Anda di halaman 1dari 12

Kasus Malpraktik

Laboratorium
Kelompok 1

Putri Handayani 411112002
Mutiara Wulan 411112008
F. Putri Cahyani 411112017
Desmita Aniska 411112036
Juryati 411112037
Herlangga 411112014

Malpraktik
Malpraktik berasal dari terjemahan bahasa inggris
mal-practice yang diartikan sebagai praktik yang
tidak benar atau adanya kesalahan dalam
berpraktik.


Dalam kamus kedokteran (Difa Danis, tth : 393),
mal practice adalah praktik yang tidak benar atau
mencelakakan, tindakan medis atau pembedahan
yang tidak terampil atau keliru
Salah Trasfusi Darah,
Gagal Ginjal !

Setelah mendapatkan dua kantong darah
AB dari PMI, selanjutnya dr Rh melakukan
tranfusi darah.

Saat transfusi darah baru berjalan
setengah kantong yang masuk ke Rifqi, tiba-
tiba tubuhnya menggigil dan susah untuk
bernafas maka kami meminta dokter untuk
menghentikan transfusi darah dan
membukanya.


Perkara ini bermula saat 26 Mei 2010,
sekira jam 11.30 WIB, Rifqi diperiksa oleh
dokter Rh. Selanjutnya, sang dokter
memberikan surat pengantar kepada
keluarga pasien untuk membawa Rifqi ke
Laboratorium guna diperiksa golongan
darah.

Dimana saat itu berdasarkan pemeriksaan
laboratorium RSUD Lahat, golongan darah Rifqi
adalah AB. Selanjutnya, berbekal hasil pemeriksaan
laboratorium RSUD Lahat tersebut, keluarga Rifqi
diberi surat pengantar untuk meminta dua kantong
darah golongan AB kepada PMI Cabang Lahat Unit
Tranfusi Darah.

Setelah mendapatkan dua kantong darah AB dari
PMI, selanjutnya dr Rh melakukan tranfusi darah.

Saat transfusi darah baru berjalan setengah kantong
yang masuk ke Rifqi, tiba-tiba tubuhnya menggigil
dan susah untuk bernafas maka pihak keluarga
meminta dokter untuk menghentikan transfusi
darah dan membukanya.
Kemudian Tangal 5 Juli 2010, Rifqi
dibawa berobat ke RSMH Palembang. Rifqi
diperiksa, dibawa ke laboratorium oleh dokter
pengawas RS RSMH.

Dari hasil pemeriksaan laboratorium
membuat pihak keluarga pasien terkejut,
pihak lab RSMH menyatakan golongan darah
Rifqi, adahal darah B dengan rhesus +.
Selanjutnya, Rifqi tanggal 22 September 2010,
karena mengalami susah bernafas dan tidak bisa
tidur selama dua hari dua malam, maka keluarga
membawa Rifqi ke RSUD Lahat.

Tetapi setelah diterima di ruangan UGD
RSUD Lahat, Rifqi langsung di rujuk ke RSMH.

Akibat kesalahan dalam menentukan golongan
darah ini, Rifqi yang semula hanya mengalami
ginjal sebelah kiri bermasalah ringan, saat ini
telah mengalami gagal ginjal.
Dari sudut hukum, profesi tenaga
kesehatan dapat diminta pertanggungjawaban
sesuai dengan bentuk dan tingkat
kesalahannya. Paling tidak ada beberapa
ketentuan hukum yang relevan yaitu
berdasarkan hukum perdata, hukum pidana,
maupun hukum administrasi negara.

Tanggung jawab dari segi hukum perdata
didasarkan pada ketentuan Pasal 1365 BW
(Burgerlijk Wetboek).
Apabila tenaga kesehatan dalam
melaksanakan tugasnya melakukan tindakan yang
mengakibatkan kerugian pada pasien, maka
tenaga kesehatan tersebut dapat digugat oleh
pasien atau keluarganya yang merasa dirugikan
itu berdasarkan ketentuan Pasal 1365 BW, yang
bunyinya sebagai berikut:

Tiap perbuatan melanggar hukum, yang
membawa kerugian kepada orang lain,
mewajibkan orang yang karena salahnya
menerbitkan kerugian yang disebabkan kelalaian
atau kurang hati-hati.

Dari segi hukum pidana juga seorang tenaga
kesehatan dapat dikenai ancaman Pasal 351 Kitab
Undang-undang Hukum Pidana (KUHP). Ancaman
pidana tersebut dikenakan kepada seseorang
(termasuk tenaga kesehatan) yang karena kelalaian
atau kurang hati-hati menyebabkan orang lain
(pasien) cacat atau bahkan sampai meninggal
dunia.

Meski untuk mengetahui ada tidaknya unsur
kelalaian atau kekurang hati-hatian dalam tindakan
seseorang tersebut perlu dibuktikan menurut
prosedur hukum pidana.
TERIMAKSIS