Anda di halaman 1dari 15

Pengobatan tuberculosis

mutakhir
Indra budi perkasa
2004730034
Tuberculosis
Penyakit infeksi kronik pada paru yang
disebabkan oleh micobacterium tuberculosa
suatu bakteri tahan asam yang sifatnya
berbeda dengan bakteri lain karena
tumbuhnya sangat lambat dan cepat sekali
timbul resistensi bila terpajan dengan satu
obat.
Micobacterium tuberculosa
Basil tahan asam
Dinding kuman terdiri atas asam lemak (lipid)
Lipid tahan asam, kimia, fisik
Sifat dormant tahan hidup dalam udara
kering dan dingin
Sifat aerob
Pembelahan lambat
Masalah dalam kemoterapi
tuberculosis
Kurangnya daya tahan hospes terhadap
micobacteria
Kurangnya daya bacterisid obat
Timbulnya resistensi kuman terhadap obat
Masalah efek samping obat
Pengobatan tuberculosis
Lini pertama
Isoniazid (H)
Rifampisin (R)
Etambutol (E)
Streptomisin (S)
Pirazinamid (Z)

Lini kedua
Gol fluorokuinolon
(siprofloksasin,
ofloksasin, levofloksasin)
Sikloserin
Etionamid
Amikasin
Kanamisin
Kapreomisin
paraaminosalisilat
Aktivitas obat
Aktivitas bacterisid
Membunuh kuman yang sedang tumbuh (aktiv
metabolisme)
Hampir semua OAT bersifat bacterisid kecuali
etambutol dan tiasetazon
Aktivitas sterilisasi
Membunuh kuman yang metabolismenya lambat
(metabolisme kurang aktif)
Aktivitas obat
Bacterisid lengkap (complete bactericid
drugs) nilai 1
Rifampisin
INH
Bacterisid nilai
Pirazinamid bekerja dilingkungan asam
Streptomicin bekerja dilingkunagn basa
Nilai 0
Etambutol & tiasetazon

Populasi bakteri & aktivitas obat
Populasi A
Kuman tubuh berkembang biak dengan cepat
Dinding kavitas / lesi PH netral
INH aktivitas bacterisid tertinggi, rifampisin dan
streptomisin menyusul
Populasi B
Tumbuh sangat lambat PH asam (melindungi
kuman
Hanya Pirazinamid yang dapat bekerja disini
Populasi bakteri & aktivitas obat
Populasi C
Kuman dormant (tidak metabolisme), hanya
sekali-kali aktiv metabolisme
Banyak terdapat di dinding kavitas
Hanya rifampisin yang bekerja disini
Populasi D
Complete dormant
Tidak bisa dipengaruhi OAT
Dimusnahkan o/ sistem imun
Prinsip pengobatan 1
Minimal 2 obat salah satunya bacterisid
Monoterapi resistensi AB terkuat sekalipun
Kombinasi cegah resistensi
Prinsip pengobatan 2
Penyembuhan penyakit memerlukan
pengobatan yang baik, pengobatan tidak baik
kekambuhan
Perpanjangan lama pengobatan eliminasi
bakteri resisten
Berdasarkan hal tersebut pengobatan TB
dibagi 2 fase
Fase bakterisidal awal (inisial)
Fase sterilisasi (lanjutan)


kategori Pasien TB Fase
awal
Fase
lanjutan
1 TB sputum BTA + kss baru,TBP
berat, TB ekstra paru (berat),
TBP BTA -
2 SHRZ (RHZE)
2 SHRZ (RHZE)
2 SHRZ (RHZE)

6 HE
4 HR
4 H3R3
2 Relaps
Kegagalan pengobatan kembali
ke default
2 SHZE/1 HRZE
2 SHZE/1 HRZE
5 H3R3E3
5 HRE
3 TBP sputum BTA
TB ekstra paru (menengah-
berat)
2 HRZ atau 2
H3R3Z3
2 HRZ atau 2
H3R3Z3
2 HRZ atau 2
H3R3Z3

6 HE
2 HR/4H
2 H3R3/4H
4 Kasus kronis (masih BTA +
setelah pengobatan ulang yang
disupervisi)
Tidak dapat
diaplikasikan
(mempertimbangkan
obat lini 2)
OAT
Isoniazid
Bacterisid terkuat
Hambat cell wall biosynthetis
Es : hepatitis, neuropati perifer
Rifampisin
Hambat polimerase DNA dependent ribonucleic
acid (RNA)
Es : hepatitis, flu like syndrome, trombositopenia
OAT
Pirazinamid
Bacterisid organisme intraselular
Es : hepatotoksik, hiperurisemia
Etambutol
Satu-satunya OAT lini pertama efek bakteriostatik
Kombinasi INH dan rif hambat resistensi obat
Streptomisin
OAT yang pertama ditemukan
Gol aminoglikosida parenteral
Nefrotoksik & neurotoksik syaraf VIII
TERIMAKASIH

Anda mungkin juga menyukai