Anda di halaman 1dari 26

Pembimbing:

Dr. Djoko Heru S, SpM


Oleh:
Arum Diannitasari
012106093
IDENTITAS PASIEN

Tanggal pemeriksaan : 6 Agustus 2014
Nama : Tn. S
Umur : 45 tahun
Pekerjaan : tidak bekerja
Tempat tinggal : Kaliwungu-Kudus
Status Menikah : Sudah Menikah
CM : 681668



ANAMNESIS


Mata kanan dan kiri tidak bisa melihat sejak 2 bulan lalu. Pasien
mengaku pandangan. terasa gelap Pasien juga merasa mata kemeng dan
berat. Pasien tidak merasakan perbedaan melihat, baik saat malam
maupun siang hari. Menurunnya fungsi penglihatannya sudah dirasakan
sejak 2012 dan semakin parah pada tahun 2013. Pasien mengaku
penurunan penglihatan terjadi pada mata kanan terlebih dahulu
kemudian diikuti penurunan penglihatan pada mata kiri. Pasien mengaku
terkadang terdapat keluhan cekot-cekot pada kedua mata, tidak ada
mual muntah, dan ketika melihat cahaya lampu tidak ada gambaran
pelangi. Pasien mengatakan tidak pernah berobat sebelumnya karena
awalnya pasien tidak merasakan hal tersebut sebagai hal yang
mengganggu dan tidak ada yang mengantarnya ke dokter.


Keluhan Utama: Mata kanan dan kiri tidak dapat melihat



Tidak berobat ke dokter karena pasien tidak
merasakan keluhannya tersebut sebagai hal yang
menganggu adanya aketerbatasan biaya. Riwayat
penggunaan obat tetes mata steroid tidak ada.
Riwayat operasi yang berhubungan dengan mata
disangkal


Riwayat
pengobatan
Riwayat
keluarga


Riwayat HT dan kencing manis di keluarga tidak ada.
Tidak ada anggota keluarga yang mengalami
keluhan serupa


Riwayat diabetes mellitus dan hipertensi tidak jelas
karena pasien tidak pernah memeriksakan diri.
Riwayat trauma pada mata di sangkal

Riwayat
Penyakit
Dahulu
Status Generalisata

Vital Sign
TD : 180/110 mmHg
Nadi : 80 x/menit
RR : 18 x/menit
Suhu : 36,5
0
C

Status Oftalmologi

Oculi dexter et sinister

Glaukoma absolute
Glaukoma Primer Sudut Terbuka
Glaukoma Primer Sudut Tertutup

Working Diagnosis

ODS Glaukoma absolut


USULAN PEMERIKSAAN
PENUNJANG
Pemeriksaan Laboratorium, Pemeriksaan
Lapang Pandang dengan Perimetri,
Pemeriksaan Gonioskopi , Pemeriksaan
Tonometri Schiotz atau Aplanasi Goldmann


Diagnosis

ODS glaukoma absolut

Rencana Terapi

Glaucon 250 mg 2x1 tab
Timolol 0,5% 2 dd gtt 1 ODS

Rencana Monitoring


Keluhan
Tanda klinis: TIO


OD OS
Ad malam Quo ad visam Ad malam
Ad malam Quo ad sanam Ad malam
Dubia ad bonam Quo ad kosmetikam Dubia ad
bonam
Ad bonam Quo ad vitam Ad bonam
EDUKASI
Menganjurkan pasie untuk tetap kontrol rutin ke
dokter spesialis mata dan segera memeriksakan diri
ke dokter jika mengalami nyeri hebat.
Menjelaskan bahwa kebutaan akibat glaucoma
absolute adalah irreversible, tidak mungkin kembali
seperti sedia kala.
Menjelaskan kepada pasien bahwa, pengobatan yang
dilakukan hanya semata-mata untuk mengurangi
keluhan.
Menjelaskan untuk meminum obat serta memakai
tetes mata sesuai yang disarankan oleh dokter.

Merupakan penyakit neurooptik
berupa kerusakan n.opticus yg
progresif o.k peningkatan TIO
Glaukoma absolut merupakan
hasil atau stadium akhir semua
glaukoma yang tidak terkontrol,
yaitu dengan kebutaan total dan
bola mata nyeri
Glaukoma Penyakit yang ditandai dengan :
1. Peningkatan TIO
2. Neuropati saraf optik
3. Defek lapangan pandang.
DEFINISI
Glaukoma sering menyebabkan kebutaan (0,2%) angka
kebutaan di Indonesia menduduki peringkat pertama di
kawasan Asia Tenggara (1,5%)
epidemiologi
1. TIO tinggi
2. >40 th
3. Riw glaukoma dlm keluarga
4.Obat-obatan
5. Riw trauma pada mata
6.Riw DM&HT
Faktor Resiko

a. Aliran normal melalui anyaman trabekula
b. Pada glaukoma sudut terbuka, aliran humor aquos melalui rute ini terhalang.
c. Pada glakuoma sudut tertutup, posisi abnormal iris sehingga memblok aliran humor
aquos melewati sudut bilik mata depan (iridocorneal)

Mekanisme neuropati saraf optik
TIO
Penekana
serabut
saraf
optik
Gangg.
Vaskularisasi
papil
iskemik
Serabut
saraf
degenerasi
dan mati
KLASIFIKASI GLAUKOMA
PRIMER
KONGENITAL
SEKUNDER
ABSOLUT
SUDUT TERBUKA
SUDUT TERTUTUP
SUDUT TERBUKA
SUDUT TERTUTUP
PRIMER
SEKUNDER
(kelainan sistemik, gg.perkembangan okular, penyakit
mata)
Hasil akhir dari semua jenis glaukoma
yang tidak terkontrol dengan karakteristik
hard, sightless, and often painful eye
Tanda dan Gejala
Pada gloukoma absolut kornea terlihat keruh,
bilik mata dangkal, papil atrofi dengan ekskavasi
glaukomatosa, mata keras seperti batu dan
dengan rasa sakit.
Sering mengakibatkan penyumbatan pembuluh
darah sehingga menimbulkan penyulit berupa
neovaskularisasi pada iris, keadaan ini
memberikan rasa sakit sekali akibat timbulnya
glaukoma hemoragik
PENATALAKSANAAN GLAUKOMA
)
PENATALAKSANAAN GLAUKOMA ABSOLUT
Medikamentosa
Prosedur siklodestruktif
Enukleasi bulbi
GLAUKOMA ABSOLUT DAPAT DICEGAH
dengan diagnosa tepat sedini mungkin dan
pengobatan secara adekuat