Anda di halaman 1dari 9

ASUHAN KEBIDANAN IBU NIFAS PATOLOGIS

TERHADAP Ny. N DENGAN POST PARTUM HAEMORHAGIE


DENGAN (SISA PLASENTA) DI RST

I. Pengumpulan Data Dasar
A. Pengkajian Data
a. Identitas Klien
Nama : Ny. Noviyanti Nama Suami : Tn. Syahruul
Umur : 23 tahun Umur : 27 tahun
Agama : islam Agama : Islam
Pendidikan : SMA Pendidikan : SMA
Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga Pekerjaan : Wiraswasta
Alamat : Jl. Mawar No. 3 Alamat : Jl. Mawar No. 3
B. Anamnesa
Dilakukan pada tanggal 03-12-2013 pukul 21.00 wib
1. Keluhan setelah persalinan
Ibu dengan G
1
P
1
A
0
persalinan pukul 17.0 Wib ditolong oleh Bidan setelah 4 jam
persalinan masih mengeluarkan darah dari vagina + 650 cc
2. Riwayat persalinan
a. Kala I : berlangsung pukul 07.00 wib tanggal 03-12-2013. Pengeluaran
pervaginam berupa blood slim, ketuban pecah spontan, tidak
didapati penyulit
b. Kala II : bayi lahir spontan dengan letak belakang kepala jenis kelamin
perempuan, BB : 300 gram, PB : 48 c, bayi langsung menangis, lahir
normal
c. Kala III : plasenta lahir secara tindakan normal plcenta lahir tidak lengkap
konsistensis ibu keras. Plasenta lahir pukul 18.30 Wib, panjang tali
pusat 36 cm, jumlah perdarahan + 300 cc
d. Kala IV : Berlangsung 2 jam dengan jumalh perdarahan + 3500 cc ibu tampak
lemah
C. Pemeriksaan Setelah Persalinan
1. Keadaan umum ibu tampak lemah dengan keadaan composmentis
2. Tanda vital
a. Tekanan darah : 90/70 mmHg
b. Nadi : 96 x/mnt
c. Pernafasan : 30 x /mnt
d. Suhu : 37,8
0
C
3. Pemeriksaan Fisik
a. Rambut : hitam, bersih, tidak mudah dicabut
b. Telinga : pendengaran ibu baiik, brsih keadaan simetris ka/ki
c. Mata : simetris ka/ki, sklera putih, konjungtiva pucat, reflek pupil
baik, fungsi penglihatan baik
d. Hidung : septum nasal, bentuk simetris, tidak ada polips, fugnsi
penciuman
e. Leher : tidak ada pembesaran kelenjar thyroid dan pembesaran vena
jugularis
f. Dada : payudara bersih simetris ka/ki tidak ada kelainan putting susu
menonjol aerola hitam, ASI sudah keluar
g. Mulut dan Gigi : tidak ada kelainan bentuk pada mulut, tidak terdapat stomatitis
pada rongga mulut, ggii Bersih, tidak ada caries jumlah atau
lengkap
h. Genetalia : perineum tampak utuh tidak ada robekan tapak pengeluaran
pervaginam berupa darah
i. Ekstremitas bawah : simetris ka/ki reflek babinzky negatif, tidak terdapat oedem dan
varies
j. Ekstremitas atas : simetris ka/ki normal, berfungsi baik tidak ada kelainan
4. Pemeriksaan Penunjang
a. HB : 8 gram%
b. Golongan darah : A Rhesus +
II. Interprestasi Data Dasar
a. Diagnosa
1. Post partum dengan perdarahan akibat sisa plasenta
DS : 1. Ibu mengatakan ini merupakan persalinan pertama
2. Ibu mengatakan perutnya mules
3. Ibu mengatakan darah keluar terus
DO : 1. Partus spontan pukul 17.00 Wib tanggal, 03-12-2007
2. Kontraksi uterus keras
3. TFU sepusat
4. Perdarahan 650 cc
5. Placenta lahir tidak lengkap
b. Masalah
1. Keterbatasan aktivitas
DS : Ibu mengatakan masih lemah untuk beraktivitas
DO : 1. Ibu post partum 4 jam yang lalu dengan perdarahan
2. Ibu tampak lemas
3. Fungsi ekstrimitas lemah
2. Potensial terjadi infeksi
DS : Ibu mengatakan darah keukeluar terus dari vagina
DO : Ibu post partum 4 jam ujung lalu dengan perdarahan
3. Gangguan psikologi
DS : Ibu mengatakan takut dengan keadannya saat ini
DO : ibu terlihat tampak cemas
c. Kebutuhan
1. Kebutuhan pemenuhan cairan dan nutrisi
DS : a. Ibu mengatakan terasa halus dan bibir kering
b. Ibu mengatakan badan teasa lemas
DO : a. Jumlah perdarahan 690 cc
b. TD : 90/70 mmHg
c. Keadaan umum lemah
2. Kebutuhan personal hygiene
DS : Ibu mengatakan badan terasa lengket dan daerah bokong banyak
terdapat darah
DO : genitalia banyak darah
3. Penyuluhan dengan keadaan ibu yaitu perdarhaan
DS : a. Ibu mengatakan cemas dengan keadaannya sekarang
b. Ibu mengatakan darahnya keluar terus
DO : a. Jumlah perdarahan 650 cc
b. TD : 90/70 mmHg
c. Keadaan umum lemah
III. Masalah Potensial Yang Berhubungan dan Harus Diantisipasi
1. Syok haemoragie
DS : Ibu mengalami perdarhaan post partum akibat sisa plasenta mengakbiatkn
pandangannya agark berkuanng-kunang dan merasa pusing.
DO : 1. Terjadi perdarahan pervaginam + 650 cc dalam 2 jam terakhir
2. TFU sepusat
3. Placenta lahir normal tetepi tida lengkap, mashi terdapat sisa placenta
4. TD : 90/70 mmHg
5. Nadi 96 x/mnt, suhu 37,8
0
C
6. Pernafasan 30 x/mnt
7. Ibu tampak lemah dan tak mau makan
8 Bibir pucat dan kulit kering
2. Anemia
DS : Ibu mengatakan badan terasa lemas dan sering berkunang
DO : 1. Konjungtiva pucat
2. Ibu tapak lemah
3. Bibir kering
4. Hb : 8 gram%
IV. Identifikasi Kebutuhan yang Memerlukan Tindakan Segera
1. Pemasangan infus RL 20 tts/menit
2. Kosongkan kandung kemih
3. Kolaborasi dengan dokter untuk tindakan rutetage
4. Kolaborasi dengan dokter untuk pemberian therapi
V. Rencana Manajemen
1. a. Jelaskan kondisi ibu saat ini pada ibu dan keluarga
b. Observasi proes onvolusi pada ibu
c. Periksa keadaan umum ibu
d. Ukur TFU ibu
e. Periksa kontrakasi uterus
f. Ukur jumlah perdarahan pervaginam
2. a. Bantu ibu untuk memenuhi kebutuhan aktifitas sehari-hari
b. Lakukan vulva hygiene pada ibu
3. a. Ajarkan ibu untuk post natal breast care
b. Persiapan peralatan untuk tindakna kuretase
VI. Implementasi Langsung
1. Menjelaskan kepada ibu tentang kondisinya, bahwa ibu mengalami pendarahan post
partum, beritahu keluarga agar dapat mempersiapkan darah untuk ibu sehingga
perdarahan dan darah yang keluar + 650 cc
2. Melakukan observasi proses involusi
Keadaan umum ibu lemah, membantu ibu agar kandung kemih tidak terllau penuh,
jumlah urine yang keluar sesuai + 300 cc
3. Membantu ibu memenuhi kebutuhan sehari-hari, mungkin makan, ke toile atau ada
kebutuhan-kebutuhan lainnya,menganjurkan keluarga untukmendukung dan
melibatkan diri dalam kegiatan ibu misalnya apabila ibu masih dapat berjalan ke
kamar mandi keluarga dapat mendampingi
4.Membantu ibu dalam pemenuhan kebutuhan sehari-hari denganmelibatkan
keluarganya seperti pemenuhan kebutuhan cairan dan nutrisinya, mengingat keadaan
umum ibu yang lemah
5.Membantu ibu dalam kebutuhan vulva hygien dengan mengevaluasi jumlah
perdarahan yang keluar sehingga vulva ibu tidak terlalu lemah, membersihkan bagian
vulva dari darah yang menempel dan mengering
6. Menjelaskan dan mengajarkan ibu tentang cara perawatan payudara breast care
a. Mengajarkan ibu untuk menompres payudara dengan air hangat
b. Mengajarkan dan membantu ibu untuk membersihkan putting dengan baby oil
c. Memeriksa dan membantu ibu untuk mengeluarkan putting yang belum menonjol
7. Persiapan peralatan untuk tindakan kuretae
Mempersiapkan cureatse set
1. Spaculum sim
2. Korentang / oval klem
3. Tenaculum
4. Sonde kuret
5. Busi hegar (digunakan jika tidak ada bukan)
6. Kapas sublimat
7. Bethadine

VII. Evaluasi
1. Ibu mengerti dengan keadaannya saat ini sedang mengalami perdarahan
2. Ibu mengerti akan kebutuhannya memenuhi nutrisi
3. Ibu mengerti tentang cara vulva hygiene
4. Ibu mengerti tentang kebutuhan breast care
5. Keadaan umum lemah, kandung kemih kosong, kontraksi uterus ada, TFU sepusat,
perdarahan pevaginam 650 cc.
a. TD : 90/70 mmHg
b. Pols : 96 x/mnt
c. Resp : 30 x/mnt
d. Temp : 37,8
0
C

Catatan Perkembangan
Tanggal 05-02-2014 Pukul 07.00 Wib Hari Pertama Kuretase
S : a. Ibu mengerti tentang kondisinya saat ini yang seadng, mengalmai perdarahan
b. Ibu mengatakan badannya terasa panas
c. Ibu mengatakan perutnya terasa mulas
d. Ibu mengatakan belum menyusui bayinya
O : a. Keadaan umum lemah
b. Hb 8 gr %
c. Vital sign
TD : 110/70 mmHg
Pols : 84 x/mnt Resp : 24 x/mnt
Suhu : 37,8
d. Kontraksi uterus (+) TFU setinggi pusat
e. Jumlah perdarahan pervaginam 650 cc
f. Luka jahitan perineum basah
g. ASI sudah keluar
h. BAB 1 kali sehari, BAK 3-4 kali sehari
i. Loceha rubra
j. Therapy
Ampicilin 1 gr / 8 jam (IV)
Dexametason 3 x 1 ampul (IV)
Kalnex 1 amp / 8 jam (IV)
Vit K
Invus terpasang dextrose 5% 20 tetes / menit
Ibu sudah dipuasakan sejak pukul 22.00 Wib
A: Post partum 2 hari dengan perdarahan post partum akibat sisa plasenta, ibu dengan
anemia ringan
P: a. Beritahu pada ibu bahwa curetase akan dilakukan pada jam 10.00 Wib
b. Berjikan support mental pada ibu bahwa ia tidak perlu cemas dengan tindakan
curetage
c. Dampingi ibu selama tindakan curetage dilakukan
d. Obseravsi keadaan umum ibu selama tindakan
e. Bantu ibu selama melakuakn aktifitas dan anjurkan ibu untuk mobilisasi secara
bertahap
f. Berikan ibu posisi yang nyaman
g. Bantu ibu dalam pemenuhan personal hygiene
h. Beri ibu intake nutrisi
1. Beri ibu intake nutrisi
2. Obseravsi tanda-tanda vital ibu
3.Observasi proses involusi dan tanda-tanda infeksi

Tanggal 07-12-20014 Pukul : 08.00 Hari Ke 2 Kuretase
S : a. Ibu mengatakan badannay masih teasa lemas
b. Ibu mengatakan sudah dapat melakuakn pos tnatal bersat care
c. Ibu mengatakan mengerti manfaat post natal breast care untuk kelancaran ASI
d. Ibu mengatakan sudah membertikan ASI kepada bayinya
e. Ibu mengatakan sudah dapat melakukan pemenuhan kebutuhan sehari-hari seperti
makan / minum, BAB / BAK, personal hygiene sendiri dan masih dibantu keluarga
O : a. Keadaan umum ibu
b. Vital sign
TD : 100/80 mmHg
Pols : 80 x/mnt
Resp : 24 x/mnt
Temp : 37,5
0
C
c. Kandung kemih kosong
d. Kontraski uterus baik, TFU pertengahan pusat, symphisis
e. Lochea rubra, banyaknya 50 cc, bauk khas tidak terdapat tanda-tanda infeksi
f. Luka jahitan perineum basah
g. ASI sudah keluar
h. BAB 1 kali sehari, BAK 3-4 kali sehari
i. Therapy ampicillin 19/8 jam
3 x 1 table / oral
A: Postpartum hari ke 4 post curetage hari keempat
P : a. Observasi keadaan umum ibu dan proses involusi
b. Obserasi tanda-tanda vital
c. Anjurkan ibu untuk tetap melakukan post natal breast care di rumah
d. Anjurkan ibu untuk tetap melakukan personal hygiene di rumah

Tanggal 18-12-2014 Pukul 09.00 Wib Hari ke 6 Kuretase
S : a. Ibu mengatakan badanya teasa sehat dan tidak lemas lagi
b. Ibu mengatakan sudha dapat melakukan pemenuhan kebutuhan sehari-hari seperti
makan / minum, BAB / BAK, personal hygiene sendiri dan terkadang masih dibantu
keluarga
c. Ibu mengatakan sudah dapat melakuakn vulva hygiene setiap habis BAB / BAK
d. Ibu BAK 4-7 x/hari
O : a. Keadaan umum ibu baik
b Vital sign
TD : 100/80 mmHg
Pols : 80 x/mnt
Resp : 20 x/mnt
Temp : 37
0
C
c. Kandung kemih kosong
d. Kontraksi uterus baik, TFU pusat symphisis
e. Therapy ampicilin 1 gr / 8 jam dan Fe 3x1 tablet / oral
f. Lochea serosa, bau khas terdapat tanda-tanda infeksi
g. ASI sudah keluar
h. BAB / kali sehari, BAK 3-4 / sehari
I. Luka jahitan perineum kering
P : a. Observasi keadaan umum ibu dan proses involusi
b. Observasi tanda-tanda vital
c. Jelaskan kepada ibu tentang pentingnya gizi ibu menyusui untuk menghasilkan ASI
yang berkwalitas dan beritahu ibu tentang jenis makanan yang kaya gizi seperti
sayuran hijau dan lauk pauk
d. Anjurkan ibu untuk mengkonsumsi makanan yang bergizi setiap hari
e. Anjurkan ibu untuk tetap melakukan personal hygiene di rumah
f. Anjurkan ibu untuk tetap melakuakn breast care di rumah
g. Ajarkan ibu tentang cara senam nifas dan jelaskan kepada ibu manfaat senam nifas
i. Anjurkna ibu untuk kunjungan ulang satu minggu berikut atau bila ada keluhan


Rencana Manajemen
1. a. Jelaskan kondisi ibu saat ini pada ibu dan keluarga
b. Observasi proses involusi pada ibu
2. a. Periksa keadaan umum ibu
b. Ukur TFU ibu
c. Periksa kontraksi uterus
d. Periksa kandung kemih dan ukur jumlah urine
e. Ukur jumlah perdarahan pervaginam
3. a. Bantu ibu untuk memenuhi kebutuhan aktifitas sehari-hari
b. Lakukan vulva hygiene pada ibu
c. Ajarkan ibu untuk post natal breasty care
4. a. Persiapkan peralatan untuk tindakan kuretase
b. Menganjurkan ibu untuk berpuasa persiapan kuretase