Anda di halaman 1dari 27

PRAKTEK BELAJAR LAPANGAN (PBL)

DI APOTEK WIDURI
Jln. Pramuka No 151, Purwokerto
APA : Drs. Moeslih
Hasanmihardja, S.Farm, Apt
Jurusan Farmasi
Fakultas Kedokteran dan Ilmu-ilmu
Kesehatan
Universitas Jenderal Soedirman
2013
STASE II
Anggota Kelompok :
AYU MAYANGSARI (G1F009022)
AGUSTINA NUR FITRIANI (G1F009061)
DESY NAWANGSARI (G1F010067)
BIDANG ADMINISTRASI
KELENGKAPAN RESEP, COPY RESEP,
DAN SURAT PESANAN
1. RESEP
Ada paraf dokter Tidak ada paraf dokter
2. COPY RESEP
3. SURAT PESANAN
PENYIMPANAN RESEP DAN COPY
RESEP
Penyimpanan resep dilakukan dengan urutan
tanggal dan nomer urut penerimaan resep
dan copy resep
Dipisahkan resep narkotika, psikotropika dan
non narkotika-psikotropika.
Penyimpanan sesuai dengan urutan tanggal
masuknya resep
Penyimpanan resep selama 3 tahun

PERMASALAHAN YANG TERJADI DI APOTEK
WIDURI TERKAIT PENYIMPANAN RESEP
Penyimpanan resep narkotika tidak dipisahkan
dari resep biasa lainnya. Namun pada obat
golongan narkotika-psikotropika diberi garis
bawah menggunakan tinta hitam, seharusnya
resep narkotika-psikotropika dipisahkan dari
resep biasa lainnya dan digarisbawahi
menggunakan tinta warna merah.
ETIKET
PERMASALAHAN YANG TERJADI DI
APOTEK WIDURI TERKAIT PEMBUATAN
ETIKET
Tidak terdapat paraf apoteker dalam etiket

PELAPORAN PSIKOTROPIKA DAN
NARKOTIKA
Pelaporan dilakukan sebulan sekali sebelum tanggal
10. Pelaporan dilakukan secara online (mulai berlaku
bulan November 2012). Pelaporan dilakukan melalui
website
http://www/sipnap.binfar.depkes.go.id/actor/project/re
kap.ul.view.php. Disana sudah terdapat blanko
kosong (form). Apoteker tinggal menuliskan jumlah
obat, karena nama obat juga sudah tersedia dalam
bentuk list pada blanko. Lalu blanko yang sudah diisi
diprint satu buah sebagai arsip apotek.
Bidang Manajemen
Obat yang akan dipesan dicatat di buku defekta.
Pemesanan dilakukan setiap hari melalui SMS/telepon/langsung kepada sales dari PBF yang
datang ke apotek.
Apotek memberikan surat pesanan ketika memesan obat kepada pihak PBF.
Obat psikotropik dan narkotik harus dipesan oleh APA.
Khusus untuk PBF APL, setiap apotek mempunyai ID masing-masing.
Obat diterima pada hari yang sama dengan pemesanan (PBF dalam kota) atau keesokan
harinya (PBF luar kota).
Obat dicek dulu apakah sesuai pesanan atau tidak, (nama barang, jumlah), no batch, tanggal
ED.
Jika sesuai ditandatangani dengan nama terang dan dicap dari kedua belah pihak.
Pembayaran bisa cash atau tempo (lama waktu tergantung PBF).
Faktur pembelian diberikan dari PBF ke apotek pada saat penyerahan obat.
Jika dengan sistem tempo, kopian faktur pembelian paling bawah disimpan oleh apotek
sedangkan faktur asli dibawa PBF, lalu dititipkan ke apotek 1 minggu sebelum jatuh tempo.
Setelah lunas faktur asli disimpan di apotek dan kopian lainnya disimpan PBF sebagai arsip.
Jika dengan sistem cash faktur asli langsung diserahkan kepada apotek.
Faktur retur digunakan untuk mengembalikan barang jika ada yang tidak sesuai dengan
pesanan/ada kerusakan.
Konsinyasi (barang titipan) jika laku dibayar, jika tidak dikembalikan.
Jatuh tempo konsinyasi lebih lama daripada pemesanan obat biasa.
Penerimaan Obat
Pencatatan obat , termasuk stok obat, obat masuk dan obat keluar, resep yang pernah masuk,
dll., dilakukan dengan sistem komputerisasi.
Pencatatan yang dilakukan meliputi nama obat, harga, diskon, tuslah untuk racikan, dll.
Pendapatan dan pengeluaran di apotek dicatat secara manual di buku rekap harian untuk
dilaporkan kepada APA dan diperiksa setiap harinya.
Pencatatan Obat
Penataan obat dilakukan berdasarkan jenis maupun berdasarkan fungsi dari masing-masing obat
Selanjutkan masing-masing sediaan ditata secara alfabetis
Setiap sebelum apotek tutup, obat-obat kembali dibereskan dan ditata sesuai dengan aturan yang
diterapkan di apotek.
Penataan Obat
Obat disimpan di rak, etalase, lemari khusus, dan lemari es.
Obat yang disimpan di rak : obat generik, obat paten, stok obat
Obat yang disimpan di lemari es : suppositoria, vaginal, dll
Obat yang disimpan di lemari khusus : narkotika, psikotropika
Obat yang disimpan di etalase : tetes mata, salep mata, sirup, alkes, dll.
Penyimpanan Obat
BIDANG PELAYANAN
Penyiapan dan Peracikan Obat
Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE)
Problem Solving Drug Related Problem (DRP)
Alur Pelayanan Resep di Widuri
Menerima resep dari konsumen
Skrining resep meliputi persyaratan administrasi, kesesuaian
farmasetis dan petimbangan klinik
Mengecek sediaan obat yang ada di apotek
Memberi harga resep dan meminta persetujuan konsumen
Mengerjakan resep ( dibuat, diberi etiket dan diteliti kembali)
Penyerahan resep oleh apoteker kepda konsumen disertai KIE
Kasir menerima uang pembayaran

Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE)
Swamedikasi 1
Pasien datang mengeluh gatal-gatal
KIE :
Keluhan ? gatal-gatal ditangan, kadang seluruh tubuh
Alergi makanan atau tidak ? Tidak tahu
Obat yang diberikan Apoteker :
Salep betason : dioleskan 3x sehari
Dexteem plus : diminum 3x sehari
Salepnya dioleskan bila gatal. Dan obatnya diminum bila gatal.


Swamedikasi 2
Pasien datang mengeluh anyang-anyangan, minta
antibiotik
KIE :
Kencingnya sedikit-sedikit ? Iya
Disertai darah ? tidak
Sudah ke dokter? Belom
Obat yang diberikan :
Nephrolit : diminum 4 x 1 kapsul / hari
Apoteker tidak mau memberikan antibiotik karena
belum tahu ada infeksi atau tidak.
Apoteker menyarankan agar periksa dokter.

Resep 1
Resep untuk pasien anak yang menderita cacar
R / Nolipo 125 mg
Sacarin q.s
m.f.pulv XV
s.3dd.1
R/ Acyclovir cream
s.2dd.1 ue (wajah)
R/ Boorzure talk 3% 50
suc (badan)
KIE :
puyer (Nolipo) : diminum 3x sehari
Salep : dioleskan 2x sehari pada wajah
Bedak : ditaburkan pada badan, sesuai aturan
pakai yang diberitahu dokter
Puyer nya harus dihabiskan, itu rasanya tidak
pahit.
Salepnya dioleskan sesudah mandi
Hati-hati untuk anggota keluarga lain, agar
tidak memakai handuk yang sama dengan
pasien
Resep 2
Resep untuk pasien sakit gigi
R/ Amoxicilin 250 mg
s.3.d.d 1
R/ Voltadex 50 mg
s.3.d.d 1
R/ Asam mefenamat 500 mg
s.3.d.d 1
Problem Solving Drug Related
Problem (DRP)
CASE 1
Puyer mengandung Cefadroksil,
Cotrimoksazol, Gabbroral, Spasmium

DRP :
Penggunaan 3 antibiotik
-Cefadroksil
-Cotrimoksazol
-Gabbroral (Gabbryl)
CASE 2
Dalam resep ini terdapat
penggunaan double
psikotropika gol. IV :
-Zolastin (Alprazolam)
-Valisanbe (Dizepam)

DRP :
Penggunaan psikotropik
diminimalkan, dipilih salah
satu sesuai kebutuhan
TERIMA KASIH