Valve
Sama seperti globe valve, angle valve juga digunakan pada situasi dimana pengaturan besar kecil
aliran diperlukan (throttling). Namun angle valve di buat dengan sudut 90, hal ini untuk mengurangi
pemakaian elbow 90 dan fitting tambahan. digunakan untuk mengubah aliran sebesar 90 derajat.
Valve ini bisa digunakan juga sebagai pengganti elbow.
4. Ball Valve
Ball Valve adalah sebuah Valve atau katup dengan pengontrol aliran berbentuk disc bulat (seperti
bola/belahan). Bola itu memiliki lubang, yang berada di tengah sehingga ketika lubang tersebut
segaris lurus atau sejalan dengan kedua ujung Valve / katup, maka aliran akan terjadi.
Tetapi ketika katup tertutup, posisi lubang berada tegak lurus terhadap ujung katup, maka aliran
akan terhalang atau tertutup.
Ball valve banyak digunakan karena kemudahannya dalam perbaikan dan kemampuan untuk
menahan tekanan dan suhu tinggi. Tergantung dari material apa mereka terbuat, Bal Valve dapat
menahan tekanan hingga 10.000 Psi dan dengan temperature sekitar 200 derajat Celcius.
Ball Valve digunakan secara luas dalam aplikasi industri karena mereka sangat serbaguna, dapat
menahan tekanan hingga 1000 barr dan suhu hingga 482 F (250 C). Ukurannya biasanya berkisar
0,2-11,81 inci (0,5 cm sampai 30 cm).
Ball Valve dapat terbuat dari logam , plastik atau pun dari bahan keramik. Bolanya sering dilapisi
chrome untuk membuatnya lebih tahan lama.
Ada 2 tipe Ball Valve yaitu :
a. Full bore ball valve
Full bore ball valve adalah tipe ball valve dengan diameter lubang bolanya sama dengan diameter
pipa. Jenis full bore ball valves biasanya digunakan pada blow down, piggable line, production
manifold, pipeline dll.
b. Reduced bore ball valves
Reduced bore ball valves adalah jenis ball valve yang diameter lubang bolanya tidak seukuran
dengan ukuran pipa. Minimum diameter bola katup yang berkurang adalah satu ukuran lebih
rendah dari ukuran diameter pipa sebenarnya. Misalnya ukuran diameter pipa 4 inci dan diameter
bola valve adalah 3 inchi.




Dan ada 2 jenis jalur pada ball valve, full bore dan reduced bore.
Usage ( Fungsi ) Ball Valve:
1. Flow control/pengendalian Aliran
2. Pressure control/pengendali tekanan
3. Shut off
4. Cocok untuk high pressure dan temperatures/tekanan dan suhu yang tinggi
Advantages/kelebihan ball valve:
1. A very low pressure drop/kehilangan tekanan sangat rendah
2. Low leakage/cukup jarang bocor
3. Small in size dan ball valve tidak begitu berat jika dibandingkan dengan valve lain yang
sejenis
4. Mudah dibuka dan tidak mudah terkontaminasi.
Disadvantages/kekurangan ball valve :
1. Seat bisa rusak karena adanya gesekan antara ball dengan seat
2. Pembukaan handle yang cepat bisa menimbulkan water hammer/palu air pada system
sehingga terjadi tekanan yang besar yang bisa merusak system/sambungan dan dinding pipa
Fungsi dari "Ball Valve" ini untuk mengontrol aliran. Untuk valve jenis ini, metode buka-tutup jalur
menggunakan bola (disk pada butterfly valve) berlubang ditengahnya. Jika posisi bola ada dijalur,
valve dalam kondisi tertutup, dan sebaliknya, jika posisi lubang ditengah bola yang ada di jalur, valve
dalam posisi terbuka.
Sering dipakai pada proses hydrocarbon, ball valve mampu mengatur besar kecil aliran gas dan uap
terutama untuk tekanan rendah. Valve ini dapat dengan cepat ditutup dan cukup kedap untuk
menahan
fluida/ zat cair. Ball valve tidak menggunakan handwheel, tetapi menggunakan ankle untuk
membuka atau menutup valve dengan sudut 90. Disainnya yang simpel, meminimalkan turunnya
tekanan pada saat valve dibuka penuh.
5. Plug/cock Valve
Kegunaan dari plug valve adalah untuk fully open dan fully close (isolation atau on/off control).
untuk mengontrol (membuka dan menutup) aliran pada plug valve, plug mempunyai celah atau
lubang tempat aliran lewat. Saat handle diputar menuju open position maka plug akan berputar
secara rotasi terhadap seat dan bagian yang bercelah akan melewatkan aliran. Namun pada saat
handle diputar pada close position maka plug akan berputar secara rotasi terhadap seat dan bagian
yang tak bercelah akan menahan aliran, sehingga aliran pun akan berhenti.
Sama seperti ball ball valve namun tetapi bagian dalamnya bukan berbentuk bola, melainkan
silinder. Karena tidak ada ruangan kosong di dalam badan valve, maka cocok untuk fluida yang berat
atau mengandung unsur padat seperti lumpur.
Jenis - jenis valve yang lain yang masih termasuk plug valve adalah:
a. Three way plug valve : yaitu jenis plug valve yang mempunyai 3 port (sambungan), 1 untuk
inlet dan 2 untuk outlet. Dengan menggunakan valve ini maka dengan mudah kita dapat
mengarahkan outlet kearah aliran/pipa yang dikehendaki.
b. Four way plug valve : Biasa digunakan pada fluida cooling water yang melewati heat
exchanger, dimana aliran cooling water bisa dengan mudah dibalikkan arahnya dengan
tujuan untuk membersihkan heat exchanger tersebut dari kotoran-kotoran (fouling,
sediment, solids).
c.
6. Check Valve
Check valve adalah alat yang digunakan untuk membuat aliran fluida hanya mengalir ke satu arah
saja atau agar tidak terjadi reversed flow/back flow. untuk mengalirkan fluida hanya ke satu arah
dan mencegah aliran ke arah sebaliknya. tidak menggunakan handel untuk mengatur aliran, tapi
menggunakan gravitasi dan tekanan dari aliran fluida itu sendiri. Karena fungsinya yang dapat
mencegah aliran balik (backflow) Check Valve sering digunakan sebagai pengaman dari sebuah
equipment dalam sistem perpipaan.
Aplikasi valve jenis ini dapat dijumpai pada outlet/discharge dari centrifugal pump. Ketika laju aliran
fluida sesuai dengan arahnya, laju aliran tersebut akanmembuat plug atau disk membuka. Jika ada
tekanan yang datang dari arahberlawanan, maka plug atau disk tersebut akan menutup.
Check Valve memiliki perbedaan yang signifikan dari Gate Valve dan Globe Valve. Valve ini didisain
untuk mencegah aliran balik.
Ada beberapa jenis check valve, tapi ada 2 jenis yang paling umum yaitu Swing Check dan Lift Check.
Swing Check Valve biasanya dipasangkan dengan Gate Valve, sedangkan Lift Check Valve oleh
beberapa pabrikan digunakan untuk menggantikan fungsi Ball Valve sebagai Ball Check Valve. Check
Valve tidak menggunakan handel untuk mengatur aliran, tapi menggunakan gravitasi dan tekanan
dari aliran fluida itu sendiri. Karena fungsinya yang dapat mencegah aliran balik (backflow) Check
Valve sering digunakan sebagai pengaman dari sebuah equipment dalam sistem perpipaan.
Ada 3 ( tiga ) jenis check valve :
a. Swing Check Valve
Swing check valve terdiri atas sebuah disk seukuran dengan pipa yang digunakan, dan dirancang
menggantung pada poros (hinge pin) di bagian atasnya. Apabila terjadi aliran maju atau foward flow,
maka disk akan terdorog oleh tekanan sehingga terbuka dan fluda dapat mengalir menuju saluran
outlet. Sedangkan apabila terjadi aliran balik atau reverse flow, tekanan fluida akan mendorong disk
menutup rapat sehingga tidak ada fluida yang mengalir. Semakin tinggi tekanan balik semakin rapat
disk terpasang pada dudukannya.
Usage : One way flow / pengaliran satu arah
Advantages : Klo sudah buka ringan, low pressure drop / kehilangan tekanan sangat rendah, costnya
murah
Disadvantages : Kebocoran amat tinggi dan aliran rendah karena terganggu dengan adanya
Hambatan.
b. Lift Check Valve
Penggunaan untuk fluida steam, gas, maupun liquid yang mempunyai flow yang tinggi.
Dalam konfigurasinya mirip dengan globe valve hanya saja pada globe valve putaran disk atau valve
dapat dimanipulasi sedangkan pada lift check valve tidak (karena globe valve adalah jenis valve putar
dan control valve).
Port inlet dan outlet dipisahkan oleh sebuah plug berbentuk kerucut yang terletak pada sebuah
dudukan, umumnya berbahan logam. Ketika terjadi foward flow, plug akan terdorong oleh tekanan
cairan sehingga lepas dari dudukannya dan fluida akan mengalir ke saluran outlet. Sedangkan
apabila terjadi reverse flow, tekanan fluda justru akan menempatkan plug pada dudukannya,
semakin besar tekanan semakin rapat pula posisi plug pada dudukannya, sehingga fluida tidak dapat
mengalir.
bahan dari dudukan plug adalah logam, hal ini mempertimbangkan tingkat kebocoran yang sangat
sedikit dari check valve tersebut. Umumnya lift check valve digunakan untuk aplikasi fluida gas
karena tingkat kebocoran yang kecil. Penggunaan check valve tipe lift ini di industri adalah untuk
mencegah aliran balik condensate ke steam trap yang dapat menyebabkan terjadinya korosi pada
turbin uap. Keuntungan menggunakan lift check valve adalah terletak pada kesederhanaan desain
dan membutuhkan sedikit pemeliharaan. Kelemahannya adalah instalasi dari check valve jenis lift
hanya cocok untuk pipa horisontal dengan diameter yang besar.
c. Backwater check valve
Backwater valve, banyak digunakan pada sistem pembuangan air bawah tanah yang mencegah
terjadinya aliran balik dari saluran pembuangan saat terjadi banjir. Saat banjir saluran pembuangan
akan penuh dan bertekanan tinggi sehingga memungkinkan terjadinya aliran balik, dengan
menggunakan back water valve, hal ini dapat diatasi dengan baik.
d. Swing Type Disk Check Valve
Dalam penggunaan swing check valve dan lift check valve terbatasi hanya untuk pipa ukuran besar
(diameter DN80 atau lebih). jadi sebagai solusinya adalah dengan menggunakan Disk check valve.
Dengan menggunakan Disk ceck valve dapat digunakan tubing dengan ukuran yang mengerucut
pada satu sisinya sehingga dapat diaplikasikan pada pipa yang lebih kecil ukurannya.
e. Disk Check valve
Disk Check valve terdiri atas body, spring, spring retainer dan disc. Prinsip kerjanya adalah saat
terjadi foward flow, maka disk akan didorong oleh tekanan fluida dan mendorong spring sehingga
ada celah yang menyebabkan aliran fluida dari inlet menuju outlet. Sebaliknya apabila terjadi
reverse flow, tekanan fluida akan mendorong disk sehingga menutup aliran fluida

Perbedaan tekanan diperlukan untuk membuka dan menutup valve jenis ini dan ini ditentukan oleh
jenis spring yang digunakan.
Selain spring standar, tersedia juga beberapa pilihan spring yang tersedia:
No spring - Digunakan di mana perbedaan tekanan di valve kecil.
Nimonic spring - Digunakan dalam aplikasi suhu tinggi.
Heavy duty spring - Hal ini meningkatkan tekanan pembukaan yang diperlukan. Bila dipasang
pada line boiler water feed, dapat digunakan untuk mencegah uap boiler dari kebanjiran
ketika mereka unpressurised.

f. Split disc check valve
Split Disk check valve terdiri dari disk yang bagian tengahnya merupakan poros yang memungkinkan
disk bergerak seolah terbagi dua bila didorong dari arah yang benar (foward flow) dan menutup
rapat bila ditekan dari arah yang salah (reverse flow).

7. Screwed Down Return Globe Check Valve
Modelnya hampir sama dengan globe valve, bedanya ada tambahan housing / casing pendukung
yang otomatis jika ada media yang mengalir pada valve.
8. Butterfly Valve
Butterfly Valve memiliki bentuk yang unik jika dibandingkan dengan valve-valve yang lain.
Butterfly menggunakan plat bundar atau disk yang dioperasikan dengan ankel untuk posisi
membuka penuh atau menutup penuh dengan sudut 90. Disk ini tetap berada ditengah aliran, dan
dihubungkan ke ankel melalui shaft. Saat valve dalam keadaan tertutup, Disk tersebut tegak lurus
dengan arah aliran, sehingga aliran terbendung, dan saat valve terbuka wafer sejajar/ segaris dengan
aliran, sehingga zat dapat mengalir melalui valve.
Batterfly valve memiliki turbulensi dan penurunan tekanan (pressure drop) yang minimal. Valve ini
bagus untuk pengoperasian on-off ataupun throttling, dan bagus untuk mengontrol aliran zat cair
atau gas dalam jumlah yang besar. Namun demikian valve ini biasanya tidak memiliki kekedapan
yang bagus, dan harus digunakan pada situasi/ sistem yang memiliki tekanan rendah (low-pressure).

9. Diaphragm Valve
Diaphragm valve bisa digunakan untuk mengatur aliran (trhottling) dan bisa juga digunakan sebagai
on/off valve. Diaphgram valve handal dalam penanganan material kasar seperti fluida yang
mengandung pasir, semen, atau lumpur, serta fluida yang mempunyai sifat korosif.

10. Solenoid Valve
Tipe ini, penggerak buka-tutup valve adalah rangkaian elektro-magnet yang ditimbulkan oleh
kumparan yang dilalui arus listrik.

Solenoid Valve (SV) atau Katup listrik adalah katup yang digerakan oleh energi listrik, mempunyai
koil sebagai penggeraknya yang berfungsi untuk menggerakan piston yang dapat digerakan oleh arus
AC maupun DC, sv mempunyai lubang keluaran, lubang masukan dan lubang exhaust, lubang
masukan diberi kode P, berfungsi sebagai terminal / tempat udara masuk atau supply, lalu lubang
keluaran, diberi kode A dan B, berfungsi sebagai terminal atau tempat udara keluar yang
dihubungkan ke beban, sedangkan lubang exhaust diberi kode R, berfungsi sebagai saluran untuk
mengeluarkan udara terjebak saat piston bergerak atau pindah posisi ketika solenoid valve ditenagai
atau bekerja.

Cara Kerja Solenoid Valve

Solenoid valve merupakan salah satu alat atau komponen kontrol yang salah satu kegunaannya yaitu untuk
menggerakan tabung cylinder, Solenoid Valve merupakan katup listrik yang mempunyai koil sebagai
penggeraknya yang mana ketika koil mendapat supply tegangan maka koil tersebut akan berubah menjadi
medan magnet sehingga menggerakan piston pada bagian dalamnya ketika piston berpindah posisi maka pada
lubang keluaran A atau B dari Solenodi Valve akan keluar udara yang berasal dari P atau supply, pada umumnya
Solenoid Valve mempunyai tegangan kerja 100/200 VAC namun ada juga yang mempunyai tegangan kerja DC.


Berdasarkan modelnya sv dapat dibedakan menjadi dua bagian yaitu solenoid valve single coil (satu kumparan)
dan solenoid valve double coil (dua kumparan) tapi mempunyai cara kerja yang sama.


Penyebab Rusaknya Solenoid Valve dan Cara Mencegahnya.
Seperti yang sudah dijelaskan diatas solenoid valve (SV), mempunyai lubang masukan dan keluaran
didalamnya guna mengalirkan media yang digunakan, seperti udara yang nantinya akan digunakan
untuk menggerakan penggerak seperti cylinder, rotary joint dll, namun ada permasalahan yang
sudah umum yang terdapat pada udara, yaitu udara mengandung uap air disebabkan oleh
kelembaban dan suhu yang terdapat di dalam pipa atau tabung receiver, kemudian udara tersebut
kotor bisa juga dll, yang pada intinya semuanya itu dapat menyebabkan kerusakan pada alat.

Proses terjadinya kerusakan Solenoid Valve.
Pada dasarnya solenoid valve rentan terhadap kerusakan yang diakibatkan dari kualitas udara yang
buruk antara lain kotor, mengandung uap air dll sehingga dapat mempengaruhi kerja atau gerakan
piston yang terdapat dibagian dalam solenoid valve, pada prinsipnya kondisi piston ini harus selalu
bersih dan licin agar gerakannya selalu bebas dan tidak seret, lalu bagaimana proses terjadinya
kerusakan, begini, ketika salah satu coil dari solenoid valve menggerakan piston, yang seharusnya
piston bergerak dari posisi A ke posisi B, namun karena adanya kemacetan pada bagian piston, maka
piston tidak bergerak sama sekali, akibatnya coil solenoid valve menjadi panas akibat dari beban
atau piston yang tidak bergerak dan lama-kelamaan coil akan terbakar dan rusak sehingga tidak
dapat bekerja lagi.

Penyebab kerusakan Solenoid Valve

Ada beberapa penyebab kenapa solenoid valve mengalami kerusakan sehingga tidak dapat digunakan kembali
dan akhirnya mesin pun akan mengalami kerugian yang cukup besar, pada intinya kerusakan solenoid valve
adalah karena pistonnya macet akibat dari :
Udara mengandung uap air yang cukup banyak, sehingga menimbulkan karat di blok solenoid valve.
Udara kotor, sehingga lama-kelamaan kotoran akan menumpuk dipistonnya.
Pada supply udara tidak ada tabung oiler / tabung pelumasan yang berfungsi untuk melumasi piston
agar tetap licin dan dapat bergerak dengan bebas.
Pada supply udara tidak ada tabung Air Filter yang berfungsi untuk menampung kandungan air agar
tidak terbawa masuk ke blok solenoid, sehingga udara tetap kering.

Mencegah Solenoid Valve rusak
Setelah diketahui duduk masalahnya, maka kita akan dengan mudah melakukan upaya
pencegahannya, ternyata dari semua sebab diatas itu kalau disimpulkan adalah karena tidak adanya
pelumasan dan air filter yang dapat melumasi piston dan dapat menyerap kandungan air sehingga
tidak mengalir ke piston, maka dalam hal ini harus dipasang tabung oiler dan air filter, tabung oiler
berisi cairan oil khusus yang digunakan untuk melumasi piston agar tidak macet.

11. Motor operated Valve
Valve tipe ini, batang (stem) valve dihubungkan (joint/couple) dengan penggerak (aktuator) yang
berupa motor listrik. Pada pelaksanaannya, ada yang menggunakan listrik AC (alternating current =
listrik arus bolak-balik) dan ada juga yang menggunakan listrik DC (direct current = listrik arus
searah).
12. Pinch valve
Pinch valve digunakan untuk menangani fluida yang berlumpur, endapan, dan yang mempunyai
partikel-partikel solid yang banyak serta fluida-fluida yang mempunyai kecenderungan untuk terjadi
kebocoran (leak).
13. Safety/Relief valve
Safety/Relief valve memiliki fungsi yang sangat berbeda dari valve-valve yang lain. Valve ini didisain
khusus untuk melepas tekanan berlebih yang ada di equipment dan sistem perpipaan. Untuk
mencegah kerusakan pada equipment, dan lebih penting lagi cedera pada pekerja, relief valve dapat
melepas kenaikan tekanan sebelum menjadi lebih ekstrim.
Relief valve menggunakan pegas baja (lihat gambar di bawah ini), yang secara otomatis akan terbuka
jika tekanan mencapai level yang tidak aman. Level tekanan pada valve ini bisa diatur, sehingga bisa
ditentukan pada level tekanan berapa valve ini akan terbuka. Ketika tekanan kembali normal, relief
valve secara otomatis akan tertutup kembali.
Safety valve adalah jenis valve yang mekanismenya secara otomatis melepaskan zat dari boiler,
Bejana tekan, atau suatu sistem, ketika tekanan atau temperatur melebihi batas yang telah
ditetapkan.
Cara kerja Pressure Safety Valve :
Pressure savety valve mempunyai tiga bagian utama yaitu inlet, outlet dan spring set. Fluida
bertekanan berada pada inlet PSV. PSV posisi menutup selama tekanan fluida lebih kecil
dibandingkan tekanan spring pada spring set. Sebaliknya jika tekanan fluida lebih tinggi
dibandingkan tekanan spring set maka springset akan bergerak naik dan membuka katup yang akan
membuang tekanan melalui outlet sampai tekanan fluida maksimal sama dengan tekanan spring set