Anda di halaman 1dari 3

FRAKTUR PADA GERIATRI

Osteoporosis = Penyakit metabolik tulang yang memiliki penurunan matrix dan proses mineralisasi yang normal tetapi massa
atau densitas tulang berkurang , Suatu kelainan sistemik pada tulang yang ditandai dengan penurunan massa tulang dan
penurunan mikroarsitektur tulang dengan akibat meningkatnya resiko terjadinya patah tulang (consensus development
conference) BMD < 2,5 (WHO), Pada osteoporosis , kecepatan resorpsi tulang melebihi kecepatan pembentukan tulang,
sebagai akibatnya tulang menjadi keropos secara progresif dan dapat mengalami fraktur karena faktor normal atau stres.
EPIDEMIOLOGI
Macam-macam Osteoporosis Rigg membagi osteoporosis menjadi 2, yaitu: 1. PRIMER : Osteoporosis Post menopause,
Osteoporosis Senile , 2. SEKUNDER = Nutrisi : scurvy, malnutrisi, malabsorbsi, Kelainan hormonal, Drug induced :
kortikosteroid, alkohol, heparin, Keganasan, Non keganasan, Idiophatic
Osteoporosis Primer = Etiologi : peningkatan usia, menopause, kadar testos rendah, kecenderungan genetic, gagal ginjal,
hormone steroid, BB rendah, pola mkn buruk, merokok, alcohol, krg OR. Faktor prediksi yang sering dari osteoporosis
:Puncak massa tulang pada saat dewasa, Kehilangan massa tulang post menopause, Kehilangan massa tulang yang
berhubungan dengan umur, Faktor risiko : genetic, gaya hidup, kesehatan, iatrogenic. Diagnosis = History : Ras,
Jenis kelamin, umur, status kesehatan, gaya hidup, dll , Pemeriksaan fisik , Penemuan laboratorium : serum darah, hormone,
urin , Pencitraan : Radiologi (X-Ray Panggul : Index Singh), Densitometri . Patogenesis = fktr gntik ( perlmbtan fx osteoblas
krn faktor usia dan peningkatan aktivitas osteoklas krn pgrh endokrin, penrnan kdr estrogen serum, terapi prgntian estrogen
brsama suplemen kalsium bila dimulai selama atau saat terjadi menopause dpt memperlmbt atau mencegah kehlgan tulang
abnormal), Morfologi = hlgnya fx tlg yg mengandung trabekular yang menyebabkan tlg rentan thd fraktur. Pada
osteoporosis paska menopause pengurngan tlg tjd plg parah di korpus vertebra, mengalami fraktur dan kolaps, pengrgan tlg
serupa tjd di columna femoris. Prbhn mikroskopis utama adalah menipisnya trabekula dan melebarnya kanalis haversi. Pada
ptgan micros aktivitas osteoklas mengkat scr drastic. Penanganan Osteoporosis Secara Umum = mkn seimbg yg bnyk
mengndg kalsium, OR teratur, berhenti mrokok, mengrgi konsumsi alcohol, memaparkan tbh 5-20 mnt, analgesic, fisio, lathn
relaksasi, akupuntur
SPINE
PATAH TULANG BELAKANG = Nyeri tulang belakang, Kelainan Kyphotic tulang belakang bungkuk, Mempengaruhi organ
vital yang lain, Atrofi otot, Penurunan self confidence, Nyeri akut tulang belakang, Kelainan tulang : T8 L3, Nyeri mengikuti
dermatom, Kekakuan gerak disebabkan protective muscle
PEMERIKSAAN = Rontgen, Radioisotop bonescan, Alkali phospatase meningkat
PENANGANAN mengrgi nyeri : istirht, analgesic, pelekatan bantal, spinal brace, vertebroplasty
PENCEGAHAN = Hindari resiko kejadian patah tulang (jatuh), Diet, latihan, obat2an (estrogen, suplemen kalsium)
FRAKTUR FEMUR PROKSIMAL = Fraktur Kolum Femur, Fraktur Intertrochanteric, Fraktur Subtrochanter
Fraktur Kolum Femur = Fraktur panggul yang menunjukan gangguan kesehatan personal pada pasien usia lanjut, Selama
peningkatan harapan hidup, kejadian cedera ini akan terus meningkat. Tujuan terapi adalah mengembalikan pasien kpd
fungsi mereka sebelum cedera dengan cara terbaik serta angka komplikasi se-rendah mungkin. 90 % pasien usia lanjut. 3
5% pasien usia muda (high energy trauma)
Permasalahan Fraktur = Non union dan kolaps kaput femur adalah masalah yang paling umum dikarenakan : Lokasi
Intracapsular , Terbatas dan tidak dilindunginya suplai darah, Tidak ada lapisan cambium, Atrofi trabekula berat dari
leher femur kalus periosteal tidak tampak dan penyembuhan fraktur leher femur bergantung pada proliferasi
endosteal secara keseluruhan
Anatomi Skeletal = Leher femur ditetapkan sebagai bagian dari femur yang terletak antara area kaput dan intertrokhanter,
Sudut batang leher 130 7 degrees, Anteversi Femur 10 7degrees
Kolum femur = Ekstrakapsuler, Intrakapsuler Bagian leher yang intrakapsuler tidak mempunyai cambium maka
proses penyembuhan di daerah leher tergantung hanya pada penyatuan endosteal. Kalau fraktur mengimpaksi
cairan sinovial dapat melisiskan pembentukan gumpalan darah
Anatomi Vaskular = Suplai arteri seperti digambarkan oleh Crock : 1. Lingkaran Ekstrakapsular. 2. Cabang Servikal Ascending
dari lingkaran ekstrakapsular (penetrasi pada garis intertrokhanter), istilah circulus articuli vasculosis oleh Hunter 1743. 3.
Arteri-arteri sekitar ligament. Sikulasi kaput femur berasal dari : Pembuluh darah servikal Intraosseous (menyilang
marrow dari bawah). Arteri dari ligamentum teres (epifisis medial) Terutama pembuluh darah retinakular (cabang dari
lingkaran arteri ekstrakapsular)
Predisposisi = Faktor yang berhubungan terhadap suatu peningkatan risiko jatuh. Keadaan sakit yang bersamaan, obat-
obatan tranquillisers, alkohol, demensia senilis/kebingungan, cacat jasmani, gangguan visual, penyakit Parkinsons. Faktor
yang berhubungan dengan penurunan respon pelindung. Kemunduran progresif karena umur, gangguan neuromuscular.
Faktor yang berhubungan terhadap hilangnya shock absorber local Hilangnya otot dan lemak dari regio panggul, Faktor yang
berhubungan dengan hilangnya kekuatan tulang, Kortikosteroids, antikonvulsan, defisiensi vit. D, tidak aktifnya fisik,
menopause awal, ooferektomi, gagal ginjal kronis, penyakit liver kronis
Etiologi = Kualitas tulang (Jarang pada usia muda, yang paling sering pada usia 80-an. Penelitian menganjurkan bahwa fraktur
femur seharusnya di pertimbangkan karena suatu fraktur patologi sekunder dari osteomalaise atau osteoporosis), MOI ( High
energy injuries (usia muda), Kecelakaan lalu-lintas & jatuh dari ketinggian, Low energy injuries dapat terjadi pada
usia lanjut)
Gambaran Klinis = Jarang sulit, Pasien usia lanjut tidak dapat berjalan setelah jatuh, Fraktur mungkin terjadi secara spontan
jika patologik, pasien mungkin memiliki nyeri pre fracture, Kaki rotasi ekterna memendek (Tes Heel Palm)
Klasifikasi = Berdasarkan anatomi = Subkapital (dibawah permukaan artikular), Transervikal, Basikal, Arah sudut,
fractures (Klasifikasi Pauwels), Pemindahan (Klasifikasi Garden)
Klasifikasi Pauwels = Berdasarkan arah sudut fraktur, Bayangan X-ray dari garis fraktur horizontal >30, 50-70 , >70
Klasifikasi Garden (1961)= Garden, I Valgus impacted or tidak komplit, II Komplit, tanpa pergeseran, III Komplit Pergeseran
sebagian, IV Pergeseran penuh
Diagnosis = Impacted atau tidak komplit, Sedikit nyeri pada pangkal paha atau mengenai medial dari lutut. Mungkin dapat
berjalan dengan antalgic limp. Nyeri perkusi pada trochanter major. X-ray awal normal. Tomogram atau bone scan diperlukan.
Pergeseran Pasien berbaring rotasi externa, abduksi dan sedikit memendek.
Terapi = Tujuan terapi : Meminimalisir risiko dan menghindari komplikasi , Mengembalikan fungsi pasien seperti sebelum
cedera dengan angka komplikasi se-rendah mungkin , Memberikan terapi dengan harga efektif . Suatu keputusan untuk
menterapi secara konservatif bukan berdasarkan keadaan panggul, seperti fraktur yang umumnya terabaikan, tetapi lebih
pada perubahan pasien . Pemilihan implan bergantung pada : Umur dan aktivitas pasien, beratnya pergeseran, & derajat
osteoporosis
Indikasi Hemiarthroplasty = Keadaan umum biasanya jelek, Penyakit Parkinson, hemiplegi atau penyakit neurologic yang lain,
Fraktur Patologi pada leher femur, Perlu untuk mobilisasi cepat, Pasien yang secara fisiologis 70 th, Necrosis Avascular,
Reduction tertutup tidak adekuat & fraktur pergeseran yang terabaikan
Kontraindikasi = 1. Sepsis, 2. Pasien usia muda yang aktif, 3. Penyakit yang mestimulasi kartilago artikular
asetabulum sekunder dengan OA, RA atau alat fiksasi interna yang gagal
Rehabilitasi Post-operative = Paska perawatan = Setelah pendekatan posterior, hindari selama 6 minggu fleksi
panggul lebih besar dari 70
o
, terutama dengan aduksi, Gunakan bantal abduksi
Rehabilitasi : Mobilisasi (Touch-down weightbearing untuk FWB jika ditoleransi ), Terapi Fisik (Kekuatan otot dan
latihan cara berjalan , Pembatasan fleksi ), Latihan isometrik gluteal/quadriceps (minggu pertama) , Latihan isotonik
ankle , Aktif membantu ROM panggul, lutut, pergelangan kaki (minggu kedua) , Hindari aduksi panggul & rotasi
interna
Komplikasi = Segera (Membawa stem keluar dari korteks lateral, Malposisi, Fraktur & dislokasi berulang ,
Cedera saraf, Deep Vein Thrombosis (DVT)). Lanjut (Prosthesis rusak, Infeksi, Miositis osifikans, Protusio ,
Mechanical loosening, Kehilangan kartilago artikular dengan berkurangnya ruang sendi, Fraktur Periprosthetik
Fraktur Intertrochanteric & Subtrochanteric
Demografi = 200,000 / tahun, 90% > 65 th, F > M, Puncaknya @ 80 th. Etiology = Osteoporosis, Low energy fall Sering ,
High Energy Jarang . Pemeriksaan fisik = Meliputi Extremitas :Pemendekan , Rotasi Eksterna. Radiografi : Plain Films
:AP Pelvis, Cross Table Lateral
Klasifikasi OTA AO/ASIF = 31-A1 (2 bagian fraktur, Tidak Communutif, Fracture tidak masuk kortek lateral, Stabil). 31-A2
(2 bagian fraktur, Communutif, Fracture tidak masuk kortek lateral, Tidak stabil). 31-A3 (2 bagian fraktur, Communutif,
Fraktur masuk kortek lateral, Reverse Obliquity Fracture, Tidak stabil)
Terapi = Non-operatif : high complication , indikasi : tidak dapat berjalan dengan nyaman px, Operatif : Peralatan Fixed
nail plate (ex: Jewett nail), Peralatan Sliding nail plate (ex: DHS), Peralatan Intramedullary (ex: Gamma nail),
Penggantian prostheses
Tujuan terapi = Mendapatkan reduksi yang Stabil, Fiksasi interna, Posisi baik, Adekuat secara Mekanik, Memperbolehkan
transfer segera & ambulasi awal
Pilihan Implan = Compression Hip Screw & Side Plate, Intramedullary Sliding Hip Screw, Calcar Replacing Prosthesis. Indikasi
: Fraktur Patologi, Osteopenia berat, Communutif berat. Keuntungan :Weight Bearing awal. Masalah :Trochanter
Major
Rehabilitasi = Mobilisasi : Weight Bearing jika ditoleransi, Cognitive Intact Patients Auto Protect, Unstable Fractures =
kurang WB, Stable Fractures = lebih WB. Follow Up @ 1 th 3% angka perbaikan, Tidak berbeda dari kontrol historikal

F FR RA AK KT TU UR R R RA AD DI IU US S D DI IS ST TA AL L
Insidensi : 1/6 dari semua fraktur. Distribusi Fraktur berdasarkan pada jenis kelamin dan usia : anak-anak 5-14
th, pria <50 th, wanita >40 th. Cara cedera : jatuh vs kecelakaan kendaraan bermotor dan olahraga sekunder
Diagnosis = History : jenis kelamin, umur, Cara cedera : jatuh pada tangan terulur, Pemeriksaan fisik : status
lokal, evaluasi neurologi, Pencitraan : X-ray AP/lat pergelangan tangan
Terapi Rasional = Tujuan : pergelangan tangan yang memberikan gerakan bebas nyeri & stabilitas memadai
untuk diperbolekan melakukan aktivitas & hobi tanpa adanya kecenderungan terjadi perubahan degeneratif lebih
lanjut Parameter radiografi yang dapat diterima : Panjang Radial : 2-3 mm dari pergelangan tangan
kontralateral , Kemiringan Palmar : kemiringan neutral (0), Intraarticular step off : <2mm, Sudut Radial : hilang
<5
Manajemen Non operatif = Reduksi tertutup & cast imobilisasi, Indikasi : fraktur stabil, low-demand elderly pts
Terapi Operasi = Fraktur seharusnya di reduksi tertutup se-segera mungkin, Operasi stabilisasi dilakukan secara
akurat atau ketika bengkak mereda. Indikasi :Fraktur intra-articular Comminuted displaced , Fractures
terbuka , Berhubungan dengan fraktur karpal , Berhubungan dengan cedera neurovaskular / cedera tendon , Terapi
konservetif yang gagal, Fractures Bilateral , Gangguan ekstremitas kontralateral
Terapi Operasi : metode :Pinning Percutaneous, Pins dan plaster, Fiksasi Skeletal External , Reduksi terbuka dan
fiksasi internal
Rehabilitasi = Hari ke-1 1 minggu : ROM bahu, siku, jari-jari, 2 6 minggu : ROM aktif pergelangan tangan, 6
8 minggu : ROM aktif pasif pergelangan tangan, latihan hambatan pergelangan tangan secara gentle , 8 12
minggu : latihan hambatan progresif
Komplikasi = Awal : Cedera Neurovascular, Refleks Simpatetik Distrofi. Lanjut : Malunion, Delayed Union &
Non Union, Kekakuan Bahu, Suddecks atrofi, Ruptur Tendon