Anda di halaman 1dari 8

1

Secara umum gejala pada uretritis gonokok pada pria adalah rasa gatal, panas di
bagian bawah uretra di sekitar lubang uretra bagian luar, kemudian disusul
sakit/nyeri pada saat kencing, sering kencing, lubang uretra bagian luar agak
terbuka dan keluar cairan bernanah dari ujung uretra yang kadang-kadang disertai
darah, serta nyeri pada saat ereksi.

Gejala pada uretritis oleh kuman non spesifik umumnya tidak seberat oleh kuman
gonokok. Gejalanya berupa nyeri ringan pada saat kencing, perasaan tidak enak di
uretra, sering kencing, keluarnya cairan bernanah yang lebih encer dibandingkan
dengan uretritis gonokok. Pada jenis uretritis ini juga akan kecenderungan untuk
kambuh.

Gejala biasanya baru muncul dalam 1 3 minggu setelah kontak seksual pada
uretritis non spesifik, sedangkan pada uretritis gonokok dapat muncul 2 5 hari,
kadang-kadang lebih lama dan hal ini disebabkan kerena penderita telah mengobati
diri sendiri, tetapi dengan dosis yang tidak cukup atau gejala sangat samar sehingga
tidak diperhatikan oleh penderita.

Pada kasus yang sulit dibedakan antara uretritis gonokok dan uretritis non
spesifik tanpa pemeriksaan laboratorium, biasanya penderita akan diberi obat untuk
mengatasi kedua uretritis tersebut. Bila pemeriksaan laboratorium dikerjakan,
pengobatan akan disesuaikan dengan hasil temuan laboratorium.

Bila tidak diobati, dapat menimbulkan komplikasi berupa infeksi pada prostat,
vesikula seminalis, epididimis, dan striktur (penyempitan) uretra. Bahkan pada jenis
kuman gonokok yang ganas dapat menyebabkan infeksi pada tempat yang jauh dari
alat kelamin, seperti infeksi pada sendi, jantung, selaput otak yang dapat berakibat
pada kematian.

Seseorang dikatakan mempunyai resiko terjadinya penyakit ini bila mempunyai satu
atau lebih faktor resiko berikut:
a. Pasangan seksual lebih dari satu dalam 1 bulan terakhir
b. Berhubungan seksual dengan pekerja seks wanita/pria dalam 1 bulan terakhir
c. Mengalami satu kali atau lebih penyakit hubungan seksual dalam 1 tahun terakhir
d. Pekerjaan istri atau pasangan seksual berisiko tinggi





2

Uretritis Non-Gonokokus & Servisitis Klamidialis
DEFINISI

Uretritis Non-Gonokokus dan Servisitis Klamidialis merupakan penyakit menular
seksual yang biasanya disebabkan oleh Chlamydia trachomatis atau Ureaplasma
urealyticum (pada laki-laki), tetapi kadang-kadang disebabkan oleh Trichomonas
vaginalis atau virus herpes simpleks.

Infeksi ini disebut non-gonokokus untuk menunjukkan bahwa infeksi ini bukan
disebabkan oleh Neisseria gonorrhoeae, bakteri yang menyebabkan gonore.

PENYEBAB

Chlamydia trachomatis menyebabkan sekitar 50% infeksi uretra yang bukan
disebabkan gonore pada laki-laki dan infeksi leher rahim (serviks) penghasil nanah
yang bukan disebabkan gonore pada wanita. Uretritis lainnya disebabkan oleh
Ureaplasma urealyticum, yang merupakan suatu bakteri yang menyerupai
mikoplasma.

Chlamydia merupakan bakteri kecil yang hanya bisa berkembangbiak di dalam sel.
Ureaplasma adalah bakteri yang sangat kecil, dengan dinding sel yang tidak terlalu
kuat, tetapi bisa berkembangbiak di luar sel.

GEJALA

Biasanya antara 4-28 hari setelah berhubungan intim dengan penderita, seorang
pria akan mengalami perasaan terbakar yang ringan ketika berkemih.
Biasanya akan keluar nanah dari penis. Nanahnya bisa jernih atau agak keruh,
tetapi lebih encer daripada nanah gonore.
Pada pagi hari, lubang penis sering tampak merah dan melekat satu sama lain
karena nanah yang mengering.
Kadang-kadang penyakit ini dimulai lebih dramatis. Timbul rasa sakit waktu
berkemih, frekuensi berkemih menjadi lebih sering dan dari uretra keluar nanah.

Meskipun kebanyakan penderita wanita tidak menunjukkan gejala, beberapa
diantaranya mengalami urgensi (desakan) berkemih yang lebih sering, rasa nyeri
ketika berkemih, nyeri di perut bagian bawah, nyeri pada saat berhubungan intim
dan keluarnya lendir kekuningan dan nanah dari vagina.

Hubungan seksual melalui mulut atau dubur dengan penderita bisa menyebabkan
infeksi tenggorokan atau infeksi dubur.
Infeksi ini menyebabkan rasa nyeri dan keluarnya lendir dan nanah yang berwarna
kekuningan.

3

KOMPLIKASI

1. Pria.
- Epididimitis : infeksi pada epididimis, yang bisa menyebabkan nyeri pada buah
zakar
- Striktur uretra : penyempitan uretra, yang bisa menyebabkan penyumbatan aliran
air kemih.

2. Wanita.
- Infeksi saluran telur, bisa menyebabkan nyeri, kehamilan ektopik (di luar
kandungan) dan kemandulan
- Infeksi pembungkus hati dan daerah di sekeliling hati, bisa menyebabkan nyeri
perut bagian atas

3. Pada pria dan wanita.
- Konjungtivitis : infeksi pada bagian putih mata, bisa menyebakan nyeri mata dan
belekan

4. Pada bayi baru lahir.
- Konjungtivitis, bisa menyebabkan nyeri mata dan belekan
- Pneumonia, bisa menyebabkan demam dan batuk.


DIAGNOSA

Pada kebanyakan kasus, infeksi oleh Chlamydia trachomatis bisa didiagnosis
berdasarkan hasil pemeriksaan cairan dari penis atau leher rahim di laboratorium.
Infeksi Ureaplasma urealyticum tidak dapat didiagnosis secara spesifik dengan
pemeriksaan medis yang biasa.

Karena pembiakannya sulit dan teknik diagnostik yang lainnya mahal, maka
diagnosis infeksi Chlamydia atau Ureaplasma sering ditegakkan berdasarkan
gejalanya yang khas disertai bukti yang menunjukkan tidak adanya gonore.

PENGOBATAN

Biasanya diberikan antibiotik tetrasiklin atau doksisiklin per-oral (melalui mulut),
minimal selama 7 hari atau diberikan azitromisin dosis tunggal.
Tetrasiklin tidak boleh diberikan kepada wanita hamil.



4

Gonorhea

Nama lain
Kencing nanah, uretritis spesifik , GO

Epidemiologi
Disebabkan oleh kuman Neisseria gonorrhoea yang menginfeksi lapisan dalam
uretra, leher rahim, rektum, tenggorokan, dan bagian putih mata (konjungtiva).
Gonore bisa menyebar melalui aliran darah ke bagian tubuh lainnya,terutama kulit
dan persendian.
Pada wanita, gonore bisa menjalar ke saluran kelamin
dan menginfeksi selaput di dalam pinggul sehingga timbul nyeri pinggul dan
gangguan reproduksi.. Terjadi di seluruh dunia; menyerang laki-laki dan perempuan
semua usia, terutama kelompok dewasa muda. Jenis yang kebal obat sekarang
muncul secara umum di mana-mana. Selama beberapa bulan, pasien yang tidak
diobati bisa menulari orang lain. Terinfeksi dengan klamidia pada saat yang
bersamaan juga bukanlah hal yang janggal.


Gejala dan tanda

Pada laki-laki dan perempuan, infeksi ini bisa tanpa gejala. Pada laki-laki, cairan
yang kental dari saluran kencing akan keluar 2-7 hari setelah terinfeksi. Biasanya
orang menderita sakit waktu kencing. Bila orang melakukan seks anal, mungkin juga
keluar cairan yang sama dari dubur.Pada pria, penyakit ini menyebabkan keluarnya
cairan putih atau nanah dari kemaluan pria. Buang air kecil dapat terasa sakit.
Gejala-gejala ini dapat terasa berat atau tidak terasa sama sekali.

pada wanita, gejala awal biasanya timbul dalam waktu 7-21 hari setelah terinfeksi.
Penderita seringkali tidak merasakan gejala selama beberapa minggu atau bulan,
dan diketahui menderita penyakit tersebut hanya setelah pasangan hubungan
seksualnya tertular

Pada perempuan, gejalanya biasanya ringan dan ada kemungkinan untuk tidak
terdeteksi. Mungkin ada perasaan tidak enak waktu kencing. Selain itu, mungkin ada
sedikit cairan dari dan sedikit gangguan di vagina. Infeksi yang kronis umum terjadi
dan bisa menyebabkan kemandulan.

Bayi yang baru lahir yang terinfeksi gonore, matanya merah dan bengkak. Dalam
waktu 1-5 hari setelah kelahiran, mata itu akan mengeluarkan cairan yang kental.
Kebutaan bisa terjadi bila pengobatan khusus tidak segera diberikan.
Diagnosis adalah dengan pemcriksaan mikroskopik gram-strain dari smear yang
diambil dari cairan itu atau pun dengan cara pembiakan.
5


Jika timbul gejala, biasanya bersifat ringan.
Tetapi beberapa penderita menunjukkan gejala yang berat, seperti desakan untuk
berkemih, nyeri ketika berkemih, keluarnya cairan dari vagina, dan demam.
Infeksi dapat menyerang leher rahim, rahim, saluran telur, indung telur, uretra, dan
rektum serta menyebabkan nyeri pinggul yang dalam ketika berhubungan seksual.

Wanita dan pria homoseksual yang melakukan hubungan seks melalui anus (anal
sex)
dapat menderita gonore pada rektumnya.
Penderita akan merasakan tidak nyaman di sekitar anusnya dan dari rektumnya
keluar cairan. Daerah di sekitar anus tampak merah dan kasar, serta tinjanya
terbungkus oleh lendir dan nanah.

Hubungan seksual melalui mulut (oral sex) dengan seorang penderita gonore
biasanya akan menyebabkan gonore pada tenggorokan (faringitis gonokokal).
Umumnya infeksi tersebut tidak menimbulkan gejala, namun terkadang
menyebabkan nyeri tenggorokan dan gangguan untuk menelan.

Jika cairan yang terinfeksi mengenai mata, maka bisa menyebabkan terjadinya
infeksi mata luar (konjungtivitis gonore).
Bayi yang baru lahir juga bisa terinfeksi gonore dari ibunya selama proses
persalinan
sehingga terjadi pembengkakan pada kedua kelopak matanya dan dari matanya
keluar nanah. Jika infeksi itu tidak diobati, maka akan menimbulkan kebutaan.


Komplikasi

Infeksi kadang menyebar melalui aliran darah ke 1 atau beberapa sendi, dimana
sendi menjadi bengkak dan sangat nyeri, sehingga pergerakannya menjadi terbatas.
Infeksi melalui aliran darah juga bisa menyebabkan timbulnya bintik-bintik merah
berisi nanah di kulit, demam, rasa tidak enak badan atau nyeri di beberapa sendi
yang berpindah dari satu sendi ke sendi lainnya (sindroma artritis-dermatitis).

Bisa terjadi infeksi jantung (endokarditis).
Infeksi pembungkus hati (perihepatitis) bisa menyebabkan nyeri yang menyerupai
kelainan kandung empedu.

Komplikasi yang terjadi bisa diatasi dan jarang berakibat fatal, tetapi masa
penyembuhan untuk artritis atau endokarditis berlangsung lambat.



6

Diagnosis dan pengobatan

Diagnosis penyakit gonore didasarkan pada hasil pemeriksaan mikroskopik terhadap
nanah,
dimana ditemukan bakteri penyebab gonore.
Jika pada pemeriksaan mikroskopik tidak ditemukan bakteri, maka dilakukan
pembiakan di laboratorium.

Gonore biasanya diobati dengan suntikan tunggal seftriakson intramuskuler (melalui
otot)
atau dengan pemberian antibiotik per-oral (melalui mulut) selama satu minggu
(biasanya diberikan doksisiklin).
Jika gonore telah menyebar melalui aliran darah, biasanya penderita dirawat di
rumah sakit dan mendapatkan antibiotik intravena (melalui pembuluh darah atau
infus).

Pengobatan

Gonore biasanya diobati dengan suntikan tunggal seftriakson intramuskuler (melalui
otot) atau dengan pemberian antibiotik per-oral (melalui mulut) selama 1 minggu
(biasanya diberikan doksisiklin).

Jika gonore telah menyebar melalui aliran darah, biasanya penderita dirawat di
rumah sakit dan mendapatkan antibiotik intravena (melalui pembuluh darah, infus)












7

Klamida
Nama lain
Uretritis non-gonore, uretritis non-spesifik (UNS)
Epidemiologi
Antara 35-50 persen dari kasus penyakit kelamin non-gonore diperkirakan
disebabkan oleh Chlamydia trachomatis, yang terjadi secara umum di seluruh dunia.
Pada perempuan, penyakit ini bisa menyebabkan radang leher rahim mucopurulent
walaupun infeksi biasanya tanpa gejala. Infeksi klamidia yang terjadi berulang kali
biasanya bisa menyebabkan penyakit peradangan leher rahim kronis dan
kemandulan. Penularan terjadi lewat sanggama. Penyakit ini bisa menyerang baik
laki-laki maupun perempuan semua usia, terutama dewasa muda.
Gejala dan tanda
Sama seperti gonore. Perbedaannya adalah banyak perempuan yang terinfeksi tidak
menunjukkan gejala apa pun. Komplikasi yang menyebabkan kemandulan pada
perempuan juga umum terjadi. Infeksi mata mungkin menyerang bayi yang
dilahirkan oleh perempuan yang terinfeksi. Diagnosis biasanya didasari oleh tidak
adanya kuman penyebab gonore pada smear atau pada pembiakan cairan dari leher
rahim atau dari uretra (lubang kencing). Hal ini bisa dipastikan dengan mengetes
cairan smear untuk melihat adanya antigen klamidia.


Gonore
Nama lain
Kencing nanah, uretritis spesifik , GO
Epidemiologi
Disebabkan oleh kuman Neisseria gonorrhoea. Terjadi di seluruh dunia; menyerang
laki-laki dan perempuan semua usia, terutama kelompok dewasa muda. Jenis yang
kebal obat sekarang muncul secara umum di mana-mana. Selama beberapa bulan,
pasien yang tidak diobati bisa menulari orang lain. Terinfeksi dengan klamidia pada
saat yang bersamaan juga bukanlah hal yang janggal.
Gejala dan tanda
Pada laki-laki dan perempuan, infeksi ini bisa tanpa gejala. Pada laki-laki, cairan
yang kental dari saluran kencing akan keluar 2-7 hari setelah terinfeksi. Biasanya
orang menderita sakit waktu kencing. Bila orang melakukan seks anal, mungkin juga
keluar cairan yang sama dari dubur.
Pada perempuan, gejalanya biasanya ringan dan ada kemungkinan untuk tidak
terdeteksi. Mungkin ada perasaan tidak enak waktu kencing. Selain itu, mungkin ada
sedikit cairan dari dan sedikit gangguan di vagina. Infeksi yang kronis umum terjadi
dan bisa menyebabkan kemandulan.
8

Bayi yang baru lahir yang terinfeksi gonore, matanya merah dan bengkak. Dalam
waktu 1-5 hari setelah kelahiran, mata itu akan mengeluarkan cairan yang kental.
Kebutaan bisa terjadi bila pengobatan khusus tidak segera diberikan.
Diagnosis adalah dengan pemcriksaan mikroskopik gram-strain dari smear yang
diambil dari cairan itu atau pun dengan cara pembiakan.